PERBANDINGAN AKTIVITAS DIURESIS FRAKSI AKTIF BERDASARKAN POLARITAS PELARUT EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill. ) PADA TIKUS SPRAGUE-DAWLEY Rini Madyastuti Purwono1*. Mega Safitri2. Bayu Febram Prasetyo1. Diah Nugrahani Pristihadi3. Samsul Falah2 Subdivisi Farmasi Veteriner. Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. Bogor. Indonesia. Departemen Biokimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IPB University. Bogor. Indonesia. Divisi Farmakologi. Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University. Bogor. Indonesia. *Penulis Korespondensi: keyla@apps. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelarut berbeda polaritas terhadap ekstrak etanol daun alpukat sehingga diperoleh fraksi aktif etil asetat dan heksan selanjutnya dilakukan uji aktivitas urinasi. Penelitian menggunakan hewan percobaan tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok dengan perlakuan normal aquades, kontrol positif furosemide, fraksi aktif etil asetat 100mg/kgbb dan 300 mg/kgbb serta kelompok fraksi aktif heksan dosis aktif 100mg/kgbb dan 300 mg/kgbb. Hasil penelitian menunjukkan volume urinasi tertinggi ditunjukkan oleh kelompok fraksi aktif heksan dosis 300mg/kgbb. Peningkatan volume urinasi dipengaruhi oleh adanya metabolit sekunder flavonoid dan tanin. Perubahan pH terjadi pada kelompok fraksi aktif heksana yang cenderung sedikit asam karena terjadinya penghambatan absorpsi natrium lebih dominan sehingga cenderung sedikit asam Kata Kunci: Daun alpukat. Etil asetat. Fraksi aktif. Heksan. Urinasi. ABSTRACT This study aims to examine the effect of solvents with different polarities on ethanol extracts of avocado leaves to obtain active fractions of ethyl acetate and hexane. This study used male white rats divided into six groups with treatments of normal distilled water, positive control furosemide, active ethyl acetate fraction at doses of 100 mg/kg body weight . and 300 mg/kg bw, and active hexane fraction at doses of 100 mg/kg bw and 300 mg/kg bw. The results showed that the highest urine volume was exhibited by the hexane active fraction group at a dose of 300 mg/kg The increase in urine volume was influenced by the presence of secondary metabolites of flavonoids and tannins. A change in pH occurred in the hexane active fraction group, which tended to be slightly acidic due to more dominant sodium absorption inhibition. Keywords: Avocado leaf. Ethyl acetate. Active fraction. Hexane. Urinar. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN kemudahan memperoleh apabila sumber Penggunaan daun Alpukat dalam membantu mengatasi masalah kesehatan Ekstrak sudah cukup banyak digunakan oleh Negara flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan Indonesia merupakan negara agraris triterpenoid (Wientarsih et al. , 2. yang memiliki keanekaragaman sumber Flavonoid kekayaan hayati, sekitar 30. 