JURNAL SATYA WIDYA - VOL. 41 NO. 2 (DESEMBER, 2. Available online at: https://ejournal. edu/satyawidya PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL UPIN & IPIN EPISODE EKOSISTEM DALAM MEMBANTU PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS VI SEKOLAH DASAR Salfina Damayanti1. Naila Bintang Titania Putri Riyadi2. Dea Amelia3. Wahyu Kurniawati4. Anisya Al Husna5 PGSD FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta. E-mail: salfinadamayanti16@gmail. PGSD FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta. E-mail: nailabintang07@gmail. PGSD FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta. E-mail: amelia. dea083@gmail. PGSD FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta. E-mail: wahyunaura84@gmail. PGSD FKIP. Universitas PGRI Yogyakarta. E-mail: anisyaalhusna@gmai. INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T Submitted Review Accepted Published This study aims to determine the benefits of audio-visual media Upin and Ipin ecosystem episode in helping the understanding of 6th grade elementary school students. The sample in this study were 6th grade students as many as 5 The method used is using a qualitative approach descriptive method, with research data collection methods through pre-test and post-test. Students are given a spectacle in the form of Upin and Ipin audio-visual media about ecosystems that are in accordance with the learning subjects Comparing the results of student research before and after giving the spectacle of Upin and Ipin audio-visual media on ecosystem episodes. The pre-test and post-test assessment leads to a basic understanding of the ecosystem which includes: . students are able to know the basic understanding of ecosystems, . students can distinguish inanimate objects and living objects, . students can identify the relationship between living and inanimate objects in the surrounding environment. Based on the results of the pre-test and post-test, it shows that the audio-visual media Upin and Ipin ecosystem episode has benefits in helping 6th grade elementary school students' understanding of basic knowledge of ecosystem material. : 2025-03-04 : 2025-03-12 : 2025-08-29 : 2025-12-30 KEYWORDS Audio Visual. Media. Student Comprehension Audio Visual. Media. Pemahaman Peserta didik KORESPONDENSI Phone: 6285889776847 E-mail: nailabintang07@gmail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI sebanyak 5 peserta didik. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, dengan metode pengumpulan data penelitian melalui pretest dan post-test. Peserta didik diberikan tontonan berupa media audio-visual Upin dan Ipin mengenai ekosistem yang 132 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 sesuai dengan mata pembelajaran yang ditempuh. Membandingkan hasil penelitian peserta didik sebelum dan sesudah pemberian tontonan media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Penilaian pre-test dan post-test mengarah pada pemahaman dasar mengenai ekosistem yang meliputi: . peserta didik mampu mengetahui pemahaman dasar mengenai ekosistem, . peserta didik dapat membedakan benda mati dan benda hidup, . peserta didik dapat mengidentifikasi keterhubungan antara benda hidup dan benda mati yang ada di lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem memiliki manfaat dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar mengenai pengetahuan dasar materi ekosistem. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan sebuah tahapan interaksi, yaitu penyampaian informasi dari pengirim pesan melalui saluran atau media tertentu kepada penerima pesan (Riadi et , 2. Komponen-komponen dalam tahapan interaksi meliputi pesan, pengirim pesan, saluran atau media, dan penerima pesan. Isi yang disampaikan dalam interaksi tersebut adalah materi ajar atau Pendidikan yang terdapat dalam kurikulum. Pengirim pesan dapat melalui peserta didik, guru, penulis buku, dan orang lain, sementara saluran interaksinya adalah media pembelajaran. Dalam proses kegiatan belajar mengajar atau