SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. : 103-124 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: 30 September 2025 / Accepted: 3 December 2025 Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Hidup Melalui Media Sosial? Sebuah Tinjauan Etis-Teologis Anto Oey Sekolah Tinggi Teologi Kharisma. Bandung. Indonesia pmc2@gmail. Yanto Paulus Hermanto Sekolah Tinggi Teologi Kharisma. Bandung. Indonesia yantopaulush@gmail. Abstract The shifting patterns of relationships resulting from the presence of social media raise significant questions among Christian youth, particularly concerning whether it is permissible to seek a life partner through digital platforms. This phenomenon not only involves social aspects but also touches on dimensions of faith, holiness, and the churchAos witness in society. The research method employed is a qualitative approach through a literature study, which includes biblical exegesis, reflections in practical theology, and a review of contextual Christian ethics. The findings indicate that there are inherent risks for Christian youth who pursue a life partner through social media. This reality must be properly understood by all young Christians engaged in the process of seeking a spouse. Scripture teaches that relationships leading to marriage must be grounded in love, faithfulness, and holiness. Social media may be utilized positively, provided that it is approached with openness, honesty, and a serious commitment toward a holy marriage. Keywords: Social Media. Christian Youth. Relationships. Christian Ethics Abstrak Perubahan pola relasi akibat kehadiran media sosial menimbulkan pertanyaan penting di kalangan pemuda Kristen, khususnya tentang bolehkah mencari pasangan hidup melalui platform digital. Fenomena ini tidak hanya menyangkut aspek sosial, tetapi juga menyentuh dimensi iman, kekudusan, dan kesaksian gereja di tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, mencakup eksegesis teks Alkitab, refleksi teologi praktis, dan tinjauan etika Kristen kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan ada risiko bagi pemuda Kristen yang mencari pasangan hidup melalui media Hal ini harus dipahami secara tepat oleh semua pemuda pemudi Kristen yang sedang mencari pasangan hidup. Alkitab mengajarkan bahwa hubungan menuju pernikahan harus didasari kasih, kesetiaan, dan kekudusan. Media sosial bisa digunakan dengan baik jika dilakukan secara terbuka, jujur, dan komitmen serius menuju pernikahan yang kudus. Kata Kunci: Media Sosial. Pemuda Kristen. Relasi. Etika Kristen 104 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. PENDAHULUAN Namun, pergeseran dari interaksi langsung Media sosial mengalami perkembangan pertanyaan penting mengenai kesesuaian pesat sejak awal tahun 2000-an. praktik tersebut dengan prinsip-prinsip platform seperti Friendster dan MySpace iman Kristen. Gerbin Tamba menekankan hanya digunakan untuk berkomunikasi bahwa dalam konteks pelayanan pastoral, antar pengguna. Kini, platform seperti perubahan ini menghadirkan dilema baru. Facebook. Instagram. Twitter. TikTok, dan Dilema tersebut tidak hanya menyangkut YouTube telah menjadi bagian penting dari aspek teknis komunikasi, tetapi juga kehidupan sehari-hari. Fungsinya pun menyentuh nilai-nilai iman, kekudusan, dan semakin luas, mulai pencarian informasi, kesaksian hidup sebagai orang percaya. membangun jejaring kerja. Menurut Nilot Pramudita, penggunaan aplikasi digital sering kali Fenomena ini juga memengaruhi memicu kerentanan psikologis dan sosial cara manusia berinteraksi, termasuk dalam membangun relasi dan mencari pasangan minimnya edukasi moral. 4 Bagi pemuda Kristen, tantangan ini semakin besar karena Banyak Kristen memanfaatkan media sosial dan aplikasi pencarian jodoh untuk menjalin hubungan. kesetiaan, dan ketulusan dalam menjalin Jika ada kecocokan dan kesepakatan bersama, hubungan yang dimulai secara daring dapat berlanjut hingga ke jenjang prinsip iman ketika relasi dibangun dalam Ini menunjukkan bahwa media ruang virtual yang penuh risiko?5 Maka, sosial tidak hanya alat komunikasi, tetapi Di tengah kekhawatiran terhadap juga sarana pembentukan relasi personal, dampak negatif media sosial tersebut, penting bagi pemuda Kristen untuk melihat Abdul Qadir dan M. Ramli. AuMedia Sosial ( Definisi. Sejarah Dan Jenis-jenisnya ),Ay Al-Furqan 3, no. : 2713Ae2724. Devi Azwinda. AuAnalisis terhadap biro jodoh online: Kebutuhan atau tuntutan,Ay Humanika 22, no. : 107Ae116. Gerbin Tamba. Donald Loffie Muntu, dan Joseph H. Sianipar. AuKontribusi Kompetensi Dignostik dan Komunikasi Interpersonal Pelayanan Pastoral terhadap Sikap Beriman Kaum Muda dalam Gereja,Ay JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 3 (Maret 2. : 1Ae17. Ken Ayu Nilot Pramudita. Nailla Rafa. Panji Utomo. Kukuh Hussein. AuDampak Penggunaan Media Sosial terhadap Tingkat Perilaku Kenakalan Remaja di Era Digital Saat Ini,Ay Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Volume 1, no. : 231Ae244. Rezeki Putra Gulo. Nelci Mbelanggedo, dan Oktavianus Rangga. AuPendidikan Agama Kristen dan Realitas Virtual: Membangun Pengalaman Pembelajaran Iman yang Imersif di Dunia Digital,Ay REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen 3 (Mei 2. : 95Ae107. Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 105 bahwa platform digital juga memiliki sejati selalu diwujudkan dalam komitmen potensi positif bila digunakan secara bijak. dan keterbukaan, bukan sekadar dalam Media sosial dapat memperluas relasi perasaan emosional sesaat. 