000 jenis metabolit sekunder yang banyak aktifitas tumbuh-tumbuhan dan lebih kurang 600 termasuk tanaman berkhasiat obat. antioksidan (Wientarsih et al. , 2. Jumlah yang dimanfaatkan sebagai anti inflamasi (Dzulfaqaar et al. , 2. bahan obat tradisional oleh industri obat diuretikum (Madyastuti et al. , 2015, dan tradisional baru sekitar 300 spesies memperbaiki proses eritropoiesis pada (Depkes kondisi nefrotoksik (Satyaningtyas et al. Indonesia. Penggunaan Alpukat oleh masyarakat kita banyak Upaya pencarian bahan aktif dari bahan alam saat ini sudah cukup banyak mengatasi masalah hipertensi, masalah sistem urinary, dan membantu mengatasi dilakukan dengan penggunaan simplisia, masalah batu ginjal. Beberapa penelitian Alpukat Penelitian fraksi aktif. Fraksi aktif diperoleh dari farmakologi yaitu meningkatkan laju ekstraksi dengan menggunakan pelarut heksan dan etil asetat sehingga diperoleh mencegah terbentuknya batu ginjal pada bahan aktif yang lebih terbatas untuk tahap nukleus secara in vitro dan in silico dilakukan pengujian selanjutnya. Variasi (Madyastuti et al. , 2015. Madyastuti et pelarut yang digunakan berdasarkan sifat , 2020. Purwono et al. , 2024. polaritasnya yang akan mempengaruhi Penggunaan obat herbal saat ini cukup Masyarakat tertarik dari dalam ekstrak. Penelitian ini perlu dilakukan untuk dapat memberikan karena efek samping yang sedikit dan informasi fraksi aktif yang memberikan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 potensi meningkatkan urinasi yang lebih dan Biomedis IPB University dengan nomor surat: 095/KEH/SKE/Vi/2018. Pelarut memberikan data lebih dalam mengenai senyawa metabolit sekunder yang ikut Pembuatan Ekstrak Etanol Daun terlarut dalam pelarut yang digunakan Alpukat dalam riset ini. Pengukuran parameter Persiapan seperti volume dan warna urin, pH urin. Alpukat dilakukan dengan pembuatan pada kelompook pelarut dan dosis yang serbuk simplisia daun Alpukat. Simplia berbeda akan memberikan informasi dosis efektif pada fraksi aktif heksan dan etil asetat ekstrak daun Alpukat. Biologi LIPI Bogor. Adapun hasil identifikasi determinasi tercantum pada METODE PENELITIAN no surat: 009/IPH. 01/If. 07/V/2018. Alat dan Bahan Pembuatan ekstrak etanol daun Alpukat Peralatan yang digunakan dalam dilakukan dengan cara maserasi, yaitu penelitian adalah gelas piala 100 ml, gelas piala 1L, sonde lambung, spuit 3 ml, gelas ukur 10 ml, gelas ukur 100 ml. Sebanyak corong plastik, pot plastik, cawan arloji, dimasukkan ke dalam maserator lalu direndam dalam 5L pelarut etanol 70%. pH-indikator. Alpukat. kandang metabolit, oven, maserator. Perbandingan dengan simplisia daun alpukat adalah desikator, dan cawan krus. Bahan yang 1:10 selama 3x24 jam. Selanjutnya digunakan adalah etanol 70%, daun dilakukan perendaman selama 24 jam Alpukat, dan diaduk sebanyak tiga kali. Setelah Sprague Dawley, akuades, furosemid, perendaman 24 jam, ekstrak etanol cair etil asetat, dan n-heksan. ditampung dan pelarut baru dimasukkan kembali ke dalam maserator. Penguapan Izin Etik Penelitian Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik pelarut diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator sampai terbentuk ekstrak kental. Penelitian Sekolah Kedokteran Hewan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Pembuatan Fraksi Aktif Heksan Perlakuan Ekstrak Etanol Daun Alpukat Penelitian menggunakan hewan Ekstrak etanol yang diperoleh di coba sebanyak 30 ekor tikus putih yang ditempatkan dalam kandang metabolit . air-cai. dengan menggunakan corong pisah dengan pelarut heksan . sampai kelompok yaitu. diperoleh dua lapisan terpisah . apisan Kelompok 1 yang diberi akuades air dan heksa. Fraksinasi dengan merupakan kontrol normal (A) larutan heksan akan tampak dua lapisan Kelompok atas bawah. Bagian bawah merupakan lapisan air sedangkan bagian atas positif (B) merupakan fraksi