Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm FAKTOR Ae FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN CAKUPAN IMUNINASI DASAR PADA ANAK UMUR 0-12 BULAN Elmaniar*. Elwan Candra. Berta Afriani STIKes Al-Maarif Baturaja Corresponding Author: * elmaniar171@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/ meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tujuan: Diketahui ada faktor Ae faktor yang berhubungan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di desa Kota Batu wilayah kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. semua ibu yang memilik anak umur 0-12 bulan di desa Kota Batu berjumlah 177. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling. Hasil: Dari 122 responden pengetahuan kurang baik dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 78 . ,0%) dengan responden yang pengetahuan baik dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 12 . ,9%). Pendidikan rendah dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 70 . ,4%) lebih besar dibandingkan dengan responden yang pendidikan tinggi dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 20 . ,1%). Bekerja dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 74 . ,1%) dengan responden yang yang tidak bekerja dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 16 . ,2%). Petugas kesehatan tidak memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 65 . ,3%) dengan petugas kesehatan memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 25 . ,8%. Kesimpulan: Hasil uji Chi square didapatkan A value 0,000. A value 0,001. A value 0,000 dan A value 0,010 Artinya terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan peran petugas di desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Kata Kunci: Pengetahuan. Pendidikan. Pekerjaan dan Peran Petugas. Cakupan imunisasi Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 PENDAHULUAN Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/ meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan berkesinambungan perlu mengadopsi Sustainable Depelopment Goals (SDG. , dimana SDGs ini merupakan kelanjutan dari program MDGs yang telah berakhir pada tahun Indonesia akan menggunakan tiga indikator terkait dengan dokumen SDGs, yaitu pembangunan manusia atau human development yang meliputu kesehatan dan pendidikan, lingkungan dalam skala kecil atau social economic development dan lingkungan yang besar atau enviromental development berupa ketersediaan lingkugan dan sumber daya alam yang baik (Hastuty, 2. Program organisasi dunia World Haelth Organizatin (WHO), angka kematian bayi di Asia Tenggara yaitu di Singapura sebesar 3 per 1000 kelahiran hidup. Malaysia sebesar 5,5 per 1000 kelahiran hidup. Thailand 17 per 1000 kelahiran hidup. Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup dan Indonesia sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi dengan angka kematian bayi di Asia Tenggara. Pemerintah mewajibkan imunisasi yang termasuk dalam program pengembangan imunisasi (PPI). Imunisasi tersebut adalah BCG. DPT-HB. Polio. Campak, dan Hepatitis. Kelima Imunisasi tersebut dikenal dengan Lima Imunisasi dasar Lengkap (LIL) yang merupakan imunisasi wajib ketika bayi berumur kurang dari 3 bulan, imunisasi DPT-HB diberikan ketika bayi berumur 2,3,4 bulan dengan interval minimal 4 minggu, imunisasi polio diberikan pada bayi baru lahir dan tiga kali berikutnya diberikan dengan jarak paling cepat 4 minggu, imunisasi campak diberikan pada bayi berumur 9 bulan (WHO, 2. Kasus penyakit yang dapat di cegah dengan Imunisasi (PD3I) di Indonesia pada Tahun 2020 menunjukkan jumlah kasus penyakit tetanus neonatorum sebesar 4 kasus, di mana sebelumnya terdapat 17 kasus pada Tahun 2019. Sedangkan untuk penyakit polio pada tahun 2020 menunjukkan jumlah Incidence Rate (IR) sebesar 1,25 000 penduduk yang mana menurun bila dibandingkan dengan Tahun 2019 yang sebesar 3,29 per 100. 000 penduduk. Proporsi suspek polio di Indonesia Tahun 2020 yaitu sebesar 13,7% untuk umur < 1 tahun, 25,5% untuk umur 1-4 tahun, 19,9% untuk umur 5-9 tahun, 11,6% untuk umur 10-14 tahun dan 28% untuk umur > 14 tahun. Sasaran bayi di Kalimantan 4,7 juta, yang di imunisasi sebanyak 3,5 juta . ,6%) (Addiarto dkk, 2. Cakupan program imunisasi dasar di Dinas Kesehatan Sumatera Selatan di Tahun 2020 target imunisasi sebanyak 92% sementara cakupan yang dicapai 84%. Pada 2021 imunisasi ditargetkan 93%, namun cakupan yang dicapai 84%. Penurunan cakupan imunisasi diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi selama periode 2019-2021 (Profil Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, 2. Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 penyakit dan upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita (Mardianti & Farida, 2. Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah beberapa penyakit berbahaya. Imunisasi merupakan upaya pencegahan primer yang efektif untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi (Senewe dkk. , 2. Manfaat imunisasi tidak bisa langsung dirasakan atau tidak langsung terlihat. Manfaat imunisasi yang sebenarnya adalah menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan maupun kematian akibat penyakitpenyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi tidak hanya dapat memberikan perlindungan kepada individu namun juga dapat memberikan perlindungan kepada populasi Imunisasi adalah paradigma sehat dalam upaya pencegahan yang paling efektif (Mardianti & Farida, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan pada laporan cakupan imunisasi dasar tahun 2020 sebesar 81,3%, tahun 2021 sebesar 83,5%. Cakupan Imunisasi dasar di 19 puskesmas yang ada di OKU Selatan yaitu pada tahun 2021 cakupan imunisasi terendah di puskesmas Pulau Beringin sebesar 97 . ,5%), kemudian puskesmas Buay Rawan sebanyak 74 . ,3%), dan puskesmas Warkuk Ranau Selatan sebanyak 58 . ,6%). Pada tahun 2022 kasus yang rendah pada Puskesmas Warkuk Ranau Selatan 32 . ,5%). Kemudian puskesmas Muaradua Kisam sebanyak 26 . ,1%). Dan puskesmas Muaradua 107 . ,5%) jiwa. Puskesmas Warkuk Ranau Selatan dulunya memiliki imunisasi dasar tertinggi dengan urutan ke 2 setelah puskesmas Muaradua. Tetapi dalam 2 tahun terakhir khusus imunisasi dasar memiliki data terendah (Profil Dinas Kesehatan OKU Selatan. Tahun 2. Puskemas Warkuk Ranau Selatan memiliki 10 desa dan 10 posyandu. setiap desa memiliki 1 petugas posyandu yaitu bidan desa dan 4 kader posyandu yang interaksinya langsung ke masyarakat. Cakupan imunisasi dasar pada bayi di 012 bulan target sebesar . ,75%). Namun, pada tahun 2021 memiliki sasaran sebesar 74 . ,3%). Sasaran yang di imunisasi pada tahun 2022 hanya memiliki 32 . ,5%) (Profil Puskesmas Warkuk Ranau Selatan, 2. Faktor Ae faktor pada ibu seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sikap,dan sebagainya akan sangat mempengaruhi pemberian imunisasi dasar anak. Pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi akan menjadi motivasi membawa anaknya untuk diimunisai. Beberapa masalah terkait pengetahuan ibu seperti ketidaktahuan ibu akan pentingnya imunisasi, ketidaktahuan waktu yang tepat untuk mendapatkan imunisasi dan ketakutan akan efek samping yang ditimbulkan imunisasi menjadi penyebab anak terkena PD3I (Wibowo dkk. , 2. METODE Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dimana data kedua variabel dikumpulkan dalam waktu yang sama atau dalam satu waktu. Dalam penelitian ini peneliti akan mencari faktor Ae faktor yang Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 berhubungan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak umur 0-12 bulan di desa Kota Baru wilayah kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memilik anak umur 0-12 bulan di desa Kota Batu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 dengan jumlah 177 ibu. Sampel pada penelitian ini adalah bu yang memilik anak umur 0-12 bulan yang ada di wilayah Puskesmas Warkuk Ranau Selatan. Dengan menggunakan teknik penelitian Simple Random sampling (Sugiyono, 2. Tempat penelitian ini dilakukan di desa Kota Batu wilayah kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan. Pengambilan data ini dilakukan pada bulan Februari Ae Juni 2023. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur dengan menggunakan daftar kuesioner untuk pertanyaan tertentu didukung dengan Data di peroleh dari Profil Dinas Kesehatan Sumatera Selatan. Profil Dinas Kesehatan OKU Selatan. Profil Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Analisis bivariat digunakan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkolerasi yaitu antara variabel bebas dan variabel terikat. Menilai hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen menggunakan Uji Statistik Chi-square pada ( 0,. Hubungan dikatakan bermakna apabila nilai p O 0,05 dan tidak ada hubungan yang bermakna apabila nilai p > 0,05 (Hastono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan Cakupan Imuninasi Dasar Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Cakupan Imuninasi Dasar Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Cakupan Imunisasi Jumlah Tidak baik Baik Jumlah Persentase 73,8% 26,2% 100,0 % Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa dari 122 responden didapatkan responden dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 90 . ,8%) responden lebih besar dibandingkan dengan responden dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 32 . ,2%) responden. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pengetahuan Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pengetahuan Jumlah Kurang baik Baik Jumlah Persentase 77,0% 23,0% 100,0% Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa dari 122 responden didapatkan responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 94 . ,0%) responden lebih besar dibandingkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 28 . ,0%) responden. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pendidikan Jumlah Kurang baik Baik Jumlah Persentase 69,7% 30,3% 100,0% Berdasarkan tabel 5. 3 diketahui bahwa dari 122 responden didapatkan responden dengan pendidikan rendah sebanyak 85 . ,7%) responden lebih besar dibandingkan dengan responden dengan pendidikan rendah sebanyak 37 . ,3%) Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pekerjaan Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pekerjaan Jumlah Persentase Bekerja 69,7% Tidak Bekerja 30,3% Jumlah 100,0% Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa dari 122 responden didapatkan yang bekerja sebanyak 85 . ,7%) responden lebih besar dibandingkan yang tidak bekerja baik sebanyak 37 . ,3%) responden. Karakteristik Responden Berdasarkan Peran Petugas Kesehatan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Peran Petugas Kesehatan Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Petugas Kesehatan Tidak Dilakukan Dilakukan Jumlah Jumlah Persentase 66,4% 33,6% 100,0% Analisa Bivariat Hubungan Pengetahuan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Tabel 6 Hubungan Pengetahuan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pengetahuan Kurang Baik Baik Jumlah Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Value Berdasarkan tabel 6 diketahui dari 122 responden proporsi kejadian responden yang pengetahuan kurang baik dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 78 . ,0%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang pengetahuan baik dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 12 . ,9%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,000 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pengetahuan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Hubungan Pendidikan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Tabel 7 Hubungan Pendidikan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pendidikan Rendah Tinggi Jumlah Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Value Berdasarkan tabel 7 diketahui dari 122 responden proporsi kejadian responden yang pendidikan rendah dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 70 . ,4%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang pendidikan tinggi dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 20 . ,1%) Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,001 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pendidikan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 Hubungan Pekerjaan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Tabel 8 Hubungan Pekerjaan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Value Berdasarkan tabel 8 diketahui dari 122 responden proporsi kejadian responden yang bekerja dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 74 . ,1%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang yang tidak bekerja dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 16 . ,2%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,000 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pekerjaan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Hubungan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Tabel 9 Hubungan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan Tahun 2023 KESIMPULAN Peran Petugas Kesehatan Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Value Tidak Dilakukan Jumlah Berdasarkan tabel 9 diketahui dari 122 responden proporsi kejadian petugas kesehatan tidak memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 65 . ,3%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian petugas kesehatan memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 25 . ,8%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,010 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap peran petugas kesehatan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 122 responden proporsi kejadian responden yang pengetahuan kurang baik dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 78 . ,0%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang pengetahuan baik dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 12 . ,9%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,000 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pengetahuan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Hasil penelitan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pakpahan & Silalahi, . tabulasi silang di atas dapat diketahui bahwa dari ibu yang memiliki pengetahuan baik 26 orang . ,3%) dan imunisasi lengkap 24 orang . Hasil uji chi - Square menunjukkan p. value 0,002 . <0,. yang artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengankelengkapan pemberian imunisasi dasar pada balita di Desa Ujung Rambe Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang. Semakin baik pengetahuan ibu maka pemberian imunisasi dasar pada balita akan lengkap Pengetahuan Ibu baik baik maka pemberian imunisasi dasar pada balita lengkap berhubungan dengan tingkat pendidikan mayoritas tingkat menengah atas, dapat di artikan bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi sudah luas, dan sudah memahami serta mengerti tentang imunisasi dasar. Seorang ibu mau membawa balitanya untuk Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 imunisasi karena tahu bahwa akan dilakukan pemberian imunisasi yang memliki manfaat untuk kekebalan tubuh terhadap penyakit bagi kesehatan balita, dapat dikatakan bahwa akan mempengaruhi pola perilaku ibu untuk membawa balitanya imunisasi secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan. Pendidikan dan pengetahuan Ibu yang baik, akan membuat Ibu mencari informasi tentang manfaat imunisasi bagi balitanya, sehingga mereka akan mengikuti jadwal pemberian imunisasi yang diadakan di posyandu. Pengetahuan tentang imunisasi mencakup tahu akan pengertian imunisasi, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, manfaat imunisasi, tempat pelayanan imunisasi, waktu pemberian imunisasi, jenis imunisasi dan jumlah pemberian imunisasi. Melalui pengetahuan yang cukup diharapkan dapat mempengaruhi tindakan seorang ibu dalam memberikan imunisasi secara lengkap kepada anaknya (Budiman dan (Sari et al. , 2. Pengetahuan seorang ibu diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Seorang ibu akan mengimunisasikan anaknya setelah melihat anak tetangganya kena penyakit polio sehingga cacat, karena anak tetangganya tersebut belum pemah memperoleh imunisasi (Notoatmodjo, 2. Dari hasil peneliti responden yang pengetahuan kurang baik, 77,0% dan pengetahuan baik 23,0%. Proporsi Responden yang pengetahuan kurang baik dan tidak melakukan imunisasi lengkap 83,0% dikarenakan sebagian besar responden yang pendidikan rendah sehingga informasi yang diperoleh juga terbatas. Sebagian besar pendidikan responden ada yang SD. SMP, bahkan ada yang tidak lulus SD dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Efek dari pemberian imunisasi secara suntikan antara lain bayi menangis, ada beberapa bayi yang panas. Sehingga ada beberapa orangtua bayi maupun pihak keluarga yang tidak mengizinkan pemberian imunisasi Sedangkan responden yang pengetahuannya baik dan tidak melalukan Imunisasi tidak lengkap sebanyak 42,9% dikarenakan orangtuanya bekerja, sehingga pada waktu posyandu maupun jadwal imunisasi di puskesmas tidak dapat hadir untuk melakukan imunisasi. Ada juga yang pihak keluarga ( paman, bibi dan sepupunya ) yang tidak memberikan izin dengan alasan bayi sering menangis dan badannya Ada beberapa juga seperti pihak keluarganya seperti neneknya atau ayahnya tidak mengizinkan untuk dilakukan imunisasi pada anaknya. Karena takut anaknya demam, dan rewel setelah diberikan imunisasi. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan tentang imunisai baik diposyandu maupun dimasyarakat. Karena pihak keluarga juga harus mengetahui pentingya imunisasi pada bayi dan juga Petugas setempat juga melakukan pemasangan spanduk, banner tentang pentingnya imunisasi pada anak dan juga bisa memberikan informasi dari rumah ke rumah membawa leaflet tentang pentingnya imunisasi pada Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Hubungan Pendidikan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 122 responden proporsi kejadian responden yang pendidikan rendah dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 70 . ,4%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang pendidikan tinggi dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 20 . ,1%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,001 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pendidikan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian Setiawati, . menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 . <0,. dengan demikian tingkat pendidikan ibu mempunyai hubungan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita usia 12-24 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 78 responden yang pendidikan tinggi sebanyak 33 responden . ,3%) dengan status imunisasi dasar lengkap sedangkan dari 80 responden yang pendidikan rendah sebanyak 57 responden . ,2%) status imunisasi dasar lengkap Belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif dan membekas. Seseorang dengan pendidikan tinggi memiliki wawasan yang lebih terkait kesehatan serta mampu menganalisa manfaat imunisasi lebih besar dari pada dampaknya. Menurut asumsi peneliti sebagian besar responden yang pendidikan rendah sehingga informasi yang diperoleh juga terbatas. Sebagian besar pendidikan responden ada yang SD. SMP, bahkan ada yang tidak lulus SD dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Efek dari pemberian imunisasi secara suntikan antara lain bayi menangis, ada beberapa bayi yang panas. Sehingga ada beberapa orangtua bayi maupun pihak keluarga yang tidak mengizinkan pemberian imunisasi lengkap. Hendaknya petugas promosi kesehatan di puskesmas warkuk lebih aktif lagi untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan tentang pentingta anak diimunisasi dengan lengkap. Hubungan Pekerjaan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 122 responden proporsi kejadian responden yang bekerja dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 74 . ,1%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian responden yang yang tidak bekerja dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 16 . ,2%) Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,000 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap pekerjaan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Penerlitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astrea et al. , . Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 didapatkan bahwa dari 79 responden, lebih dari separoh ibu yang tidak bekerja sebanyak 46 responden . ,2%). Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa dari 46 responden ibu yang tidak bekerja dengan memiliki balita yang lengkap imunisasi dasarnya sebanyak 14 responden . ,4%) sedangkan, ib yang tidak bekerja dengan memiliki balita tidak lengkap imunisasi dasarnya sebanyak 32 orang . ,6%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value 0,003 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara Pekerjaan dengan Kelengkapan Imunisasi dasar. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara Pekerjaan dengan Kelengkapan Imunisasi dasar terbukti secara statistik. Hasil penelitian (Budiarti, 2. menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Perempuan yang tidak bekerja memiliki waktu lebih untuk saling bertukar pendapat dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi tanpa dasar pengetahuan yang memadai. Pada komunitas ibu yang tidak bekerja, sikap dan perilaku merekam lebih baik dalam memberikan imunisasi dasar dibanding ibu yang bekerja, karena mereka memiliki banyak waktu untuk mengantarkan anaknya mendapatkan imunisasi. Peneliti berasumsi bahwa Ibu yang bekerja mempunyai kesempatan meluangkan waktu secara maksimal pada hari Ae hari libur, dimana pada hari itu peluang dan kesempatan ibu untuk mengurus kesehatan anak adalah besar. Misalnya pergi ke tempat pelayanan kesehatan yang buka pada hari itu khususnya praktek dokter dan bidan swasta. Tetapi tidak menutup kemungkinan ibu yang bekerja harus terbagi perhatiannya pada pekerjaan dan mengurus anak yang mengakibatkan pemberian imunisasi dasar lengkap tidak menjadi prioritas sedangkan ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga lebih patuh dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga mempunyai waktu lebih banyak di rumah sehingga perhatian terhadap kesehatan anak yang dalam hal ini adalah pemberian imunisasi dasar lengkap menjadi lebih baik apabila dibandingan dengan ibu yang Oleh karena itu, diharapkan kegiatan posyandu dilakukan pada hari minggu atau sore hari saja, sehingga ibu yang bekerja pada pagi hari sampai siang hari dapat mengikuti kegiatan posyandu. Untuk ibu yang tidak bekerja atau hanya dirumah saja sebaiknya petugas kesehatan melakukan penyuluhan terhadap keluarga dan suami tentang pentingya imunisasi Hubungan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Cakupan Imuninasi Dasar Dari hasil analisis diketahui bahwa dari 122 responden proporsi kejadian petugas kesehatan tidak memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar tidak lengkap sebanyak 65 . ,3%) lebih besar dibandingkan dengan proporsi kejadian petugas kesehatan memberikan pengarahan atau informasi yang benar dengan cakupan imuninasi dasar lengkap sebanyak 25 . ,8%) responden. Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,010 < . Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap peran petugas kesehatan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 Dari hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Intami & Kurniawan, . 39 responden tentang hubungan peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi, didapat dari 28 responden dengan peran petugas kesehatan baik yang tidak diberikan imunisasi IPV sebanyak 9 responden . ,1%). Sedangkan dari 20 responden dengan peran petugas kesehatan kurang baik didapat 9 responden . ,8%) yang tidak diberikan imunisasi. Dari hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p value 0,015 . <0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara peran petugas kesehatan ibu dengan pemberian imunisasi di Puskesmas Paal Merah II Kota Jamb Menurut Notoatmodjo . dalam (Intami & Kurniawan, 2. , kualitas pelayanan dan sikap petugas merupakan cerminan keberhasilan dalam strategi pelaksanaan imunisasi. Keramahan petugas dalam melayani masyarakat atau pasien merupakan suatu hal yang penting diperhatikan mengingat keramahan modal utama pendekatan dengan masyarakat. Sikap sopan dalam melayani masyarakat juga merupakan suatu motivasi yang diberikan oleh petugas kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak segan-segan mengungkapkan masalah kesehatan yang Petugas kesehatan dapat berupaya memberikan pelayanan dan penjelasan kepada pasien dengan professional guna memberikan pelayanan dan penjelasan kepasa pasien dengan baik. Selain itu dukungan pelayanan petugas kesehatan mempunyai peran yang penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemenuhan kebutuhan imunisasi. Seorang petugas kesehatan memiliki peran sebagai seorang educator atau pendidik (Widaningsih, 2. Dalam hal ini petugas kesehatan berperan membantu pasien dan keluarga dalam meningkatkan tingkat pengetahuan mengenai informasi seputar imunisasi dan kejadian ikutan pasca imunisasi seperti demam, pembengkakan pada area penyuntikan, anak menangis terus menerus, kejang, ruam kulit bahkan diare yang sebaiknya informasi- informasi tersebut didapatkan oleh ibu dan keluarga melalui penyuluhan kesehatan sebagai salah satu bentuk dukungann dari pelayanan kesehatan. Sehingga muncul perubahan perilaku pasien dan keluarga setelah dilakukan Pendidikan kesehatan (Widaningsih, 2. Selain itu juga, petugas kesehatan berperan menjadi tempat konsultasi terhadap suatu masalah atau perilaku Kesehatan (Widaningsih, 2. Asumsi peneliti dalam penelitian ini adalah peran petugas kesehatan di Puskesmas masih kurang aktif, karena kegiatan sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pemberian imunisasi kepada anak bersamaan kegiatan posyandu sehingga banyak masyarakat khususnya para ibu Ae ibu yang paham tentang imunisasi lengkap. Oleh karena itu, diharapkan petugas kesehatan lebih aktif lagi untuk melakukan penyuluhan tentang pentingya Imunisasi kerumah masyarakat secara door to door dengan lebih menyakinkan lagi ke keluarga pentingnya vaksinansi terhadap anak dengan membawa alat peraga dan juga membawa leaflet, serta memasang posterposter di dinding-dinding rumah masyarakat, ataupun pos kamling dan juga memasang spanduk di jalan Aejalan desa, supaya masyarakat membaca dan melihat Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 4 No 1 Januari 2024. E-ISSN: 2774-5244 informasi tentang pentingnya Imunisasi pada anak KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan tentang faktor Ae faktor yang berhubungan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di desa Kota Batu wilayah kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 disimpulkan sebagai berikut: . Ada hubungan yang bermakna terhadap pengetahuan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 dengan A value 0,000. Ada hubungan yang bermakna terhadap pendidikan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 dengan A value 0,001. Ada hubungan yang bermakna terhadap pekerjaan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 dengan A value 0,000. Ada hubungan yang bermakna terhadap peran petugas kesehatan dengan cakupan imuninasi dasar pada anak 0-12 bulan di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023 dengan A value 0,010 DAFTAR PUSTAKA