JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1834 - 1839 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Raya Nabilla1A. Dewi Ayu Lestari2. Inayah Hafizah3. Rita Kurnia4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Riau. Indonesia1,2,3,4 E-mail: raya. nabilla5797@student. id1, dewi. ayu3094@student. hafizah0855@student. id3, rita. kurnia@lecturer. Abstrak Kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak keterbatasan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal akademik, dan publikasi penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas, seperti ruang kelas yang tidak layak, kurangnya alat bantu pembelajaran, serta minimnya fasilitas pendukung, berdampak langsung pada menurunnya motivasi dan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Kondisi lingkungan belajar yang tidak nyaman menyebabkan siswa sulit untuk fokus dan kehilangan minat dalam mengikuti pelajaran. Sebaliknya, penyediaan fasilitas yang memadai terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan, perawatan, dan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Kata Kunci: Sarana dan Prasarana. Motivasi belajar. Pendidikan dasar. Standar pendidikan Abstract The quality of the learning process in elementary schools is strongly influenced by the availability of adequate educational facilities and infrastructure. This study aims to examine the impact of limited educational resources and infrastructure on studentsAo learning motivation at the elementary school level. The research employed a literature review method by collecting and analyzing credible academic sources, including books, scholarly journals, and relevant research publications. The findings indicate that insufficient facilities such as inadequate classrooms, a lack of learning aids, and limited supporting infrastructure directly contribute to a decline in studentsAo motivation and participation in learning activities. An unsupportive learning environment reduces studentsAo focus and enthusiasm, making it difficult for them to engage effectively in the learning process. Conversely, the provision of adequate facilities significantly enhances studentsAo motivation and active involvement in classroom activities. Therefore, continuous efforts to manage, maintain, and improve the quality of educational facilities are essential, supported by the active participation of the entire school community. Keywords: Educational Facilities and Infrastructure. Learning Motivation. Elementary Education. Education Standards Copyright . 2025 Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia A Corresponding author : Email : raya. nabilla5797@student. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1835 Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Ae Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Fasilitas dan infrastruktur pendidikan merupakan faktor krusial yang menentukan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar. Menurut (Mulyasa, 2. fasilitas pendidikan mencakup peralatan dan perlengkapan yang secara langsung mendukung kegiatan belajar, seperti ruang kelas, meja, kursi, serta media pembelajaran. (Barnawi, 2. menambahkan bahwa infrastruktur pendidikan berperan sebagai fasilitas dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan kondusif. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa distribusi fasilitas dan infrastruktur pendidikan di Indonesia masih belum merata (Elti, 2. Ketimpangan ini berdampak langsung terhadap mutu pendidikan, terutama di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Padahal. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 45 Ayat . menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal wajib menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Ketidaksesuaian antara amanat regulasi dan kondisi empiris inilah yang menimbulkan kesenjangan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah dasar. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek yang paling terdampak oleh keterbatasan fasilitas Menurut (McDonald, 2. motivasi adalah dorongan internal yang menimbulkan semangat dan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Ketika lingkungan belajar tidak mendukung, motivasi siswa dapat menurun sehingga menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. (Slameto, 2. menegaskan bahwa belajar merupakan proses usaha yang menghasilkan perubahan perilaku, sedangkan (Gowing, 2. menguraikan bahwa motivasi belajar mencakup dorongan mencapai tujuan, komitmen, inisiatif, dan optimisme. Dengan demikian, motivasi belajar berperan sebagai faktor psikologis penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti hubungan antara fasilitas pendidikan dan motivasi belajar siswa. (Akbar, 2. menemukan bahwa fasilitas kelas yang memadai berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Hasil serupa diungkapkan oleh (Akmal, 2. yang menunjukkan bahwa kualitas fasilitas dan infrastruktur sekolah memberikan kontribusi sebesar 35,5% terhadap peningkatan motivasi belajar. Sementara itu, penelitian (Khairunisa, 2. menemukan bahwa fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap motivasi siswa, meskipun kontribusinya relatif kecil, yaitu sekitar 10,6%. (Arfani, 2. juga mengonfirmasi bahwa kualitas pembelajaran dan infrastruktur sekolah berperan penting dalam mendorong motivasi belajar. Temuan yang sejalan dikemukakan oleh (Aridhianto, 2. yang menunjukkan bahwa kondisi fasilitas dan motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar masih berada pada kategori sedang. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut lebih menitikberatkan pada pengaruh langsung fasilitas atau infrastruktur terhadap hasil belajar, tanpa menelaah secara komprehensif peran motivasi belajar sebagai variabel psikologis yang dipengaruhi oleh kondisi fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengkaji isu ini dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis, yang memungkinkan penelusuran lintas studi untuk mengidentifikasi pola umum dan kesenjangan empiris. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi celah tersebut . esearch ga. dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah untuk memahami bagaimana keterbatasan fasilitas dan infrastruktur memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan . dalam dua aspek. Pertama, secara teoretis, penelitian ini memperluas perspektif tentang hubungan antara fasilitas pendidikan dan motivasi belajar dengan menempatkan motivasi sebagai variabel perantara penting dalam peningkatan mutu pembelajaran. Kedua, secara praktis, hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dan lembaga pendidikan untuk merancang strategi pengelolaan fasilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan guna meningkatkan motivasi serta kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1836 Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Ae Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mengkaji secara mendalam hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai dampak keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendidikan terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Menurut (Anggito, 2. penelitian kualitatif menghasilkan data berupa uraian kata-kata, bukan angka, yang memungkinkan peneliti memahami fenomena secara lebih kontekstual dan Data dalam penelitian ini diperoleh dari dua puluh artikel ilmiah dan publikasi akademik yang diterbitkan antara tahun 2003 hingga 2025. Literatur dikumpulkan melalui berbagai basis data akademik, seperti Google Scholar. DOAJ. Garuda, dan ResearchGate, dengan menggunakan kata kunci Aufasilitas pendidikan,Ay Auinfrastruktur sekolah,Ay Aumotivasi belajar,Ay dan Aupendidikan dasar. Ay Artikel yang dipilih merupakan publikasi terakreditasi nasional (Sinta 2Ae. serta internasional bereputasi (Scopus dan DOAJ indexe. yang relevan dengan topik penelitian ini. Tahapan penelitian dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada model SLR yang dikembangkan oleh (Kitchenham, 2. Proses dimulai dari perumusan pertanyaan penelitian utama, yaitu bagaimana pengaruh keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendidikan terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Selanjutnya, peneliti melakukan identifikasi dan seleksi literatur berdasarkan kriteria inklusi, yakni artikel yang diterbitkan antara tahun 2003Ae2025, memiliki topik relevan, serta tersedia dalam bentuk teks penuh, dan kriteria eksklusi berupa artikel duplikat, tidak relevan, atau tidak memiliki validitas metodologis. Setelah proses seleksi, dilakukan ekstraksi data dengan menelaah setiap artikel untuk mengidentifikasi variabel, metode, hasil penelitian, serta konteks lokasi penelitian. Data yang diperoleh dikategorikan ke dalam tema utama, yaitu ketersediaan fasilitas dan infrastruktur sekolah, dampaknya terhadap motivasi belajar, serta faktor pendukung dan penghambat motivasi siswa. Tahap selanjutnya adalah analisis dan sintesis data menggunakan teknik content analysis untuk menemukan pola, kecenderungan, serta hubungan antara variabel yang diteliti. Analisis dilakukan melalui tiga langkah utama, yaitu reduksi data dengan menyeleksi informasi relevan, penyajian data dalam bentuk tabel dan deskripsi tematik, serta penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis dari berbagai sumber. Secara keseluruhan, alur penelitian SLR ini mencakup tahapan identifikasi, seleksi, kualifikasi, inklusi, dan analisis yang saling terintegrasi. Alur prosedural penelitian ini divisualisasikan dalam Gambar 1 sebagai representasi dari proses SLR yang sistematis, terarah, dan transparan dalam memperoleh hasil penelitian yang kredibel dan Gambar 1. Alur Penelitian Systematic Literature Review Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1837 Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Ae Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil proses identifikasi dan seleksi literatur melalui metode Systematic Literature Review (SLR), diperoleh 20 artikel ilmiah yang relevan dengan tema keterbatasan fasilitas dan infrastruktur pendidikan terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Artikel-artikel tersebut dipilih dari berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional seperti Google Scholar. Garuda. DOAJ, dan ResearchGate. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup: . artikel diterbitkan antara tahun 2003Ae2025, . fokus penelitian berkaitan dengan fasilitas, infrastruktur, atau motivasi belajar di sekolah dasar, dan . artikel tersedia dalam bentuk teks penuh . ull tex. Tabel berikut menyajikan daftar literatur yang digunakan dalam penelitian ini: Tahun No. Nama Peneliti Judul Artikel Publikasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Peningkatan Mutu Mulyasa Pendidikan Slameto Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Barnawi Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah Fungsi Sarana dan Prasarana dalam Proses Amirin. Pembelajaran Analisis Pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Motivasi Putri. Siswa Sekolah Dasar Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Rusman Profesionalisme Guru Keterkaitan Ketersediaan Sarana Pembelajaran dengan Wulandari. , dkk. Prestasi Belajar Siswa SD Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Melalui Shela & Mustika Optimalisasi Media Belajar Bernadina Petra Elti & Kesenjangan Kualitas Pendidikan dan Pemerataan Wahyuningsih Fasilitas Sekolah Dasar di Indonesia Analisis Kelemahan Sarana dan Prasarana terhadap Aida. Proses Belajar Siswa Sekolah Dasar Hubungan Fasilitas Belajar dan Prestasi Akademik Fadillah. , dkk. Siswa Sekolah Dasar Learning Motivation Components and Their Influence on Marilyn K. Gowing, dkk. Academic Performance The Role of Motivation