SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan ISSN: 3047-8618 (Onlin. | DOI: 10. 31959/js. Volume 3 . No. June 2025 . Homepage: https://ejournal-polnam. id/index. php/JS/index Analisis Pengaruh Iklim Akademik terhadap Minat Belajar Mahasiswa ke Politeknik Negari Ambon Maslan Abdin1. Jeffrey Payung Langi2. Febian Victor Puturuhu3. Sapia Ainun Ohorella4. Pradythia Aurellia Nanlohy5. Zainal Abidin6 Politeknik Negeri Ambon. Indonesia *Corresponding author email: maslanabdin15@gmail. 1,2,3,4,5,6 Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh iklim akademik terhadap minat belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon. Berdasarkan kajian teori mengenai lingkungan belajar dan motivasi, penelitian menggunakan desain mixed-method dengan dominasi kuantitatif untuk menguji hubungan antar-variabel. Kuesioner skala Likert disebarkan kepada 978 mahasiswa dari lima jurusan. Kualitas instrumen terkonfirmasi (KMO iklim akademik = . KMO minat belajar = . dan reliabilitas memadai (CronbachAos = . Hasil deskriptif menunjukkan rata-rata penilaian untuk iklim akademik dan minat belajar sama-sama 3,98 . kala 1Ae5. dikategorikan AubaikA. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan iklim akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ( standar = . B = . 508, t = 22,121, p < . Model menjelaskan sekitar 33,3% variasi minat belajar (Adjusted RA = . , sehingga masih terdapat faktor lain yang berperan. Temuan menegaskan peran dukungan dosen, suasana belajar yang kondusif, fasilitas memadai, dan dukungan sejawat dalam memperkuat motivasi dan keterlibatan mahasiswa. Rekomendasi praktis meliputi peningkatan kapasitas pedagogis dosen, perbaikan fasilitas pembelajaran, dan pengembangan program yang mendorong kolaborasi antar-mahasiswa untuk meningkatkan minat belajar dan capaian akademik. Kata kunci: iklim akademik, minat belajar, keterlibatan mahasiswa, pendidikan vokasi An Analysis of the Effect of Academic Climate on StudentsAo Learning Interest at Politeknik Negeri Ambon Abstract: This study examines the influence of academic climate on studentsAo learning interest at Politeknik Negeri Ambon. Grounded in literature on learning environments and motivation, the research employed a mixed-methods design with a dominant quantitative strand to test the hypothesized A structured Likert questionnaire was administered to 978 students across five Instrument quality was confirmed (KMO for academic climate = . KMO for learning interest = . and internal consistency was adequate (CronbachAos = . 874 and . 826, respectivel. Descriptive results indicated that students rated both academic climate and learning interest at an overall mean of 3. 98 on a 5-point scale . ategorized as AugoodA. Simple linear regression showed that academic climate positively and significantly predicts learning interest . tandardized = . B = 508, t = 22. 121, p < . The model explained approximately 33. 3% of the variance in learning interest (Adjusted RA = . , suggesting other factors also contribute. Findings highlight that supportive faculty interactions, conducive learning environments, adequate facilities, and peer support strengthen studentsAo motivation and engagement. Implications include institution-level strategies to sustain and enhance academic climate through pedagogical training, facility improvements, and programs that foster peer collaboration to further boost student learning interest and academic outcomes. Keywords: academic climate, learning interest, student engagement, vocational education Lisensi Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. June 2025 PENDAHULUAN Iklim akademik merujuk pada suasana dan kondisi yang ada di lingkungan pendidikan yang dapat memengaruhi proses belajar mengajar. Menurut Astin . , iklim akademik mencakup faktor-faktor seperti interaksi antara mahasiswa dan dosen, dukungan sosial, serta fasilitas yang tersedia untuk belajar. Iklim ini tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis yang dapat memengaruhi motivasi dan semangat belajar mahasiswa. Penelitian oleh Tinto . menunjukkan bahwa iklim akademik yang positif dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik, yang pada gilirannya berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. Di Politeknik Negeri Ambon, iklim akademik sangat dipengaruhi oleh budaya lokal dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Misalnya, interaksi antara mahasiswa dan dosen yang terbuka dan saling menghargai dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik. Sebaliknya, jika iklim akademik cenderung kaku dan formal, hal ini dapat menghambat kreativitas dan minat belajar mahasiswa. Studi yang dilakukan oleh Sari . di beberapa perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa yang merasa nyaman dan didukung dalam lingkungan akademik mereka cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana iklim akademik di Politeknik Negeri Ambon dapat memengaruhi minat belajar mahasiswa. Minat belajar merupakan salah satu faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Menurut Deci dan Ryan . , minat belajar yang tinggi dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar, yang berujung pada pencapaian akademik yang lebih baik. Dalam konteks pendidikan tinggi, di mana mahasiswa diharapkan untuk mandiri dan proaktif, minat belajar menjadi sangat Sebagai contoh, penelitian oleh Pintrich dan Schunk . menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki minat belajar yang tinggi cenderung lebih aktif dalam mencari informasi, berpartisipasi dalam diskusi, dan melakukan tugas-tugas akademik dengan lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar tidak hanya berkaitan dengan hasil akademik, tetapi juga dengan pengembangan keterampilan penting lainnya, seperti keterampilan sosial dan komunikasi. Di Politeknik Negeri Ambon, minat belajar mahasiswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk metode pengajaran, interaksi dengan dosen, dan dukungan dari teman sebaya. Jika mahasiswa merasa bahwa pembelajaran yang mereka terima relevan dan menarik, mereka akan lebih cenderung untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar di lingkungan akademik Politeknik Negeri Ambon sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Politeknik Negeri Ambon merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan aplikatif. Dengan berbagai program studi yang ditawarkan. Politeknik Negeri Ambon berusaha untuk mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan dunia kerja. Namun, tantangan yang dihadapi mahasiswa di lingkungan akademik dapat memengaruhi minat belajar mereka. Abdin et al. AuAnalisis Pengaruh Iklim Akademik terhadap . Ay Dalam konteks ini, iklim akademik di Politeknik Negeri Ambon harus diperhatikan secara serius. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Maluku masih tergolong rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada banyak mahasiswa yang enggan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, yang bisa jadi disebabkan oleh iklim akademik yang kurang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi institusi pendidikan, pengembangan kebijakan akademik, dan mahasiswa. Bagi institusi pendidikan, khususnya Politeknik Negeri Ambon, hasil penelitian ini memiliki manfaat signifikan dalam membantu merumuskan strategi peningkatan iklim akademik di lingkungan kampus. Dengan menganalisis variabel-variabel seperti interaksi antara dosen dan mahasiswa, ketersediaan fasilitas, serta dukungan sosial di lingkungan akademik, institusi dapat merancang program yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Selanjutnya, bagi pengembangan kebijakan akademik, penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam perumusan strategi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Analisis terhadap pengaruh iklim akademik terhadap minat belajar dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk memperbaiki aspek-aspek yang masih kurang optimal. Sebagai contoh, jika hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasa kurang mendapatkan dukungan dari dosen, maka kebijakan yang mendorong peningkatan interaksi dan komunikasi antara dosen dan mahasiswa dapat dijadikan prioritas. Sementara itu, bagi mahasiswa, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan minat belajar mereka. Dengan mengetahui bahwa dukungan dari dosen dan teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat, mahasiswa diharapkan lebih proaktif dalam menjalin interaksi positif dengan lingkungan akademik. Hal ini pada akhirnya dapat mendorong terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif dan meningkatkan prestasi akademik mereka. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Tim Peneliti Politeknik Negeri Ambon pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa bahwa mereka kurang mendapatkan dukungan dari dosen dalam proses belajar. Hal ini dapat mengakibatkan rendahnya minat belajar dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Oleh karena itu, penting untuk menganalisis lebih dalam mengenai pengaruh iklim akademik terhadap minat belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon agar dapat merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan latar belakang tersebut, penting untuk melakukan penelitian ini agar dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan di Politeknik Negeri Ambon. Penelitian ini tidak hanya akan bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen dan pengelola institusi dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan Maka permaslahan yang nantinya akan di pecahkan dalam penelitian ini adalah Apakah iklim akademik berpengaruh terhadap minat belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode campuran . ix metho. dengan strategi penelitian deskriptif yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. June 2025 strategi eksplanatoris sekuensial. Strategi ini memungkinkan peneliti mengombinasikan data yang diperoleh dari satu metode dengan data dari metode lainnya untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap permasalahan penelitian. Hal ini sejalan dengan pendapat John Creswell . yang menyatakan bahwa metode penelitian campuran dilakukan ketika data penelitian terdiri atas data kuantitatif dan kualitatif, dan kedua jenis data tersebut secara bersamaan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Penelitian ini mengangkat topik AuMembangun Karakter Pemuda Melalui Partisipasi dalam Program Pembangunan Desa RutongAy dengan fokus pada tiga rumusan masalah, yaitu bagaimana tingkat partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa, faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut, serta bagaimana partisipasi dalam program pembangunan desa dapat membentuk karakter pemuda. Lokasi penelitian ini ditetapkan di Desa Rutong, karena desa tersebut menjadi tempat yang relevan untuk mengkaji partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa serta melihat dampaknya terhadap pembentukan karakter mereka. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan bahwa kegiatan pembangunan desa di Rutong melibatkan pemuda secara aktif dalam berbagai program sosial dan ekonomi. Waktu penelitian direncanakan mengikuti pedoman PMBP Politeknik Negeri Ambon, yaitu selama delapan bulan, yang mencakup tahapan pengusulan, pelaksanaan, penyusunan laporan kemajuan, hingga penyusunan laporan akhir penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini mencerminkan pendekatan metode campuran, yang terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif bersifat orisinal dan diperoleh melalui penyebaran angket berbentuk skala ordinal, yang digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi serta karakter pemuda. Sementara itu, data kualitatif bersifat deskriptif naratif, yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dicatat dalam bentuk catatan lapangan. Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel bebas, yaitu karakter pemuda Desa Rutong, serta variabel terikat, yakni faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan bentuk partisipasi pemuda dalam pembangunan desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara utama. Pertama, wawancara mendalam dengan para pemuda yang aktif terlibat dalam program pembangunan desa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi, pengalaman, dan pandangan mereka. Kedua, angket kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi dan karakter pemuda secara kuantitatif. Ketiga, observasi langsung di lapangan dilakukan untuk melihat secara nyata bagaimana pemuda berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan di desa. Analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua tahap utama. Pertama, analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat partisipasi dan karakter pemuda berdasarkan hasil pengumpulan data kuantitatif maupun kualitatif. Kedua, analisis inferensial dilakukan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi pemuda dalam pembangunan desa dengan pembentukan karakter mereka. Adapun langkah-langkah analisis data campuran dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, kemudian pengolahan, interpretasi, serta penarikan kesimpulan berdasarkan hasil integrasi kedua pendekatan tersebut. tindakan kelas tuliskan subjek penelitian. Abdin et al. AuAnalisis Pengaruh Iklim Akademik terhadap . HASIL Penelitian ini menggunakan responden yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Ambon dari 5 Jurusan (Teknik Sipil. Teknik Mesin. Tekrin Elektro. Administrasi Niaga dan Akuntans. , mulai dari usia 17 Tahun dan sampai dengan angkatan 2024. Dari Kuesioner yang diisi oleh para responden. Dari hasil penelitian diperoleh data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang dijelaskan sebagai berikut: Valid Missing Laki-Laki Perempuan Total System Total Frequency Tabel 1. Jenis Kelamin Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Hasil Olah Data SPSS, 2024 Berdasarkan tabel 1 maka dapat dilihat bahwa responden perempuan sebanyak 578 orang dan responden laki-laki sebanyak 400 orang. Hal ini dapat mengindikasi bahwa responden perempuan lebih terbuka untuk terlibat dalam survey dibandingkan dengan responden laki-laki. Dari hasil uji SPSS karakteristik responden berdasarkan usia, maka diperoleh nilai yang terdistribusi pada tabel berikut: Valid Missing Total 17 Tahun 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun > 20 Tahun Total System Frequency Tabel 2. Usia Responden Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Hasil Olah Data SPSS, 2024 Berdasarkan tabel 2. dapat diketahui bahwa responden yang