Sosialisasi Penggunaan Marketplace Dalam Pemasaran Produk Olahan Kopi di Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo Untuk Meningkatkan UMKM di Tengah Pandemi Penulis: Sejarah Artikel: Wildan Hakim. Annafi Awantagusnik Received: 11 Agustus 2021 Revised: 21 Agustus 2021 Accepted: 23 Agustus 2021 e-mail: wildan@alqolam, annafi@alqolam. IAI Al-Qolam Malang _____________________________________________________________________________________________ ABSTRAK: Era pandemi yang terjadi di Indonesia membuat banyak orang mengalami penurunan Hal ini juga terjadi pada masyarakat Desa Sumber Tangkil. Masyarakat Sumbertangkil yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan produsen kopi kesulitan mempertahankan usaha dan pendapatannya. Pemanfaatan marketplace dalam memasarkan produk untuk meningkatkan omzet dan pendapatan para pelaku bisnis. Hal ini dapat membuat para pelaku Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) lebih terbuka terhadap inovasi-inovasi baru untuk memajukan kegiatan usahanya menggunakan marketplace. Kegiatan sosialisasi dilakukan kepada pelaku UMKM yang berada di Desa Sumbertangkil sebanyak 30 orang sejak bulan September sampai dengan November 2021. Berdasarkan hasil kegiatan sosialisasi disimpulkan bahwa pemanfaatan marketplace dalam pemasaran kopi olahan di Desa Sumber Tangkil. Kecamatan Tirtoyudo masih minim. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pelaku UMKM dapat mengetahui bagaimana memanfaatkan marketplace dalam memasarkan produk yang mereka jual, mengetahui tips dan trik berjualan di dua marketplaceini, termasuk tata cara pengambilan foto produk dan pembuatan deskripsi produk. Kata kunci: Pengabdian kepada Masyarakat. UMKM, marketplace ABSTRACT: The era of the pandemic that occurred in Indonesia made many people experience a decrease in income. This also happened to the people of Sumbertangkil Village. The people of Sumber Tangkil, the majority of whom work as farmers and coffee producers, have difficulty maintaining their business and income. Utilization of marketplaces in marketing products to increase turnover and income of business people. This can make Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. more open to new innovations to advance their business activities using the marketplace. The socialization activity was carried out to 30 MSME actors in Sumbertangkil Village from September to November 2021. Based on the results of the socialization activity, it was concluded that the use of the marketplacein marketing processed coffee in Sumbertangkil Village. Tirtoyudo District was still minimal. Through this socialization activity. MSME actors Sosialisasi Penggunaan Marketplace Dalam Pemasaran Produk Olahan Kopi Di Desa SumbertangkilKecamatan Tirtoyudo Untuk Meningkatkan UMKM Di Tengah Pandemi can find out how to use the marketplacein marketing the products they sell, know tips and tricks for selling in these two marketplaces, including procedures for taking product photos and making product descriptions. Keywords: MSME, marketplace Keywords: Community service UMKM, marketplace Wildan Hakim. Annafi Awantagusnik PENDAHULUAN Desa Sumbertangkil adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Tirtoyudo. Kabupaten Malang. Provinsi Jawa Timur. Desa yang memiliki sumber mata pencaharian penduduknya adalah petani ini terbagi dalam tiga wilayah dusun yaitu Sumber Tangkil. Gampingan dan Tumpak Lengkong. Tanaman Kopi merupakan salah satu komoditas tanaman unggulan yang terdapat di Desa Sumber Tangkil. Kopi yang dihasilkan di desa ini cukup baik karena lahan untuk melakukan budidaya dan perawatan kopi yang sangat mendukung. Banyak masyarakat Desa Sumbertangkil berprofesi sebagai petani Kopi dan tentunya bekerja di bidang pengolahan. Pekerjaan tersebut dijadikan masyarakat sebagai mata pencaharian yang cukup utama. Masyarakat Indonesia lebih sering melakukan pembelanjaan dan aktivitas jual beli secara online melalui aplikasi pada hand phone yang mereka miliki. Hal ini berdasarkan laporan hasil survei perusahaan marketing InMobi (Marketing in the Era of Mobil. Pada sektor e-commerce. InMobi mencatat bahwa tingkat belanja selama era pandemi COVID-19 lebih tinggi dari tingkat belanja saat liburan. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa aktivitas perekonomian dapat diseimbangkan kembali dengan melakukan penjualan secara online. Jadi, masyarakat dapat menambah aktivitas jual belinya yakni selain secara langsung dan juga melalui website e-commerce yang tentunya mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Penggunaan website ecommerce ini merupakan salah satu penerapan penggunaan marketplacedalam memasarkan suatu produk. Era pandemi yang terjadi di Indonesia membuat banyak kalangan masyarakat mengalami penurunan penghasilan. Hal ini juga terjadi pada masyarakat Desa Sumber Tangkil. Masyarakat Sumbertangkil yang mayoritas pekerja sebagai petani dan pengolah kopi mengalami kesulitan dalam mempertahankan usaha dan juga penghasilan mereka. Hal ini terjadi karena mobilitas masyarakat yang berkurang akibat wabah COVID-19 dan itu tentunya berakibat menurunnya daya beli masyarakat terhadap pembelian kopi hasil Desa Sumbertangkil dan olahannya. Penggunaan marketplacedalam memasarkan produk dalam meningkatkan omset dan penghasilan para pelaku bisnis. Menurut Mutianingrum . , penjualan via platform online marketplace mampu meningkatkan pendapatan pelaku Usaha. Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat membuat anggota UMKM lebih terbuka terhadap inovasi baru untuk mempromosikan kegiatan usahanya menggunakan e-commerce. Dengan demikian, ketika para pelaku UMKM mampu mempertahankan operasional internal UMKM dengan baik didukung oleh sumber daya keuangan yang baik, para pelaku UMKM akan dapat mempersiapkan usahanya untuk mengakses teknologi dan penjualan melalui platform marketplace Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Yulimar . yang menegaskan bahwa penjualan melalui platform online marketplace berdampak positif terhadap kinerja bisnis, terutama pada industri menengah dan kecil, atau penelitian yang dilakukan oleh Abebe . yang menyebutkan bahwa e-commerce memiliki dampak positif terhadap rata-rata pertumbuhan UKM1. Abebe. Eelectronic commerce adoption, entrepreneurial orientation and small- and medium-sized enterprise (SME) performance. Journal of Small Business and Enterprise Development. Vol. 21 (No. : 100-116. Sosialisasi Penggunaan Marketplace Dalam Pemasaran Produk Olahan Kopi Di Desa SumbertangkilKecamatan Tirtoyudo Untuk Meningkatkan UMKM Di Tengah Pandemi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan warga Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo dapat disimpulkan sebagai berikut. Sejak adanya pandemi COVID-19 masyarakat mengalami penurunan omset yang cukup signifikan. Perkembangan teknologi internet saat ini, dapat dijadikan solusi untuk mempermudah perkembangan dan perluasan pasar UMKM. Masih rendahnya tingkat penggunaan marketplace dalam pemasaran produk olahan kopi. Berdasarkan uraian yang dipaparkan di atas, maka penting untuk dilakukan sosialisasi tentang penggunaan marketplacedi Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo yang diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat. METODE PELAKSANAAN Program kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo pada Bulan September sampai November 2021. Subyek program ini adalah 30 perwakilan warga Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo yang sudah mempunyai usaha secara offline. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu survei, menyusun materi kegiatan, sosialisasi, monitoring dan evaluasi. Sebelum melakukan kegiatan, dilakukan survei ke lokasi untuk melihat situasi dan kondisi wilayah tersebut. Setelah surve dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa dibutuhkannya kesiapan sosialiasi untuk membantu warga Sumber Tangkil. Sebelum melakukan sosialisasi, dilakukan persiapan materi yang dibutuhkan yakni penjelasan tentang marketplace, cara berjualan secara online melalui marketplace, keterampilan yang dibutuhkan misalnya fotografi untuk menghasilkan foto produk, editting untuk mengedit foto, membuat deskripsi produk, dan lain-lain. Setelah persiapan materi, dilakukan kegiatan sosialisasi. Sistematika pelaksanaan kegiatan sosialisasi adalah sebagai berikut. Langkah pertama yakni metode ceramah. Peserta diberikan motivasi agar memiliki kemauan untuk beralih menggunakan marketplacedalam kegiatan pemasaran bisnisnya. Langkah kedua yakni metode tutorial. Peserta pelatihan diberikan materi mengenai marketplaceyang ada di Indonesia mulai dari pengenalan marketplacesampai dengan penggunaan marketplaceuntuk memasarkan produk. Langkah ketiga yakni metode diskusi. Peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan pemasaran produk UMKM yang selama ini dihadapi. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai. Saran dan masukkan dari pihak terkait, dalam hal ini pelaku usaha, perangkat desa Sumbertangkil digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo dalam memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produk olahan kopi, memperluas pasar dan konsumen dari produk, dan Wildan Hakim. Annafi Awantagusnik meningkatkan omset dan penghasilan masyarakat Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo. Berikut ini adalah tahap dari pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan: Kegiatan Survei Kegiatan ini dilakukan pada 6 November 2021 di Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah melakukan observasi pada usaha yang ditekuni oleh warga, wawancara terkait proses pemasaran yang sudah dilakukan selama warga menekuni usaha tersebut, dan pengetahuan warga mengenai pemasaran produk usaha secara online yakni menggunakan marketplace. Wawancara dan observasi dilakukan pada 2 perwakilan warga. Hasil yang diperoleh pada masing-masing warga antara lain. Warga 1 Usaha warga yang ditekuni adalah petani kopi dan sudah memasarkan hasil panen kopi ke luar kota, salah satunya yakni Jakarta. Warga 1 ingin merambah usahanya untuk mengolah kopi menjadi bentuk serbuk. Warga 1 masih menggunakan marketplaceuntuk membeli keperluan, bukan untuk memasarkan hasil produk usahanya. Warga 2 Usaha warga yang ditekuni adalah jual beli kayu. Selama ini. Warga 2 sudah melakukan jual beli ke luar kota dengan menggunakan jasa kirim tanpa terhubung ke marketplace. Warga 2 berpendapat bahwa produk usahanya tidak bisa dipasarkan melalui marketplacekarena berat yang terlalu besar. Berdasarkan uraian di atas, dapat diperoleh informasi bahwa sebagian warga Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo berpotensi untuk berjualan secara online melalui Pengetahuan mereka atas marketplacejuga masih minim, masih sekedar membeli barang saja. Berdasarkan wawancara warga, daerah tersebut terjangkau oleh jasa kirim dan dekat dengan jasa kirim sehingga dapat digunakan untuk mengirim hasil produk mereka untuk dijual. Hal ini tentunya mendukung terciptanya peluang untuk berjualan secara online menggunakan marketplace. Dari kegiatan pra-survei tersebut, tim meminta daftar-daftar warga sekitar yang sudah mempunyai usaha atau ingin mengetahui dan mengikuti sosialisasi sehingga terpilih 20 orang warga peserta sosialisasi. Kegiatan Penyusunan Materi Sebelum sosialisasi dilaksanakan, tim dosen menyusun materi tentang pengenalan marketplacedan tata cara menggunakan marketplaceyang difokuskan pada Shopee dan Tokopedia. Materi tersebut berbentuk power point yang akan ditampilkan saat kegiatan Power point dibuat dalam 2 file, yang pertama terkait pengenalan marketplacedan yang kedua terkait tata cara berjualan di marketplaceyang difokuskan pada Shopee dan Tokopedia. Berikut ini diuraikan bentuk dari setiap power point yang telah dirancang. Pengenalan marketplace Sosialisasi Penggunaan Marketplace Dalam Pemasaran Produk Olahan Kopi Di Desa SumbertangkilKecamatan Tirtoyudo Untuk Meningkatkan UMKM Di Tengah Pandemi Power point terkait materi pengenalan marketplacememuat apa itu marketplace, keunggulan dan kekurangan marketplace, dan jenis-jenis marketplaceyang banyak digunakan di Indonesia. Gambar 1 berikut adalah cuplikan dari materi pengenalan marketplace Gambar 1. Cuplikan Power Point Pengenalan MarketplaceBagian Awal Tata cara berjualan di marketplace Power point terkait materi tata cara berjualan di marketplace memuat tata cara pembuatan toko, upload produk, tips memfoto produk, tips berjualan di Shopee dan Tokopedia. Gambar 2 berikut adalah cuplikan dari materi tata cara berjualan di Gambar 2. Cuplikan Power Point Pengenalan Marketplace Selain power point, tim dosen juga menyiapkan rencana demo kegiatan berjualan di marketplace Shopee terkait fitur-fitur yang tersedia, cara upload produk, pengisian deskripsi, dan penentuan alamat dan jasa kirim toko sehingga toko siap menjual barang melalui Shopee. Kegiatan Sosialisasi Kegiatan sosialisasi dilakukan pada 28 November 2021 dan berlokasi di Posko (Pos Komand. KKN 9 Sumber Tangkil. Kegiatan dibuka dengan salam dan sambutan dari Wildan Hakim. Annafi Awantagusnik ketua penyelenggara kegiatan kemudian diikuti dengan pengisian materi oleh tim dosen. Kegiatan tidak dilakukan secara formal tetapi lebih ke secara santai dengan penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan pertama adalah pengenalan marketplace dan diikuti dengan cara berjualan di marketplace yang difokuskan pada Shopee dan Tokopedia. Setelah itu dilakukan kegiatan diskusi dan tanya jawab seputar materi, kemudian kegiatan diakhiri. Warga antusias mengikuti kegiatan dibuktikan dengan aktifnya warga dalam bertanya dan mendengarkan materi. Pertanyaan warga kebanyakan terfokus pada bisa atau tidaknya suatu produk dijual di marketplace. Gambar 3 berikut merupakan cuplikan kegiatan sosialisasi. Gambar 3. Kegiatan Sosialisasi Kegiatan Evaluasi Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa diketahui bahwa literasi digital masyarakat khususnya peserta sosialisasi masih rendah. Serta faktor sarana jasa pengiriman yang jauh dari agen ekspedisi sehingga mobilitas barang terhambat. Banyak dari pelaku usaha yang belum melirik dan memanfaatkan internet sebagai upaya mendukung kegiatan bisnis mereka. Kegiatan pengenalan pemanfaatan internet dalam bisnis harusnya terus digencarkan oleh setiap pihak, khususnya pemerintah setempat. Selain itu mengingat warga khususnya Dusun Sumbertangkil menjual produk hasil bumi sebagai bahan mentah untuk memberikan pelatihan terkait inovasi produk juga perlu dilakukan oleh dinas terkait, agar usaha yang berbasis olahan bahan mentah seperti olahan kopi, pisang bisa tetap eksis di tengah perkembangan zaman. DISKUSI Mengenalkan masyarakat menggunakan perkembangan teknologi dan media untuk melakukan aktivitas ekonomi bukanlah hal yang mudah. Marketplace merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi dan media yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Marketplace adalah sebuah wadah pemasaran produk secara elektronik yang Sosialisasi Penggunaan Marketplace Dalam Pemasaran Produk Olahan Kopi Di Desa SumbertangkilKecamatan Tirtoyudo Untuk Meningkatkan UMKM Di Tengah Pandemi mempertemukan banyak penjual dan pembeli untuk saling bertransaksi 2 . Penjualan melalui platform online marketplace mampu meningkatkan pendapatan pelaku Usaha. Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat membuat pelaku UMKM lebih terbuka terhadap inovasi-inovasi baru untuk memajukan kegiatan usahanya dengan menggunakan e-commerce. Kegiatan sosialisasi ini memberikan informasi kepada masyarakat Desa Sumbertangkil mengenai pentingnya penggunaan marketplace terutama Shopee dan Tokopedia di era pandemi untuk melakukan kegiatan jual beli. Pengetahuan masyarakat akan marketplace masih minim. Warga banyak melakukan pembahasan mengenai alur berjualan di marketplace dan juga kelebihan dan kekurangan ketika menggunakan marketplace. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa kegiatan sosialisasi ini, masyarakat mengetahui berbagai macam informasi mengenai markeplace beserta cara penggunaannya dalam kegiatan jual beli. Masyarakat termotivasi untuk melakukan kegiatan jual beli secara online untuk memperluas pasar. KESIMPULAN Penggunaan marketplace dalam pemasaran olahan kopi di Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo masih minim. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pelaku UMKM yang sudah ada di desa ini mampu mengetahui cara menggunakan marketplace dalam memasarkan produk yang mereka jual. Masyarakat memahami marketplace terutama Shopee dan Tokopedia yang berfokus pada sudut pandang penjual. Masyarakat juga mengetahui tips dan trik berjualan pada dua marketplace ini termasuk tata cara mengambil foto produk maupun membuat deskripsi produk. PENGAKUAN / ACKNOWLEDGEMENTS Penulis menyadari bahwa dalam penulisan artikel ini banyak kekurangan serta Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah turut serta membantu penulis hingga selesainya jurnal ini terutama kepada: Kepala Desa Sumbertangkil yang sudah berkenan memberikan ijin untuk melaksanakan kegiatan ini . Seluruh Masyarakat Desa Sumbertangkil yang sudah berkenan menerima dan mendukung untuk melaksanakan kegiatan ini. Apriadi. Deni dan Saputra. , 2017. ECommerce Berbasis Marketplace dalam Upaya Mempersingkat Distribusi Penjualan Hasil Pertanian. Jurnal RESTI. Vol. 1 No. Lubuklinggau: STMIK Bina Nusantara Jaya. Mutianingrum. , 2019. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Via Platform Online Marketplace dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Pelaku UKM (Studi Pada Pelaku UKM Di Kota Malan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya. Vol. 7 (No. Wildan Hakim. Annafi Awantagusnik DAFTAR PUSTAKA