KBM, guru dan peserta didik melakukan interaksi atau proses pengiriman pesan yang juga dapat menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran menjadi alat dan sarana penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran merupakan alat fisik untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik (Yaumi & Yaumi, 2. Alat fisik tersebut akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi, misalnya papan tulis, buku, rekaman video, dan media mutakhir lainnya. Media pembelajaran harus memuat dua unsur, yaitu software dan hardware (Pagarra et al. , 2. Unsur software dalam media pembelajaran memiliki arti bahwa media pembelajaran merupakan pesan yang ada didalam media pembelajaran itu sendiri, sementara unsur hardware diartikan sebagai alat atau peralatan yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan. Berdasarkan penjelasan diatas, maka media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai semua perangkat lunak . dan perangkat keras . yang fungsinya digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari pengirim . kepada penerima pesan . eserta didi. Media pembelajaran tersebut mampu membangkitkan pikiran, perasaan, perhatian dan minat peserta didik agar proses pembelajaran menjadi efektiv dan efisien. Berdasarkan sejarah perkembangannya fungsi media pembelajaran adalah Fungsi AVA (Audio Visual Aids atau Teaching Aid. maksudnya mampu memberikan pengalaman kepada peserta didik dan fungsi komunikasi (Wulandari et al. , 2. Media pembelajaran memiliki banyak jenis, salah satu media pembelajaran yang umum difungsikan dalam ranah Pendidikan ialah media audio visual. Media audio visual secara umum adalah media yang secara langsung tampak dan dapat didengar. Media audio visual Menurut (Winkel, 2. , mengatakan bahwa media audio visual merupakan media gabungan antara audio dan visual yang dibentuk seperti slide yang digabungkan dengan kaset audio. Sedangkan menurut (Hartanti, 2. Satya Widya | 133 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A mengungkapkan bahwa media audio visual adalah suatu kombinasi antara audio dan visual atau secara umum disebut dengan media pandang dan dengar. Berdasarkan pendapat tersebut dapat menggambarkan bahwasanya media audio visual ini sebenarnya dapat diamati kapan pun dan didengar di mana saja, baik itu didengar di kelas, rumah, atau bahkan di tempat umum. Media audio visual yang disajikan dalam televisi, gadget dan sejenisnya sering menjadi tontonan anak-anak seperti peserta didik sekolah dasar, salah satunya adalah film animasi. Setiap peserta didik mempunyai tingkat pemahaman yang bervariasi terhadap materi ajar. Pengamatan yang telah dilakukan sampai saat ini, rata-rata peserta didik masih kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, mereka selalu mengandalkan penjelasan guru yang membuat pembelajaran terkesan berpusat satu arah yaitu hanya pada guru (Eja, 2. Salah satunya pada pembelajaran IPA, rata-rata peserta didik menganggap pembelajaran IPA adalah muatan pembelajaran yang monoton dan sulit dikarenakan materi yang kompleks (Raharjo & Kristin, 2. Berdasarkan (Efendi, 2. , hambatan dalam belajar peserta didik disebabkan oleh faktor internal, seperti minat, motivasi, kepercayaan diri, dan kebiasaan belajar, dan juga faktor eksternal, seperti banyaknya materi, penggunaan media pembelajaran yang sedikit, dan metode pengajaran guru yang tidak variative. Dengan demikian, diperlukan metode pembelajaran yang lebih beragam dan kreatif agar peserta didik mudah dalam memahami materi. Kemajuan IPTEK yang pesat telah membawa banyak perubahan, terutama dalam dunia pendidikan. Menurut (Khodijah et al. , 2. , dunia pendidikan tidak boleh mengabaikan dampak dari perkembangan teknologi dan informasi, tetapi harus merespon dengan sikap antusias, dinamis, imajinatif, serta produktif. Teknologi informasi dan komunikasi tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa keterlibatan pendidikan, karena tanpa arahan yang jelas, hal tersebut bisa menimbulkan dampak negative. Perkembangan