PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. 316 - 322 e-ISSN: 2774-7921 Peningkatan Literasi Melalui Sinergi Guru & Orang Tua Menuju Pendidikan yang Berkualitas di MI Sunan Giri Ngampel Jombang Achmad Agus Athok Miftachuddin1. Faisol Hidayatulloh2. Nafa Rihhadatul Aisy3. Harnum Dini Lestari4 Fakultas Teknologi Informasi. Universitas KH. Wahab Hasbullah. Jombang Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas KH. Wahab Hasbullah. Jombang Fakultas Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah. Jombang *Email: agusathok@unwaha. ABSTRACT Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri in Ngampel Village. Ngusikan Sub-district. Jombang Regency, faces the challenge of declining student interest in reading and writing activities. This situation highlights the need for a concerted effort to enhance literacy as a foundation for quality education. The focus of this community service initiative is to foster synergy between teachers and parents to address literacy challenges at the school. The program aims to improve studentsAo reading, writing, and critical thinking skills to achieve meaningful and high-quality education. The approach involves literacy training for teachers and parents, establishing regular communication forums, and providing engaging reading and writing activities for students. These strategies are designed to build strong collaboration, sustained support, and a shared understanding of studentsAo learning needs. The results demonstrate increased student engagement in literacy activities, evidenced by greater interest in reading and enhanced creative writing abilities. The synergy between teachers and parents has also strengthened the educational ecosystem at Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri, supporting a sustainable and quality learning process. This initiative contributes to developing a younger generation with strong literacy skills, equipping them for future challenges. Keywords: Literacy. Teacher-Parent Synergy. Quality Education. Madrasah Ibtidaiyah. Ngampel Jombang. ABSTRAK Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri di Desa Ngampel. Kecamatan Ngusikan. Kabupaten Jombang, menghadapi masalah rendahnya minat siswa terhadap aktivitas membaca dan menulis. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya terpadu untuk meningkatkan literasi sebagai fondasi pendidikan Fokus pengabdian masyarakat ini adalah membangun sinergi antara guru dan orang tua untuk mengatasi tantangan literasi di sekolah tersebut. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa guna mencapai pendidikan yang bermakna dan berkualitas tinggi. Pendekatan yang diterapkan meliputi pelatihan literasi bagi guru dan orang tua, pembentukan forum komunikasi rutin, serta penyediaan kegiatan membaca dan menulis yang menarik bagi siswa. Strategi ini dirancang untuk menciptakan kerja sama yang kuat, dukungan berkelanjutan, dan pemahaman bersama tentang kebutuhan belajar siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap literasi, terlihat dari keterlibatan mereka dalam aktivitas membaca dan kemampuan menulis yang lebih kreatif. Sinergi antara guru dan orang tua juga memperkuat ekosistem pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri, sehingga mendukung proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berkualitas. Upaya ini berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang memiliki keterampilan literasi unggul untuk masa depan. Kata Kunci: Literasi. Sinergi Guru-Orang Tua. Pendidikan Berkualitas. Madrasah Ibtidaiyah. Ngampel Jombang. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 PENDAHULUAN Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Giri di Desa Ngampel. Kecamatan Ngusikan. Kabupaten Jombang, merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar tertua di wilayah tersebut yang telah berdiri sejak dekade 1980-an. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan kepala sekolah pada Oktober 2024, sekolah ini menghadapi tantangan signifikan berupa menurunnya minat literasi siswa. Dari 150 siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025, hanya 30% yang secara aktif membaca buku di luar materi pelajaran, sementara 70% sisanya lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget tanpa aktivitas literasi yang produktif. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya dukungan terpadu antara guru dan orang tua dalam mengembangkan minat baca, menulis, dan berpikir kritis siswa, yang menjadi indikator rendahnya kemampuan eksplorasi dan pemecahan masalah di kalangan siswa. Isu utama yang menjadi fokus pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya kemampuan literasi siswa MI Sunan Giri, yang tercermin dari minimnya keterlibatan mereka dalam kegiatan membaca dan menulis Fokus pengabdian diarahkan pada peningkatan sinergi antara guru dan orang tua untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan literasi. Menurut data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang . , tingkat literasi siswa sekolah dasar di Kecamatan Ngusikan berada di bawah rata-rata kabupaten, yakni hanya 62% dari target 75% berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas untuk mengatasi kesenjangan Pemilihan MI Sunan Giri sebagai subjek pengabdian didasarkan pada beberapa alasan. Pertama, sekolah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan di Desa Ngampel, namun belum mampu mengadaptasi strategi pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman, seperti rendahnya literasi digital dan konvensional siswa. Kedua, lokasi sekolah yang berada di wilayah pedesaan dengan akses terbatas terhadap sumber daya literasi, seperti perpustakaan umum, menjadikan peran guru dan orang tua semakin krusial. Ketiga, adanya potensi kolaborasi yang kuat antara sekolah dan komunitas lokal, terutama melalui keterlibatan orang tua yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang, yang dapat dilibatkan dalam program pengabdian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial berupa peningkatan kemampuan literasi siswa serta kesadaran guru dan orang tua akan pentingnya peran mereka dalam Tujuan jangka pendek adalah meningkatkan minat baca siswa hingga 50% dalam kurun waktu enam bulan melalui kegiatan terstruktur, sementara tujuan jangka panjang adalah membentuk ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Desa Ngampel. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang pada akhirnya berkontribusi pada kualitas pendidikan lokal dan kesejahteraan masyarakat. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa literasi merupakan elemen kunci dalam pengembangan potensi siswa dan partisipasi sosial mereka. Menurut(Nasucha et al. , 2. , literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menganalisis informasi secara kritis, yang menjadi dasar pembelajaran abad 21. Studi lain oleh(Abdullah et al. , 2. menegaskan bahwa kolaborasi antara guru dan orang tua meningkatkan motivasi belajar siswa hingga 35% dalam konteks pendidikan Selain itu, penelitian oleh (Sujarwo et al. , 2. menyoroti pentingnya komunikasi efektif antara sekolah dan keluarga dalam membangun kepercayaan dan keterlibatan orang tua, yang pada gilirannya mendukung keberhasilan akademik siswa. Dalam konteks pengabdian masyarakat, (Hasnida et al. , 2. menemukan bahwa program pelatihan literasi berbasis komunitas dapat meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak hingga 40% dalam waktu tiga bulan. Terbaru, (Aini & Hanik, 2. menunjukkan bahwa sinergi guru-orang tua dalam pendidikan literasi digital meningkatkan kreativitas siswa di wilayah pedesaan. Literatur ini memperkuat urgensi pengabdian masyarakat di MI Sunan Giri untuk mengatasi tantangan literasi melalui pendekatan kolaboratif. METODE Pengabdian masyarakat ini dirancang melalui kerja sama antara tim pengabdi dan Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri di Desa Ngampel. Kecamatan Ngusikan. Kabupaten Jombang. Subjek pengabdian terdiri atas siswa, guru, dan orang tua, yang masing-masing berperan penting dalam upaya meningkatkan literasi. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan madrasah dan rumah siswa sebagai lokasi utama untuk mendukung proses pembelajaran yang terintegrasi. Proses perencanaan dan pengorganisasian melibatkan partisipasi aktif dari komunitas madrasah. Pertemuan awal diadakan dengan guru dan orang tua untuk mengidentifikasi tantangan literasi siswa. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 khususnya rendahnya minat membaca dan menulis, serta merumuskan langkah-langkah strategis. Pendekatan kolaboratif ini sejalan dengan temuan bahwa keterlibatan komunitas meningkatkan efektivitas program pendidikan(OAoBrien et al. , 2. Diskusi ini menghasilkan kesepakatan bersama mengenai pendekatan yang akan digunakan, memastikan bahwa program sesuai dengan kebutuhan dan konteks Strategi pengabdian mencakup pengumpulan data awal melalui survei dan wawancara dengan siswa, guru, dan orang tua untuk memetakan kondisi literasi saat ini. Berdasarkan data tersebut, program dirancang dengan mengintegrasikan kegiatan seperti pelatihan literasi, lokakarya, dan aktivitas rutin membaca serta menulis, yang didukung oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah. Pendekatan ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa sinergi guru-orang tua meningkatkan motivasi belajar siswa(Francis et al. , 2. Pelatihan juga mengadopsi metode berbasis komunitas untuk memperkuat keterampilan literasi(Cochran & Brien, 2. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi: Analisis Kebutuhan dan Perencanaan: Survei dan diskusi awal dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan literasi dan menyusun program yang relevan. Pelaksanaan Program: Kegiatan literasi dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, lokakarya, dan aktivitas membaca serta menulis dengan partisipasi aktif dari siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dan Penyesuaian: Hasil program dinilai melalui umpan balik dari peserta, diikuti dengan penyesuaian strategi untuk meningkatkan efektivitas di masa mendatang, sesuai dengan praktik evaluasi berbasis komunitas. Untuk memastikan keabsahan pelaksanaan, data dan hasil kegiatan diperiksa melalui diskusi kelompok dengan peserta guna mengevaluasi konsistensi, relevansi, dan dampak program terhadap peningkatan literasi. Pendekatan ini diperkuat oleh studi yang menekankan pentingnya validasi partisipatif dalam pengabdian masyarakat(Fishman et al. , 2. Sebagai bagian dari program, seminar literasi diadakan selama satu hari, dengan rinciannya disajikan pada Tabel 1. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penerapan hasil seminar melalui aktivitas literasi yang berlangsung selama satu minggu di madrasah. Struktur rinci program penerapan literasi dapat dilihat pada Tabel 2 Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Seminar Literasi Tahap Pelaksanaan Bentuk Kegiatan Koordinasi tim pengabdian dan pertemuan dengan Kepala Persiapan Sekolah MI Sunan Giri Ngampel Pembukaan Acara Ketua tim pengabdian memberikan sambutan pembukaan Pemateri Menyampaikan Materi tentang pentingnya literasi Penyampaian Materi serta kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan siswa Tabel 2. Struktur Program Penerapan Literasi di MI Sunan Giri Ngampel Kegiatan Durasi Keterangan Dilakukan Setiap hari selama 1 minggu sebelum pelajaran Membaca Buku 5 Menit Pelatihan Menulis 1 Jam Dilaksanakan pada hari senin selama 1 minggu tersebut HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan pada 1 hingga 31 Agustus mencakup beberapa tahapan penting, yang melibatkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua untuk meningkatkan literasi siswa. Adapun tahapan-tahapan yang dilalui dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut: Koordinasi dengan Kepala Sekolah Pada tahap awal, koordinasi dilakukan dengan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri Ngampel untuk menyusun jadwal kegiatan, menentukan lokasi, serta mengidentifikasi peserta seminar. Koordinasi ini memastikan bahwa waktu, tempat, dan Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 hari pelaksanaan kegiatan ditentukan secara tepat agar materi yang disampaikan dalam seminar dapat diterima dengan efektif oleh peserta, yaitu guru dan orang tua. Persiapan Persiapan meliputi penyusunan materi seminar, koordinasi dengan pemateri, serta persiapan teknis lainnya. Materi seminar difokuskan pada peningkatan literasi siswa, dengan pendekatan yang relevan terhadap peran sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan literasi. Koordinasi