1221 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 PEMBERDAYAAN REMAJA PUTERI DAN GURU UKS UNTUK PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH MELALUI GIAT REMAJA PEDULI ANEMIA DI SMP IT UKHUWAH BANJARMASIN Oleh Erni Yuliastuti1. Noorhayati Maslani2. Isnaniah3 1,2,3Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin Email: 1erniyuliastuti@gmail. Article History: Received: 15-09-2023 Revised: 02-10-2023 Accepted: 24-10-2023 Keywords: Remaja Puteri. Guru Uks. Tambah Darah. Peduli Anemia. SMP It Ukhuwah Banjarmasin Abstract: Hasil studi pendahuluan dari 15 remaja puteri, 7 orang mengatakan tidak minum secara teratur karena rasanya yang tidak enak, menimbulkan rasa mual saat meminumnya, lupa minum TTD dan kurang merasa penting meminumnya. orang mengatakan minum multivitamin lain yang rasanya lebih enak berupa syrup dan 3 orang lainnya minum TTD sesuai aturan minum yang dianjurkan. Kondisi ini menggambarkan pengetahuan remaja puteri yang masih kurang terhadap pentingnya konsumsi TTD. Program pemberian TTD dapat berhasil apabila remaja puteri patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Namun masih banyak remaja putri yang tidak patuh mengkonsumsi TTD karena beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap, dukungan guru dan orang tua. Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan yaitu pembentukan kader kesehatan remaja sebagai perwakilan kelas dan pelatihan kader kesehatan remaja dan guru UKS dalam memberikan edukasi pada remaja puteri SMPIT Ukhuwah agar meningkatkan kesadaran remaja puteri dalam kebiasaan minum TTD. Luaran PKM adalah siswi remaja remaja bisa meningkatkan pengetahuannya tentang anemia sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya anemia pada remaja sebagai kelompok yang rentan anemia, mengurangi dan meningkatkan kepatuhan mereka meminum tablet tambah darah untuk mencegah anemia, terbentuknya kader kesehatan remaja puteri SMP IT Ukhuwah pada masing-masing kelas, peningkatan kebiasaan remaja puteri SMP IT minum TTD. Publikasi artikel ilmiah dan terbentuknya kelompok Giat Remaja Sehat Peduli Anemia. Juga dengan adanya keder kesehatan remaja dalam setiap kelas diharapkan bisa memudahkan para siswi mendapatkan informasi tentang anemia melalui teman sebaya. Mereka juga lebih mudah mengemukakan keluhan Aekeluhan yang menjadi tanda-tanda anemia dengan temannya PENDAHULUAN Anemia zat besi merupakan masalah gizi mikro tersebesar di Indonesia, yang terjadi pada kelompok balita, anak sekolah, ibu hamil dan remaja (Maryam, 2. Remaja putri http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Di Indonesia prevalensi anemia masih cukup tinggi. Hal ini pernah ditunjukan dari data Riskesdas 2017, prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7 %, dengan proporsi 20,6% di perkotaan dan 22,8 % di pedesaan serta 18,4% laki-laki dan 23,9% perempuan. Berdasarkan kelompok umur, penderita anemia berumur 5- 14 tahun sebesar 26,4 % dan sebesar 18,4 % pada kelompok umur 15-24 tahun. Akibat jangka panjang anemia pada remaja putri adalah apabila nantinya hamil akan meningkatkan resiko komplikasi, resiko kematian maternal, angka prematur dan angka kematian perinatal (Riset Kesehatan Dasar, 2. Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini banyak terjadi perubahan pada diri seseorang, baik fisik maupun mental, sehingga harus diimbangi dengan kecukupan nutrisi. Namun, jika tidak menyebabkan terjadinya beberapa permasalahan gizi pada remaja, seperti obesitas. Kekurangan Energi Kronik (KEK), anemia dan lainnya (Mardalena, 2. Remaja putri yang telah memasuki masa pubertas dan mulai menstruasi tiap bulannya lebih mudah menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Wanita dan remaja putri membutuhkan zat besi dua kali lipat lebih banyak dari pada pria atau remaja putra karena mengalami haid dan banyak mengeluarkan darah waktu melahirkan (Proverawati, 2. Remaja puteri dengan anemia berisiko melahirkan bayi BBLR (<2500gra. , melahirkan bayi premature, infeksi neonatus dan kematian pada ibu dan bayi saat persalinan (Supariasa, 2. Anemia Defisiensi Besi akan menimbulkan intelligence quotient (IQ) rendah,penurunan kemampuan belajar dan penurunan angka pertumbuhan pada anak (Luh,2. Oleh karena itu anemia pada remaja menjadi permasalahan yang harus diperhatikan pemerintah karena dampak yang akan terjadi apabila anemia pada remaja tersebut berlanjut sampai masa dewasa terutama dalam masa kehamilan. Penelitian yang telah dilakukan oleh Purwati . tentang Pengaruh Paket Menu Sehat Terhadap Peningkatan Kadar Hb Remaja Putri Pondok Pesantren Roudlatul QurAoan di KotaMetro tahun 2018, sebelum diberikan intervensi diperoleh remaja yang menderita anemia sejumlah 43%, hasil penelitian menjelaskan adanya peningkatan kadar Hb remaja putri setelah diberikan pengetahuan dan menu sehat selama satu bulan terhadap remaja Konsumsi TTD tersebut masih belum sepenuhnya dipatuhi oleh para remaja. Hal ini diperjelas pada penelitian Desita. R . bahwa kepatuhan minum TTD hanya 74% dan diketahui siswi yang anemia sebesar 36% di Sekolah MTSN 02 wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu (Desita, 2. Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat l ini pada remaja putri dan wanita usia subur, bahwa pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan (SMP dan SMA atau sederaja. dengan menentukan hari minumTTD bersama. Dosis yang diberikan adalah satu tablet setiap minggu sepanjang tahun. Cakupan pemberian TTD pada remaja puteri di Indonesia pada tahun 2018 adalah 46,56%. Hal ini sudah memenuhi target Renstra tahun 2019 yaitu 30%. Program Optimalisasi Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Provinsi Kalimantan Selatan 54,54%. Kebijakan tersebut dalam upaya memutus mata rantai terjadinya stunting dan mempersiapkan generasi yang sehat, produktif dan berkualitas. Pemberian TTD pada remaja putri bertujuan memenuhi kebutuhan zat besi bagi remaja putri yang akan menjadi ibu di masa akan datang. Dengan cukupnya asupan zat besi sejak ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 dini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian anemia ibu hamil, pendarahan saat persalinan. BBLR dan balita pendek (Riskesdas, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terutama kepada remaja yang sedang tumbuh dan berkembang, yaitu remaja putri usia sekolah menengah pertama yang baru mengalami menstruasi dan lebih banyak melakukan aktifitas fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan pada sekolah menengah pertama di SMP IT Ukhuwah Banjarmasin Permasalahan Mitra Sekolah Menengah Pertama IT Ukhuwah merupakan sekolah yang berada diwilayah Puskesmas Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan Kota tahun 2019 data anemia dan pemberian TTD menyebutkan Sekolah Menengah Pertama IT Ukhuwah menunjukkan 32% siswi masih mengalami anemia padahal program pemberian TTD sudah dilakukan oleh pihak Puskesmas. Namun pada masa pandemi covid . pemeriksaan Hb untuk deteksi dini anemia tidak bisa dilaksanakan waaupun pemberian TTD tetap diberikan pada siswa disana. Hasil studi pendahuluan dari 15 remaja puteri, 7 orang mengatakan tidak minum secara teratur karena rasanya yang tidak enak, menimbulkan rasa mual saat meminumnya, lupa minum TTD dan kurang merasa penting meminumnya. 