26 UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA KARANG JAYA KECAMATAN NAMLEA KABUPATEN BURU PROPINSI MALUKU UNMET NEED IN FERTILE AGE COUPLES IN THE COMMUNITY OF KARANG JAYA VILLAGE. NAMLEA DISTRICT. BURU DISTRICT. MALUKU PROVINCI Tintin Hariyani1*. Siti Asiyah1. Megawati Saleh Umasangaji1 STIKES Karya Husada Kediri Program Studi Sarjana Kebidanan *E-mail: tintinhariyani2@gmail. ABSTRAK Angka unmet need dalam konteks Keluarga Berencana (KB) merujuk pada persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Target angka unmet need di Indonesia adalah 8%. Sedangkan angka unmet need di Indonesia saat ini adalah 11,5%. Tingginya angka unmet need ini di sebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu atau wanita menikah di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Varibel independen yaitu sikap dan dukungan suami. Variabel dependen yaitu kejadian unmet need. Populasi penelitian adalah wanita menikah usia 18-49 tahun sejumlah 463 orang. Besar sampel adalah 54 orang. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan confident interval 95% dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap KB . = 0. , dan dukungan suami . = 0. , dengan kejadian unmet need. Kejadian unmet need di Desa Karang Jaya dipengaruhi oleh sikap dan dukungan suami. Sikap dan dukungan suami yang rendah tentang KB dapat meningkatkan angka unmet need. Saran untuk menurunkan kejadian unmet need maka perlu peningkatan pengetahuan, sikap, dan dukungan dari suami. Kata Kunci: Unmet Need. Sikap. Dukungan Suami ABSTRACT The term unmet need in the context of Family Planning (FP) refers to the percentage of couples of reproductive age (CRA) who wish to delay or stop pregnancy but are not using any contraceptive methods. The target unmet need rate in Indonesia is 8%, while the current rate stands at 11. This high unmet need rate is caused by several factors. This study aims to analyze the factors associated with unmet need among married women in Karang Jaya Village. Namlea District. Buru Regency. Maluku Province. The study employed an associative analytical design. The independent variables were attitude and husbandAos support, while the dependent variable was the occurrence of unmet need. The study population consisted of 463 Hal: 26-31 Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Lingkungan Masyarakat Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku married women aged 18Ae49 years. A total sample of 54 respondents was selected using simple random sampling. The research was conducted from June to July 2024. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence interval and the Odds Ratio (OR) to determine the relationship between variables. The results showed a significant relationship between attitude toward family planning . = 0. and husbandAos support . = 0. with the occurrence of unmet need. The incidence of unmet need in Karang Jaya Village is influenced by attitude and husbandAos support. Poor attitudes and lack of support from husbands regarding family planning can increase the unmet need rate. reduce the occurrence of unmet need, it is recommended to improve knowledge, attitudes, and support from husbands. Keywords: unmet need, attitude, husbandAos support Pendahuluan Indonesia Negara berkembang dengan jumlah penduduk yang terbanyak ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk 278,69 juta jiwa pada pertengahan tahun 2023 (Bureau, 2. Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia rata-rata 1,49% pertahun. Itu artinya, setiap tahunnya akan terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta lebih per tahun dan diperkirakan pada tahun 2035 jumlah penduduk akan mencapai 343,96 Tingginya pertumbuhan penduduk akan membawa dampak bagi penyediaan pangan, lahan pertanian, perumahan dan barang konsumsi lainnya (Suparaty, 2. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan Program Keluarga Berencana (KB). Keberhasilan pemerintah dalam program KB dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat melaksanakan program ini SDKI, 2. Program Keluarga Berencana yang tertuang pada Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009. Keluarga Berencana atau KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kelahiran, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga Undang-undang ini mendukung program KB sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas (Infodatin, 2. Unmet need KB menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah proporsi wanita usia subur berstatus kawin yang tidak ingin menjarangkan kelahiran berikutnya . ngin menunggu dua tahun atau lebih sebelum alat/cara (Sariestya, 2. Tingginya kejadian unmet need KB selain dapat mempengaruhi meningkatnya angka kelahiran atau TFR (Total Fertility Rat. , kejadian unmet need KB juga dapat mempengaruhi meningkatnya kejadian kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan sendiri meliputi kehamilan tidak tepat waktu . istimed pregnanc. dan kehamilan tidak dikehendaki . nwanted pregnanc. Kehamilan tidak diinginkan akan mendorong terjadinya aborsi, sehingga berpengaruh juga terhadap tingginya angka kematian ibu karena aborsi yang tidak aman (Susilaningrum, 2. Persentase unmet need atau kebutuhan KB yang tidak terpenuhi berdasarkan hasil Indikator Kinerja Utama (IKU) BKKBN tahun 2023 di Indonesia masih tinggi, yakni 11,5 persen. Dari target seharusnya yakni 8 Permasalahan unmet need KB dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap dan akses pelayanan. Secara umum unmet need KB juga banyak terjadi pada perempuan yang menghadapi Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 hambatan keuangan, pendidikan, geografis, dan sosial (Anggraeni, 2. Hasil penelitian Afiah et al. , . menunjukkan bahwa perempuan PUS yang tidak mendapat dukungan dari suami dalam ber KB lebih berisiko 10,6 kali menjadi Unmet Need KB dibandingkan perempuan PUS yang mendapat dukungan dari suami untuk ber KB. Perempuan PUS dengan paritas 2 lebih berisiko 2,5 kali menjadi Unmet Need KB dibandingkan perempuan PUS dengan paritas 1 (Afiah, 2. Solusi untuk menurunkan angka kejadian unmet need adalah meningkatkan pendidikan perempuan, edukasi untuk meningkatkan pengetahuan perempuan dan masyarakat, penyediaan kontrasepsi yang bisa diterima oleh masyarakat, mendekatkan penanganan efek samping kontrasepsi, peningkatan dukungan suami dan keluarga. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Sikap dan dukungan suami dengan kejadian Unmet Need pada PUS di lingkungan masyarakat Desa Karang ISSN. Jaya. Kecamatan Namlea. Kabupaten Buru. Propinsi Maluku. Metode Penelitian Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik assosiatif untuk mengethaui hubungan sikap dan dukungan suami dengan kejadian Unmet Need. Penelitian dilaksanakan di desa Karang Jaya kecamatan Namlea kabupaten Buru propinsi Maluku. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah wanita menikah pada kelompok usia 18-49 tahun yang tidak menggunakan kontrasepsi jenis apapun namun Ingin Anak Tunda (IAT) atau Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL) dengan jumah 463 Besar sampel 54 orang yang diambil dengan teknik purposive proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan melakukan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan sebesar 5%. Hasil Penelitian Tabel 1. Sikap Responden Terhadap Kejadian Unmet Need di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku 2024 Berdasarkan hasil tabel tabulasi silang antara sikap tentang KB dan kejadian Unmet Need diperoleh dari 28 responden dengan tingkat sikap negatif sebanyak 11 . responden tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dan 17 . responden tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Untuk 26 responden dengan sikap positif, sebanyak 18 . ,3%) responden tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dan 8 . ,8%) responden tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Berdasarkan hasil ini diperoleh hampir setengah dari responden di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea memiliki sikap positif tentang KB baik dan Hal: 26-31 Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Lingkungan Masyarakat Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi sebesar 33. 3% dari total responden. Dari hasil analisa statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,027 < 0,05 maka terdapat hubungan antara sikap tentang KB dengan kejadian Unmet Need pada ibu/wanita menikah di di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea. Responden dengan sikap negatif berisiko sebesar 0. 286 kali tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dibandingkan dengan responden yang memiliki pengatahun baik sesuai dengan nilai Odds Ratio sebesar 0,286 dengan (CI 95%: 0,093 Ae 0,. Nilai OR menunjukan bahwa sikap tentang KB merupakan faktor protektif terhadap Unmet Need, artinya sikap tentang KB yang positif cenderung 28. 6% akan tidak menggunakan KB karena ingin anak tunda. Tabel 1. Dukungan Suami terhadap kejadian unmet Need di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku 2024 Berdasarkan tabel tabulasi silang antara dukungan suami dan Unmet Need diperoleh dari 30 responden dengan suami tidak mendukung sebanyak 12 . ,2%) responden tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dan 18 . responden tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Untuk 24 responden dengan suami mendukung, sebanyak 17 . ,5%) responden tidak menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dan 7 . ,0%) responden tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Berdasarkan hasil ini didapatkan hampir setengah dari ibu/wanita menikah di di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea memiliki suami yang tidak mendukung dan menggunakan KB karena ingin anak lagiS sebesar 33. 