intensif dilakukan antara tim pengabdian dan narasumber untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan Pelaksanaan Seminar Literasi untuk Guru dan Orang Tua di MI Sunan Giri Ngampel Seminar literasi dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada guru dan orang tua mengenai pentingnya literasi dalam pendidikan berkualitas. Seminar ini mencakup pemaparan berbagai poin penting, antara lain: Pentingnya Literasi Siswa: Literasi menjadi dasar bagi pembelajaran siswa, yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tantangan Literasi di Sekolah: Diuraikan berbagai hambatan yang dihadapi oleh siswa dalam mengembangkan keterampilan literasi di lingkungan sekolah. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Literasi: Dibahas strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa, termasuk integrasi program literasi dalam kurikulum dan lingkungan Peran Orang Tua dalam Literasi Siswa: Ditekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan literasi anak di rumah melalui kegiatan membaca, menulis, dan komunikasi yang terstruktur. Sinergi Antara Sekolah dan Orang Tua: Penjelasan mengenai pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua untuk mendukung perkembangan literasi siswa secara berkelanjutan. Strategi dan Implementasi: Peserta diberikan panduan konkret tentang strategi literasi yang dapat diterapkan di rumah dan di sekolah untuk meningkatkan minat dan keterampilan literasi siswa. Studi Kasus dan Contoh Praktik: Pemateri juga memberikan contoh studi kasus dan praktik terbaik dari sekolah-sekolah yang berhasil meningkatkan literasi siswa melalui kolaborasi dengan orang tua. Pelaksanaan seminar berlangsung dengan lancar dan diikuti dengan diskusi interaktif antara narasumber, guru, dan orang tua. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman dan memberikan umpan balik tentang tantangan dan strategi literasi yang efektif di lingkungan sekolah mereka. Gambar 1. Seminar Literasi Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Pendampingan Literasi Membaca kepada Siswa MI Sunan Giri Ngampel Pada tahap penerapan program literasi, siswa MI Sunan Giri Ngampel diberikan pendampingan dalam kegiatan membaca yang dilaksanakan setiap hari sebelum dimulainya pelajaran. Setiap siswa diberi waktu selama 5 menit untuk membaca buku pilihan mereka. Aktivitas ini dirancang untuk membiasakan siswa membaca secara teratur dan meningkatkan minat baca sejak dini. Pendampingan dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat bersama dengan guru kelas, yang memastikan bahwa setiap siswa membaca dengan baik dan memahami isi buku yang dibaca. Selama proses ini, tim pengabdian memberikan panduan kepada siswa dalam memilih buku yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka dan membantu menjelaskan kata-kata atau konsep yang kurang dipahami. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang mendukung pengembangan keterampilan literasi, di mana siswa dapat berinteraksi dengan buku secara lebih aktif dan terbimbing. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa siswa secara bertahap mulai menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman dalam membaca, yang berkontribusi pada perbaikan kemampuan literasi mereka secara keseluruhan. Gambar 2. Pendampingan Literasi Membaca Pelatihan Menulis dan Meresum Siswa MI Sunan Giri Pada tahap pelatihan menulis, siswa diberikan waktu selama 1 jam untuk menuliskan kembali apa yang telah mereka pahami selama 1 minggu pendampingan literasi Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dalam menyusun ide dan merangkai kalimat berdasarkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dibaca. Dalam proses ini, siswa diminta membuat ringkasan atau resume dari buku yang telah mereka baca, sehingga mereka tidak hanya belajar memahami, tetapi juga mengekspresikan pemahaman tersebut melalui tulisan. Pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa, di mana mereka ditantang untuk menyaring informasi penting dan menyusunnya kembali dalam bentuk tulisan. Selama sesi pelatihan, tim pengabdian dan guru memberikan bimbingan langsung kepada siswa, membantu mereka memperbaiki struktur tulisan dan memberikan masukan terkait penggunaan bahasa yang efektif. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis dan meresum, yang juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan literasi secara keseluruhan. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Gambar 3. Pelatihan Menulis & Meresum SIMPULAN Program pengabdian masyarakat di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Giri. Desa Ngampel. Kecamatan Ngusikan. Kabupaten Jombang, berhasil mengidentifikasi dan mengatasi tantangan rendahnya minat literasi siswa melalui pendekatan sinergis antara guru dan orang tua. Refleksi teoritis dari hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terstruktur antara pihak sekolah dan keluarga mampu memperkuat ekosistem pendidikan, sebagaimana didukung oleh konsep keterlibatan komunitas dalam pendidikan. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa, tetapi juga memperkuat peran sosial orang tua sebagai mitra pendidik, yang pada akhirnya berkontribusi pada pendidikan berkualitas. Implementasi program melalui pelatihan, lokakarya, dan aktivitas literasi rutin menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi katalis perubahan dalam konteks pendidikan dasar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam aktivitas literasi, yang mencerminkan dampak positif dari komunikasi efektif dan pembagian peran yang jelas antara guru dan orang tua. Refleksi ini sejalan dengan teori bahwa literasi tidak hanya bergantung pada institusi sekolah, tetapi juga pada dukungan lingkungan sosial siswa. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar program serupa diperluas dengan melibatkan lebih banyak komunitas lokal, seperti tokoh masyarakat dan perpustakaan desa, untuk menciptakan jaringan literasi yang lebih luas. Selain itu, pengembangan modul pelatihan berkelanjutan bagi guru dan orang tua disarankan untuk memastikan keberlanjutan dampak program, sehingga pendidikan di madrasah dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan masa kini dan mendatang. DAFTAR RUJUKAN Abdullah. Al-Viany Maqfirah. Saputra. , & Al Haddar. The role of parent-teacher communication for improving childrenAos achievement. Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan, 13. , 482Ae488. Aini. , & Hanik. Sinergitas Antara Guru Dengan Orang Tua Melalui Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Daring Pada Kelas II MI NU Miftahut Tholibin Kudus Article Info. Jurnal Teknologi Pembelajaran (JTeP), 1. , 1Ae7. https://journal. id/index. php/jtep Cochran. , & Brien. Mainstreaming Countermemory: Tracing Marginalized Narratives Through Media Representations and Community Engaged Memory Work. , 2Ae17. Fishman. Farrier. Balestri. Clauer. Halbritter. Thoune. Handley. Frandsen, . Burgess. Campbell. Angeli. Zamparutti. Green. Kontny. Edwards. Haynes. Lindquist. Simon. Fettig. , & Otero. Capacitating Community: The Writing Innovation Symposium. Community Literacy Journal, 17. , 49Ae67. https://search. com/login. aspx?direct=true&db=ehh&AN=170386673&site=ehost-live Francis. Reed. , & Conn-reda. Experiences of Teachers of Students With Disabilities and Extensive Support Needs During the COVID-19 Pandemic : Administrator Considerations for Equitable Education. , 87Ae107. Hasnida. Adrian. , & Siagian. Transformasi Pendidikan di Era Digital. In Jurnal Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Bintang Pendidikan Indonesia (Vol. Issue . https://kumparan. com/aan-herdian89/transformasipendidikan-di-era-digital-1zG74Ilpzc4/4 Nasucha. Khozin. , & Thoifah. Synergizing Islamic Religious Education and Scientific Learning in the 21st Century: A Systematic Review of Literature. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studie. , 11. , 109Ae130. https://doi. org/10. 15642/jpai. OAoBrien. Nygreen. , & Sandler. Theorizing Relationships in Critical Community Engaged Research: Justice-Oriented Collaborations as Resistance to Neoliberalism. Journal of Higher Education Outreach and Engagement, 26. , 149Ae162. Sujarwo. Kusumawardani. Prasetyo. , & Herwin. Parent involvement in adolescentsAo education: A case study of partnership models. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16. , 1563Ae1581. https://doi. org/10. 18844/cjes.