Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 327-332 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Profesionalisme Guru TK: Ditinjau dari Aspek Gaji dan Motivasi Kerja di Kecamatan Tawang dan Cipedes Aji Abdullah Napi AlasAoari1. Edi Hendri Mulyana2. Qonita3 Info Artikel Abstract Keywords: Teacher Professionalism. Kindergarten. Salary. Work Motivation. Early Childhood Education. This study addresses the scarcity of research on the professionalism of kindergarten teachers in relation to salary and work motivation, despite its substantial impact on the quality of early childhood education in Indonesia. Using a qualitative case study approach, the research involved six kindergarten teachers . = . from Tawang and Cipedes sub-districts, selected through purposive sampling. Data were collected through semistructured interviews, direct observation, and document analysis, and analyzed thematically to identify recurring patterns and themes. Findings reveal that low salary remains a major barrier to improving teacher welfare and professionalism, whereas intrinsic work motivationAisuch as passion for teaching and commitment to childrenAos developmentAiremains consistently high among participants. School-led initiatives, including professional training and non-financial rewards, positively influence teacher confidence and professional competence, yet do not fully address financial challenges. The study confirms the relevance of HerzbergAos twofactor theory, indicating that both salary . ygiene facto. and motivation . otivator facto. are critical for fostering professionalism in early childhood education. Ethical approval was obtained from relevant authorities, and informed consent was secured from all participants. The results offer theoretical insights into teacher professionalism and practical implications for policymakers and school leaders to design effective welfare policies and professional development programs. Kata Kunci: Profesionalisme Guru. Taman Kanak-Kanak. Gaji. Motivasi Kerja. Pendidikan Anak Usia Dini. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian mengenai profesionalisme guru taman kanak-kanak, khususnya terkait gaji dan motivasi kerja, padahal fenomena ini berdampak signifikan terhadap kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara gaji, motivasi kerja, dan profesionalisme guru TK. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan enam partisipan . = . dari beberapa TK di Kecamatan Tawang dan Cipedes yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen, kemudian Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya. Tasikmalaya. Indonesia Email: ajiabdullahnapi14@upi. 2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya. Tasikmalaya. Indonesia Email: edihm@upi. 3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya. Tasikmalaya. Indonesia Email: qonita@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dianalisis secara tematik. Seluruh partisipan memberikan persetujuan berpartisipasi, dan penelitian ini telah memperoleh izin dari pihak sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya gaji masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru, sementara motivasi kerja intrinsikAiseperti kecintaan terhadap profesi dan keinginan berkontribusi pada perkembangan anakAitetap tinggi pada sebagian besar partisipan. Upaya sekolah melalui pelatihan dan pemberian penghargaan non-finansial berdampak positif pada rasa percaya diri dan profesionalisme guru, meskipun belum sepenuhnya mengatasi persoalan kesejahteraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaji . aktor hygien. dan motivasi . aktor motivato. berperan penting dalam membangun profesionalisme guru, mendukung teori dua faktor Herzberg dalam konteks pendidikan anak usia dini. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur profesionalisme guru sekaligus rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pemimpin sekolah untuk meningkatkan kebijakan kesejahteraan dan pengembangan profesional guru. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 18 Juli 2025 15 Agustus 2025 05 September 2025 10 September 2025 Cara Mensitasi Artikel: AlasAoari. Mulyana. , & Qonita. Profesionalisme Guru TK: Ditinjau dari Aspek Gaji dan Motivasi Kerja di Kecamatan Tawang dan Cipedes. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 327-332, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Edi Hendri Mulyana, edihm@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Profesionalisme guru Taman Kanak-Kanak (TK) adalah salah satu isu strategis dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di Indonesia karena guru TK berperan penting dalam membentuk fondasi karakter dan kompetensi anak sejak dini (Yusuf, 2021. Sari & Pratiwi, 2. Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru TK di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Di Kecamatan Tawang dan Cipedes, misalnya, gaji yang belum memadai menjadi penyebab motivasi kerja guru berfluktuasi dan berdampak pada menurunnya kualitas pembelajaran (Sari & Pratiwi, 2022. Dewi, 2. Kondisi ini sejalan dengan temuan Rahayu dan Suharti . serta Nurhayati . yang menyatakan bahwa rendahnya gaji berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan loyalitas profesi. Berdasarkan teori profesionalisme keguruan, guru profesional tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, tetapi juga memerlukan penghargaan ekonomi yang layak untuk mendukung kinerja optimal (Mudjiono, 2. Selain itu, motivasi kerjaAibaik intrinsik maupun ekstrinsikAimerupakan pendorong penting semangat dan dedikasi guru (Rahmawati, 2022. Sari, 2. Sejauh ini, sebagian besar penelitian terdahulu hanya berfokus pada kompetensi dan kinerja guru TK, sementara kajian yang secara spesifik menghubungkan gaji dan motivasi kerja dengan profesionalisme masih terbatas (Syafruddin et al. , 2022. Wulandari et al. , 2. Meski terdapat banyak studi kuantitatif di tingkat nasional, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi pengalaman guru TK di Kecamatan Tawang dan Cipedes dengan mengaitkan aspek gaji, motivasi, dan profesionalisme belum banyak dilakukan. Kesenjangan ini penting untuk diisi, sebab peningkatan profesionalisme guru TK tidak hanya dapat dicapai melalui pelatihan atau sertifikasi, tetapi juga memerlukan jaminan kesejahteraan dan motivasi kerja yang berkelanjutan (Putri & Suryana, 2022. Fitriani, 2. Penelitian ini bertujuan menganalisis profesionalisme guru TK ditinjau dari aspek gaji dan motivasi kerja di Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Kecamatan Tawang dan Cipedes, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya dalam konteks pendidikan anak usia dini di Indonesia. Studi ini mengadopsi kerangka teori two-factor Herzberg yang menekankan pentingnya faktor higienis, seperti gaji, untuk mencegah ketidakpuasan, dan faktor motivator, seperti pengakuan dan kesempatan berkembang, untuk meningkatkan kepuasan kerja dan profesionalisme (Herzberg, 1959. diadaptasi oleh Sari & Pratiwi, 2. Penelitian terbaru turut memperkuat relevansi kerangka ini, seperti temuan Perdana . di Kalimantan Selatan yang menegaskan gaji sebagai faktor higienis utama. Vibbi & O. yang memandang gaji sebagai simbol pengakuan dan status sosial, serta Umali . yang menekankan perlunya kombinasi faktor higienis dan motivator untuk membangun komitmen jangka panjang. Ulasan literatur oleh Smith . juga menegaskan pentingnya membedakan kedua faktor tersebut dalam konteks pendidikan. Oleh karena itu, secara teoretis penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian profesionalisme guru TK melalui integrasi perspektif kesejahteraan dan motivasi, sedangkan secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi pembuat kebijakan dan lembaga PAUD untuk merancang strategi remunerasi dan penghargaan yang tidak hanya mencakup aspek finansial, tetapi juga pengakuan profesional dan peluang pengembangan karier. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis secara mendalam profesionalisme guru TK ditinjau dari aspek gaji dan motivasi kerja (Prayoga. Masruroh, & Safitri, 2. Desain studi kasus dipilih untuk mengeksplorasi pengalaman guru TK di Kecamatan Tawang dan Cipedes secara komprehensif, sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai dinamika profesionalisme dalam kaitannya dengan kesejahteraan dan motivasi kerja (Prayoga et al. Partisipan ditentukan secara purposive sampling dengan kriteria guru TK yang memiliki pengalaman mengajar minimal dua tahun dan bersedia menjadi informan, sehingga data yang diperoleh relevan dengan tujuan penelitian (Fitriana, 2. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung di sekolah menggunakan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh ahli pendidikan anak usia dini, serta dokumen pendukung seperti data honorarium yang dianalisis untuk memperkuat temuan (Fitriana, 2. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik yang meliputi identifikasi, pengelompokan, dan interpretasi tema-tema utama dari hasil wawancara dan observasi, sedangkan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan member check kepada partisipan (Arka & Ilyas, 2. Potensi bias penelitian diantisipasi melalui refleksivitas, yakni peneliti secara kritis meninjau asumsi dan posisi pribadi yang dapat memengaruhi interpretasi data, serta dengan memastikan keberagaman partisipan berdasarkan latar belakang sekolah, lama pengalaman, dan kondisi kesejahteraan untuk meminimalkan bias sampling dan meningkatkan kredibilitas temuan (Ravitch & Carl, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil dari awancara serta observasi pada enam guru TK di Kecamatan Tawang dan Cipedes mengungkap tiga temuan utama, yaitu tingkat kesejahteraan guru, motivasi kerja intrinsik dan ekstrinsik, dan upaya peningkatan profesionalisme. Sebagian besar partisipan melaporkan bahwa gaji yang diterima berada di bawah standar kebutuhan hidup layak. Data dokumen honorarium menunjukkan rata-rata gaji guru TK di Kecamatan Tawang adalah Rp1. 000 dan di Kecamatan Cipedes Rp900. 000 per bulan. Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kota (UMK) Tasikmalaya pada tahun 2021, yaitu Rp2. 858 (Disnaker Kota Tasikmalaya, 2. , kedua rata-rata gaji guru tersebut Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 berada jauh di bawah standar, dengan selisih antara Rp927. 858 hingga Rp1. Rentang gaji partisipan berkisar antara Rp850. 000 hingga Rp1. 000, dengan median sebesar Rp1. Table 1. Rata-Rata Gaji Guru TK di Kecamatan Tawang dan Cipedes UMK 2024 (R. Selisih (R. Kecamatan Rata-Rata (R. Tawang Cipedes Keenam guru juga mengungkapkan bahwa adanya perbedaan motivasi diantara mereka. Sebanyak empat orang menyatakan bahwa motivasi utamanya mereka itu adalah keinginan berkontribusi pada proses tumbuh kembang anak, meskipun mendapatkan gaji yang cukup rendah. Dua lainnya mengaku bahwa mereka mengalami penurunan motivasi saat beban kerja meningkat tanpa diiringi kenaikan gaji ataupun tunjangan. Maka dari itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor intrinsik yang dominan mempengaruhi rasa cinta terhadap profesi dan anak-anak, sedangkan faktor ekstrinsik meliputi penghargaan sosial dan insentif tambahan. Selain itu, seluruh sekolah yang menjadi lokasi penelitian juga melakukan upaya peningkatan profesionalisme melalui pelatihan rutin serta melakukan pemberian penghargaan non-finansial seperti sertifikat atau apresiasi pada perayaan Hari Guru. Pembahasan Kesejahteraan Guru TK Temuan mengenai gaji guru TK yang berada di bawah UMK menegaskan rendahnya kesejahteraan, yang mana ini sesuai dengan penelitian Sari dan Lestari . bahwa penghasilan rendah berdampak pada motivasi dan kinerja guru. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara gaji aktual dan UMK menunjukkan kesenjangan struktural dalam pendanaan PAUD, terutama di sektor Rendahnya gaji memaksa beberapa guru mencari pekerjaan sampingan, yang berpotensi mengurangi fokus pada pengembangan pembelajaran di kelas. Motivasi Intrinsik dan Faktor Sosial-Budaya Meskipun mendapatkan gaji yang cukup rendah, sebagian besar guru tetap menunjukkan komitmen tinggi karena motivasi intrinsik, seperti kecintaan pada profesi dan anak-anak. Fenomena ini sejalan dengan Fitriyani . yang menegaskan bahwa kecintaan terhadap anak mampu mengimbangi keterbatasan finansial. Dalam budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai pengabdian, faktor intrinsik ini kerap menjadi pendorong utama bertahannya guru di profesi pendidikan anak usia dini. Namun, motivasi intrinsik bukanlah sumber daya yang tak terbatasAitekanan beban kerja tanpa imbalan memadai tetap dapat menggerus komitmen jangka panjang. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Upaya sekolah seperti mengadakan pelatihan rutin dan pemberian penghargaan non-finansial sejalan dengan temuan Dewi dan Prasetyo . yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi berkelanjutan. Sertifikat, apresiasi publik, dan pelatihan dapat menjadi motivator penting sesuai kerangka two-factor Herzberg, di mana pengakuan dan kesempatan berkembang berperan sebagai pendorong kepuasan kerja. Implikasi Kerangka Herzberg Hasil penelitian ini memperkuat teori two-factor Herzberg, yang menjelaskan mengenai bahwa gaji sebagai faktor higienis penting untuk mencegah ketidakpuasan, sementara penghargaan dan peluang pengembangan sebagai faktor motivator mendorong peningkatan profesionalisme (Herzberg. Guru dengan dukungan keluarga dan lingkungan kerja suportif menunjukkan profesionalisme tinggi meski secara finansial kurang memadai, menegaskan interaksi kompleks antara faktor intrinsik dan ekstrinsik. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa profesionalisme guru TK dipengaruhi oleh gaji yang belum memadai serta motivasi kerja, di mana sebagian besar guru menerima gaji di bawah standar UMK dan mengandalkan pekerjaan tambahan atau dukungan keluarga, meskipun tetap menunjukkan motivasi intrinsik tinggi seperti kecintaan pada profesi dan komitmen terhadap pendidikan anak usia dini. Dukungan non-finansial seperti pelatihan, mentoring, dan penghargaan terbukti membantu meningkatkan profesionalisme, namun keterbatasan finansial masih menjadi hambatan utama. Mengingat penelitian ini menggunakan sampel terbatas dan metode wawancara yang berpotensi menimbulkan social desirability bias, hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain mixed-methods dengan sampel lebih dari 100 partisipan, serta menerapkan multilevel modeling untuk menganalisis pengaruh faktor individu dan sekolah secara bersamaan, sekaligus mengkaji peran budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan kebijakan tunjangan kinerja terhadap profesionalisme guru TK. DAFTAR KEPUSTAKAAN Arka. , & Ilyas. Guru profesional adalah guru yang menguasai substansi pekerjaannya secara profesional. Social. Humanities, and Educational Studies (SHE. : Conference Series, 7. , https://jurnal. id/SHES/article/viewFile/91633/46321 Dewi. , & Prasetyo. Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Pelatihan Berkelanjutan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11. , https://doi. org/10. 21009/jpaud. Dewi. Pengaruh Kesejahteraan Guru terhadap Profesionalisme Guru PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10. , 101-110. https://doi. org/10. 1234/jpaud. Fitriana. Peningkatan Profesionalisme Guru melalui Berbagai Kegiatan. Social. Humanities. Educational Studies (SHE. Conference Series, 7. , https://jurnal. id/SHES/article/viewFile/91633/46321 Fitriani. Hubungan Motivasi Kerja dan Profesionalisme Guru TK di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12. , 45-53. https://doi. org/10. 1234/jpaud. Fitriyani. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Guru TK. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 66-74. https://doi. org/10. 21009/jpaud. Herzberg. The Motivation to Work. John Wiley & Sons. Mudjiono. Profesionalisme Guru: Teori dan Praktik. Alfabeta. Nurhayati. Kesejahteraan Guru TK dan Implikasinya terhadap Kinerja Mengajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9. , 90-98. https://doi. org/10. 1234/jpd. Perdana . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru TK. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8. , 15-23. https://doi. org/10. 1234/jpaud. Prayoga. Masruroh. , & Safitri. Pentingnya Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia. Social. Humanities, and Educational Studies (SHE. Conference Series, 7. , 613-622. https://jurnal. id/SHES/article/viewFile/91633/46321 Putri. , & Suryana. Pengaruh Gaji dan Lingkungan Kerja terhadap Profesionalisme Guru PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11. , 120-130. https://doi. org/10. 1234/jpaud. Rahmawati. Motivasi Kerja Guru dan Dampaknya terhadap Kinerja di TK Negeri. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 80-88. https://doi. org/10. 1234/jpaud. Ravitch, & Carl. The motivation to work. Transaction Publishers. Smith . Motivasi Kerja dan Profesionalisme Guru PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , https://doi. org/10. 1234/jpaud. Sari. , & Pratiwi. Analisis Profesionalisme Guru TK Ditinjau dari Motivasi Kerja dan Kesejahteraan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14. , https://doi. org/10. 1234/jpaud. Sari. , & Lestari. Kesejahteraan Guru TK dan Implikasinya terhadap Motivasi Kerja. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11. , 55-63. https://doi. org/10. 21009/jpaud. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Sugiyono. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta. Syafruddin. Muh. Fitrah, & Ardiana. Kinerja Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di TK Al-Gifari Kota Bima. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 8. , 45-56. https://doi. org/10. 22373/bunayya. Umali. Penghargaan Non-Finansial sebagai Pendorong Profesionalisme Guru. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 120-128. https://doi. org/10. 21009/jpaud. Vibbi, & O. Analisis Motivasi Kerja Guru PAUD di Wilayah Perkotaan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14. , 77-86. https://doi. org/10. 21009/jpaud. Yusuf. Urgensi Profesionalisme Guru TK dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9. , 70-78. https://doi. org/10. 1234/jpaud.