heksan dari ekstrak Alpukat. Kelompok 3 yang diberi fraksi etil Lapisan asetat ekstrak etanol daun alpukat dosis 100 mg/kg bb (C) dilakukan pengujian selanjutnya. Kelompok 4 yang diberi fraksi etil asetat ekstrak etanol daun alpukat Pembuatan Fraksi Aktif Etil Asetat Ekstrak Etanol Daun Alpukat Kelompok 5 yang diberi fraksi Ekstrak etanol daun alpukat akan dosis 300 mg/kg bb (D) heksan ekstrak etanol daun alpukat dosis 100 mg/kg bb (E) menggunakan pelarut etil asetat. Partisi Kelompok 6 yang diberi fraksi atau fraksinasi akan dilakukan dengan heksan ekstrak etanol daun alpukat dosis 300 mg/kg bb (F) cair-cair menggunakan corong pisah dengan Sebelum pelarut etil asetat . sampai diperoleh dipuasakan minimal selama 18 jam. dua lapisan terpisah . apisan air dan etil Pengujian Lapisan etil asetat terdapat pada memberikan loading dose pada tikus berupa air hangat dengan dosis 50 ml/kg dilakukan penampungan. Kemudian tikus dicekok dengan dosis 1 ml/100gr BB pada masingmasing Pengamatan dilakukan setiap jam selama 6 jam. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Parameter yang diamati adalah volume HASIL DAN PEMBAHASAN dan warna pada setiap jam perlakuan. Penapisan Fitokimia serta pH urin pada jam pertama. Urin Penapisan fitokimia dilakukan ditampung dengan menggunakan gelas untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi heksan dan etil asetat ekstrak etanol daun Analisis Data Fraksinasi dilakukan dengan Analisis data dihitung dengan mengocok larutan ekstrak etanol daun menggunakan metode ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Analisis ini dihitung dengan tingkat kepercayaan 95% untuk terbentuk dua fase yang berbeda warna. melihat adanya perbedaan volume urin Hasil antara setiap perlakuan. kedua fraksi ekstrak etanol disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Uji fitokimia fraksi etil asetat dan heksan ekstrak etanol daun alpukat. Golongan Senyawa Flavonoid Alkaloid Saponin Triterpenoid Steroid Tanin Kuinon Fraksi Etil Asetat Fraksi Heksan Pelarut yang digunakan untuk positif hanya ada flavonoid dan tanin. menarik fraksi aktif dari ekstrak etanol Flavonoid umumnya memiliki gugus menggunakan dua pelarut yaitu bersifat hidroksil sehingga mudah larut dalam non polar . dan semipolar pelarut polar dan semipolar seperti etil . Hasil penapisan fitokimia Beberapa flavonoid dalam bentuk menunjukkan pada fraksi etil asetat aglikon umumnya sifatnya non polar menunjukkan hasil adanya flavonoid, sehingga dapat tertarik pada pelarut yang alkaloid, saponin, dan tanin. Sementara itu pada fraksi heksan menunjukkan Beberapa PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 bersifat kurang polar seperti isoflavon, stuktur molekulnya, tanin dibedakan cenderung lebih mudah larut dalam pelarut eter dan kloroform atau heksan. Sedangkan Tanin merupakan metabolit Hasil analisis aktivitas diuretik hidroksil sehingga sifatnya sangat polar semua kelompok perlakuan selama 24 sehingga mudah larut dalam pelarut jam ditunjukkan pada Tabel 2. Aktivitas Diuretik Berdasarkan Tabel 2. Hasil analisis aktivitas diuretik tiap perlakuan selama 24 jam. Jam Aquades (A) Furosemid (B) 0,56A0,74a 4,44A1,13a 7,04A0,20a 7,88A0,73a 8,12A0,21a 8,26A0,17a 9,48A0,44a 1,04A0,71ab 5,14A1,40a 8,46A0,59a 9,50A1,13ab 10,08A0,39ab 10,60A0,38ab 12,10A0,28a Volume urin . EA dosis EA dosis 300 100 mg/kg mg/kg (C) (D) 5,94A0,. 