in Elementary Learning Frandsen. Processes Kementerian Pendidikan dan Panduan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah Kebudayaan Dasar Self-Determination Theory and the Facilitation of Deci & Ryan Intrinsic Motivation Educational Design Research: Improving the Learning Gravemeijer. , dkk. Environment Pengaruh Fasilitas Pembelajaran terhadap Minat dan Akbar. , dkk. Motivasi Siswa SD Pemanfaatan Media Pembelajaran dalam Mengatasi Yuliani & Nurhadi Keterbatasan Fasilitas Sekolah Dasar Infrastructure and Learning Outcomes in Primary Alfonso. Education Fasilitas dan infrastruktur pendidikan merupakan faktor krusial yang menentukan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar. Menurut (Mulyasa, 2. fasilitas pendidikan mencakup peralatan dan perlengkapan yang secara langsung mendukung kegiatan belajar, seperti ruang kelas, meja, kursi, serta media pembelajaran. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1838 Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Ae Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. (Barnawi, 2. menambahkan bahwa infrastruktur pendidikan berperan sebagai fasilitas dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan kondusif. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa distribusi fasilitas dan infrastruktur pendidikan di Indonesia masih belum merata (Elti, 2. Ketimpangan ini berdampak langsung terhadap mutu pendidikan, terutama di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Padahal. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 45 Ayat . menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal wajib menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Ketidaksesuaian antara amanat regulasi dan kondisi empiris inilah yang menimbulkan kesenjangan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah dasar. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek yang paling terdampak oleh keterbatasan fasilitas Menurut (McDonald, 2. motivasi adalah dorongan internal yang menimbulkan semangat dan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Ketika lingkungan belajar tidak mendukung, motivasi siswa dapat menurun sehingga menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. (Slameto, 2. menegaskan bahwa belajar merupakan proses usaha yang menghasilkan perubahan perilaku, sedangkan (Gowing, 2. menguraikan bahwa motivasi belajar mencakup dorongan mencapai tujuan, komitmen, inisiatif, dan optimisme. Dengan demikian, motivasi belajar berperan sebagai faktor psikologis penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti hubungan antara fasilitas pendidikan dan motivasi belajar siswa. (Akbar, 2. menemukan bahwa fasilitas kelas yang memadai berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Hasil serupa diungkapkan oleh (Akmal, 2. yang menunjukkan bahwa kualitas fasilitas dan infrastruktur sekolah memberikan kontribusi sebesar 35,5% terhadap peningkatan motivasi belajar. Sementara itu, penelitian (Khairunisa, 2. menemukan bahwa fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap motivasi siswa, meskipun kontribusinya relatif kecil, yaitu sekitar 10,6%. (Arfani, 2. juga mengonfirmasi bahwa kualitas pembelajaran dan infrastruktur sekolah berperan penting dalam mendorong motivasi belajar. Temuan yang sejalan dikemukakan oleh (Aridhianto, 2. yang menunjukkan bahwa kondisi fasilitas dan motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar masih berada pada kategori sedang. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut lebih menitikberatkan pada pengaruh langsung fasilitas atau infrastruktur terhadap hasil belajar, tanpa menelaah secara komprehensif peran motivasi belajar sebagai variabel psikologis yang dipengaruhi oleh kondisi fasilitas dan infrastruktur pendidikan. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengkaji isu ini dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis, yang memungkinkan penelusuran lintas studi untuk mengidentifikasi pola umum dan kesenjangan empiris. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi celah tersebut . esearch ga. dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah untuk memahami bagaimana keterbatasan fasilitas dan infrastruktur memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan . dalam dua aspek. Pertama, secara teoretis, penelitian ini memperluas perspektif tentang hubungan antara fasilitas pendidikan dan motivasi belajar dengan menempatkan motivasi sebagai variabel perantara penting dalam peningkatan mutu pembelajaran. Kedua, secara praktis, hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dan lembaga pendidikan untuk merancang strategi pengelolaan fasilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan guna meningkatkan motivasi serta kualitas pembelajaran di sekolah dasar. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas dan infrastruktur di sekolah dasar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap antusiasme dan motivasi belajar siswa. Keterbatasan fasilitas menyebabkan menurunnya kenyamanan, partisipasi, serta efektivitas proses pembelajaran, sedangkan fasilitas yang memadai Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1839 Dampak Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah yang Terbatas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Ae Raya Nabilla. Dewi Ayu Lestari. Inayah Hafizah. Rita Kurnia DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. terbukti mampu meningkatkan semangat, keterlibatan, dan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, optimalisasi fasilitas yang ada perlu dilakukan melalui pemeliharaan rutin, inovasi metode pengajaran, serta kolaborasi aktif antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan fasilitas pendidikan yang baik bukan hanya mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam membentuk lingkungan belajar yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA