PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. 307- 310 e-ISSN: 2774-7921 Pendampingan Pembuatan Mini Gardening dalam Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Dyah Ayu Sri Hartanti 1*. Wisnu Siwi Satiti 2. Ulfa Wulan Agustina 3. Suci Prihatiningtyas4. Ino Angga Putra5. Devva Amrita Pramusari 6. Lailatul Hidayah7. Mohamad Ahya Assyukri 8 Program studi Rekayasa pertanian dan Biosistem. Universitas KH. Wahab Hasbullah Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas KH. Wahab Hasbullah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas KH. Wahab Hasbullah 4,5,6 Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas KH. Wahab Hasbullah Program Studi Pendidikan Agama Islam. Universitas KH. Wahab Hasbullah *Email: dyah@unwaha. ABSTRACT The issue of low environmental awareness among elementary school students often manifests in their indifference toward school gardens and waste management, which reflects limited ecological literacy and weak practical skills in sustainable living. This community service program focused on implementing a Mini Gardening Class designed to foster creativity, responsibility, and environmental care among sixth grade students at an Islamic elementary school. The objective was to integrate gardening activities as both an educational tool and a life skills training program that nurtures environmental awareness and simple entrepreneurship in agriculture. The method applied was service learning, combining direct practice, participatory learning, and reflection to strengthen character and knowledge. Students were guided through activities such as preparing organic media from banana stems, husks, and compost, creating liquid fertilizer from rice water, planting short-harvest vegetables, and maintaining their growth through daily care. The strategy emphasized experiential learning, collaborative teamwork, and integration with science and character education subjects. The results showed a significant increase in studentsAo knowledge and skills in gardening, higher enthusiasm for outdoor learning, and improved responsibility in maintaining the school garden. Furthermore, the program produced practical outputs including a gardening manual, sustainable planting media, and organic fertilizer that could be replicated by the wider community. This activity successfully transformed idle school land into a productive and educational space, while also instilling values of sustainability, cooperation, and independence. is expected that the Mini Gardening Class can serve as a sustainable model of environmental education and food self-sufficiency in schools. Keywords: Mini Gardening. Service Learning. Student Creativity. School Garden ABSTRAK Permasalahan rendahnya kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar tercermin dari sikap acuh terhadap taman sekolah dan pengelolaan sampah, yang menunjukkan keterbatasan literasi ekologi serta keterampilan praktis dalam kehidupan berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelaksanaan Kelas Berkebun Mini yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan pada siswa kelas VI di sekolah dasar Islam. Tujuan kegiatan ini adalah mengintegrasikan aktivitas berkebun sebagai sarana pendidikan sekaligus pelatihan keterampilan hidup yang menanamkan kesadaran lingkungan dan kewirausahaan sederhana dalam bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis layanan dengan menggabungkan praktik langsung, pembelajaran partisipatif, dan refleksi untuk memperkuat karakter dan pengetahuan. Siswa dibimbing melalui kegiatan menyiapkan media organik dari pelepah pisang, sekam, dan kompos, membuat pupuk cair dari air beras, menanam sayuran cepat panen, serta merawat pertumbuhannya secara rutin. Strategi yang diterapkan menekankan pada pengalaman langsung, kerja sama tim, serta integrasi dengan mata pelajaran sains dan pendidikan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berkebun, meningkatnya Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Desember 2025 antusiasme terhadap pembelajaran luar kelas, serta bertambahnya tanggung jawab dalam merawat taman sekolah. Selain itu, kegiatan menghasilkan produk praktis berupa panduan berkebun, media tanam ramah lingkungan, dan pupuk organik yang dapat direplikasi masyarakat luas. Program ini berhasil mengubah lahan sekolah yang terbengkalai menjadi ruang produktif dan edukatif, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan, kemandirian, dan kerja sama. Diharapkan Kelas Berkebun Mini dapat menjadi model berkelanjutan bagi pendidikan lingkungan dan kemandirian pangan di sekolah. Kata Kunci: Berkebun Mini. Pembelajaran Berbasis Layanan. Kreativitas Siswa. Taman Sekolah PENDAHULUAN Kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, tercermin dari kurangnya perhatian terhadap kebersihan, taman sekolah yang terbengkalai, serta minimnya pengalaman dalam aktivitas berbasis alam. Data Indonesia National Assessment Program . menunjukkan bahwa literasi sains siswa pada aspek lingkungan masih rendah, dengan persentase 73,61%. Kondisi ini sejalan dengan hasil observasi di MIS Bustanul Ulum yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa . %) belum pernah menanam tanaman secara langsung, meskipun lebih dari 85% menyatakan senang belajar dengan praktik di luar kelas. Isu utama yang diangkat adalah rendahnya literasi ekologi dan keterampilan hidup sederhana yang mendukung kemandirian pangan. Oleh karena itu, fokus pengabdian diarahkan pada pelaksanaan Mini Gardening Class sebagai media edukasi dan pemberdayaan. Program ini menggunakan media ramah lingkungan berupa pelepah pisang, sekam, dan botol bekas untuk menanam sayuran cepat panen. Subjek pengabdian adalah siswa kelas VI, karena secara psikologis mereka sudah lebih mandiri dan membutuhkan pembekalan keterampilan praktis sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, meningkatkan keterampilan bercocok tanam sederhana, serta memanfaatkan lahan sekolah menjadi ruang edukatif dan produktif. Perubahan sosial yang diharapkan adalah terbentuknya pola pikir peduli lingkungan, berkembangnya kreativitas siswa, dan munculnya kemandirian pangan sederhana di sekolah maupun rumah. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kebun sekolah dapat meningkatkan kepedulian ekologis dan kreativitas siswa (Lisanni, 2019. Jufri. Rahmatika. Sagita, & Salsabila, 2025. Patintingan. Ruruk, & Pare, 2. Dengan demikian. Mini Gardening Class berpotensi menjadi model pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. METODE Subyek pengabdian dalam kegiatan ini adalah siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum. Desa Plosokerep. Kecamatan Sumobito. Kabupaten Jombang. Pemilihan subyek dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan yang menunjukkan rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas berbasis Lokasi sekolah dipilih karena memiliki lahan kosong seluas kurang lebih 10 mA yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi kebun mini sebagai sarana belajar dan pemberdayaan siswa. Proses perencanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah, guru kelas VI, dan perwakilan siswa. Siswa dilibatkan sejak awal melalui diskusi kelompok, penyampaian ide, dan pembagian peran, sehingga kegiatan bersifat partisipatif. Pengorganisasian komunitas dilakukan dengan membentuk kelompok kecil siswa yang bertanggung jawab terhadap area tanam tertentu, sementara guru berperan sebagai pendamping. Metode yang digunakan adalah service learning, yaitu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan aksi nyata di lingkungan sekolah. Strategi ini dipilih untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung yang berorientasi pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan keterampilan Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi: A Observasi awal terhadap kondisi sekolah, wawancara dengan guru, dan identifikasi kebutuhan siswa. A Perancangan program kegiatan berupa Mini Gardening Class yang melibatkan siswa dalam pembuatan media tanam dari pelepah pisang, sekam bakar, dan botol bekas. A Penyusunan modul sederhana yang berisi panduan menanam, perawatan tanaman, dan pembuatan pupuk organik cair dari air beras. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Desember 2025 A Uji coba awal . rial operatio. dengan melibatkan kelompok kecil siswa untuk menilai efektivitas media, instruksi, dan keterlibatan siswa. A Pelaksanaan kegiatan secara penuh melalui praktik menanam, merawat, dan mencatat perkembangan A Monitoring dan pendampingan rutin untuk memastikan keterlibatan aktif siswa, termasuk refleksi pengalaman melalui diskusi kelas. A Evaluasi akhir berupa post-test, angket, dan dokumentasi perubahan kondisi taman sekolah serta sikap siswa terhadap lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program Mini Gardening Class di MIS Bustanul Ulum dengan melibatkan 23 siswa kelas VI menghasilkan beberapa capaian penting. Proses pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui kegiatan pembuatan media tanam berbahan pelepah pisang, sekam bakar, dan kompos, pembuatan pupuk organik cair dari air cucian beras, praktik menanam sayuran cepat panen, serta perawatan tanaman melalui penyiraman dan pencatatan pertumbuhan. Ragam kegiatan ini dirancang untuk menjawab persoalan rendahnya literasi ekologi siswa dan terbatasnya keterampilan praktis dalam bercocok tanam. Dinamika pendampingan memperlihatkan keterlibatan aktif siswa yang awalnya belum terbiasa bekerja dengan tanah, namun secara bertahap menunjukkan peningkatan minat dan antusiasme. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan adanya kenaikan rata-rata nilai dari 55 pada pre-test menjadi 75 pada posttest, dengan selisih 20 poin. Observasi keterampilan menunjukkan 75% siswa mampu melaksanakan tahapan menanam dan merawat tanaman secara mandiri sesuai rubrik yang ditentukan. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan, terjadi pula perubahan sosial yang tampak dalam kebiasaan baru siswa, seperti bergiliran menyiram tanaman, menjaga kebun bersama, dan membentuk kelompok kecil perawat kebun. Beberapa siswa mulai mempraktikkan keterampilan berkebun di rumah dan melibatkan orang tua mereka, sehingga program tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga menjangkau keluarga. Guru kelas VI berperan sebagai penggerak lokal . ocal leade. yang memastikan keberlanjutan kegiatan setelah program pengabdian selesai, sehingga pranata baru di sekolah dapat terus KOGNITIF PKM FAHAM SEDANG KURANG FAHAM SEBELUM SESUDAH Gambar 1. Diagram Kondisi Sebelum dan Sesudah Pelatihan Kegiatan Mini Gardening Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Mini Gardening Class berperan signifikan dalam meningkatkan literasi ekologi (Gambar . , keterampilan praktis, dan kesadaran ocial siswa. Peningkatan skor post-test sebesar 20 poin membuktikan bahwa pendekatan service learning, yang menggabungkan teori dengan praktik langsung, efektif dalam memperkuat pemahaman siswa. Teori experiential learning menegaskan bahwa pembelajaran yang berbasis pada pengalaman nyata memberikan dampak lebih mendalam dalam pembentukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan perilaku siswa dari pasif menjadi aktif dalam menjaga kebun sekolah menunjukkan adanya transformasi sosial kecil di tingkat komunitas sekolah. Terbentuknya pranata baru berupa kelompok perawat kebun dan replikasi keterampilan di rumah bersama orang tua memperlihatkan bahwa program tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif tentang Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Desember 2025 pentingnya lingkungan dan keberlanjutan pangan. Hal ini sejalan dengan penelitian Lisanni . yang menegaskan bahwa kebun sekolah dapat meningkatkan kepedulian ekologis, serta Patintingan. Ruruk, dan Pare . yang menekankan bahwa kebun sekolah berfungsi sebagai sarana pendidikan lingkungan sekaligus latihan kewirausahaan sederhana. Keterlibatan guru sebagai local leader memperkuat keberlanjutan program. Guru berperan sebagai fasilitator dan penggerak yang memastikan kegiatan tidak berhenti setelah pengabdian berakhir. Hal ini sejalan dengan pandangan Jufri. Rahmatika. Sagita, dan Salsabila . bahwa peran tokoh lokal sangat penting dalam membangun dan menjaga literasi ekologi di sekolah. Dengan demikian. Mini Gardening Class dapat dilihat sebagai model pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, praktik kemandirian, serta transformasi sosial. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah tersedianya model sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi di sekolah lain, bahkan di sekolah dengan keterbatasan lahan dan sarana. Program ini dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun proyek penguatan profil pelajar, sehingga mendukung tujuan pendidikan nasional dalam membentuk generasi peduli lingkungan dan mandiri pangan. Dengan demikian. Mini Gardening Class bukan hanya menjawab kebutuhan lokal sekolah, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan pendidikan berkelanjutan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Mini Gardening Class di MIS Bustanul Ulum berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan siswa kelas VI. Rata-rata nilai posttest siswa mengalami peningkatan 20 poin dibandingkan pre-test, disertai dengan kemampuan 75% siswa dalam melakukan praktik menanam dan merawat tanaman secara mandiri. Selain peningkatan aspek kognitif dan keterampilan, program ini juga memunculkan perubahan sosial berupa terbentuknya kebiasaan baru dalam merawat kebun sekolah, terbentuknya kelompok kecil perawat kebun, serta replikasi kegiatan berkebun di rumah dengan melibatkan orang tua. Kehadiran guru sebagai penggerak lokal . ocal leade. menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program. Dengan demikian. Mini Gardening Class tidak hanya memberikan dampak pada penguatan literasi ekologi siswa, tetapi juga mendorong lahirnya transformasi sosial kecil di tingkat komunitas sekolah. Program ini dapat dijadikan model pembelajaran sederhana dan aplikatif yang mampu mendukung tujuan pendidikan lingkungan dan kemandirian pangan, serta layak direplikasi di sekolah DAFTAR RUJUKAN Patintingan. Ruruk. , & Pare. Pengembangan Kebun Sekolah sebagai Sarana Edukasi Lingkungan dan Kewirausahaan Pertanian di Sekolah Dasar Melalui Program Ekstra Kurikuler. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 1779-1786. Jufri. Rahmatika. Sagita. , & Salsabila. Peningkatan Ecoliteracy Siswa SDN 2 Merembu Melalui Kegiatan Menanam di Kebun Sekolah. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2. , 8-8. Setyowati. , & Permata. Service learning: Mengintegrasikan tujuan akademik dan pendidikan karakter peserta didik melalui pengabdian kepada masyarakat. Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 143. Sari. Pemanfaatan Limbah Botol Plastik sebagai Media Tanam dalam Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 5. , https://ejurnal. id/vokasi/article/view/4995 Faisal Danu Tuheteru. Husna. Leomo. Setiawan. Zainun. Nurdin. Tuwu. Qadri. Erif. , & Yasin. Kegiatan eduwisata melalui aktivitas pembibitan jenis tanaman di Kebun Raya UHO kepada murid TK Wulele Sanggula II. Kota Kendari. Jurnal Pengabdian, 2. , 57Ae66. https://journal. org/index. php/AM/article/view/66/60