Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 116-126 ISSN: 2721-8082. E-ISSN: 2722-2918 DOI: https://doi. org/10. 19105/meyarsa. Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital Azzam Nabil Hibrizi Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid. Pekalongan email: azzam. hibrizi@mhs. Abstract: Communication is a key element in da'wah, an interactive process that not only demands the delivery of religious messages, but also requires an effective approach that suits the needs and context of the audience. This study uses a qualitative approach with descriptive-analysis to discuss the elements of communication in da'wah and its implementation in the digital age, revealing the importance of effective strategies in maintaining the authenticity of the da'wah message while meeting the demands of the times. The study reflects on the Prophet's method of da'wah, which combined correspondence, patience, gentleness and prayer, adjusting strategies based on specific situations and encouraging two-way communication to measure the effectiveness of da'wah. In the digital age, da'wah strategies must adapt to technology without losing the humanist touch and empathy that characterized the Rasulullah SAW when da'wah. Keywords: Communication. Dakwah. Rasulullah. Digital Technology Abstrak: Komunikasi adalah elemen kunci dalam dakwah, sebuah proses interaktif yang tidak hanya menuntut penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga membutuhkan pendekatan efektif yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisisdeskriptif untuk membahas unsur-unsur komunikasi dalam dakwah dan implementasinya di era digital, mengungkapkan pentingnya strategi yang efektif dalam menjaga keaslian pesan dakwah sambil memenuhi permintaan Studi ini merefleksikan metode dakwah Rasulullah SAW, yang menggabungkan surat menyurat, kesabaran, kelembutan, dan doa, menyesuaikan strategi berdasarkan situasi khusus dan mendorong komunikasi dua arah untuk mengukur efektivitas dakwah. Di era digital, strategi dakwah harus beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan sentuhan humanis dan empati yang menjadi ciri khas dakwah Rasulullah SAW. Kata Kunci : Komunikasi. Dakwah. Rasulullah. Teknologi Digital Pendahuluan Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. pada dasarnya mempunyai keinginan berbicara, atau mengemukakan berbagai pendapat serta mencari dan Author correspondence email: azzam. hibrizi@mhs. Available online at: http://ejournal. id/index. php/meyarsa/ Copyright . 2024 by Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital memperoleh berbagai informasi. Dalam hal ini, manusia berarti sangat membutuhkan komunikasi atau interaksi khususnya dalam menjadi makhluk Komunikasi dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan, baik dari segi komunikasi verbal maupun non verbal, atau komunikasi dua arah maupun satu arah. Berbagai jenis komunikasi tersebut kemudian di implementasikan kedalam berbagai bidang, yang salah satunya ialah dakwah. Apabila ditinjau berdasarkan firman Allah mengenai perintah dakwah, tentu dalam hal ini manusia perlu berperan aktif dalam menjalankan perintah Allah Dakwah yang sering dimaknai sebagai penyebaran ajaran islam serta mengajak dalam hal kebaikan, tentunya tidak terlepas dari unsur komunikasi. Komunikasi dalam dakwah merupakan proses interaksi antara dai dengan madAou, yang mana dalam interaksi tersebut dai menyampaikan pesan keagamaan melalui beraneka macam metode komunikasi. Sehingga agar madAou dapat menerima pesan tersebut dan tersadar akan pentingnya ajaran Islam dalam menjalani hidup, maka diperlukan pula proses komunikasi yang efektif. 