9 Maka, praktik seiman dan membuka akses terhadap mencari pasangan hidup melalui media komunitas yang lebih luas, sehingga sosial perlu dievaluasi berdasarkan prinsip meningkatkan peluang bertemu dengan kasih, kesetiaan, dan kekudusan agar tidak pasangan yang sevisi dan seiman. 6 Interaksi terjebak dalam relativisme moral. Gereja juga menghadapi tantangan besar karena memungkinkan pemuda mengenal karakter mayoritas pemuda menjalani pencarian dan nilai hidup calon pasangan secara pasangan tanpa pendampingan komunitas bertahap dan aman, serta menumbuhkan keterbukaan dalam komunikasi. 7 Dengan pentingnya peran gereja dalam menopang edukasi dan pendampingan rohani, media dan menasihati anggotanya (Ibr. 10:24Ae25. sosial dapat mendukung proses pemilihan Gal. Pebrianti menegaskan bahwa pasangan secara bertanggung jawab dan tetap berlandaskan nilai kekudusan dan dibangun cenderung lebih sehat dan Dalam Kristen. Padahal. Alkitab berlandaskan nilai iman. pernikahan adalah anugerah Allah yang Landasan teoritis penelitian ini menuntut kesetiaan dan kekudusan (Ibr. mencakup konsep jodoh menurut Alkitab, 13:. Prinsip kasih dan keadilan dalam Mi. 6:8 dan 1 Kor. 13:4Ae7 harus tetap menjadi rencana Tuhan dalam hidup manusia, landasan bagi relasi menuju pernikahan, bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan termasuk ketika dijalani melalui media dijalani dengan iman dan doa. 11 Kedua. Menurut Margaretha, kasih yang prinsip kasih, kesetiaan, dan kekudusan Rizky Astana et al. AuNilai-Nilai Keluarga. Adult Attachment. Mating Intelligence. Dan Preferensi Pemilihan Pasangan Pada Dewasa Muda,Ay Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen. 16, no. : 133Ae146. Christina T Kilapong Natalia. Debby D V Kawengian, dan Grace J Waleleng. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Harmonisasi Pasangan Suami Istri Di Kelurahan KleakAy . ): 1Ae17. Apriyana Irjayanti Yane Tambing. Mona S Fatiah. AuDeterminan Pengambilan Keputusan Untuk Menikah Pada Remaja Di Indonesia,Ay Reproduksi. Jurnal Kesehatan 14, no. 171Ae180. Margaretha Sara. Daud Manno, dan Jonar Situmorang. AuEtika Kristen yang Berakar dalam Kasih: Analisis Teologi Sistematis Efesus 4:1-32,Ay Kharismata jurnal teologi pantekosta 7, no. : 211Ae228. Tupa Pebrianti Lumbantoruan dan Andreas Yonatan Gultom. AuStrategi Pembinaan Warga Gereja untuk Mengembangkan Potensi Pemuda/I,Ay Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 2, no. : 20Ae33. Ines Astrid et al. AuTeologi Kristen Dan Etika Pergaulan Sebagai Fondasi Alkitabiah Dalam Membangun Interaksi Sosial yang Baik,Ay HUMANITIS: Jurnal Humaniora. Sosial dan Bisnis 106 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Kristen penelitian ini diharapkan dapat menolong Ketiga, para pemuda Kristen memiliki pedoman tentang media sosial menunjukkan bahwa yang jelas dan memberikan panduan praktis penggunaannya bisa membawa manfaat sekaligus risiko dalam hubungan sosial. mendampingi generasi digital. Dengan Keempat, kajian etika Kristen kontekstual begitu, penelitian ini tidak hanya bersifat teori, tetapi juga pastoral, karena hasilnya menafsirkan ulang ajaran iman agar tetap menghadapi tantangan hubungan di era Penelitian-penelitian Rumusan masalah pada penelitian yang telah dipublikasi meliputi: Sembiring ini adalah: bolehkah pemuda Kristen et al meneliti pemanfaatan aplikasi kencan mencari jodoh melalui media sosial. Kristen sebagai media pencarian pasangan ditinjau dari sudut etis teologi ? Pertanyaan hidup yang tetap berlandaskan nilai-nilai ini membawa penelitian pada kajian yang 16 Waruwu dan Agresia, panduan alkitabiah untuk menjalin relasi cinta di era kehidupan digital yang dijalani pemuda kontemporer, dengan pendekatan pastoral Kristen saat ini bisa selaras dengan ajaran Alkitab sebagai dasar iman mereka. Nainupu meneliti peran media sosial dalam Tujuan dari penelitian ini adalah Kristus. Selain ingin mengetahui secara etis teologis Kristen. apakah boleh pemuda Kristen mencari pendekatan baru dengan menggabungkan Hasil kajian etis-teologis dan media sosial secara 3, no. : 400Ae409. Sara. Manno, dan Situmorang. AuEtika Kristen yang Berakar dalam Kasih: Analisis Teologi Sistematis Efesus 4:1-32. Ay Yosia Belo. AuTinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial,Ay Jurnal Luxnos 7, no. : 288Ae302. Gulo. Mbelanggedo, dan Rangga. AuPendidikan Agama Kristen dan Realitas Virtual: Membangun Pengalaman Pembelajaran Iman yang Imersif di Dunia Digital. Ay E W Waruwu dan D Agresia. AuMenjalani Cinta Yang Berlandaskan Kristus: Panduan Alkitabiah Untuk Mencari Pasangan Hidup Di Era Kontemporer,Ay Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekase dan Pastoral 3, no. : 188Ae201. Esty Endaria Sembiring et al. AuPemanfaatan Aplikasi Kencan Online Jodoh Kristen untuk Menemukan Pasangan Hidup,Ay Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 5, no. 32Ae51. Waruwu dan Agresia. AuMenjalani Cinta Yang Berlandaskan Kristus: Panduan Alkitabiah Untuk Mencari Pasangan Hidup Di Era Kontemporer. Ay Astrid Maryam Yvonny Nainupu. AuPeran Media Sosial Dalam Meningkatkan Spiritualitas Pemuda Kristen,Ay Proceeding National Conference of Christian Education and Theology 3, no. : 39Ae47. Penelitian Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 107 Kini, hampir sebagian besar anak pastoral yang aplikatif bagi gereja dan pemuda Kristen di era digital. Instagram. Facebook, dan aplikasi kencan, terutama mereka yang berada di usia METODE PENELITIAN Media Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Ini perubahan besar dalam cara orang mencari pandangan Alkitab dan etika Kristen, pasangan hidup, dari yang dulu lebih Sumber utama adalah Alkitab, khususnya mengandalkan pertemuan langsung lewat ayat-ayat tentang kasih, kesetiaan, dan keluarga, gereja, atau komunitas, menjadi kekudusan (Mi. 6:8. 