6,52A1,46c 9,40A0,78 10,36A1,23a 12,26A1,04 13,74A0,88a 14,42A0,64 16,02A0,72c 15,70A0,82 17,36A0,48bc 17,14A0,54cd 18,46A0,58bcd 20,36A1,33b 20,52A1,45ab Heksan dosis 100 mg/kg (E) 3,32A2,75b 7,48A1,75a 9,50A0,95a 10,50A1,14ab 11,64A0,99bc 12,38A0,68abc 13,82A0,21a Heksan mg/kg bb (F) 6,66A3,24c 10,68A1,19a 15,56A1,64b 18,66A0,70c 20,48A0,71c 22,14A0,84c 24,7A1,60ab Keterangan: Huruf yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang signifikan dari pengeluaran urin pada tiap perlakuan (P<0. Aktivitas diuretik pada jam ke-1 yang banyak digunakan masalah asites ditunjukkan oleh kelompok F dengan dan hipertensi (Putri dan Salamena volume sebesar 6,66 ml dan diikuti dengan kelompok D sejumlah 6,52 ml perbedan yang nyata terhadap semua dan kelompok C sebesar 5,94 ml. kelompok perlakuan pada jam ke-3 Berdasarkan analisis statistik ketiga (P<0,. Aktivitas diuretik pada jam ke- kelompok (F. D, dan C) menunjukkan 2 tidak menunjukkan perubahan yang merupakan sediaan diuretikum kuat Kelompok kelompok A dan kelompok B (P<0,. perlakuan (P>0,. Sejak jam ke-3 Kelompok B merupakan kelompok hingga jam ke-24 volume urin pada dengan obat kontrol furosemide yang semua kelompok perlakuan mengalami PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 penurunan tertinggi ditunjukkan pada kelompok F berkurangnya cairan yang telah difiltrasi yaitu sebesar 24,7 ml. Kedua tertinggi atau dengan kata lain efek dari ekstrak volume selama 24 jam ditunjukkan oleh etanol fraksi etil asetat daun alpukat kelompok D dan diikuti kelompok C. sudah menurun. Volume urin pada jam Hasil ini menunjukkan kelompok F yaitu kelompok dengan perlakuan pemberian kelompok F dengan volume sebesar 22,14 ml, menunjukkan nilai yang mampu meningkatkan volume urin berbeda nyata dengan kelompok A dan B (P<0,. Volume urin pada jam ke-24 sediaan kontrol pembanding. 300mg/kgbb Gambar 1. Grafik volume urin semua kelompok perlakuan selama 24 jam. Berdasarkan Gambar 1, kenaikan perlakuan sehingga jika melihat data volume urin cukup tinggi terjadi pada tersebut durasi kerja semua kelompok jam ke-3 dan jam ke-4 pada kelompok perlakuan diatas 6 jam. Perlakuan B perlakuan heksan dosis 300 mg/kgBB merupakan kontrol menunjukkan onset (F). Berdasarkan grafik diatas terlihat sekitar satu jam dengan durasi sekitar 6- masih adanya tendensi kenaikan volume 8 jam, hal ini sesuai dengan hasil penelitian grafik kelompok B masih cenderung naik. Parameter lain yang akumulasi volume total hingga 6 jam diukur pada penelitian ini adalah warna Kelompok PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dan pH urin. Tikus yang diberi perlakuan kuning, kuning pucat, kuning, dan akuades, furosemid, etil asetat 100 kuning pucat. Warna urin normal adalah mg/kg b, etil asetat 300 mg/kg bb, kuning-kekuningan. Setiap warna yang heksan 100 mg/kg bb, dan heksan 300 mg/kg bb memiliki warna urin secara pigmen urokrom . at empedu hasil berturut-turut adalah coklat tua, kuning, pemecahan hemoglobi. Gambar 2. Warna urin semua kelompok perlakuan. Ginjal memiliki fungsi yang ekstrasel dengan mengekskresikan asam sangat komplek salah satunya adalah atau basa pada kecepatan yang bervariasi mengatur keseimbangan asam-basa dan (Guyton and Hall 2. Urin tikus berperan penting dalam mengoreksi mempunyai pH normal antara 7,3 abnormalitas konsentrasi H cairan sampai 8,0 (Madyastuti et al. , 2. Tabel 3. pH urin awal perlakuan. Perlakuan Akuades Furosemid Etil asetat 100 mg/kg bb Etil asetat 300 mg/kg bb Heksan 100 mg/kg bb Heksan 300 mg/kg bb Hasil yang ditunjukkan pada asetat 100 mg/kg bb sebesar 6,8. Tabel 3 menunjukkan ukuran pH dari asetat 300 mg/kg bb sebesar 6,6. 100 mg/kg bb sebesar 7. dan heksan 300 pada masing-masing perlakuan seperti mg/kg bb sebesar 6,8. Berdasarkan data akuades sebesar 7. tersebut setiap perlakuan mempunyai pH Tingkat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 yang hampir sama. Rendahnya pH urin ini memiliki aktivitas lebih efektif dalam menghambat reabsorpsi natrium dan air. peningkatan ekskresi asam, lemahnya Perbedaan aktivitas diuretik ini bufer urin, atau keduanya (Maalouf et juga tercermin pada perubahan pH urin. , 2. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok kontrol akuades memiliki pH bahwa pemberian ekstrak daun Alpukat baik fraksi etil asetat maupun heksan kelompok furosemid menunjukkan pH mampu meningkatkan volume urin tikus lebih asam . akibat peningkatan HA 7,0. Kelompok fraksi aktif heksan dosis 300 mekanisme khas diuretik loop. Pada mg/kg bb menghasilkan volume urin kelompok fraksi etil asetat, pH urin tertinggi selama 24 jam, yaitu 24,7 ml, berkisar antara 6,8 pada dosis 100 mg/kg diikuti fraksi etil asetat dosis 300 mg/kg bb dan 6,6 pada dosis 300 mg/kg bb. bb sebesar 20,36 ml. Kedua kelompok Penurunan pH urin ini berkaitan dengan ini menunjukkan efek diuretik yang sifat flavonoid, fenol, dan tanin yang meningkatkan aktivitas enzim eNOS dan . ,08 m. Adanya volume urin, berkaitan dengan adanya peningkatan aliran darah ginjal, dan kandungan senyawa bioaktif dalam peningkatan GFR (Houston et al. , 2. ekstrak, seperti flavonoid, fenol, tanin Kondisi ini mempercepat filtrasi dan pada fraksi etil asetat dan triterpenoid ekskresi zat terlarut termasuk ion HA, serta steroid pada fraksi heksan yang sehingga urin cenderung lebih asam. berperan dalam meningkatkan filtrasi Sementara itu, fraksi heksan dosis 100 glomerulus dan menurunkan reabsorpsi mg/kg bb menunjukkan pH urin tetap ion di tubulus ginjal (Hosseinzadeh and netral . , karena senyawa lipofiliknya Nassiri-Asl, 2. Fraksi aktif heksan lebih dominan mempengaruhi reabsorpsi menunjukkan efek diuretik lebih kuat natrium tanpa banyak memengaruhi ekskresi ion HA. Namun pada dosis 300 mg/kg bb, pH urin menurun menjadi 6,8, lipofilik yang terkandung dalam fraksi seiring dengan peningkatan aktivitas diuresis yang lebih tinggi sehingga PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 mendorong ekskresi ion HA bersama air DAFTAR PUSTAKA urin (Guyton and Hall, 2. Dengan Agunu A. Abdurahman EM. Andrew GO. Muhammed Z. Diuretic activity of the Stem-Bark Extracts of Steganotaenia araliaceahoehst. Ethnopharmacol 96: 471-5. demikian, hubungan antara aktivitas diuretik dan pH urin bersifat konsisten, yaitu semakin kuat efek diuretik suatu akibat meningkatnya laju filtrasi dan ekskresi ion asam. Hal ini memperkuat bahwa baik fraksi aktif etil asetat maupun heksan daun alpukat tidak hanya meningkatkan volume urin, tetapi juga mempengaruhi keseimbangan elektrolit KESIMPULAN Penapisan fraksi aktif heksan dan etil asetat ekstrak Alpukat flavonoid dan tanin. Aktivitas urinasi terbaik ditunjukkan oleh kelompok perlakuan fraksi aktif heksana dosis 300 mg/kbb dengan volume diatas kontrol Pemberian kelompok semua perlakuan. SARAN