Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN METODE PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN UNTUK GURU-GURU SMA PERINTIS 1 BANDAR LAMPUNG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSIPEDAGOGIK GURU BAHASA INDONESIA Andri Wicaksono1. Hastuti 2. Nani Angraini3. Ahmad Abdul Aziz4. Maresa Irma Suprena5 STKIP PGRI Bandar Lampung andrie@gmail. com, 2hastutimpd@gmail. com, 3anggraininani767@gmail. masdull1204@gmail. com, 5maresairmasuprena2001@gmail. Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMA Perintis 1 Bandar Lampung beralamatkan Jl. Cut Nyak Dien Gg. Duane No. Palapa. Kec. Tj. Karang Pusat. Kota Bandar Lampung. Lampung 35119. Meningkatkan kemampuan membaca siswa bukanlah hal yang mudah. Namun, upaya untuk memperbaiki kemampuan membaca mereka dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan meningkatkan keterampilan membaca mereka. Problemnya adalah siswa memiliki kemampuan membaca yang buruk, yang berdampak pada pemahaman yang buruk tentang bacaan. Ini menunjukkan bahwa guru memiliki keterbatasan dalam mencapai tujuan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan kegiatan membaca. Oleh karena itu, masalah itu diselesaikan dengan memberikan informasi tentang strategi pembelajaran membaca pemahaman. Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru Bahasa Indonesia, dan hasil pelatihan menunjukkan keberhasilan pemahaman ditinjauh dari respon guru dan hasil Kata Kunci: Membaca. Pemahaman Abstract: This community service activity was carried out at SMA Perintis 1 Bandar Lampung at Jl. Cut Nyak Dien Gg. Duane No. Palapa. Kec. Tj. Karang Pusat. Bandar Lampung City. Lampung 35119. Improving students' reading skills is not an easy thing. However, efforts to improve their reading skills can be done in various ways, one of which is by improving their reading skills. The problem is that students have poor reading skills, which results in poor understanding of reading. This shows that teachers have limitations in achieving learning goals, especially those related to reading Therefore, the problem was solved by providing information about reading comprehension learning strategies. Training to improve reading comprehension skills as an effort to improve the pedagogical competence of Indonesian Language teachers, and the results of the training show success in understanding in terms of teacher responses and evaluation results. Keywords: Reading. Comprehension PENDAHULUAN Membaca adalah cara utama untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu cara untuk mengukur kualitas dan peradaban sebuah bangsa adalah dengan membaca dan Pelatihan Metode Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman untuk Guru-Guru SMA Perintis 1 Bandar Lampung Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Kemampuan membaca ideal siswa SMA adalah 250 kata per menit, tetapi kemampuan membaca siswa SMA jauh di bawah standar, hanya 103-150 kata per menit. Selain itu, kemampuan memahami isi bacaan siswa SMA sangat rendah. Dari berbagai kebijakan pemerintah peningkatan kemampuan membaca tidak Namun, peningkatan kemampuan membaca akan sangat penting jika tujuannya adalah meningkatkan kualitas sumber daya Sebagai bagian dari komunitas pendidik, dosen dan guru memiliki tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan kemampuan membaca Meningkatkan kemampuan membaca bukanlah hal yang mudah. namun, tidak dapat dibiarkan rendahnya kemampuan membaca, dan upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya keterampilan membaca siswa. Membaca, menurut Somadayo . 1: . , adalah aktivitas interaktif di mana orang memetik dan memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahan Membaca, menurut Tarigan . adalah proses yang dilakukan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa lisan. Membaca sangat penting bagi setiap orang untuk memahami informasi baik yang ditulis maupun yang ada di sekitar kita. Membaca pemahaman adalah salah satu keterampilan khusus yang diperlukan untuk memahami Menurut Soedarso . 5: . mengatakan bahwa membaca pemahaman merupakan kemampuan untuk mengerti ide pokok dan detail yang penting dari keseluruhan isi bacaan. Menurut Turner (Somadayo, 2011: mengungkapkan bahwa seseorang dikatakan memahami bahan bacaan secara baik apabila mendapatkan sebagai . Mengenal kata-kata atau kalimat yang ada dalam bacaan dan mengetahui maknanya. Mengetahui makna dari pengalaman yang dimiliki dengan makna yang ada dalam bacaan. Memahami seluruh makna secara . Membuat pertimbangan nilai isi bacaan berdasarkan pengalaman Menurut Somadayo . 1: . seseorang dikatakan memahami bacaan secara baik apabila memiliki kemampuan Kemampuan menangkap arti kata ungkapan yang digunakan penulis. Kemampuan menangkap makna tersurat dan makna tersirat. Kemampuan membuat kesimpulan. Keterampilan membaca pemahaman yang baik dapat dikuasai oleh siswa pembelajaran dan banyak berlatih serta adanya pembiasaan. Dalman . 7: . di sekolah, pembelajaran membaca perlu difokuskan pada aspek kemampuan membaca isi bacaan. Oleh sebab itu, pembelajaran keterampilan memabaca pemahaman dilakukan secara intensif. Untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca, pembelajaran keterampilan membaca harus dilakukan dalam suasana yang "menyenangkan" bagi siswa dan "feasible" bagi guru. Lebih penting lagi, interaksi antara guru dan siswa harus bersifat "personal dan santun", sehingga tercipta suasana menyenangkan antara guru dan siswa. Dalam penelitian yang dilakukan oleh dosen di jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, meningkatkan kemampuan membaca Andri Wicaksono. Hastuti. Nani Angraini. Ahmad Abdul Aziz. Maresa Irma Suprena Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. pemahaman telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebagai hasil dari pengembangan model bottom-up dan topdown. Tierney memperkenalkan berbagai metode pembelajaran membaca yang dapat membantu siswa memahami isi bacaan dengan cepat, seperti KWL. Porpe. Prep, dan Ecola. Penelitian Zuchdi Ecola memperlihatkan hasil yang dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mahasiswa. Ada beberapa skill yang harus dikuasai bila ingim memiliki kemahiran dalam membaca. Brown . 1: . disebut dengan micro skill. Mikro skill yang dimaksud adalah : mampu membedakan pola-pola tulisan dan ejaan bahasa, mampu menerima bagian-bagian bahasa dalam memori jangka kecepatan memproses tulisan yang dengan tujuan, menginterpretasi pola susunan kata untuk menemukan makna teks yang dibaca, mengenali kelompok gramatikal kata, sistem, pola, tata cara dan bentuk elepsisi yang digunakan, mengenali bahwa bentuk tertentu dapat diekspresikan dalam bentuk gramatikal yang berbeda, mengenali alat-alat kohesif yang digunakan dan perannya dalam menandai hubungan antar klausa, mengenali bentuk retorika wacana mengenali fungsi komunikatif teks tulisan menurut bentuk dan menduga link dan hubungan antar peristiwa dan ide, mengambil keputusan sebab akibat, dan sebagai main ide, ide pendukung, informasi,generalisasi dan contoh, membedakan makna literal dan makna di balik teks, menditeksi referensi khusus secara kultural dan menginterpretasinya dalam suatu konteks yang sesuai dengan kultur skemata, menggunakan strategi membaca, mendeteksi pemarkah wacana, menebak makna kata dari kontek, dan mengaktifkan skemata untuk menginterprtasi teks. Kemampuan membaca pemahaman perlu dilatih secara sadar, bukan secara Ada banyak cara untuk menjadi mahir membaca secara komprehensif. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: Mengidentifikasi tujuan membaca, strategi ini diterapkan agar pembaca dapat secara langsung diperlukan ketika membaca, dan meninggalkan informasi yang menggunakan aturan dan pola Menggunakan teknik efisiensi, teknik membaca diam guna memahami secara tepat isi bacaan bagi pembaca level intermedite sampai level advance. Pada level melakukan membaca cepat, tetapi guru dapat membantu siswa meningkatkan efisiensi membaca dengan mengajarkan tata cara membaca diam yang ketika proses membaca menekankan AudiamAy atau tidak bersuara. Melakukan AuskimingAy pada teks untuk menemukan main ide, skimming nama, dan tanggal dan membaca cepat untuk mencari Skimming juga dapat memprediksi tujuan,topik, dan Pelatihan Metode Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman untuk Guru-Guru SMA Perintis 1 Bandar Lampung Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Scanning teks dilakukan untuk spesifik, mencari informasi seperti mencari nomor telepon, nama, dan tanggal dan lainnya, merupakan proses membaca cepat untuk mencari fakta Menggunakan peta makna atau Permasalahan kemampuan membaca siswa yang pemahaman siswa akan bacaan, menjadi cerminan bahwa ada keterbatasan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran khusunya dalam kegiatan membaca. Oleh sebab itu diberikan solusi permasalahan itu yakni pemberian informasi terkait metode pembelajaran membaca pemahaman. Dengan demikian setelah mengikuti