Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 PADA ASPEK PENILAIAN BAGI GURU-GURU DI SEKOLAH DASAR NO. 2 BUAHAN TABANAN Ni Putu Eni Astuti1. Putu Beny Pradnyana 2. Desak Putu Anom Janawati3 Cok. Istri Agung Wijayanti 4 1,2,3,4 Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali *e-mail: putu. eniastuti@gmail. com1, putubenypradnyana380@gmail. com2, desakjanawati@gmail. cokistri939@yahoo. Abstrak Program Pengabdian Kepada Masyarakat di SD N 2 Buahan Tabanan didasari dari masalah . Guruguru di sekolah mitra belum memahami dengan jelas komponen-komponen perangkat pembelajaran pada aspek penilaian pada kurikulum 2013 . Guru-guru di sekolah mitra belum memahami bentuk-bentuk penilaian khususnya penilaian pengetahuan dan keterampilan pada kurikulum 2013 . Guru-guru di sekolah mitra belum memahami teknik penilaian khususnya penilaian pengetahuan dan keterampilan pada kurikulum 2013. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi, solusi yang dapat diberikan kepada guru-guru SD N 2 Buahan adalah pemberian pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 pada aspek penilaian. Pelatihan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dialami yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap perangkat penilaian dalam kurikulum 2013 di sekolah mitra. Beradasarkan permasalahan tersebut dirasa perlu dilakukan suatu program pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan guru. Pendekatan yang digunakan dalam memecahkan persoalan guru di sekolah mitra adalah pendekatan partisipatif dengan metode pengembangan, mulai dari: . ceramah oleh nara sumber . tanyajawab dan diskusi . kegiatan pelatihan penyusunan perangkat penilaian pengetahuan dan keterampilan pada kurikulum 2013 . mendesain buku panduan pengembangan instrumen penilaian dalam K13 pada masing-masing kelas. Hasil dari pelatihan ini adalah terciptanya buku buku panduan pengembangan instrumen penilaian dalam K13 pada masing-masing kelas dan bertambahnya bahan literasi di sekolah mitra. Kata kunci: penyusunan perangkat penilaian Abstract Community Service Program in SD N 2 Buahan Tabanan is based on problems . Teachers in partner schools have not clearly understood the components of teaching-learning instrument in the assessment aspects of the 2013 curriculum . Teachers in partner schools have not understood the forms of assessment specifically assessment of knowledge and skills in the 2013 curriculum . Teachers in partner schools do not yet understand the assessment techniques, especially the assessment of knowledge and skills in the 2013 curriculum. Based on the identified problems, the solutions that can be given to teachers of SD N 2 Buahan are providing training in the preparation of 2013 curriculum learning instruments in the aspect of assessment. This training aims to overcome the problems experienced because of teacher's lack of understanding of the assessment instrument in the 2013 curriculum in partner schools. Based on these problems, it is necessary to conduct a training program that can improve teacher skills. The approach used in solving the teacher problems in partner schools is a participatory approach with development methods, ranging from: . lectures by experts . discussion session and discussion . ) training activities in the formulation of knowledge and skills assessment instruments in the 2013 curriculum . designing guidance books for developing assessment instruments in K13 in each class. The result of this training is the creation of guidance books for developing assessment instruments in K13 in each class and literacy resources in partner schools will be increased. Keywords: formulation assessment instruments PENDAHULUAN Dalam penelitian ini mengambil lokasi di salah satu SD di kapubaten Tabanan. SD tersebut adalah SD Negeri 2 Buahan yang beralamat di Buahan Tengah. Kecamatan