Jurnal Pendidikan Bahasa Volume 15. Nomor 4. Desember 2025 | ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Kajian Pragmatik Tindak Tutur Ekspresif Netizen pada Kolom Komentar Akun TikTok @UyaKuyaTV Esti Yolanda Munthe1,*. Diana Permata Sari1. Triaviranda1. Jusca Santanovalina Samosir1. Jamila Nasution1. Ferdinand Simbolon1 Universitas Negeri Medan *Corespondence: estiyolanda59@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai platform untuk interaksi digital yang kaya dengan ungkapan emosi dan pendapat pengguna. Komunikasi yang berlangsung pada kolom komentar bukan hanya sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga memuat tindakan tutur ekspresif yang merefleksikan sikap, emosi, dan sudut pandang netizen terhadap sebuah konten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif netizen serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital di platform TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui dokumentasi berupa tangkapan layar komentar di akun TikTok @UyaKuyaTV. Teknik analisis data dilakukan melalui pencatatan, pengelompokan, dan pencocokan komentar dengan kategori tindak tutur ekspresif seperti kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, dukungan, dan doa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan tutur ekspresif yang dipergunakan oleh netizen meliputi kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, serta ucapan positif yang berupa dukungan dan doa. Secara pragmatis, tindakan tutur ekspresif ini berfungsi untuk mengungkapkan penilaian, menyampaikan protes, menjatuhkan martabat orang lain, membina solidaritas, hingga memberikan hiburan. Temuan ini menunjukkan bahwa komentar dari netizen di TikTok tidak hanya berperan sebagai sarana ekspresi individu, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi budaya dalam masyarakat di ruang digital. Kata Kunci: Pragmatik. Tindak Tutur Ekspresif. TikTok Received: 5 Okt 2025. Revised: 4 Des 2025. Accepted: 7 Des 2025. Available Online: 11 Des 2025 This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi paling efektif dalam menyampaikan pesan, pikiran, perasaan, tujuan kepada orang lain dan memungkinkan untuk menciptakan kerja sama antar manusia (Mailana, 2. Secara keseluruhan, bahasa memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia dan berperan sebagai sistem pengatur dalam komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini merujuk pada elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang membentuk sebuah kesatuan yang terstruktur (Rahim, 2. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa memungkinkan terjadinya komunikasi yang efektif, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga perannya tidak hanya sebatas alat menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai media pembentuk hubungan sosial dan identitas budaya masyarakat (Bala, 2. Salah satu fungsi bahasa adalah memengaruhi tingkah laku atau tindakan orang Selain itu, melalui bahasa yang diucapkan oleh penutur, diharapkan dapat memengaruhi sikap lawan bicara, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Dalam lingkup ilmu bahasa, kajian tentang hubungan bahasa dengan konteks pemakaiannya disebut Pragmatik tidak hanya memerhatikan makna literal suatu tuturan, tetapi juga bagaimana bahasa digunakan untuk mencapai maksud tertentu dalam situasi komunikasi yang nyata (Bala, 2. Menurut Sembiring et al. , pragmatik ialah bidang studi yang mempelajari hubungan antara bentuk linguistik dan cara penggunaannya dalam komunikasi. Fokus pragmatik adalah pada maksud penutur dan efek tuturan terhadap mitra tutur, termasuk ekspresi emosional maupun evaluatif. Sejalan dengan hal ini. Saifudin . https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. menegaskan bahwa pragmatik memungkinkan kita memahami bahwa apa yang dikatakan penutur sering kali lebih luas daripada sekadar makna literal ujarannya. Pragmatik merupakan studi yang mempelajari hubungan antara makna dengan konteks. Nadar . alam Baiti & Febriyanti, 2021:. mengemukakan bahwa pragmatik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam situasi tertentu. Dengan kata lain, pragmatik adalah studi linguistik yang membahas mengenai bahasa yang digunakan oleh setiap penutur yang maknanya tidak dapat terpisahkan dengan konteks (Lutfiyani. Purwanto, & Anwar, 2021:. Artinya, pragmatik tidak dapat terlepas dengan konteks karena konteks berperan sebagai tolok ukur dalam menentukan makna. Jadi, dapat disimpulkan bahwa makna yang dikaji dalam pragmatik adalah makna yang terikat konteks atau dengan kata lain mengkaji maksud penutur untuk memahami maksud lawan tutur. Salah satu aspek penting dalam pragmatik adalah tindak tutur. Tuturan merupakan cara paling efektif untuk berinteraksi atau mengungkapkan perasaan. Dalam tindak tutur, konteks pada tuturan berhubungan dengan fungsi dalam tindak tutur (Wijayanti & Utomo, 2. Tindak tutur berperan penting dalam proses Dengan kata lain, manusia melakukan proses komunikasi dengan cara menuturkan apa yang ingin disampaikan kepada lawan bicara, yang biasa disebut sebagai tindak tutur. Devy & Utomo . bahkan menegaskan bahwa tindak tutur merupakan sarana untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Salah satu bentuk tindak tutur yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah tindak tutur Tuturan ekspresif berfungsi sebagai wahana penyampaian perasaan dan maksud penutur (Hartinah et , 2. Menurut Saputri . Tindak tutur ekspresif adalah ujaran yang mengekspresikan perasaan penutur seperti rasa senang, marah, kesal, atau kecewa. Menurut Siregar dan Kusyani . , tindak tutur ekspresif adalah tuturan yang digunakan penutur untuk mengungkapkan sikap psikologis, emosi, atau penilaian terhadap suatu keadaan, seperti rasa senang, sindiran, kritik, atau ucapan syukur yang muncul dalam konteks komunikasi, termasuk pada media sosial. Menurut Wardana et al. tindak tutur ekspresif adalah bentuk tuturan yang berfungsi mengekspresikan reaksi emosional penutur terhadap suatu situasi, yang dapat berupa pujian, keluhan, kecaman, ucapan terima kasih, maupun bentuk evaluasi lainnya dalam percakapan atau dialog. Bentuknya dapat berwujud ungkapan terima kasih . hankAin. , ucapan selamat . , permintaan maaf . , pernyataan menyalahkan . , pujian . , maupun ungkapan belasungkawa . Tarigan . menyebut bahwa fungsi tindak tutur ekspresif ialah memberi tahu sesuatu yang terjadi dalam kondisi tertentu dengan mengekspresikan perasaan atau kejadian. Selain itu. Menurut Ruhiat . Tindak tutur ekspresif dipahami sebagai tuturan yang digunakan penutur untuk mengungkapkan sikap dan perasaan terhadap sesuatu, baik berupa memuji, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, maupun bentuk lain yang mengekspresikan kondisi psikologis penutur. Perkembangan teknologi digital membuat fenomena tindak tutur ekspresif semakin nyata, khususnya di media sosial. Media sosial menghadirkan cara berkomunikasi tulisan yang berbeda di era modern karena memungkinkan individu untuk berinteraksi tanpa harus bertemu langsung. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai tempat mengekspresikan diri, yang memberi kebebasan kepada pengguna untuk menunjukkan emosi, sikap, dan pandangan. Namun, di sisi lain, fenomena ini juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah, sarkasme, hingga pelanggaran norma kesantunan berbahasa. TikTok, sebagai salah satu platform media sosial paling populer, menjadi wadah yang memperlihatkan keragaman tindak tutur ekspresif. Komentar, keterangan . , dan interaksi dalam video TikTok sering berisi tuturan ekspresif yang tajam, mulai dari kritik, sindiran, ejekan, hingga humor sinis. Di sisi lain, terdapat juga tuturan ekspresif bernuansa positif, seperti dukungan dan Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif di TikTok tidak hanya mencerminkan emosi penutur, tetapi juga dinamika budaya komunikasi digital masyarakat yang hingga kini masih jarang dikaji secara mendalam, terutama dalam konteks komentar warganet terhadap figur publik tertentu. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pengguna TikTok memanfaatkan tindak tutur ekspresif untuk menunjukkan rasa syukur, kritik, humor, bahkan sindiran. Hal ini mencerminkan keragaman fungsi pragmatis dalam komunikasi digital (Sari et al. , 2. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan netizen, menganalisis fungsi pragmatis dari tuturan tersebut, serta menjelaskan bagaimana penggunaan tindak tutur ekspresif tersebut merefleksikan dinamika budaya komunikasi digital masyarakat dalam interaksi warganet pada akun TikTok @UyaKuyaTV. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Dalam studi ini, penulis menyampaikan, menjelaskan, dan memberikan wawasan kepada pembaca mengenai bentuk dan peran dari tindak tutur ekspresif yang dijumpai. Metode penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang berfokus pada deskripsi dan penggambaran fenomena yang ada, baik yang alami maupun yang dibuat, dengan penekanan pada kualitas dan hubungan antar kegiatan menurut (Sukmadinata, 2. Metodologi deskriptif merupakan pendekatan yang digunakan untuk memberikan gambaran atau analisis hasil penelitian, namun tidak menghasilkan kesimpulan yang lebih umum (Fitriani dan Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh merupakan tindak tutur ekspresif dari pengguna internet di kolom komentar video TikTok. Sumber data diambil dari komentar warganet pada akun TikTok @UyaKuyaTV melalui tangkapan layar. Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah dengan membaca dan mencatat. Proses pengumpulan data terdiri dari: . penulis membaca secara teliti komentar-komentar yang terdapat pada unggahan akun @UyaKuyaTV, . memilih komentar yang mengandung tindak tutur ekspresif, . mencatat 14 komentar yang telah dipilih, dan . mengelompokkan data berdasarkan teori tindak tutur ekspresif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode pencocokan dan Komentar yang telah dikumpulkan dicocokkan dengan kategori tindak tutur ekspresif seperti kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, dukungan, serta doa. Selanjutnya, data dikelompokkan berdasarkan fungsi pragmatis dari masing-masing tindak tutur agar dapat dipahami bentuk dan arti ekspresif yang digunakan oleh netizen dalam berkomunikasi di TikTok, khususnya pada kolom komentar akun @UyaKuyaTV sebagai fokus utama penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini diperoleh dari komentar yang ditinggalkan pengguna pada akun TikTok resmi milik Uya Kuya pada tanggal 29 September 2025. Data penelitian berupa tangkapan layar komentar yang diambil dari video yang sedang ramai diperbincangkan publik. Dari proses pengumpulan data tersebut, ditemukan enam belas komentar yang mengandung tindak tutur ekspresif dengan berbagai nuansa, baik positif maupun negatif. Analisis terhadap komentar-komentar ini menggunakan kerangka tindak tutur ekspresif sebagaimana dijelaskan oleh Wardana et al. , bahwa tindak tutur ekspresif merupakan bentuk tuturan yang mengekspresikan reaksi emosional penutur terhadap suatu situasi, yang dapat berupa pujian, keluhan, kecaman, ucapan terima kasih, ataupun bentuk evaluasi lainnya dalam percakapan. Melalui kerangka ini, komentar yang terkumpul dianalisis untuk mengungkap bentuk ekspresif, implikatur, serta evaluasi yang tersirat di dalamnya. Tindak Tutur Ekspresif Kritik Tindak tutur ekspresif dipahami sebagai tuturan yang digunakan penutur untuk mengungkapkan sikap dan perasaan terhadap sesuatu, baik berupa memuji, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, maupun bentuk lain yang mengekspresikan kondisi psikologis penutur (Ruhiat, 2. Tindak tutur ekspresif kritik merupakan bentuk tuturan yang menyampaikan penilaian, keberatan, atau kecaman terhadap sesuatu. Tuturan ini berfungsi untuk memberikan pertimbangan mengenai baik atau buruknya suatu hal, baik yang berkaitan dengan perilaku, ucapan, karya, maupun aspek lain yang dinilai penutur. Berikut ini adalah jenis tindak tutur ekspresif berupa kritik yang terdapat pada kolom komentar akun TikTok Uya Kuya. Kritik muncul dalam bentuk keraguan, ketidak percayaan, hingga evaluasi negatif terhadap kejujuran maupun perilaku figur publik tersebut. Data 1: Membela diri Komentar ini mencerminkan bentuk ucapan ekspresif yang berupa kritik. Pernyataan "membela diri" menandakan bahwa penjelasan yang diberikan oleh Uya Kuya tidak dianggap sebagai upaya untuk menjelaskan secara jujur, tetapi hanya dianggap sebagai alasan untuk menghindari kesalahan. Implikasi dari hal ini adalah bahwa penutur tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan Uya dan berpendapat bahwa tindakan https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. tersebut terlihat sangat berpura-pura. Kritik ini menegaskan adanya ketidakpercayaan publik terhadap pernyataan yang diberikan oleh figur publik tersebut. Data 2: Validasi Komentar singkat ini juga merupakan bentuk tuturan ekspresif yang berupa kritik. Istilah "validasi" mengisyaratkan bahwa pembicara beranggapan Uya hanya menginginkan pengakuan atau persetujuan dari orang Ini menunjukkan bahwa ekspresi emosional yang ditunjukkan tidak dianggap jujur, melainkan sebagai cara untuk meningkatkan citra yang baik. Kritik ini menggambarkan keraguan masyarakat terhadap niat yang tidak terlihat di balik konten yang disebarkan. Data 3: Gak usah di percaya,Bu mulutmu harimau, mu Komentar ini adalah bentuk tindakan tuturan yang ekspresif yang menyampaikan kritik yang tajam. Pernyataan Aumulutmu harimauAy adalah sebuah pribahasa yang menunjukkan bahwa kata-kata seseorang bisa membawa risiko bagi diri sendiri. Implikasi dari pernyataan ini adalah bahwa netizen memberi tanda bahaya agar ucapan Uya Kuya tidak dipercaya karena dianggap menyesatkan dan berbahaya. Kritik ini tidak hanya menolak konten pernyataan, namun juga menilai karakter dari ucapan tersebut sebagai sesuatu yang Data 4: Arogansi nya masih keliatan Komentar ini berbentuk tindak tutur ekspresif kritik evaluatif. Tindak tutur ekspresif lebih menekankan pada penyampaian sikap emosional atau evaluatif terhadap suatu keadaan atau peristiwa, seperti ungkapan terima kasih, kritik, keluhan, ataupun pujian (Hermaji, 2021:. Penutur berpendapat bahwa sifat arogan Uya masih tampak meskipun ia mencoba untuk menunjukkan citra yang berbeda. Implikasinya adalah masyarakat merasa bahwa perubahan perilaku yang ditunjukkan tampak tidak meyakinkan dan hanya pada permukaan saja. Kritik ini menegaskan bahwa citra negatif lebih dominan daripada usaha Uya untuk memperbaiki citranya di depan netizen. Indikator yang menandai adanya tindak tutur ekspresif kritik adalah penggunaan bahasa yang mengandung evaluasi atau penilaian negatif terhadap lawan tutur. Kritik biasanya hadir dalam bentuk komentar yang menyoroti kelemahan atau kesalahan perilaku seseorang, seperti penggunaan kata arogan, tidak pantas, atau berlebihan. Dalam artikel pragmatik yang dikaji, contoh komentar seperti AuArogansi masih kelihatanAy jelas menunjukkan adanya kritik karena penutur menilai perilaku tokoh secara negatif. Dengan demikian, kritik ditandai oleh adanya evaluasi terbuka yang diarahkan pada sikap atau tindakan mitra tutur. Tindak Tutur Ekspresif Sindiran Menurut Saputri . Tindak tutur ekspresif adalah ujaran yang mengekspresikan perasaan