1 Oleh karena itu, sebelum menyampaikan dakwah maka sangat dibutuhkan suatu perencanaan komunikasi yang cocok untuk madAou. Karena dengan suatu rencana yang disusun dengan tepat maka apa yang ingin disampaikan jelas dan terarah. Perencanaan yang dilakukan seperti menentukan siapa yang akan menyampaikan dakwah atau disebut dengan daAoi, siapa sasarannya atau madAou, apa isi pesan atau materi yang akan disampaikan, menggunakan metode apa dan melihat bagaimana efek yang akan timbul dari masyarakat itu sendiri. Sehingga berdasarkan pemaparan tersebut, dapat dimaknai bahwa komunikasi dalam dakwah ialah rangkaian proses interaksi antara dai dengan madAou. Komunikasi dalam hal ini dapat bersifat satu arah ataupun dua arah. Sebagaimana tujuan dalam komunikasi yakni tersampaikannya pesan dan maksud dari komunikator kepada komunikan. Begitupun dalam hal dakwah, tersampaikannya pesan dakwah dari dai kepada madAou yang membawa perubahan positif bagi seorang madAou. Pentingnya memahami unsur dan strategi komunikasi dalam dakwah ini ialah agar menambah wawasan kami serta para pembaca. Wawasan ini diharapkan mampu diimplementasikan dalam keseharian, khususnya menjadi acuan dalam melakukan dakwah yang dapat dilakukan melalui media apapun, entah offline maupun online. Poin penting unsur-unsur komunikasi dakwah Rasulullah SAW terletak pada terjalinnya interaksi yang baik antara DaAoi dengan penerima dakwah (Mad'. Untuk itu DaAoi tidak hanya sekedar menyampaikan pesan, namun juga membuka sesi pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan senantiasa memperhatikan raut wajah para Mad'u. Hal ini dapat membuat dakwah semakin menyentuh dan lebih efektif dalam penyampian pesan Islam kepada MadAou, sehingga tercipta komunikasi yang harmonis dan dakwah yang sukses. Dengan terjalinnya komunikasi dua arah yang 1 M. Jihad Annafsi. Pentingnya Komunikasi Dakwah di Era Modern Dalam Perspektif Nilai Pancasila. Artikel Researchgate. https://w. net/publication/348635263, . iakses pada 8/3 2024, 19. WIB) Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 116-126 Azzam Nabil Hibrizi baik, dapat tercipta suasana saling percaya dan keterbukaan, sehingga dakwah bisa diterima dan diinternalisasi dengan lebih mudah. Dengan adanya komunikasi dua arah ini. DaAoi dapat menilai sejauh mana efektifitas dari dakwah yang disampaikan. Umpan balik yang diterima dapat digunakan untuk memperbaiki metode penyampaian dan menyusun strategi dakwah yang lebih baik. Pemahaman yang mendalam tentang pentingnya komunikasi dua arah dalam dakwah Rasulullah SAW ini menjadi bekal penting bagi para dai masa kini. Para dai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi, namun jangan sampai melupakan esensi interaksi yang humanis dan penuh empati dalam berdakwah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Komunikasi memungkinkan kita saling mempengaruhi sikap dan emosi satu sama lain. Hal ini terjadi karena komunikasi merupakan sebuah proses dinamis dan berkelanjutan tanpa bentuk yang tetap, yang selalu berubah-ubah tergantung pada faktor-faktor yang membentuknya. Hasil akhir dari proses komunikasi ini adalah terjadinya suatu perubahan. Komunikasi juga dapat dilihat sebagai sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen: pengirim pesan . , isi pesan, saluran . , penerima pesan . , dan umpan balik . Semua komponen ini terkait satu sama lain sehingga jika ada gangguan pada satu elemen, akan mempengaruhi seluruh sistem komunikasi. Selain itu, komunikasi merupakan serangkaian transaksi dan interaksi dengan transmisi pesan yang berlangsung secara berkelanjutan dari pengirim ke Komunikasi bisa terjadi secara terencana dengan tujuan tertentu dari pengirim ke penerima, yang idealnya akan menghasilkan perubahan yang Namun, komunikasi juga bisa terjadi secara tidak terencana dan diterima oleh penerima dengan cara yang tidak terduga. 2 Pemahaman terhadap komunikasi ini sangat penting, karena agar dapat memahami bagaimana cara berdakwah dengan metode komunikasi yang baik dan benar. Adapun dalam melakukan observasi dan kajian pustaka, peneliti menjumpai beberapa penelitian terdahulu yang memiliki tema besar sama dengan penelitian ini. Pertama, penelitian karya Ridwan yang berjudul AuMetode Komunikasi Dakwah RasulullahAy . Isi dari penelitian tersebut adalah hasil penelitian yang menunjukan bahwah metode komunikasi dakwah yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Yaitu meliputi seperti metode surat menyurat, kesabaran, kelembutan dan mendoakan. Metode dakwah yang digunakan Rasulullah cukup beragam sehinggah metode-metode tersebut sangat sesuai dengan kondisi madAou yang dihadapi oleh para daAoi. Kedua yaitu penelitian karya Yudika Wahid Firdaus yang berjudul AuKomunikasi Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode MekkahAy . Isi dari penelitian tersebut yaitu dakwah rasulullah menggunakan beberapa metode diantaranya adalah Bil Hikmah. Mujadalah. Mauidzotul Khasanah. Nabi Muhammad SAW menggunakan beberapa metode tersebut berdasarkan situasi 2 Istikomah. AuPrinsip-Prinsip Komunikasi Dalam Perspektif AlqurAoan,Ay Jurnal At-Tahfizh 2, no. : 17Ae31. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 116-126 Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital yang terjadi pada saat itu, sehingga Nabi menyesuaikan keadaan masyarakat kota Mekkah pada saat melakukan dakwahnya. Penelitian ke-tiga yaitu penelitian karya Miftakhuddin yang berjudul AuPesan Komunikasi Dalam Kepemimpinan Dakawah Rasulullah SAWAy . Isi dari penelitian tersebut adalah para sejarahwan membagi periode dawkah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ke dalam beberapa tahap. Dakwah tahap pertama dilakukan secara sirriyah atau tertutup dilingkungan keluarganya sendiri dengan sanak famili terdekat. Tahap berikutnya, kemudian Nabi Muhmmad SAW melakukan dakwah secara jabriyah . erang-teran. Meskipun dakwah ini belum memproleh hasil yang menggembirakan, dakwah secara luas mulai dilakukan di periode Madinah. Setalah kaum muslim mulai punya kekuatan dan disegani di Jazirab Arab dan pada akhirnya dakwah islam bisa dapat di terima. Penelitian ke-empat yaitu penelitian karya Robiah Nasution yang berjudul AuPrinsip Dan Strategi Dalam Dakwah IslamAy . Isi dari penelitian tersebut yaitu Dakwah pada dasarnya adalah upayah untuk melakukan perubahan dalam masyarakat, strategi Nabi muhammad juga bisa dipahami sebagai segalah cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi tertentu agar memperoleh hasil yang diharapkan dengan adanya penyebaran melalui orang ke orang dengan baik dalam menyebarkan dakwah islam. Penelitian Lutfianto berjudul "Analisis Struktur Naratif Mulaibukaning Dakwah Rasul Dalam Wayang Kekayon Khalifah Lakon I" yang dilakukan pada tahun 2017, mengungkapkan bahwa narasi mengenai misi dakwah Nabi Muhammad tidak semata-mata terbatas pada catatan sejarah Nabawiyah, tetapi juga tercermin dalam narasi wayang, khususnya Wayang Kekayon Khalifah. Studi ini menyoroti tiga pelajaran utama. pertama, memberikan pemahaman kepada para pembaca mengenai konsep keberadaan dan absennya Khalifah dan Khilafah. Kedua, menawarkan kesempatan kepada pembaca untuk memahami dan mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam upaya gigih Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam. Terakhir, studi ini mengajak pembaca untuk mengenali nilai-nilai tersebut sebagai contoh dari tekad dan usaha yang tak kenal lelah dalam berdakwah yang dilakukan oleh umat manusia. Dari kelima penelitian terdahulu tersebut, penelitian ini memiliki beberapa distingsi, yaitu yang pertama, dalam penelitian ini menggunakan aspek-aspek komunikasi seperti komunikator, dan lain-lain, sebagai alat untuk menganalisis kesesuaian dengan unsur-unsur dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana strategi dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah, serta implementasinya di era digital saat ini. Metode Metode penelitian yang dilakukan untuk mencari data dalam penelitian ini adalah melalui studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data untuk mencari hasil penelitian ini yaitu dengan cara menelaah dan membaca berbagai sumber referensi yang relevan dengan tema penelitian. Sehingga pendekatan yang digunakan ialah pendekatan analisis-deskriptif yang mana hasilnya akan berbentuk deskriptif atas hasil analisis yang telah dilakukan. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 116-126 Azzam Nabil Hibrizi yakni tentang unsur-unsur komunikasi dakwah Rasulullah dan strategi dakwah Rasulullah beserta implementasinya di era digital. Hasil dan Diskusi Komunikasi dalam dakwah adalah proses penyampaian pesan-pesan agama atau nilai-nilai spiritual kepada orang lain dengan tujuan untuk menyebarkan dan memperkuat pemahaman tentang ajaran agama serta menginspirasi perubahan perilaku menuju kebaikan dan ketakwaan. Komunikasi dakwah melibatkan penggunaan berbagai metode dan media untuk mencapai audiens dengan cara yang efektif dan relevan. Dalam konteks dakwah, komunikasi juga melibatkan pemahaman yang mendalam tentang audiens yang dituju, termasuk kebutuhan, kepentingan, dan latar belakang mereka. Selain itu, komunikasi dakwah juga harus dilakukan dengan penuh kearifan dan empati, serta memperhatikan konteks sosial, budaya, dan lingkungan tempat pesan tersebut disampaikan. Tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang baik dengan audiens, memperkuat kepercayaan, dan memotivasi mereka untuk mengadopsi nilai-nilai yang diajarkan dalam dakwah. Metode komunikasi dalam dakwah dapat bervariasi, mulai dari ceramah, khotbah, diskusi kelompok, media sosial, penerbitan buku atau artikel, hingga kegiatan kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Penting untuk mencocokkan metode komunikasi dengan karakteristik audiens dan konteks sosial tempat dakwah dilakukan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan. Unsur Komunikasi dalam Dakwah Dari pengertian komunikasi dalam dakwah yang telah dikemukakan, jelas bahwa komunikasi dalam dakwah merupakan penyampaian pesan-pesan atau nilai-nilai spiritual kepada orang lain yang bertujuan untuk menyebarkan dan memperkuat ketakwaan seseorang. Dalam dakwah terdapat beberapa unsur komunikasi yang sangat penting untuk mencapai tujuan penyampaian pesan secara efektif terhadap madAou. Unsur-unsur tersebut meliputi beberapa Referensi Dalam hal ini seorang daAoi haruslah memiliki dasar referensi atau sumber pengetahuan yang bisa ia dapatkan melalui jenjang pendidikan, buku, ataupun sejenisnya yang dapat dijadikan landasan ataupun materi yang nantinya akan disampaikan kepada madAou. Referensi ini juga menjadi dasar seseorang . adAo. dalam menilai kredibilitas seorang daAoi. Komunikator (MuAoali. 3 Ahmad. Supriyadi, and Husnul Hotimah. "Hoaks Dalam Kajian Pemikiran Islam dan Hukum Positif. " SALAM: Jurnal Sosial & Budaya SyarAoI. Vol. 5 No. : 291-306 4 Nur Ahmad. Komunikasi Sebagai Proses Sosial dan Perubahan Sosial dalam Dakwah. AT-TABSYIR. Vol. 2 No. , hlm. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 116-126 Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital Pengirim merupakan individu atau kelompok yang bertanggung jawab atas penyampaian pesan dakwah. Mereka masing-masing memiliki peran penting dalam memilih pesan yang sesuai dengan audiensnya dan cara penyampaian yang efektif. Pesan (Al-WaAoi. Pesan dalam dakwah adalah inti dari apa yang ingin disampaikan kepada Pesan tersebut harus jelas, relevan, dan memotivasi untuk menciptakan pemahaman dan perubahan positif dalam perilaku atau keyakinan audiens Komunikan (Al-Murshi. Penerima dakwah adalah individu atau kelompok yang menerima pesan yang disampaikan oleh pengirim. Penting bagi pengirim untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan kecenderungan audiens agar pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih efektif. Media (As-Saraf. Media atau saluran komunikasi merupakan sarana yang digunakan oleh pengirim untuk menyampaikan pesan dakwah kepada penerima. Media dapat berupa lisan, tulisan, media sosial, ceramah, dan berbagai saluran komunikasi lainnya yang relevan dengan audiens. Konteks (Al-Waqi') Konteks merujuk pada situasi atau kondisi tempat dan waktu di mana pesan dakwah disampaikan. Memahami konteks sangat penting agar pesan dapat disampaikan dengan relevan dan tepat sasaran. Feedback (Al-Mujabala. Feedback adalah respon atau tanggapan dari penerima dakwah terhadap pesan yang disampaikan. Pengirim perlu membuka saluran komunikasi untuk menerima feedback dari audiensnya agar dapat mengevaluasi efektivitas pesan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Disisi lain, dalam berdakwah juga terdapat beberapa unsur yang menyertainya seperti subjek dakwah . aAo. objek dakwah . adAo. materi dakwah . esan dakwa. serta metode dakwah . ara penyampaian pesan dakwah oleh dai kepada madAo. dan yang terakhir ialah media dakwah . adio, televisi, majalah, dan melalui acara ataupun kegiatan pengajia. 5 Jadi dalam berproses komunikasi dalam dakwah memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun proses Efektif atau tidaknya tergantung unsur diatas. Artinya, tanpa keikutsertaan unsur diatas akan berpengaruh terhadap jalannya komunikasi kepada madAou. 5 Ridwan dan Hijrayanti Sari. AuMetode Komunikasi Dakwah Rasulullah (Kajian Tematik dalam Kitab Sahih Musli. Ay. Nukhbatul AoUlum: Jurnal Bidang Kajian Islam. Vol. 7 No. Hal. 6 Hamdan Daulay and Evi Septiani T. AuKomunikasi Dan Dakwah: Strategi Komunikasi Dalam Penguatan Wawasan Keislaman Remaja,Ay Kalijag: Journal of Communication 2, 1 . : 17Ae32. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 116-126 Azzam Nabil Hibrizi Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital Sebelum memasuki strategi dakwah Rasulullah saw. ada beberapa faktor pendukung dalam menerapkan strategi komunikasi dakwah, yaitu komunikan yang dituju, media, pesan dan komunikator. Sesuai hal itu, faktor pendukung dalam menentukan strategi komunikasi dakwah adalah sebagai berikut: Penyusunan Pesan Dalam melakukan dakwah, seorang dai perlu melakukan penyusunan pesan terlebih dahulu agar membantu dirinya ketika berdakwah. Sehingga ketika proses penyampaian pesan dakwah dapat memaksimalkan hasil yang diharapkan oleh dai. Selain itu, urgensi penyusunan pesan dalam dakwah ini juga menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam dakwah. Sebab, ketika pesan tidak disusun terlebih dahulu, maka bisa jadi akan menimbulkan permasalahan dilapangan ketika berdakwah. Identifikasi Khalayak Identifikasi dan penentuan khalayak sangat penting dan jelas diperlukan dalam strategi komunikasi dakwah. organisasi/komunitas memiliki tujuan untuk setiap dakwah khalayak. Untuk menyampaikan pesan dakwah Islam yang tepat kepada khalayak tertentu ini, terjalin komunikasi yang efektif. Peneliti mengklaim bahwa sasaran dakwah ini adalah masyarakat secara keseluruhan, atau umat Islam pada khususnya. Dalam hal ini, target khalayak mendapatkan pemahaman Islam dan budaya. Pemahaman tersebut mencakup dasar-dasar beribadah kepada Allah SWT berdasarkan Al Qur'an dan hadist, peningkatan nilai beribadah kepada Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah wajib dan sunnah, dan memberikan pemahaman tentang Islam kepada umat Islam tentang perbedaan dan pengalaman yang dialami oleh umat Islam. Pengunaan Media Aktivitas komunikasi dalam dakwah sudah pasti membutuhkan sebuah media untuk menyampaikan pesan dakwah. Penggunaan media ini selain menjadi faktor pendorong kelancaran ketika pelaksanaan dakwah, disisi lain pemanfaatan media yang kreatif dan interaktif dalam berdakwah juga menjadi salah satu upaya atau strategi dalam berdakwah. Terlebih ketika berdakwah melalui media digital di era saat ini. Namun berbeda halnya ketika dakwah secara langsung di lapangan atau diatas panggung. Maka tentu saja harus menyesuaikan tempat dan sarana prasarana yang ada. Setelah memahami ketiga faktor tersebut, selanjutnya dapat diketahui bersama bahwa dalam berdakwah seorang dai dapat menggunakan beberapa strategi komunikasi dalam dakwah yang bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Terlebih di era modern sekarang ini, dengan perkembangan media sosial tentunya dapat dimanfaatkan menjadi media dalam penyampaian pesan dakwah. Diantara strategi komunikasi dakwah yang bisa dilaksanakan baik menggunakan media sosial berbasis internet maupun dakwah secara online ialah melalui strategi tilawah atau dengan mengkaji hadis-hadis dan ayat-ayat dalam Aminudin. AuDakwah Dan Problematikanya Dalam Masyarakat Modern,Ay Jurnal Al Munziir 8, no. : 14Ae28. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 116-126 Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital Al-Quran dengan bahasa yang menarik dan sesuai dengan kondisi atau konteks yang sering dialami oleh khalayak ramai . Kemudian madAou membaca sendiri konten yang disampaikan oleh dai . pabila melalui medso. , dan apabila melalui dakwah offline ialah dengan memberikan ceramah interaktif dan menarik bagi madAou. Selain itu, strategi tazkiyah yaitu strategi yang digunakan dai untuk menyampaikan pesan dengan dasar-dasar kemanusiaan. Seperti apabila ditinjau dari salah satu konten oleh influencer Husain Basyaiban, ia membuat konten dakwah berjudul AuHukum dalam Islam benerin sajadah pakai kakiAy. Seorang dai dalam hal ini bertugas untuk mengajak dan merubah perilaku madAou. Melalui penyampaian materi yang kemudian membuat madAou berpikir dengan sudut pandangnya sendiri, seperti dalam hal membenarkan sajadah pakai kaki. 8 Dan masih banyak lagi strategi komunikasi baik verbal maupun non verbal yang dapat dilakukan seorang dai untuk menyampaikan, mengajak, ataupun merubah perilaku madAou melalui pesan-pesan dakwah yang menarik. Dalam menerapkan strategi tersebut, tidak lupa bahwa Islam juga selalu menjunjung tinggi etika, khususnya etika dalam komunikasi dakwah Islam. Etika tersebut tentunya mengacu pada Al-Quran dan Hadits. Sebagai manifestasi seorang dai dalam menerapkan amar maruf nahi munkar, maka etika komunikasi dalam dakwah Islam sangat perlu diterapkan, yakni Qaulan MaAorufan. Qaulan Kariman. Qaulan Masyuran. Qaulan Balighan. Qoulan Layyinan dan Qaulan Sadidan. Dengan menerapkan etika-etika komunikasi tersebut, tentunya sikap dai yang jujur, sopan santun, bertanggungjawab, adil, dan mengharap pada ridha allah, semuanya harus di terapkan ketika berdakwah. Terlebih ketika berhadapan dengan kondisi masyarakat yang berbeda budaya maupun adat istiadat yang ada. Melalui penerapan strategi dan etika komunikasi dakwah Islam tentunya hal ini akan memperlancar dai dalam mencapai tujuan dakwah, yakni sebagaimana QS. Ali Imran 104 yaitu mengenai perintah dakwah yang ditujukan pada perbuatan amar maruf nahi munkar. Disamping itu dakwah tidak hanya menekankan pada penyampaian pesan, tetapi juga pada bagaimana pesan tersebut disampaikan, diterima, dan direspon oleh masyarakat. Beberapa sikap Rasulullah dalam menerapkan strategi komunikasi ketika beliau berdakwah diantaranya: Kejujuran (Ash-Shid. Rasulullah Saw dikenal sebagai Al-Amin, yang berarti "Yang Terpercaya. Kejujuran dalam komunikasi adalah salah satu pilar utama yang mendasari dakwah beliau. Kejujuran menciptakan kepercayaan dan rasa hormat di antara para pengikutnya. Dengan sikap jujur. Rasulullah Saw mampu membangun Nafis Putri. Sakinatul Hayati. Raudhatul Haritsah, dan Siti Mariyam. AuStrategi Komunikasi Dakwah Husain Basyaiban melalui Media Sosial Tiktok @Basyasman00Ay. Jurnal An-Nida. Vol. 14 No. , hal. 9 Dafrizal Samsudin dan Indah Mardini Putri. AuEtika dan Strategi Komunikasi Dakwah Islam Berbasis Media Sosial di IndonesiaAy. Ath-Thariq: Jurnal Dakwah dan Komunikasi. Vol. 7 No. , hal. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 5 . , 2024: 116-126 Azzam Nabil Hibrizi fondasi kepercayaan yang kuat dengan masyarakatnya, yang sangat penting dalam menyebarkan pesan-pesan Islam. Kelembutan dan Kasih Sayang (Ar-Rifq wal Mahabba. Rasulullah Saw selalu menyampaikan pesan dengan kelembutan dan kasih Beliau tidak pernah memaksakan kehendak atau menggunakan kekerasan dalam berdakwah. Pendekatan yang penuh kasih sayang ini menarik hati banyak orang dan membuat mereka lebih mudah menerima ajaran Islam. Firman Allah dalam Al-Qur'an. Surat Ali Imran ayat 159, menguatkan hal ini: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Kebijaksanaan (Al-Hikma. Rasulullah Saw