bersedia mengisi kuesioner dan terlibat memberikan masukan pada penelitian ini tersebar hampir mirip dari usia 18 . elapan bela. sampai dengan 20 . ua pulu. tahun dengan jumlah lebih dari 250 responden. Responden paling banyak berusia 19 tahun yaitu sebanyak 291 orang dan paling sedikit berusia 17 tahun yaitu sebanyak 68 responden. Hal ini bisa memberi indikasi bahwa responden dengan usia 18 sampai dengan 20 tahun adalah mahasiswa yang sementara menjalani proses belajar mengajar dan memahami suasa akademik sehingga dapat berpartisipasi dengan baik dalam survey ini. Variabel Iklim Akademik Berdasarkan hasil analisis terhadap tanggapan responden mengenai variabel iklim akademik, diperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,98 yang termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, responden menilai iklim akademik di Politeknik Negeri Ambon berada pada kondisi yang positif dan mendukung SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. June 2025 kegiatan belajar. Setiap indikator pernyataan dalam variabel ini juga memperoleh penilaian dengan kategori baik, antara lain dukungan dosen terhadap mahasiswa dengan nilai rata-rata 4,01, lingkungan belajar yang kondusif dengan nilai 3,92, serta fasilitas kampus yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dengan nilai 3,99. Selain itu, kenyamanan mahasiswa dalam bertanya kepada dosen memperoleh nilai 3,86, dan dukungan antarteman sekelas dalam belajar mendapat nilai tertinggi yaitu 4,10. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang membentuk iklim akademik, seperti hubungan interpersonal antara dosen dan mahasiswa, ketersediaan fasilitas, serta solidaritas antar mahasiswa, telah berjalan dengan baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa responden memandang iklim akademik di Politeknik Negeri Ambon sebagai lingkungan yang baik, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran yang efektif, sehingga menjadi salah satu alasan mahasiswa memilih untuk belajar di kampus ini. Variabel Minat Belajar Hasil analisis terhadap tanggapan responden mengenai variabel minat belajar menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,98, yang juga termasuk dalam kategori baik. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki minat dan motivasi yang tinggi dalam mengikuti kegiatan akademik di Politeknik Negeri Ambon. Setiap pernyataan pada indikator variabel ini memperoleh penilaian positif, seperti motivasi belajar yang tinggi dengan nilai 3,94, keaktifan dalam kegiatan akademik sebesar 4,07, serta pandangan bahwa belajar di kampus merupakan pengalaman yang menyenangkan dengan nilai 3,81. Selain itu, kebiasaan mencari informasi tambahan di luar materi kuliah memperoleh nilai 4,10, dan kesadaran akan pentingnya prestasi akademik bagi masa depan mendapat nilai 3,96. Temuan ini menggambarkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki dorongan internal untuk belajar, tetapi juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan akademik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Ambon memiliki minat belajar yang baik, yang tercermin dari semangat, partisipasi, serta kesadaran mereka terhadap pentingnya pendidikan dalam menunjang keberhasilan di masa depan. Variabel Minat Belajar Untuk variabel minat belajar, hasil perhitungan Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) menunjukkan nilai sebesar 0,816 dengan nilai signifikansi < 0,001. Nilai ini menandakan bahwa data layak untuk dilakukan analisis faktor karena nilai KMO melebihi batas minimum 0,50 dan nilai signifikansi yang sangat kecil menunjukkan adanya korelasi yang cukup tinggi antar item dalam variabel tersebut. Berdasarkan hasil pengujian Anti-Image Correlation, diketahui bahwa seluruh nilai MSA pada masingmasing indikator lebih besar dari 0,50, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator pada variabel minat belajar valid dan memenuhi kriteria kecukupan untuk dianalisis lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa variabel minat belajar memiliki struktur faktor yang memadai dan dapat digunakan dalam analisis berikutnya tanpa perlu menghilangkan indikator yang ada. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat keandalan instrumen penelitian dalam mengukur variabel yang diteliti. Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik CronbachAos Alpha (). Hasil uji menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha untuk variabel iklim akademik adalah 0,874, sedangkan untuk variabel minat belajar sebesar Abdin et al. AuAnalisis Pengaruh Iklim Akademik terhadap . Ay 0,826. Kedua nilai tersebut lebih besar dari batas minimum 0,60, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, seluruh item pernyataan dalam kuesioner dapat dianggap konsisten dan andal dalam mengukur konsep yang dimaksud, serta layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji Hipotesis dengan Analisis Regresi Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel iklim akademik terhadap minat belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persamaan regresi dengan koefisien B sebesar 0,508, nilai thitung sebesar 22,121, dan nilai signifikansi < 0,001. Karena nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis penelitian ini dinyatakan diterima. Artinya, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara iklim akademik dan minat belajar mahasiswa. Semakin baik iklim akademik yang dirasakan oleh mahasiswa, semakin tinggi pula minat belajar mereka di lingkungan kampus. Uji Koefisien Determinasi Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,333 atau sekitar 33,3%. Hal ini berarti bahwa variabel iklim akademik mampu menjelaskan sebesar 33,3% variasi yang terjadi pada variabel minat belajar, sedangkan sisanya sebesar 66,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti motivasi intrinsik, gaya belajar, lingkungan keluarga, maupun dukungan sosial di luar kampus. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa iklim akademik memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan minat belajar mahasiswa, namun peningkatan minat belajar secara menyeluruh tetap dipengaruhi oleh berbagai aspek lainnya di luar faktor akademik kampus. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 978 mahasiswa dari lima jurusan di lingkungan Politeknik Negeri Ambon, dapat disimpulkan bahwa iklim akademik memiliki pengaruh yang nyata, positif, dan signifikan terhadap minat belajar mahasiswa. Penelitian ini membuktikan bahwa ketika mahasiswa merasakan iklim akademik yang kondusif, mereka cenderung memiliki minat belajar yang lebih tinggi, yang tercermin dalam keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Secara rinci, hasil deskriptif terhadap variabel iklim akademik (X. menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,98, yang menurut interpretasi skala Likert berada pada kategori AubaikAy. Hal ini menandakan bahwa mayoritas mahasiswa menilai suasana akademik di Politeknik Negeri Ambon sudah berada pada tingkat yang mendukung proses belajar Faktor-faktor penting yang membentuk persepsi ini antara lain adalah adanya dukungan dosen terhadap mahasiswa, lingkungan belajar yang kondusif, ketersediaan fasilitas belajar yang memadai, kemudahan dalam berkomunikasi dengan dosen, serta dukungan sosial antar mahasiswa. Indikator dengan nilai tertinggi adalah pernyataan Auteman-teman sekelas saya saling mendukung dalam belajarAy dengan skor 4,10, yang menunjukkan kuatnya pengaruh interaksi sosial sesama mahasiswa dalam menciptakan iklim akademik yang sehat dan kooperatif. Sementara itu, variabel minat belajar (Y. juga menunjukkan skor rata-rata yang sama yaitu 3,98, yang dikategorikan sebagai AubaikAy. Ini mengindikasikan bahwa para SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. June 2025 mahasiswa Politeknik Negeri Ambon memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan akademik. Hal ini ditunjukkan dari berbagai aspek, seperti adanya motivasi yang tinggi untuk belajar, partisipasi aktif dalam kegiatan akademik, pengalaman belajar yang dianggap menyenangkan, serta kesadaran akan pentingnya pencapaian akademik untuk masa depan. Skor tertinggi berada pada indikator Ausaya sering mencari informasi tambahan di luar materi kuliahAy dengan nilai 4,10, yang memperkuat adanya motivasi intrinsik dan rasa ingin tahu dalam diri mahasiswa. Dari hasil uji regresi linear sederhana, diperoleh nilai t-hitung sebesar 22,121 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Ini membuktikan bahwa iklim akademik memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap minat belajar mahasiswa. Dengan kata lain, semakin positif iklim akademik yang dirasakan oleh mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula minat mereka untuk belajar. Hasil ini secara langsung mendukung hipotesis penelitian yang diajukan, dan secara empiris memperkuat pentingnya peran lingkungan akademik dalam memotivasi mahasiswa untuk aktif dan produktif dalam kegiatan Lebih lanjut, hasil pengujian koefisien determinasi (Adjusted R Squar. menunjukkan angka 0,333, yang berarti bahwa sekitar 33,3% variasi dalam minat belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel iklim akademik. Sisanya, sebesar 66,7%, dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar ruang lingkup penelitian ini, seperti faktor personal . otivasi intrinsik, kepribadia. , lingkungan keluarga, tekanan ekonomi, metode pengajaran dosen, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, nilai 33,3% merupakan proporsi yang cukup kuat dalam konteks penelitian sosial, yang biasanya melibatkan banyak variabel tak terkontrol. Adapun kualitas alat ukur dalam penelitian ini telah diuji melalui uji validitas dan Semua item pernyataan dari kedua variabelAibaik iklim