Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS 10 SMK TEKNOLOGI INFORMASI KARANGTANJUNG KEBUMEN Dewi Fatimatuzzakiyah. Oky Ristya Trisnawati Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail : dewifatima1111@gmail. Abstract The objectives of this study are: . To identify the steps in implementing the Jigsaw method in the Islamic Religious Education (PAI) subject for Grade 10 at SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen. To identify the supporting and inhibiting factors in the application of the Jigsaw method in the same subject and setting. This research is a qualitative The subjects are the Islamic Education teacher and Grade 10 students at SMK TI. The research method used is descriptive. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data condensation, data display, and drawing conclusions. The results show that: . The learning process consists of three main stages: opening, core, and closing activities. The teacher begins by providing motivation and an introductory activity, then implements the Jigsaw method based on pre-arranged steps. In the final stage, the teacher provides a summary and conducts an evaluation through a written test. This method has proven effective in enhancing student learning outcomes. Supporting factors include increased student participation and responsibility, improved communication and social skills, equal understanding of the material, and an enjoyable learning experience. Meanwhile, the inhibiting factors include limited time, inadequate facilities, limited teacher competence, differences in students' academic abilities and participation, and the incompatibility of some materials with the Jigsaw method. Keywords: Implementation. Jigsaw. Islamic Religious Education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode jigsaw pada mata pembelajaran PAI di Kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan metode pembelajaran jigsaw pada mata Pelajaran PAI di Kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen. Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru PAI, dan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Siswa kelas 10 SMK TI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pembuka, inti, dan penutup. Guru memulai dengan motivasi dan apersepsi, lalu menerapkan metode Jigsaw sesuai langkah yang telah dirancang. Di akhir sesi, guru menyampaikan kesimpulan dan melakukan evaluasi melalui tes tertulis. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Faktor pendukung dalam implementasi metode jigsaw yaitu dapat meningkatkan keaktifan dan rasa tanggung jawab siswa. sosial dan komunikasi siswa. pemahaman materi yang merata. pengalaman pembelajaran yang Faktor penghambat dalam implementasi metode jigsaw yaitu kurangnya ketersediaan waktu. kurangnya sarana prasarana. keterbatasan kemampuan guru. kemampuan akademik dan partisipasi siswa. ketidaksesuaian materi dengan metode jigsaw. Kata Kunci: Implementasi. Jigsaw. PAI PENDAHULUAN Pembentukan moral dan penguatan karakter merupakan salah satu peran penting Pendidikan Agama Islam khususnya pada jenjang pendidikan sekolah menengah. Setiap guru memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan saat merespons sikap atau perilaku siswa. Memberikan pendidikan agama bukanlah tugas eksklusif guru agama saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh tenaga pendidik di lingkungan sekolah. 1 Oleh sebab itu, proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter dengan membimbing peserta didik menuju pemahaman yang benar, sekaligus menanamkan nilainilai etika dan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam. Proses pembelajaran yang berkualitas adalah proses yang berlangsung sesuai dengan tujuan yang telah dirancang, serta mampu mencapai hasil secara efektif, efisien, dan maksimal. Kemudian, pembelajaran juga merupakan sarana yang digunakan oleh guru dalam upaya yang dilakukan untuk sampai kepada pendidikan nasional, yaitu membentuk peserta didik yang memiliki karakter positif. 