menggunakan kebijaksanaan dalam memilih cara dan waktu yang tepat untuk menyampaikan dakwah. Kebijaksanaan dalam berdakwah berarti menyampaikan pesan sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan pemahaman audiens. Al-Qur'an dalam Surat An-Nahl ayat 125 menyebutkan: "Serulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Kesabaran (Ash-Shab. Kesabaran adalah unsur penting dalam dakwah Rasulullah Saw. Beliau menghadapi banyak tantangan, ejekan, dan penolakan dengan kesabaran yang luar biasa. Kesabaran dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan rintangan menunjukkan kekuatan iman dan keteguhan hati dalam menyebarkan kebenaran. Konsistensi (Al-Istiqama. Konsistensi dalam menyampaikan pesan adalah salah satu kekuatan dakwah Rasulullah Saw. Beliau tidak pernah menyerah dalam menyampaikan ajaran Islam meskipun menghadapi berbagai rintangan. Konsistensi ini menunjukkan kesungguhan dan ketulusan beliau dalam menjalankan tugas dakwah. Keterbukaan (Al-Musharaha. Rasulullah Saw selalu bersikap terbuka terhadap kritik dan saran. Beliau mendengarkan pendapat orang lain dan bersedia berdialog untuk mencapai pemahaman yang lebih baik. Keterbukaan ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk komunikasi yang efektif dan saling pengertian. Empati (At-Tafahu. Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Rasulullah Saw menunjukkan empati yang besar dalam berkomunikasi. Beliau memahami kebutuhan, kekhawatiran, dan situasi yang dihadapi oleh para pengikutnya, sehingga bisa memberikan nasihat dan bimbingan yang tepat. Keteladanan (Al-Qudw. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5 . , 2024: 116-126 Unsur-Unsur Komunikasi dalam Dakwah Rasulullah SAW dan Implementasi Strategi Dakwah Rasulullah di Era Digital Rasulullah Saw adalah teladan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam Beliau tidak hanya berbicara tentang ajaran Islam, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan ini memberikan bukti nyata dari kebenaran pesan yang beliau sampaikan. Penggunaan Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami Rasulullah Saw menggunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Beliau menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang awam, sehingga pesan-pesan Islam dapat diterima dengan baik. Sikap Tegas namun Santun Meskipun lembut dan penuh kasih sayang. Rasulullah Saw juga menunjukkan ketegasan dalam menyampaikan kebenaran. Ketegasan ini ditunjukkan dengan cara yang santun dan bijaksana, tanpa menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Hal ini membuat dakwah beliau diterima dengan hormat. Dengan menggunakan 10 sikap dakwah Rasulullah saw. Tersebut, maka tentu apabila diimplementasikan untuk berdakwah di era digital saat ini akan sangat mudah diterima oleh banyak madAou. Terlebih dapat diketahui pula, saat ini kejujuran merupakan sebuah hal yang berharga. Sebab, banyak sekali penyampaian-penyampaian konten hoaks atau informasi bohong yang sangat mudah mempengaruhi banyak orang. Perlu adanya ketelitian dari para madAou ketika mendapati informasi dari sumber yang tidak kredibel. Kesimpulan Penyampaian pesan atau nilai-nilai spiritual kepada orang lain dalam upaya meningkatkan ketakwaan mereka dikenal sebagai komunikasi dalam Dalam komunikasi dakwah, ada komponen penting seperti referensi, komunikator, pesan, komunikan, media, konteks, dan feedback. Selain itu, ada komponen lain seperti subjek, objek, materi, metode, dan media dakwah. Penciptaan pesan yang relevan, pemilihan khalayak yang tepat, dan penggunaan media yang efektif adalah semua komponen penting dari pendekatan komunikasi Dakwah sangat dipengaruhi oleh komunikator. Media sosial saat ini dapat digunakan untuk berdakwah. Tilawah, diskusi interaktif, atau materi dakwah yang menarik adalah beberapa strategi komunikasi. Dalam komunikasi dakwah Islam, penerapan etika juga sangat penting untuk dapat mencapai tujuan dakwah sebagaimana perintah dakwah yakni amar maruf nahi munkar. Daftar Pustaka