Page 1 of 17 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Check Skor Yes OK buana matematika-review-assignment-11331-ArticleA CHECK - NO REPOSITORY 3 CEK PLAGIARISME Universitas Muhammadiyah Sukabumi Document Details Submission ID trn:oid:::1:3599413786 13 Pages Submission Date 3,259 Words Jun 22, 2026, 12:55 PM GMT 7 21,173 Characters Download Date Jun 22, 2026, 1:00 PM GMT 7 File Name Yes_OK_buana_matematika-review-assignment-11331-Article_Text-40137_1_. File Size 6 KB Page 1 of 17 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 2 of 17 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3599413786 18% Overall Similarity The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database. Filtered from the Report Bibliography Quoted Text Cited Text Small Matches . ess than 13 word. Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Page 2 of 17 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 3 of 17 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Top Sources The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed. Student papers University of Wollongong Student papers Universitas PGRI Adi Buana Surabaya <1% Internet <1% Internet <1% Publication Inna Laili Nur Hidayah. Hevy Risqi Maharani. "Pengaruh Model Problem Based InA <1% Publication Suaibah Aslamiyah Harahap. Fibri Rakhmawati. "Etnomatematika dalam Proses PA Internet Internet Internet Student papers Universitas Negeri Surabaya The State University of Surabaya <1% Internet <1% Page 3 of 17 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 4 of 17 - Integrity Overview Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Student papers UIN Maulana Malik Ibrahim Malang <1% Publication Megiridha Loppies. Muhammad Aqil. "Pemanfaatan Museum Loka Budaya SebagA <1% Internet <1% Publication Djaffar Lessy. Senny Idris. Patma Sopamena. "Ethnomathematics in the Local WisA Submission ID trn:oid:::1:3599413786 <1% Internet Page 4 of 17 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 5 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Identifikasi Etnomatematika Kuliner Kue Lontar di Desa Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Rahima Daeng Parany1. Djaffar Lessy2* . Patma Sopamena3 Magister Tadris matematika. UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Ambon. Indonesia. SMA Negeri Seram Bagian Timur. Bula. Indonesia 2Magister Tadris matematika. UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Ambon. Indonesia. *djaffar. lessy@uinambon. 3Magister Tadris matematika. UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Ambon. Indonesia. sopamena@uinambon. anda (*) khusus untuk corresponding autho. Info Artikel: Dikirim: --- . Direvisi: ---. Diterima: --- . iisi oleh Editor Jurna. Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi yang bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue lontar sebagai salah satu kue adat khas Desa Bula. Kabupaten Seram Bagian Timur. Kue lontar memiliki bentuk seperti lingkaran dan proses pembuatannya melibatkan konsep matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, dimana peneliti menjadi instrumen utama. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pada penjual kue lontar, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan untuk mendapatkan deskripsi etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kue lontar mengandung beberapa konsep matematika, yaitu konsep perbandingan senilai ditemukan dalam takaran bahan untuk membuat adonan kue. Contoh perhitungan disajikan untuk menentukan jumlah bahan yang dibutuhkan berdasarkan jumlah kue yang akan dibuat. Konsep bangun ruang tabung dapat ditemukan pada kaleng susu yang digunakan sebagai takaran. Sifat-sifat dan rumus volume tabung (V=Ayc . konsep lingkaran terlihat jelas pada bentuk kue lontar itu Rumus untuk menghitung jari-jari, luas (L=Ayc ), dan keliling lingkaran (K=AD atau K=2A. Konsep sudut ditemukan saat kue lontar dipotong, di mana potongan tersebut dapat membentuk sudut siku-siku . A), sudut lurus . A), atau sudut penuh . A). Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kue lontar memiliki banyak konsep etnomatematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Pendekatan etnomatematika diharapkan mampu meningkatkan motivasi peserta didik serta memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Page 5 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 6 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. No. Kata Kunci: etnomatematika, kue lontar, konsep matematika, etnografi kualitatif, pembelajaran kontekstual. Abstract. This study is an ethnographic research aimed at identifying the mathematical concepts embedded in kue lontar, a traditional cake characteristic of Bula Village. East Seram Regency. Lontar cakes are circular in shape, and their production process involves mathematical concepts. This study used a qualitative approach with ethnography, with the researcher as the primary instrument. Data collection techniques included observations of lontar cake sellers, interviews, documentation, and field notes to obtain ethnographic descriptions. The results show that lontar cakes contain several mathematical concepts, including the concept of proportionality, found in the measurements of ingredients used to make the cake dough. Examples of calculations are presented to determine the amount of ingredients needed based on the number of cakes to be made. The concept of a cylindrical solid can be found in the milk can used as a measuring tool. The$ properties and formula for the volume of a cylinder (V=Ar . and the concept of a circle are clearly visible in the shape of the lontar cake it self. The formulas for calculating the radius, area (L=Ar ), and circumference (K=AD or K=2A. are also presented. The concept of angles is discovered when lontar cakes are cut, where the pieces can form a right angle . A), a straight angle . A), or a complete angle . A). This research shows that lontar cakes are rich in ethnomathematical concepts that can be explored as a source$ for mathematics learning, making mathematics more contextual and meaningful for students. The ethnomathematical approach is expected to motivate students and have a positive impact on mathematics learning outcomes. Keywords: ethnomathematics, lontar cake, mathematical concepts, qualitative ethnography contextual learning Pendahuluan Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu serta kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran matematika, peserta didik diharapkan mampu menguasai berbagai kompetensi, khususnya pemahaman matematika, yaitu kemampuan memahami konsep, mengingat rumus, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah (Febriani et al. , 2. (Siregar & Restati, 2. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran matematika masih menghadapi berbagai Banyak peserta didik yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, abstrak, dan kurang menarik, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan hasil belajar (Kamarullah, 2. Kesulitan ini sering kali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang cenderung bersifat teoritis serta kurangnya visualisasi terhadap konsep-konsep abstrak yang Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 6 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 7 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Astutik & Fitriatien. Pengaruh Software MATLABA(Tuliskan 3 Kata Pertama dari Judul. Itali. 3 diajarkan oleh guru (Schoenherr & Schukajlow, 2. Akibatnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Kondisi ini juga tercermin dalam hasil PISA 2022 yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika peserta didik di Indonesia masih relatif rendah (OECD, 2. (Kilpatrick. Swafford. , & Findell, 2. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam pembelajaran matematika, salah satunya melalui pendekatan kontekstual. Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan situasi nyata yang dialami peserta didik, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kebermaknaan belajar. Salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran kontekstual adalah etnomatematika, yaitu kajian yang menghubungkan matematika dengan budaya (DAoAmbrosio, 1. Etnomatematika memandang matematika sebagai produk sosial budaya yang hadir dalam aktivitas sehari-hari Masyarakat (Bishop, 1. , sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan local (Bishop, 1. , sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal (Rosa & Orey, 2010. ), (Rosa & Orey, 2. (Setiawan Abdullah, 2. Salah satu bentuk budaya lokal yang memiliki potensi untuk dikaji dalam etnomatematika adalah jajanan pasar. Jajanan pasar sebagai bagian dari budaya masyarakat mengandung berbagai konsep matematika, seperti geometri, aritmetika, dan pengukuran, namun masih jarang dieksplorasi secara sistematis dalam pembelajaran. Salah satu contohnya adalah kue lontar . ie sus. , yaitu kue tradisional khas Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki bentuk lingkaran sebagai representasi konsep geometri serta melibatkan proses pengukuran dan ketepatan takaran dalam pembuatannya. Selain itu, kue lontar juga memiliki nilai budaya karena sering disajikan dalam berbagai acara adat. Meskipun penelitian etnomatematika di Indonesia telah banyak mengkaji unsur budaya seperti