penutur seperti rasa senang, marah, kesal, atau kecewa. Bentuknya bisa berupa menyalahkan, mengejek, menyindir, mengeluh, atau menghibur. Tindak tutur ekspresif berupa sindiran adalah ujaran yang digunakan penutur untuk https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. menyampaikan kritik, celaan, atau ejekan kepada orang lain dengan cara tidak langsung atau tanpa diungkapkan secara terus terang. Berikut ini adalah jenis tindak tutur ekspresif berupa sindiran yang terdapat pada kolom komentar akun TikTok Uya Kuya. Sindiran digunakan netizen untuk mengekspresikan keraguan atau ketidakpercayaan dengan cara tidak langsung. Data 5: Drama apa lagi ini Komentar ini termasuk dalam kategori tindak tutur ekspresif yang berupa sindiran. Istilah AudramaAy menunjukkan bahwa kondisi yang disajikan tidak dianggap sebagai kenyataan, melainkan sebagai sebuah rekayasa atau pertunjukan. Implikasi dari pernyataan ini adalah penutur menganggap bahwa Uya hanya berusaha meraih perhatian atau ketenaran melalui konten tersebut. Sindiran ini juga menolak kebenaran emosi yang terlihat dalam video. Data 6: Jebakan batman Komentar ini berbentuk sindiran dengan nuansa kecurigaan. Istilah Aujebakan batmanAy adalah ungkapan populer yang dipakai untuk menyebut situasi yang sengaja dipasang untuk menipu orang lain. Implikaturnya adalah penutur melihat konten Uya sebagai sesuatu yang tidak jujur dan penuh rekayasa. Sindiran ini memperkuat pandangan masyarakat bahwa ada agenda tersembunyi di balik kejadian yang ditunjukkan. Sindiran ditandai oleh perbedaan makna antara yang diucapkan secara literal dan maksud sebenarnya. Secara lahiriah, tuturan sindiran bisa terdengar ringan atau bahkan seolah-olah positif, tetapi sebenarnya mengandung kritik atau penolakan. Indikator lainnya adalah penggunaan ungkapan populer, idiom, atau metafora yang sarat ironi, misalnya AuDrama apa lagi iniAy atau AuJebakan BatmanAy. Kedua komentar tersebut bukan bermaksud memberikan hiburan semata, melainkan mengandung pesan bahwa peristiwa yang terjadi dipandang tidak wajar atau direkayasa. Dengan demikian, sindiran dapat dikenali melalui perbedaan antara makna literal tuturan dengan maksud penuturnya. Tindak Tutur Ekspresif Ejekan Menurut Saputri . Tindak tutur ekspresif adalah ujaran yang mengekspresikan perasaan penutur seperti rasa senang, marah, kesal, atau kecewa. Bentuknya bisa berupa menyalahkan, mengejek, menyindir, mengeluh, atau menghibur. Ejekan merupakan tindakan mempermainkan atau menertawakan seseorang melalui ucapan maupun perilaku dengan tujuan merendahkan atau menghina, sering kali disampaikan dalam bentuk olok-olok. Berikut ini adalah jenis tindak tutur ekspresif berupa ejekan yang terdapat pada kolom komentar akun TikTok Uya Kuya. Data 7: hahaha jadi kusam uya Komentar ini merupakan contoh dari tindak tutur yang ekspresif dengan nada ejekan. Penggunaan tawa "hahaha" menunjukkan adanya nada merendahkan, sementara ungkapan "jadi kusam" mengandung penilaian yang tidak baik terhadap tampilan fisik Uya Kuya. Implikaturnya adalah penutur tidak menanggapi isi konten https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. dengan serius, tetapi lebih memilih untuk menertawakan perubahan fisik sebagai bentuk penghinaan simbolis. Ejekan ini menunjukkan kurangnya empati masyarakat terhadap sosok tersebut. Data 8: King kong kok bisa nangis Ujaran ini merupakan tindak tutur ekspresif berupa sindiran yang berkonotasi merendahkan. Pengaitan Uya dengan hewan menunjukkan upaya penutur untuk menurunkan derajatnya. Implikaturnya, netizen tidak mempercayai kesedihan yang ditampilkan dan bahkan menganggapnya sebagai bahan candaan. Sindiran tersebut menekankan sikap negatif dan penolakan yang kuat terhadap ekspresi perasaan yang ditunjukkan. Data 9: Cui Komentar singkat ini termasuk tindak tutur ekspresif ejekan. Kata AucuiAy berfungsi sebagai ejekan yang biasa dipakai untuk meremehkan. Implikaturnya adalah penutur ingin menyampaikan rasa muak atau ketidakpercayaan tanpa perlu penjelasan yang panjang. Ejekan ini bersifat ringkas, tetapi cukup kuat untuk menunjukkan penolakan publik terhadap konten Uya. Ejekan ditandai dengan penggunaan kata-kata peyoratif atau hinaan yang secara langsung menyerang mitra tutur. Berbeda dengan sindiran yang bersifat tidak langsung, ejekan bersifat frontal karena tujuannya merendahkan martabat atau kemampuan seseorang. Indikator yang paling jelas adalah pemakaian kata merendahkan seperti bodoh, jelek, atau bentuk tawa yang melecehkan, contohnya Auhahaha jadi kusam uyaAy atau AucuiAy. Tuturan seperti ini tidak berusaha disamarkan, melainkan secara terbuka mempermalukan lawan bicara. Oleh karena itu, ejekan mudah dikenali karena bernada kasar, terbuka, dan tidak memiliki makna ganda. Tindak Tutur Ekspresif Menyalahkan Menurut Ruhiat . Tindak tutur ekspresif dipahami sebagai tuturan yang digunakan penutur untuk mengungkapkan sikap dan perasaan terhadap sesuatu, baik berupa memuji, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, maupun bentuk lain yang mengekspresikan kondisi psikologis penutur. Tindak tutur ekspresif menyalahkan adalah bentuk ujaran yang digunakan penutur untuk menyatakan atau menganggap seseorang, baik orang lain maupun dirinya sendiri, sebagai pihak yang bersalah dalam suatu persoalan. Berikut ini adalah jenis tindak tutur ekspresif berupa menyalahkan yang terdapat pada kolom komentar akun TikTok Uya Kuya. Data 10: Jual kesedihan Komentar ini adalah bentuk tindak tutur ekspresif yang berbentuk mencari kesalahan. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Uya memanfaatkan kesedihan untuk meraih perhatian atau keuntungan. Implikaturnya adalah masyarakat berpikir konten tersebut tidak tulus, tetapi justru merupakan pemerasan emosi yang tidak Ungkapan ini mencerminkan penilaian moral yang negatif terhadap cara komunikasi yang digunakan. Menyalahkan dapat dikenali melalui adanya tuturan yang menunjuk seseorang sebagai penyebab dari suatu masalah. Indikator utamanya adalah penggunaan struktur bahasa yang mengandung tuduhan atau https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. penegasan tanggung jawab negatif, misalnya penggunaan kata gara-gara kamu, ini salahmu, atau kalimat yang menegaskan bahwa lawan tutur adalah penyebab kegagalan. Muthia . menjelaskan bahwa ejekan merupakan ungkapan yang digunakan penutur untuk mengolok-olok dengan tujuan merendahkan harga diri objek penghinaan sehingga menimbulkan rasa malu. Selain itu, tuturan yang mengandung penegasan tanggung jawab negatif juga termasuk ke dalam bentuk tuturan penghinaan. Tuturan semacam ini muncul melalui tuduhan yang mengaitkan mitra tutur sebagai penyebab dari suatu tindakan atau keadaan, misalnya melalui ungkapan penyalahan langsung terhadap lawan tutur. Dalam artikel pragmatik, contoh komentar AuJual kesedihanAy menunjukkan bahwa penutur menuduh pihak tertentu mencari keuntungan dari penderitaan, sehingga jelas memperlihatkan fungsi menyalahkan. Dengan demikian, menyalahkan selalu ditandai oleh adanya penunjukan kesalahan kepada pihak lain secara langsung. Tindak Tutur Ekspresif Dukungan Searle (Astawa, 2. menjelaskan tindak tutur ekspresif adalah tuturan yang digunakan untuk menyampaikan evaluasi atau sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan. Tuturan mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa dan sebagainya termasuk ke dalam tindak tutur ekspresif ini. Salah satunya dukungan. Dukungan atau motivasi termasuk ekspresif positif, karena tuturan ini mengungkapkan empati, simpati, dan harapan baik. (Rahmadhani & Utomo, 2. dukungan dan doa juga masuk dalam kategori tindak tutur ekspresif. Berikut ini adalah jenis tindak tutur ekspresif berupa dukungan yang terdapat pada kolom komentar akun TikTok Uya Kuya. Data 11: Semangat aja om jangan pantang menyerah meskipun cobaan banyak harus semangat Komentar ini adalah bentuk ungkapan ekspresif yang memberikan dukungan. Pernyataan ini mencerminkan kepedulian dan memberikan dorongan agar Uya tetap kuat dalam menghadapi tantangan. Implikaturnya adalah penutur menyadari bahwa orang terkenal juga adalah manusia yang bisa goyah, sehingga mereka memerlukan semangat dan motivasi. Dukungan ini menegaskan adanya simpatinetizen yang masih yakin akan kebaikan Uya. Data 12: Bang uya orang baik, tetap semangat bang uya Komentar ini juga merupakan tindak tutur ekspresif berupa dukungan. Penutur secara eksplisit menyebut Uya sebagai Auorang baikAy yang patut didukung. Implikaturnya adalah meskipun ada kritik tajam, sebagian netizen tetap melihat sisi positif dari Uya. Dukungan ini berfungsi untuk mengimbangi komentar negatif dan mempertahankan citra positif figur publik tersebut. Data 13: Saya mendoakan yang terbaik buat mas uya serta keluarganya Komentar ini merupakan ungkapan tutur yang bersifat ekspresif berupa doa dan dukungan. Penutur menunjukkan perhatian tidak hanya kepada Uya, melainkan juga kepada anggota keluarganya. Implikaturnya https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Desember 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. adalah para netizen berusaha memberikan dorongan moral lewat doa, sebagai bentuk solidaritas. Ekspresi ini menegaskan peran sosial bahasa sebagai alat untuk menunjukkan empati dan penghiburan. Data 14: Ujian duniawi mas, tetap sabar dan tawakal. Tetap yang terbaik Komentar ini termasuk tindak tutur ekspresif berupa dukungan religius. Penutur menafsirkan kesulitan yang dihadapi sebagai Auujian duniawiAy yang harus dijalani dengan sabar dan tawakal. Implikaturnya adalah penutur memberi penghiburan dengan kerangka spiritual. Dukungan ini mencerminkan cara netizen memanfaatkan bahasa religius untuk meningkatkan ketahanan mental publik. Dukungan ditandai dengan adanya penggunaan bahasa yang bersifat positif, empatik, dan penuh motivasi. Tuturan dukungan sering mengandung kata-kata penguatan seperti semangat, kuat, sabar, atau pantang Selain itu, bentuk dukungan juga dapat berupa doa dan harapan baik bagi lawan tutur, misalnya AuSaya mendoakan yang terbaik buat mas UyaAy. Indikator pentingnya adalah nada yang menenangkan, membangun solidaritas, serta memberikan energi positif bagi penerima tuturan. Dengan demikian, dukungan dapat dikenali melalui ungkapan yang memperlihatkan kepedulian, simpati, dan dorongan moral. KESIMPULAN Tindak tutur ekspresif merupakan bentuk komunikasi yang paling dominan digunakan netizen dalam kolom komentar pada akun TikTok @UyaKuyaTV. Tindak tutur ekspresif yang ditemukan mencakup kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, serta ungkapan positif seperti dukungan dan doa. Bentuk-bentuk tersebut berfungsi untuk menyampaikan penilaian, menyatakan protes, mengungkapkan kekecewaan, mempermalukan, membangun solidaritas, dan memberikan hiburan kepada audiens lain. Secara pragmatis, temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok tidak hanya menjadi sarana untuk mengekspresikan pendapat individu, tetapi juga mencerminkan dinamika budaya komunikasi masyarakat di ruang digital. Bahasa dimanfaatkan sebagai alat untuk menampilkan emosi dan sikap secara terbuka di hadapan publik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa analisis pragmatik terhadap tindak tutur ekspresif di TikTok memberikan gambaran bahwa media sosial berperan dalam membentuk pola komunikasi baru. Interaksi digital tidak sekadar melibatkan pertukaran informasi, melainkan menjadi ruang representasi nilai sosial, emosi, dan budaya para Daftar Pustaka