Tabanan, kabupaten Tabanan provinsi Bali. Sebagai sekolah yang sudah terakreditasi maka SD Negeri 2 Buahan sudah melaksanakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dimana dalam KBK ini mencangkup sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Hal ini sejalan dengan amanat UU 20 tahun Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan 35, dimana kompetensi lulusan mencangkup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang disepakati. Inti kurikulum 2013 adalah ada pada upaya penyederhanaan, serta tematik integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap mengahadapi masa depan. Jadi kurikulum 2013 bukanlah sesuatu yang benar-benar baru melainkan penyempurnaan dari kurikulum yang sebelumnya. Penguatan mengenai kurikulum 2013 sudah diberikan melalui pelatihan Aepelatihan yang diselenggarakan oleh dinas setempat. Jadi dalam pelaksanaannya guru-guru sudah intensif dalam menggunakan kurikulum 2013. Pemahaman guru-guru SD Negeri 2 Buahan terlihat ketika mereka melakukan penelitian yang diangkat meneganai masalah di kelas dengan menggunakan RPP dan silabus kurikulum 2013. Selain itu, diadakannya KKG yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan, minat, inovasi dan kreativitas para guru dalam menerapkan kurikulum 2013 dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja profesionalnya. Guru di SD Negeri 2 Buahan dalam pelaksaannya sudah mampu mengelola pembelajaran yang terarah karena begitu bervariasinya pelatihan-pelatihan mengenai kurikulum 2013 yang dapat membuka wawasan guru SD Negeri 2 Buahan dalam meningkatkan profesionalisme secara berkelanjutan. Sebagai sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 (K. SD Negeri 2 Buahan masih mengalami kurang tutasnya pemahaman guru mengenai pelaksanaan kurikulum 2013. Guru di SD Negeri 2 Buahan masih belum tuntas memahami dalam hal penilaian . Mengingat bahwa evaluasi dalam dalam pendidikan meruoakan salah satu komponen yang tak kalah penting dengan proses pembelajaran. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku, peran evaluasi proses pembelajaran dipandang menjadi sangat penting. Evaluasi, merupakan salah satu proses untuk mengumpulkan, menganalisa dan menginterpresentasikan untuk mengetahi tingkat pencapaian pendidik. Salah satu penekanan dalam kurikulum 2013 adalah evaluasi autentik. Dalam kurikulum 2013 mempertegas adanya pergeseran dalam melakukan evaluasi, yakni dari evaluasi tes . engukur kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan hasil saj. , menuju evaluasi autentik . engukur kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasi. Fenomena yang dihadapi oleh guru Ae guru di SD Negeri 2 Buahan, kabupaten Tabanan adalah merasa kesulitan dalam menerapkan standar evaluasi seperti yang sudah ditentukan dalam kurikulum 2013. Guru SD Negeri 2 Buahan mengalami kesulitan dalam mengajar terutama masih merasa kesulitan dalam menerapkan standar kurikulum 2013, baik pada evaluasi kompetensi sikap, evaluasi kompetensi pengetahuan dan evaluasi kompetensi keterampilan. Jika dilihat dari segi penyusunan RPP tidak terjadi masalah. Penyebab yang dialami guru-guru SD Negeri 2 Buahan mengalami kesulitan dalam evaluasi pembelajaran diakibatkan karena evaluasi pembelajaran kurikulum 2013 guru dituntut untuk menginterprestasikan nilai yang ditulis dari kegiatan sampai akhir pembelajaran. Kemungkinan yang lainnya adalah pada saat mengikuti pelatihan kurikulum 2013 lebih banyak penyampaian teori daripada penyampaian materi evaluasi. Perubahan elemen standar isi pada kurikulum 2013 membuat guru yang selama ini menggunakan evaluasi tradisional harus mengubah evaluasinya menjadi evaluasi autentik berdasarkan tuntutan kurikulum. Tuntutan tersebut misalnya adalah evaluasi proses, portofolio dan evaluasi output secara utuh dan menyeluruh. Guru - guru SD 2 Buahan mengalami beberapa