ini juga memenggaruhi media pembelajaran, yang kini hadir dalam berbagai jenis dan Sangat banyak sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran, salah satunya adalah video (Nurmasari et al. , 2. Video adalah salah satu bahan ajar non cetak yang kaya akan informasi dan dapat disampaikan secara langsung kepada peserta didik (Setyaningtyas et al. , 2. Saat ini banyak peserta didik yang mengonsumsi tontonan video. Salah satunya yang sering dilihat adalah video animasi yang banyak ditayangkan di televisi dan dapat diakses di dalam aplikasi youtub dan sejenisnya. Menurut (Silitonga & Rosyida, 2. mendefinisikan Animasi sebagai gambar bergerak yang dibentuk dengan kumpulankumpulan gambar yang penyusunannya beruntun mengikuti alur gerak yang sudah ditetapkan di setiap pertambahan waktu yang terjadi. Kelebihan yang dimiliki animasi adalah memikat perhatian dan meningkatkan motivasi peserta didik, serta karena animasi dapat menjelaskan sesuatu secara sistematis, sehingga dapat terbantu dalam menjelaskan sesuatu dan meningkatkan rasa tertarik peserta didik (Ramdani, 2. Maka dari itu, peserta didik yang banyak mengonsumsi tontonan animasi pun juga memliki manfaat untuk menambah pengetahuan dasar peserta didik. Penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Fransisca & Mintohari, 2. juga mengungkapkan bahwa penelitian menggunakan media pembelajaran video atau media audio visual pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada berbagai materi terbukti sangat efektif dalam memperhatikan hasil belajar peserta didik. Selain itu, berdasarkan penelitian sebelumnya yang meneliti topik yang sama, yaitu animasi Upin dan Ipin pada episode ekosistem yang merupakan salah satu karakter kartun yang familiar di kalangan anak-anak khususnya anak sekolah dasar. Animasi Upin dan Ipin dipilih karena tontonan 134 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 ini ditayangkan di stasiun TV Nasional dan sering ditayangkan setiap hari serta mudah dijangkau di seluruh Indonesia. Penelitian sebelumnya, meneliti jalannya pembelajaran ekosistem di dalam animasi upin dan ipin yang menghasilkan data jika proses belajar mengajar yang terjadi pada animasi upin-ipin baik dari segi representasi dan pengaplikasian proses pembelajarannya (Daniarsih, 2. Sehingga berdasarkan penelitian tersebut, proses pembelajaran yang terjadi dalam animasi upin dan ipin yang dijadikan contoh pengaplikasian pembelajaran tatap muka, salah satunya dalam mata pelajaran IPA materi ekosistem. Tayangan animasi Upin dan Ipin dalam episode tersebut sangat menarik dan memicu pengetahuan peserta didik mengenai pengetahuan dasar dalam materi ekosistem di kelas VI sekolah dasar. Objek penelitian animasi Upin dan Ipin yang dipilih masih sedikit yang menghubungkannya dengan mata pelajaran IPA khususnya pada materi terkait ekosistem. Kebanyakan penelitian dengan objek penelitian ini dihubungkan dengan pendidikan karakter, nilai, bahasa, bahkan nilai keagamaan. Oleh karena itu, objek penelitian animasi dalam episode ekosistem yang dihubungkan dengan mata pelajaran IPA menjadi suatu penelitian yang inovatif dan berbeda dari penelitian sebelumnya. Berdasarkan pernyataan di atas, maka penelitian dilakukan dengan judul Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem dalam Membantu Pemahaman Peserta Didik Kelas VI Sekolah Dasar. Penelitian ini mencari apakah media audio visual Upin dan Ipin bermanfaat dalam pembelajaran IPA materi ekosistem. Serta apakah media audio visual Upin dan Ipin yang dijadikan media pembelajaran ini dapat membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana manfaat media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar mengenai pengetahuan dasar materi ekosistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi media yang interaktif dalam strategi pembelajaran yang lebih Sehingga, hasil penelitian ini nantinya dapat digunakan guru sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode deskriptif. Variabel bebas penelitian ini adalah memanfaatkan media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem, sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman peserta didik tentang materi Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas VI sekolah dasar sebagai populasi Maka. Teknik purposive sampling digunakan pada proses penentuan sampel. Terdapat 10 peserta didik kelas VI sekolah dasar yang menjadi sampel penelitian dengan waktu penelitian yang berbeda. Penelitian pertama dilakukan pada 11 Mei 2024 dengan jumlah 5 responden dan kedua dilakukan pada 25 Juni 2025 dengan penambahan 5 Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan pre-test dan post-test dengan durasi masing-masing 10 menit, dengan setiap soal diberi waktu pengerjaan 2 menit. Sebelum peserta didik menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Pertama-tama peserta didik diberikan pre-test berupa 5 soal essay tentang ekosistem, jika telah selesai mengerjakan kertas dikumpulkan dan dilanjut menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem yang berdurasi 18 menit. Setelah menonton media audio visual, peserta didik diberikan post-test yang terdiri dari 5 soal essay yang sama seperti pre-test. Pelaksanaannya dipengaruhi faktor yang dapat mempengaruhi hasil pre-test dan post-test seperti durasi menonton media audio visual. Satya Widya | 135 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A serta guru yang tidak memberikan bantuan langsung agar hasil pre-test dan post-test adalah hasil pemahaman peserta didik sendiri. Hal ini bertujuan untuk membandingkan pemahaman peserta didik sebelum dan setelah menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang ekosistem, digunakan instrumen penilaian kognitif yang terdiri dari lima item soal essay. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta didik. Hasil penilaian tersebut dihitung menggunakan rumus yang ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Rumus penilaian pre-test dan post-test Setiap pertanyaan mempunyai nilai maksimal 20 poin. Skor peserta didik dihitung dengan membagi skor maksimal 100 yang kemudian dikalikan dengan 100. Dengan demikian, jika semua peserta didik menjawab dengan benar, maka akan mencapai skor Perumusan item-item soal tersebut didasarkan pada materi ekosistem. Soal essay dirancang untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang konsep dasar ekosistem, termasuk definisi ekosistem dan hubungannya dengan komponen-komponennya. Soal essay telah diuji coba kebenarannya dengan mengacu pada data dari soal ujian tahun sebelumnya dan isi dari media audio visual Upin dan Ipin pada episode ekosistem, ini dilakukan untuk memastikan validitas. Data hasil penelitian yang dilakukan melalui pre-test dan post-test design kemudian data dibandingkan, dianalisis, dan dijabarkan secara deskriptif oleh peneliti. Analisis melibatkan penilaian langsung oleh peneliti. Lembar jawab peserta didik dianalisis sesuai ketentuan yang disampaikan di bagian prosedur pengumpulan data, kemudian dapat diketahui bahwa ada atau tidaknya manfaat yang diberikan dari media audio visual Upin dan Ipin dalam membantu pemahaman materi ekosistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang didapatkan kepada 10 peserta didik kelas VI sekolah dasar yang dijadikan sampling dalam waktu yang berbeda, selama kegiatan penelitian peserta didik diberikan pre-test dan post-test dengan memperhatikan penilaian kognitif. Dalam penilaian pre-test dan post-test, peserta didik diberikan serangkaian pertanyaan yang dirancang guna mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap konsep dasar ekosistem. Setiap soal disusun untuk menguji pemahaman peserta didik tentang berbagai aspek ekosistem, termasuk deskripsi ekosistem, konsep benda hidup dan benda mati, mekanisme kehidupan, pertumbuhan tumbuhan, dan hubungan antara benda hidup dan benda mati. Berikut ini merupakan jawaban peserta didik dalam pre-test yang dilakukan sebelum peserta didik diberikan tontonan media audio visual Upin dan Ipin episode Pre-test ini bertujuan untuk menilai pemahaman awal peserta didik mengenai materi ekosistem. Data hasil jawaban pre-test peserta didik dapat dilihat pada Tabel 1, dan hasil penilaian pre-test dapat dilihat pada Tabel 2. 136 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 Tabel 1. Data hasil jawaban pre-test peserta didik Inisial Peserta Didik Apa itu Ekosistem benda mati dan benda Makhluk hidup dan makhluk mati Ekosistem adalah suatu bagi makhluk Jendela Sistem alam Ekosistem itu Ekosistem hidup yang Ekosistem alami seperti Soal dan Jawaban . Sebutkan yang Mengapa Bagaimana termasuk benda hidup dan benda hewan, dan dapat hidup dan tumbuh dapat hidup? . Berikan dan jelaskan satu benda hidup dan benda mati yang ada di sekitar kita? Manusia dan Benda hidup = lampu benda mati = kursi Karena Karena dikasih air dan terdapat Benda hidup mesin cuci dan kipas angin, benda mati kursi, meja Benda hidup = Benda mati = meja,lampu Benda hidup = Benda mati = pohon, helm Karena makan nasi Karena diberi Manusia dan Karena makan dan Karena adanya sinar matahari dan air dan pupuk Tumbuhan dan air serta cahaya Karena ada oksigen, dan Manusia dan Benda hidup adalah benda yang ada Namanya seperti kipas dan benda mati adalah seperti boneka Benda hidup seperti hewan dan benda mati seperti sekolah. Benda hidup itu manusia, hewan, dan tumbuhan sedangkan benda mati air dan Benda hidup itu seperti TV. Hp dan benda mati itu benda yang sudah rusak Karena ada Karena Karna disiram air, ada sinar matahari, dan Tanaman, benda, listrik Karena Karena tumbuh di pinggir jalan Kucing yang tinggal di Karena oksigen dan Diberi air setiap saat Pohon ditanam di tanah Karena bisa berjalan dan Diberi pupuk dan disiram air dengan Burung mandi di air Satya Widya | 137 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A Ekosistem itu makanan dan Ekosistem hidup dan benda mati Benda hidup kaya listrik dan benda mati tidak Benda hidup itu radio dan benda mati seperti radio yang rusak Karena ada Karena ada listrik dan Ditanam di tempat yang Sapi minum air Ditanam di atas tanah Cacing hidup di Tabel 2. Data hasil penilaian pre-test Nomor Nama Butir Soal 0 20 20 20 0 20 20 0 20 20 20 0 20 0 0 20 0 20 0 20 20 Total Skor Nilai Rata-rata Skor Berdasarkan hasil pre-test pada Tabel 2 diketahui peserta didik mendapatkan nilai tertinggi dengan skor 60 dan skor terendah 20. Dari hasil tersebut masih banyak yang kesulitan dalam memahami materi mengenai ekosistem, dari 10 sampling hanya ada 2 peserta didik yang dapat mendeskripsikan ekosistem. Contoh jawaban peserta didik yang menunjukan miskonsepsi terkait dengan deskripsi ekosistem adalah seperti berikut Auekosistem adalah suatu kehidupan bagi makhluk hidup,Ay yang belum mencerminkan tentang konsep ekosistem yang melibatkan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan mereka. Dalam soal nomor 2, terdapat peserta didik yang menunjukan miskonsepsi dalam membedakan benda hidup dan benda mati. Contoh jawaban mengenai miskonsepsi untuk benda mati mencakup benda seperti kursi, meja, dan lampu. Jawaban tersebut tentu tidak relevan dengan konsep ekosistem. Sedangkan, mayoritas jawaban peserta didik menunjukan pemahaman komprehensif untuk benda hidup, hal ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam kategori ini. Pada pertanyaan nomor 3 tentang alasan manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hidup, beberapa peserta didik memberikan jawaban dengan menunjukan pemahaman parsial, seperti "karena ada oksigen. " Jawaban tersebut belum mencakup semua faktor penting yang mendukung kehidupan, karena selain oksigen, makhluk hidup juga memerlukan makanan dan air. Maka dari itu, penting untuk peserta didik memahami bahwa kelangsungan hidup bergantung pada berbagai faktor yang saling berkaitan. Sementara itu, dalam soal nomor 4 mengenai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan, masih ada peserta didik yang menjawab dengan pemahaman parsial dengan menyebutkan Aukarena disiram. Ay Padahal, agar tumbuhan dapat tumbuh dengan baik, tidak hanya air yang dibutuhkan, tetapi juga cahaya matahari serta unsur 138 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 hara dalam tanah. Selain itu, organisme tanah seperti cacing turut berperan dalam menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Soal terakhir terkait dengan hubungan antara benda hidup dan benda mati, meskipun ada peserta didik yang memberikan jawaban dengan pemahaman parsial seperti Aumanusia dan oksigen,Ay tetapi jawaban semua peserta didik kurang menjelaskan hubungan yang sebenarnya. Sebagai contoh, mereka tidak menjelaskan bahwa manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas, sehingga jawaban tersebut tidak sepenuhnya memahami konsep hubungan antara benda hidup dan benda mati. Pada data ini, disimpulkan beberapa peserta didik masih menghadapi kesulitan dalam memahami beberapa aspek konsep dasar ekosistem atau menunjukkan miskonsepsi. Setelah semua peserta didik menyelesaikan penilaian pre-test, peserta didik diberikan kegiatan menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Tayangan media audio visual Upin dan Ipin dalam episode ekosistem seperti yang ada pada Gambar 1, menceritakan tentang Cikgu Melati atau dalam Bahasa Indonesia adalah Guru Melati yang mengajak Upin dan Ipin serta peserta didik yang lain untuk belajar tentang memelihara alam sekitar dan ekosistem di luar kelas. Kemudian Upin dan Ipin serta peserta didik lain menyebutkan apa saja yang mereka lihat, lalu Upin bertanya apa itu ekosistem. Kemudian Guru Melati menjelaskan tentang ekosistem yang ada di sekitarnya kepada Upin dan Ipin serta peserta didik lainnya. Salah satu yang diajarkannya adalah ketika Ipin menceritakan perkataan Guru Melati kepada Kak Ros. Dimana Ipin menerangkan bahwa Guru Melati mengatakan bahwa semua tumbuhan dan hewan adalah benda hidup, sementara benda mati diantaranya adalah air, udara, dan cahaya matahari. Hewan dan tumbuhan butuh air dan cahaya untuk hidup, lalu terbentuklah ekosistem alam lingkungan sekitar. Setelah itu Guru Melati memberikan tugas kepada Upin dan Ipin serta peserta didik lain untuk membuat ekosistem. Lebih lengkapnya media audio visual Upin Ipin https://youtu. be/U7bmcEiWZrs?si=lGp8P8LoSTnxQHFJ. Gambar 1. Media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem Setelah menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Selanjutnya dilakukan penilaian post-test dengan soal yang sama seperti pre-test. Berikut hasil jawaban peserta didik yang terdapat pada Tabel 3, dan hasil penilaian post-test yang terdapat pada Tabel 4 sebagai berikut. Satya Widya | 139 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A Tabel 3. Data hasil jawaban post-test peserta didik Inisial Peserta Didik Apa itu . Sebutkan hidup dan Ekosistem benda mati dan hidup Hubungan benda mati dan benda Makhluk Makhluk mati = air Makhluk Manusia. Benda mati = matahari Hidup = Mati = Makhluk Interaksi hidup dan Hubungan hidup dan Hubungan hidup dan benda mati Tempat hidup dan benda mati tinggal di 140 | Satya Widya Makhluk dan tanah Benda hewan dan Benda mati = matahari, air, tanah Benda =kucing. Benda mati = meja. Soal dan Jawaban . Mengapa Bagaimana hewan, dan dapat hidup dan tumbuh dapat hidup? . Berikan dan jelaskan satu contoh hubungan benda hidup dan benda mati yang ada di sekitar kita? Terdapat makanan dan Karena ada air, cahaya matahari dan Hewan dan oksigen,manusia dan air untuk minum Karena matahari dan Air dan Manusia dan oksigen, cacing dan tanah Karena makanan, air Karena disiram air diberi pupuk Manusia dan oksigen, tumbuhan dan air Karena makanan,air. Karena di siram, adanya matahari dan Manusia oksigen untuk bernafas, tumbuhan memutuhkan air Karena oksigen dan makanan, dan Karena matahari dan air untuk makanan bagi untuk subur Tanaman ,manusia. Karena ada Karena disiram air dan diberi Manusia butuh air untuk minum dan berkegiatan seharihari Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 Kumpulan hidup dan benda mati Hubungan Lingkungan tempat hidup hewan dan Hubungan hidup dan benda mati yang saling Benda Benda Benda ikan, bunga Benda mati = sepeda. Benda Benda mati = rumah. Benda Benda mati = papan tulis, bola Karena Karena ada Hewan minum air Karena ada air dan Karena ada pupuk dan air Tumbuhan butuh cahaya matahari Karena ada oksigen dan Karena diberi air dan sinar Manusia butuh tumbuhan untuk sumber makanan dan juga air Karena Cahaya dan Karena di tanah subur dan dirawat dengan air dan juga Ikan hidup di air Tabel 4. Data hasil penilaian post-test Nomor Nama Butir Soal 20 20 20 20 20 0 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 0 20 0 20 20 20 0 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 Total Skor Nilai Rata-rata Skor Setelah menonton media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem, hasil posttest pada Tabel 4 menghasilkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta didik terhadap konsep dasar ekosistem. Berdasarkan hasil post-test pada Tabel 4, diketahui bahwa peserta didik memperoleh skor tertinggi 100 dan skor terendah 80. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik mengenai konsep ekosistem setelah menonton media audio-visual Upin dan Ipin episode ekosistem. Jika pada pre-test masih banyak peserta didik masih mengalami miskonsepsi dalam mendeskripsikan ekosistem, setelah post-test semua peserta didik dapat menjawab dengan pemahaman komprehensif bahwa Auekosistem adalah interaksi antara makhluk hidup dan benda mati. Ay Jawaban ini menunjukan pemahaman komprehensif dibandingkan jawaban pada pre-test. Satya Widya | 141 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A seperti Auekosistem adalah suatu kehidupan bagi makhluk hidup,Ay yang kurang menggambarkan konsep ekosistem secara menyeluruh. Pada soal nomor 2, peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman dalam membedakan benda hidup dan benda mati. Jika pada pre-test masih ada peserta didik yang menunjukkan pemahaman parsial dalam mengidentifikasi benda mati, setelah posttest mereka dapat memberikan jawaban yang lebih lengkap. Jawaban yang diberikan peserta didik untuk benda hidup meliputi Autumbuhan, hewan, manusia,Ay sedangkan untuk benda mati mereka menjawab Aucahaya matahari, air, oksigen, tanah. Ay Jawaban ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami secara komprehensif perbedaan antara benda hidup dan benda mati dalam ekosistem dengan lebih baik dibandingkan pretest, di mana beberapa peserta didik masih menyebutkan benda mati seperti kursi, meja, dan lampu. Pada pertanyaan nomor 3 mengenai faktor yang memungkinkan manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hidup, peserta didik kini dapat menjawab dengan pemahaman Jika sebelumnya masih ada peserta didik yang hanya menjawab "karena ada oksigen," setelah post-test mereka dapat memberikan jawaban yang lebih rinci, seperti Aukarena adanya oksigen/COCC, makanan, dan air. Ay Jawaban ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami bahwa kehidupan makhluk hidup bergantung pada berbagai faktor, bukan hanya oksigen saja. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran yang digunakan membantu peserta didik memahami keterkaitan antara makhluk hidup dan lingkungan dalam ekosistem. Dalam soal nomor 4 tentang bagaimana tumbuhan dapat hidup dan tumbuh subur, peserta didik juga mengalami peningkatan pemahaman yang lebih baik dibandingkan pretest. Jika sebelumnya sebagian besar peserta didik hanya menjawab Aukarena disiram,Ay setelah post-test mereka dapat memberikan jawaban dengan pemahaman yang lebih komprehensif, seperti Aukarena disiram air, mendapat cahaya matahari, dan diberi pupuk. Ay Jawaban ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami bahwa pertumbuhan tumbuhan tidak hanya bergantung pada penyiraman, tetapi juga pada faktor lain seperti cahaya matahari dan unsur hara dari pupuk. Hal ini mencerminkan peningkatan pemahaman peserta didik tentang faktor-faktor yang berperan dalam pertumbuhan Soal terakhir yang membahas hubungan antara benda hidup serta benda mati juga menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik. Jika pada pre-test jawaban peserta didik masih