Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Tersedia: https://journal. id/index. php/jpbb Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z Nimas AinaAoul Mardhiyah Hamir1*. Nisa Alliyah Rizqi Lutfiyah2. Alvin Rahima Atha Widyatama3. Farhan Razaqa Faubi4. Muhammad Ibrasyam Al Auvar5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia *Penulis Korespondensi: 25020074108@mhs. Abstract. Language skills play a fundamental role in human communication and knowledge development. Among the four language skills, reading is a receptive skill that allows individuals to receive, comprehend, and interpret information through written texts. One approach that goes beyond mere comprehension is creative reading, which encourages readers to think critically, imagine, and generate new ideas based on texts they read. Generation Z, born between 1995 and 2010, is highly familiar with digital information, particularly news texts circulating through social media and online platforms. However, their reading activities have not been optimally utilized to produce creative literary works. This study aims to examine the application of creative reading in converting news texts into short stories among Generation Z. A descriptive quantitative method was employed involving 17 respondents selected through purposive sampling. Respondents were given digital news texts to convert into short stories, assessed using a rubric comprising five aspects: content relevance, creativity, intrinsic elements, language use, and coherence, with a maximum score of 25. Keywords: Creative Reading. Generation Z. News Text. Short Story. Text Conversion. Abstrak. Keterampilan berbahasa memegang peran penting dalam komunikasi dan pengembangan pengetahuan Membaca merupakan keterampilan reseptif yang memungkinkan seseorang menerima, memahami, dan menafsirkan informasi dalam teks tertulis. Salah satu pendekatan yang melampaui sekadar pemahaman adalah membaca kreatif, yang mendorong pembaca untuk berpikir kritis, berimajinasi, dan menghasilkan gagasan baru dari teks yang dibaca. Generasi Z, lahir pada rentang tahun 1995 2010, sangat akrab dengan informasi digital, khususnya teks berita yang tersebar melalui media sosial dan platform daring. Namun, kegiatan membaca mereka belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan karya sastra kreatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan membaca kreatif dalam konversi teks berita menjadi cerpen pada generasi Z. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 17 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive Responden diberikan teks berita digital untuk dikonversi menjadi cerpen, kemudian dinilai menggunakan rubrik lima aspek meliputi kesesuaian isi, kreativitas, unsur intrinsik, penggunaan bahasa, dan koherensi, dengan skor maksimal 25. Hasil menunjukkan 12 responden . ,59%) memperoleh kategori Sangat Baik dan 5 responden . ,41%) memperoleh kategori Baik, dengan nilai rata-rata 21,82 berkategori Sangat Baik. Tidak ada responden yang berada pada kategori cukup maupun kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa generasi Z mampu memanfaatkan teks berita sebagai dasar kreatif untuk menghasilkan cerpen yang imajinatif. Membaca kreatif dapat menjadi strategi pembelajaran efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan menulis mahasiswa. Kata Kunci: Cerpen. Generasi Z. Konversi Teks. Membaca Kreatif. Teks Berita. LATAR BELAKANG Bahasa merupakan salah satu sistem komunikasi arbitrer yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dan saling bertukar ide atau gagasan. Bahasa memiliki posisi penting dalam memahami bagaimana manusia membangun makna melalui sistem bahasa yang teratur (Hafizah et al. , 2. Melalui bahasa, manusia dapat menyampaikan pikiran, perasaan, serta berbagai informasi kepada orang lain secara efektif. Kemampuan berbahasa perlu dikembangkan dengan baik agar gagasan yang dimiliki dapat disampaikan secara jelas dan mudah dipahami, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan komunikasi diperlukan penguasaan terhadap empat aspek Naskah Masuk: 02 Mei 2026. Revisi: 27 Mei 2026. Diterima: 15 Juni 2026. Terbit: 19 Juni 2026 Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak . istening skill. , keterampilan berbicara . peaking skill. , keterampilan membaca . eading skill. , dan keterampilan menulis . riting skill. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan dalam proses berbahasa (Tarigan et al. , 2. Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif karena membaca merupakan kegiatan menerima, memahami, dan menafsirkan informasi yang disampaikan penulis melalui teks. Pembaca tidak menghasilkan bahasa secara langsung, melainkan menangkap pesan, ide, dan makna yang terdapat dalam bacaan (Tarigan et al. , 2. Dalam keterampilan membaca terdapat berbagai teknik membaca yang dapat digunakan untuk menemukan informasi, ide pokok, maupun poin penting dalam suatu bacaan (Kusmiati & Mariah, 2. Salah satu teknik membaca yang dapat menghasilkan produk kreatif setelah proses membaca adalah teknik membaca kreatif. Teknik membaca kreatif merupakan teknik membaca yang tidak hanya menekankan pada pemahaman makna dan informasi, baik secara tersurat maupun tersirat, tetapi juga mendorong pembaca untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkannya menjadi suatu karya kreatif. Teknik membaca kreatif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan proses membaca dengan aktivitas berpikir dan respons personal terhadap teks sehingga peserta didik tidak hanya memahami isi bacaan secara literal, tetapi juga mampu mengembangkan pemahaman yang lebih kaya dan orisinal (Sefpuja et al. , 2. Melalui teknik ini, kegiatan membaca tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga sebagai proses pengembangan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Di era saat ini, perkembangan teknologi melahirkan penggolongan generasi berdasarkan pengalaman historis dan rentang usia yang relatif sama. Salah satu generasi yang dekat dengan perkembangan teknologi digital adalah generasi Z. Generasi Z merupakan kelompok yang lahir pada rentang tahun 1995 - 2010 dan dikenal sebagai penduduk asli digital karena sejak usia dini telah terpapar teknologi, internet, serta telepon genggam sehingga memiliki pemahaman yang tinggi terhadap perkembangan teknologi (Zis et al. , 2. Generasi Z menjadi kelompok yang sangat dekat dengan arus informasi dan media digital, khususnya teks berita yang tersebar dengan cepat melalui media sosial maupun platform daring lainnya. Kemudahan dalam mengakses informasi membuat generasi Z terbiasa membaca berbagai bentuk teks secara cepat. Namun, pemanfaatan kegiatan membaca untuk memantik ide dan menghasilkan karya kreatif masih belum optimal. Padahal, kegiatan membaca tidak hanya bertujuan memperoleh informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Generasi Z masih sangat membutuhkan banyak praktik langsung di dunia nyata, ditambah penggunaan teknologi untuk mencari informasi aktual tentang yang terjadi di negara sendiri ataupun dunia luar (Hastini et , 2. Salah satu bentuk pengembangan kreativitas tersebut dapat dilakukan melalui konversi teks berita menjadi cerpen. Penelitian mengenai keterampilan membaca pada generasi Z umumnya masih berfokus pada kemampuan memahami isi bacaan dan peningkatan literasi seperti dalam artikel yang berjudul Meningkatkan Literasi Digital Bagi Generasi Z Untuk Mewujudkan Generasi Emas membahas tentang pentingnya kemampuan literasi digital bagi Generasi Z di era perkembangan teknologi dan internet yang sangat pesat (Dewi et al. , 2. Karena itu penelitian penerapan teknik membaca hanya sebatas untuk meningkatkan literasi untuk pemahaman informasi tanpa mengkaji lebih dalam literasi juga dapat dikembangkan menjadi ide kreatif. Membaca kreatif tidak hanya memahami informasi, tetapi juga mengembangkan ide menjadi karya kreatif, khususnya dalam konversi teks berita menjadi cerpen, masih belum banyak dikaji. Padahal, teks berita yang dekat dengan kehidupan generasi Z dapat dimanfaatkan sebagai sumber ide dalam menciptakan karya sastra yang kreatif dan Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan membaca kreatif dalam konversi teks berita menjadi cerpen pada generasi Z. KAJIAN TEORITIS Hakikat Keterampilan Membaca Membaca adalah kemampuan penting untuk menerima dan memahami informasi dalam belajar bahasa. Tarigan menjelaskan bahwa membaca adalah kegiatan memahami pesan yang disampaikan penulis melalui bahan tertulis sehingga pembaca dapat memperoleh informasi dari bacaan tersebut (Harianto, 2. Aktivitas ini bukan sekadar mengeja huruf atau membunyikan kata, melainkan sebuah proses aktif untuk mencari dan menemukan arti dari sebuah tulisan. Secara umum, tujuan utama dari membaca adalah untuk mendapatkan informasi baru dan memahami arti atau pesan yang ada di dalam sebuah tulisan. Selain itu, kegiatan membaca juga bertujuan untuk memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta melatih kemampuan kita dalam berbahasa Membaca termasuk keterampilan reseptif karena dalam kegiatan membaca seseorang menerima dan memahami informasi yang terdapat dalam teks. Pembaca berusaha menangkap pesan, makna, serta informasi yang disampaikan penulis melalui bahasa tulis. Membaca memiliki peranan penting dalam pembelajaran bahasa karena dapat membantu meningkatkan kosakata dan memperluas wawasan pembaca. Semakin sering seseorang membaca, semakin Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z banyak pula informasi dan pengetahuan bahasa yang diperoleh (Satriawan et al. , 2023. Hernanda, 2. Membaca Kreatif Membaca kreatif merupakan kegiatan membaca yang tidak hanya bertujuan memahami isi bacaan, tetapi juga mendorong pembaca untuk berpikir kritis, berimajinasi, serta menghasilkan gagasan baru berdasarkan informasi yang diperoleh dari teks. Melalui membaca kreatif, pembaca dapat mengembangkan ide, memberikan tanggapan terhadap bacaan, dan menciptakan karya baru yang terinspirasi dari teks yang dibaca (Andini et al. , 2. Proses membaca kreatif dapat di nyatakan berhasil ketika melalui beberapa indikator perilaku pembaca sebagai berikut: Pembaca tidak pasif menerima kebenaran teks, melainkan melakukan dialog kritis dan reflektif selama proses membaca. Pembaca mampu memvisualisasikan situasi konkret atau kemungkinan-kemungkinan baru di luar teks tertulis. Pembaca mampu menghasilkan pendapat, solusi, atau ide-ide baru yang terstimulasi dari informasi awal di dalam teks. Melalui membaca kreatif, seseorang tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan, pendapat, serta menghasilkan ide baru dari bacaan yang Teks Berita Teks berita merupakan salah satu genre teks paling fungsional dalam kajian Pinem . menjelaskan teks berita merupakan teks yang berisi informasi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat dan disebarkan melalui berbagai media, seperti radio, televisi, internet, situs web, maupun media lainnya. Kelengkapan informasi dalam teks berita dikendalikan oleh formula 5W 1H, yang meliputi unsur What . Who . When . Where . i man. Why . , dan How . Kehadiran unsur-unsur ini memastikan informasi tersaji secara utuh dan terperinci sehingga dapat memahami peristiwa yang diberitakan secara utuh (Maharani & Yusra, 2. Hal ini memungkinkan teks berita dapat dijadikan sebagai teks cerita pendek yang menarik. Cerita Pendek (CERPEN) Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa fiksi yang disajikan secara singkat dan berfokus pada satu peristiwa utama. Menurut Edgar Allan Poe, cerpen adalah cerita fiksi yang dapat dibaca dalam sekali duduk karena memiliki alur yang lebih padat dibandingkan novel (Nurgiyantoro dalam literat 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa cerpen memiliki bentuk yang lebih singkat dan padat dibandingkan novel sehingga dapat memberikan kesan cerita secara utuh kepada pembaca. Selain itu, cerpen umumnya memiliki alur yang sederhana. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. jumlah tokoh yang terbatas, serta berfokus pada satu konflik utama sehingga cerita dapat disampaikan secara lebih ringkas dan terarah (Wati, 2. Secara lengkapnya cerpen merupakan karya sastra fiksi yang bersifat singkat, padat, dan dapat dibaca dalam sekali duduk. Cerpen juga dibangun oleh unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, serta amanat (Karim et al. , 2. Dalam pembahasan ini, bentuk dan struktur cerpen dibatasi oleh empat ciri utama: Cerpen dirancang sebagai cerita yang bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Penulis tidak perlu terpaku pada aturan kaku tentang jumlah halaman atau kata, melainkan lebih fokus pada cerita yang padat dan langsung pada intinya. Cerpen hanya berfokus pada satu masalah utama saja. Jumlah orang yang terlibat dikurangi dari teks berita aslinya. Cerpen hanya berfokus pada sedikit tokoh agar sifat karakter dan jalannya cerita tetap fokus dan tidak membingungkan. Cerpen menggunakan jalan cerita yang maju dan sederhana. Hal ini dilakukan agar ketegangan cerita tetap terjaga di dalam ruang yang terbatas. Transformasi Teks Dalam konteks penelitian ini diperlukan proses alih wahana untuk menghasilkan karya yang baru atau orisinil. Alih wahana merupakan proses pengubahan atau pemindahan suatu karya dari satu bentuk ke bentuk lainnya tanpa menghilangkan inti atau makna utama yang terkandung di dalam karya tersebut. (Nur Rizky et al. , 2. alih wahana terjadi ketika teks berita . on- sastr. diubah menjadi teks cerita pendek . Proses ini membuat fungsi teks bergeser, dari yang semula hanya memberikan informasi atau laporan peristiwa kepada publik, menjadi teks kreatif yang menghibur sekaligus memberi perenungan batin bagi pembacanya. Berikut adalah empat konsep utama dalam proses pengubahan data berita menjadi bagian dari cerita pendek mengubah nama orang di berita menjadi karakter cerita yang hidup dengan menambahkan sifat, perasaan, dan ciri fisik. GEN Ae Z Mengubah masalah nyata yang diberitakan di media menjadi sebuah cerita yang menarik dan penuh tekanan batin bagi tokohnya, mengubah suasana yang semula kaku menjadi lebih hidup melalui penambahan detail seperti suara, aroma, dan deskripsi lingkungan, serta mengubah kutipan resmi dari narasumber berita menjadi percakapan sehari-hari yang lebih santai dan alami antartokoh. Berdasarkan Teori Generasi Strauss-Howe (Strauss-Howe Generational Theor. , setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda karena dipengaruhi oleh pengalaman sosial dan sejarah yang dialami pada periode tertentu. Teori ini menjelaskan bahwa generasi terbentuk dalam rentang waktu tertentu dan memiliki pola perilaku yang khas sesuai dengan kondisi zamannya (Wisnuyana & Saka, 2. Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z Dalam teori tersebut. Generasi Z didefinisikan sebagai kelompok sosiologis yang lahir setelah pergeseran fase Generasi Y (Milenia. , yang ditandai dengan ketergantungan yang tinggi terhadap ekosistem teknologi digital, gawai, dan media sosial. Dari perspektif sosiologis dan psikologi perkembangan. Generasi Z memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari generasi sebelumnya, yaitu tumbuh bersamaan dengan perkembangan internet berkecepatan tinggi, memiliki kemampuan berpindah dari satu aktivitas digital ke aktivitas lainnya dalam waktu singkat, lebih responsif terhadap informasi berbasis visual seperti infografis, video pendek, dan ilustrasi dibandingkan teks yang panjang, memiliki dorongan kuat untuk menjadi kreator konten karena kemudahan akses terhadap berbagai platform digital, serta menjadikan media sosial sebagai sarana utama untuk aktualisasi diri, pembentukan identitas kelompok, dan pengembangan relasi sosial. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif merupakan metode penelitian yang bertujuan menggambarkan suatu keadaan atau fenomena secara objektif dengan menggunakan data berupa angka, mulai dari proses pengumpulan data, pengolahan data, hingga penyajian hasil penelitian (Imani & Furqon, 2. Desain ini digunakan untuk mengukur dan mendeskripsikan kemampuan membaca kreatif Generasi Z dalam mengubah teks berita menjadi cerpen berdasarkan skor angka hasil penilaian karya. Subjek. Waktu, dan Tempat Penelitian Subjek: Generasi Z . iswa dan mahasisw. sebanyak 17 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Waktu: Penelitian dilaksanakan mulai awal bulan Mei tahun 2026. Tempat: Pengambilan data dilakukan secara fleksibel melalui media digital. Instrumen dan Kategori Penilaian Instrumen yang digunakan adalah tugas menulis cerpen dan rubrik penilaian. Rubrik penilaian merupakan pedoman yang digunakan untuk menilai hasil kerja responden berdasarkan aspek dan kriteria tertentu sehingga proses penilaian dapat dilakukan secara lebih objektif dan terarah (Alfanika et al. , 2. Teks berita dari media digital disediakan langsung oleh peneliti agar topik materi yang dikerjakan seluruh responden seragam. Kriteria Rubrik Penilaian (Skor 1Ae5 per Aspe. : Kesesuaian Isi: Ide utama berita masih terlihat dalam cerpen. Kreativitas: Ada pengembangan konflik, suasana, atau sudut pandang baru, unsur Intrinsik: Tokoh, alur, latar, konflik jelas, penggunaan Bahasa: Diksi, kalimat, dan gaya bahasa baik. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. Koherensi: Cerita runtut dan mudah difahami. Kategori Nilai Akhir (Skor Maksimal . : 21 Ae 25: Sangat Baik, 16 Ae 20: Baik, 11 Ae 15: Cukup, 6 Ae 10: Kurang. Teknik Pengumpulan Data Peneliti memberikan teks berita digital pilihan kepada 17 responden. , responden membaca teks berita tersebut lalu mengonversinya menjadi cerpen, lalu peneliti mengumpulkan semua dokumen file cerpen hasil karya responden untuk dinilai. Teknik Analisis Data Data nilai dianalisis menggunakan dua rumus statistik deskriptif: Rata-rata Skor (M): M = X / Na. M = Nilai rata-rata . X = Total skor seluruh responden. N = Jumlah responden . Persentase Kategori (P): P = . / N) y 100%. P = Persentase, f = Jumlah responden pada kategori tertentu. N = Jumlah seluruh responden . HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Analisis. No. Nama/Inisial Skor Kategori 22 Sangat Baik 19 Baik 20 Baik 23 Sangat Baik 20 Baik 24 Sangat Baik 20 Baik 25 Sangat Baik 21 Sangat Baik 22 Sangat Baik 20 Baik 25 Sangat Baik 21 Sangat Baik 21 Sangat Baik 21 Sangat Baik 22 Sangat Baik 25 Sangat Baik Hasil Penelitian Berdasarkan hasil tes untuk mengubah teks berita menjadi cerpen, dapat diperoleh data sebagaimana ditunjukkan pada tabel. Dari 17 responden yang mengikuti tes, sebanyak 12 Responden mampu memperoleh kategori Sangat Baik dan 5 responden memperoleh kategori Baik. Total skor yang diperoleh seluruh responden adalah 371 dengan rata-rata sebesar 21,82. Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z Berdasarkan kriteria penilaian yang digunakan untuk nilai rata-rata tersebut termasuk dalam kategori Sangat Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mampu mengembangkan teks berita menjadi cerpen dengan baik melalui penerapan keterampilan membaca kreatif. Tabel 2. Hasil Analisis. Kategori Jumlah Persentase Sangat Baik 70,59% Baik 29,41% Cukup Kurang Berdasarkan Tabel 2. Kategori Sangat Baik memperoleh persentase tertinggi, yaitu sebesar 70,59%, sedangkan kategori Baik memperoleh persentase sebesar 29,42%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mampu memahami isi berita kemudian mengembangkannya menjadi sebuah cerita pendek yang lebih imajinatif dan menarik. Tidak adanya responden yang berada pada kategori cukup maupun kurang mengindikasikan bahwa kemampuan konversi teks berita menjadi cerpen pada kelompok responden tergolong tinggi. Pembahasan Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwasanya sebagian besar responden cukup mampu untuk mempertahankan kesesuaian isi cerpen dengan informasi yang terdapat dalam teks berita. Informasi utama yang terdapat dalam berita juga masih digunakan sebagai dasar pengembangan cerita sehingga pesan utama dari berita tidak hilang. Responden juga melakukan berbagai improvisasi agar cerita dihasilkan memiliki alur yang lebih menarik. Pada aspek kreativitas pengembangan cerita, responden telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengembangkan ide dari teks berita. Responden juga tidak asal menyalin isi berita ke dalam bentuk narasi, tetapi juga menambahkan unsur- unsur baru seperti konflik, dialog, latar yang lebih rinci, dan juga pengembangan karakter tokoh. Beberapa responden bahkan mampu mengubah peristiwa yang terdapat dalam berita menjadi cerita emosional dengan menambahkan hubungan keluarga, konflik batin tokoh, atau sudut pandang yang berbeda. Namun, masih terdapat cerpen yang alurnya terlalu dekat dengan teks berita sehingga unsur kreativitasnya belum berkembang secara maksimal Pada unsur intrinsik, untuk sebagian besar cerpen telah memuat unsur-unsur penting seperti tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, serta amanat. Dengan adanya unsur-unsur tersebut menunjukkan bahwa responden telah memahami struktur dasar cerpen dan mampu menerapkannya dalam proses penulisan. Cerpen yang memperoleh skor tinggi umumnya memiliki alur yang runtut, karakter tokoh yang jelas, serta konflik ang mendukung Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. jalannya cerita. Pada aspek penggunaan bahasa dan koherensi, mayoritas responden mampu menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami. Paragrafnya tersusun secara runtut sehingga alur cerita dapat diikuti dengan baik oleh pembaca. Selain itu juga, penggunaan kalimat naratif dalam cerpen menunjukkan adanya perbedaan yang jelas jika dibandingkan dengan gaya bahasa berita yang cenderung informatif. Meskipun begitu, masih ditemukan beberapa kesalahan kecil dalam penggunaan ejaan dan tanda baca yang tidak terlalu memengaruhi pemahaman isis cerita secara keseluruhan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori membaca kreatif yang menyatakan bahwa kegiatan membaca tidak hanya bertujuan memahami isi bacaan, tetapi juga mendorong pembaca untuk menghasilkan gagasan baru berdasarkan informasi yang diperoleh (Andini et , 2. Kemampuan responden dalam mengembangkan teks berita menjadi cerpen menunjukkan bahwa mereka tidak sekedar memahami informasi yang dibaca, melainkan mampu mengolah menafsirkan, dan mengembangkannya menjadi karya yang berbeda. Dengan demikian, membaca kreatif dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan menulis mahasiswa. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan membaca kreatif dalam konversi teks berita menjadi cerpen pada generasi Z memberikan hasil yang sangat baik. Berdasarkan penilaian terhadap 17 responden, diperoleh nilai rata-rata sebesar 21,82 yang termasuk dalam kategori Sangat Baik. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa generasi Z mampu memanfaatkan informasi yang diperoleh dari teks berita sebagai dasar untuk menghasilkan karya cerpen yang lebih kreatif dan imajinatif. Dengan demikian, membaca kreatif dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang mendukung pengembangan kreativitas dan keterampilan menulis. DAFTAR REFERENSI Alfianika. , & Sitohang. Validitas pengembangan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18. , 223Ae235. Andini. Juniarso. , & Sulistyawati. Penerapan membaca kreatif dalam keterampilan bercerita peserta didik. Buana Pendidikan, 16. Dewi. Aristawati. Sriani. Astini. , & Mitariani. Meningkatkan literasi digital bagi generasi Z untuk mewujudkan generasi Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 1Ae11. Penerapan Membaca Kreatif dalam Konversi Teks Berita Menjadi Cerpen pada Generasi Z Hafizah. Rahmadini. Gusnida. , & Noviyanti. Analisis struktur linguistik bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Harianto. Keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 9. , 1Ae8. Hastini. Fahmi. , & Lukito. Apakah pembelajaran menggunakan teknologi dapat meningkatkan literasi manusia pada generasi Z di Indonesia? Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 10. , 12Ae28. Hernanda. Analisis hubungan keterampilan membaca dan menyimak terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas i SDN Balongsari 1/500. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4. , 2402Ae2405. Imani. , & Furqon. Pengaruh pengetahuan, sanksi, kesadaran, dan kualitas pelayanan petugas pajak terhadap kepatuhan pajak. Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking, 2. , 53Ae72. Karim. Taskam. , & Zenab. Analisis unsur intrinsik pada cerpen AuMerantauAy karya OJ Hara. Prosiding Seminar Akademik Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1. , 171Ae176. https://conference. id/index. php/psapbin/article/view/1122 Kusmiati. , & Mariah. Keterampilan menemukan ide pokok teks laporan dalam pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme melalui teknik Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 3. Literat. Analisis bentuk deiksis dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Literat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2. Maharani. , & Yusra. Analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks berita pada media daring. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12. Nur Rizky. Putri A. Umami. ZaimatussaAodiyah, & Zulfikar. Konsep alih wahana cerpen ke naskah drama: Kajian pustaka. Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4. , 157Ae170. Pinem. Analisis kemampuan siswa menentukan 5W 1H dalam teks berita kelas V SD Negeri 064020 Medan Sunggal tahun pelajaran 2020/2021 (Doctoral dissertation. Universitas Qualit. Satriawan. Padlurrahman. , & Mohzana. Hubungan antara kemampuan membaca pemahaman, penguasaan kosa kata, dan sikap bahasa dengan keterampilan menulis ringkasan siswa di sekolah dasar. BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5. , 352Ae360. Sefpuja. Alwiya. Faradilla. Wahana. , & Izzati. Efektivitas teknik membaca kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4. , 782Ae792. https://doi. org/10. 61104/jq. Tarigan. Cipta. , & Rokmanah. Pentingnya keterampilan berbahasa Indonesia pada kegiatan pembelajaran sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9. Wati. Analisis struktur karya sastra cerpen AuPunyahAy karya I Gede Bayu Kusuma. Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha, 7. Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya - Volume 5. Nomor 2. Juni 2026 E-ISSN. : 2962-1143. P-ISSN. : 2962-0864. Hal. Wisnuyana. , & Saka. Dampak kemunculan LMSD sebagai media hiburan pada generasi milenial (Perbedaan generasi menurut Neil Howe dan William Straus. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 21. Zis. Effendi. , & Roem. Perubahan perilaku komunikasi generasi milenial dan generasi Z di era digital. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5. , 69Ae87.