Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Enhancing Reading Skills in Grade I and II Students through the Utilization of Hardcover Textbooks at MIS At Taufiq Singaraja Ketut Siti Ajerah1. Ulwiyatul Faizah2 1 MIS At Taufiq Singaraja 2 MIS At Taufiq Singaraja Correspondence: ketutsitiajerah1994@gmail. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Classroom Action Research, acquisition. Grade I and II ABSTRACT This Classroom Action Research (CAR) aims to enhance the reading skills of Grade I and II students at MIS At Taufiq Singaraja through the use of hardcover textbooks. The main objective of this study is to investigate how the application of hardcover textbooks, as a structured and comprehensive resource, can improve students' ability to read and comprehend texts. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection stages. During each cycle, students were engaged in reading activities using hardcover textbooks, followed by group discussions, reading comprehension exercises, and vocabulary-building tasks. Data were collected through observations, interviews, and assessments of students' reading abilities. The findings indicate that the use of hardcover textbooks significantly improved students' reading skills, particularly in terms of comprehension, fluency, and vocabulary acquisition. This research suggests that incorporating structured reading materials like hardcover textbooks into early education can foster a more effective learning environment. It is recommended that teachers at MIS At Taufiq Singaraja continue to integrate hardcover textbooks into their teaching strategies to further develop students' reading A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan dasar merupakan fondasi yang sangat penting dalam perkembangan anak, khususnya dalam keterampilan membaca. Di tingkat Sekolah Dasar, kemampuan membaca menjadi dasar bagi penguasaan materi pelajaran lainnya. Kemampuan ini penting untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan siswa. Namun, meskipun membaca menjadi fokus utama dalam kurikulum pendidikan dasar, banyak siswa yang masih menghadapi kesulitan dalam meningkatkan keterampilan membaca mereka (Kurniawan. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan membaca adalah materi yang digunakan dalam proses pembelajaran, seperti buku teks yang relevan dan menarik bagi siswa. (Sari, 2. Di banyak sekolah dasar, penggunaan bahan ajar yang kurang menarik dan bervariasi dapat menghambat minat baca siswa. Sebagian besar siswa masih merasa bosan dengan materi pelajaran yang terlalu teoritis dan tidak memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka. (Rahmawati, 2. Dalam konteks ini, buku teks berjilid yang menawarkan variasi materi lebih lengkap dan mudah dipahami bisa menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa, khususnya di kelas rendah. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media yang lebih konkret dan visual dapat membantu siswa dalam memahami teks yang mereka baca dengan lebih baik (Purwanto, 2. Pada dasarnya, buku teks berjilid merupakan sumber pembelajaran yang menyajikan materi secara sistematis dan terstruktur. Buku ini dirancang untuk membantu siswa memahami Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 konsep-konsep dasar yang penting, sambil memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih membaca dengan baik. Namun, meskipun buku teks berjilid memiliki potensi besar, penggunaan metode yang tepat dalam pembelajarannya sangat diperlukan agar hasil yang diinginkan dapat tercapai (Mubarok, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana penggunaan buku teks berjilid dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas I dan II di MIS At Taufiq Singaraja. Menurut penelitian oleh Silalahi et al. , penggunaan buku teks yang sistematis dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman siswa dalam membaca teks. Buku yang memiliki struktur jelas dan dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi visual yang relevan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Hal ini sangat penting untuk siswa di kelas awal yang sedang dalam tahap belajar membaca. (Silalahi et al. , 2. Penggunaan buku teks berjilid juga berperan dalam mengembangkan kebiasaan membaca Buku teks yang disusun dengan baik memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta memperkenalkan mereka pada berbagai jenis teks yang bervariasi. Sejalan dengan hal ini. Sari & Nofriadi . menyatakan bahwa materi yang terstruktur dan variatif mampu menjaga perhatian siswa untuk terus berinteraksi dengan bahan ajar secara Oleh karena itu, buku teks berjilid tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membentuk kebiasaan membaca yang baik pada siswa. Namun, meskipun buku teks berjilid memiliki banyak manfaat, tantangan utama terletak pada cara guru memanfaatkan buku tersebut dalam pembelajaran. Tidak jarang guru menggunakan buku teks hanya untuk menyampaikan materi secara langsung tanpa mengembangkan aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif. Menurut Kurniawan . , penerapan metode yang lebih interaktif dan kreatif dalam memanfaatkan buku teks berjilid sangat penting agar siswa tidak hanya membaca secara mekanis, tetapi juga dapat mencerna dan memahami materi yang Melihat kondisi ini, penerapan buku teks berjilid harus dilakukan dengan strategi yang tepat. Penelitian oleh Aini et al. menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan diskusi kelompok, tanya jawab, atau aktivitas menulis setelah membaca teks dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap bacaan. Melalui interaksi sosial dalam kelompok, siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga berlatih berbicara dan berpikir kritis mengenai teks yang mereka baca. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis buku teks berjilid dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan dan mendalam. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan keberagaman kemampuan membaca siswa dalam Setiap siswa memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang digunakan dengan kebutuhan individual siswa. Rahmawati . menyarankan agar guru memberikan perhatian khusus kepada siswa yang kesulitan dalam membaca dengan memberikan tugas atau latihan tambahan, serta menggunakan berbagai media untuk mendukung proses pembelajaran Penerapan buku teks berjilid juga memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan bahasa lainnya, seperti menulis dan berbicara. Dengan menggunakan buku teks yang memiliki berbagai jenis teks, siswa tidak hanya berlatih membaca, tetapi juga belajar menyusun kalimat yang benar, serta mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Mubarok . , yang menyebutkan bahwa keterampilan membaca yang baik akan meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara siswa secara bersamaan. Keterampilan ini sangat penting bagi siswa untuk dapat berkomunikasi dengan lebih efektif di berbagai Di sisi lain, penggunaan buku teks berjilid juga memiliki potensi untuk meningkatkan minat baca siswa. Buku yang menarik, penuh ilustrasi, dan menyajikan cerita yang relevan dengan kehidupan mereka akan membuat siswa lebih tertarik untuk membaca lebih banyak. Ini sangat Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 penting mengingat rendahnya minat baca di kalangan siswa yang sering dilaporkan dalam penelitian di Indonesia (Yuananda & Utaminingtyas, 2. Dengan menggunakan buku teks berjilid yang variatif dan menarik, siswa diharapkan dapat mengembangkan kecintaan mereka terhadap membaca. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, guru juga dapat memanfaatkan buku teks berjilid dengan memadukannya dengan media digital atau sumber belajar lainnya. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi atau video yang mendukung pemahaman materi dalam buku teks. Kurniawan . menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan interaksi dan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca. Dengan demikian, pembelajaran yang memanfaatkan buku teks berjilid bisa menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, faktor keberhasilan penggunaan buku teks berjilid juga bergantung pada kesiapan guru untuk merancang kegiatan yang mendukung pemahaman siswa. Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk tidak hanya membaca teks secara pasif, tetapi juga berpikir kritis dan menganalisis teks dengan baik. Mengingat bahwa kelas I dan II masih berada pada tahap awal belajar membaca, peran guru sangat penting dalam mendampingi siswa agar dapat menikmati dan memperoleh manfaat dari materi yang ada dalam buku teks tersebut (Desmirasari & Oktavia, 2. Di sisi lain, keberagaman dalam materi buku teks juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal berbagai genre bacaan yang berbeda. Siswa dapat belajar dari teks fiksi maupun nonfiksi, yang akan membantu mereka mengembangkan pemahaman tentang berbagai bentuk teks yang ada dalam kehidupan nyata. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Sari . , yang menemukan bahwa variasi materi dalam pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, sekaligus meningkatkan daya pikir kritis mereka terhadap bacaan. Dalam hal ini, penggunaan buku teks berjilid dapat menjadi alat yang efektif untuk memotivasi siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa. Menurut Hendika & Musyadad . , pengajaran bahasa yang menarik dan menyenankan akan memotivasi siswa untuk lebih aktif dan berdedikasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Buku teks berjilid yang menyajikan materi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami diharapkan dapat membuat siswa merasa lebih percaya diri dalam keterampilan membaca mereka. Dengan demikian, penerapan buku teks berjilid di MIS At Taufiq Singaraja sangat relevan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I dan II. Pemilihan metode yang tepat dalam memanfaatkan buku teks ini akan memberi dampak positif terhadap perkembangan kemampuan literasi siswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan secara Penelitian ini menjadi penting untuk memberikan gambaran tentang bagaimana buku teks berjilid dapat digunakan secara optimal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. (Mubarok, 2. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I dan II di MIS At Taufiq Singaraja melalui pemanfaatan buku teks berjilid. PTK dipilih karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk langsung mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi di kelas dan melakukan tindakan yang bertujuan memperbaikinya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan Penelitian ini berfokus pada upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca melalui penggunaan buku teks berjilid, yang dirancang agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan meningkatkan minat baca mereka. (Purwanto, 2. Pada tahap perencanaan, peneliti merancang kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan buku teks berjilid. Buku teks yang digunakan sudah disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 siswa kelas I dan II. Setiap siklus dimulai dengan penentuan tema pembelajaran yang sesuai dan penyusunan rencana kegiatan yang melibatkan penggunaan buku teks secara aktif. Selain itu, peneliti juga merancang alat evaluasi, seperti lembar observasi, kuis singkat, dan tes membaca untuk mengukur kemajuan siswa dalam memahami teks. (Kurniawan, 2. Rencana kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, peneliti melakukan intervensi dengan mengimplementasikan kegiatan pembelajaran menggunakan buku teks berjilid. Kegiatan ini meliputi pembacaan teks secara bergiliran oleh siswa, diskusi kelompok mengenai isi teks, dan latihan menulis ringkasan dari teks yang telah dibaca. Setiap siswa diberi kesempatan untuk membaca secara bergantian, sehingga dapat melatih kemampuan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Aktivitas ini bertujuan untuk membuat siswa lebih aktif terlibat dalam pembelajaran dan memahami materi lebih mendalam. (Mubarok, 2. Observasi dilakukan untuk memantau perkembangan keterampilan membaca siswa selama proses pembelajaran. Peneliti mengamati sikap siswa terhadap penggunaan buku teks berjilid, serta partisipasi mereka dalam kegiatan membaca, diskusi, dan menulis. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data melalui hasil kuis membaca yang dilakukan setelah setiap sesi. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk melihat apakah ada peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca siswa setelah diterapkannya buku teks berjilid. Observasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode yang diterapkan dan mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan. (Silalahi et al. , 2. Pada tahap refleksi, peneliti menganalisis hasil observasi, wawancara dengan siswa, serta hasil tes membaca untuk mengevaluasi apakah tujuan penelitian telah tercapai. Jika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan, peneliti akan melakukan perbaikan pada siklus Refleksi ini juga digunakan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dalam siklus berikutnya. Peneliti akan berfokus pada perbaikan dalam cara penyajian materi dan metode yang digunakan untuk meningkatkan minat baca siswa. Siklus ini bertujuan untuk memastikan bahwa metode yang digunakan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa di MIS At Taufiq Singaraja. (Yuananda & Utaminingtyas, 2. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan buku teks berjilid di kelas I dan II MIS At Taufiq Singaraja berhasil meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebelum intervensi, sebagian besar siswa masih kesulitan dalam mengenali huruf, mengeja kata, dan memahami teks Setelah penggunaan buku teks berjilid, siswa mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dalam hal kecepatan membaca, pengucapan yang lebih jelas, maupun pemahaman mereka terhadap teks yang dibaca (Kurniawan, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar yang terstruktur dengan baik dapat membantu siswa mempelajari keterampilan membaca dengan lebih efektif. Salah satu temuan penting adalah peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca. Sebelumnya, banyak siswa yang kurang antusias saat diminta untuk membaca, namun setelah menggunakan buku teks berjilid, mereka lebih aktif dan lebih sering mengajukan pertanyaan mengenai isi teks (Mubarok, 2. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang menarik dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terlibat dalam proses pembelajaran, khususnya dalam kegiatan membaca. Selain itu, pemahaman terhadap teks yang dibaca juga menunjukkan peningkatan. Siswa mulai mampu memahami ide utama dari cerita, mengenali karakter dalam cerita, serta menyimpulkan pesan moral yang terkandung dalam teks. Diskusi kelompok setelah membaca terbukti efektif dalam membantu siswa untuk lebih memahami isi bacaan, karena mereka dapat saling berbagi Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 pandangan dan mengklarifikasi bagian-bagian yang tidak dipahami (Hendika & Musyadad. Kemampuan fluensi membaca siswa juga meningkat setelah menggunakan buku teks berjilid. Pada awalnya, banyak siswa yang membaca dengan terbata-bata, namun setelah beberapa siklus pembelajaran, mereka dapat membaca dengan lebih lancar dan percaya diri. Peningkatan ini sangat penting, karena fluensi dalam membaca adalah salah satu indikator keberhasilan pembelajaran membaca, yang memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami teks secara keseluruhan (Purwanto, 2. Namun, meskipun sebagian besar siswa menunjukkan kemajuan, beberapa siswa masih membutuhkan perhatian lebih. Siswa-siswa ini, meskipun sudah menggunakan buku teks berjilid, tetap kesulitan dalam membaca dengan lancar dan memahami teks dengan baik. Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih personal dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca, dengan memberikan lebih banyak latihan atau bantuan individu dalam pembelajaran (Silalahi et al. , 2. Peningkatan kemampuan membaca juga berdampak pada penguasaan kosakata siswa. Melalui penggunaan buku teks berjilid, siswa dapat mengenali kata-kata baru dalam konteks yang lebih jelas dan terstruktur. Hal ini membantu siswa memperkaya kosakata mereka, yang merupakan bagian penting dalam mengembangkan keterampilan membaca. Penggunaan ilustrasi dalam buku teks juga berperan dalam membantu siswa memahami arti kata-kata baru secara lebih mudah, karena mereka dapat mengaitkan kata tersebut dengan gambar yang ada (Sari & Nofriadi, 2. Selain itu, keberagaman teks dalam buku berjilid memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis bacaan, seperti cerita fiksi, informasi, dan teks narasi lainnya. Hal ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca mereka dalam berbagai konteks, serta memperkenalkan mereka pada berbagai bentuk teks yang akan mereka temui di kehidupan nyata. Pengenalan terhadap teks yang beragam juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi tujuan teks, jenis teks, dan cara membaca yang sesuai dengan konteksnya (Mubarok, 2. Namun, tantangan yang muncul adalah ketika teks dalam buku berjilid terlalu kompleks bagi sebagian siswa, terutama yang masih berada pada tahap awal belajar membaca. Beberapa siswa kesulitan memahami kalimat-kalimat yang panjang atau struktur bahasa yang rumit, yang memerlukan pendampingan ekstra. Oleh karena itu, guru perlu memberikan penjelasan tambahan atau menggunakan strategi lain seperti membaca bersama atau pengulangan bacaan untuk membantu siswa memahami teks dengan lebih baik (Rahmawati, 2. Pentingnya pemilihan teks yang tepat juga terlihat dalam penelitian ini. Buku teks berjilid yang digunakan di kelas ini telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan kognitif siswa, yang membantu mereka memahami teks dengan lebih mudah. Buku teks yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan membaca siswa sangat mempengaruhi efektivitas pembelajaran membaca, karena teks yang terlalu mudah atau terlalu sulit dapat menghambat proses belajar mereka (Yuananda & Utaminingtyas, 2. Selain itu, penerapan buku teks berjilid meningkatkan interaksi antara siswa dan guru. Guru menggunakan buku teks sebagai alat untuk memfasilitasi diskusi, menjawab pertanyaan, dan memberikan umpan balik langsung. Interaksi semacam ini memperkuat pemahaman siswa terhadap materi bacaan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin mereka buat dalam membaca. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran yang melibatkan komunikasi aktif antara siswa dan guru sangat penting dalam proses pembelajaran membaca (Kurniawan, 2. Siswa yang menggunakan buku teks berjilid juga mengalami peningkatan dalam keterampilan Setelah membaca teks, mereka diminta untuk menulis ringkasan atau pendapat mereka mengenai cerita yang telah dibaca. Hal ini membantu mereka tidak hanya dalam membaca, tetapi juga dalam mengekspresikan pemahaman mereka secara tertulis. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Keterampilan menulis dan membaca yang saling mendukung ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam pembelajaran bahasa Indonesia (Hendika & Musyadad, 2. Siswa juga lebih percaya diri dalam berbicara setelah menggunakan buku teks berjilid. Diskusi kelompok yang dilakukan setelah sesi membaca memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbicara mengenai pemahaman mereka tentang cerita, serta bertukar ide dengan teman-teman sekelas mereka. Hal ini mendorong perkembangan keterampilan berbicara mereka, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap bacaan yang telah mereka pelajari (Sari & Nofriadi, 2. Penerapan buku teks berjilid ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkenalkan siswa pada pola-pola naratif dan struktur teks yang lebih kompleks. Dengan cara ini, siswa mulai mengenal beragam jenis teks, seperti cerita fiksi dan non-fiksi, yang merupakan keterampilan penting dalam literasi. Pengenalan terhadap berbagai teks ini membekali siswa dengan kemampuan untuk membaca dan memahami materi pelajaran yang lebih beragam di masa depan (Silalahi et al. , 2. Secara keseluruhan, penerapan buku teks berjilid memberikan dampak yang sangat positif terhadap kemampuan membaca siswa di kelas I dan II MIS At Taufiq Singaraja. Meskipun ada tantangan terkait pemilihan teks dan kebutuhan untuk pendekatan yang lebih personal bagi sebagian siswa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks berjilid adalah alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca secara keseluruhan. Penerapan buku teks berjilid diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa (Purwanto, 2. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan buku teks berjilid di kelas I dan II MIS At Taufiq Singaraja secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca siswa. Penggunaan buku teks yang terstruktur dan terorganisir dengan baik membantu siswa dalam mengenali huruf, mengeja kata, serta memahami teks secara lebih Peningkatan ini terlihat jelas dari perubahan positif dalam kecepatan membaca, kelancaran, dan pengucapan yang lebih tepat, serta kemampuan pemahaman isi teks yang semakin meningkat. Selain itu, penerapan buku teks berjilid juga berdampak pada peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca. Siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat mengikuti pelajaran, dengan lebih banyak berinteraksi dalam diskusi kelompok setelah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa buku teks yang menarik dan relevan dengan tingkat kemampuan siswa dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang muncul, seperti beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami teks yang lebih kompleks atau kesulitan dalam meningkatkan kelancaran membaca. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih personal dan tambahan latihan bagi siswa yang membutuhkan perhatian lebih sangat Guru harus terus menyesuaikan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat berkembang sesuai kemampuan mereka. Secara keseluruhan, penerapan buku teks berjilid dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa, dengan dampak yang signifikan pada perkembangan literasi mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan buku teks yang sesuai dengan kurikulum dan perkembangan kognitif siswa sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif di kelas rendah. Dengan demikian, buku teks berjilid sebaiknya diterapkan lebih luas untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca di sekolah dasar. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 REFERENCES