Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 102-105 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Transformasi Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dengan Bioaktivator Tetes Tebu Maestyca Tresna Pangastuti Muslimah1,a,*. Sisilia Eko Nur Astuti1,b. Syaffira Inayah Fitra1,c. Choirul Amri1,d Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Jl Tata Bumi No 3 Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta E-mail: atycamaes@gmail. com*, bsisiliaekonur01@gmail. com, csafirainayah63@gmail. amri@poltekkesjogja. Abstrak Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai. Salah satu cara pemanfaatan sampah dengan cara pembuatan pupuk kompos dari bahan organik. Kompos adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan dan sisa tanaman yang telah mengalami proses pelapukan. Tujuan pembuatan pupuk kompos ini adalah memanfaatkan sampah sisa sayuran yang berada di wilayah dusun pending untuk dijadikan sesuatu yang lebih berguna. Tetes tebu merupakan kultur campuran dari berbagai mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan mencampurkan sampah organik . dengan penambahan tetes tebu. Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih 1 hingga 2 bulan dan setiap 1 minggu sekali diaduk dan dilakukan pengecekan. Hasil akhir fermentasi selama sekitar satu bulan menghasilkan kompos yang berkualitas tinggi. Kata Kunci : Pemanfaatan sampah . sampah organik . pupuk kompos Abstract Waste is a by-product of human activity that is no longer used. One way to utilize waste is by making compost from organic materials. Compost is an organic fertilizer derived from animal waste and plant remains that have undergone a weathering process. The aim of making this compost fertilizer is to use leftover vegetable waste in the Pending hamlet area to make something more useful. Sugarcane molasses is a mixed culture of various microorganisms that are beneficial for plant growth. The process of making compost fertilizer is done by mixing organic waste . with the addition of sugar cane molasses. The fermentation process is carried out for approximately 1 to 2 months and every week it is stirred and The final result of fermentation for about one month produces high-quality compost. Keywords: Utilization of waste. organic trash. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Sampah adalah bahan padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah, penginapan, hotek, rumah makan, industri, dan aktivitas lainnya. Sampah merupakan hasil sampingan dari aktivitas manusia yang sudah tidak terpakai. Berawal dari keberadaan sampah tersebut maka estetik akan berkurang jika sampah sama dibairkan ada dimana-mana. https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Oleh karena itu untuk mengolah sampah organik salah satunya bisa dengan membuat pupuk Kompos adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan dan sisa tanaman yang telah mengalami proses pelapukan. Kompos menjadi salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanan dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pengunaan pupuk anorganik . secara berlebihan. Ciri kompos yang baik yaitu sudah mengalami pelapukan, warna menjadi berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah, dan sesuai suhu ruang (Agustrina et al. , 2. METODE Kegiatan pembuatan pupuk kompos menggunakan metode punyuluhan yang bertempat di rumah Pak Agus Pending dengan jumlah 22 orang. Peserta merupakan anggota kelompok tani dusun Pending. Kegiatan dilakukan pada hari Jum`at 2 Februari 2024 pada pukul 08. 00 Ae 00 WIB. Alat bantu yang digunakan berupa cangkul dan ember. Sedangkan bahan yang digunakan berupa tanah, sisa sayuran, dedaunan, air, da tetes tebu. Langkah-langkah dalam pembuatan kompos diantaranya siapkan semua bahan dan alat, rajang sayuran menjadi kecil-kecil, larutkan tetes tebu dan air pada wadah dengan perbandingan 1 : 3. Kemudian masukkan lapisan pertama atau yang paling bawah menggunakan tanah pada jogangan yang sudah disiapkan, lapisan kedua dengan sayuran yang sudah dirajang kecil-kecil tadi, lalu berikan larutan Tetes Tebu. Lapisan ketiga dengan tanah kembali, lapisan keempat dengan sayuran, lalu berikan larutan tetes tebu kembali. Lanjut lapisan kelima dengan tanah, lapisan keenam dengan sayuran, kemudian lapisan ketujuh atau yang paling atas menggunakan Lalu tutup jogangan dan tunggu kurang lebih 1 hingga 2 bulan dan setiap 1 minggu sekali diaduk dan dilakukan pengecekan. Hasil dari kegiatan ini berupa satu buah jogangan yang digunakan untuk pembuatan kompos. HASIL DAN PEMBAHASAN Masalah Pembuangan Sampah di Ladang Kosong Masyarakat Dusun Pending mayoritas bekerja di ladanng yang mana hasil akhir panen mereka adalah sayuran. Setiap hari masyarakat Dusun Pending menghasilkan sampah organik hasil sortiran sayur yang akan dijual di pasar. Hampir seluruh masyarakat Dusun Pending membuang sisa sortiran sayur ke lahan kosong, tidak hanya itu, mereka juga membuang sampah organik dan anorganik hasil sehari-hari ke ladang. Gambar 1. Lahan Kosong Yang Dijadikan Pembuangan Akhir Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Sosialisasi Materi Pembuatan kompos adalah proses transformasi sisa-sisa organik menjadi substansi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Saat membuat kompos, komponen organik seperti daun kering, sisa-sisa dari dapur, dan jerami dicampur bersama dan dibiarkan mengalami pelapukan secara alami. Proses ini melibatkan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang mengurai materi organik menjadi komponen yang lebih sederhana. Gambar 2. Penyampaian materi terkait pembuatan pupuk kompos Proses awal pembuatan galian pupuk kompos Langkah awal dalam pembuatan pupuk kompos adalah dengan membuat lubang dengan ketinggian 70 cm. Setelah lubang jadi masukkan lapisan pertama atau yang paling bawah menggunakan tanah pada jogangan yang sudah disiapkan, lapisan kedua dengan sayuran yang sudah dirajang kecil-kecil tadi, lalu berikan larutan tetes tebu. Lapisan ketiga dengan tanah kembali, lapisan keempat dengan sayuran, lalu berikan larutan tetes tebu kembali. Lanjut lapisan kelima dengan tanah, lapisan keenam dengan sayuran, kemudian lapisan ketujuh atau yang paling atas menggunakan tanah. Gambar 3. Penggalian lubang untuk pembuatan pupuk kompos Proses akhir pembuatan pupuk kompos Hasil akhir dari kompos yang kami hasilkan adalah produk yang dihasilkan dari bahan organik yang berasal dari sisa-sisa sayuran yang disortir oleh petani, yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang berukuran satu meter persegi. Kami menambahkan bioaktivator seperti Em4 atau tetes tebu untuk mempercepat proses dekomposisi. Setelah ditutup rapat, kompos tersebut dibiarkan selama sekitar satu bulan agar menghasilkan kompos yang berkualitas tinggi. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Gambar 4. Pembuatan pupuk kompos berupa galian dengan ditutup seng besi dilapisi plastik SIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pembuatan kompos ini adalah kelompok tani paham dan bisa menerapkan terkait pembuatan kompos, sehingga warga dusun Pending bisa memanfaatkan sisa sayuran . ampah organi. dari hasil sisa sortir sayuran dengan baik. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada : . Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, . Kepala Dusun Pending, . Kelompok Tani Dusun Pending. DAFTAR PUSTAKA