Miracle Journal of Public Health (MJPH). Vol. 6 No. 1 Juni 2023 DOI: 10. 36566/mjph/Vol6. Iss1/300 Website : https://journal. fikes-umw. id/index. php/mjph e-ISSN: 2622-7762 Perilaku Pencegahan Anemia Gizi pada Mahasiswa yang Memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) di bawah Normal Behavior of Preventing Nutritional Anemia in Students Who Have Upper Arm Circumference (UAC) Below Normal Hartati Bahar Peminatan Promkes Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Kendari . atikbahar@gmail. com, 08114021. ABSTRAK Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan kejadian anemia mengalami peningkatan dari tahun 2013 yaitu sebanyak 37,1% menjadi 48,9%. Kenaikan angka tersebut disebabkan oleh keadaan gizi yang rendah selama masa kehamilan dan perbaikan status gizi ibu ini bisa dimulai saat remaja atau sebelum hamil dan menikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pencegahan anemia gizi pada mahasiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif dengan populasi 42 mahasiswi dengan besar sampel 30 sampel. Tehnik pengambilan sampling secara simple random Kriteria sampel yakni mahasiswa dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) di bawah normal sebagai faktor risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada remaja. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berpengetahuan cukup berjumlah 22 . ,3%), responden yang memiliki sikap positif berjumlah 21 . ,0%), serta responden yang memiliki tindakan baik berjumlah 20 . ,7%). Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa pengetahuan mahasiswa sudah cukup baik tetapi proporsi tindakan pencegahan anemia yang buruk juga masih besar yaitu 33,3%. Kata Kunci: Perilaku, anemia, pengetahuan, sikap, tindakan ABSTRACT The results of the 2018 Riskesdas showed that the incidence of anemia had increased from 2013, which 1% to 48. The increase in this figure is due to low nutritional status during pregnancy and improvement of the nutritional status can be started when they are teenagers or before pregnancy and The purpose of this study was to determine the behavior of preventing nutritional anemia in Public Health Faculty. Halu Oleo University students. This study used a descriptive research technique with a population of 42 female students with a sampling size of 30 samples. The sampling technique is simple random sampling. The target population is based on students who have Upper Arm Circumference (UAC) below normal as a risk factor for Chronic Energy Deficiency (CED)and anemia in adolescents. The results showed that there were 22 respondents who had sufficient knowledge . 3%), 21 respondents who had a positive attitude . 0%), and 20 respondents who had good actions . 7%). The conclusion from this study was that students' knowledge was quite good but the proportion of poor anemia prevention measures was also still large, namely 33. Keywords: Behavior, anemia, knowledge, attitude, action Article Info: Received: 7 Januari 2023 Revised form: 3 Maret 2023 Accepted: 17 Juni 2023 Published online: Juni 2023 Hartati Bahar. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 56 - 61 Pemberian TTD dengan dosis yang tepat dapat PENDAHULUAN Anemia menyebabkan darah tidak cukup untuk mengikat dan mengangkut oksigen dari mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi di dalam tubuh. paru-paru ke seluruh tubuh. Bila oksigen yang Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 diperlukan tidak cukup, maka akan berakibat pada juga menunjukkan kejadian anemia mengalami sulitnya berkonsentrasi sehingga prestasi belajar peningkatan dari tahun 2013 yaitu sebanyak Kemudian daya tahan fisik rendah 37,1% menjadi 48,9% di tahun 2018. 4 Kenaikan sehingga mudah lelah, aktivitas fisik menurun dan angka tersebut disebabkan oleh keadaan gizi dan mudah sakit karena daya tahan tubuh rendah, akibatnya jarang masuk sekolah atau bekerja. Remaja Hemoglobin yaitu protein yang membawa oksigen keseluruhan jaringan tubuh. Ketika seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah . menderita karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat hamil. atau jumlah hemoglobin dalam darah rendah maka Remaja perempuan memiliki resiko sepuluh tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen sesuai kali lebih besar dibandingkan remaja laki-laki. kebutuhannya sehingga orang tersebut akan Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih merasa lelah atau menderita gejala lainnya. tinggi ini dikarenakan remaja putri mengalami Beberapa dampak anemia pada remaja putri menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam kesehatan dan prestasi sekolah. Di masa dewasa, asupan zat besi yang lebih banyak. Selain itu, kondisi anemia diperparah ketika hamil yang ketidakseimbangan asupan zat gizi juga menjadi menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan dan penyebab anemia pada remaja. Salah satu faktor perkembangan janin, pemicu anemia adalah kondisi siklus menstruasi persalinan, serta berakibat pada kematian ibu dan yang tidak normal. 6 Pengetahuan yang cukup Mengingat dampak dari anemia. Sesuai meningkatkan status kesehatannya, selain itu penanggulangan anemia pada remaja putri dan memberi manfaat agar remaja terutama remaja wanita usia subur difokuskan pada kegiatan putri mengetahui tentang tanda bahaya anemia. WHO promosi dan pencegahan, yaitu peningkatan Faktor utama penyebab anemia adalah asupan makanan kaya zat besi, suplemen Tablet Tambah zat besi yang kurang. Anemia defisiensi zat besi Darah (TTD), serta peningkatan fortifikasi bahan lebih banyak terjadi pada remaja putri dibanding remaja putra. Anemia pada remaja putri dapat Suplementasi TTD pada remaja putri dan wanita menyebakan tidak optimalnya pertumbuhan dan usia subur merupakan salah satu upaya pemerintah perkembangan janin. Indonesia untuk memenuhi asupan zat besi. Hartati Bahar. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 56 - 61 persalinan, serta berakibat pada kematian ibu dan n = 42/ 1,42 n = 29,5774 Begitu pentingnya Anemia untuk diketahui n = 30 bagi remaja agar daya fisiknya kuat dimasa menggunakan rumus tersebut didapatkan besar penyakit, dengan demikian penelitian ini bertujuan sampel 29,5774 dan dibulatkan menjadi 30 orang untuk mengetahui perilaku pencegahan anemia yang diperoleh melalui teknik simple random Jumlah sampel diambil adalah sebesar Berdasarkan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO). 30 responden, hal ini adalah jumlah minimal uji coba kuesioner, dengan jumlah minimal 30 orang maka distribusi nilai akan lebih mendekati kurva METODE Penelitian Pengolahan data dilakukan deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan distribusi dan frekuensi serta narasi. tentang anemia pada remaja putri dengan cara mengumpulan data melalui pengisian kuisioner yang telah dibuat sebelumnya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang memiliki LILA di bawah normal berjumlah 42 orang. Tehnik pengambilan sampling secara simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan November hinggaDesember tahun 2022 dengan penentuan besar sampel menggunakan rumus sebagai berikut : HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteritik Responden Karakteristik Responden Usia . 15- 19 Pendidikan Terakhir SMA Jumlah Sumber: Data Primer, 2022 Berdasarkan Tabel 1, jenis kelamin semua n = N/ . 2 responden semua berjenis kelamin perempuan. Keterangan : n = Jumlah sampel berjumlah 5 orang . ,7%) dan responden yang N = Jumlah total Populasi berusia 20-24 tahun berjumah 25 orang . ,3%) d = Tingkat kepercayaan/ ketepatan yang diinginkan, yaitu 10% berpendidikan terakhir SMA sebanyak 30 orang n = N/ . %). n = 42/ . n = 42/ . Hartati Bahar. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 56 - 61 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan. Sikap, dan Tindakan Responden Variabel Pengetahuan Kurang Cukup Sikap Negatif Positif Tindakan Buruk Baik Total Sumber : Data Primer, 2022 pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa dan Berdasarkan Tabel 2 distribusi pengetahuan. Pengetahuan yang baik tidak selalu diikuti pengetahuan mahasiswa tentang anemia gizi 73,3%. terkategori baik hal ini wajar terjadi karena mempelajari materi kuliah dasar ilmu gizi dikelas Mahasiswa yang menjadi responden pada penelitian ini adalah mahasiswa semester empat yang telah memprogram mata kuliah ilmu gizi di semester dua. dengan perilaku yang baik, banyak faktor yang . ,7%) responden memiliki pengetahuan yang mempengaruhi pengetahuan yang tidak dibarengi kurang terdapat 22 . ,3%) responden memiliki dengan perilaku yang baik. Hasil pengindraan yang dilakukan mahasiswa hanya sampai sebatas menunjukkan bahwa terdapat sikap negatif 9 pemahaman tetapi tidak dibarengi dengan aplikasi. ,0%) responden memiliki sikap yang positif Sebagaimana tingkatan pengetahuan yang terbagi dan terdapat 21 . ,0%). Tindakan responden menjadi enam yaitu tahu, paham, aplikasi, . ,3%) analisis, sintesis, dan evaluasi. Pengetahuan buruk dan mereka hanya sebatas tahu dan paham tetapi tidak terdapat 20 . ,7%) responden memiliki tindakan sampai tahap aplikasi. Mereka mengetahui bahwa yang baik. anemia adalah kekurangan zat gizi makro, anemia Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Distribusi responden memiliki tindakan yang berpotensi membahayakan kehamilan dan janin PEMBAHASAN pada ibu hamil, anemia berisiko lemah letih lesu Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 dan malas beraktifitas termasuk menurunkan responden mahasiswi Universitas Halu Oleo prestasi belajar, mengetahui zat tanin yang Kendari tahun 2022, didapatkan 22 . ,3%) berisiko menghambat zat besi, juga vitamin c yang remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup tentang anemia, dan 8 . ,7%) remaja putri keseluruhan pengetahuan mahasiswa yang menjdi memiliki pengetahuan kurang tentang anemia. responden itu rata-rata telah cukup baik. Secara Pengetahuan merupakan hasil dari tahu. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 terjadi setelah melakukan proses penginderaan responden mahasiswi Universitas Halu Oleo terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi Kendari tahun 2022, didapatkan 21 . ,0%) remaja putri memiliki sikap yang positif terhadap Hartati Bahar. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 56 - 61 anemia, dan 9 . ,0%) remaja putri memiliki diterima individu berupa tindakan nyata atau sikap negatif terhadap anemia. Sikap merupakan Respon tersebut sudah jelas dalam bentuk reaksi atau respon yang tertutup dari seseorang tindakan sehingga dapat diamati secara langsung. terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi Hal menarik yang ditemukan pada penelitian sikap tidak langsung dilihat tapi hanya dapat ini adalah rata-rata 33 persen responden masih ditafsirkan terlebih dahulu dari perilkau yang memiliki tindakan yang buruk terkait anemia, kebiasaan makan makanan fast food tidak Sikap bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. konsumsi buah dan sayur, jarang sarapan, sering Begitupun dengan sikap responden pada penelitian ini memiliki sikap penyerapan zat besi seperti ice tea, teh kotak dan positif terhadap pencegahan anemia, mereka kopi cappucino, termasuk jarang berolahraga setuju jika gizi seimbang dapat mencegah anemia, adalah perilaku remaja yang berisiko anemia, hal konsumsi buah dan sayur mencegah anemia, ini disebabkan karena kesibukan dan makanan mencegah stunting pada ibu hamil dan salah satu yang disediakan di kantin kampus adalah makanan faktor penentu kesehatan remaja putri sebagai fast food. calon ibu dimasa depan. Penelitian Pengetahuan dan sikap yang baik belum tentu berimbas pada praktik pencegahan anemia yang beberapa responden yang bersikap bahwa aktifitas baik, faktor lingkungan dan ketersediaan sumber fisik tidak ada hubungannya dengan anemia pada Sikap tidak setuju ini merupakan perilaku anemia, mahasiswa dan kesibukan perkuliahan adalah hal yang tidak terpisahkan, konsumsi tablet responden tentang hubungan aktifitas fisik dan besi adalah alternatif lain yang bisa diberikan anemia, sikap juga merupakan faktor yang untuk mencegah anemia jika konsumsi gizi seimbang tidak dapat dilakukan. Mahasiswa perlu semakin positif sikap yang dimiliki responden pula diberikan tablet zat besi sebagai alternatif semakin mudah dilakukan tindakan pencegahan pencegahan anemia pada remaja. Penelitian yang anemia pada remaja putri. dilakukan pada mahasiswa di FKM Universitas gizi akan mendukung perilaku pencegahan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 Cenderawasih menemukan bahwa terdapat 42 responden mahasiswi Universitas Halu Oleo responden yang mengonsumsi tablet tambah Kendari tahun 2022, didapatkan 20 . ,7%) darah, dan hanya 20,3% diantaranya yang remaja putri memiliki tindakan baik terkait mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara anemia, dan 10 . ,3%) remaja putri memiliki Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan tindakan mengonsumsi Tindakan merupakan sebuah respon terhadap stimulus yang TTD tersebut. Hartati Bahar. MJPH. Vol. 6 No. 1 Juni 2023 Hal: 56 - 61 Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambaran pengetahuan mahasiswi tentang anemia memiliki pengetahuan yang cukup . ,3%), sikap yang Nasrudin H. Faisal Syamsu R. Permatasari Angka Kejadian Anemia pada Remaja di Indonesia. Cerdika J Ilm Indoes. 1:357Ae64. ,0%), tindakan remaja putri terkait anemia menunjukkan tindakan yang baik terkait anemia . ,7%). Berdasarkan kesimpulan tersebut meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan Arifah N. Anjalina I. Febriana AI. Khairunnisa E. Amir NP. Aprilisa W, et al. Penyuluhan Kesehatan tentang Anemia Pada Siswa di SMPN2 Galesong Selatan Kabupaten Takalar. J Altifani Penelit dan Pengabdi Kpd Masy. :176Ae82. penelitian sejenis dengan sampel berbeda untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang Notoatmodjo. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. perilaku pencegahan anemia pada remaja. Notoatmodjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. PT Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA