Solikin Evaluasi Pelaksanaan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Peserta Didik Kelas XI AKL SMK Khozinatul Ulum Todanan Solikin kangsolikin@gmail. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora Abstract This study aims to . determine the effectiveness of the implementation of the street vendors program in the Financial Accounting Department at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of the context component. determine the effectiveness of the Implementation of the Street Vendors Program in the Financial Accounting Department at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of the Input component. determine the effectiveness of the Implementation of the Street Vendors Program in the Financial Accounting Department at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of the Process component. determine the effectiveness of the Implementation of the Street Vendors Program in the Financial Accounting Department at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of the Product component. determine the effectiveness of the Implementation of the Street Vendors Program in the Financial Accounting Department at SMK Khozinatul Ulum Todanan on context, input, process, product. The research was conducted at SMK Khozinatul Ulum Todanan. This study uses a quantitative approach and an evaluation research design. The population in this study were students, teachers, and industrial supervisors at SMK Khozinatul Ulum Todanan totaling 240 people. The research sample was determined using a simple random sampling of 151 people. Data was collected using questionnaires and documentation. Data analysis was performed by converting the raw score into a Z score . -scor. followed by a T score and then converted into the Glickman The results showed that the implementation of the Field Work Practice (PKL) program at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of context obtained effective results ( ), in terms of input obtained less effective results (-), in terms of process obtained effective results ( ), in terms of the product obtained effective results ( ). As a whole, a joint evaluation of the implementation of the Field Work Practice (PKL) program at SMK Khozinatul Ulum Todanan in terms of context, input, process, and the product obtained effective results ( ). Keywords: evaluation. field work practice. finance accounting. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk . mengetahui efektivitas Pelaksanaan Program PKL pada Jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan ditinjau dari komponen Context. mengetahui efektivitas Pelaksanaan Program PKL pada Jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan ditinjau dari komponen Input. mengetahui efektivitas Pelaksanaan Program PKL pada Jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan ditinjau dari komponen Proses. mengetahui efektivitas Pelaksanaan Program E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. PKL pada Jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan ditinjau dari komponen Product. mengetahui efektifitas Pelaksanaan Program PKL pada Jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan pada context, input, process, product. Penelitian dilakukan di SMK Khozinatul Ulum Todanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian evaluasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa, guru, dan pembimbing industri di SMK Khozinatul Ulum Todanan berjumlah 240 orang. Sampel penelitian ditetapkan dengan menggunakan teknik simple random sampling adalah 177 orang. Data dikumpulkan dengan mempergunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengubah skor mentah kedalam skor Z . -sko. dilanjutkan ke arah skor T kemudian di konversikan ke dalam kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari context diperoleh hasil efektif ( ),ditinjau dari input diperoleh hasil kurang efektif (-),ditinjau dari process diperoleh hasil efektif ( ), ditinjau dari product diperoleh hasil efektif ( ). Secara keseluruhan evaluasi secara bersama-sama terhadap pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari context, input, process, product diperoleh hasil efektif ( - ). Kata Kunci: evaluasi. praktik kerja lapangan. Akuntansi Keuangan. Pendahuluan Pendidikan merupakan sebuah sistem dimana didalamnya terjadi proses belajar mengajar yang melibatkan siswa dan guru . ditunjukkan dengan adanya transformasi ilmu (Fitriana & Latief, 2. Pendidikan memiliki peranan penting dalam peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan diharapkan mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri dan keterampilan yang dimiliki siswa yang kelak akan berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat sekitar, dan terlebih lagi bermanfaat bagi bangsa dan Negara. Siswa sebagai output dari pendidikan, yang mana merupakan penerus pembangunan bangsa, diharapkan untuk siap menghadapi tantangan masa depan dan mampu bersaing secara positif. Menciptakan tenaga kerja ahli meruapakan salah satu peran utama pendidikan. Joniartawan. Santiyadnya & Indrawan . mengemukakan bahwa dengan adanya perkembangan jaman yang semakin pesat, pendidikan diharpakan mampu menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi, memiliki keahlian dan keterampilan yang baik agar nantinya mampu