Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . Pengembangan Media Pembelajaran Kantong Literasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar JamaAoah1. Angga Putra2. Khaerunnisyah3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: jamaahyakub120575@gmail. com, stkipangga@gmail. com, khaerunnisyah07@gmail. Article Info Article History Received: 2023-12-11 Revised: 2024-01-20 Published: 2024-01-30 Keywords: Media. Pocket. Literacy. Result. Learn. Artikel Info Sejarah Artikel Diterima: 2023-12-11 Direvisi: 2024-01-20 Dipublikasi: 2024-01-30 Kata kunci: Media. Kantong. Literasi. Hasil. Belajar. Abstract Literacy pocket learning media is a tool used to facilitate students in the learning process, the material contains the Theme seven events in Life, sub-themes three events filling independence by appreciating the services of heroes, the diversity of regional art and telling about the struggles of parents as a form of implementing values heroism and wrote down the arrangement of flag ceremony activities for fifth grade students at SDN 12 Dompu. The research method used is the 4-D model which consists of four stages, namely the Define. Design. Development, and Disseminate development models. The results of the recapitulation of the validity of literacy learning media are 83% in the "very valid" The results of the practicality recapitulation of literacy bag media are 88. 75% in the "very practical" category. The results of the recapitulation of students' cognitive learning with a classical completeness score of 86%, student affective learning outcomes test, there are 8 students who are in the "very good" category with a percentage of 57%, 4 students who are in the "good" category with a percentage of 28%, 2 students students who are in the "good enough" category with a percentage of 15%, psychomotor learning outcomes, it is known that there are 6 students who are in the "very good" category with a percentage of 43% and 5 students who are in the "good" category with a percentage of 36%, 3 students are in the "good enough" category with a percentage of 21%. Abstrak Media pembelajaran kantong literasi merupakan alat bantu yang digunakan untuk memudahkan siswa dalam proses pembelajaran, materi memuat Tema 7 peristiwa dalam Kehidupan subtema 3 peristiwa mengisi kemerdekaan dengan cara menghargai jasa para pahlawan, keberagaman seni rupa daerah dan menceritakan perjuangan orang tua sebagai wujud penerapan nilai-nilai kepahlawanan serta menuliskan susunan kegiatan upacara bendera untuk siswa kelas V SDN 12 Dompu. Metode penelitian yang digunakan adalah model 4-D yang terdiri atas empat tahap yaitu model Define (Pendefinisia. Design (Rancanga. Development (Pengembanga. Disseminate (Penyebarluasa. Hasil rekapitulasi kevalidan media pembelajaran kantong literasi yaitu 83% dengan kategori Ausangat validAy. Hasil rekapitulasi kepraktisan media kantong literasi yaitu 88,75% dengan kategori Ausangat praktisAy. Hasil rekapitulasi belajar kognitif siswa dengan nilai ketuntasan klasikal 86%, tes hasil belajar afektif siswa, terdapat 8 orang siswa yang termaksud kategori Aubaik sekaliAy dengan presentase 57%, 4 orang siswa yang termaksud kategori AubaikAy dengan presentase 28%, 2 orang siswa yang termaksud kategori Aucukup baikAy dengan presentase 15%, hasil belajar psikomotorik, diketahui bahwa hasil psikomotor siswa terdapat 6 orang siswa termaksud kategori Aubaik sekaliAy dengan presentase 43% dan 5 orang siswa termaksud kategori AubaikAy dengan presentase 36%, 3 orang siswa termaksud kategori Aucukup baikAu dengan presentase 21%. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muda dalam menyambut dan menghadapi perkembangan zaman di era global. Maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan meningkatnya kualitas sumber Perkembangan berdampak pada bidang pendidikan. Proses pembelajaran tidak terlepas dari media, metode, dan hasil belajar. http://journal. org/index. php/jekas Media pembelajaran merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Penerapan media pembelajaran dapat menumbuhkan minat belajar siswa untuk belajar hal baru dari materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga dapat dengan mudah dipahami. Media pembelajaran yang menarik dapat menjadi rangsangan bagi siswa dalam proses pembelajaran (Nurrita, 2018: Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada hari Senin tanggal 1 November 2022 di SD Negeri 12 Dompu ketersediaan media menjadi salah satu yang dihadapi oleh guru kelas V SDN 12 Dompu terlihat pada saat proses belajar mengajar menggunakan sumber belajar buku dan media pembelajaran yang belum banyak tersedia serta belum pernah menggunakan media pembelajaran kantong Dalam pengajarannya menggunakan kurikulum K13 dalam proses pembelajaran, dengan jumlah siswa sebanyak 14 orang. Solusi yang dihadirkan oleh peneliti yaitu dengan mengembangkan media kantong