3% dari total Berdasarkan hasil statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,024 < 0,05 maka terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kejadian Unmet Need pada ibu/wanita menikah di di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea. Responden dengan suami yang tidak mendukung berisiko 176 kali tidak menggunakan KB dibandingkan dengan responden yang memiliki suami yang mendukung dengan nilai Odds Ratio sebesar 0. 275 (CI 95%: 0,087 - 0. Nilai OR ini menunjukan dukungan suami merupakan faktor protektif terhadap Unmet Need, artinya suami yang tidak mendukung cenderung 27. 5% akan tidak menggunakan KB karena ingin anak Pembahasan Hubungan sikap terhadap KB dengan kejadian Unmet Need di Desa Karang Jaya. Kec. Namlea pada tahun 2024 Berdasarkan menghasilkan terdapat hubungan antara sikap terhadap KB dengan Unmet Need pada ibu/wanita menikah di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marilia Juvi Gonyalves dkk di Dili. Timor Leste Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 dengan nilai p value sebesar 0. (Goncalves, 2. Hasil penelitian menunjukan adanya persentase yang sama anatara sikap negatif maupun positif terhadap KB, dengan hampir setengah dari ibu/wanita menikah di di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea tidak menggunakan KB bersikap positif tentang KB dan karena tidak ingin anak lagi sebesar 3% dari total responden. Responden yang bersikap negatif menggunakan KB karena tidak ingin anak lagi dibandingkan dengan responden yang memiliki sikap positif sesuai hal ini menunjukan bahwa sikap tentang KB merupakan faktor protektif terhadap Unmet Need, artinya sikap tentang KB yang baik 6%% akan tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Sikap terhadap KB mencakup persepsi individu mengenai manfaat, risiko, serta keyakinan mereka terhadap penggunaan Wanita dengan sikap positif terhadap KB cenderung lebih terbuka untuk menggunakan metode kontrasepsi sebagai upaya pengendalian kelahiran, sementara mereka yang memiliki sikap negatif lebih mungkin menghindari penggunaan KB, meskipun memiliki keinginan untuk menunda atau membatasi kelahiran. Sikap ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman pribadi, pengaruh lingkungan sosial, akses terhadap informasi yang benar, serta keyakinan budaya atau agama. Hubungan dukungan suami dengan kejadian Unmet Need di Desa Karang Jaya. Kec. Namlea pada Berdasarkan hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara dukungan suami dengan Unmet Need pada ibu/wanita menikah di Desa Karang Jaya. Kecamatan Namlea. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurul Hudha Fadhila . yang dilakukan di Kecamatan Padang Barat dengan nilai p-value 0,014. ISSN. Responden dengan suami yang tidak mendukung berisiko sebesar 0. 275 kali tidak menggunakan KB dibandingkan dengan responden yang memiliki suami yang mendukung yang menunjukan bahwa dukkungan suami merupakan faktor protektif terhadap Unmet Need, artinya suami yang tidak mendukungan cenderung 27. 5% akan tidak menggunakan KB karena ingin menunda anak. Dukungan penggunaan KB merupakan faktor penting dalam masyarakat yang memiliki norma tradisional atau patriarki, di mana keputusan penting dalam keluarga sering kali dipengaruhi oleh pihak suami. Ketika suami emosional maupun praktis, terhadap penggunaan KB, maka istri akan merasa lebih didukung dan cenderung lebih terbuka untuk Sebaliknya, ketika suami tidak mendukung atau bahkan menentang penggunaan KB, kemungkinan besar istri akan mengalami Unmet Need, meskipun dia kemungkinan ingin menunda atau membatasi kelahiran. Di Desa Karang Jaya, dukungan suami dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pemahaman suami tentang manfaat KB, nilai-nilai budaya yang dianut, serta persepsi suami tentang kesehatan reproduksi. Suami yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang pentingnya KB dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan, cenderung lebih mendukung penggunaan KB. Dukungan ini bisa berupa memberikan izin untuk KB, mendapatkan akses ke layanan kesehatan, atau sekadar menunjukkan sikap positif terhadap metode perencanaan keluarga. Kesimpulan dan Saran Kejadian Unmet Need pada pasangan responden di lingkungan masyarakat Desa Karang Jaya, kecamatan Namlea 7% untuk PUS yang tidak ingin punya anak dan 46. 3% yang ingin menunda anak Hal: 26-31 Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Lingkungan Masyarakat Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku Setengah dari reponden . ,7%) bersikap negatif dan bersikap positif tentang KB dan memiliki suami yang tidak mendukung istri untuk ber-KB Terdapat hubungan antar sikap tentang KB dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value sebesar 0. 027 dan nilai OR sebesar 0,288. Terdapat hubungan antar dukungan suami tentang KB dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value 024 dan nilai OR 0,275. Untuk menurunkan kejadian unmet need KB dibutuhkan edukasi yang pengetahuan, sikap, dan dukungan suami. Daftar Pustaka