2 Namun metode konvensional yang sering diterapkan pada pembelajaran PAI yaitu guru selalu menjadi sumber informasi utama dan siswa hanya menjadi . M F A Ghani et al. AuStrategi Yang Mempengaruhi Keberhasilan Kbm Pengelolaan Pengajaran Pai Di Smk Negeri 02 Terbanggi Besar,Ay Unisan Jurnal 02, no. : 123Ae31, http://journal. id/index. php/unisanjournal/article/view/1933. Diki Heriwan and Taufina Taufina. AuPengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 4, no. : 673Ae80, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendengar passif menjadikan minat dan motivasi belajar siswa menjadi kurang akibatnya mereka dalam mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung akan kurang partisipasinya. Salah satu tantangan yang harus dihadapi guru PAI dalam proses pembelajaran adalah menciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bersemangat serta aktif dalam pembelajaran yang berlaku. Pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan dan potensi siswa dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Model Jigsaw dibuat untuk membantu siswa merasa lebih bertanggung jawab, baik terhadap pembelajaran diri sendiri maupun pembelajaran teman temannya. Dalam model ini, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga harus mampu menjelaskan dan mengajarkannya kepada anggota kelompok lainnya. Karena itu, setiap siswa saling bergantung dan perlu bekerja sama secara aktif agar semua materi bisa dipahami dengan baik oleh seluruh anggota kelompok. 3 Dalam hal ini penerapan metode jigsaw dapat menjadi upaya dalam meningkatkan motivasi dan minat siswa. Sama seperti yang disampaikan oleh Yusrina Asda dalam jurnalnya mengatakan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran jigsaw efektif digunakan dalam peningkatan hasil belajar serta motivasi siswa. 4 Selain itu hasil penelitian Ni Wayan Resmi juga menunjukan bahwa dengan implementasi metode pembelajaran jigsaw hasil belajar siswa dapat meningkat secara signifikan. Dalam model ini, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga harus mampu menjelaskan dan mengajarkannya kepada anggota kelompok lainnya. Karena itu, setiap siswa saling bergantung dan perlu bekerja sama secara aktif agar semua materi bisa dipahami dengan baik oleh seluruh anggota kelompok. 6 Melalui implementasi metode pembelajaran jigsaw selain mereka mendapatkan informasi dari gurunya, mereka juga mendapatkan tambahan informasi dari teman sebayanya untuk meningkatkan pemahaman dan referensi materi. Melalui implementasi metode pembelajaran jigsaw selain mereka mendapatkan informasi dari gurunya, . Hermin Nurhayati and Nuni Widiarti . Langlang Handayani. AuJurnal Basicedu. Jurnal Basicedu,Ay Jurnal Basicedu 5, no. : 3. , 524Ae32, https://journal. id/ajie/article/view/971. Yusrina Asda. AuEfektivitas Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Pada Siswa Man Model Banda Aceh,Ay PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat 2, no. : 160Ae74, https://doi. org/10. 47006/pendalas. Ni Wayan Resmi. AuModel Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,Ay Journal of Education Action Research 6, no. : 546Ae51, https://doi. org/10. 23887/jear. Hermin Nurhayati and Nuni Widiarti . Langlang Handayani. AuJurnal Basicedu. Jurnal Basicedu,Ay Jurnal Basicedu 5, no. : 3. , 524Ae32, https://journal. id/ajie/article/view/971. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. mereka juga mendapatkan tambahan informasi dari teman sebayanya untuk meningkatkan pemahaman dan referensi materi. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4-6 siswa secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan materi yang dipelajari. Pembelajaran kelompok tipe Jigsaw terdapat kelompok asal dan kelompok ahli, kelompok ahli harus menguasai satu materi, selanjutnya materi yang dikuasai itu akan dibawa ke kelompok asal untuk disampaikan kepada anggota SMK Teknologi Informasi telah menerapkan metode jigsaw sebagai bagian dari strategi Penerapan metode jigsaw ini membuat siswa lebih aktif dan motivasi belajar siswa juga meningkat. Dari yang sebelumnya menggunakan metode konvensional siswa sering keluar kelas dengan alasan ingin ke kamar mandi atau yang lainnya, kemudian guru berpindah menggunakan metode jigsaw membuat minat siswa dalam mengikuti pelajaran meningkat begitu pula hasil belajar yang mereka dapat. Dengan efektifnya metode jigsaw yang digunakan di SMK Teknologi Informasi Karang Tanjung. Kebumen peneliti tertarik untuk melakukan penelitian perihal AuPenerapan Metode Pembelajaran Jigsaw pada Mata Pelajaran PAI Kelas 10 SMK Teknologi InformasiAy yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah implementasi metode jigsaw serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi metode jigsaw. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari guru PAI dan peserta didik. Tujuan dari penelitian kualitatif ini untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang suatu subjek dari sudut pandang manusia yang cermat. Penelitian kualitatif ini berfokus pada pendapat, ataupun gagasan. Namun, tidak menggunakan data angka. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mengenai Implementasi metode jigsaw di kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karagtanjung Kebumen. Teknik pengumpulan data meliputi: Op. Cit Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Observasi. Wawancara dan Dokumentasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di kelas 10 SMK Teknologi Informasi Ar-Raudloh Karangtanjung Alian Kebumen. Penerapan metode pembelajaran jigsaw berhasil memberikan dampak positif bagi peserta didik. Hal ini terlihat dari meningkatnya motivasi dan hasil belajar siswa. Penerapan metode jigsaw ini terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa, motivasi belajar, serta keterampilan sosial. Siswa yang semula cenderung pasif dan hanya menjadi pendengar dalam metode ceramah, kini terdorong untuk lebih aktif mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjelaskan materi kepada teman sekelompoknya. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, interaktif, serta menyenangkan. Lebih dari itu, metode ini membantu siswa mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan empati terhadap Proses diskusi yang berlangsung membuat siswa merasa lebih nyaman belajar bersama teman sebaya, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi lebih mendalam dan merata. Beberapa faktor pendukung dalam penerapan metode jigsaw yaitu Faktor pendukungnya meliputi meningkatnya keaktifan, tanggung jawab, interaksi sosial positif, pemerataan pemahaman, dan pengalaman belajar yang menyenangkan Faktor penghambat yang muncul antara lain keterbatasan waktu, sarana-prasarana, perbedaan kemampuan akademik, variasi partisipasi, serta ketidaksesuaian materi. Secara keseluruhan, jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, namun memerlukan penyesuaian strategi dan dukungan fasilitas agar hasil lebih optimal. Penerapan Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Mata Pembelajaran PAI Kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen Pendidikan Agama Islam adalah mata pelajaran yang sering kali membuat siswa kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam memilih metode pembelajaran yang menarik dan tepat. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat mempengaruhi tingkat antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Menurut Ibu Syamsiatun selaku guru PAI pengampu Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kelas 10 di SMK Teknologi Informasi metode jigsaw cocok sebagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan Alasannya yaitu didalam metode jigsaw siswa dilatih untuk bertanggung jawab dengan bagian materinya masing-masing. 8 Jadi siswa akan lebih fokus untuk memahami materinya sendiri. Implementasi metode jigsaw berjalan di dalam kelas 10 SMK TI Ar-Raudloh Karangtanjung dibantu dengan media pembelajaran LKS. Guru menggunakan metode jigsaw untuk menjelaskan materi yang mempunyai beberapa sub bab, supaya pemahaman yang mereka dapatkan dapat lebih luas. Dengan membagi mereka menjadi beberapa kelompok dan membaginya menjadi sub bab kecil lagi pastinya persentase pemahaman materi yang mereka dapatkan dapat meningkat. Menurut Ibu Syamsiatun pembelajaran jigsaw yang berjalan di kelas 10 SMK Teknologi Informasi Ar-Raudloh berlangsung dengan tertib dan berhasil membuat hasil belajar peserta didik meningkat. 10 Didukung dengan pendapat FK yang mengatakan bahwa lebih mudah memahami materi yang disampaikan menggunakan metode jigsaw karena belajar dan mencari informasi dari teman sebaya jadi bahasanya mudah dipahami dan tidak terlalu formal. Kita juga jadi tidak malu untuk Berdasarkan obeservasi yang dilakukan peneliti, bahwa kelas 10 ketika berjalanya pembelajaran dengan metode jigsaw mereka bisa lebih fokus dengan Sebagian besar tidak siswa yang bergantung pada temannya. Mereka melakukan tugasnya masing-masing. Selain itu mereka benar-benar matang dalam bagiannya yang akan mereka jelaskan di kelompok ahli untuk mereka diskusikan. Penerapan metode jigsaw dalam penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan . Ibu Syamsiatun Khasanah. AuImplementasi Metode JigsawAy. Wawancara, 22 Juli 2025 . Observasi kegiatan pembelajaran PAI di kelas 10 SMK TI Ar-Raudloh. , 12 Juli 2025 . Ibu Syamsiatun Khasanah. AuImplementasi Metode JigsawAy. Wawancara, 22 Juli 2025 . FK AuImplementasi Metode JigsawAy. Wawancara 22 Juli 2025 Observasi kegiatan