1 Kor. 13:4Ae7. Ibr. lebih banyak dilakukan di dunia digital. 13:4. Kis. 20:35. 1 Tim. , yang Perubahan diperkaya dengan tafsiran biblika, literatur diperhatikan karena sangat berpengaruh etika Kristen, dan kajian media sosial. pada kehidupan pemuda Kristen saat ini. Pendekatan ini bertujuan menjawab apakah Media sosial bukan hanya alat komunikasi, pemuda Kristen boleh mencari pasangan tapi juga membentuk cara berpikir, sikap, lewat media sosial, serta menemukan dan nilai-nilai seseorang. Meski interaksi prinsip Alkitab yang dapat memberikan digital terasa cepat dan praktis, sering kali kerangka berpikir yang sistematis. hubungan yang terjalin menjadi dangkal dan tidak stabil. 21 Bagi pemuda Kristen. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Media Sosial sebagai Sarana Pencarian Jodoh Perkembangan media sosial telah mengubah cara pemuda Kristen mencari Joyce Angela Wibowo. Gatut Priyowidodo, dan Desi Yoanita. AuSelf-disclosure dalam Komunikasi Interpersonal Pengguna Aplikasi Kencan Online untuk Mencari Pasangan Hidup,Ay Jurnal E-Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi 9, no. : 1Ae8. Sembiring et al. AuPemanfaatan Aplikasi hubungan yang dibangun lewat dunia maya bisa sekuat hubungan yang tumbuh dari pertemuan langsung? Ini penting karena Alkitab keterbukaan, dan kasih yang dalam, sesuatu Kencan Online Jodoh Kristen untuk Menemukan Pasangan Hidup. Ay Alfa Salsabila dan Isa Anshori. AuDampak Digitalisasi dan Media Sosial terhadap Interaksi Sosial di Masyarakat,Ay Jurnal Penelitian Inovatif 5 (Juni 2. : 1873Ae1880. 108 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. yang tidak bisa diukur hanya dari pesan kejujuran . Kor. 13:4Ae. Hubungan yang singkat atau simbol-simbol online . Kor. sehat tidak cukup hanya lewat layar, tapi 13:4Ae. harus melibatkan hati dan komitmen yang Dalam kehidupan sehari-hari, ada sungguh-sungguh. 25 Media sosial memang sebagian pemuda Kristen mencari pasangan memberi peluang besar bagi pemuda hidup melalui chat atau media sosial Kristen untuk bertemu dengan pasangan Cara ini untuk membantu pemuda Forum diskusi iman dan komunitas yang sulit bertemu langsung, misalnya digital bisa menjadi tempat membangun pemuda di daerah terpencil bisa berkenalan hubungan yang berpusat pada Tuhan. Jika dengan calon pasangan dari kota besar. digunakan dengan kesadaran iman, media Tetapi, hubungan lewat media sosial ini sosial bisa menjadi sarana untuk bersaksi juga mempunyai kelemahan. Seseorang benar-benar pasangannya hanya dari komunikasi online Namun, media sosial juga memiliki Media sosial bisa jadi alat untuk Tanpa pengawasan iman, hubungan membangun relasi, tapi juga bisa digunakan bisa menjadi palsu dan membuka celah bagi untuk menyembunyikan identitas yang bisa Kurangnya peran keluarga dan gereja dalam mengawasi relasi digital juga Hubungan yang hanya bergantung pada bisa menjadi masalah. komunikasi digital cenderung dangkal dan Kristen, penting untuk menjaga keseriusan dan sehingga tidak jarang berakhir dengan kekudusan (Ibr. 10:24Ae. Hubungan yang didampingi komunitas biasanya lebih kuat Alkitab Dalam budaya dan tahan lama. Artinya, pemuda Kristen penting dalam membangun hubungan, yaitu kasih, kesetiaan, keterbukaan, dan teknologi, tetapi tetap harus berpegang Yohana Fajar Rahayu dan Harlin Yasin. AuEtika Kristen dalam Platform Digital: Upaya Meningkatkan Moralitas dan Karakter Kristiani,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 8, no. : 36Ae44. Derlina Agustina Hasibuan. AuPeran Remaja Kristen dalam Penggunaan Media Sosial,Ay REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 38Ae48. Onesiporus Pengharapan Lase dan Selvikar Gulo. AuRelasi Pranikah di Era Digital: Tantangan Teologis dan Tanggung Jawab Edukatif bagi Pasangan KristenAy . Yakobus Adi Saingo. AuFenomena Penggunaan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Etika Kristen di Era Disrupsi,Ay Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral 3, 1 . : 276Ae292. Hasibuan. AuPeran Remaja Kristen dalam Penggunaan Media Sosial. Ay Meilani dan Andreas Fernando. AuPendidikan Agama Kristen dalam Keluarga di Era Digital Membangun Remaja Bijak Menggunakan Media Sosial,Ay Veritas Lux Mea: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. : 194Ae203. Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 109 pada nilai-nilai iman. Mencari pasangan Pembacaan berulang atas teks ini, dengan memperhatikan konteks budaya Israel yang mempertimbangkan apakah pengenalan hidup secara komunal, memperlihatkan yang mendalam satu dengan yang lain bahwa panggilan Allah bukan sekadar dapat dicapai, apakah ada kasih Allah untuk kebaikan umum, tetapi untuk setiap dalam menjalin hubungan tersebut, apakah bentuk relasi antar manusia. 31 Dengan ada kesetiaan, dan keterbukaan seperti yang demikian, dalam relasi menuju pernikahan, diajarkan Alkitab? Iman Kristen tetap termasuk yang dimulai lewat media sosial, relevan di era digital, selama nilai-nilai prinsip hesed menuntut adanya kesetiaan kebenaran dijaga. yang nyata, bukan kepura-puraan atau kepentingan sementara. Tinjauan Etika Kristen dalam Pencarian Jodoh Surat Paulus kepada jemaat di Korintus memberi penekanan yang sangat jelas mengenai kasih. Dalam 1 Korintus Kitab 13:4Ae7. Paulus menulis: kasih itu sabar, panggilan umat Allah: AuHai manusia, telah murah hati, tidak cemburu, tidak sombong, diberitahukan kepadamu apa yang baik. tidak mencari keuntungan diri sendiri. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari menutupi segala sesuatu, percaya, dan padamu: selain berlaku adil, mencintai menaruh harap. Kata kasih di sini berasal kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di dari bahasa Yunani: agape, yang berbeda hadapan Allahmu?Ay Teks ini lahir dalam dari eros yang menunjuk cinta erotis, atau konteks bangsa Israel yang ditegur nabi philia yang berarti persahabatan. Agape Mikha karena praktik ketidakadilan sosial adalah kasih yang rela berkorban, yang dan penyalahgunaan kuasa. 29 Dalam Latin berorientasi pada kebaikan orang lain. Vulgata, dipakai kata misericordiam, yang bukan keuntungan diri. 33 Dalam Latin lebih menekankan pada belas kasih. Vulgata, istilah ini diterjemahkan sebagai Mikha Yustia Tanari. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kehidupan Rohani Dan Pembentukan Karakter Kristiani Remaja Di Jemaat Sion Poso . Gereja Kristen Sulawesi Tengah,Ay TLUTUH SAWO: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Humaniora 8, no. : 65Ae72. Esron Mangatas Siregar. Oktapianus Rangkang, dan Afriatus Agus. AuPrinsip Oikumenis dan Keadilan Sosial: Analisis Berdasarkan Kitab Mikha 6:8,Ay Ichtus: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 6, no. : 1Ae12. Alfons Seran et al. AuBelas Kasih Sebagai Spiritualitas Kemuridan Tuhan dan Kesiapsediaan Melayani Korban Bencana berpartisipasi dalam karya-karya belas kasih di dalam membangun suatu dunia yang lebihAy . Bonifasius Gabe dan Girsang Surip. AuUnsur. Makna Teologis dan Intisari Devosi Kerahiman Ilahi,Ay Rajawali 21, no. : 98Ae Siregar. Rangkang, dan Agus. AuPrinsip Oikumenis dan Keadilan Sosial: Analisis Berdasarkan Kitab Mikha 6:8. Ay Onesiporus Pengharapan Lase dan 110 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. caritas, yang menjadi akar kata charity sebab Allah akan menghakimi orang-orang dalam bahasa Inggris dan menekankan sundal dan pezinah. Ay Kata dihormati kasih yang diwujudkan melalui tindakan berasal dari bahasa Yunani timios, yang Paulus berarti bernilai tinggi, mulia, dan layak menuliskan bagian ini dengan gaya bahasa repetitif dan puitis, untuk menolong jemaat menyebut sesuatu yang berharga seperti yang kala itu menghadapi perpecahan dan emas atau batu mulia. 38 Dalam Latin kesombongan rohani, sehingga bagian ini Vulgata, istilah yang dipakai adalah pedoman hidup beriman. 35 Pemahaman 39 Konteks surat ini ditujukan kata kunci ini menolong pembaca untuk melihat bahwa kasih sejati tidak berhenti mengalami tekanan iman dan godaan untuk kembali pada praktik lama. Penekanan kata-kata Kristen 36 Dalam konteks pemuda Kristen di menunjukkan bahwa pernikahan adalah era digital, pesan ini mengingatkan bahwa institusi yang bernilai tinggi di mata kata-kata manis dalam pesan daring tidak Allah. 40 Pesan ini bagi pemuda Kristen kesetiaan sehari-hari. melainkan diwujudkan dalam komitmen perkenalan melalui media sosial perlu Kitab Ibrani 13:4 menekankan nilai pertimbangan yang matang, karena tujuan akhirnya haruslah pernikahan yang kudus. AuHendaklah terhormat, dan berkenan pada Allah. janganlah kamu mencemarkan tempat tidur. Melalui eksegesis kata-kata kunci Selvikar Gulo. AuRelasi Pranikah di Era Digital : Tantangan Teologis dan Tanggung Jawab Edukatif bagi Pasangan Kristen Pendahuluan Perkembangan zaman yang semakin pesat , terutama dengan kemajuan,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 1, no. : 81Ae96. Christine Anastasia Tarigan. Budiono Simbolon. AuKajian Biblika Surat 1 Korintus 13:4-13 Tentang Kasih Dan Implikasinya Bagi Generasi Z Masa Kini,Ay HAGGADAH - Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. : 1Ae10. Ana Lestari Uriptinigsih Harmanus. Hana Suparti. AuImplementasi Pengajaran Rasul Paulus Tentang Kasih Berdasarkan 1 Korintus 13113 Bagi Siswa SMP Joseph Khatulistiwa Sintang Kalimantan Barat. pdfAy 3, no. : 43Ae56. Samuel Elkana et al. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam I Korintus 13 : 1-13,Ay Redominate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. : 01Ae15. Simbolon. AuKajian Biblika Surat 1 Korintus 13:4-13 Tentang Kasih Dan Implikasinya Bagi Generasi Z Masa Kini. Ay BibleHub. AuStrongAos Concordance. G5093 ,Ay https://biblehub. com/greek/5093. BibleGateway. AuHebraeos 13 Biblia Sacra Vulgata,Ay https://w. com/passage/?search=H ebraeos 13&version=VULGATE. Agus Setiawan dan Yanto Paulus Hermanto. AuPernikahan Kristen: Persetujuan Orang Tua atau Keputusan Pribadi menurut Alkitab,Ay TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. : 114Ae129. Yeremia Hia. AuPembimbingan Jemaat Di Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 111 tersebut hesed, agape, dan timios terlihat bahwa Alkitab memberikan fondasi kokoh komitmen sejati. dalam menilai perkembangan relasi di era Ketiga Dampak dari pemahaman yang tepat terhadap teks Alkitab sangat besar mengandung nilai-nilai inti yang harus bagi kehidupan pemuda Kristen. Relasi yang dijalani dengan kasih dan kesetiaan hubungan menuju pernikahan. Media sosial bisa digunakan sebagai sarana perkenalan awal, tetapi tidak boleh menggantikan identitas, pornografi, atau pergaulan bebas prinsip iman tersebut. 42 Oleh karena itu, yang mudah ditemui di ruang maya. media sosial sebaiknya dipahami sebagai Pemuda yang menjadikan iman sebagai alat komunikasi, sementara nilai-nilai kasih pedoman dalam interaksi digital lebih setia, pengorbanan, dan penghormatan selektif dalam membangun relasi, dan lebih konsisten menjaga integritas. Kekudusan yang terpelihara tidak hanya melindungi bertanggung jawab. Sebagai contoh, ada pribadi dari kerusakan moral, tetapi juga pasangan Kristen yang berkenalan lewat menjadi kesaksian iman yang kuat di komunitas daring, lalu melibatkan keluarga dan gereja ketika akan menjalin hubungan yang lebih serius ke jenjang pernikahan. Dari keseluruhan uraian ini, dapat Kelanjutan perkenalan awal tidak berhenti ditegaskan bahwa jawaban Kitab Suci di interaksi digital, melainkan dituntun kepada pengenalan yang lebih mendalam Kristen boleh mencari jodoh melalui media dan tetap dalam kerangka iman Kristen, sosial bukanlah soal alat, melainkan pada Namun, ada pula kasus ketika hubungan bagaimana prinsip kasih . , kesetiaan virtual hanya dibangun atas tampilan luar . , dan janji manis, yang kemudian berujung Pemuda Kristen dipanggil Gereja Kristen Oikoumene Rimba Belian Tentang Revitalisasi Pemahaman Pernikahan Kudus,Ay Jurnal PKM Setiadharma 5 (Desember 2. : 183Ae194. Theresiani Bheka dan Emmeria Tarihoran. AuMembangun Komunitas Iman Melalui Media Sosial Dengan Menggunakan Platfrom Yang Menarik,Ay Jurnal Magistra 2 (Mei 2. : 72Ae81 Semuel Selanno Fhilia Alci Angela Asman. Charga Jofial Rumate. Geby Ladesya Kalensang. Feiby Paulin Makakombo. Fony Baraa. AuMengatasi Kecanduan Media Sosial dalam Pernikahan: Peran Konselor Pastoral dalam Memperkuat Komitmen Pasangan,Ay Jonathan Leobisa et al. AuTantangan Penggunaan Media Sosial Di Era Disrupsi Dan Peran Pendidikan Etika Kristen,Ay Aletheia Christian Educators Journal 4, no. : 38Ae48. 112 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. untuk menggunakan media sosial secara palsu bertentangan dengan prinsip iman dan bijak, selalu menimbang setiap langkah dapat merusak karakter Kristiani. Paulus mengingatkan jemaat Roma menjadikan relasi yang dibangun sebagai agar tidak mengikuti pola dunia, tetapi kesaksian iman yang kudus. Dengan berubah oleh pembaruan budi (Rm. demikian, prinsip biblika tidak hanya Pemuda yang menjadikan iman sebagai Tuhan, menghadapi realitas era digital. menghindari godaan seperti pornografi. Media sosial telah menjadi bagian manipulasi identitas, dan hubungan yang dari kehidupan sehari-hari pemuda Kristen, tidak sehat. 48 Etika Kristen kontekstual bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi menekankan bahwa prinsip-prinsip Alkitab juga sebagai tempat membentuk identitas tetap menjadi pedoman utama, namun cara dan menjalin relasi. 46 Dalam ruang digital penerapannya perlu disesuaikan dengan ini, nilai-nilai kasih, kesetiaan, dan keadilan budaya yang terus berubah. 49 Gereja tidak yang diajarkan Kitab Suci perlu diterapkan cukup hanya menyampaikan ajaran kasih, agar relasi tidak kehilangan arah. Kasih kesetiaan, dan keadilan dalam ibadah, tetapi berarti terbuka dan menghargai orang lain, juga perlu mengintegrasikannya dalam pendidikan digital bagi jemaat. Misalnya, program pendampingan pemuda yang mengajarkan untuk menghormati martabat membahas cara bijak menggunakan media sesama sebagai ciptaan Allah. Pemuda sosial bisa menjadi bentuk nyata dari usaha Kristen yang menggunakan aplikasi jodoh menghubungkan iman dengan kehidupan dengan motivasi yang jujur dan terbuka nilai-nilai Penerapan nilai iman di era digital tersebut, sedangkan relasi yang dibangun bukan hanya soal menghindari hal-hal atas dasar kebohongan atau pencitraan negatif, tetapi juga soal memberi kesaksian Restu Gulo. Sozanolo Zamasi, dan Hallena Nedo. AuStrategi Pemuda Gereja dalam Mempertahankan Kecintaan pada Iman Kristen di Era Digital,Ay Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 161Ae166. Rolyana. Simanungkalit. Au"Etika Digital dalam Perspektif Kristiani,Ay Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 7, no. Rahayu dan Yasin. AuEtika Kristen dalam Platform Digital: Upaya Meningkatkan Moralitas dan Karakter Kristiani. Ay Tanari. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kehidupan Rohani Dan Pembentukan Karakter Kristiani Remaja Di Jemaat Sion Poso . Gereja Kristen Sulawesi Tengah. Ay Sozanolo Zamasi. Stenly Reinal Paparang, dan Rajiman Andrianus Sirait. AuMempertahankan Integritas Moral: Etika Kristen dalam Pendidikan Agama di Era Digital,Ay Jurnal Luxnos 10, no. : 141Ae157. Serina Poluan. AuPendidikan Kristen Di Era Digital : Membangun Spiritualitas Dan Resiliensi Iman Melalui Pengajaran Nilai Kekristenan Dan,Ay Jurnal Metenoia 7, no. Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 113 Pemuda Kristen konsisten menunjukkan kasih dan keadilan Tantangan Moral dan Spiritual Mencari Jodoh Melalui Media Sosial dalam interaksi online bisa menjadi teladan teman-temannya. Berkenalan dan menjalin hubungan menggunakan media sosial untuk saling lewat media sosial memang memudahkan mendoakan, berbagi cerita iman, atau banyak hal, tapi juga membawa tantangan yang tidak bisa dianggap sepele. Salah satu Analisis Mereka kontekstualisasi etika Kristen di era digital adalah jalan tengah yang menolong pemuda dimanipulasi atau bahkan sepenuhnya Kristen. 