literasi untuk diterapkan disekolah tersebut. Penelitian lainnya yaitu dilakukan oleh Wahyu nur hidayah . pengembangan media kantong literasi pada pembelajaran tematik tema 6 subtema 3 kelas 3 SDN lowokwaru 2 malang yang dikembangkan dikategorikan sangat menarik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran kantong literasi pada pembelajaran tematik untuk kelas 3 SDN. Adapun kesamaan sama-sama menggunakan kantong literasi, yang menjadi pembeda penelitian dengan peneliti adalah bentuk dari medianya dan model untuk media yang berbentuk media visual 3 dimensi pada umumnya dengan menggunakan kain flanel sebagai alas dan juga sebagai kantong yang ditempel langsung ke dinding kelas serta Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang memiliki lima tahapan dalam penelitian antara lain analysis . , design . , development . , implemention . , dan evaluation . sedangkan peneliti sekarang adalah media visual 3 dimensi yang secara fisik menggunakan papan Styrofoam sebagai alas dan botol bekas sebagai pengganti kantong yang dilapisi dengan kain sutra tidak ditempel di dinding melainkan hanya digantung didepan kelas ketika pembelajaran dilakukan, penelitian ini menggunakan Model 4-D yang terdiri atas empat tahap yaitu model pengembangan Define . Design . Development . , dan Disseminate . Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Putri handayani . tentang pengembangan media pakali (Kantong literas. dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V MI al huda gumukmas jember tahun pelajaran 2021/2022. Hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan presentase yang didapat dari ahli media dan ahli materi dikategorikan sangat valid. Pada penelitianpenelitian sebelumnya bahwa media kantong literasi bisa mempengaruhi keefektifan belajar serta kesamaan penelitian putri dengan peneliti adalah sama-sama melakukan penelitian menggunakan media kantong literasi. Adapun yang menjadi penelitian sekarang yaitu membuat papan dari http://journal. org/index. php/jekas kardus yang dilapisi oleh kertas minyak kemudian kantongnya hanya disediakan satu buah berukuran sedang kemudian siswa mengisi kantong tersebut setelah mendapat arahan serta bimbingan dari Sedangkan kantongnya tersedia 12 buah sesuai dengan jumlah siswa/siswi yang ada dalam kelas V. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah AuperantaraAy. Menurut Gorlach & Ely . alam Arsyad 2017: . bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau Artinnya bahwa guru, buku teks, lingkungan sekolah dan berbagai sesuatu yang menunjang terjadinya proses pembelajaran merupakan media. Secaraa lebih khusus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat baik itu berupa gambar, bendabenda, suara maupun video. Hamalik dalam buku Arsyad . menyatakan bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat membangkitkan minat, hasrat, motivasi dan mendatangkan pengaruh psikologis yang baru terhadap siswa. Lebih lanjut Daryanto, . menyatakan bahwa media merupakan sebagai perantara atau pengantar terjadinnya komunikasi dari pengirim menuju ke penerima. Batasan mengenai pengertian media dalam pendidikan yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Hal pertama yang harus dilakukan guru saat ingin menggunakan media dalam proses belajar mengajar secara efektif dan efisien adalah mencari, menemukan, perkembangan belajar siswa, menarik minat serta terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Fungsi media pembelajaran menurut Hamalik dalam Arsyad . mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan ransangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap Manfaat media pembelajaran dalam Proses pembelajaran adalah dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa lebih efektif dan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Selain itu, media pembelajaran memiliki manfaat sebagai alat bantu mengajar supaya lebih bervariasi, tidak sematamata komunikasi verbal melalui penuturan katakata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan serta guru tidak kehabisan tenaga dalam menjelaskan materi pembelajaran. Media Pembelajaran Kantong Literasi. Media ini diharapkan mampu memudahkan peserta didik dalam memahami materi dan menumbuhkan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . antusias peserta didik dalam proses pembelajaran. Media kantong literasi adalah media pembelajaran tematik yang merupakan media visual berupa papan berkantong. Kelebihan dari media ini diantaranya, media ini termasuk media pembelajaran yang mudah dibuat dan menggunakan bahan yang mudah didapatkan. Media kantong literasi dibuat dengan menggunakan papan triplek/kardus sebagai bahan dasar, lem perekat, kotak segiempat/kain flannel untuk kantong warnawarni di dalamnya berisi tentang materi pelajaran. Media berfungsi . Memperkuat nilai kepribadian dengan membaca dan menulis . Dapat mengembangkan dan menumbuhkan budi pekerti yang baik. Memberikan penilaian kritis pada karya tulis seseorang. Dapat mengembangkan dan menumbuhkan budaya literasi di sekolah maupun masyarakat. Mengisi waktu dengan literasi agar lebih berguna. Dapat meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dengan cara membaca segala macam informasi yang bermanfaat. Dapat meningkatkan pemahaman seseorang dalam mengambil intisari dari suatu bacaan. Manfaat media kantong literasi yaitu melatih dalam hal menulis serta juga merangkai kata yang bermakna. Menambah kosa kata. Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang. Mengoptimalkan kerja otak. Mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca. Melatih kemampuan berpikir dan menganalisa. Menambah wawasan dan informasi mengembangkan kemampuan verbal, meningkatkan kemampuan siswa. Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan di atas peneliti berpendapat. Menurut peneliti kebutuhan guru di kelas V yaitu menampilkan media atau alat bantu untuk mempermudah belajar siswa, maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan media kantong literasi sebagai alat bantu siswa untuk mempermudah saat mengikuti pembelajaran. penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran kantong literasi untuk menigkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 12 Dompu yang berkualitas baik. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu model (Defin. , perancangan (Desig. , pengembangan . , dan peneyebaran (Disseminat. Model 4-D merupakan salah satu model desain pembelajaran sistematik menurut Thiagarajan (Trianto, 2017:. peneliti menggunakan model 4-D bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Kantong literasi dengan materi peristiwa dalam kehidupan terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 12 Dompu yang berkualitas baik yaitu valid, efektif dan praktis. http://journal. org/index. php/jekas i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Validitas Media Rekapitulasi hasil validasi instrumen oleh dua ahli media digambarkan pada tabel Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Validasi II Ahli Media Penilaian Skor Skor Ideal Kategori Ahli Media I Sangat Valid Ahli Media II Sangat Valid Sangat Valid Hasil Akhir Berdasarkan tabel di atas bahwa rekapitulasi hasil validasi instrumen oleh dua ahli media dapat disimpulkan secara keseluruhan hasil validasi media kantong literasi adalah 83% dengan kategori sangat Dengan ini media layak diujicobakan. Hasil Observasi Kepraktisan Media Rekapitulasi hasil observasi kepraktisan oleh II observer dapat disimpulkan secara kepraktisan media pembelajaran kantong literasi dari kedua observer adalah 88,75% dengan kategori sangat praktis. Dengan ini media kantong literasi praktis digunakan pembelajaran pada tema 7 peristiwa dalam kehidupan sub tema 3 peristiwa mengisi Keefektifan Media Pembelajaran Kantong Literasi Hasil belajar kognitif Media pembelajaran kantong literasi dikatakan efektif jika nilai rata-rata skor tes hasil belajar kognitif siswa memenuhi ketuntasan klasikal, yaitu 75% dari seluruh siswa mendapatkan skor lebih besar atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ketuntasan individu dapat tercapai apabila hasil belajar siswa mencapai Ou 75 ketuntasan klasikal dapat dicapai jika 75% dari jumlah siswa dikelas telah mencapai skor Ou 75. Hasil tes belajar siswa halaman 54, penilaian hasil belajar kognitif siswa kelas V dengan rician 12 orang siswa yang tuntas, 2 orang siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), 12 orang siswa dengan nilai Berdasarkan rumus ketuntasan klasikal yang digunakan, disimpulkan ratarata tes hasil belajar siswa adalah 85,71%. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . Sehingga memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan sekolah, yaitu 75% siswa mendapat skor lebih besar atau sama dengan KKM. Afektif Rekapitulasi data penilaian afektif siswa dapat diketahui terdapat 8 siswa yang termaksud baik sekali dengan presentase 57% yaitu siswa yang berani tampil didepan kelas dengan percaya diri, tanggung jawab atas pertanyaan yang diambil dari kantong literasi sesuai dengan materi dan dapat menjawabnya dengan sangat baik dan benar. Terdapat 4 orang siswa yang termaksud kategori baik dengan presentase 28% yaitu siswa yang berani tampil didepan kelas dengan percaya diri, tanggung jawab atas pertanyaan dan harus menjawab sesuai disediakan terdapat 2 siswa yang termaksud kategori cukup baik dengan presentase 15% yaitu siswa yang berani tampil didepan kelas dengan percaya diri, tanggung jawab atas pertanyaan yang telah siapkan oleh guru dan menghargai setiap pertanyaan yang diperoleh. Psikomotorik Rekapitulasi data penilaian psikomotor siswa dapat diketahui bahwa terdapat 6 siswa yang termaksud kategori baik sekali dengan presentase 43% terdapat 5 siswa yang termaksud kategori baik dengan presentase 36%, serta terdapat 3 siswa