parsial dalam menjelaskan hubungan yang sebenarnya, maka dalam post-test mereka dapat memberikan contoh yang lebih komprehensif. Jawaban yang diberikan oleh peserta didik antara lain Aumanusia membutuhkan oksigen untuk bernapasAy dan Autumbuhan membutuhkan air untuk tumbuh. Ay Jawaban ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memahami konsep keterkaitan antara makhluk hidup dan benda mati dalam ekosistem, serta bagaimana hubungan tersebut saling mempengaruhi. Artinya media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem yang dipertontonkan dapat membantu pemahaman peserta didik melalui visual serta memberikan penjelasan tentang contoh hubungan benda hidup dan mati melalui visual dan audio. 142 | Satya Widya Jurnal Satya Widya Ae Vol. 41 No. 2 (Desember, 2. 132 Ae 145 Tabel 5. Data peningkatan persentase nilai rata-rata pre-test dan post-test Gambar 2. Persentase peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 5, diperolah rata-rata nilai pre-test sebesar 40, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 92. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 130% dari kondisi awal, seperti yang terlihat pada Gambar 2. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa media audio visual dapat membantu peserta didik memperbaiki miskonsepsi dan memperdalam pemahaman konsep dasar IPA pada materi ekosistem. Ini dibuktikan dengan penelitian sebelumnya yang juga mengaitkan media audio visual dalam pembelajaran sain khususnya IPA. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Fuji Kirani dan Mochamad Guntur yang dilakukan di SDN 2 Walahar dengan artikel yang berjudul AoEfektivitas Media Pembelajaran Audio Visual pada Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 2 WalaharAo penggunaan media audio visual dalam pembelajaran IPA melalui pre-test dan post-test, terbukti efektif. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan oleh perolehan nilai rata-rata pre-test dan nilai rata-rata post-test yang mengalami kenaikan (Kirani & Guntur, 2. Penelitian ini membuktikan bahwa dengan memanfaatkan media pembelajaran audio visual, peserta didik lebih mudah menerima serta memahami pembelajaran IPA dibandingkan hanya menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa media audio visual Upin dan Ipin episode ekosistem terbukti bermanfaat dalam membantu pemahaman peserta didik kelas VI sekolah dasar mengenai ekosistem. Melalui media audio visual ini, peserta didik akan lebih memahami interaksi antara makhluk hidup dan benda mati, mekanisme kehidupan, serta faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan juga kelangsungan hidup dalam ekosistem. Selain itu, hal tersebut juga telah digambarkan dari adanya peningkatan nilai antara pre-test yang menghasilkan nilai rata-rata 40 dengan skor tertinggi 60 dan setelah dilakukan post-test menghasilkan nilai rata-rata 92 dengan skor tertinggi 100. Penelitian ini memiliki keterbatasan diantaranya jumlah sampel yang digunakan masih terbatas sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara Selain itu, penilaian yang dilakukan hanya menggunakan model sederhana, sehingga belum sepenuhnya mampu menangkap kompleksitas fenomena yang diteliti. Satya Widya | 143 Pemanfaatan Media Audio Visual Upin & Ipin Episode Ekosistem A Waktu penelitian yang relatif singkat menjadi salah satu keterbatasan, sehingga hasil yang diperoleh hanya merefleksikan kondisi pada periode tertentu. Media audio visual Upin dan Ipin sangat disarankan untuk guru agar digunakan sebagai media dalam pembelajaran, sebab dalam penggunaanya yang mudah, praktis, dan dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dengan suasana belajar yang Bagi peserta didik diharapkan dapat mengembangkan pemahamannya melalui media audio visual yang mendorong kemampuan berpikir imajinatif. Peneliti menyarankan penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan cakupan materi yang lebih luas dan melibatkan jumlah peserta didik yang lebih beragam sehingga menyajikan penelitian yang lebih komplek. DAFTAR PUSTAKA