Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index IMPLEMENTASI STRATEGI PENGELOLAAN RISIKO UNTUK MENGURANGI KENAKALAN REMAJA Syakila Azka Nurfaiza1. Wahyu Hidayat2 1, 2 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. Indonesia Email: faizasyakila04@gmail. com1, wahyuhidayat@uinsgd. Received: 26-06-2025 DOI: Accepted: 12-09-2025 Published: 30-10-2025 Abstrak: Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, dimana dimasa itu mereka mencari jati dirinya. Namun dalam proses pencarian jati diri tersebut banyak dari mereka yang tidak dapat menemukan jati dirinya akibat dari beberapa pengaruh yang mengakibatkan timbulnya kenakalan remaja. Namun, hal ini tidak dapat dibiarkan karena dapat berdampak buruk bagi perkembangan dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang diterapkan di SMPN 46 Bandung dalam mengelola risiko untuk mengurangi kenakalan remaja, mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja dan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan strategi pengelolaan risiko untuk mengurangi kenakalan remaja. Serta bagaimana pihak sekolah mengevaluasi keberhasilan dari strategi yang di terapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara secara langsung terhadap pihak kesiswaan serta guru bk. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan penggunaan sistem poin sebagai strategi pengelolaan risiko untuk mengurangi kenakalan remaja. Adapun peran orang tua sangat diperlukan untuk mendukung keberlangsungan program ini. dalam menjalan kan strategi, pihak sekolah melihat dari banyaknya kasus yang terjadi sebagai bahan evaluasi untuk langkah yang harus diambil kedepannya. Kata Kunci: Pengelolaan Risiko. Kenakalan Remaja. Peran Orang Tua. Abstract: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, during which individuals search for their identity. However, in the process of self-discovery, many of them are unable to find themselves due to several influences that lead to juvenile delinquency. However, this cannot be allowed to continue as it could have a negative impact on his development. The purpose of this study is to determine the strategies implemented at SMPN 46 Bandung in managing risks to reduce juvenile delinquency, to identify the factors causing juvenile delinquency, and to understand the role of parents in implementing risk management strategies to reduce juvenile Additionally, the study aims to assess how the school evaluates the success of the implemented strategies. This research uses a descriptive qualitative research approach with data collection techniques thru direct interviews with student affairs personnel and guidance The results of the study show that the point system is used as a risk management strategy to reduce juvenile delinquency. As for the role of parents, it is very necessary to support the continuation of this program. To measure the success of implementing the strategy, the school looks at the number of cases that occur as a basis for evaluating the steps that need to be taken in the future. Keywords: Risk Management. Juvenile Delinquency. Parental Role. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja PENDAHULUAN Nasib masa depan negara ini sangat bergantung pada kualitas generasi Generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bermoral akan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, penting bagi setiap negara untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan generasi muda sebagai agen perubahan dan penerus bangsa. Namun, di tengah harapan besar terhadap potensi remaja, tantangan yang dihadapi oleh mereka pun tidak sedikit, terutama dalam hal kenakalan remaja yang semakin marak. AuKenakalan anak remaja adalah perbuatan- perbuatan yang melanggar norma-norma kesopanan, kesusilaan dan pelanggaran-pelanggaraan normanorma hukum, tetapi anak tersebut tidak sampai dituntut oleh pihak yang berwajibAy (Sumiyanto, 1. Kenakalan remaja, yang meliputi berbagai perilaku menyimpang seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas, telah menjadi masalah sosial yang mempengaruhi perkembangan individu maupun masyarakat. Jika dibiarkan, kenakalan ini tidak hanya merugikan remaja itu sendiri, tetapi juga dapat menghambat kemajuan bangsa secara Oleh karena itu, strategi pengelolaan risiko yang efektif sangat dibutuhkan untuk mengurangi kenakalan remaja. Strategi pengelolaan risiko ini dapat mencakup berbagai pendekatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menangani faktor-faktor yang mendorong perilaku negatif di kalangan remaja. Pemberian pendidikan yang berbasis karakter, peningkatan dukungan keluarga, serta penguatan peran lembaga pendidikan dan masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, pemahaman tentang faktor-faktor risiko yang memengaruhi kenakalan remaja, seperti tekanan teman sebaya, masalah keluarga, dan kurangnya keterampilan sosial, harus menjadi dasar dalam merancang kebijakan dan program yang dapat mengurangi potensi terjadinya kenakalan remaja. Dengan strategi pengelolaan risiko yang tepat, diharapkan remaja dapat lebih fokus pada pengembangan diri yang positif, menghindari perilaku menyimpang, dan memanfaatkan potensi mereka untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik. Dengan terciptanya kualitas generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bermoral, harapan besar yang digantungkan pada mereka sebagai penerus bangsa dapat tercapai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan strategi pengelolaan risiko yang dilakukan di SMPN 46 Bandung dalam mengurangi kenakalan remaja. Menurut Saryono . , penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk menyelidiki menemukan, menggambarkan dan menjelaskan kualitas ataupun keistimewaan dari pengaruh sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara secara mendalam terhadap pihak kesiswaan dan guru BK yang ada di SMPN 46 Bandung. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dalam menerapkan strategi pengelolaan risiko untuk mengurangi kenakalan remaja, di SMPN 46 bandung menerapkan beberapa program di sekolah bagi para siswa: Menggunakan system point pelanggaran Dalam Upaya menegakkan kedisiplinan dan mengurangi pelanggaran tata tertib. SMPN 46 Bandung menerapkan system point pelanggaran di sekolah bagi para siswa. System ini bertujuan untuk memberikan konsekuensi yang sesuai dengan Tingkat pelanggaran yang dilakukan, sehingga dapat mendorong para siswa untuk mematuhi peraturan yang ada di sekolah. Menurut Yusransyah . dalam penelitiannya menyebutkan Ausistem poin pelanggaran merupakan suatu alternatif yang dapat diberlakukan di sekolah sebagai upaya untuk menegakkan disiplin sekolah. Sistem ini mengharuskan agar setiap pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan oleh para siswa diberikan peringatan yang memiliki tingkatan poin pelanggaran sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan siswaAy. (Fitriwati&Parijo:2. Setiap siswa di SMPN 46 Bandung dari mulai kelas 7 diberikan 100 point sebagai modal. Setiap kali siswa yang melakukan pelanggaran , point yang mereka miliki akan berkurang sesuai dengan jenis pelanggaran yang mereka lakukan, setelah sebelumnya siswa diberikan teguran oleh pihak kesiswaan Jumlah pengurangan poin untuk setiap pelanggaran berbeda-beda, tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan. Sebagai contoh terkait kasus rambut Panjang bagi para murid laki laki akan mengurangi lima poin dari total poin yang dimiliki oleh siswa. Akan tetapi, untuk pelanggaran yang lebih berat, seperti mengonsumsi minuman keras dan narkoba, tindakan yang diambil lebih tegas, yaitu dengan mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah. Selain menerapkan system pengurangan point bagi pelanggaran , di SMPN 46 Bandung juga menerapkan sistem penambahan poin. Penambahan poin ini khusus diberikankepada siswa yang meraih kejuaraan baik ditingkat kabupaten, kota, maupun tingkat nasional. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk apresiasi sekolah terhadap para siswa yang berprestasi . siswa tersebut akan diberikan tambahan point sebanyak 50 sampai 100 point sesuai dengan tingkat pencapaian yang diraih. Mengadakan Penyuluhan SMPN 46 Bandung telah melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengadakan penyuluhan secara rutin setiap tiga bulan. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai isu yang sedang ramai terjadi dikalangan pelajar, sehingga mereka dapat lebih bijak dalam menghadapi tantangan social yang ada. Salah satu contoh kasus yang diangkat dalam penyuluhan tesebut adalah fenomena corat coret dinding yang Tengah ramai di wilayah Cipadung. Pihak kepolisian kemudian memberikan penyuluhan mengenai dampak negative dari aksi tersebut, baik dari sisi hukum maupun social. Aksi corat-coret dinding selain dapat merusak fasilitas umum, juga melanggar peraturan yang ada dan dapat Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja dikenakan sanksi hukum. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami bahwa Tindakan tersebut tidak hanya dapat merugikan diri merka sendiri, tetapi juga dapat merugikan masyarakat luas. SMP 46 Bandung juga telah menjalin kerja sama dengan UNESCO PBB untuk mendukung program-program penting yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan siswa secara positif. Salah satu program yang dijalankan adalah program anti-bullying dan sekolah ramah Melalui kerja sama ini. SMPN 46 Bandung berkomitmen untuk menciptakan suasana sekolah yang bebas dari kekerasan dan intimidasi. Program anti bullying ini mengedukasi siswa tentang penting nya saling menghormati dan menjaga sikap yang baik terhadap sesame teman, baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini bertujuan agar para siswa merasa aman dan nyaman untuk belajar tanpa adanya rasa takut dan terancam. Selain itu sekolah ini juga berupaya menjadi sekolah ramah anak. Sekolah Ramah Anak adalah satuan pendidikan yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan anak dalam setiap aspek perencanaan, kegiatan belajar, dan kebijakan yang diterapkan di sekolah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak, yang menyatakan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin anak-anak terhindar dari kekerasan dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara (Agus Fahmi, 2. Dalam menjalankan strategi pengelolaan risiko untuk mengurangi kenakalan remaja selain pihak sekolah tentu peran orang tua siswa juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Oleh karena itu, diawal masuk sekolah orang tua diberikan informasi mengenai program-program yang ada di sekolah. Dengan mengetahui program-program ini, orang tua dapat berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan tentang kebijakan dan nilai-nilai yang diterapkan di Selain itu, di SMPN 46 Bandung rutin mengundang orang tua siswa untuk menghadiri seminar parenting yang diadakan di sekolah mengenai Pendidikan dan parenting khusus untuk remaja. Hal ini dapat membantu orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan-perubahan dalam kehidupan anak remaja mereka dan memberikan mereka keterampilan dalam mengatasi konflik atau tekanan sosial yang mungkin dialami oleh anak. Dengan adanya kesadaran dan pemahaman yang lebih baik, orang tua bisa menjadi mitra yang lebih efektif bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan remaja yang sehat. Penerapan sistem poin di sekolah sebagai bagian dari upaya pengelolaan risiko untuk mengurangi kenakalan tentu memerlukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya. Evaluasi yang dilakukan dengan membandingkan jumlah kasus kenakalan atau pelanggaran yang terjadi dari tahun ke tahun adalah cara yang tepat untuk menilai keberhasilan program tersebut. Dengan cara ini, pihak sekolah dapat mengetahui apakah sistem poin memberikan dampak positif dalam mengurangi pelanggaran atau justru tidak efektif. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja sehingga perlu adanya penyesuaian atau perbaikan. Jika mengalami peningkatan kasus disbanding dengan tahun sebelumnya maka harus dilakukan evaluasi system poinnya apa yang harus diperbaiki dan melakukan monitoring poin. Pembahasan Identifikasi Strategi Pengelolaan Risiko Pengendalian risiko adalah seperangkat metode di mana Perusahaan atau suatu organisasi mengevaluasi potensi kerugian dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan ancaman tersebut. (I Putu Sugih, 2. Adapun Pengendalian risiko dalam strategi pengurangi kenakalan remaja di SMPN 46 Bandung berfungsi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi berbagai faktor yang dapat menyebabkan perilaku kenakalan. Melalui penerapan strategi pengendalian risiko yang tepat, sekolah dapat mengurangi ancaman kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi perkembangan siswa. Dalam Upaya mengurangi kenakalan remaja sekolah SMPN 46 Bandung menerapkan strategi pengelolaan risiko dengan menggunakan metode penghindaran risiko. Penyuluhan dan sistem poin adalah bagian dari strategi pencegahan risiko. Pengelolaan risiko preventif berfokus pada menghindari terjadinya masalah dengan cara mengidentifikasi dan mengurangi faktor risiko sebelum masalah atau kenakalan terjadi. Dalam konteks ini: Sistem Poin Sekolah: Sistem ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja dengan cara memberikan penghargaan bagi perilaku positif dan memberikan konsekuensi bagi perilaku negatif. Ini adalah strategi pencegahan karena tujuan utamanya adalah untuk mengubah perilaku siswa agar lebih disiplin dan beretika sebelum kenakalan terjadi. Dengan adanya poin yang mengatur perilaku, siswa menjadi lebih sadar tentang konsekuensi dari tindakan mereka. Penyuluhan yang diberikan kepada siswa, orang tua, dan guru mengenai pentingnya pendidikan karakter, dampak negatif kenakalan remaja, serta cara mengelola konflik dan tantangan remaja juga merupakan bagian dari Penyuluhan ini memberikan informasi, meningkatkan kesadaran, dan memberikan keterampilan untuk menghadapi masalah sebelum terjadinya pelanggaran atau kenakalan. Factor penyebab kenakalan remaja Ada banyak teori yang menjadi faktor penyebab munculnya risiko, salah satunya Teori Domino. Teori ini menjelaskan bahwa insiden kecelakaan dapat dianalisis melalui lima tahapan, antara lain sebagai berikut: (Anita et al. , 2. Lingkungan sosial serta faktor genetik dapat mempengaruhi cara seseorang dalam berperilaku Kesalahan individu, yaitu ketika seseorang tidak memberikan reaksi yang tepat dalam keadaan tertentu. Tindakan yang berisiko atau ancaman fisik Kecelakaan Terluka Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Adapun dalam kenakalan remaja penyebab utama yang sering ditemukan disebabkan lingkungan sosial, baik itu teman sebaya maupun keluarga. Pada usia remaja, mereka sangat dipengaruhi oleh teman-teman di sekitarnya. Ketika seorang remaja bergaul dengan kelompok yang terlibat dalam perilaku negatif seperti merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba, mereka cenderung merasa tertekan untuk mengikuti perilaku tersebut agar diterima dalam kelompok tersebut. Rasa ingin diterima dan diakui di lingkungan teman sebaya dapat membuat remaja mengabaikan dampak buruk dari perilaku yang mereka lakukan. Oleh karena itu, peran teman sebaya dalam pembentukan perilaku remaja sangat besar Selain itu, faktor keluarga juga memainkan peranan penting dalam perkembangan perilaku remaja. Keluarga yang tidak harmonis, seperti sering terjadinya konflik antar anggota keluarga atau kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua, dapat membuat remaja merasa terabaikan dan mencari Keluarga yang tidak memberikan bimbingan yang cukup atau komunikasi yang terbuka dengan anak dapat menyebabkan remaja kesulitan dalam mengelola perasaannya, yang akhirnya mempengaruhi perilaku mereka Peran orang tua terhadap kenakalan remaja Hasdiana . menjelaskan bahwa Auperkembangan perilaku remaja merupakan tahap yang sangat signifikan dan memerlukan perhatian khusus. Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangatlah penting dalam membentuk karakter remaja, karena pada fase ini, remaja sangat membutuhkan panduan, arahan, dan pengawasan untuk menghindari potensi terjerumus ke jalur yang merugikan dimasa depan merekaAy. (Chahnia et al. , 2. Menurut (N. Pratiwi, 2. AuPeran orang tua merujuk pada tanggung jawab, tugas, dan fungsinya dalam membimbing, mendidik, dan merawat anakanak mereka. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama dari tempat kehadiranya dan mempunyai fungsi untuk menerima, merawat, dan mendidik seorang anakAy. (Chahnia et al. , 2. Meskipun berbagai program yang diadakan di sekolah untuk mencegah kenakalan remaja sudah dilakukan, peran orang tua tetap sangat penting. Hal ini karena, pada kenyataannya, remaja menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada di sekolah. Oleh karena itu, meskipun di sekolah ada berbagai program yang mendukung pencegahan kenakalan remaja, semua itu akan sia-sia jika orang tua tidak ikut berperan aktif dalam proses tersebut. Tanpa dukungan dan pemahaman dari orang tua, pengaruh positif yang diperoleh di sekolah bisa tereduksi ketika remaja kembali ke rumah, di mana lingkungan keluarga menjadi faktor penentu penting dalam perilaku mereka. Pihak Sekolah SMPN 46 Bandung berusaha menciptakan kolaborasi serta kerjasama yang erat antara pihak sekolah dan orang tua untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja. Sebagai bagian dari upaya ini. SMPN 46 Bandung mengadakan berbagai program yang melibatkan orang tua, seperti kegiatan Program parenting ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang cara yang tepat untuk menghadapi dan