5 orang mengatakan minum multivitamin lain yang rasanya lebih enak dan 3 orang lainnya minum TTD sesuai aturan minum yang dianjurkan. Kondisi ini menggambarkan pengetahuan remaja puteri yang masih kurang terhadap pentingnya TTD. Anemia pada remaja putri disebabkan oleh faktor kurangnya asupan zat besi melalui makanan, kehilangan zat besi basal, kehilangan darah saat menstruasi, kurangnya pengetahuan mengenai anemia gizi besi dan penyakit infeksi. Darah yang dikeluarkan pada saat menstruasi pada remaja putri rata-rata 16-33,2 cc. sedangkan pada wanita yang lebih tua dan wanita yang defisiensi zat besi jumlah darah saat haid yang dikeluarkan lebih banyak (Wiknjosastro, 2. Program pemberian TTD dapat berhasil apabila remaja puteri patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Kepatuhan remaja putri mengkonsumsi TTD dipengaruhi oleh pengetahuan sehingga sikap seseorang dapat berubah. Namun masih banyak remaja putri yang tidak patuh mengkonsumsi TTD karena beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap, dukungan guru dan orang tua. Berdasarkan fenomena diatas, maka penting dilakukan upaya meningkatkan pengetahuan remaja putri untuk mengetahui kondisi kesehatan terutama anemia serta upaya penanganannya. Pemberdayaan pada remaja puteri dalam menjaga kesehatan sangat diperlukan karena akan menjadi seorang ibu dan akan melahirkan generasi penerus bangsa Tujuan Kegiatan Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang anemia dan upaya pencegahannya untuk meningkatkan kebiasaan minum TTD melalui pemberdayaan remaja puteri dan guru UKS serta terbentuknya kelompok Giat Remaja Sehat Peduli Anemia di SMP IT Ukhuwah Banjarmasin. Manfaat Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang anemia dan konsumsi TTD sehingga terjadi perubahan kebiasaan siswi SMP IT minum TTD. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Peta LOKASI Mitra PKM Puskesmas Pemurus Baru di Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Jarak dari Puskesmas Pemurus Baru ke Poltekkes Kemenkes Banjarmasin kurang lebih 41 Km. Lokasi kegiatan Pengabdian masyarakat di SMP IT Ukhuwah Banjarmasin yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Gambar 1. Peta Wilayah SMP IT Ukhuwah Solusi Permasalahan Masa remaja merupakan masa di mana pertumbuhan terjadi dengan cepat, sehingga kebutuhan gizi pada masa ini pun ikut meningkat. Salah satu zat gizi yang kebutuhannya meningkat adalah zat besi. Zat besi dibutuhkan pada semua sel tubuh dan merupakan dasar dalam proses fisiologis, seperti pembentukan hemoglobin . el darah mera. dan fungsi Memasuki fase remaja, tubuh tumbuh semakin pesat yang disertai berbagai perubahan hormonal menjelang fase kedewasaan. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan sejumlah besar nutrisi, termasuk zat besi, yang terutama digunakan oleh darah untuk mengangkut oksigen. Pada perempuan, asupan zat besi tidak hanya digunakan untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang melalui darah yang keluar setiap dirinya mengalami menstruasi setiap bulan. Karena kebutuhan zat besi perempuan yang sangat tinggi inilah, perempuan berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang nantinya dapat berkembang menjadi anemia. Dampak dari anemia mungkin tidak dapat langsung terlihat, tetapi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kehidupan remaja selanjutnya. Anemia pada remaja perempuan dapat berdampak panjang untuk dirinya dan juga untuk anak yang ia lahirkan kelak. Pastikan kebutuhan zat besi remaja terpenuhi pada saat ini untuk mencapai pertumbuhan yang Kekurangan zat besi atau anemia yang berlanjut sampai dewasa dan hingga perempuan tersebut hamil, dapat menimbulkan risiko terhadap bayinya. Remaja perempuan yang sudah hamil dan menderita anemia dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Berdasarkan permasalah tersebut sebagai solusinya dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan kegiatan sebagai berikut: ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Pembentukan kader kesehatan remaja sebagai perwakilan dimasing Aemasing kelas VII & Vi Pelatihan kader kesehatan remaja dalam meningkatkan kebiasaan minum TTD dan menurunkan risiko anemia di lingkungan sekolah Pelatihan pada guru UKS untuk edukasi siswi di sekolah Evaluasi kemampuan kader kesehatan remajaputri dalam memberikan promosi kesehatankepada teman sebaya. METODE Metode Pengabdian Masyarakat Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan yaitu pembentukan kader kesehatan remaja sebagai perwakilan kelas dan pelatihan kader kesehatan remaja dan guru UKS dalam memberikan edukasi pada remaja puteri SMPIT Ukhuwah agar meningkatkan kesadaran remaja puteri dalam kebiasaan minum TTD. Pelatihan yang diberikan pada kader kesehatan remaja puteri dan Guru UKS SMP IT Ukhuwah sebagai upaya keberlanjutan kegiatan pengabdian masyarakat dalam meningkatkan dan pemantauan keberhasilan program pemberian TTD. Upaya keberlanjutan berupa kegiatan monitoring evaluasi kejadian anemia pada remaja puteri di SMPIT Ukhuwah melalui pemeriksaan Hb secara berkala oleh Puskesmas Pemurus Baru . Peserta pada kegiatan ini adalah remaja puteri kelas VII dan Vi SMP IT Ukhuwah Banjarmasin wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin sebanyak 210 orang. Materi pelatihan yang disampaikan adalah anemia remaja, penyebab anemia pada remaja, cara minum TTD, efek samping TTD, dampak anemia dan cara mengatasi anemia. Adapun pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut: Persiapan Kegiatan Dalam tahap ini dilakukan : Analisis situasi ke SMP IT Ukhuwah dan melakukan diskusi dengan kepala sekolah, guru bagian kesiswaan dan 15 orang siswi remaja putri tentang pemahaman anemia, danminum tablet tambah darah yang pernah diberikan oleh Puskesmas. Koordinasi dengan pihak Sekolah terkait kegiatanpendidikan kesehatan, pembentukan kader remaja dan MOA Penyelesaian administrasi perizinan tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Puskesmas Pemurus Baru. Pembentukan kader kesehatan remaja Pelatihan kader kesehatan remaja dan guru UKS. Pemberian materi akan dilakukan oleh tim pengabmas . osen dan mahasisw. Menyepakati jadwal pelaksanaan kegiatan Mengumpulkan materi dan membuat media penyuluhan yang akan disiapkan oleh mahasiswa . Pelaksanaan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Evaluasi kemampuan kader kesehatan remaja putri SMP IT UKhuwah dalam memberikan promosi kesehatan kepada teman sebaya. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Monitoring evaluasi kejadian anemia pada remaja puteri di SMPIT Ukhuwah melalui pemeriksaan Hb secara berkala oleh Puskesmas Pemurus Baru . Jumlah peserta Peserta pada kegiatan ini pengabdian masyarkat ini terdiri dari : Narasumber 6 orang dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Siswi SMP IT Ukhuwah sebanyak 210 orang Guru UKS SMP IT Ukhuwah 2 orang Tenaga Puskesmas : Koordinator Gizi 2 orang Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan 30 Maret sampai dengan 29 September 2023 dengan lokasi di SMP IT Ukhuwah Banjarmasin yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Keterkaitan Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan adanya dukungan dan bantuan beberapa pihak lain sebagai mitra. Pihak yang terkait yaitu Puskesmas Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin dan Sekolah Menengah Pertama IT Ukhuwah dengan cara memberi izin dan dukungan dalam kegiatan ini melalui penyedian tempat, sarana ataupun tenaga dan material. Jadwal Pelaksanaan Uraian kegiatan BULAN KE5 6 7 8 KET Persiapan Analisis situasi Koordinasi dengan pihak Sekolah & MoA Perizinan /administrasi Pelaksanaan Pembentukan kader kesehatan remaja puteri Pelatihan kesehatan remaja Pelatihan UKS Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Monev pakar Pembuatan