Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA. DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENDUDUK MISKIN DI JAWA TIMUR PERIODE TAHUN 2020-2024 Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya1. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya2 pos-el: 08020122032@student. id1, hapsari. wiji@uinsa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan upah minimum terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur periode 2020Ae2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) melalui aplikasi EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan. TPT. IPM, dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,8299 menunjukkan bahwa 82,99% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 17,01% sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar model seperti inflasi, ketimpangan pendapatan, dan kebijakan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur memerlukan strategi yang lebih komprehensif dan terintegrasi lintas sektor. Kata kunci : Kemiskinan. Pengangguran Terbuka. Indeks Pembangunan Manusia. Upah Minimum. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of the Open Unemployment Rate (OUR). Human Development Index (HDI), and Minimum Wage on the poverty rate in East Java Province during the 2020Ae2024 period. The research employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The analysis was conducted using multiple linear regression with the Ordinary Least Squares (OLS) method through the EViews 12 The results indicate that, both partially and simultaneously, the OUR. HDI, and Minimum Wage have no significant effect on the poverty rate in East Java. The coefficient of determination (RA) value of 0. 8299 shows that 82. 99% of the variation in poverty can be explained by these three variables, while the remaining 17. 01% is influenced by other factors outside the model, such as inflation, income inequality, and social policy. These findings suggest that poverty alleviation efforts in East Java require a more comprehensive and cross-sectoral integrated Keywords: Poverty. Open Unemployment. Human Development Index. Minimum Wage. PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan parameter yang digunakan dalam mengevaluasi seberapa besar efektifitas pembangunan pada sebuah kawasan (Oktaviana, et al. , 2. Masalah kemiskinan merupakan salah satu masalah perekonomian yang sering kali dihadapi dan selalu menjadi perhatian beberapa negara di dunia, terutama negara berkembang (Ardina. Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang mendapat perhatian khusus dalam Sustainable Development Goals (SDG. Menurunkan kemiskinan merupakan salah satu indikator suatu daerah dalam mencapai pertumbuhan inklusif sehingga berdampak terhadap pemerataan pertumbuhan yang berkeadilan. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 Dijuluki dengan negara kepulauan terbesar. Indonesia mempunyai 16. pulau dengan lima pulau terluas yaitu pulau Papua. Sulawesi. Kalimantan. Jawa, dan Sumatra. Dengan angka 29,66 persen. Pulau Papua termasuk wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi. Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk miskin terendah, yakni 4,14 persen. Secara numerik, mayoritas penduduk miskin terkonsentrasi di Pulau Jawa yang dihuni 12,62 juta (BPS, 2. Grafik kemiskinan di Jawa Timur berbanding lurus dengan tren nasional Indonesia. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Jawa Timur pada tahun 2020 tercatat sebesar 11,09%, kemudian meningkat pada tahun 2021 menjadi 11,40%. Setelah itu, tren menunjukkan penurunan, yaitu 10,38% pada 2022, 10,35% pada 2023, hingga mencapai 9,79% pada tahun 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan nasional Indonesia berada pada posisi yang lebih rendah dibanding Jawa Timur, yaitu 9,78% pada 2020, naik menjadi 10,14% pada 2021, lalu menurun berturutturut menjadi 9,54% . , 9,36% . , dan 9,03% . Meskipun menurun, tingkat kemiskinan di Jawa Timur tetap berada di atas rata-rata Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menghadapi tantangan serius dalam pengentasan kemiskinan, terutama mengingat peran provinsi ini sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia (BPS, 2. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan 2020 2021 2022 2023 2024 Jawa Timur 11,09 11,4 10,38 10,35 9,79 Indonesia 9,78 10,14 9,54 9,36 9,03 Sumber: BPS Jawa Timur, 2025 Gambar 1. Grafik Kemiskinan Jawa Timur dan Indonesia Tahun 2020-2024 Banyak hal yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran pekerjaan, rendahnya pendapatan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, dan rendahnya kualitas hidup masyarakat sekitar (Prayoga, et al. Menurut BPS, pengangguran adalah kondisi ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan, sedang berusaha mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, atau sudah mendapatkan pekerjaan tetapi belum mulai bekerja dan tidak lagi mencari pekerjaan. Menurut Sukirno pendapatan masyarakat yang akan mengurangi tingkat kemakmuran yang telah tercapai. Tingkat kemakmuran menimbulkan masalah lain yaitu Pengangguran keadaan seseorang yang merupakan bagian dari angkatan kerja aktif dan mampu bekerja, tetapi tidak memiliki pekerjaan formal dan sedang aktif Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mencari pekerjaan. Fenomena ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan sosial dan ekonomi dan secara serius dapat mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi (Parulian. , & Hukom. , 2. Semakin tingginya angka pengangguran akan berpengaruh pada turunnya standar kehidupan manusia, apabila kondisi ini terus berlanjut maka dapat meningkatkan kemiskinan di wilayah tersebut. Berdasarkan dipublikasikan oleh BPS. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jawa Timur dari tahun 2020-2024 mengalami kenaikan dan penurunan. Pada tahun 2020, angka TPT sebesar 5,84% dan pada tahun 2021. TPT mengalami penurunan 5,78%. Pada tahun 2022-2024, tingkat pengangguran terbuka kembali mengalami penurunan setiap tahunnya, yaitu 5,49% . , 4,88% . , dan 4,19% . (BPS. Selain pengangguran, yang menjadi indikator tingginya angka kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat dan berhubungan erat dengan tingkat kesejahteraan (Sihite, et al, 2. Indeks pembangunan manusia (IPM) dapat dipakai untuk melihat seberapa besar nilai dari tenaga kerja yang ada. IPM sudah dirancang untuk mengukur tingkat kemajuan sosial ekonomi suatu wilayah atau negara. Dalam IPM sendiri terdapat beberapa indeks yang menjadi komponen utama diantaranya adalah indeks harapan hidup, pendidikan dan standar hidup layak, dimana apabila ketiga komponen masyarakat sejahtera. IPM digunakan sebagai contoh hasil dari program Pembangunan yang telah sebelumnya (Zuhairah et al, 2. Abrar Muhammad et al . pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan inflasi tidak secara signifikan mempengaruhi kemiskinan, namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mempengaruhi kemiskinan. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS. IPM Provinsi Jawa Timur dari peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2020. IPM Provinsi Jawa Timur sebesar 71,71%. Setelah itu, angka IPM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2024. IPM Provinsi Jawa Timur sebesar 75,35% (BPS, 2. Selain IPM yang menjadi indikator Kemiskinan dapat dilihat dari tingkat Dengan demikian, tingkat pembatas antara keadaan yang disebut miskin atau sering disebut dengan istilah garis kemiskinan. Menurut para ahli ekonomi, peningkatan upah minimum kemiskinan, mendorong perusahaan lebih efisien, sekaligus menciptakan efek beruntun lewat peningkatan konsumsi ke peluang kerja baru. Pendapatan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk upah yang diterima oleh para pekerja. Jika salah satu sumber pendapatan menurun maka kesejahteraan juga akan mengalami hal yang sama. Hal ini tentu akan berdampak pada angka Upah minimum mengacu Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan pada jumlah terendah yang harus dibayarkan para pebisnis dan pelaku industri kepada karyawan di perusahaan dan tempat kerja mereka (Putri & Putri. Kondisi upah di Provinsi Jawa Timur berbeda-beda Peningkatan angka kemiskinan dapat disebabkan oleh upah minimum yang sangat rendah. Berdasarkan data dari BPS, upah minimum Provinsi Jawa Timur dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 terus bertambah setiap tahunnya. Upah minimum tertinggi di Provinsi Jawa Timur terdapat pada tahun 2024 sebesar RP2. 244,30 dan upah minimum terendah adalah sebesar Rp1. 777,00 pada tahun 2020. Novdwikaputri . dalam kajian kemiskinan periode 2020 hingga 2021 yang ada pada Provinsi Jawa Barat. Menegaskan bila indeks pembangunan manusia mempunyai hubungan negatif terbuka mempunyai hubungan yang positif dan keduanya memiliki dampak yang signifikan atas tingkat kemiskinan. Selanjutnya kajian dari Oktaviana et al. juga membahas mengenai kemiskinan kota Madiun, menjelaskan mempunyai hubungan negatif dan dampak yang sangat berpengaruh atas Melihat berbagai fenomena dan hasil menunjukkan adanya perbedaan temuan, dan terdapat kesenjangan diantara teori dengan realitas data yang ada dilapangan maka ini menegaskan bahwa perlunya dilakukan penelitian secara sistematis untuk menguji empiris hubungan ketiga variabel tersebut dengan Tingkat Kemiskinan yang terjadi di Provinsi Jawa Timur periode 2020-20224. Dengan demikian, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur periode 2020-2024. Sehingga, hasil dari penelitian ini akan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan dapat membantu pemerintah agar lebih efektif dalam mengatur ketenagakerjaan, dan upah dalam upaya untuk pengentasan kemiskinan daerah. Berdasarkan uraian di atas maka hipotesis dari penelitian ini adalah . Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur 2020-2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur periode 2020-2024, . Upah Minimum Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur 2020-2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum berpengaruh secara simultan terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur periode 2020-2024. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekuner merupakan data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan telah dipubikasikan kepada masyarakat (Sunarsi & D, 2. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik provinsi Jawa Timur. Dengan pendekatan dan Dalam akan metode menganalisis Tingkat Pengangguran diharapkan dapat memberikan gambaran Terbuka. Indeks Pembangunan Manusia yang jelas mengenai seberapa besar dan Upah Minimum sebagai variabel Tingkat Pengangguran Kemiskinan Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan sebagai variabel dependen di Provinsi Manusia (IPM), dan Upah Minimum Jawa Timur Tahun 2020-2024. Analisis terhadap Tingkat Kemiskinan di ini menggunakan analisis regresi linier Provinsi Jawa Timur periode 2020berganda menggunakan aplikasi Eviews12. Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN mengetahui sejauh mana variabel Tabel 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Dependent Variable: Y Hasil Regresi Linier Berganda Least Squares (X. Indeks Pembangunan Manusia Method: Date: 11/11/25 Time: 13:45 dengan Eviews (IPM) (X. , dan Upah Minimum (X. Sample: 2020 2024 Included observations: 5 terhadap Tingkat Kemiskinan di Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Provinsi Jawa Timur periode 2020-2024 (Y). Uji Statistik yang digunakan kedalam penelitian ini meliputi Uji LNX3 Validitas dan Reliabilitas Sumber: Data olahan 829867 . Mean dependent var memastikan instrumen penlitian dapat R-squared Adjusted R-squared 319467 S. dependent var of regression Akaike info criterion digunakan dengan baik. 172274XCA Ae Sum squared resid 280223 Schwarz criterion Kemudian dilanjutkan dengan Uji Log likelihood0. 002762XCC 614459LNXCE Hannan-Quinn criter. A0. 625914 Durbin-Watson stat Asumsi Klasik (Uji Normalitas. F-statistic Prob(F-statisti. Nilai konstanta (CA) sebesar -139. Multikolinearitas, menunjukkan bahwa apabila variabel XCA. Hesterokedastisita. untuk memastikan XCC, dan LNXCE tidak mengalami perubahan model regresi sudah memenuhi asumsi atau dianggap konstan, maka nilai Y yang diperlukan. diperkirakan sebesar -139. Artinya. Uji-T dilakukan untuk menentukan tanpa adanya pengaruh dari ketiga variabel pengaruh dari masing-masing variabel bebas tersebut, nilai variabel terikat (Y) independent (Tingkat Pengangguran berada pada posisi negatif, yang menggambarkan bahwa secara teoritis Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan kondisi dasar Y akan bernilai rendah Manusia (IPM), dan Upah Minimu. sebelum dipengaruhi oleh variabel terhadap variabel dependen (Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Koefisien regresi untuk variabel XCA (CA) periode 2020-2. 172274 berarti bahwa setiap Uji-F dilakukan untuk menentukan peningkatan XCA sebesar 1 satuan akan variabel meningkatkan nilai Y sebesar 1. satuan, dengan asumsi variabel lainnya independent secara bersamaan terhadap . eteris Hal variabel dependen, dan Koefisien XCA Determinasi (R. untuk mengukur dan Y bersifat positif, di mana kenaikan XCA seberapa besar pengaruh variabel Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 diikuti oleh peningkatan nilai Y, meskipun hasil uji statistik menunjukkan bahwa pengaruhnya belum signifikan . -value = 6663 > 0. Selanjutnya, koefisien regresi untuk variabel XCC (CC) sebesar -0. mengindikasikan bahwa setiap kenaikan XCC sebesar 1 satuan akan menurunkan nilai Y sebesar 0. 002762 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Artinya, hubungan antara XCC dan Y bersifat negatif, namun pengaruhnya juga tidak signifikan . value = 0. Sedangkan koefisien regresi variabel LNXCE (CE) sebesar 8. 614459 menunjukkan bahwa setiap kenaikan LNXCE sebesar 1 satuan akan meningkatkan Y sebesar 614459 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Koefisien ini memiliki arah positif, yang berarti peningkatan nilai LNXCE diikuti oleh kenaikan Y, meskipun pengaruhnya juga belum signifikan secara statistik . -value = 0. Uji Parsial (Uji . Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil uji statistik parsial . dengan tingkat signifikansi = 5%, diperoleh hasil sebagai berikut: Untuk variabel X1, nilai t-statistic 578030 dengan nilai probabilitas (Prob. ) sebesar 0. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Artinya, perubahan pada variabel X1 belum memberikan dampak nyata terhadap perubahan variabel Y. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun X1 pengaruhnya terhadap Y tidak cukup kuat secara statistik. Selanjutnya, untuk variabel X2, diperoleh nilai t-statistic sebesar 0. 283135 dengan nilai probabilitas sebesar Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa X2 juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Arah koefisien Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan negatif menunjukkan bahwa peningkatan X2 cenderung menurunkan nilai Y, namun hubungan tersebut tidak terbukti secara Sementara itu, untuk variabel LNX3, nilai t-statistic sebesar 0. 447334 dengan nilai probabilitas sebesar 0. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa LNX3 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y. Dependent Variable: Artinya, pada variabel LNX3 Method: Least Squares belum berdampak nyata terhadap variabel Date: 11/11/25 Time: 13:45 meskipun arah koefisiennya positif. Sample: 2020 2024 Included observations: 5 Uji Simultan (Uji F) dan Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Determinasi Uji Prob. Tabel 2. Uji 002762 dan 009756R Square LNX3 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Data olahan . Berdasarkan hasil uji F . , diperoleh nilai F-statistic sebesar 1. dengan nilai probabilitas (Prob(Fstatisti. ) sebesar 0. Karena nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel X1. X2, dan LNX3 tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Artinya, ketiga variabel independen yang digunakan dalam model yaitu X1. X2, dan LNX3 secara bersama-sama belum mampu menjelaskan variasi perubahan yang terjadi pada variabel Y secara signifikan. Dengan kata lain, perubahan pada ketiga variabel bebas memberikan pengaruh nyata terhadap variabel dependen dalam periode penelitian ini. Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Nilai R-squared sebesar 0. menunjukkan bahwa sebesar 82,98% variasi perubahan pada variabel Y dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, yaitu X1. X2, dan LNX3. Sementara sisanya sebesar 17,02% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur periode 2020Ae Meskipun demikian, arah koefisien ketiga variabel tersebut sejalan dengan teori ekonomi pembangunan, yang struktural suatu wilayah memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Pertama, tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap Secara teoretis, pengangguran pendapatan rumah tangga. Namun, temuan ini sejalan dengan penelitian terbaru seperti (Pulungan, 2. yang menyatakan bahwa di banyak daerah Indonesia, sebagian besar pengangguran beralih bekerja di sektor informal sehingga tidak langsung tercatat memengaruhi tingkat Kedua. IPM yang berpengaruh negatif namun tidak signifikan menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup terutama pendidikan dan Kesehatan belum peningkatan pendapatan dalam jangka Penelitian (Nurcholifah, 2. pengaruh IPM terhadap kemiskinan umumnya terjadi pertumbuhan ekonomi sehingga efeknya baru terlihat dalam jangka menengah. Penjelasan tersebut sejalan dengan pandangan human capital modern, di mana pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan meningkatkan keterampilan dan produktivitas individu. Ketiga, temuan bahwa upah minimum tidak berdampak signifikan terhadap kemiskinan sesuai dengan penelitian Wafirrotullaela & Bawono . juga menemukan bahwa meskipun upah minimum regional meningkat, sebagian besar pekerja miskin tetap berada di sektor informal sehingga kebijakan ini gagal menjangkau mereka. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini struktur ekonomi Jawa Timur, di mana dominasi sektor informal, ketimpangan kualitas pekerjaan, dan keterbatasan produktivitas tenaga kerja menjadi penyebab utama mengapa variabel makro seperti TPT. IPM, dan upah minimum menurunkan angka kemiskinan. Hal ini sejalan dengan pandangan Todaro & Smith . yang menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan kebijakan komprehensif yang mencakup peningkatan produktivitas sektor informal, inklusi sosial, serta perluasan akses Temuan ini juga menggambarkan bahwa pengurangan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh indikator makro, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor struktural lain seperti ketimpangan pendapatan, efektivitas bantuan sosial, dan kualitas pekerjaan. Karena itu, strategi pengentasan kemiskinan di Jawa Timur perlu mempertimbangkan pendekatan multidimensi yang tidak semata-mata bergantung pada peningkatan upah atau penurunan pengangguran. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 KESIMPULAN Secara keseluruhan, hasil penelitian pengangguran terbuka. IPM, dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode 2020Ae2024. Meskipun arah hubungan antarvariabel sejalan dengan Eka Febrianti1. Hapsari Wiji Utami2 teori ekonomi pembangunan, secara statistik pengaruhnya belum kuat, kemungkinan disebabkan oleh faktor pemerintah, kondisi ekonomi makro, serta keterbatasan jumlah data dalam periode Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, terutama karena periode analisis yang pendek . 0Ae2. dan penggunaan variabel yang masih terbatas. Data yang digunakan juga berada pada level provinsi sehingga belum menangkap variasi antarwilayah secara lebih rinci. Untuk penelitian, menambah variabel ekonomi dan sosial yang lebih relevan, serta menggunakan data kabupaten/kota agar hasilnya lebih mendalam. Penggunaan metode analisis yang lebih maju seperti panel dinamis atau pendekatan spasial juga dapat dipertimbangkan. Dari sisi kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah Jawa Timur meningkatkan kualitas SDM, memperluas lapangan kerja di sektor unggulan, serta memastikan pemerataan pembangunan dan program perlindungan sosial yang tepat sasaran bagi wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. DAFTAR PUSTAKA