bersaing secara global. Dengan demikian, diperlukannya peningkatan mutu pendidikan sehingga kompetensi yang dimiliki siswa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan mutu pendidikan dapat memberikan efek terhadap perkembangan sumber daya manusia sehingga terciptanya sumber daya manusia yang handal dalam bidangnya dan profesional. Dalam mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang mumpuni dan profesional dalam bidang yang ditekuni dan siap terjun ke dunia kerja, sekolah kejuruan memegang peranan yang sangat penting (Irianti et al. , 2. Sekolah kejuruan merupakan salah satu penyelenggara pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap kerja, memiliki keterampilan mumpuni sesuai dengan bidangnya dan juga memiliki daya saing tinggi (Kusuma et al. , 2. Siswa yang lulus dari sekolah kejuruan telah dibekali dengan keterampilan-keterampilan tertentu agar IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin nantinya dapat bersaing dengan baik dan secara positif sebagai pekerja di dunia usaha atau dunia industri, maupun dalam mendirikan usahanya sendiri. Dengan demikian, lulusan sekolah kejuruan harus memiliki kesiapan yang matang agar mampu memenangkan persaingan dalam dunia kerja. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki kesiapan kerja yang baik sebelum terjun langsung ke dunia industri agar nantinya mampu memenangkan persaingan (Kusuma et al. , 2. Untuk siap berkecimpung dalam dunia kerja, maka siswa perlu memiliki skill . ecakapan, kemampua. yang baik dan mumpuni sesuai dengan bidang pengetahuan dan wawasan ilmu yang ditekuni. Hal tersebut didapatkan siswa melalui program praktik kerja lapangan (PKL). Program PKL yang ditawarkan merupakan suatu keunggulan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibandingkan sekolah menengah atas (SMA). Menurut Kusuma et al. , program PKL yang merupakan keunggulan SMK mampu membentuk lulusan siap kerja melalui pengalaman praktik secara langsung di dunia industri. Dengan demikian, siswa yang telah merasakan lingkungan kerja sebelum memasuki dunia industri, diharapkan kedepannya memiliki kepercayaan diri yang lebih dan tidak merasa asing dengan lingkungan kerjanya kelak. Siswa yang sudah melaksanakan PKL akan lebih memahami pekerjaan sehingga ia akan memiliki informasi tentang lingkungan pekerjaan yang lebih memadai, dapat menentukan pilihan-pilihan yang lebih tepat, jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki informasi yang cukup memadai. Pelaksanaan PKL melibatkan praktisi ahli yang berpengalaman di bidangnya untuk memperkuat pembelajaran praktik dengan cara pembimbingan (Paturahman et al. Program PKL merupakan program wajib yang harus diikuti siswa sekolah PKL dapat didefinisikan sebagai kegiatan pembelajaran praktik untuk menerapkan, memantapkan, dan meningkatkan kompetensi peserta didik (Paturahman et al. , 2. Program PKL ini merupakan pengembangan softskill yang dibutuhkan pada dunia kerja, dan wajib dilakukan oleh siswa sebagai salah satu syarat mereka untuk dapat lulus dari sekolah kejuruan (Fitriana & Latief, 2. PKL merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pelaksanaan PKL memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan pendalaman keahlian dengan bekerja langsung pada dunia industri yang memfasilitasi suasana dan keadaan sesungguhnya dan relevan dengan kompetensi yang telah di pelajari siswa di sekolah (Kusuma et al. , 2. Sehingga pada akhirnya siswa memperoleh pengalaman dari PKL dan mendapatkan wawasan yang lebih mendalam, untuk nantinya siap bekerja setelah lulus. Sejalan dengan ini. Joniartawan. Santiyadnya & Indrawan, . dan Fitriana & Latief . berpendapat bahwa program PKL merupakan suatu bentuk implementasi secara sistematis antara program pendidikan yang di dapatnya di sekolah dengan penguasaan keahlian pada dunia kerja secara langsung guna mencapai suatu tingkat keahlian tertentu. Tujuan dari adanya pelaksanaan program PKL pada sekolah kejuruan yaitu sebagai program aktualisasi penyelenggaraan model pendidikan sistem ganda antara SMK dan dunia industri (DI), dimana siswa mengikuti program pendidikan di sekolah dan mengikuti program penguasaan keahilan di dunia industri (DI) (Hikmat et al. , 2. Selain itu, pelaksaan program PKL pada sekolah kejuruan bertujuan untuk memilah kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa yang dapat dilaksanakan di sekolah dan yang dapat dilaksanakan di dunia industri, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Berikutnya, program PKL diharapkan mampu memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta didik, sehingga nantinya peserta didik mampu bekerja dengan melihat E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. proses dan hasil kerja. Terakhir, program PKL bertujuan untuk menyiapkan siswa untuk memiliki etos kerja yang tinggi yang siap memasuki dunia kerja, dan mampu bersaing secara positif secara global (Artika, 2. Fitriana & Latief . juga menambahkan bahwa PKL memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung . untuk menanamkan sikap kerja yang positif yang berorientasi pada proses dan hasil kerja, dan juga memberikan bekal berupa etos kerja yang tinggi kepada siswa, sehingga mereka siap untuk masuk ke dunia kerja dan menghadapi tuntutan Sementara itu. Joniartawan. Santiyadnya & Indrawan . mengemukakan bahwa tujuan dari pelaksanaan program PKL ini adalah untuk meningkatkan kualitas keahlian dan keterampilan siswa agar nantinya pada saat lulus, siswa sudah memliki keterampilan dan keahlian yang mumpuni dan bermutu tinggi sehingga mampu bersaing dalam perkembangan jaman. Suartika et al. menambahkan tujuan dari pelaksanaan praktik kerja lapangan yaitu memberikan kesempatan kepada siswa di sekolah menengah kejuruan untuk mendalami dan merasakan bagaimana situasi dan kondisi di dunia kerja sesuai dengan program studi SMK Khozinatul Ulum Todanan merupakan salah satu sekolah kejuruan yang berlokasi di Blora, yang hingga saat ini terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dari lulusannya dengan cara meningkatkan kesiapan kerja siswa dengan kompetensi yang tinggi di bidang yang ditekuni, dan siap untuk bersaing secara global. SMK Khozinatul Ulum Todanan memiliki lima pilihan kompetensi keahlian, salah satunya adalah kompetensi keahlian Akuntansi Keuangan. Pada program keahlian Akuntansi Keuangan ini, peserta didik diberikan keterampilan dan pengetahuan mengenai pengolahan, penyajian, dan pelayanan makanan dan minuman. Kemudian, untuk membantu siswa dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajarinya, maka siswa wajib mengikuti program PKL di perkantoran. Berdasarkan obervasi yang telah dilakukan, pelaksanaan program PKL di SMK Khozinatul Ulum Todanan belum optimal dan masih mengalami berbagai kendala. Sebagian siswa yang mengikuti program PKL merasa bahwa dirinya masih kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Banyak pula siswa yang belum memahami dengan baik job description mereka, sehingga mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik. Selain itu, tidak jarang siswa mengalami shock ketika mereka mengikuti program PKL sehingga cenderung melakukan kesalahan. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Kemudian, pihak penyelenggara program PKL masih menemui kesulitan dalam mencari tempat PKL karena banyak tempat industri yang menolak untuk bekerjasama lantaran kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki siswa dengan kebutuhan dari pihak Pada saat pelaksanaan program PKL, tidak jarang peserta PKL mengalami ketidak cocokan antara bidang keahlian yang dimiliki dengan pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, siswa juga kerap kali mengalami kebingungan dalam penggunaan fasilitas yang disedikan pihak industri, karena perbedaan sarana dan prasarana yang disedikan sekolah dan pihak perusahaan berbeda Permasalah yang ditemui di SMK Khozinatul Ulum Todanan juga serupa seperti yang diungkapkan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Kusuma et al. dalam penelitiannya menemukan bahwa siswa masih merasa canggung terhadap lingkungan kerjanya dikarenakan pada saat pelaksanaan PKL tidak semua siswa mendapatkan tempat PKL yang sesuai dengan bidang keahlian yang Dalam pelaksanaan program PKL, seringkali ditemukan siswa yang sedang mengikuti program PKL tidak diperkenankan untuk melakukan pekerjaan yang IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin seharusnya sesuai dengan bidang keahliannya (Paturahman et al. , 2. Hal ini terjadi berkaitan dengan alasan sesitivitas dan kode etik perushaan. Paturahman et al. juga menambahkan bahwa siswa seringkali ditempatkan pada tempat-tempat yang tidak berkaitan dengan bidang keahlian mereka. Dengan demikian, timbulah tumpang tindih . saat praktik kerja lapangan dengan antara Akuntansi Keuangan dan F&B service . ood and beverage servic. di restaurant. Pelaksanaan PKL dibutuhkan untuk memantapkan kompetensi siswa. Kompetensi siswa sendiri sebenarnya sudah dibentuk pada saat di sekolah tetapi sekolah belum cukup untuk memberikan kompetensi (Iriani & Soeharto, 2. Pembelajaran di sekolah masih memiliki keterbatasan baik sarana maupun prasarana. Peralatan praktik di sekolah belum lengkap dan masih kurang sehingga perlu pembelajaran di industri. Selain itu, di sekolah siswa hanya mempelajari teknik-teknik saja tetapi di industri siswa membuat makanan untuk disajikan kepada tamu. Dengan demikian siswa akan membuat makanan sesuai dengan standar industri khususnya hotel. Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung kesiapan siswa untuk mengikuti program PKL. Namun, banyak sekolah kejuruan yang memiliki keterbatasan dalam ketersediaan sarana dan prasana yang dapat mendukung siswanya. Kusuma et al. mengatakan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah masih belum menyerupai kondisi di industri, sehingga banyak siswa sekolah kejuruan yang merasa bingung dan terkejut saat terjun langsung di dunia industri dalam program PKL. Kusuma et al. menambahkan bahwa keberhasilan suatu program PKL tidaklah hanya ditentukan oleh siswa, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan perencanaan program, kompetensi materi yang telah dipetakan sebelumnya, kesiapan program jurusan, dan juga kesiapan guru pembimbing. Selanjutnya Kusuma et al. juga menyatakan bahwa saat ini pendidikan kejuruan masih menghadapi kendala kesepadanan kualitatif dan kuantitatif. Kesepadanan kualitatif yang dimaksud adalah terjadinya kesenjangan antara lulusan SMK dengan kompetensi yang diharapkan oleh dunia industri. Perkembangan di teknologi dan dunia industri yang sangat pesat menyebabkan semakin tinggu tuntutan yang diberikan oleh pihak industri, namun kompetensi yang dimiliki siswa belum mampu mencapai tuntutan tersebut. Disisi lain, pendidikan kejuruan juga mengalami kesenjangan kuantitatif. Hal ini berkaitan dengan jumlah lapangan pekerjaan. Banyaknya lulusan yang mencari kerja, tidak sepadan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Permasalahan-permasalahan yang dialami siswa ini dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan dari pelaksanaan program PKL, yang mana hal ini berdampak pada ketidaksiapan siswa untuk masuk kedunia kerja, karena siswa tidak dapat menguasai standar kompetensi secara baik. Dengan demikian, perlu diadakannya evaluasi program pelaksanaan PKL, agar kemudian dapat dilakukan pengambilan keputusan mengenai program PKL kedepannya di SMK Khozinatul Ulum Todanan. Evaluasi program merupakan evaluasi dengan tujuan untuk menilai efektivitas dalam bidang pendidikan dengan cara mengklasifikasikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data dan informasi tersebut dalam bentuk skor atau nilai yang telah ditentukan sehingga dapat digunakan sebagai bahan masukan dan rekomendasi untuk menentukan kebijakan bagi para pengambil keputusan (Paturahman et al. , 2. Arikunto & Jabar . ) mengungkapkan bahwa evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Arikunto & Jabar mengungkapkan bahwa evaluasi program adalah proses untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan telah terealisasikan dan kemudian menyediakan informasi E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. untuk disampaikan kepada pengambil keputusan. Khasanah et al. menambahkan bahwa evaluasi program adalah suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan suatu objek yang dilakukan secara terencana, sistematik dengan arah dan tujuan yang jelas. Dengan demikian, pelaksanaan evaluasi program dipilih sebagai solusi dalam peningkatan kualitas PKL siswa di SMK Khozinatul Ulum Todanan guna melihat efektivitas dari pelaksanaan program, yang juga berkaitan dengan perencanaan pelaksanaan program Sehingga, untuk kedepannya didapatkan informasi mengenai unsur pelaksanaan program PKL yang belum terlaksana dengan baik untuk kemudian mencari solusi dan juga mempertahankan unsur program yang dapat meningkatkan efektivitas program PKL sehingga pelaksanaanya dapat mencapai tujuan dari pelaksanaan program. Dalam pelaksanaan evaluasi program pada penelitian saat ini digunakan model evaluasi CIPP oleh Stufflebeam, yang menitikberatkan pada empat komponen, yaitu context evaluation . enilaian kontek. , input evaluation . enilaian tentang masuka. , process evaluation . enilaian tentang prose. dan product evaluation . enilaian tentang product/hasi. Peneliti menggunakan model evaluasi CIPP karena model evaluasi CIPP ini menjelaskan tahap demi tahap setiap proses program PKL, baik dari awal program PKL dilaksanakan sampai hasil dari program PKL yang dijelasakan secara terperinci. Juri et al. telah melakukan penelitian dengan menggunakan model evaluasi CIPP karena model evaluasi ini mempermudah peneliti untuk mendapatkan hasil mengenai pelaksanaan suatu program dengan hasil penelitian yang lebih rinci. Sejalan dengan ini. Batubara . mengemukakan bahwa model evaluasi CIPP dapat memberikan rincian secara detail terkait pelaksanaan PKL ditinjau dari siswa, guru pembimbing, sarana prasarana, sumber dana/pembiayaan, tata tertib, dan kurikulum/relevansi program. Sehingga mempermudah peneliti untuk mengetahui efektivitas program. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program yang berdasarkan pada analisis pendekatan evaluasi program yang fokus pada tahapan dan proses pelaksanaan suatu Penelitian ini menggunakan evaluasi program model CIPP . ontext, input, process, dan produc. untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan program praktik kerja lapangan. Penelitian ini di SMK Khozinatul Ulum Todanan. Program yang akan dievaluasi adalah program keahlian Akuntansi Keuangan. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa, guru, dan pembimbing industri di SMK Khozinatul Ulum Todanan berjumlah 240 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Menurut Agung & Koyan . , probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi Sampel penelitian ditetapkan dengan menggunakan teknik simple random sampling adalah 151 orang. Data dikumpulkan dengan mempergunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengubah skor mentah kedalam skor Z . -sko. dilanjutkan ke arah skor T kemudian di konversikan ke dalam kuadran Glickman Hasil dan Pembahasan Hasil Data terkait variabel Context. Input. Process dan Product pada penelitian ini diperoleh dari pendistibusian kuesioner kepada siswa yang mengikuti program PKL, guru IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin pembimbing program PKL, dan juga pembimbing PKL di Dunia Industri. Pembagian kuesioner ini berkaitan dengan pelaksanaan program PKL kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan. Setelah data dari kuesioner tekumpul, kemudian dilakukan analisis data terhadap masing-masing variable. Untuk mendapatkan gambaran mengenai krakeristik distribusi skor dari masing-masing variabel, berikut disajikan skor tertinggi, skor terendah, nilai rerata, simpangan baku, median, modus, histogram, dan