Pelaporan Seminar hasil ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 HASIL Luaran Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa: Brosur/Leaflet anemia dan tablet tambah darah Publikasi ke surat kabar Dokumentasi berupa video kegiatan Pengayaan bahan ajar dalam mata kuliah Target Capaian Target dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa: Terbentuknya kader kesehatan remaja puteri SMP IT Ukhuwah pada masingmasing kelas VII dan Vi Peningkatan kebiasaan remaja puteri SMP IT minum TTD. Publikasi artikel ilmiah dalam jurnal Pembentukan kelompok Giat Remaja Sehat Peduli Anemia HASIL Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Pada masa ini banyak terjadi perubahan pada diri seseorang baik fisik maupun mental, sehingga harus diimbangi dengan kecukupan nutrisi. Remaja putri yang telah memasuki masa pubertas dan mulai menstruasi tiap bulannya lebih mudah menderita anemia dibandingkan dengan remaja putri karena mereka mengalami menstruasi setiap bulannya. Kegiatan Pengabmas Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Banjarmasin dilaksanakan di SMPIT Ukhuwah Banjarmasin mulai dari bulan Maret sampai September 2023. SMPIT Ukhuwah ini merupakan salah satu sekolah binaan Puskesmas Pemurus Baru yang telah melaksanakan program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri setiap 3 bulan . Namun masih ada beberapa siswi yang tidak meminum tablet tambah darah yang sudah diberikan oleh Puskesmas melalui guru UKS. Beberapa siswi menyampaikan bahwa mereka tidak meminum tablet tambah darah karena lupa, rasanya yang tidak enak, tidak mau minum obat dan kurang memahami manfaat minum tablet tambah darah tersebut. Kegiatan Pengabmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang anemia dan upaya pencegahannya untuk meningkatkan kebiasaan minum TTD melalui pemberdayaan remaja puteri dan guru UKS . Pemberdayaan remaja puteri ini dengan membentuk kader kesehatan remaja di setiap kelasnya dan dibimbing olehguru UKS . Mereka berperan sebagai remaja yang bisa membantu memberikan informasi dan sebagai contoh teman-teman sekelasnya agar mau minum tablet tambah darah secara teratur 1 minggu sekali. Kegiatan pengabmas ini diawali dengan pembentukan kader kesehatan remaja sebagai perwakilan masing-masing kelas VII dan kelas Vi. Kader remaja tersebut bersama guru UKS kemudian diberikan pelatihan oleh tim pengabmas bersama mahasiswa jurusan kebidanan untuk meningkatkan kebiasaan minum tablet tambah darah, mengetahui tanda-tanda anemia dan cara mencegah anemia. Juga dibuat pojok sehat remaja yang bertempat di ruang UKS yang dilengkapi dengan leaflet-leaflet tentang anemia remaja, benner yang berisi informasi anemia remaja dan alat pemeriksaan Hb digital. Pojok ini dibuat sebagai sarana bagi kader kesehatan remaja maupun guru UKS dalam membantu menyampaikan informasi Ae informasi kesehatan bagi remaja puteri di SMPIT Ukhuwah. Monitoring evaluasi kemampuan kader remaja dilakukan dengan cara memberikan kesempatan pada kader remaja disetiap kelasnya untuk menjelaskan tentang anemia remaja http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 , tanda-tanda anemia pada remaja, cara mendeteksi anemia dengan alat pemeriksaan Hb digital dan manfaat minum tablet tambah darah. Secara bergantian kader kesehatan remaja tersebut melakukan pendidikan kesehatan kepada temannya Mereka cukup antusis dalam melakuaksanakan kegiatan tersebut terutama pada pemeriksaan hemoglobin dengan alat Hb Semua yang mengikuti pelatihan ingi memeriksakan kadar Hb nya untuk mengetahui apakan mereka menderita anemia atau tidak. Mereka juga sangat tertarik untuk memeriksa temannya secara bergantian . mereka melakukan role play untuk memerankan sebagai kader kesehatan remaja dan siswi yang mengalami tanda-tanda anemia. Kader kesehatan dari kelas VII yang berperan sebagai kader kesehatan remaja bersama Annisa memaikan perannya sebagaisiwi yang mengelukan tanda-tanda anemia. Mereka memainkan perannya masingmasing dengan sangat baik dan mampu melakukan pendidikan kesehatan dengan lancar. Melalui kegiatan pengabmas ini diharapkan para remaja siswi bisa meningkatkan pengetahuannya tentang anemia sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya anemia pada remaja sebagai kelompok yang rentan anemia. mengurangi dan menigkatkan kepatuhan mereka untu meminum tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Juga dengan adanya keder kesehatan remaja dalam setiap kelas diharapkan bisa memudahkan mereka mendapatkan informasi tentang anemia melalui teman sebaya. Mereka juga lebih mudah mengemukakan keluhan Aekeluhan yang menjadi tanda-tanda anemia dengan temannya. Pemberdayaan remaja puteri dan guru UKS berupa kegiatan pelatihan dan pembentukan kader kesehatan remaja puteri serta monitoring evaluasi pelatihan kader dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut : 30 Maret 2023 : Kegiatan ini diawali dengan pengurusan ijin administrasi dan koordinasi persiapan. 1 September 2023 : Pembentukan kader Kesehatan remaja putri pada setiap kelas VII dan Vi 8 September 2023 : Pelatihan kader Kesehatan remaja puteri kelas VII dan guru UKS 13 September 2023 : Pelatihan kader Kesehatan remaja puteri kelas Vi 15 September 2023 : Evaluasi pelatihan kader kesehatan remaja kelas VII 18 September 2023 : Evaluasi pelatihan kader Kesehatan remaja kelas Vi 22 September 2023 : Pembentukan pojok sehat remaja 29 September 2023 : Monitoring evaluasi kegiatan yang didampingi oleh tim pakar dari Jurusan kebidanan Luaran yang Dicapai Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa: Terbentuknya kader kesehatan remaja puteri SMP IT Ukhuwah pada masingmasing kelas VII dan Vi Peningkatan pengetahuan remaja puteri tentang anemia, pencegahan anemia dan manfaat tablet tambah darah pada remaja. Peningkatan kebiasaan remaja minum tablet tambah darah dengan keteraturan minum tablet tambah darah. Video kegiatan pengabdian masyarakat. Artikel ilmiah dalam Jurnal yang dipublikasikan. Banner tentang anemia dan tablet tambah darah pada remaja Brosur/Leaflet anemia dan tablet tambah darah ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Nopember 2023 Terbentuknya pojok sehat remaja di Ruang UKS SMPIT Ukhuwah Pengayaan bahan ajar dalam mata kuliah . KESIMPULAN Pemberdayaan remaja puteri dan guru UKS sudah dapat dilaksanakan dengan baik dengan terbentuknya kader kesehatan remaja di setiap kelasnya dan dibimbing oleh guru UKS . Mereka berperan sebagai kader kesehatan remaja puteri yang bisa membantu memberikan informasi dan sebagai contoh teman-teman sekelasnya agar mau minum tablet tambah darah secara teratur 1 minggu sekali. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja puteri tentang anemia, tandatanda anemia, pencegahan anemia dan manfaat tambah darah. Terbentuknya pojok sehat remaja yang bertempat di ruang UKS yang dilengkapi dengan leaflet-leaflet tentang anemia remaja, benner yang berisi informasi anemia remaja dan alat pemeriksaan Hb digital. Pojok ini dibuat sebagai sarana bagi kader kesehatan remaja maupun guru UKS dalam membantu menyampaikan informasi Ae informasi kesehatan bagi remaja puteri di SMPIT Ukhuwah. SARAN Bagi pihak sekolah agar bisa terus meanfaatkan pojok sehat remaja dan membina kader Kesehatan remaja dengan didampingi oleh guru UKS sebagai salah satu upaya pencegahan anemia remaja di SMPIT Ukhuwah. Bagi Petugas Puskesmas untuk terus mengoptimalkan pemberian tablet tambah darah yang disertai dengan KIE tentang anemia remaja untuk meningkatkan kebiasaan minum tablet tambah darah secara teratur. DAFTAR PUSTAKA