batik Salah satu bentuk budaya lokal yang memiliki potensi untuk dikaji dalam etnomatematika adalah jajanan Jajanan pasar sebagai bagian dari budaya masyarakat mengandung berbagai konsep matematika, seperti geometri, aritmetika, dan pengukuran, namun masih jarang dieksplorasi secara sistematis dalam pembelajaran. Salah satu contohnya adalah kue lontar . ie sus. , yaitu kue tradisional khas Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki bentuk lingkaran sebagai representasi konsep geometri serta melibatkan proses pengukuran dan Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 7 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 8 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. No. ketepatan takaran dalam pembuatannya. Selain itu, kue lontar juga memiliki nilai budaya karena sering disajikan dalam berbagai acara adat. Meskipun penelitian etnomatematika di Indonesia telah banyak mengkaji unsur budaya seperti batik (Ervinawati, 2. dan permainan tradisional (Tadqiroh et al. , kajian mengenai jajanan pasar masih terbatas, dengan salah satu penelitian terkait adalah analisis etnomatematika pada pembuatan kue lapis (Andy Rudhito et al. , 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepkonsep matematika yang terkandung dalam jajanan pasar, menganalisis nilai budaya yang ada di dalamnya, serta mengembangkan model pembelajaran berbasis etnomatematika. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kearifan lokal, sehingga matematika tidak lagi dipandang sebagai ilmu yang abstrak, melainkan sebagai bagian dari budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Intrumen kunci dalam menggunakan pendekatan ini adalah peneliti sendiri . uman instrumen. , sebuah peran sentral yang tidak dapat diwakilkan kepada orang lain (Sugiyono, 2. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yang menekankan pada pengungkapan proses dan makna dari suatu fenomena. Seluruh analisisnya didasarkan pada teori yang relevan sebagai acuan, dengan fokus utama untuk memastikan temuan penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan lapangan untuk memperoleh deskripsi etnografi yang komprehensif (Creswell & Poth, 2018. Hammersley & Atkinson, 2. Pendekatan etnografi digunakan untuk menjelaskan, mendeskripsikan, serta menganalisis proses pembuatan kue lontar yang mengandung konsep-konsep matematika dalam praktik budaya masyarakat. Observasi penelitian dilakukan pada salah seorang penjual kue lontar di desa bula kecamatan bula kabupaten Seram Bagian Timur. Adapun yang diobservasi adalah pembuatan dan penyajian kue lontar dan kontrabusi etnomatematika yang ditemukan dalam pembuatan kue lontar. Wawancara Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 8 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 9 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Astutik & Fitriatien. Pengaruh Software MATLABA(Tuliskan 3 Kata Pertama dari Judul. Itali. 5 dilakukan pada salah satu penjual kue lontar serta dilakukan dokumentasi berupa foto. Peneliti menggunakan teknik analisis data model triangulasi, yang menurut (Sugiyono, 2. meliputi kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses reduksi data dilakukan dengan memilih aspekaspek pada pembuatan kue lontar yang berkaitan dengan konsep matematika. Selanjutnya, dibuat kesimpulan mengenai unsur etnomatematika dalam proses pembuatan kue lontar tersebut serta kontribusinya untuk pembelajaran Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengumpulan data, diperoleh bahwa ada beberapa konsep matematika yang ditemukan pada proses pembuatan kue lontar, pada alat yang digunakan, pada pembuatan kue lontar dan pada penyajian kue lontar. Konsep matematika yang ditemukan akan diuraikan sebagai berikut: Konsep Perbandingan adalah cara membandingkan dua nilai atau lebih yang memiliki satuan yang sama. Konsep ini digunakan untuk melihat hubungan antara angka-angka tersebut, baik dalam bentuk paling sederhana, pecahan, ataupun persentase. materi ini dipelajari di SMP . Pembuatan adonan kue lontar memerlukan bahan berikut untuk menghasilkan 2 buah kue lontar . C 250 gram mentega C 500 gram tepung terigu C 2 kaleng susu C 15 butir telur C 200 gram gula pasir C 1 sendok vanili bubuk C 2 kaleng air Adapun cara menghitung perbandingan adalah. Buat tabel untuk dua nilai yang dibandingkan. Susun perbandingan dalam bentuk pecahan Lakukan perkalian silang untuk menemukan nilai yang tidak diketahui . Adapun perbandingan yang ditemukan disini adalah perbandingan Rumus perbandingan senilai adalah. Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 9 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 10 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. No. yc ycu yc ycu Contoh Soal: Ibu Nadira memerlukan 10 buah kue lontar untuk dibagikan kepada warga Pemenuhan pesanan tersebut mengharuskan Bu Aulia menentukan takaran setiap bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan kue lontar. Pembahasan: Bahan yang diperlukan untuk pembuatan 2 buah kue lontar dengan 10 kue lontar pesanan ibu nadira Tepung, = = = 2500 = 2,5 kg tepung Mentega, = 10 kaleng Susu, = C Gula. Telur. Vanile, = = 5 sendok Air = 1250 = 1 kg mentega = 1000 = 1 kg Gula pasir = 75 butir telur = 10 kaleng air Dari bahan-bahan kue lontar ada salah satu bahan yaitu susu kaleng yang bisa dieksplorasi etnomatematika yaitu bentuk dari kaleng susu seperti Gambar 1. Kaleng Susu Gambar 1 merupakan kaleng susu yang digunakan untuk menakar banyak susu dan air dalam pembuatan kue lontar, terlihat bahwa kaleng susu yang di pakai memiliki bentuk seperti tabung. Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 10 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 11 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Astutik & Fitriatien. Pengaruh Software MATLABA(Tuliskan 3 Kata Pertama dari Judul. Itali. 7 Adapun sifat-sifat bangun ruang tabung adalah sebagai berikut. C Memiliki alas dan penutup berbentuk lingkaran C Jarak antara lingkaran alas dan lingkaran tutup disebut dengan tinggi C Jaring-jaring tabung berupa 1 buah persegi panjang dan 2 buah lingkaran C Bidang tegak pada tabung merupakan permukaan lengkung yang mengelilingi tabung dan dikenal sebagai selimut tabung C Rumus Volume tabung . V = Ax r2x t Keterangan . V = Volume A = atau 3,14 r = jari-jari t = tinggi Konsep Lingkaran Lingkaran adalah himpunan semua titik pada bidang datar yang berjarak sama terhadap suatu titik tetap . isebut pusat lingkara. Jarak tetap ini disebut jari-jari . Diameter adalah garis lurus yang melalui pusat lingkaran dan menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran, dengan panjang dua kali jari-jari. Adapun rumus menghitung jari -jari luas, dan keliling lingkaran sebagai Jari-jari lingkaran = x diameter dari lingkaran tersebut Luas lingkaran L = A x yc Keliling lingkaran . = A. Dimana d adalah diameter Percetakan adonan menggunakan cetakan berbentuk lingkaran ditunjukan seperti gambar berikut ini: Gambar 2. Bentuk Kue Lontar Cetakan adonan kue lontar pada gambar di atas berbentuk lingkaran, yang mencerminkan penerapan konsep matematika berupa lingkaran. Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 11 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 12 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. No. Contoh Soal : Abdul membeli kue lontar di rumah Ibu Ima, seorang pembuat kue Saat proses memanggang berlangsung. Abdul mengaitkan bentuk kue lontar dengan materi lingkaran yang telah dipelajarinya di sekolah. Misalnya, jika diameter kue lontar tersebut 14 cm, tentukan jari-jari, luas, dan keliling lingkaran tersebut. Pembahasan : Setelah mendapat pertanyaan ibu Ima. Abdul mengingat rumus dari tiap soal yang diberikan ibu Ima Panjang jari -jari r = x diameter = x 14 = 7 cm Luas Lingkaran = A x yc = x 7 cm x 7 cm = 154 cm2 Keliling lingkaran =2. r= 2 x x 7 cm= 44 cm Konsep sudut Sudut adalah daerah hasil perpotongan antara dua buah garis. Titik perpotongannya disebut sebagai titik sudut. Materi sudut dipelajari pada Tingkat SMP. Macam-macam sudut terdiri dari o Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 00 dari 900 Contoh :30 , 45 , 60 , o Sudut siku-siku besarnya tepat 900 o Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90 dan 180 Contoh : 120 , 150 , o Sudut lurus adalah sudut yang besarnya tepat 1800 o Sudut refleks adalah sudut yang besarnya lebih dari 1800 dan 3600 o Sudut penuh adalah sudut yang besarnya 3600 o Sudut nol derajat adalah sudut yang dihasilkan oleh dua garis yang saling berhimpit tampa membentuk daerah sudut Contoh Soal : Irma membeli satu kue lontar kesukaan keluarganya, ketika sampai di rumah dan memotong kue tersebut menjadi empat bagian, lalu membuat pertanyaan kepada adiknya yang duduk di SMP. Pertanyaan adalah sudut apa yang terdapat pada tampilan kue lontar ini. Pembahasan : Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 12 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 13 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Astutik & Fitriatien. Pengaruh Software MATLABA(Tuliskan 3 Kata Pertama dari Judul. Itali. 