akademik maupun minat belajarAimemenuhi syarat validitas . hitung > r tabe. dan reliabilitas . ilai CronbachAos Alpha > 0,. Ini menunjukkan bahwa instrumen kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dipercaya dan konsisten dalam mengukur konstruk yang dimaksud. Temuan ini selaras dengan teori-teori terdahulu, salah satunya adalah teori SelfDetermination yang dikembangkan oleh Deci dan Ryan . Dalam teori ini dijelaskan bahwa dukungan sosial, rasa keterhubungan, dan lingkungan yang memungkinkan mahasiswa untuk merasa kompeten dan otonom sangat berperan dalam membentuk motivasi belajar yang kuat. Hasil ini juga memperkuat temuan Rahman . dan Sari & Pratiwi . , yang menggarisbawahi pentingnya interaksi sosial, dukungan dari dosen, serta fasilitas belajar sebagai penentu minat belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Secara konseptual, pembentukan iklim akademik yang sehat, inklusif, dan partisipatif harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks pendidikan vokasi seperti di Politeknik Negeri Ambon. Dukungan dosen yang konsisten, penyediaan fasilitas pembelajaran yang representatif, serta penciptaan budaya akademik yang mendorong kolaborasi dan keterbukaan, merupakan fondasi penting yang harus terus diperkuat. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap minat belajar, tetapi juga berdampak langsung pada capaian akademik dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Abdin et al. AuAnalisis Pengaruh Iklim Akademik terhadap . Ay Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting sebagai dasar pengambilan kebijakan akademik dan pengembangan strategi pembelajaran di Politeknik Negeri Ambon. Penekanan terhadap perbaikan iklim akademik secara berkelanjutan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keberhasilan mahasiswa di masa depan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa iklim akademik memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Ambon. Iklim akademik yang mencakup dukungan dari dosen, ketersediaan fasilitas belajar, kenyamanan dalam proses pembelajaran, serta interaksi sosial antar mahasiswa, terbukti berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan minat mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap iklim akademik dan minat belajar berada pada kategori AubaikAy, sedangkan hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa iklim akademik memberikan pengaruh sebesar 33,3% terhadap variabel minat belajar, dengan tingkat signifikansi tinggi. Temuan ini menjawab rumusan masalah dan sekaligus memenuhi tujuan penelitian, yakni menguji dan menganalisis pengaruh iklim akademik terhadap minat belajar mahasiswa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penting bagi pihak institusi dan pemangku kepentingan di Politeknik Negeri Ambon untuk memperkuat elemen-elemen pembentuk iklim akademik yang positif. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan interaksi dosen-mahasiswa, penyediaan fasilitas yang lebih baik, serta penciptaan suasana akademik yang mendukung pertumbuhan intelektual dan emosional mahasiswa. Upaya-upaya tersebut diyakini dapat mendorong mahasiswa untuk lebih termotivasi dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan penelitian bahwa iklim akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar mahasiswa, maka disarankan kepada pihak pengelola Politeknik Negeri Ambon untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan akademik secara menyeluruh. Upaya ini dapat dilakukan dengan memperkuat peran dosen sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran melalui pelatihan pedagogik, peningkatan komunikasi interpersonal, serta pengembangan metode pengajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Selain itu, institusi perlu memastikan tersedianya fasilitas pendukung pembelajaran seperti ruang kelas yang nyaman, akses literatur dan sumber belajar digital, serta sarana diskusi dan kolaborasi antar mahasiswa agar mahasiswa merasa lebih terfasilitasi dan dihargai dalam proses belajar mereka. Selanjutnya, disarankan pula agar institusi mengembangkan kebijakan yang mendorong budaya akademik yang inklusif, partisipatif, dan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Lingkungan sosial yang saling mendukung di antara mahasiswa terbukti turut memperkuat minat belajar, sehingga penting untuk menciptakan ekosistem kampus yang mempromosikan kerja sama, saling menghargai, dan semangat belajar bersama. Penelitian selanjutnya juga diharapkan dapat menggali faktor-faktor lain di luar iklim akademik yang turut mempengaruhi minat belajar, seperti dukungan keluarga, latar SCHOLARS: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan. Vol. No. June 2025 belakang ekonomi, atau gaya belajar mahasiswa, agar pengembangan kebijakan pendidikan dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan tepat sasaran. DAFTAR PUSTAKA