mendukung perkembangan anak di usia remaja. Dengan demikian, orang tua bisa lebih Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja memahami tantangan yang dihadapi anak-anak mereka, serta cara-cara yang efektif untuk mendampingi mereka dalam melewati masa transisi yang penuh perubahan ini. Adanya kolaborasi antara sekolah dan orang tua, diharapkan remaja dapat merasakan dukungan yang konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Hal ini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan membangun karakter remaja agar terhindar dari kenakalan. Pendekatan yang melibatkan semua pihak ini memberikan harapan bahwa remaja bisa berkembang dengan sehat, baik secara emosional maupun sosial, dan mampu membuat keputusan yang bijak dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Keberhasilan Strategi Pengelolaan Risiko Dalam menjalankan strategi manajemen risiko, evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilannya. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai apakah strategi yang mengidentifikasi, mengelola, dan mengurangi risiko yang dihadapi Evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk menilai efektivitas strategi manajemen risiko yang telah diterapkan. Hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan, untuk mengatasi risiko yang baru atau yang meningkat. (Lisnawati et al. , 2. Dengan evaluasi yang rutin. SMPN 46 Bandung dapat mengukur dampak strategi tersebut, mengidentifikasi kekurangan, serta melakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan. Hal ini bertujuan agar manajemen risiko tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan atau risiko baru yang mungkin muncul. Untuk mengukur keberhasilan strategi pengelolaan risiko dalam mengurangi kenakalan remaja di SMPN 46 Bandung, sekolah menerapkan sistem KPI (Key Performance Indicato. yang berfokus pada program sistem Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama merujuk pada serangkaian indikator penting yang dapat diukur dan memberikan gambaran mengenai sejauh mana tujuan strategis yang ditetapkan untuk suatu organisasi telah tercapai. (Arini T. Soemohadiwidjojo, 2. Program ini dirancang untuk memberikan poin kepada siswa yang berperilaku baik dan mengurangi poin bagi mereka yang melakukan pelanggaran. Dengan cara ini, pihak sekolah dapat memantau dan menilai apakah upaya yang dilakukan efektif dalam mengurangi kenakalan siswa. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan melihat data poin yang Jika terdapat penurunan dalam jumlah pelanggaran atau kenakalan remaja, maka strategi yang diterapkan dianggap berhasil. Sebaliknya, jika jumlah pelanggaran meningkat, pihak sekolah akan melakukan peninjauan terhadap program yang ada. Sekolah kemudian merencanakan langkah-langkah baru atau penyesuaian untuk mengatasi masalah tersebut, baik dengan memperbaiki metode pemberian poin, menambah kegiatan positif untuk siswa, atau memberikan pendekatan yang lebih personal dalam menangani siswa Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Syakila Azka Nurfaiza . Wahyu Hidayat. Implementasi Strategi Pengelolaan Risiko Untuk Mengurangi Kenakalan Remaja Pendekatan ini tidak hanya membantu sekolah dalam mengurangi kenakalan remaja, tetapi juga memberikan kesempatan untuk terus memperbaiki dan menyesuaikan strategi agar lebih efektif dan relevan dengan kondisi yang ada. Dengan sistem evaluasi yang berkelanjutan, sekolah dapat memastikan bahwa strategi yang diterapkan tetap dapat mengatasi permasalahan kenakalan remaja secara tepat dan memberikan hasil yang KESIMPULAN SMPN 46 Bandung menerapkan berbagai strategi untuk mengurangi kenakalan remaja, seperti sistem poin pelanggaran untuk menegakkan kedisiplinan, serta penyuluhan yang melibatkan pihak kepolisian dan UNESCO untuk mendidik siswa tentang isu-isu sosial dan pentingnya menghormati Selain itu, program anti-bullying dan sekolah ramah anak mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan bebas kekerasan. Namun, peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini, karena mereka lebih banyak berinteraksi dengan anak di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui seminar parenting dan komunikasi yang baik diharapkan dapat memperkuat pengelolaan risiko dan dapat membantu siswa berkembang. Dengan evaluasi berkala, strategi ini diharapkan dapat mengurangi kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi siswa. DAFTAR PUSTAKA