ahambatan yakni aspek-aspek penilaian yang masih dijabarkan lagi menjadi unsure-unsur. Misalnya dalam penilaian sikap guru harus mengisi lembar penilaian dan menggunakan teknik penilaian, dalam penilaian guru juga harus melakukan penilaian observasi dan protofolio kegiatan siswa, dan untuk penilaian pengetahuan dilakukan dengan tes maupun non tes. Dengan adanya tiga aspek ini menimbulkan kebingungan tersendiri bagi guru-guru SD Negeri 2 Buahan. Problematika yang dialami oleh guru-guru SD Negeri 2 Buahan bisa terpecahkan apabila guru-guru SD Negeri 2 Buahan bisa memahami evaluasi secara mendalam. Penilaian dalam pembelajaran tidak hanya cukup memahami satu ranah penilaian saja. Untuk mengukur kompetensi siswa ketiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor pada kurikulum 2013 harus dipahamai secara mendalam. Kesiapan guru dan pengetahuan guru tentang bagaimana menilai secara otentik ditantang dalam kurikulum 2013. Teknik penilaian dalam kurikulum 2013 sangatlah kompleks dan holistik. Penilaian ini harus dilakukan guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Evaluasi yang tidak direncanakan dengan baik tentunya akan menghasilkan informasi yang kurang akurat terkait dengan keberhasilan siswa. Oleh karena itu guru-guru di SD Negeri 2 Buahan dalam melakukan evaluasi kurikulum 2013 perlu memperhatikan aspek-aspek evaluasi kurikulum 2013 yang terdiri dari evaluasi sikap . , evaluasi pengetahuan . , dan evaluasi keterampilan . Atas dasar adanya kurang pemahamannya guru-guru SD Negeri 2 Buahan terkait dengan penilaian pembelajaran kurikulum 2013 sehingga akan diadakannya pengabdian kepada masyarakat tentang evaluasi atau penulaian pada kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi yang dilakukan kepada pada guru di SD Negeri 2 Buahan. Tabanan, dapat diidentifikasikan beberapa pokok permasalahan yang dialami oleh guru-guru SD Negeri 2 Buahan dalam proses evaluasi / penilaian kurikulum 2013 yaitu, . Pelatihan kurikulum 2013 kebanyakan mengutarakan teori daripada penyampaian proses evaluasi dalam pembelajaran kurikulum 2013. Untuk memantapkan pelaksanaan kurikulum 2013 pemerintah melakukan pelatihankurikulum 2013 agar implementasi kurikulum 2013 bisa berjalan dengan baik. Namun, kebanyakan pelatihan kurikulum 2013 selama ini hanya bentuknya teori saja. Teori yang disampaikan selama pelatihan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 memerlukan waktu yang banyak sehingga penyampaian materi tentang proses evaluasi / penilaian pembelajaran tidak tuntas karena kekurangan waktu. Hal ini pemahaman guru terkait dengan proses penilaian kurikulum 2013 belum mendalam. Apalagi ditambah dengan penyampaian materi tentang proses penilaian kurikulum setiap orang berbeda-beda pemahamannya. Hal ini membuat guru-guru menjadi bingung dalam memahami proses penilaian pada kurikulum 2013. Kondisi seperti ini sangat memerlukan perhatian yang Belum lagi jika sejumlah pelatihan tidak memberikan sejumlah pencerahan tetapi justru membuat para guru tersebut semakin bingung mengenai proses evaluasi/penilaian kurikulum 2013 yang seharusnya sudah bisa dijalankan dengan baik. Kenyataan menunjukkan pemahaman guru SD Negeri 2 Buahan mengenai proses evaluasi/penilaian kurikulum 2013 masih kurang. Guru masih menggunakan konsep pembelajaran lama yang berbeda dengan konsep kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 menekankan pengembangan kompetensi pengetahua, keterampilan, dan sikap peserta didik secara menyeluruh . Ketiga kompetensi tersebut ditagih dalam rapor dan merupakan penentu kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik sehingga guru wajib mengimplementasikannya dalam pembelajaran dan penilaian. Pada kurikulum sebelumnya mata pelajara tertentu mendukung kompetensi tertentu dan dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri. Tetapi dalm implementasinya