pelatihan ini guru diharapkan adanya peningkatan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman guru akan berbagai model pembelajaran yang dapat menunjang profesionalisme guru. Secara khusus hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah sebagai berikut. Mengenalkan pada guru berbagai membaca pemahaman yang dapat kompetensi dasar yang ditetapkan Memfasilitasi guru untuk dapat pemahaman ketika melaksanakan tugas pembelajaran. Menghasilkan jaringan kelompok guru yang memiliki motivasi tinggi untuk menerapkan inovasiinovasi terbaru pembelajaran. Memperkenalkan kepada guru model evaluasi pembelajaran komptensi profesional guru bahasa Indonesia Oleh sebab itu sebagai bagian dari tanggungjawab dan tugas profesionalisme dosen, dalam mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen jurusan Pendidikan Bahasa dan Indonesia Model Pembelajaran Keterampilan Membaca pemahaman yang akan dilatihkan teori Barret dengan 5 tingkatan membaca pemahaman. METODE PELAKSANAAN Pelatihan metode pembelajaran keterampilan membaca pemahaman untuk guru-guru sma perintis 1 bandar lampung sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru Bahasa Indonesia akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari, dimulai pukul 08. 00 sampai dengan 00 dengan waktu istirahat 11. sampai dengan 13. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SMA Perintis 1 Bandar Lampung. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang membaca pemahaman dan metode Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada SMA Perintis 1 Bandar Lampung terkait mengikuti pelatihan. Kesepakatan bersama dengan mitra tentang pelaksanaan kegiatan yaitu tanggal 3 Oktober 2023. Tanggal 2 Oktober 2023 melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat Andri Wicaksono. Hastuti. Nani Angraini. Ahmad Abdul Aziz. Maresa Irma Suprena Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan. Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada hari selasa tanggal 3 Oktober 2023 kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 hingga 15. 00 dengan susunan Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah yaitu Bapak Purnomo. Pd. selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Ibu Hatuti. Pd. Pd. Penyampaian Materi Materi Pertama disampaikan Oleh Hastuti. Pd. Pd, dengan Materi Membaca pemahaman Materi Kedua disampaikan Oleh Nani Angraini. Pd. , dengan Materi Metode Membaca Pemahaman Materi Ketiga disampaikan oleh Dr. Andri Wicaksono. Pd. Pd. Refleksi dan inisiasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SMA Perintis 1 Bandar Lampung selaku Tuan Rumah kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Membaca kemampuan untuk memahami teks atau bahan bacaan dengan baik. Ini melibatkan lebih dari sekadar membaca kata-kata, melainkan memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis, menarik kesimpulan, dan membuat hubungan antara informasi yang disampaikan. Pelatihan pertama diberikan materi oleh Hastuti. Pd terkait pemahaman harfiah dan inferensial. Pemahaman harifiah memberikan tekanan pemahaman pada pokok-pokok pikiran dan informasi yang secara langsung diungkapkan dalam bacaan. Dalam tingkatan ini pembaca memiliki tugas yang sangat sederhana yakni mengingat kembali serentetan fakta atau serangkaian kejadian sebagaimana yang tertuang dalam wacana. Ada beberapa tingkatan pertanyaan yang dapat diajukan jika ingin mengungkapkan kemampuan memahami isi bacaan berdasarkan kategori pemahaman harfian, yakni : Pertama, tahap pengenalan kembali menghendaki guru mengidentifikasi atau mengidentifikasi pokok-pokok pikiran diungkapkan oleh penulis wacana secara diberikan ketika latihan-latihan yang menggunakan ide pokok yang terdapat dalam bacaan. Pengenalan kembali dapat dilakukan dengan meminta guru swa . mengemukakan detail-detail atau faktafakta yang ada dalam wacana baik berupa tempat, waktu, nama, tahun atau lainnya yang berkaitan dengan fakta dalam cerita, . menemukan kembali pikiran utama yang terdapat dalam wacana, . mengidentifikasi urutan peristiwa atau tindakan yang dinyatakan secara jelas dalam bacaan, . mengemukakan kembali lasan-alasan yang dinyatakan secara eksplisit oleh penulis baik yang berupa peristiwa maupun tindakantindakan tertentu yang tertuang dalam . menemukan pertanyaan yang berkaitan perwatakannya seperti yang dituangkan oleh penulis dalam wacana. Kedua, mengingat kembali dalam aktivitas membaca pemahaman adalah tahapan yang mengharapkan guru mereproduksi dari ingatannya mengnai pokok-pokok pikiran dan informasi yang secara ekplisit terdapat dalam wacana. Pelatihan Metode Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman untuk Guru-Guru SMA Perintis 1 Bandar Lampung Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Indonesia Kemampuan membaca pemahaman tahap kedua kemampuan infrensial. Tahapan kemampuan ini menuntut guru mampu menggunakan informasi yang terdapat dalam wacana yang dibaca untuk menyusun sebuah pendapat atau hipotesis dengan memanfaatkan intuisi, dan pengalaman pribadi yang dimiliinya. Pemahaman inferensial ditunjukkan oleh pembaca apabila ia menggunakan informasi yang tidak eksplisit tertuang dalam bacaan untuk memunculkan pemikiran-pemikiran baru tetapi masih ada relevansinya dengan tema yang Pada pemahaman ini, pembaca melakukan penafsiran terhadap bacaan. Materi selanjutnya diinformasikan oleh Dr. Andri Wicaksono. Pd terkait pemahaman reorganisasi dan evaluasi. Pemahaman Reorganisasi merupakan pemahaman yang menghendaki guru untuk menganalisis, mensistesis, dan mengorganisasi buah pikiran atau informasi yang dikemukaan secara implisit di dalam wacana. Untuk dapat melakukan reorganisasi yang baik pernyataan-pernyataan penulis atau juga dapat menerjemahkan pernyataan penulis dengan terlebih dahulu. Pemahaman evaluasi, pada dasarnya kemampuan membaca evaluasi adalah kemampuan untuk memastikan dan menilai kualitas, ketelitian, kebergunaan, atau kemanfaatan ide yang terdapat dalam Penilaian diberlakukan pada benar tidaknya bahasa yang digunakan, kesimpulan penulis, dan informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta atau Selain itu, perlu diberlakukan juga pada kelengkapan informasi yang diberikan oleh penulis. Kemampuan membaca evaluatif juga berkaitan dengan membandingkan buah pikiran yang terdapat dalam wacana dengan kriteria pikiran utama yang ditetapkan oleh guru, maupun berdasarkan sumber lain yang ada relevansi dengan wacana yang dibaca. Mengukur kemampuan membaca mengukur kemampuan guru membuat AujudgmentAy yangberkaitan dengan halhal: realita atau fantasi guru diminta memberikan judgment tentang kejadian dalam wacana berkaitan dengan realita ataukah hanya fantasi Judgment yang diberikan berasal dari pengalaman yang alami judgment tentang fakta atau opini, pertanyaan yang dapat diajukan kesimpulan yang dibuat penulis wacana berdasarkan fakta-fakta yang ada atau hanya berdasarkan opini semata, apakah isi atau uraian penulis mempengaruhi pikiran judgement tentang validitas, pada tahap ini pertanyan yang diajukan berkaitan dengan kemampuan guru membandingkan sumber informasi tertulis dengan sumber informasi judgment ketepatan, pada judgment diharapkan adalah kemampuan guru menilai bagian cerita atau wacana, misalnya pada paragraph yang manakah dari seluruh paragraf yang ada dalam wacana yang paling tepat menjelaskan peristiwa kematian pelaku utama dalam cerita, judgment tentang nilai keberterimaan, kemampuan ini mengaharapkan guru memberi penilaian tentang isi wacana berdasarkan sistem moral yang ada dalam diri guru, atau sistem moral dalam kehidupan sosial yang Materi terakhir disampaikan oleh Nani Angraini. Pd. terkait pemahaman Andri Wicaksono. Hastuti. Nani Angraini. Ahmad Abdul Aziz. Maresa Irma Suprena Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Apresiasi melibatkan seluruh dimensi afektif. Apresiasi menghendaki pembaca peka terhadap suatu karya secara emosional dan estetis. Selain itu, pembaca juga diharapkan untuk bereakasi terhadap nilai-nilai dan kekayaan unsur-unsur psikologis dan artistik dalam karya/tulisan yang dibaca. Kemampuan diharapkan berkaitan dengan: bagaimana menyikapi isi bacaan, menghargai pelaku dalam wacana sesuai dengan karakternya, mengetahui pandangan atau sikap pembaca terhadap apa yang dibaca. Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti menerapkannya sesuai dalam kelas Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada guru sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Hasil evaluasi dapat dilihat pada tabel di berikut Tabel 1 Hasil Evaluasi Nama Peserta Pra Test Post Test Peningkatan Membaca Pemahaman pada guru telah terlaksana dengan baik. Kegiatan PKM ini mendapat respon antusias dari peserta pelatihan. Dengan adanya pelatihan untuk membaca pemahaman sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru Bahasa Indonesia Kegiatan PKM ini diharapkan dapat dilaksanakan secara kontinu guna memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan. DAFTAR PUSTAKA