kategorisasi masing-masing variabel untuk hasil kuesioner siswa, guru, dan pembimbing industri. Untuk memudahkan deskripsi masing- masing variabel, disajikan rangkuman statistik deskriptif seperti ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Rangkuman statistik deskriptif Variabel Context. Input. Process. Product kuesioner siswa, guru, dan pembimbing industri Siswa Guru Pembimbing Pembimbing DUDI 177 177 177 177 46a 32a 36a Mean Median Mode Std. Deviation 6. Variance Range Minimum 29 Maximum 60 Sum 1652 1704 2109 1414 1371 1370 1831 1069 Dalam analisis data mengenai tingkat efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan, selain dilakukan analisis deskriptif kuantitatif univariat/kriteria ideal teoritik juga menggunakan analisis skor-T seperti disajikan pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Rekapitulasi Kuisioner Context. Input. Proses. Dan Product No. Variabel F( ) Context Input Proses Product Hasil Frekuensi F(-) Hasil Keterangan Positif Negatif Positif Positif Efektif Berdasarkan Tabel 2 di atas tampak bahwa variabel context ( ) > (-) sehingga menghasilkan . , untuk variabel input ( ) < (-) sehingga menghasilkan . , untuk variabel process ( ) > ( ) sehingga menghasilkan . , dan untuk variabel product ( ) > (-) sehingga menghasilkan . Jadi secara keseluruhan menghasilkan ( - ). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari product tergolong efektif. Sekolah Menengah Atas (SMK) memiliki peranan penting guna E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang mumpuni dan profesional dalam bidang yang siswa tekuni. Sekolah kejuruan merupakan salah satu penyelenggara pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap kerja, memiliki keterampilan mumpuni 2 sesuai dengan bidangnya dan juga memiliki daya saing tinggi (Kusuma et al. , 2. Siswa yang lulus dari sekolah kejuruan telah dibekali dengan keterampilan-keterampilan tertentu agar nantinya dapat bersaing dengan baik dan secara positif sebagai pekerja di dunia usaha atau dunia industri, maupun dalam mendirikan usahanya sendiri. Untuk siap berkecimpung dalam dunia kerja, maka siswa perlu memiliki skill . ecakapan, kemampua. yang baik dan mumpuni sesuai dengan bidang pengetahuan dan wawasan ilmu yang ditekuni. Hal tersebut didapatkan siswa melalui program praktik kerja lapangan (PKL). Program PKL yang ditawarkan merupakan suatu keunggulan sekolah menengah kejuruan (SMK) dibandingkan sekolah menengah atas (SMA). Menurut Kusuma et al. , program PKL yang merupakan keunggulan SMK mampu membentuk lulusan siap kerja melalui pengalaman praktik secara langsung di dunia industri. Dengan demikian, siswa yang telah merasakan lingkungan kerja sebelum memasuki dunia industri, diharapkan kedepannya memiliki kepercayaan diri yang lebih dan tidak merasa asing dengan lingkungan kerjanya kelak. Untuk masing-masing variabel akan di jabarkan sebagai berikut. Evaluasi Varibel Context pada Pelaksanaan Program PKL Efektivitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan sudah didukung oleh variabel context. Hal ini dapat dilihat dari respon yang diberikan oleh sampel penelitian, dimana dari total 12 pernyataan yang diberikan pada siswa 7 pernyataan mendapatkan respon positif dan 5 pernyataan mendapatkan respon negatif. Kemudian, dari 9 total pernyataan yang diberikan pada guru pembimbing, 7 pernyataan mendapat respon positif dan 2 pernyataan mendapatkan respon negatif. Selanjutnya, 9 pernyataan diberikan pada pembimbing DUDI, 6 pernyataan mendapatkan respon postif dan 3 pernyataan mendapatkan respon negatif. Secara keseluruhan, untuk variabel context dapat dinyatakan berada pada kategori positif atau efektif. Hasil analisis ini menggambarkan bahwa siswa, guru, dan juga pembimbing DUDI telah memhami tujuan dari pelaksanaan program PKL. Tujuan pelaksanaan program PKL yaitu mempraktikkan ilmu yang di dapat disekolah secara teori dengan melakukan praktik secara langsung di dunia usaha dengan kompetensi yang dimiliki siswa. Baik siswa, guru, dan juga pembimbing DUDI menyadari bahwa program PKL dapat meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan keterampilan dalam bekerja. Hal ini bersinergi dengan pernyataan oleh Kusuma et al. mengenai tujuan pelaksanaan PKL adalah memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara langsung atau learning by doing pada situasi kerja yang sesungguhnya sesuai dengan program keahilan siswa. Pelaksanaan PKL dilakukan berdasarkan MoU antara sekolah dengan dunia Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa telah diberikan keterampilan yang cukup sebelum mereka diterjunkan langsung ke dunia kerja. Pada saat di dunia industri, siswa diberikan kesempatan untuk melakukan pekerjaan layaknya pegawai yang telah bekerja di dunia industri sehingga dapat membantu siswa dalam meningkatkan keahlian Pekerjaan yang diberikanpun telah sesuai dengan apa yang diajarakan sebelumnya disekolah. Hal ini didukung oleh pernyataan Paturahman et al. yang menyatakan bahwa sebelum siswa mengikuti program PKL, siswa telah dibekali terlebih dahulu dengan pembelajaran yang telah disesuaikan dengan program keahlian yang ada IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin pada bidang industri dan juga dilakukan disekolah. Hal ini sejalan dengan argumen yang diberikan oleh Fitriana & Latief . yang mengemukakan bahwa PKL merupakan implementasi pendidikan disekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu sehingga terjadi sinkronisasi yang sistematis antara sekolah dengan dunia industri. Hal ini berkaitan dengan penerapan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai wujud dari sistem atau konsep link and match. Supadi . mendukung pernyataan tersebut dimana kebijakan yang dibuat oleh pihak sekolah dan pihak indutrsi haruslah berkaitan dan sepadan. Sekolah akan membekali siswa dengan materi pendidikan umum . , pengetahuan dasar . , serta teori dan keterampilan dasar kejuruan . (Kusuma et al. , 2019. Mahfud, 2016. Ramayanti, 2. Selanjutnya dunia usaha/dunia industri diharapkan dapat membantu dalam menyediakan tempat bagi siswa untuk melaksanakan praktik kerja dan bertanggung jawab terhadap peningkatan keahlian profesi melalui program khusus yang dinamakan praktik kerja lapangan (PKL). Program PKL tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada sinkronisasi antara pihak sekolah, pihak industri dan siswa. Sekolah diwajibkan untuk minimal memilki beberapa jenis peralatan, bahan praktik, perabot, dan peralatan penunjang praktik baik untuk praktik dasar maupun praktik keahlian. Sehingga, nantinya apa yang telah diajarkan sekolah sesuai dengan apa yang dunia indutsri inginkan. Namun, pada pernyataan terkait fasilitas, hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dan pembimbing DUDI memberikan respon negatif, yang mana berarti fasilitas sekolah dinilai belum sepenuhnya mendukung, seperti ada beberapa fasilitas yang ada di dunia industri yang belum dikenal oleh siswa dikarenakan belum adanya fasilitas tersebut di sekolah. Hal ini didukung oleh Kusuma et al. yang mana dalam peningkatan mutu keluaran sekolah yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja, maka dibutuhkan fasilitas pendukung yang memadai, yaitu berupa sarana dan prasarana milik sekolah yang dapat menunjang peningkatan keterampilan siswa. Evaluasi Varibel Input pada Pelaksanaan Program PKL Efektivitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan belum didukung sepenuhnya oleh variabel input. Hal ini dapat dilihat dari respon yang diberikan oleh sampel penelitian, dimana dari total 12 pernyataan yang diberikan pada siswa, 5 pernyataan mendapatkan respon positif dan 7 pernyataan mendapatkan respon negatif. Kemudian, dari 9 total pernyataan yang diberikan pada guru pembimbing, 4 pernyataan mendapat respon positif dan 5 pernyataan mendapatkan respon negatif. Selanjutnya, 9 pernyataan diberikan pada pembimbing DUDI, 3 pernyataan mendapatkan respon postif dan 6 pernyataan mendapatkan respon negatif. Secara keseluruhan, untuk variabel input dapat dinyatakan berada pada kategori negatif atau kurang efektif. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri saat terjun langsung di dunia industri dan juga mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan aturan dan budaya di tempat mereka melaksanakan PKL. Perbedaan budaya dan aturan yang terjadi pada dunia kerja dan pada saat melakukan praktik di sekolah, membuat siswa merasa kaget pada saat mereka terjun langsung di dunia kerja. Dimana, pada saat di dunia industri, siswa harus berpacu dengan waktu yang lebih sempit dari waktu yang diberikan sekolah untuk melakukan Namun demikian, setelah melaksanakan program PKL ini, siswa akan memiliki etos kerja yang lebih tinggi, yang seusai dengan keinginan dunia industri. Hal ini sejalan E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Supadi . , yang menyatakan bahwa pembentukan karakter di dunia industri selama siswa mengikuti program PKL menyebabkan siswa menjadi lebih mudah diatur, lebih disiplin karena sikapnya telah dibentuk yang disesuaikan dengan ciri khas perusahaan tempat mereka menajalankan program PKL. Sehingga, mutu tamatanya memiliki bekal untuk kepentingan dunia Banyaknya siswa yang merasa belum siap diawal pelaksanaan program PKL menunjukkan masih kurangnya pembekalan yang diberikan. Sehingga, guru dan pembimbing DUDI diharapkan dapat memberikan pembekalan yang lebih maksimal bagi siswa, seperti orientasi mengenai aturan dan budaya kerja di DUDI, agar siswa memiliki bayangan dan juga mempersiapkan mereka menghadapi PKL. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dibderikan oleh Ramayanti . dimana sekolah harus memberikan pembekalan terlebih dahulu sebelum siswa dilepas untuk mengikuti PKL agar mereka memiliki gambaran tentang dunia industri. Beberapa siswa menyebutkan bahwa tingkat kesulitan bekerja di industri lebih tinggi dibandingkan dengan disekolah. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa dengan aturan dan budaya kerja di dunia industri. Namun, siswa harus menyadari bahwa hal tersebut merupakan prosess bagi siswa untuk dapat memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri kelak. Hal ini didukung oleh Supadi . yang menyatakan bahwa pada program PKL, pekerjaan akan terasa berat karena kemungkinan siswa belum siap sepenuhnya, dan juga ada perbedaan yang siswa rasakan antara apa yang mereka dapatkan di sekolah dan juga di dunia industri. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki kesiapan kerja kedepannya, dan pihak industri dapat mengenal bagaimana kualitas siswa sekaligus membentuk sikap siswa agar sesuai dengan ciri, aturan, dan budaya kerja di perusahaan. Evaluasi Varibel Process pada Pelaksanaan Program PKL Efektivitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan sudah didukung sepenuhnya oleh variabel process. Hal ini dapat dilihat dari respon yang diberikan oleh sampel penelitian, dimana dari total 12 pernyataan yang diberikan pada siswa, 8 pernyataan mendapatkan respon positif dan 4 pernyataan mendapatkan respon negatif. Kemudian, dari 12 total pernyataan yang diberikan pada guru pembimbing, 9 pernyataan mendapat respon positif dan 3 pernyataan mendapatkan respon negatif. Selanjutnya, 13 pernyataan diberikan pada pembimbing DUDI, 10 pernyataan mendapatkan respon postif dan 3 pernyataan mendapatkan respon negatif. Secara keseluruhan, untuk variabel process dapat dinyatakan berada pada kategori positif atau efektif. Pelaksanaan PKL tidak terlepas dari dorongan guru pembimbing dan juga pembimbing DUDI. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada saat pelaksanaan PKL, bahwa monitoring dan pembimbingan PKL sudah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner yang menyatakan bahwa guru pembimbing terus mendorong siswa agar aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan program PKL. Selain itu, guru melakukan monitoring secara berkala pada siswa yang mengikuti PKL. Hal ini tentu saja bersinergi dengan pembimbing PKL siswa di dunia industri. Pembimbing insdustri mengarahkan siswa untuk memiliki sikap kerja yang profesional dan memberikan pengarahan setiap pagi terkait cara kerja yang tepat selama siswa mengikuti program PKL. Pelaksanaan monitoring dan juga bimbingan merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan program PKL. Dengan demikian, permasalahan dan hambatan pelaksanaan program dapat diminimalisir. Hal ini sejalan dengan pendapat yang diberikan oleh Joniartawan. Santiyadnya & Indrawan . yang menyatakan bahwa dalam IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin pelaksanaan PKL ini peranan guru dan juga pembimbing sangat dibutuhkan, agar dapat membantu siswa meminimalisir kesulitan atau masalah. Sehingga, nantinya siswa dapat lebih termotivasi dalam mengikuti program PKL, dan juga membantu siswa untuk nantinya membuat suatu laporan yang terperinci dari apa saja yang mereka kerjakan selama praktik kerja lapangan Selama pelaksanaan program PKL, siswa diberikan kesempatan seluas- luasnya untuk terlibat pada proses kerja di industri. Siswa diberikan kesempatan untuk merasakan secara langsung seperti apa bekerja di industri sesuai dengan bidang keahilan mereka. Tidak hanya itu, siswa juga dituntut untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungan tempat mereka melaksanakan program PKL, seperti berkumpul dengan para senior dan menjalin komunikasi yang baik dengan para senior. Hal ini tentunya sangat baik bagi siswa, sehingga mereka dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki sekaligus dapat merasakan pengalaman bekerja dengan situasi kerja yang nyata. Hal ini didukung oleh Ramayanti, . , yang menyatakan bahwa pelaksanaan program PKL memberikan kesempatan pada siswa untuk melatih keterampilan-keterampilan manajemen dalam situasi lapangan yang aktual yang seseuai dengan kebutuhan dunia kerja nyata. Selain itu, pelaksanaan PKL ini memberikan pengalaman-pengalaman praktis kepada siswa sehingga hasil pelatihan bertambah kaya dan luas sesuai dengan bidang keahlian mereka masing- masing. Terlebih lagi, dengan siswa belajar secara langsung, siswa dapat berlatih untuk memecahkan berbagai masalah manajemen di lapangan dengan mendayagunakan kemampuannya. Sehingga, nantinya siswa memiliki kesiapan yang sangat baik untuk bekerja di dunia industry. Evaluasi Varibel Product pada Pelaksanaan Program PKL Efektivitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik kelas XI jurusan Akuntansi Keuangan di SMK Khozinatul Ulum Todanan sudah didukung sepenuhnya oleh variabel product. Hal ini dapat dilihat dari respon yang diberikan oleh sampel penelitian, dimana dari total 8 pernyataan yang diberikan pada siswa, 5 pernyataan mendapatkan respon positif dan 3 pernyataan mendapatkan respon Kemudian, dari 8 total pernyataan yang diberikan pada guru pembimbing, 5 pernyataan mendapat respon positif dan 3 pernyataan mendapatkan respon negatif. Selanjutnya, 7 pernyataan diberikan pada pembimbing DUDI, 4 pernyataan mendapatkan respon postif dan 3 pernyataan mendapatkan respon negatif. Secara keseluruhan, untuk variabel process dapat dinyatakan berada pada kategori positif atau Hal ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelaksanaan program PKL, siswa menunjukkan peningkatan kompetensi yang dimiliki. Setelah kembali dari mengikuti program PKL, terjadi perubahan sikap dan tingkah laku, terlebih lagi kompetensi. Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan kompetensi tambahan, yang sebelumnya tidak mereka dapatkan di sekolah. Hal ini didukung oleh Supadi . yang menyatakan bahwa setelah lulus siswa akan memiliki keahlian professional sebagai bekal untuk mengembangkan dirinya dan juga menambah rasa percaya diri tamatan karena mempunyai keahlian professional melalui praktik kerja lapangan (PKL) karena tentunya mereka akan mendapatkan yang mereka tidak dapatkan disekolah. Pelaksaan PKL ini tentunya membuat siswa lebih kompeten dibidang yang mereka tekuni. Siswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan aturan dan budaya yang ada pada perusahaan agar nantinya mereka siap untuk bekerja pada dunia industri setelah tamat sekolah. Tidak hanya itu, keberhasilan program PKL ini merupakan bentuk dari keberhasilan pelaksanaan pendidikan sistem ganda dan terwujudnya kebijakan link and match antara sekolah dengan dunia industri. Hal ini didukung oleh Kusuma et al. yang menyebutkan bahwa praktik kerja lapangan sebagai bagian E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 5. No. November 2022, pp. Evaluasi Pelaksanaan Program A. integral dalam program pendidikan sistem ganda (PSG) sangat perlu dan wajib dilaksanakan karena dapat memberikan beberapa manfaat bagi siswa untuk memperoleh pengalaman di dunia kerja dan menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa, siswa dapat melatih dan menunjang skill yang telah dipelajari di sekolah untuk diterapkan di tempat praktek kerja lapangan tersebut, dapat menghayati dan mengenal lingkungan kerja sehingga siswa siap kerja di dunia usaha maupun dunia industri setelah lulus SMK. Siswa yang sudah melaksanakan PKL akan lebih memahami pekerjaan sehingga ia akan memiliki informasi tentang lingkungan pekerjaan yang lebih memadai, dapat menentukan pilihan-pilihan yang lebih tepat, jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki informasi yang cukup memadai (Fitriana & Latief, 2. Joniartawan. Santiyadnya & Indrawan . menyebutkan bahwa manfaat praktik kerja lapangan antara lain menambah wawasan pada mahasiswa, membina hubungan kerja sama yang baik antara pihak kampus dengan perusahaan atau lembaga instansi lainnya, mendapatkan pengalaman untuk bekal pada saat bekerja nantinya, dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara pihak sekolah dengan pihak Evaluasi Varibel Context. Input. Process dan Product pada Pelaksanaan Program PKL Secara keseluruhan evaluasi variable context, input, process, dan product pada pelaksanaan program PKL di SMK Khozinatul Ulum Todanan tergolong efektif ( - ). Ditinjau dari masing-masing variabel dalam mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program PKL, menghasilkan temuan bahwa variabel context ditemukan pada kategori efektif ( ), variabel input berada pada kategori kurang efektif (-), variabel proses tergolong efektif ( ), dan variabel product pada kategori efektif ( ). Menurut Glickman Agung & Koyan . efektifitas pelaksanaan suatu program digolongkan menjadi empat kategori yaitu: sangat efektif, efektif, kurang efektif, dan sangat kurang efektif, dan hasil dari evaluasi pelaksamaam program PKL di SMK Khozinatul Ulum Todanan termasuk pada kategori efektif yang ditunjukkan pada kuadran II, bila analisis hasil evaluasi terhadap komponenconteks, input, process, product menunjukkan satu dari komponen tersebut negative, ( -), ( - ), ( - ), (- ). Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program PKL di SMK Khozinatul Ulum Todanan, yaitu: . Banyak siswa yang mengalami kendala atau hambatan selama pelaksanaan program PKL seperti lokasi PKL yang berjarak jauh dengan rumah siswa, sehingga mereka memerlukan waktu yang lebih lama, . Beberapa siswa terkesan belum siap mengikuti program PKL karena menunjukkan kebingungan dan susah untuk beradaptasi, . Pembimbing DUDI belum sepenuhnya siap untuk membimbing siswa dalam mengikuti program PKL, . Pelaksanaan monitoring sudah baik, namun masih mengalami kendala waktu dalam pelaksanaannya dikarenakan banyaknya jumlah siswa yang mengikuti program PKL, . Pihak sekolah mengalami kendala dalam menemukan tempat yang tepat bagi siswa untuk mengikuti program PKL. Berdasarkan kendala-kendala yang telah dijabarkan diatas, maka terdapat beberapa solusi yang dapat dilaksanakan, yaitu: . menambahkan materi pembekalan agar siswa lebih siap dalam mengikuti program PKL, terutama mengenai aturan dan budaya kerja di dunia industri, dengan mendatangkan supervisor restaurant atau hotel sebagai narasumber pembekalan, . melakukan sinkronisasi dengan pihak industri agar mereka membimbing siswa selama pelaksanaan program PKL, . menyamakan persepsi dengan pihak industri terkait kompetensi apa yang mereka butuhkan agar sekolah dapat IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Solikin menyesuaikan kompetensi siswa, . menambah kerja sama dengan pihak-pihak industri dan meyakinkan mereka bahwa siswa dapat diandalkan dalam proses bekerja, . mengusahakan agar guru-guru Akuntansi Keuangan mengikuti kegiatan Program Guru Training, dimana guru meningkatan kompetensi dengan cara mengikuti pelatihan di restaurant agar mendapatkan ilmu tambahan yang up to date yang kemudian dapat mereka bagikan ke siswa. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari context diperoleh hasil efektif ( ), . Efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari input diperoleh hasil kurang efektif (-), . Efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari process diperoleh hasil efektif ( ),. Efektifitas pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari product diperoleh hasil efektif ( ), . Hasil evaluasi secara bersama-sama terhadap pelaksanaan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Khozinatul Ulum Todanan yang ditinjau dari context, input, process, product diperoleh hasil efektif ( ). Daftar Pustaka