guru-guru pada umumnya tidak mengembangkan kompetensi keterampilan dan sikap secara jelas. Kompetensi yang dikembangkan lebih didominasi oleh aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi . engetahuan, keterampilan, sika. dan dirancang terkait satu sama lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti setiap kelas. Minimnya pemahaman guru terhadap konsep pendekatan scientific approach . endekatan ilmia. merupakan pendekatan yang diterapkan pada aplikasi pembelajaran kurikulum 2013. Permendikbud No. 65 Tahun2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandi dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Pendekatan ilmiah atau scientific approach mencangkup komponen diantaranya yaitu: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan dan mencipta komponen-komponen tersebut seharusnya dapat dimunculkan dalam setiap praktek pembelajaran. Semua itu dapat dilaksanakan dengan baik apabila guru sebagai pelaksana memahamik secara penuh tentang pendekatan saintifik. Berdasarkan permasalahan tersebut, telah terjalin komitmen antara penulis dan pihak sekolah untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Adapun kesepakatan yang diperoleh adalah perlu diadakan pelatihan secara intensif untuk melalukan suatu pelatihan kepada guru-guru di sekolah mitra untuk perangkat pemahaman dan keterampilan dalam menyusun penilaian pembelajaran pada kurikulum 2013, agar dapat meningkatkan kualitas Adapun solusi yang bisa diberikan oleh penulis melihat permasalahan yang terjadi adalah sebagai . Melaksanakan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 pada aspek penilaian bagi guru-guru di sekolah dasar no. 2 Buahan Tabanan . Membuat proyek bersama berupa buku panduan teknik penialaian perangkat pembelajaran kurikulum 2013 pada aspek penilaian METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan mempergunakan metode ceramah oleh nara sumber dengan memaparkan materi tentang pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan Permendikbud nomor 22 tahun 2016. Setelah itu dilanjutkan dengan tanyajawab, diskusi sampai peserta memahami materi yang telah disampaikan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan penyusunan perangkat penilaian pengetahuan dan keterampilan pada kurikulum 2013. Secara skematis alur kerja pemecahan masalah dalam kegiatan ini, dapat dijabarkan sebagai berikut : Pemaparan Materi Model Dan Teknik Penilaian Pengetahuan Dalam K13 Pemaparan Materi Model Dan Teknik Penilaian Keterampilan Dalam K13 Tanya Jawab Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 Penyusunan Tes Pengetahuan Dan Keterampilan Pada K13 Oleh Peserta Simulasi Dan Pendampingan Evaluasi Produk Tes Gambar 1. Alur kerja pemecahan masalah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dari tanggal 19 s/d 21 Oktober ini Guru-guru merasa mendapat pengetahuan baru tentang teknik penilaian sikap di dalam kurikulum 2013, yang sebelumnya tidak menggunakan asesmen pembelajaran otentik dalam penilaian sikap. Guru-guru merasa mendapat pengetahuan baru tentang teknik penilaian pengetahuan di dalam kurikulum 2013, yang sebelumnya hanya menggunakan tes pengetahuan saja. Guru-guru merasa mendapat pengetahuan baru tentang teknik penilaian keterampilan di dalam kurikulum 2013, yang sebelumnya tidak menggunakan asesmen pembelajaran otentik dalam penilaian Guru-guru merasa tertantang untuk menyusun instrumen penilaian baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan teknik yang bervariasi, otentik, dan berdasarkan acuan kriteria yang benar. Guru-guru akan menindaklanjuti kegiatan pelatihan ini dengan mulai menggunakan instrument yang sudah disusun pada saat pelatihan untuk digunakan sebagai asesmen otentik dalam pembelajaran. Guru-guru merasa terbantu dengan pemahaman baru tentang teknik penilaian yang didapatkan untuk digunakan sebagai pertanggungjawaban