pembelajaran PAI di Kelas 10 SMK TI Ar-Raudloh, 12 Juli 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Tahap Pembuka Guru memulai pembelajaran dengan memberikan salam, motivasi, serta apersepsi yang menghubungkan materi dengan pengalaman siswa. Kegiatan ini penting untuk membangun kesiapan mental dan menumbuhkan minat siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Tahap Inti Siswa dibagi dalam kelompok asal dan kelompok ahli. Setiap siswa bertugas mempelajari subtopik tertentu dalam kelompok ahli, lalu kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materi yang telah dipelajari. Proses ini mendorong siswa untuk benar-benar menguasai bagian materinya, sekaligus melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama. Tahap Penutup Guru dan siswa melakukan refleksi bersama untuk menyimpulkan hasil Selain itu, evaluasi dilakukan dengan tanya jawab, diskusi, maupun tes tertulis guna mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Di dalam pelaksanaannya, metode jigsaw yang dilaksanakan di kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen hanya dengan waktu 2 jam pelajaran . Dengan waktu tersebut diupayakan guru bisa mencapai tujuan pembelajaran. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Metode Jigsaw Pada Mata Pembelajaran PAI di kelas 10 SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen Faktor Pendukung Keberhasilan metode jigsaw dalam penelitian ini didukung oleh beberapa faktor penting, di antaranya: Pemahaman materi yang merata setiap siswa mendapat kesempatan untuk mendalami satu bagian materi, sehingga tidak ada yang tertinggal. Meningkatkan keaktifan dan tanggung jawab siswa. Siswa sadar bahwa pemahaman kelompok bergantung pada kontribusi masing-masing anggota. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Keterampilan Siswa menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan. Suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan berganti dari diskusi kelompok ahli, kembali ke kelompok asal, hingga presentasi membuat pembelajaran tidak monoton. Peran guru sebagai fasilitator. Guru berhasil menciptakan suasana kondusif, memberikan arahan, serta memotivasi siswa sepanjang proses pembelajaran. Faktor Penghambat Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan dalam implementasi metode jigsaw, yaitu: Keterbatasan waktu pembelajaran. Durasi 2 x 45 menit terasa kurang untuk menjalankan semua tahapan jigsaw secara optimal. Perbedaan kemampuan akademik siswa. Terdapat siswa yang aktif dan mudah memahami materi, sementara yang lain masih pasif atau kurang percaya diri, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan peran dalam kelompok. Keterbatasan sarana dan prasarana. Ruang kelas yang sempit, meja-kursi yang tidak fleksibel, dan kurangnya media pembelajaran membuat interaksi antar kelompok kurang maksimal. Keterampilan guru dalam manajemen kelas. Guru dituntut memiliki kemampuan membagi materi secara tepat, mengatur dinamika diskusi, serta mengelola kelas yang aktif agar tetap kondusif. Resistensi sebagian siswa. Beberapa siswa masih merasa canggung atau enggan bekerja sama karena belum terbiasa dengan pola belajar kolaboratif. Ketidaksesuaian materi dengan metode jigsaw tidak semua materi PAI cocok diajarkan dengan model ini, terutama materi yang bersifat linier atau memerlukan pemahaman berurutan. Kesulitan evaluasi individu. Guru mengalami tantangan dalam memberikan penilaian yang adil, karena kontribusi siswa dalam kelompok sering kali Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 529-537 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KESIMPULAN Penerapan metode jigsaw pada pembelajaran PAI di kelas X SMK Teknologi Informasi Karangtanjung Kebumen dilaksanakan melalui tiga tahap: pembuka dengan motivasi dan apersepsi, inti dengan pembentukan kelompok asal dan ahli, serta penutup dengan penyimpulan dan evaluasi. Metode ini menciptakan suasana belajar aktif, kolaboratif, dan bermakna. Faktor pendukungnya meliputi meningkatnya keaktifan, tanggung jawab, interaksi sosial positif, pemerataan pemahaman, dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Faktor penghambat yang muncul antara lain keterbatasan waktu, sarana-prasarana, perbedaan kemampuan akademik, variasi partisipasi, serta ketidaksesuaian materi. Secara keseluruhan, jigsaw efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, namun memerlukan penyesuaian strategi dan dukungan fasilitas agar hasil lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA