e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 PERAN PEMODERASI REPUTASI PERUSAHAAN PADA PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN WEBSITE CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN Natasya Elvin Maharani 1. Erna Widiastuty 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Andalas. Indonesia, 1910532032_natasya@student. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Andalas. Indonesia, ernawidiastuty@eb. Riwayat Artikel: Received: 05 Maret 2024 Revised: 02 Mei 2024 Accepted: 13 Mei 2024 Publlished: 22 Mei 2024 Corresponding Author: Nama: Erna Widiastuty Email: ernawidiastuty@eb. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2024 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: The objective of this research is to show empirical evidence concerning the moderating role of firm reputation on the effect of the range of CSR website disclosure on firm financial performance. The research sample focused on manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2016 to 2022. Sampling was carried out using the purposive sampling method, resulting in 238 firm-year observations. The moderating variable is firm reputation measured by market capitalization ratio. The range of CSR website disclosure, which functions as an independent variable, is measured using content analysis The corporate financial performance as the dependent variable, measured using ROA and ROE. Data were analyzed through methods such as multiple linear regression analysis methods and moderated regression analysis (MRA) test. The findings of this research provide empirical evidence that first, the range of CSR website disclosure has a negative and significant impact on corporate financial performance. Second, the results of this study provide empirical evidence that firm reputation has no moderating effect on the impact of the range of CSR website disclosure on firm financial performance. The results of this research contribute that companies need to pay attention to the balance between CSR disclosure and the goal of achieving corporate financial performance. Keywords: CSR website disclosure. firm financial firm reputation. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana reputasi perusahaan dapat memoderasi pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sampel penelitian difokuskan pada perusahaan sektor manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Vol. No. Juni 2024 metode purposive sampling, sehingga memperoleh observasi sebanyak 238 perusahaan-tahun. Rasio market capitalization digunakan untuk mengukur variabel moderasi reputasi perusahaan. Luas pengungkapan website CSR, yang berfungsi sebagai variabel independen, diukur melalui metode content analysis. Kinerja keuangan perusahaan sebagai variabel dependen diukur dengan menggunakan ROA dan ROE. Data dianalisis menggunakan metode seperti regresi linear berganda dan moderrated regression analysis (MRA). Temuan dari penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pertama, luas pengungkapan website CSR berdampak negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Kedua, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peran moderasi reputasi perusahaan terhadap pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bahwa perusahaan perlu memperhatikan keseimbangan antara pengungkapan CSR dengan tujuan pencapaian kinerja keuangan perusahaan. Kata kunci: kinerja keuangan. luas pengungkapan website CSR. reputasi perusahaan PENDAHULUAN Topik Corporate Social Responsibility (CSR) semakin mendapat perhatian dari para akademisi dan peneliti karena perusahaan sadar bahwa penting bagi mereka untuk menjaga lingkungan. Kesadaran perusahaan untuk menjaga lingkungan muncul disebabkan karena semakin berkurangnya sumber daya alam, meningkatnya polusi lingkungan, masalah hak asasi manusia, praktik ketenagakerjan, dan kualitas serta keamanan produk yang dihasilkan [Schryder, 2. Meningkatnya kesadaran sosial dan lingkungan perusahaan menimbulkan kebutuhan bagi stakeholder atas pelaporan CSR. Pelaporan dan pengungkapan CSR menunjukkan kepedulian manajemen perusahaan untuk berkomunikasi dengan stakeholder secara transparan, terpercaya, dan bertanggung jawab. Kinerja keuangan berhubungan dengan analisis yang dilakukan oleh pihak yang berkepentingan untuk mengetahui sejauhmana perusahaan telah melakukan pengelolaan terhadap sumberdaya ekonomi yang dimilikinya [Hutabarat, 2. Selain itu, kinerja keuangan menjadi dasar bagi para stakeholder untuk mengambil keputusan investasi [Fahmi, 2. Ini berarti bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik dapat mempengaruhi pasar saham [Rakhmawati, 2. Di sisi lain, keterlibatan perusahaan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan juga dipercaya dapat mengurangi biaya operasional perusahaan yang kemudian berhubungan dengan meningkatnya hasil keuangan (DiSegni et al. , 2. Dengan demikian, pengungkapan CSR menjadi alasan yang mendasari perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan (Gautam & Singh, 2. Internet berfungsi sebagai salah satu media komunikasi bagi perusahaan termasuk untuk mengkomunikasikan informasi CSR misalnya melalui website. Website memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi secara detail, instan, fleksibel, tepat waktu, lebih murah, dan lebih efisien dibandingkan dengan media cetak tradisional seperti koran dan majalah [Schryder, 2. Selain itu. Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan peraturan, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK. 04/2015 tentang Situs Web Emiten Atau Perusahaan Publik. Penerbitan regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi informasi. Ini berarti bahwa akses informasi CSR perusahaan disajikan up-to-date. Disamping itu, pengungkapan informasi juga dapat dianggap sebagai sarana untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA Sejumlah penelitian terdahulu yang menguji pengaruh antara pengungkapan CSR dan kinerja keuangan perusahaan seperti Alshammari . Nguyen et al. Pham & Tran . Rehman et al. Rely . Saeidi et al. Singh & Misra . Siueia et al. Temuan dari penelitian mereka secara konsisten menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan. Meski demikian, sejumlah penelitian lain memberikan hasil yang berlawanan. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Kang. Lee, & Huh, . Lin. Yang, & Liou . McWilliams & Siegel . menunjukkan bukti empiris bahwa pengungkapan CSR tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan Bukti empiris ini menunjukkan bahwa korelasi antara pengungkapan CSR dan kinerja keuangan masih belum meyakinkan. Hasil penelitian yang belum konklusif ini menurut Alafi & Hasoneh, . Galbreath & Shum, . Margolis & Walsh, . Rowley & Berman, . disebabkan oleh fakta bahwa pengaruh antara pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan sebenarnya bersifat tidak langsung. Bahkan. Saeidi et al. berpendapat bahwa penelitian sebelumnya belum memperhitungkan variabel lain yang berpotensi memperkuat hubungan antara pengungkapan CSR dan kinerja keuangan perusahaan. Pada penelitian ini, variabel reputasi perusahaan diduga adalah variabel yang memperkuat hubungan antara pengungkapan CSR dengan kinerja keuangan perusahaan. Reputasi perusahaan adalah cara pandang pihak luar terhadap perusahaan berdasarkan informasi yang diperoleh (Azzahra & Widiastuty, 2. Reputasi perusahaan adalah variabel yang diduga memoderasi pengaruh luas pengungkapan CSR dengan kinerja keuangan. Argumen yang mendasari adalah bahwa praktik CSR menjadi salah satu upaya perusahaan dalam membentuk reputasi atau citra perusahaan yang membedakan perusahaan dengan pesaingnya [Hinson, 2. Selain itu, reputasi perusahaan merupakan sumber daya penting bagi perusahaan untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan karena melalui penerapan prinsip etika lingkungan diharapkan mengurangi dampak negatif penilaian stakeholder (Godfrey, 2. Zhu et , 2. Dengan demikian, jika reputasi perusahaan dapat dikembangkan dengan baik maka reputasi perusahaan dapat menjadi sumber daya perusahaan yang paling strategis dan berdaya saing [Galbreath and Shum, 2. Penelitian sebelumnya yang mencakup reputasi perusahaan sebagai variabel moderasi pada pengujian pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan masih Misalnya. Alshammari . melakukan pengujian dengan menganalisis sejumlah perusahaan publik di Amerika Serikat. Senada dengan itu. Gilbert Rely . melakukan pengujian isu tersebut dengan meneliti sampel perusahaan publik di Indonesia. Terakhir. Singh & Misra . melakukan pengujian pada perusahaan multinasional di India. Melalui penelitian empiris, mereka menemukan bukti yang mendukung anggapan bahwa reputasi perusahaan memainkan peran moderasi dalam pengaruh antara pengungkapan CSR terhadap kinerja keuangan. Gilbert Rely . berpendapat bahwa perusahaan dengan reputasi yang baik cenderung lebih tahan terhadap perubahan dan ambiguitas pasar. Selain itu, terbukti bahwa perusahaanperusahaan bereputasi tinggi adalah perusahaan dengan praktik terbaik dalam pelaporan informasi keberlanjutan (Kim, 2011. Sotorryo & Synchez, 2. Teori Legitimasi mengisyaratkan bahwa praktik CSR perusahaan digunakan sebagai wahana strategis untuk memperoleh legitimasi dari para stakeholder termasuk masyarakat luas. Pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan merupakan media yang digunakan perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Pengungkapan CSR berhubungan dengan meningkatnya kinerja keuangan perusahaan yang diperkuat oleh reputasi perusahaan (Branco & Rodrigues, 2006. Chaudhri & Wang, 2007. Manrique & Marty-Ballester, 2017. Singh & Misra, 2. Selain itu, teori Stakeholder Vol. No. Juni 2024 menggambarkan bahwa perusahaan menyediakan informasi keuangan dan nonkeuangan kepada para stakeholder dalam rangka pengambilan Keputusan bisnis. Informasi non-keuangan yang menjadi pertimbangan diantaranya informasi CSR. Dengan demikian, melalui pengungkapan informasi CSR berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan karena pihak luar memiliki cara pandang yang positif terhadap perusahaan. Persepsi positif dalam hal ini adalah reputasi perusahaan yang memperkuat pengaruh pengungkapan CSR karena berhubungan dengan meningkatnya kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris peran pemoderasi reputasi perusahaan pada pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pada penelitian ini sumber data pengungkapan CSR yang digunakan adalah melalui website perusahaan. Pemilihan penggunaan website perusahaan sebagai sumber data pengungkapan CSR adalah karena penggunaan website sebagai sumber data CSR masih minim. Minimnya penggunaan website didukung oleh Gunawan & Tin . yang menyatakan bahwa 80% penelitian CSR di Indonesia menggunakan laporan tahunan perusahaan, sebanyak 19. 23% menggunakan laporan keberlanjutan, dan 0. 77% menggunakan media lainnya. Dengan demikian sumber informasi CSR lain perlu dieksplor. Salah satu sumber data CSR adalah website. Perusahaan yang menjadi sampel penelitian adalah perusahaan manufaktur. Alasan yang mendasari adalah karena aktivitas bisnis perusahaan sektor manufaktur berdampak langsung terhadap lingkungan dan konsumen, sehingga memiliki risiko perusakan lingkungan yang lebih tinggi (Widiastuty & Febrianto, 2. Riset ini secara inovatif memanfaatkan website sebagai sumber data utama untuk mengevaluasi pengungkapan informasi CSR perusahaan. Penggunaan website dipilih karena website memiliki kemampuan dalam menyebarkan informasi dengan biaya yang lebih murah, tepat waktu, dan interaktif (Azzahra & Widiastuty, 2. Luas pengungkapan website CSR menunjukkan sejauhmana perusahaan mengungkapkan informasi terkait aktivitas CSR perusahaannya melalui website Pengungkapan CSR melalui website mencerminkan komitmen perusahaan yang signifikan untuk bertindak secara etis dan berperan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan [Sultoni, 2. Selain itu. Freeman . menyatakan bahwa pengungkapan CSR meningkatkan hubungan perusahaan dengan stakeholder sehingga mengurangi biaya sosial, meningkatkan peluang pasar, dan meningkatkan kinerja Penggunaan website sebagai media pengungkapan CSR memungkinkan perusahaan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan para stakeholder dengan cara yang efisien dan menawarkan fleksibilitas tinggi dalam penyajian dan kualitas informasi yang diberikan (Bolyvar, 2. Kemudian, penggunaan website memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi yaitu lebih fleksibel, tepat waktu, lebih murah, dan lebih efisien [Schryder, 2. Analisis kinerja keuangan merupakan aspek krusial dalam mengevaluasi pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Analisis kinerja keuangan bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan stabilitas usaha secara keseluruhan [Hutabarat, 2. Kinerja keuangan yang kuat pada suatu perusahaan memiliki dampak signifikan di pasar saham karena memberi pertimbangan kepada para shareholder dalam melakukan investasi [Rakhmawati, 2. Teori Legitimasi menggambarkan bahwa pengungkapan CSR perusahaan ditujukan agar perusahaan memperoleh legitimasi sosial dengan harapan dapat memperkuat fondasi keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Di sisi lain, teori Stakeholder mengisyaratkan bahwa pengungkapan CSR memberikan pengaruh positif pada kinerja keuangan perusahaan karena hubungannya dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, pesaing, pelanggan, dan aktivis lingkungan [Freeman, 1. Strategi pengungkapan CSR yang Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA efektif mampu meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan (Goyal et al. Penelitian yang dilakukan oleh Surroca et al. telah menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara pengungkapan informasi CSR dan kinerja keuangan Dengan demikian, hipotesis pertama penelitian ini adalah: H1: Luas pengungkapan website CSR memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Reputasi perusahaan adalah representasi opini publik terhadap perusahaan berdasarkan informasi yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Ketika harapan stakeholders terpenuhi melalui kegiatan CSR, maka reputasi perusahaan akan meningkat, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan [Clarkson. Perusahaan yang pro aktif dalam aktivitas CSR dapat memperoleh sejumlah manfaat seperti menarik investor lebih banyak, kinerja keuangan yang unggul, biaya modal yang lebih rendah, dan reputasi yang baik (Esteban-Sanchez et al. , 2. Luas pengungkapan CSR yang tinggi menandakan bahwa perusahaan bertindak sesuai dengan harapan para stakeholder (Brammer & Pavelin, 2. Perusahaan dapat menggunakan website sebagai media pengungkapan kegiatan sosial dan lingkungan (William & Ho Wern Pei, 1. karena pengungkapan CSR diduga meningkatkan kinerja keuangan (Yuen & Yip, 2. yang dimoderasi oleh reputasi perusahaan (Alshammari. Singh & Misra, 2. Oleh karena itu, hipotesis kedua pada penelitian ini adalah: H2: Reputasi perusahaan memoderasi pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian in diharapkan dapat memberikan masukan positif kepada CSR mempertimbangkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh signifikan terhadap aspek finansial perusahaan. Dengan demikian, perusahaan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan keseimbangan informasi pengungkapan CSR dengan tujuan pencapaian kinerja keuangan perusahaan. Penulisan disusun dalam beberapa bagian yaitu bagian pertama berisi Bagian kedua berisi metode penelitian. Di bagian ketiga menyajikan hasil dan pembahasan. Pada bagian terakhir disajikan simpulan yang memuat keterbatasan, dan saran perbaikan penelitian di masa datang. METODE Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif. Perusahaan yang menjadi objek pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2022. Penyampelan dilakukan melalui purposive sampling, yang melibatkan kriteria tertentu seperti: . perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI tahun 2016-2022, . menerbitkan laporan tahunan selama periode amatan, . menyajikan informasi CSR di website perusahaan, dan . menyediakan informasi data untuk variabel yang diteliti. Berdasarkan penyampelan, dihasilkan sebanyak 34 perusahaan dengan jumlah total observasi berjumlah 238 perusahaan-tahun. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari website perusahaan, laporan tahunan perusahaan, dan Datastream Refinitiv Eikon. Kinerja keuangan perusahaan sebagai variabel dependen diukur dengan menggunakan indikator kinerja akuntansi yaitu return of asset (ROA) dan return of equity (ROE). ycIycCya = ycIycCya = Laba Bersih Setelah Pajak ycu 100% Total Asset Laba Bersih Setelah Pajak Ekuitas ycu 100% . Vol. No. Juni 2024 Variabel independen luas pengungkapan website CSR perusahaan adalah mengukur luas informasi CSR melalui website perusahaan. Variabel luas pengungkapan website CSR diukur menggunakan metode analisis konten yang dikembangkan oleh Branco & Rodrigues . Mereka membagi informasi CSR menjadi 4 kategori yaitu: pengungkapan lingkungan, . pengungkapan sumber daya manusia, . pengungkapan atas produk dan pelanggan, dan . pengungkapan pengembangan CSRD =Oc IIyc yc=1 ycA Yang mana. IIyc = Jumlah informasi yang disajikan perusahaan melalui website perusahaan = Total poin maksimum dari informasi yang diungkapkan, yakni 23 Variable moderasi yaitu reputasi perusahaan, diukur dengan menggunakan rasio kapitalisasi pasar yang dihitung sebagai berikut: ycAycaycycoyceyc yaycaycy = yaycycycyceycuyc ycoycaycycoyceyc ycyycycnycayce ycyyceyc ycEaycaycyce ycu ycNycuycycayco ycuycycoycayceyc ycuyce ycuycycycycycaycuIIycnycuyci ycEaycaycyceyc . Variabel kontrol yang digunakan yaitu ukuran perusahaan . irm siz. yang diproksi ln total asset dan umur perusahaan . irm ag. yang diukur dengan cara menghitung lamanya perusahaan beroperasi sejak perusahaan berdiri hingga tahun 2022. Software SPSS digunakan dalam pengujian hipotesis. Model statistic pada persamaan . untuk menguji H1 sedangkan persamaan . untuk menguji hipotesis H2 yaitu moderasi. yayaycnyc 1 = yuycnyc yu1 yaycIycIyaycnyc yu2 ycIyaycsyaycnyc yu3 yayayaycnyc yuA yayaycnyc 1 = yuycnyc yu1 yaycIycIyaycnyc yu2 ycIycEycnyc yu3 yaycIycIyaycnyc O ycIycEycnyc yu4 ycIyaycsyaycnyc yu5 yayayaycnyc yuA . Dimana: : Konstanta KK it 1 : Kinerja Keuangan Perusahaan i pada tahun ke-t 1 CSRD it : Luas Pengungkapan Website CSR Perusahaan i pada tahun ke-t SIZE it : Ukuran Perusahaan i pada tahun ke-t AGE it : Umur Perusahaan i pada tahun ke-t RP it : Reputasi Perusahaan i pada tahun ke-t HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini diperoleh hasil pengujian asumsi klasik yang meliputii uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Hasil pengujian normalitas data ditampilkan sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Pengujian Normalitas-ROA One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test - ROA Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test - ROA Unstandardized Residual Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. Sig. Lower Confidence Bound Interval Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 926214481 Sumber: SPSS . Pada model kinerja keuangan diproksi ROA, hasil pengujian normalitas menunjukkan nilai signifikansi 0. 262>0. 05 yang menandakan bahwa data telah terdistribusi normal. Sementara, hasil pengujian normalitas kinerja keuangan yang diproksi ROE disajikan berikut ini. Tabel 2. Hasil Pengujian Normalitas-ROE One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test - ROE Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. Sig. 99% Confidence Lower Interval Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Based on 10000 sampled tables with starting seed 1314643744. Sumber: SPSS . Vol. No. Juni 2024 Variabel kinerja keuangan yang diproksi ROE menunjukkan hasil pengujian normalitas memiliki nilai signifikansi 0. 355>0. Hasil ini menandakan bahwa data terdistribusi normal. Selanjutnya disajikan hasil pengujian multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Pengujian Multikolinearitas Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. CSRD1 TA1 AGE1 Dependent Variable: ROA1 Coefficientsa Standardized Coefficients Collinearity Statistics Sig. Beta Tolerance VIF Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Collinearity Statistics Sig. Beta CSRD2 TA2 AGE2 Dependent Variable: ROE1 Tolerance VIF Sumber: data diolah . Pada kedua tabel terlihat bahwa masing-masing variabel independent yaitu luas pengungkapan website CSR (CSRD) dan variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan dan umur perusahaan, mempunyai nilai tolerance lebih tinggi dari 0. 1 dan nilai VIF dibawah Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satupun variabel yang menunjukkan gejala multikolinearitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas disajikan berikut ini. Tabel 4. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Correlations ROA Spea 's rho CSRD1 TA1 Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. CSRD1 TA1 AGE1 Unstandardize d Residual Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA Correlations ROA CSRD1 Correlation Coefficient AGE1 Sig. -taile. Unstandardized Correlation Residual Coefficient Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. TA1 AGE1 Unstandardize d Residual TA2 AGE2 Unstandardized Residual Correlations ROE Spea CSRD2 Correlation Coefficient CSRD2 Sig. -taile. Correlation Coefficient TA2 Sig. -taile. Correlation Coefficient AGE2 Sig. -taile. Unstandardized Correlation Residual Coefficient Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Sumber: data diolah . Berdasarkan data yang tersaji pada tabel, hasil pengujian heteroskedastisitas kinerja keuangan (ROA) menunjukkan nilai Sig. -taile. variabel CSRD sebesar 0. nilai Sig. -taile. variabel ukuran perusahaan (TA) yaitu 0. 706, dan nilai Sig. -taile. variabel umur perusahaan (Ag. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap variabel memiliki nilai Sig. -taile. lebih tinggi dari 0. 05, menandakan bahwa model regresi yang digunakan terbebas dari gejala heteroskedastisitas. Begitu pula hasil pengujian heteroskedastisitas untuk kinerja keuangan yang diukur dengan ROE, variabel CSRD memiliki nilai Sig. -taile. 696, nilai Sig. -taile. variabel ukuran perusahaan (TA) yaitu 0. 899, dan nilai Sig. -taile. variabel umur perusahaan (Ag. hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai Sig. Vol. No. Juni 2024 taile. >0. 05, menandakan tidak mengalami Pada tabel 5 berikut disajikan hasil pengujian autokorelasi. Tabel 5. Hasil Pengujian Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error Model Square of the Square Estimate Predictors: (Constan. AGE1. TA1. CSRD1 Dependent Variable: ROA1 Model Square Model Summaryb Adjusted R Std. Error Square of the Estimate Durbin-Watson Durbin-Watson Predictors: (Constan. AGE2. TA2. CSRD2 Dependent Variable: ROE1 Sumber: data diolah . Berdasarkan informasi pada tabel, pada kinerja keuangan yang diproksi ROA memiliki nilai DW yaitu 2. 062 dengan nilai du senilai 1. Diketahui juga nilai 4 Ae du . Ae 1. 198, sehingga nilai DW 1. 8015 < 2. 062 < 2. Ini mengindikasikan bahwa model regresi kinerja keuangan melalui ROA tidak menunjukkan adanya autokorelasi. Selanjutnya, hasil pengujian kinerja keuangan yang diproksi ROE menunjukkan nilai DW yaitu 2. 021 dengan nilai du senilai 1. Diperoleh juga nilai 4 Ae du . Ae 1. 198, sehingga nilai DW 1. 8015 < 2. 021 < 2. Oleh karena itu, model regresi kinerja keuangan yang diproksi ROE juga tidak terindikasi autokorelasi. Berikut hasil analisis statistik deskriptif untuk masing-masing variabel yang diteliti diuraikan sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Variabel Minimum Kinerja Keuangan ROA ROE Std. Deviation Maximum Mean CSR web disclosure CSRD Variabel Kontrol Firm Size Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA Variabel Minimum Firm Age Firm Reputation Market Cap Valid N . Std. Deviation Maximum Mean Sumber: data diolah . Variabel dependen yaitu kinerja keuangan perusahaan diukur dengan ROA dan ROE. ROA, variabel kinerja keuangan pertama, menunjukkan nilai minimum -0. 167 dan nilai maksimum 0. Standar deviasi Return on Assets (ROA) yaitu 0. 070 lebih besar dari nilai mean ROA 0. Hal ini mengisyaratkan adanya variasi kinerja keuangan (ROA) pada perusahaan yang diteliti. Demikian pula dengan ROE, variabel kinerja keuangan kedua, menunujukkan nilai minimum -0. 333 dan nilai maksimum 0. Nilai standar deviasi ROE yaitu 0. 112 lebih besar dari nilai mean ROE yaitu 0. 092 yang berarti bahwa kinerja keuangan perusahaan sampel yang diproksikan ROE memiliki variasi. Variabel independen yaitu luas pengungkapan website CSR mempunyai nilai 000 dan nilai maksimum sebesar 0. Luas pengungkapan website CSR memiliki standar deviasi senilai 0. Angka ini berada di bawah nilai mean 0. 344 yang mengindikasikan bahwa luas pengungkapan website perusahaan sampel tidak mempunyai variasi. Selain itu, reputasi perusahaan sebagai variabel moderasi yang diproksi market cap . apitalisasi pasa. memiliki nilai minimum 24. 90 dan nilai maksimum sebesar 33. Standar deviasi reputasi perusahaan 2. 355 lebih rendah dari nilai mean sebesar 29. 074 yang menunjukkan bahwa tidak adanya variasi reputasi perusahaan pada perusahaan yang diteliti. Terdapat dua variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Yang pertama, ukuran perusahaan yang diproksi total asset memiliki nilai minimum senilai 64 dan nilai maksimum sebesar 33. Standar deviasi total aset 1. 838 lebih rendah dari nilai mean total aset sebesar 29. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak adanya variasi nilai total aset pada perusahaan yang diteliti. Selanjutnya, variabel kontrol yang kedua, yaitu umur perusahaan mempunyai nilai minimum 19 dan nilai maksimum 90. Standar deviasi umur perusahaan 13. 992 lebih rendah dari nilai mean umur perusahaan 74 yang menunjukkan bahwa nilai umur perusahaan sampel tidak bervariasi. Pada tabel di bawah ini disajikan informasi mengenai hasil pengujian regresi dari hipotesis pertama: Variabel (Constan. CSRD AGE Adj R2 F-statistic Prob. (Fstatisti. Tabel 7. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Kinerja Keuangan (ROA) Kinerja Keuangan (ROE) Sig. Sig. 001*** 000*** 000*** Keterangan: ***1%, **5%, *10% Sumber: SPSS . Vol. No. Juni 2024 Hipotesis pertama menyatakan bahwa luas pengungkapan website CSR berdampak positif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksi ROA tidak terdukung karena variabel luas pengungkapan website CSR (CSRD) memiliki arah yang berbeda dengan yang dihipotesiskan. Secara statistic, variabel luas pengungkapan website CSR memiliki arah negatif dan signifikan yang dibuktikan dengan nilai thitung= -2. 026 dan A-value = 0. 044 signifikansi pada level 5%. Sementara, variabel kontrol ukuran perusahaan . ilai thitung = -3. 433 dan A-value = 0. dan umur perusahaan . hitung= -4. 941dengan A-value = 0. memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) pada level 1%. Berikutnya, hasil pengujian regresi terkait luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan (ROE) juga memberikan hasil tidak terdukung karena variabel luas pengungkapan website CSR (CSRD) memiliki arah yang berbeda dengan yang dihipotesiskan. Variabel luas pengungkapan website CSR memiliki thitung= -2. 392 dan A-value = 0. 018 pada tingkat signifikansi 5%. Sementara, variabel kontrol ukuran perusahaan . ilai thitung = -3. 679 dan A-value = 0. dan umur Perusahaan . hitung= -2. 540 dengan A-value = 0. memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROE). Temuan dari penelitian ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Friedman . Wright dan Ferris . Margolis dan Walsh . Smith et al. Bae et al. Baird et al. Cheng et al. Peng dan Yang . Masulis dan Reza . Oyewumi et al. Mereka menemukan bahwa CSR dan kinerja keuangan memiliki pengaruh negative dan signifikan. Argumen yang mendasari adalah bahwa pengungkapan CSR dipandang sebagai aktivitas yang mengurangi profitabilitas perusahaan sehingga memicu konflik kepentingan antar stakeholder yang kemudian berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan (Lin et , 2. Selain itu, arah negatif diduga terjadi karena manfaat dari aktivitas CSR hanya dirasakan oleh sebagian stakeholder, tetapi biaya yang dikeluarkan tidak dapat ditutupi oleh manfaat finansial yang dihasilkan (Groza et al. , 2. Berikut ini disajikan hasil dari pengujian hipotesis kedua, yang menguji bagaimana reputasi perusahaan berperan dalam memoderasi pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan: Variabel (Constan. CSRD CSRD*MC AGE Tabel 8. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Kinerja Keuangan (ROA) Kinerja Keuangan (ROE) Sig. Sig. Keterangan: ***1%, **5%, *10% Sumber: SPSS . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui luas pengungkapan website CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) karena memiliki nilai thitung=-1. 268 dan A-value=0. Sementara variabel reputasi perusahaan mempunyai nilai thitung=-8. 045 dan A-value=0. 000 menunjukkan bahwa reputasi perusahaan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan khususnya dalam hal ROA. Selanjutnya, hasil pengujian terhadap variabel interaksi antara luas pengungkapan website CSR (CSRD) dan reputasi perusahaan menunjukkan nilai thitung=1. 055 dan A47 Maharani & Widiastuty: Peran Pemoderasi ReputasiA value = 0. 292 yang menggambarkan bahwa reputasi perusahaan tidak berperan dalam memoderasi pengaruh antara luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). Akibatnya, hipotesis 2 tidak didukung karena hasilnya tidak signifikan. Selanjutnya, variabel kontrol ukuran perusahaan menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA) dengan nilai thitung= 6. 151 dan A-value = 0. Kemudian, variabel kontrol kedua, umur perusahaan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA) dengan nilai thitung=-5. 847 dan A-value=0. Selanjutnya, ketika kinerja keuangan perusahaan diukur dengan ROE, luas pengungkapan website CSR memiliki pengaruh negative dan signifikan yang ditunjukkan dengan nilai thitung=-1. 859 dan A-value=0. 064 signifikan pada taraf 5%. Variabel reputasi perusahaan memiliki nilai thitun g= -6. 578 dan A-value = 0. 000 signifikan pada tingkat 1%, mengindikasikan bahwa reputasi perusahaan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan (ROE). Dalam pengujian peran moderasi reputasi perusahaan pada pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan (ROE), menunjukkan hasil tidak terdukung, sebab hasil pengujian variabel interaksi antara luas pengungkapan website CSR (CSRD) dan reputasi perusahaan tidak signifikan karena memiliki nilai thitung=1. 629 dan A-value =0. Ini berarti bahwa reputasi perusahaan tidak memiliki peran moderasi pada pengaruh antara luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangan yang diproksikan oleh ROE. Penelitian ini menggunakan variabel luas pengungkapan website CSR yang menunjukkan bahwa pengungkapan informasi melalui website bertujuan hanya untuk mematuhi regulasi POJK No. 8/POJK. 04/2015. Hal ini karena luas pengungkapan informasi CSR melalui website tidak bervariasi, yang berarti bahwa perusahaan publik di Indonesia tidak banyak melakukan pemutakhiran informasi terkait CSR melalui website. Sementara variabel kinerja keuangan pada penelitian ini berfluktuasi. Hasil ini bertentangan dengan pernyataan Alshammari . bahwa perusahaan dengan reputasi tinggi dapat meningkatkan aktivitas CSR, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja keuangan. Selanjutnya, temuan ini tidak selaras dengan penelitian Rely . yang menemukan reputasi perusahaan memperkuat pengaruh antara CSR dan kinerja keuangan. Rely . menganggap reputasi perusahaan sebagai salah satu keunggulan kompetitif perusahaan, salah satu contohnya yaitu perusahaan dapat menarik potensial karyawan dan SDM yang berbakat guna mendukung peningkatan kinerja keuangan. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini tidak sepenuhnya mendukung teori Legitimasi dan Stakeholder. Hal tersebut disebabkan pengungkapan informasi CSR perusahaan di website tetap. Sementara, kinerja keuangan bersifat dinamis. Ketika pengaruh kedua variabel ini dimoderasi oleh reputasi perusahaan menunjukkan hasil bahwa reputasi perusahaan merupakan variabel moderasi yang bersifat prediktor. Dengan kata lain, di dalam penelitian ini reputasi perusahaan hanya berfungsi sebagai variabel independen dalam model regresi yang dibentuk (Manurung, 2. SIMPULAN Temuan penelitian ini memberikan bukti nyata bahwa . luas pengungkapan website CSR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksi ROA dan ROE. reputasi perusahaan tidak memoderasi pengaruh luas pengungkapan website CSR terhadap kinerja keuangannya baik kinerja yang diukur ROA dan ROE. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia cenderung melakukan pengungkapan CSR melalui website perusahaan untuk memenuhi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi POJK No. 8/2015 tentang pengungkapan informasi CSR perusahaan melalui website. Sementara itu, kinerja Vol. No. Juni 2024 keuangan dan reputasi perusahaan bersifat dinamis. Ini berarti bahwa informasi CSR yang ditampilkan di website perusahaan tidak selalu diperbaharui sedangkan kinerja bisnis perusahaan mengalami perubahan di setiap perioda. Pemerintah perlu mendorong perusahaan secara optimal penggunaan website sebagai media penyampaian informasi perusahaan kepada investor dengan cara yang lebih cepat, tepat, dan nyaman. Selain itu. Pemerintah juga perlu mengatur informasi yang diungkap di website agar tidak terjadi duplikasi informasi di laporan tahunan perusahaan. Penelitian ini dihadapkan pada keterbatasan yaitu pertama, penggunaan fitur wayback machine dalam memperoleh dan menelusuri informasi CSR perusahaan di masa Penelitian di masa depan disarankan untuk mengeksplorasi sumber informasi CSR alternatif seperti platform media sosial misalnya Facebook. Twitter/X, dan Instagram. Tujuannya untuk bisa mengeskplor sumber data lain mengenai informasi pengungkapan CSR perusahaan. Keterbatasan kedua, penelitian ini menggunakan pengukuran dengan content analysis yang mengandung unsur subyektifitas dalam penentuan item-item yang diungkap atau tidak sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan hasil. Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan metode pengukuran lainnya seperti ESG score, atau indeks PROPER yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH) sebagai ukuran luas pengungkapan CSR. Keterbatasan ketiga, penelitian ini hanya mempertimbangkan variabel kinerja keuangan yang diukur dengan ukuran akuntansi yaitu ROA dan ROE. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan ukuran yang lebih luas tidak hanya kinerja keuangan saja melalui kinerja akuntansi tetapi menambahkan dengan kinerja pasar misalnya Tobin's Keterbatasan keempat, penelitian ini mengukur reputasi perusahaan menggunakan rasio market capitalization . apitalisasi pasa. karena Indonesia tidak mempunyai lembaga independen yang dapat mengukur reputasi perusahaan di Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan pengukuran lain seperti rasio Market to Book Keterbatasan terakhir, penelitian ini hanya fokus pada perusahaan sektor manufaktur saja. Oleh karena itu, penelitian dimasa mendatang sebaiknya mempertimbangkan sampel perusahaan non-manufaktur seperti pertambangan dan perusahaan keuangan agar diperoleh hasil temuan yang lebih menyeluruh dan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan Terimakasihi kepada Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi daniBisnis Universitas Andalas. KONTRIBUSI AUTHOR Natasya Elvin Maharani dan Erna Widiastuty: menyusun latar belakang, merumuskan masalah, mendesain penelitian, melakukan analisis dan menginterpretasi data, serta bersama menulis artikel. PENDANAAN Penelitian ini tidak menerima dukungan pendanaan eksternal dari pihak manapun. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa tidak ada konflikikepentingan. DAFTAR PUSTAKA