kepada orang tua dan pengawas yang selama ini dirasa belum Pembahasan Guru-guru dalam kenyataannya belum melakukan penilaian sikap yang benar yang diharuskan dalam kurikulum 2013, namun mencantumkan deskripsi sikap pada laporan hasil belajar . sebagai pertanggungjawaban kepada orang tua. Laporan hasil belajar menggunakan aplikasi program raport yang hanya menggunakan deskripsi berdasarkan pada acuan kompetensi dasar yang ada. Dalam kenyataannya, tidak ada penilaian otentik yang mereka lakukan selama proses pembelajaran, sehingga terjadi kesenjangan antara proses dengan penilaian pembelajaran. Hal ini bertentangan dengan karakteristik penilaian yang tidak berkesinambungan, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan terutama kepada orang tua dan tidak mewakili proses yang ada. Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru dapat menggunakan teknik penilaian otentik berupa observasi, penilaian diri, penilaian antarteman, dan jurnal dengan format sederhana yang dapat digunakan khususnya bagi guru yang memiliki keterbatasan dalam pengoprasian komputer khususnya Microsoft Word. Pada aspek pengetahuan, guru-guru hanya menggunakan penilaian berupa tes tulis tanpa menyusun kisi-kisi dan teknik penskoran yang benar. Dengan adanya pelatihan ini guru-guru mampu menyusun instrumen bukan hanya tes tulis, namun tes lisan dan penugasan dengan teknik yang benar. Pada aspek keterampilan, pada kenyataannya guru-guru tidak menggunakan teknik penilaian otentik seperti pada penilaian sikap. Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru mulai memahami bahwa keterampilan siswa dapat diukur dengan produk, proyek, kinerja, dan portofolio. Komposisi keempat teknik penilaian keterampilan ini dapat diatur dalam satu semester dengan mengkaji kompetensi dasar yang teresdia, sehingga guru dapat mendesain dari awal penilaian keterampilan ini. Khususnya dalam penilaian keterampilan, guru juga dapat mengembangkan kreatifitasnya sehingga dapat membantu kelengkapan siswa seperti KK. KTP orang tua, akta Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya Vol. No. Agustus 2021 kelahiran, dan kelengkapan yang lain, sehingga selain portofolio sebagai wadah semua hasil belajar siswa, dapat juga untuk membantu guru terutama wali dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan ini dirasa sangat membantu guru sebagai sebuah jawaban atas keraguan dan kebingungan mereka tentang teknik penilaian dalam kurikulum 2013 baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan Kebingungan ini disebabkan oleh pemberlakuan kurikulum 2013 yang serentak tanpa ada tahapan jenjang kelas yang dijadikan percontohan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan tidak adanya model yang dapat dijadikan acuan dalam pelakasanaan kurikulum 2013. Disamping itu, pelatihan yang dilaksanakan baik dari dinas maupun lembaga terkait seperti LPMP dirasakan oleh guru belum menyentuh sampai ke teknik penilaian yang menyebabkan kebingungan para guru. Guru-guru dapat menindaklanjuti kegiatan pelatihan ini dengan mulai menggunakan instrument yang sudah disusun pada saat pelatihan untuk digunakan sebagai asesmen otentik dalam pembelajaran baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kegiatan ini sangat diterima dengan positif oleh semua guru sehingga untuk kesempatan-kesempatan mendatang, kegiatan semacam ini sangat diharapkan dapat diadakan kembali. Selain itu, untuk kegiatan selanjutnya narasumber diusahakan dari luar pihak kampus yang lebih kompeten sehingga dengan kurikulum yang sering diperbaharui, guru-guru dapat cepat memperoleh informasi terbaru. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak I Made Suardika. Pd. SD beserta guru dan staf pegawai SD No. 2 Buahan yang telah berkontribusi dalam menjalin kerjasama dalam program pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA