Jurnal Kajian Ilmiah e-ISSN: 2597-792X. ISSN: 1410-9794 Vol. 23 No. 1 (Januari 2. Halaman: 51 Ae 58 Terakreditasi Peringkat 4 (SINTA . sesuai SK RISTEKDIKTI Nomor. 158/E/KPT/2021 Pengaruh Motivasi Dan Persepsi Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Di Pulau Onrust Timorora Sandha Perdhana 1,*. Tulus Sukreni 2 Fakultas Psikologi. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. e-mail: sandha@dsn. Fakultas Teknik. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. e-mail: sukreni@dsn. * Korespondensi: e-mail: timorora. sandha@dsn. Submitted: 19/10/2022. Revised: 01/12/2022. Accepted: 16/12/2022. Published: 23/01/2023 Abstract The study aims to determine the influence of Motivation on tourists' Visiting Decisions on Onrust Island, find out the influence of Perceptions on Tourists' Visiting Decisions on Onrust Island and find out the influence of Motivation and Perceptions on tourists' Visiting Decisions on Onrust Island. This research method approach uses quantitative techniques with statistical data to be analyzed through data collection techniques through sample techniques and purposive sampling by involving existing tourists on the island of Onrust. From the sampling data carried out, an analysis was carried out using SPSS. The results showed that both simultaneously and partially, the variables of motivation (X. and perception (X. had a significant positive effect on visiting decisions (Y). And based on the results of determination, an R2 value of 0. 683 was obtained, which means that motivation and perception influenced the decision to visit by 68. Keywords: Onrust Island. Tourism. Jakarta Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust, mengetahui pengaruh Persepsi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust dan mengetahui pengaruh Motivasi dan Persepsi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust. Pendekatan metode penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan data statistik untuk dapat dianalisis melalui teknik pengambilan data melalui teknik sampel dan purposive sampling dengan melibatkan eksisting wisatawan di pulau Onrust. Dari data sampling yang dilakukan dilakukan analisa menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa baik secara simultan maupun parsial, variabel motivasi (X. dan persepsi (X. berpengaruh secara positif signifikan terhadap keputusan berkunjung (Y). Dan berdasarkan hasil determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0,683 yang artinya motivasi dan persepsi mempengaruhi keputusan berkunjung sebesar 68,3%. Kata kunci: Onrust. Kepulauan Seribu. Wisatawan. Jakarta Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak potensi pariwisata dan menjadikannya sebagai salah satu piliihan alternatif destinatinasi pariwisata dunia. Industri pariwisata Indonesia merupakan salah satu bagian dari sektor industri yang prospeknya sangat menjanjikan dan mempunyai potensi serta peluang untuk terus berkembang. Kondisi alamiah dari suatu tempat seperti letak dan keadaan geografis, lapisan tanah yang subur dan panoramis Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JKI Timorora Sandha Perdhana. Tulus Sukreni . kibat ekologi geologi. , juga keberadaan flora dan fauna yang memperkaya isi daratan dan lautan merupakan potensi yang dimaksud untuk bisa berkembang (Arjana, 2. Indonesia memiliki banyak potensi wisata yang saat ini belum dikembangkan secara maksimal, salah satunya potensi wisata sejarah yang berada di Kepulauan Seribu Jakarta (Razak & Suprihardjo, 2. Kepulauan Seribu merupakan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara yang ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan maksud untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta pengolahan Kepulauan Seribu dari segala aspek, antara lain kelestarian lingkungan, konservasi sumber daya alam, ekonomi, kesejahteraan rakyat dan sosial budaya (Retno Utami, 2. Pulau Onrust yang menyimpan sejarah paling panjang dibandingkan kedua pulau Pada abad ke-17 dan 18. Pulau Onrust digunakan sebagai pelabuhan utama VOC sekaligus tempat perbaikan kapal sebelum akhirnya dipindahkan ke Tanjung Priok. Pada zaman penjajahan Jepang, pulau ini dijadikan penjara bagi tahanan politik, sehingga saat ini terdapat bangunan bekas penjara saat itu. Di Pulau Onrust wisatawan juga bisa menemukan sisa peninggalan arkeologi pada masa Belanda dan terdapat sisa bangunan sebuah rumah yang masih utuh yang saat ini dijadikan sebagai Museum (Retno Utami, 2. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1. Wisata Pulau Onrust Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 51 Ae 58 (Januari 2. Pengaruh Motivasi dan A Wisatawan yang bertindak sebagai konsumen dalam industri pariwisata ialah modal utama dalam penyelenggaraan industri pariwisata, konsumen sekarang semakin susah untuk diprediksi bahkan mereka menjadi sangat kritis, dan semakin menuntut dan tidak mudah puas menjadi ciri konsumen sekarang ini. Objek wisata baru yang bermunculan menjadi tantangan bagi perusahaan, karena persaingan semakin ketat dan konsumen menjadi semakin banyak pilihan (Nawawi, 2. Dalam melakukan perjalanan wisata ataupun penetapan untuk melakukan kegiatan wisata, seorang wisatawan banyak dipengaruhi oleh berbagai macam hal baik itu secara internal maupun secara eksternal. Perjalanan wisata dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencari sebuah pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya (Vanhove, 2. Motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitasa ktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Dengan kata lain, motivasi adalah keadaan jiwa dan sikap mental yang memberikan energi dan mendorong manusia untuk melakukan suatu kegiatan (Rakhmat, 2. Dengan adanya motivasi individu yang bertindak sebagai wisatawan dapat menentukan dorongan untuk melakukan perjalanan berwisata. Persepsi merupakan stimuli itu ditangkap oleh indera, secara spontan pikiran dan perasaan kita akan memberi makna atas stimulti tersebut. Persepsi merupakan proses internal yang diakui individu dalam menyeleksi, dan mengatur stimuli yang datang dari luar (Suryabrata. Dengan adanya persespsi individu dapat lebih mudah menentukan keinginan untuk berkunjung ke tempat wisata sesaui dnegan informasi yang didapat. Sebagai upaya untuk menghidupkan objek wisata yang memiliki nilai sejaran diperlukan adanya strategi pemanfatan kawasan bersejarah sebagai kawasan wisata. Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam penyusunan strategi yakni analisa SWOT. (Muluk & Amelia. Selain strategi terdapat variabel-variabel yang digunakan dalam mengukur kepuasan wisatawan dalam berkunjung. Seperti penelitian sebelumnya dalam mengidentifikasi variabel untuk mengukur kepuasan wisatawan menggunakan teknik analisa berganda, hasil yang diperoleh kualitas pelayanan merupakan variabel tertinggi dan berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan, dilanjutkan dengan variabel kualitas produk wisata, objek dan daya tarik wisata alam (Kalebos, 2. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui Pengaruh Motivasi dan Persepsi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust. Dalam meningkatkan keputusan berkunjung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Motivasi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust, mengetahui pengaruh Persepsi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust dan mengetahui pengaruh Motivasi dan Persepsi terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan di Pulau Onrust. Metode Penelitian Penelitian tersebut kami menggunakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data statistik untuk dapat dianalisis melalui teknik pengambilan data melalui teknik sampel dan Copyright A 2022 Jurnal Karya Ilmiah 22 . : 51 Ae 58 (September 2. Timorora Sandha Perdhana. Tulus Sukreni purposive sampling dengan melibatkan eksisting wisatawan di pulau Onrust. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui Google Form dan telah didapatkan sebanyak 100 responden. Kuesioner ini diolah menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Gambar 1 menampilkan tahapan analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1. Tahap Analisa Kuantitatif Uji validitas, dalam penelitian ini, penulis menggunakan skala likert untuk mengamati indikator-indikator tersebut. Skala Likert meminta responden menunjukkan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuannya terhadap serangkaian pernyataan tentang suatu objek. Dimana dalam skala ini memuat beberapa pernyataan, yaitu Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu item pertanyaan dari kuesioner yang disebarkan kepada para responden yang menjadi objek penelitian. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur instrumen apakah secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran dengan alpha yang dapat diterima dalam penelitian adalah sebesar 0. Asumsi klasik dilakukan dengan tiga pengujian yaitu uji multikolinearitas, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Analisis regresi adalah model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara dua variabel atau lebih. Pada penelitian ini penulis menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Regression Analysi. yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai dua variabel indepen. Hasil dan Pembahasan Pulau Onrust merupakan salah satu pulau yang ada di kepulauan seribu, nama onrust sendiri diambil dari Bahasa belanda yang artinya tidak pernah beristirahat. Pulau Onrust memiliki bangunan-banungan peninggalan masa kolonial belanda seperti benteng dan Pelabuhan, di dalam pulau ini juga terdapat banyak peninggalan arkeologi dan rumah yang dijadikan sebagai museum Pulau Onrust. Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 51 Ae 58 (Januari 2. Pengaruh Motivasi dan A Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Sisi Museum Pulau Onrust Analisis regrelis berganda bertujuan untuk menguji pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Variabel yang dipengaruhi disebut variable dependent, sedangkan variabel yang mempegaruhi disebut variable independent. Berdasarkan uji analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan menggunakan SPSS v20 hasilnya sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Regresi Berganda Model (Constan. Motivasi Persepsi Unstadarized Coefficients Std. Error 28,479 ,144 ,058 1,186 ,022 ,021 Standarized Coefficinets Beta ,624 ,258 Sig. 24,019 6,576 ,000 ,000 ,008 Sumber: Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel 4. 3 diketahui persamaan regresi linear sebagai berikut : Y = 28,479 0,144 0,058 model persamaan tersebut memiliki arti bahwa: Konstanta = 28,479 artinya jika variabel motivasi dan persepsi diasumsikan tidak ada, maka keputusan berkunjung memiliki nilai sebesar 28,479. Koefisien Motivasi (X. , nilai koefisien motivasi sebesar 0,144 yang artinya jika setiap terjadi kenaikan 1 nilai motivasi, maka akan di ikuti juga kenaikan keputusan berkunjung sebesar 0,144. Koefisien Persepsi (X. , nilai koefisien motivasi sebesar 0,058 yang artinya jika setiap terjadi kenaikan 1 nilai motivasi, maka akan di ikuti juga kenaikan keputusan berkunjung sebesar 0,058. Copyright A 2022 Jurnal Karya Ilmiah 22 . : 51 Ae 58 (September 2. Timorora Sandha Perdhana. Tulus Sukreni Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi (R. mempunyai range antara 0 sampai 1 . < R2 <. Semakin besa nilai (R. atau mendekati angka 1 maka berarti pengaruh variabel bebas secara serentak dianggap kuat dan apabila (R . mendekati 0 maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat serentak adalah lemah. Tabel 2. Koefisien Determinasi Model ,826a Adjusted Square ,673 R Square ,683 Std. Error of Estimate 1,213 Sumber: Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel 2 diperoleh nilai R Square sebesar 0,683 yang artinya motivasi dan persepsi mempengaruhi keputusan berkunjung sebesar 68,3% dan 31,7% dipengaruhi oleh factor lain di luar variabel pada penelitian ini. Uji T digunakan untuk menguji apakah secara individu variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat, dengan kriteria sebagai berikut: . Jika signifikansi <0,05 maka H0 ditolak. Ha diterima. Jika signifikansi >0,05 maka H0 diterima. Ha . Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak. Jika t hitung < t tabel maka Ha diterima. Tabel 3. Hasil Uji T Model Unstadarized (Con Coefficients Std. Error 28,479 Standarized Coefficinets Beta 1,186 4,019 Moti ,144 ,022 ,624 ,576 Pers ,058 ,021 ,258 Sumber: Hasil Pengolahan Data . Berdasarkan tabel 3 diketahui variabel motivasi diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kemudian untuk variabel persepsi diperoleh nilai sig 0,008 < 0,05 dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Uji F digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat dengan kriteria pengujiannya antara lain: . Jika signifikansi <0,05 maka H0 ditolak. Ha diterima, . Jika signifikansi >0,05 maka H0 diterima. Ha ditolak, . Jika t hitung > F tabel maka H0 ditolak, . Jika t hitung < F tabel maka Ha diterima. Tabel 4. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square Regression 221,484 110,742 Residual 103,009 1,472 Total 324,493 Sig. 75,25 ,000b Sumber: Hasil Pengolahan Data . Jurnal Karya Ilmiah 23 . : 51 Ae 58 (Januari 2. Pengaruh Motivasi dan A Berdasarkan tabel 4 diperoleh nilai F hitung sebesar 75,255 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan H0 ditolak dan Ha diterima dengan kesimpulan secara parsial motivasi dan persepsi berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan berkunjung. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan terhadap motivasi dan persepsi terhadap keputusan berkunjung dijelaskan melalui pembahasan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji Analisa data diperoleh t hitung sebesar 6,576 dan signifikansi 0,000 < 0,05 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X. berpengaruh secara parsial, positif, dan signifikan terhadap variabel keputusan berkunjung. Artinya motivasi dapat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke pulat onrust. Berdasarkan hasil uji Analisa data diperoleh t hitung sebesar 2,719 dan signifikansi 0,008 < 0,05 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X. berpengaruh secara parsial, positif, dan signifikan terhadap variabel keputusan berkunjung. Artinya persepsi dapat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke pulat onrust. Berdasarkan uji simultan telah diperoleh nilai F hitung sebesar 75,255 dan signifikansi 0,000 berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji tersebut juga menunjukan bahwa secara bersamaan atau simultan variabel motivasi (X. dan persepsi (X. berpengaruh secara positif signifikan keputusan berkunjung (Y) Berdasarkan hasil determinasi diperoleh nilai R 2 sebesar 0,683 yang artinya motivasi dan persepsi mempengaruhi keputusan berkunjung sebesar 68,3%. Ucapan Terima Kasih (Opsiona. Terima kasih penulis ucapkan kepada Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang telah membiayai penelitian ini dalam bentuk Hibah Penelitian Internal untuk Tahun Anggaran Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Lembaga Penelitian. Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang telah memberikan fasilitas dalam penelitian ini. Daftar Pustaka