52 Mereka boleh memakai media 56 Selain itu, akses yang mudah ke sosial sebagai sarana perkenalan atau membangun relasi, tetapi harus tetap setia lingkungan sosial yang membolehkan gaya pada nilai iman dan melibatkan bimbingan pergaulan bebas membuat anak muda semakin rentan melakukan hal-hal yang Tanpa kesetiaan, dan keadilan, media sosial hanya Penelitian 54 Namun, bila dipakai dengan tersebut menunjukkan bahwa kurangnya bijak dalam terang firman Tuhan, media pengawasan serta minimnya pemahaman sosial justru dapat memperkaya kesaksian iman generasi muda. media digital membuat risiko ini semakin besar. Untuk memahami mengapa risiko dalam hubungan lewat media sosial bisa muncul, kita perlu melihat budaya digital Rahayu dan Yasin. AuEtika Kristen dalam Platform Digital: Upaya Meningkatkan Moralitas dan Karakter Kristiani. Ay Lius Ade Boy Nazara. AuMemamfaatkan Media Sosial Untuk Mengedukasi Generasi Z Mengenai Etika Kristen Di Era Digital,Ay Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 1 (Juli 2. : 168Ae180. Rahayu dan Yasin. AuEtika Kristen dalam Platform Digital: Upaya Meningkatkan Moralitas dan Karakter Kristiani. Ay Leobisa et al. AuTantangan Penggunaan Media Sosial Di Era Disrupsi Dan Peran Pendidikan Etika Kristen. Ay Lius Ade Boy Nazara. AuMemamfaatkan Media Sosial Untuk Mengedukasi Generasi Z Mengenai Etika Kristen Di Era Digital. Ay Belo. AuTinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial. Ay Adi Saingo. AuFenomena Penggunaan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Etika Kristen di Era Disrupsi. Ay 114 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. dan cara orang berinteraksi secara online. Dunia Pengaruh media sosial terhadap kehidupan rohani pemuda sangat terasa dan komunikasi yang singkat, pencitraan diri bisa dilihat secara nyata. Salah satu dampak yang sudah dipoles, dan identitas yang tidak utamanya adalah melemahnya batasan selalu jelas. Hal-hal ini membuat orang sulit moral pribadi. Interaksi online yang menilai apakah seseorang benar-benar jujur membiasakan hubungan tanpa komitmen dan komitmen. 58 Alkitab mengingatkan membuat tanggung jawab rohani jadi kita untuk waspada terhadap godaan nafsu berkurang, sehingga nilai kekudusan yang dan ketidakjujuran. Yesus berkata bahwa sebelumnya dijaga bersama jadi mudah orang yang memandang dengan penuh nafsu sudah berdosa dalam hatinya (Mat. menunjukkan bahwa sering mengakses 5:. Ini menunjukkan bahwa pikiran yang konten seksual di internet berkaitan dengan tidak dijaga bisa membawa kita menjauh meningkatnya stres, rasa malu, dan masalah dari kehendak Allah. Paulus juga menasihati jemaat untuk hidup kudus dan menjauhi perbuatan Penelitian Amalia mengganggu kesiapan seseorang untuk menjalani komitmen pernikahan 61 cabul, karena orang percaya dipanggil Dampak lainnya juga terlihat dalam untuk hidup dengan pengendalian diri dan kesaksian gereja di tengah masyarakat. menjaga kekudusan . Tes. 4:3Ae. Nasihat Ketika pemuda yang terlihat taat ternyata ini sangat relevan di masa kini, di mana terlibat dalam hubungan singkat atau konten pornografi dan gaya hidup bebas perilaku tidak jujur, maka pesan iman sangat mudah diakses lewat media digital. tentang kesucian jadi kurang dipercaya. Oleh karena itu, firman Tuhan bisa menjadi Kajian teologi kontekstual menekankan panduan untuk menilai bukan hanya isi bahwa keselarasan antara ajaran dan pesan yang kita terima, tapi juga media tindakan sangat penting untuk menjaga kepercayaan terhadap kesaksian gereja. munculnya godaan. Belo. AuTinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial. Ay Priscillia Diane Joy Joseph dan Fredik Melkias Boiliu. AuPeran Pendidikan Agama Kristen dalam Penggunaan Teknologi pada Anak,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. 2037Ae2045. Yustia Tanari. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kehidupan Rohani Dan Pembentukan Karakter Kristiani Remaja Di Jemaat Sion Poso . Gereja Kristen Sulawesi Tengah,Ay Hubungan TLUTUH SAWO: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Humaniora 8, no. : 65Ae72. Amalia Dwi Ningtyas dan Windhu Purnomo. AuFaktor Penyebab Remaja Mengakses Konten Pornografi dan Dampaknya terhadap Perilaku Berpacaran (Studi Kasus pada Remaja SMA di Kota Surabay. ,Ay Media Gizi Kesmas 12, 2 . : 685Ae691. Tanari. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kehidupan Rohani Dan Pembentukan Karakter Kristiani Remaja Di Jemaat Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 115 dengan orang yang belum dikenal dapat banyak keterlibatan keluarga sebelum menimbulkan risiko penipuan dan bahaya masuk ke tahap komitmen serius. Ini bagi keselamatan, karena pelaku bisa membuktikan bahwa risiko moral dan rohani di dunia digital bukan hal sepele, memperoleh kepercayaan korban sebelum melainkan ancaman serius bagi iman anak meminta uang atau mengajak bertemu 66 Karena itu, kerja sama antara Kepercayaan pendidikan dan pastoral sangat penting agar terburu-buru dan identitas yang tidak jelas teknologi tidak menggeser panggilan hidup bisa menyebabkan kerugian secara materi yang kudus. Kajian teologi kontemporer dan luka batin yang mendalam. 64 Untuk mendukung pendekatan kontekstual yang menghadapi tantangan ini, diperlukan menyesuaikan prinsip Alkitab dengan pendekatan yang mengacu pada prinsip- situasi masa kini agar pemuda punya prinsip Alkitab dan langkah praktis yang pedoman yang jelas dalam berperilaku di Nilai seperti pengendalian diri, dunia digital dan tetap berada dalam kejujuran, dan komitmen dalam pernikahan komunitas yang menjunjung nilai-nilai menjadi dasar penting dalam membangun hubungan yang sehat. Secara praktis, gereja Peran Gereja Terhadap Pemuda Yang pendidikan digital dan rohani melalui Sedang Mencari Jodoh program pendampingan hubungan, aturan perlindungan diri, dan sistem akuntabilitas (Ibr. 10:24Ae. Memberi Pengajaran yang Tepat Mengenai Mencari Jodoh yang Benar Studi kasus menunjukkan bahwa komunitas yang melibatkan pendampingan Gereja memiliki tanggung jawab rohani dalam hubungan online cenderung untuk memberikan pengajaran yang jelas memiliki lebih sedikit konflik dan lebih dan alkitabiah tentang bagaimana mencari Sion Poso . Gereja Kristen Sulawesi Tengah. Ay Kristin E J Nomleni. AuAnalisis Fenomena Romance Scam dalam Komunikasi Interpersonal Love Scammer Analysis of The Romance Scam Phenomenon in Interpersonal Communication Love Scammers and Victims,Ay Communio: Jurnal Ilmu Komunikasi 12, no. : 202Ae221. Antika Putri. Hendri Hermawan Adinugraha, dan Ahmad Anas. AuPengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja: Studi Kasus Di Desa Notogiwang,Ay Jurnal Sahmiyya 3, 1 . : 50Ae57. Vira Alda Retania. Nurul Hasfi, dan Yanuar Luqman. AuPendidikan Seksual Online Untuk Remaja: Narasi Konten Dan Komentar Di Tabu. Id,Ay Jurnal Pendidikan Psikologi 1, no. : 1Ae23. Chichi Pakpahan et al. AuKonselor Pastoral Sebagai Sahabat Pemuda,Ay Atohema: Jurnal Teologi Pastoral Konseling 2, no. 48Ae61. Tanari. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kehidupan Rohani Dan Pembentukan Karakter Kristiani Remaja Di Jemaat Sion Poso . Gereja Kristen Sulawesi Tengah. Ay 116 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. mudah terjebak dalam relasi yang merusak, kehendak Tuhan. Dalam era digital yang melainkan membangun hubungan yang penuh distraksi dan godaan, pemuda membawa pertumbuhan rohani. Kristen perlu dibekali dengan prinsipprinsip rohani seperti kesetiaan, kekudusan. Membentuk Komunitas Pemuda-Pemudi dan kasih yang berkorban. Pengajaran ini yang Sedang Mencari Jodoh bisa disampaikan melalui khotbah, seminar, atau kelas khusus yang membahas relasi dalam terang Firman Tuhan. Komunitas gereja adalah tempat aman bagi pemuda untuk saling mengenal Ibrani 10:24 mengingatkan kita dan bertumbuh dalam iman. Gereja bisa untuk saling mendorong dalam kasih dan membentuk kelompok pemuda yang punya pekerjaan baik. Ini menjadi dasar bahwa tujuan sama yaitu mencari pasangan hidup relasi bukan sekadar urusan pribadi, tetapi yang sejalan dengan kehendak Tuhan. bagian dari pertumbuhan iman bersama. Lewat Menurut Heryanto, pembinaan karakter pelayanan, dan diskusi rohani, relasi yang remaja di era digital harus menyentuh aspek terjalin menjadi lebih dalam, bermakna dan spiritual dan sosial secara seimbang, agar Komunitas gereja juga berfungsi sebagai relasional yang bijak dan berlandaskan nilai wadah pembelajaran tentang relasi yang Dalam suasana pelayanan dan Pengajaran nilai-nilai kebersamaan, pemuda bisa melihat karakter membantu pemuda membedakan antara satu sama lain secara terbuka dan saling cinta yang sehat dan yang manipulatif. Dalam komunitas seperti ini. Gereja dapat mengajarkan bahwa mencari nilai-nilai kasih diuji dan dibentuk secara jodoh bukan hanya soal perasaan, tetapi langsung melalui interaksi yang sehat. juga soal panggilan hidup dan keselarasan Dengan pemahaman ini, pemuda tidak Heryanto Heryanto. Daniel Priandana, dan Ryna Heppy Tambunan. AuPeran Gereja dalam Penguatan Karakter Remaja di Era Digital,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen . 169Ae180, 52104/harvester. Ibid. Jan Christian et al. AuPendekatan EtisTeologis Pendidikan Agama Kristen dalam Mencegah Hubungan Tanpa Status sebagai Krisis Lebih berkumpul, komunitas gereja disisi lain RelasionalAy 01, no. : 204Ae224. Yosefo Gule dan Yoseph Lidi. AuPeran Pemuda Kristen dan Katolik di Era Digital: Hambatan dan Tantangan,Ay Prosiding Seminar Nasional Rohani Katolik . : 59Ae64. Yatmini dan Rio Janto Pardede. AuMinat Gereja Dalam Membangun Komunitas Remaja Pemuda Melalui Pemuridan,Ay Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 4, no. 22Ae39. Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 117 juga berfungsi sebagai pengingat rohani. bukan hanya untuk mereka yang sedang Kehadiran sesama anggota membantu bermasalah, tapi juga sebagai dukungan menjaga relasi tetap sesuai dengan nilai agar hubungan tetap sehat dan berlandaskan Pemuda komunitas cenderung lebih bijak dalam Konseling pra-nikah memilih pasangan dan terbuka terhadap nasihat rohani. 73 Di sinilah Ibrani 10:24 membantu pasangan muda lebih siap secara dijalankan, yaitu: saling mendorong dalam emosional dan spiritual. Melalui proses ini, kasih dan perbuatan baik. mereka belajar menyatukan iman, tujuan hidup, dan kesiapan menikah dengan bijak. Menyediakan Konseling Khusus bagi bukan hanya mengikuti perasaan, tapi juga Mereka yang Sedang Menjalin Relasi Tuhan. Gereja yang menyediakan layanan ini Konseling rohani adalah sarana menunjukkan kasih yang nyata dan peduli terhadap masa depan jemaatnya. Konseling juga berfungsi sebagai Melalui ruang refleksi. Pemuda diajak untuk mengevaluasi motivasi, pola komunikasi, terstruktur dan dialogis, partisipasi aktif kaum muda dalam kehidupan gereja dapat pendampingan yang tepat, mereka dapat ditingkatkan, sekaligus menciptakan ruang membangun relasi yang matang secara pergumulan hidup secara terbuka. 75 Galatia Dengan emosional dan spiritual. 6:2, kita diajak untuk saling menolong dan menanggung beban bersama. Konseling Jekson Tulus Markus Tuhumury. Sang Putra Immanuel Duha. AuPandangan Alkitab Tentang Gereja Sebagai Komunitas Pembelajaran Dan Pembinaan Pada Masa Kini,Ay Sabda: Jurnal Teologi Kristen 5, no. : 130Ae146. Ibid. Anatasya Puasa et al. AuPastoral Konseling Strategi Efektif Mengembangkan Kesadaran Spiritual Pemuda Jemaat Kendagu Ruata Kombos,Ay Hospitalitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. : 27Ae35. Nineson Setiawan Aritonang dan Kosma Manurung. AuKepemimpinan Pemuda Kristen di Era Digital: Pelayanan dalam Transformasi Teknologi untuk Membangun Komunitas Iman yang Relevan,Ay Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kriste. 6, no. : 293Ae304. Romelus Blegur dan Leniwan Darmawati Gea. AuMenilik Efektivitas Konseling Pranikah Terhadap Pencegahan Disharmoni Dalam Rumah Tangga Kristen,Ay Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. : 89Ae Aritonang Manurung. AuKepemimpinan Pemuda Kristen di Era Digital: Pelayanan dalam Transformasi Teknologi untuk Membangun Komunitas Iman yang Relevan. Ay 118 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Menyediakan Edukasi Digital dan Etika gereja perlu hadir secara aktif untuk Relasi di Era Teknologi membimbing mereka menggunakan media digital dengan bijak dan sesuai nilai iman. Gereja perlu membekali pemuda Melalui seminar, konten digital rohani, dan dengan edukasi digital yang mencakup cara diskusi online, gereja dapat menjadi suara menjaga privasi, etika komunikasi, dan yang membimbing pemuda agar tetap dampak media sosial terhadap hubungan. menjaga kekudusan dan kesetiaan dalam Pelatihan seperti menjaga kekudusan dalam Ini menunjukkan bahwa gereja relasi daring sangat penting agar mereka mampu menjawab tantangan zaman dengan siap secara rohani dan sosial menghadapi cara yang relevan dan kontekstual. tantangan zaman sebagaimana diingatkan dalam 1 Tesalonika 4:3Ae5. Media sosial Menciptakan Ruang Aman Untuk membuka akses terhadap kehidupan pribadi Bertumbuh dalam Kasih dan Kebenaran Meskipun bersifat publik, orang Kristen perlu menetapkan batasan yang Gereja jelas mengenai apa yang layak dibagikan berkumpul, tetapi juga ruang aman bagi dan ditampilkan agar tidak merusak citra pemuda untuk bertumbuh dalam kasih dan sebagai pribadi yang hidup dalam nilai-nilai kebenaran, sebagaimana dalam Efesus 4:15. Ketika pemuda merasa diterima dan bersifat praktis ini terbukti lebih efektif didukung oleh komunitas gereja, mereka daripada sekadar memberi larangan karena cenderung lebih terbuka dalam proses membantu pemuda membangun relasi yang pencarian pasangan hidup dan lebih siap sehat dan bertanggung jawab. menghadapi dinamika relasi. 83 Gereja dapat Pendekatan Tanpa membangun budaya yang mendorong pemuda berisiko terjebak dalam hubungan saling mendukung dan menghindari sikap yang dangkal, manipulatif, atau bahkan menghakimi, sehingga pemuda merasa merusak secara emosional. Oleh karena itu, nyaman untuk berbagi pengalaman dan Simon Simon. Tan Lie Lie, dan Heppy Wenny Komaling. AuPrinsip-Prinsip Etika Kristiani Bermedia Sosial,Ay Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja 1, no. : 56Ae68. Remelia Dalensang dan Melky Molle. AuPeran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital,Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. : 255Ae271. Gule dan Lidi. AuPeran Pemuda Kristen dan Katolik di Era Digital: Hambatan dan Tantangan. Ay Heryanto. Priandana, dan Tambunan. AuPeran Gereja dalam Penguatan Karakter Remaja di Era Digital. Ay Mieke Yen Manu et al. AuPendampingan Kaum Muda Gereja Dalam Pencarian Pasangan Hidup,Ay Jurna PKM Setiadharma 2, no. 116Ae126. Bolehkah Pemuda Kristen Mencari Pasangan Melalui Media S o s i a l ? S e b u a h T i n j a u a n E t i s - T e o l o g i s | 119 belajar bersama dalam iman. Relasi teologis menyatakan mencari jodoh melalui media sosial bisa dilakukan dengan syarat komunitas iman akan lebih kuat dan bahwa hubungan menuju pernikahan harus berakar pada nilai-nilai Kristen. Gereja didasari kasih, kesetiaan, kekudusan dan yang aktif mendampingi pemuda berperan komitmen serius menuju pernikahan yang penting dalam membentuk generasi yang Namun disisi lain, dunia digital juga matang secara spiritual dan emosional. punya risiko seperti identitas palsu, konten Kehadiran gereja dalam kehidupan remaja pornografi, dan hubungan yang dangkal. Karena itu, pemuda pemudi Kristen perlu kebebasan pribadi dan tanggung jawab pendampingan baik dari pihak keluarga iman, sehingga pemuda tidak hanya maupun gereja agar memahami cara dan berkembang secara sosial tetapi juga secara proses pemilihan pasangan hidup yang Media sosial hanyalah alat sedang mencari pasangan hidup. Secara etis Selain itu, gereja juga menjadi setelah cara dan proses dilakukan secara tempat pemulihan bagi mereka yang pernah Oleh sebab itu penekanan pemilihan mengalami kegagalan dalam relasi. Gereja pasangan hidup lebih mengedepankan tidak hanya menerima mereka kembali, pengenalan yang mendalam satu dengan tetapi juga membimbing mereka untuk yang lain dalam komunitas, hidup dalam bangkit dan melanjutkan hidup dalam kasih kasih Allah, menjaga kekudusan, dan Tuhan. menjadi teladan iman di tengah dunia yang terus berubah. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA