TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Return On Assets terhadap Keputusan Berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan Jumadil Awal1. Ayu Puspitasari2. Yudi Satria3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Maju awaljumadil084@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga dan return on assets terhadap keputusan berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling dan melibatkan 96 responden pengguna Bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga dan Return on Assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. peningkatan tingkat suku bunga dan Return on Assets (ROA) secara nyata mendorong keputusan berinvestasi. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi memberi sinyal potensi imbal hasil yang menarik, sementara ROA yang tinggi mencerminkan kinerja perusahaan yang baik sehingga meningkatkan kepercayaan ABSTRACT This study aims to determine the effect of interest rates and return on assets on investment decisions in the Bibit app in South Sulawesi. This study used a quantitative approach with a random sampling technique and involved 96 Bibit user respondents. The results showed that interest rates and return on assets had a positive and significant effect on investment decisions. increase in interest rates and Return on Assets (ROA) significantly encourages investment Higher interest rates signal the potential for attractive returns, while a higher ROA reflects good company performance, thereby increasing investor confidence. Volume 10 Nomor 2 Halaman 270-277 Makassar. Desember 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 16 Oktober 2025 Tanggal diterima 11 November 2025 Tanggal dipublikasi 1 Desember 2025 Kata kunci : Tingkat Suku Bunga. Return On Assets dan Keputusan Berinvestasi Keywords : Interest Rate. Return on Assets. Investment Decision Mengutip artikel ini sebagai : Awal. Puspitasari. Satria. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Return On Assets terhadap Keputusan Berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Tangible Jurnal, 10. No. Desember 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi finansial . inancial technology atau fintec. telah membawa perubahan besar dalam pola investasi masyarakat, khususnya melalui platform digital seperti aplikasi Bibit. Aplikasi ini memudahkan investor ritel dalam mengakses produk investasi seperti reksa dana dengan biaya rendah, kemudahan transaksi, serta rekomendasi otomatis berbasis algoritma . obo-adviso. Menurut Afrisa et al. , faktor-faktor seperti ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, dan kepercayaan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan aplikasi investasi digital di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi telah berperan penting dalam mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi. Keputusan berinvestasi merupakan proses penting yang melibatkan pertimbangan antara risiko dan keuntungan dalam mengalokasikan dana pada berbagai instrumen keuangan (Gitman dan Zutter, 2. Menurut Kahneman dan Tversky . , pengambilan keputusan investasi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis dan persepsi risiko. Dalam konteks digital, kemudahan akses informasi dan transparansi yang ditawarkan aplikasi seperti Bibit menjadikan investor semakin TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. rasional dalam memilih instrumen investasi. Namun demikian, faktor ekonomi makro seperti tingkat suku bunga dan kinerja keuangan perusahaan tetap menjadi variabel utama yang memengaruhi keputusan investasi (Samuelson dan Nordhaus, 2. Tingkat suku bunga merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang berperan penting dalam menentukan arah investasi. Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen berisiko rendah seperti deposito, sementara penurunan suku bunga mendorong minat investasi pada instrumen berisiko seperti saham dan reksa dana (Budiman et al. , 2. Sementara itu. Return on Assets (ROA) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya. ROA yang tinggi menandakan efisiensi operasional dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi keuntungan di masa depan (Ishak et al. , 2. Oleh karena itu, kedua faktor ini dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Sejumlah penelitian terdahulu telah meneliti hubungan antara suku bunga, kinerja keuangan, dan keputusan investasi. Penelitian oleh Putri dan Panjaitan . menemukan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap return saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, penelitian oleh Darminta dan Sari . menunjukkan bahwa perubahan suku bunga selama pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap return saham. Di sisi lain. Halim . serta Ishak et al. menegaskan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap keputusan investasi karena mencerminkan profitabilitas perusahaan. Temuan-temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara faktor ekonomi makro dan keputusan investasi di pasar modal tradisional. Berbagai penelitian sebelumnya telah meneliti pengaruh tingkat suku bunga dan Return on Assets terhadap keputusan investasi di pasar modal konvensional (Halim. Putri dan Panjaitan, 2024. Ishak et al. , 2. Namun, penelitian yang secara khusus menyoroti kedua variabel tersebut dalam konteks aplikasi investasi digital seperti Bibit masih sangat terbatas, terutama di wilayah Sulawesi Selatan. Sebagian besar studi terdahulu lebih menitikberatkan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan belum menjelaskan bagaimana faktor ekonomi makro memengaruhi perilaku investasi individu melalui platform fintech. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis pengaruh tingkat suku bunga dan Return on Assets terhadap keputusan berinvestasi pada aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan pengguna aplikasi keuangan digital yang tinggi. Berdasarkan penelitian Hasriani et al. , perilaku keuangan dan literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi mahasiswa di daerah ini. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat investasi di kalangan generasi muda, namun keputusan berinvestasi masih fluktuatif akibat perubahan kondisi ekonomi makro seperti suku bunga dan inflasi. Oleh karena itu, analisis pengaruh tingkat suku bunga dan Return on Assets terhadap keputusan investasi pada pengguna aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori motivasi Abraham Maslow sebagai landasan teoritis, di mana keputusan investasi dipandang sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan akan keamanan finansial . afety need. dan aktualisasi diri . elf-actualizatio. KERANGKA KONSEPTUAL Kerangka konseptual membangun hubungan antara ide-ide yang akan diamati atau di ukur oleh penelitian. Perumusan tujuan penelitian dan kerangka teoritis yang diuraikan dalam evaluasi literatur sebelumnya menginformasikan konstruksi TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. kerangka konseptual ini. Dengan kata lain, kerangka teoritis atau hipotesis yang mendasari penelitian dirumuskan atau disederhanakan di dalam kerangka konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Tingkat Suku Bunga Keputusan Berinvestasi Return On Assets (ROA) Sumber : Peneliti . METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan fokus pada jenis asosiatif. Masalah penelitian yang termasuk dalam kategori asosiatif bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan hubungan atau korelasi yang mungkin ada antara dua variabel atau lebih (Tumewu et al. , 2. Dalam penelitian ini menggunakan populasi yaitu para masyarakat Sulawesi Selatan yang menggunakan serta melakukan investasi pada Aplikasi Bibit reksa dana. Karena jumlah pupulasi pengguna aplikasi Bibit tidak diketahui secara pasti maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan menggunakan teknik purposive sampling di mana peneliti mendistribusikan instrumen penelitian kepada responden secara online melalui sosial media dengan jumlah 96 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Normalitas Tabel 1. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: olah data SPSS versi 26 Berdasarkan hasil uji normalitas dengan Kolmogrof-Smirnov, diperoleh nilai ini lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data residual pada model regresi normal, dengan demikian, asumsi normalitas dalam penelitian ini telah terpenuhi. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Uji Heteroskedastisitas Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Dependent Variable: LN_RES Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: olah data SPSS versi 26 Berdasarkan hasil uji heterodaskesitas menggunakan uji park, terlihat pada tabel Variabel X1 dengan nilai sig sebesar 0,566 > 0,05 dan variabel X2 dengan nilai sig sebesar 0,893 > 0,05, menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada kedua variabel tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa data telah memenuhi salah satu asumsi klasik regresi. Uji Hipotesis . Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: olah data SPSS versi 26 Dari hasil uji f pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 28. 305, lebih besar dari F tabel sebesar 3,09 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Tingkat Suku bunga (X. dan Return On Assets (X. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berinvestasi (Y). Dengan demikian H3 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa kedua variabel independen dalam penelitian ini secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Uji Parsial . Tabel 4. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Dependent Variable: Y Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: olah data SPSS versi 26 Berdasarkan hasil uji t pada tabel diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi untuk variabel Tingkat Suku Bunga (X. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung untuk X1 sebesar 12. 707, lebih besar dari dari t tabel 1,661 sehingga dapat disimpulkan bahwa X1 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berinvestasi (Y). Sedangkan untuk variabel Return On Assets (X. , diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung sebesar 11. 844 lebih besar dari t tabel 1,661 TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. sehingga dapat disimpulkan bahwa X2 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Berinvestasi (Y). Uji Determinasi Tabel 5. Hasil Uji Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: olah data SPSS versi 26 Dari hasil uji pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,859. Artinya Tingkat Suku Bunga dan Return On Assets secara simultan memberikan pengaruh sebesar 85,6% terhadap Keputusan Berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Nilai ini diperoleh dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi (R) yaitu 0,927 x 0,927 = 0,856 atau setara dengan 85,6%. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sebesar 85,6% variasi perubahan pada keputusan berinvestasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel Tersebut, sementara sisanya sebesar 14,4% . % - 85,6%) dipengaruhi oleh faktor lain diluar model yang digunakan dalam penelitian PEMBAHASAN Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Keputusan Berinvestasi Tingkat suku bunga merupakan instrumen penting dalam kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh otoritas keuangan seperti Bank Indonesia. Berdasarkan hasil uji parsial (Uji T), variabel tingkat suku bunga memiliki nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung sebesar 12. 707 lebih besar dari t tabel 1,661, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi secara parsial pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Dengan demikian, hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak. Perubahan tingkat suku bunga terbukti memengaruhi kecenderungan investor dalam mengambil keputusan berinvestasi. Kenaikan suku bunga mendorong investor untuk memilih instrumen yang lebih aman seperti deposito atau obligasi, sementara penurunan suku bunga membuat investor lebih tertarik pada instrumen berisiko seperti saham atau reksa dana yang tersedia di Aplikasi Bibit. Hasil ini mendukung teori investasi klasik yang menyatakan bahwa suku bunga merupakan faktor utama dalam keputusan investasi, di mana suku bunga berperan sebagai biaya modal. semakin rendah suku bunga, semakin besar dorongan untuk berinvestasi, dan sebaliknya (Samuelson dan Nordhaus, 2. Selain itu, hasil penelitian ini juga konsisten dengan Teori Motivasi Abraham Maslow, di mana keputusan individu untuk berinvestasi berkaitan dengan kebutuhan rasa aman . afety need. serta aktualisasi diri. Saat suku bunga rendah, individu terdorong untuk mencari investasi yang lebih produktif demi mencapai keamanan finansial dan perkembangan pribadi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Rio Oktarino. Ali Akbar, dan Andri Irawan . yang menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap investasi di Indonesia, baik pada pendekatan makro maupun mikro. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian Halim . yang menemukan bahwa dalam kondisi tertentu suku bunga tidak signifikan memengaruhi keputusan investasi karena investor lebih dipengaruhi oleh prospek Return on Assets (ROA). TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tingkat suku bunga merupakan faktor penting yang dapat memotivasi atau menghambat seseorang dalam mengambil keputusan investasi, baik dari aspek ekonomi rasional maupun psikologis. Pengaruh Return On Assets Terhadap Keputusan Berinvestasi Return on Assets (ROA) merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang dimilikinya. Berdasarkan hasil uji parsial (Uji T), variabel ROA memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, serta nilai t hitung 844 lebih besar dari t tabel 1,661. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi pada Aplikasi Bibit, sehingga hipotesis H2 diterima dan H0 ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat ROA perusahaan, semakin besar kemungkinan investor untuk menempatkan investasinya pada produk reksa dana atau saham yang tersedia di Aplikasi Bibit. Hasil ini mendukung teori keuangan yang menyatakan bahwa kinerja keuangan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan investor serta memotivasi mereka untuk melakukan investasi. Dalam konteks pengguna Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan, pengaruh ROA terlihat dari bagaimana investor menilai potensi keuntungan dan risiko berdasarkan kinerja keuangan perusahaan. ROA menjadi sinyal penting bagi investor dalam menilai prospek investasi dan efisiensi pengelolaan aset perusahaan. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat dijelaskan melalui beberapa teori. Pertama. Teori Signaling menjelaskan bahwa perusahaan memberikan sinyal kepada investor melalui informasi keuangan seperti ROA. ROA yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dan potensi keuntungan yang Kedua. Teori Keputusan Rasional menyatakan bahwa investor cenderung membuat keputusan berdasarkan pertimbangan logis untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko, di mana ROA menjadi indikator objektif dalam menilai prospek investasi. Ketiga, dalam kerangka Teori Motivasi Abraham Maslow sebagai grand theory. ROA yang tinggi memberikan rasa aman bagi investor karena menandakan efisiensi dan profitabilitas perusahaan, sekaligus meningkatkan penghargaan diri melalui keputusan investasi yang dianggap rasional dan tepat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Halim . yang menemukan bahwa kinerja keuangan perusahaan, termasuk ROA, berpengaruh positif terhadap keputusan investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian Tiara Ardia Sekar Ayu dan Darah Wulandari Pangestuty . yang menunjukkan bahwa ROA, kapitalisasi pasar, dan isu perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi pada saham bank digital. Perbedaan ini menunjukkan bahwa indikator fundamental seperti ROA tidak selalu menjadi faktor utama bagi investor ritel dalam konteks investasi berbasis digital, karena keputusan mereka juga dipengaruhi oleh faktor psikologis, kemudahan akses, dan rekomendasi aplikasi investasi. Hal ini sejalan dengan Teori Motivasi Maslow yang menekankan pentingnya rasa aman dan kenyamanan dalam proses pengambilan keputusan investasi. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Return On Assets Terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil uji simultan (Uji F), diperoleh nilai F hitung sebesar 284. dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih besar dari F tabel sebesar 3,09 dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya, secara simultan variabel tingkat suku bunga dan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi antara tingkat suku bunga dan ROA memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku dan keputusan investor. Ketika suku bunga rendah dan kinerja keuangan perusahaan (ROA) tinggi, investor cenderung lebih termotivasi untuk melakukan investasi karena potensi keuntungan yang lebih menarik. Sebaliknya, ketika suku bunga meningkat dan profitabilitas perusahaan menurun, minat investasi cenderung melemah. Temuan ini sejalan dengan Teori Motivasi Abraham Maslow yang menjelaskan bahwa keputusan berinvestasi dipengaruhi oleh dorongan individu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, rasa aman, serta keinginan untuk memperoleh hasil yang Tingkat suku bunga dan ROA berfungsi sebagai stimulus eksternal yang memengaruhi persepsi dan motivasi investor dalam mengambil keputusan finansial. Selain itu, hasil penelitian ini juga konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Petra Christian University . yang menjelaskan bahwa suku bunga dan rasio profitabilitas seperti ROA memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan investasi. Hal ini terjadi karena investor mempertimbangkan faktor biaya modal . ost of capita. dan efisiensi penggunaan aset sebagai dasar dalam menentukan strategi investasi yang SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, tingkat suku bunga dan Return on Assets (ROA) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan berinvestasi pada Aplikasi Bibit di Sulawesi Selatan. Secara parsial, suku bunga berpengaruh terhadap minat investor dalam memilih instrumen investasi, sedangkan ROA menunjukkan kinerja keuangan yang mampu meningkatkan kepercayaan Secara simultan, keduanya menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan investasi. Hasil ini sejalan dengan teori investasi klasik dan Teori Motivasi Maslow, yang menegaskan bahwa keputusan investasi dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kebutuhan psikologis seperti rasa aman dan pencapaian diri. SARAN Diharapkan para investor, khususnya pengguna aplikasi Bibit, lebih memperhatikan faktor ekonomi makro seperti tingkat suku bunga sebelum mengambil keputusan investasi. Kenaikan suku bunga cenderung memengaruhi daya tarik instrumen investasi yang berisiko rendah seperti deposito, sedangkan penurunan suku bunga dapat membuka peluang untuk memperoleh keuntungan lebih besar melalui investasi di reksa dana atau saham. Selain itu, investor sebaiknya meninjau Return on Assets (ROA) dari emiten atau perusahaan yang menjadi komponen reksa dana sebagai indikator kinerja dan profitabilitas. Bagi Pengembang Aplikasi Bibit dan Lembaga Keuangan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan fitur edukatif dan analisis fundamental otomatis di dalam aplikasi, agar pengguna dapat memahami bagaimana variabel seperti suku bunga dan ROA memengaruhi potensi imbal hasil investasi mereka. Edukasi berbasis data ini penting untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan membantu investor pemula membuat keputusan yang lebih rasional Bagi Pemerintah dan Regulator Keuangan (OJK. BI) Pemerintah dan otoritas keuangan disarankan untuk memperkuat program literasi keuangan digital di daerah-daerah seperti Sulawesi Selatan. Dukungan kebijakan makroekonomi yang stabil dan transparansi informasi suku bunga akan membantu menciptakan iklim investasi yang kondusif, sekaligus mendorong pertumbuhan inklusi keuangan di sektor fintech. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. DAFTAR PUSTAKA