https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Budaya Janur Kuning Dalam Pernikahan di Indonesia dalam Konteks Makna Kehidupan Christina Ariani1 Dosen PGMI STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan Email: christinaariani@stitmakrifatulilmi. Abstrak Jurnal ini bertujuan untuk membahas berkenaan dengan budaya Janur Kuning di Indonesia dalam konteks makna kehidupan. Janur kuning ini paling sering ditemui pada masyarakat di daerah Jawa dan Bali. Biasanya penggunaannya pada upacara adat pernikahan, upacara keagamaan. Untuk memahami tentang penggunaan atau budaya janur kuning ini, peneliti membahas penjelasan-penjelasan berdasarkan data dari beberapa sumber referensi yang ada seperti artikel, jurnal, dan juga diperkuat dengan dari penelitian terdahulu yang mendukung terkait budaya tersebut. Dengan demikian sebagai masyarakat Indonesia kita dapat memahami tentang keberagaman mengenai budaya janur kuning yang tetap dilestarikan oleh masyarakat Indonesia turun-temurun dari orang-orang terdahulu hingga di zaman yang modern. Masyarakat mengetahui bahwa setiap budaya yang ada di Indonesia kental dengan filosofis serta makna yang tersirat didalamnya yang biasanya berkaitan dengan Kata kunci: budaya, janur kuning. Indonesia Abstract This journal aims to discuss the Janur Kuning culture in Indonesia in the context of the meaning of life. Janur kuning is most often found in people in Java and Bali. Usually its use in traditional wedding ceremonies, religious ceremonies. To understand the use or culture of this janur kuning, the researcher discusses explanations based on data from several existing reference sources such as articles, journals, and is also strengthened by previous research that supports this culture. Thus, as Indonesian people, we can understand the diversity of the janur kuning culture which has been preserved by Indonesian people from generation to generation to modern times. The community knows that every culture in Indonesia is thick with philosophy andthe meaning implied in it which is usually related to life. Keywords: culture, coconut leaves. Indonesia PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu bangsa dengan kemajemukan budaya di tengah masyarakatnya (Syarif, 2. Keberagaman ini membentanng mulai dari Sabang sampai Merauke dengan semua keunikannya. Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya masingmasing sesuai dengan kebiasaan masyarakat di daerah setempat. Kebudayaan yang ada di Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 51 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 Indonesia menunjukkan bahwa masyarakatnya masih sangat kental dan menjaga budaya turuntemurun yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Budaya yang menyebar di tengah masyarakat tidak hanya sekedar budaya belaka tanpa makna. Setiap budaya tersebut kaya dengan makna dan simbol (Mahesatu, 2. Maksudnya di sini dari budaya tersebut bisa menjadi jembatan dalam menyampaikan pesan-pesan tersirat yang ditujukan kepada masyarakat seperti norma-norma dalam kehidupan. Penuh akan simbol. Maksudnya budaya-budaya yang ada di Indonesia mempunyai simbol-simnbol tertentu dengan arti tersendiri sesuai dengan konteks kehidupan. Berbicara mengenai budaya yang ada di Indonesia berarti kita melihat bagaimana disetiapdaerah itu memiliki kearifan lokal masyarakatnya. Di Indonesia ini terdapat dua daerah yang termasuk kental dengan budaya yang masih sangat mereka lestarikan yaitu Jawa dan Bali. Di daerah ini biasanya dalam memperingati hari-hari besar dan sakral terdapat budaya janur kuning. Budaya ini tidak hanya sebagai simbol namun juga memiliki makna tersendiri yang ingin di sampaikan. Janur kuning ini biasanya sering ditemukan pada upacara pernikahan. Janur kuning biasanya diletakkan di depan gang atau jalan sebagai penanda bahwa di tempat tersebut sedang berlangsung upacara pernikahan. Namun seiring berkembangnya zaman janur kuning tidak hanya digunakan pada upacara pernikahan namun ada juga dalam upacara adat lainnya, ada juga yang menggunakan janur saat perayaan tertentu. Bentuk janur kuning dalam budaya Indonesia sangat beragam. Bentuk janur kuning tidak mutlak sama namun beragam disesuaikan dengan kegiatan yang dilaksanakan. Pemilihan bentuk janur kuning tidak hanya sebagai hiasan tetapi setiap bentuknya memiliki makna Hal ini menunjukkan betapa budaya Indonesia dipenuhi dengan makna tersirat yang mendalam dan makna tersebut bisa dikatakan sebagai doa yang dipanjatkan sebagai harapan untuk kebaikan dalam kehidupan ini. Dengan demikian jurnal ini akan membahas tentang apa hakikat sebenarnya janur kuning itu?, bagimana sejarah jaunur kuning di Indonesia?, bagaimana penggunaan janur kuning dikalangan masyarakat?, dan bagaimana makna yang tersirat yang pada janur kuning Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 52 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 LANDASAN TEORI Secara istilah kata janur berasal dari bahasa Arab yang artinya cayaha dari surga sedangkan kata kuning diambil dari bahasa jawa yang berarti suci (Millen, 2. Janur kuning sendiri merupakan daun muda dari beberapa jenis tumbuhan terutama palma besar, terutama kelapa enau dan rumbia yang biasanya dirangkai menjadi untaian menjulang keatas menyerupai umbul-umbul. Namun seiring berjalannya waktu janur kuning dikreasikan menjadi aneka bentuk rangkaian seperti bunga tangan dan perhiasan. Dalam tradisi Jawa janur dianggap sebagai simbol kebahagiaan yang diolah menjadi beragam bentuk dan fungsi. Pada tradisi pernikahan adat Jawa, janur dirangkai menjadi kembar mayang yang dipajang di pelaminan. Kreasi itu menyimbolkan penyatuan dua individu dalam wadah rumah tangga, sementara warna keputihan pada janur diharapakan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang diantara mempelai dapat selalu muda laksana janur. Sementara di daerah Bali rangkaian janur yang disebut penjor ini lebih dominan digunakan sebagai alat dalam upacara adat penduduk setempat. Penjor biasanya dirangkai dalam berbagai bentuk dan umumnya berupa umbul-umbul yang diikat pada sebuah bambu panjang yang dipasang di tepi jalan. Penjor dijadikan sebagai simbol untuk mengungkapkan syukur atas anugerah Tuhan. Janur secara filosofi bermakna sebuah pengharapan dari orang yang memiliki acara hidupnya akan bersinar sama seperti arti yang terkandung didalam janur. Sedangkan kuning mengandung filosofi pengharapan setiap yang dikatakan berasal dari hati dan jiwa yang bening serta akan terwujud. Jadi bila janur kuning disatukan maka memiliki filosofi sebuah isyarat pengharapan yang tinggi dari hati yang suci untuk mendapatkan cahaya Tuhan, agar segala tindakan serta aktivitas yang dilakukan berjalan dengan baik dan berakhir pada METODE PENELITIAN Metode penelitian pada jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan studi literatur sebagai metode penelitian yang digunakan berupa jurnal, buku, artikel, serta website untuk mendukung data terkait topik pembahasan. Pendekatan kualitatif ialah pengamatan yang mendalam cenderung menganalisis suatu hal yang menjadi sasaran atau tujuan (Yudi Marihot. Sapta Sari, 2. Sedangkan studi literatur merupakan sebuah cara Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 53 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mencari sumber-sumber kajian sebagai pustaka kajian dalam penelitian. Berangkat dari hal itu, peneliti ingin melihat secara deskriptif apa hakikat sebenarnya janur kuning itu?, bagaimana sejarah janur kuning di Indonesia?, bagaimana penggunaan janur kuning dikalangan masyarakat?, dan bagaimana makna yang tersirat pada janur kuning itu?. Sehingga mampu menyikapi keberagaman budaya yang ada di Indonesia dan mampu memposisikan diri sebagai masyarakat yang mampu hidup berdekatan dan menghormati setiap Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengindentifikasi dan menganalisis literatur yang telah dikaji sebelumnya di tambah dengan bacaan ilmiah lainya, lalu setelah diperoleh dan dianalisis dan akhirnya disimpulkan. Lalu kemudian jurnal penelitian ini dilengkapi juga dengan teknik keabsahan data berupa triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekkan atau sebagai pembanding antar sumber referensi, teori dan data yang PEMBAHASAN Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia penggunaan janur kuning pada seputar upacara adat tertentu namun yang paling sering pada upacara pernikahan, tetapi sebagian ada juga pada upacara keagamaan. Janur merupakan daun kelapa muda yang berwarna kuning dan dapat dibentuk sedemikian rupa. Selain itu juga sebagai gerbang untuk memasuki resepsi Asal kata Janur berasal dari bahasa Jawa yang mengambil unsur serapan bahasa Arab, yakni "Sejatining Nur" yang artinya sejatinya cahaya, cahaya Illahi, cahaya sejati, dan penerangan yang bermakna mencapai tujuan yaitu menggapai cahaya Illahi (Tradaya, 2. Sementara kata Kuning bermakna sabda dadi, yang artinya berharap semua keinginan dan harapan dari hati atau jiwa yang bersih dan tulus akan terwujud (Daryanti & Nurjannah, 2. Dengan begitu maknanya agar pernikahan tersebut mendapatkan cahaya atau pencerahan untuk rumah tangga yang baru dan bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan cahaya dari Tuhan Yang Maha Esa. Janur Kuning juga dimaksudkan untuk menandai adanya acara AuNgantenAy atau acara pernikahan, selain itu juga dipercaya dapat menyingkirkan hal-hal Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 54 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 yang tidak diinginkan terjadi. Janur kuning dalam tradisi Jawa dianggap sebagai simbol kebahagiaan ini diolah menjadi beragam bentuk dan fungsi (Widiyastuti, 2. Selain dibentuk bulat semacam bokor dan umbul-umbul yang berfungsi sebagai penanda atau petunjuk, janur juga dirangkai menjadi kembar mayang . epasang hiasan dekoratif yang dipajang di pelamina. Dalam upacara pernikahan adat Jawa, kembar mayang digunakan sejak prosesi midodareni sampai prosesi Hiasan dekoratif ini pun menjadi simbol penyatuan dua individu dalam wadah rumah Sementara warna keputihan pada janur diharapkan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang diantara mempelai dapat selalu muda laksana sebuah janur. Ada beberapa macam bentuk janur kuning yang digunakan dalam upacara pernikahan dikalangan masyarakat Indonesia antara lain: Kembar Mayang Dalam tradisi pernikahan adat Jawa, janur dirangkai menjadi kembar mayang yang dipajang di pelaminan. Kembar mayang dibuat sebanyak dua buah yang sejenis, sesuai dengan Bagian-bagian yang terdapat pada kembar mayang diantaranya tatakan, awak, dan mahkota. Kembar mayang tersebut menyimbolkan penyatuan perasaan hati, pikiran, dan perbuatan dua individu dalam wadah rumah tangga (Rohmatun, 2. Sementara warna keputihan pada janur diharapkan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang di antara mempelai selalu muda dan bersemi laksana sebuah janur. Salah satu teknik yang dipakai untuk melengkapi bentuk kembar mayang adalah menggunakan teknik gembung, yang merupakan teknik baru dengan bentuk lebih besar di bagian bawah, makin ke atas makin mengecil. Gembung ini sebagai simbolisasi yang memiliki makna penyembahan terhadap Sang Pencipta. Mayang Sari atau Gagar Mayang Hiasan janur yang satu ini biasanya ditempatkan di samping kanan dan kiri kursi Mayang sari tingginya kira-kira 180 cm, jumlahnya 2 buah, bentuknya boleh sama atau berbeda tergantung selera si pembuat. Bagian-bagiannya sendiri terdiri dari mahkota . ipas, buah-buahan dan bung. , badan bagian atas, badan bagian bawah dan tatakan. Pada bagian ujungatasnya dihias dengan buah-buahan atau bunga hidup. Berangkat dari hal itu pada budaya Jawa, janur kuning memang dikenal memiliki peran yang sangat penting dalam setiap hajatan terutama pernikahan, bahwa tradisi janur kuning Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 55 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 merupakan ciri khas budaya Jawa yang tidak bisa ditinggalkan, bukan hanya pernikahan, tetapi juga hajatan-hajatan lain. Dalam pernikahan dikenal dengan nama tarub. Mengapa tidak diganti dengan daun-daun lain seperti Pohon Beringin pada lambang Pancasila, karena janur kuning berasal dari tunas kelapa yang memiliki makna disetiap bagiannya. Mulai dari akarnya yang dapat dijadikan sebagai ramuan obat-obatan, batangnya yang berguna sebagai dinding atau bahan bangunan lainnya, buahnya yang bukan cuma untuk dimakan, tetapi air juga sebagai penawar rajun, pelepahnya dapat dijadikan sebagai kayu bakar, kemudian daunnya yang banyak digunakan sebagai tarub atau gerbang pada pernikahan, dan juga kembar mayang yang digunakan sebagai pengiring manten. Dalam membuat janur kuning diperlukan teknis khusus agar perlambang itu indah dilihat, setidaknya ada tiga teknik utama dalam membuat rangkaian janur, yakni dengan cara melipat, mengiris atau memotong, serta menganyam. Namun dengan adanya kemajuan zaman, teknik khusus tersebut kemudian dikembangkan sehingga lahirlah inovasi baru kekinian. , yaitu memadukan teknik tradisional janur pada rangkaian bunga tren masa kini. Meski begitu, pembuatan daun pada janur kuning ini juga tidak diperbolehkan menggunting, sebab masyarakat Jawa mempercayai janur dengan rangkaian tersebut akan membuat mempelai mampu menghadapi segala persoalan hidup (Wisanggeni, 2. Di Bali janur disebut dengan penjor yang biasa digunakan untuk upacara adat oleh penduduk setempat, penjor ini biasanya dirangkai dengan berbagai macam bentuk yang diikat pada bambu panjang kemudian dipasang pada tepi jalanan (Indah, 2. Menurut kepercayaan masyarakat Bali penjor ialah suatu benda yang sangat sakral, di Bali penjor dilengkapi dengan berbagai bunga, daun-daunan, buah-buahan, jajanan pasar, dan juga wangi-wangian yang digunakan sebagai sesajen untuk sang Maha Kuasa. Penjor dibuat oleh masyarakat Bali untuk mengungkapkan syukur dari anugerah yang telah diberikan oleh sang maha kuasa. Namun jika kita lihat sekarang penggunaan janur kuning tidak hanya di daerah Jawa dan Bali saja tetapi juga banyak ditemui di daerah lain. Hal ini mungkin menunjukkan masyarakat di luar daerah itu menerima keberagaman budaya yang ada di Indonesia yang kaya akan makna atau pesan yang ingin disampaikan. Jurnal El-Makrifat Pendidikan dan Kajian Keislaman | 56 https://ojs. id/index. php/pai/issue/current Volume 1 No 1 tahun 2023 ISSN 2723-7834 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa penggunaan janur kuning yang membudaya dikalangan masyarakat Indonesia masih terlestarikan sampai dengan zaman sekarang. Janur kuning merupakan rangkaian daun kelapa muda yang dibentuk sedemikian rupa yang penuh dengan simbol dan makna yang tersirat. Janur Kuning biasanya ditemui di upacara adat pernikahan, upacara kegamaan, dan hajatan-hajatan lainnya. Terkait budaya yang berkembang di Indonesia ini sangat unik dan juga penuh dengan makna dan pesan-pesan yang terkadang berkaitan dengan kehidupan yang ingin disampaikan Begitu juga dengan janur kuning ini, pada upacara adat pernikahan dianggap sebagai simbol kebahagiaan ini diolah menjadi beragam bentuk dan fungsi. Kreasi itu menyimbolkan penyatuan dua individu dalam wadah rumah tangga, sementara warna keputihan pada janur diharapakan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang diantara mempelai dapat selalu muda laksana janur. DAFTAR PUSTAKA