9 Dengan melihat kue lontar tersebut adiknya abdul menjawab bahwa sebelum kue lontar ini di potong besar sudutnya adalah 360o. Kalau di potong jadi 2 sama banyak maka sudut yang terbentuk adalah 180o dan kalau di potong menjadi empat maka sudut yang terbentuk pada ukuran masing-masing Dengan melihat kue lontar tersebut, adik Abdul menjawab bahwa sebelum kue dipotong, besar sudutnya adalah 360A. Jika kue dipotong menjadi dua bagian sama besar, maka masing-masing membentuk sudut 180A, dan jika dipotong menjadi empat bagian sama besar, maka setiap bagian memiliki sudut 90A. Pemahaman ini menunjukkan bahwa konsep dasar geometri, khususnya tentang sudut lingkaran dan pembagian sudut, dapat dipahami secara konkret melalui objek nyata. Hal ini sejalan dengan konsep bahwa lingkaran memiliki total sudut 360A yang dapat dibagi menjadi bagian-bagian sama besar (Jurgensen. Brown. , & Jurgensen, 2. Dengan demikian, kue lontar dapat dijadikan media visual untuk membantu peserta didik memahami konsep geometri secara lebih kontekstual. Berdasarkan hasil temuan, kue lontar mengandung berbagai konsep etnomatematika yang dapat dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran matematika, seperti konsep geometri . , pengukuran, serta pembagian yang berkaitan dengan pecahan dan perbandingan. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa etnomatematika merupakan cara untuk mengaitkan matematika dengan praktik budaya sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna (Shirley & Palhares, 2. Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas budaya, khususnya dalam pembuatan kue tradisional, mengandung konsep matematika yang kaya. Misalnya, pada pembuatan kue ombus-ombus ditemukan konsep pengukuran dan perbandingan (Hasibuan. , 2. kue lapis mengandung konsep perhitungan, pengukuran, perbandingan, barisan bilangan, dan simetri refleksi kue tradisional Bugis memuat konsep geometri dan simetri (Ompusunggu et al. , 2. , serta kue Cangkuning yang mengandung konsep perbandingan dan kesebangunan (Kadir, 2. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional merupakan sumber belajar matematika yang potensial dan kontekstual. Selain itu, penerapan etnomatematika dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian oleh (Maulida & Ghufron, 2. menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan berbasis budaya lokal mampu memberikan dampak positif terhadap Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 13 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 14 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. No. pemahaman konsep matematika peserta didik. Hal ini diperkuat oleh (Kabuye Batiibwe, 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran matematika akan lebih efektif jika dikaitkan dengan konteks budaya peserta didik, karena matematika pada dasarnya merupakan bagian dari aktivitas manusia yang berkembang dalam budaya. Dengan demikian, eksplorasi kue lontar tidak hanya memperkaya kajian etnomatematika, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Simpulan Matematika sebagai ilmu yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan masih sering dipersepsikan sebagai pelajaran yang abstrak dan sulit, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman peserta didik. Pendekatan etnomatematika menjadi solusi yang relevan karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya dan kehidupan sehari-hari Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui eksplorasi jajanan tradisional, seperti kue lontar, yang mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri . serta pengukuran dan perbandingan dalam proses pembuatannya. Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan Berdasarkan hasil penelitian, kue lontar merupakan salah satu kuliner yang dijual di pasar Indonesia sekaligus menjadi ciri khas Kabupaten Seram Bagian Timur. Konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatannya meliputi perbandingan senilai, sedangkan pada penyajiannya terdapat konsep sudut, dan bentuk kuenya mencerminkan konsep lingkaran. Kue lontar sebagai bagian dari budaya masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur tidak hanya memiliki nilai kuliner dan tradisi, tetapi juga memuat nilai matematis yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran Namun, kajian etnomatematika pada jajanan pasar masih terbatas dan belum banyak diintegrasikan ke dalam pembelajaran formal. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran matematika berbasis etnomatematika untuk meningkatkan pemahaman, minat, dan relevansi pembelajaran matematika bagi peserta Copyright A 2023 Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 14 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Page 15 of 17 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3599413786 Astutik & Fitriatien. Pengaruh Software MATLABA(Tuliskan 3 Kata Pertama dari Judul. Itali. Daftar Pustaka