yang termaksud kategori perlu bimbingan dengan presentase 21%. Pembahasan Menurut Nieveen . alam Rochmad, 2. kevalidan suatu perangkat pembelajaran dapat merujuk pada dua hal, yaitu apakah perangkat teoritiknya serta terdapat konsistensi internal pada setiap komponennya. Hasil validasi yang dilakukan dua ahli media didapatkan hasil presentase ahli media pertama sebesar 82% (Sangat Vali. , ahli media kedua 84% (Sangat Vali. Hasil rekapitulasi dari dua ahli tersebut adalah 83% dengan kategori sangat valid. Selain itu diberikan masukan oleh ahli media pertama adalah dengan menambahkan alas berupa triplex agar media lebih tahan lama sedangkan saran dari ahli media kedua bahwa pemberian warna yang cerah terhadap media mampu menarik perhatian siswa. Nieveen . alam Rochmad, 2. mengemukakan bahwa kepraktisan suatu perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dilihat dari tingkat kemudahan dan keterbantuan dalam Hasil observasi kepraktisan yang dilakukan dengan uji coba 14 siswa kelas V SDN 12 http://journal. org/index. php/jekas Dompu. Tahap uji coba dilakukan selama 6JP . X pertemua. pada mata pelajaran PPKN. Bahasa dan Sbdp pada tema 7 peristiwa dalam kehidupan sub tema 3 peristiwa mengisi kemerdekaan. Kegiatan pembelajaran menggunakan media kantong literasi, ketika proses pembelajaran berlangsung wali kelas dan guru pendamping yang sebagai observer mengisi lembar observasi kepraktisan media kantong literasi. Berdasarkan hasil observasi kepraktisan yang dilakukan oleh kedua observer bahwa, yang pertama mendapatkan 87,5% (Sangat Prakti. sedangkan observer kedua dengan presentase 90% dengan kategori sangat praktis. Hamzah B. Uno . menyatakan bahwa keefektifan proses pembelajaran diukur dengan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil keefektifan media pembelajaran kantong literasi, diperoleh setelah pengimlementasian media untuk mengetahui tingkat keefektifan media pembelajaran kantong literasi. Untuk mengetahui tingkat yaitu dengan melakukan tes akhir . , tes pertama adalah tes kognitif untuk mendapatkan hasil belajar siswa dengan nilai ketuntasan klasikal 86% sehingga memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu 75% siswa mendapatkan skor lebih besar atau sama dengan KKM . Tes kedua yaitu afektif diperoleh 8 orang siswa yang termaksud kategori sangat berkembang dengan presentase 70%, 4 siswa yang termaksud kategori berkembang sesuai harapan dengan presentase 20%, dan 2 orang siswa yang termaksud kategori mulai berkembang dengan presentase 10%. Tes ketiga psikomotorik diperoleh 6 orang siswa yang termaksud kategori sangat berkembang dengan presentase 50%, 5 orang siswa yang termaksud kategori berkembang sesuai harapan dengan presentase 35%, dan 3 orang siswa yang termaksud kategori mulai berkembang dengan presentase 15%. Berdasarkan pemaparan diatas, menunjukan bahwa media pembelajaran kantong literasi layak digunakan pada proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini didukung oleh penelitian Putri handayani . tentang pengembangan media pakali (Kantong literas. dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V MI al huda gumukmas jember tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media kantong literasi telah memenuhi kategori layak menurut hasil kevalidan, kepraktisan dan keefektifan presentase yang didapat dari ahli media dan ahli materi dikategorikan sangat valid. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dari penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelajaran yang disajikan dengan media pembelajaran katong literasi akan lebih jelas, lengkap dan menarik minat siswa. Dengan media ini dapat membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton, tidak membosankan, dan guru dapat mengatur kelas Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . sehingga bukan guru saja yang aktif tetapi juga IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan yang dilakukan dalam penelitian yaitu menghasilkan satu produk yaitu media pembelajaran kantong literasi pada pembelajaran PPKN. Bahasa Indonesia dan Sbdp tema 7 peristiwa dalam kehidupan sub tema 3 peristiwa mengisi kemerdekaan meliputi pembelajaran menggunakan sistem belajar sambil bermain dengan lempar bola sambil bernyanyi kalau guru bilang stop maka siswa tersebut yang akan maju dan mengambil pertanyaan dari kantong literasi dan menjawabnya sesuai dengan pertanyaan yang diambil. Hasil validasi pengembangan media kantong literasi oleh dua ahli media adalah 83% dengan kategori sangat Pada hasil observasi kepraktisan oleh kedua observer adalah presentase 88,7% dikategori sangat praktis. Sedangkan media memenuhi tes yang diberikan, tes kognitif yaitu untuk mendapatkan hasil belajar siswa dengan nilai ketuntasan klasikal 86% sehingga memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan disekolah, yaitu 75% siswa mendapatkan skor lebih besar atau sama dengan KKM . Saran