ARTCOMM e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS PENGURUS (Studi Kuantitatif Pada Komunitas Young On Top Bandun. Auliya Khairina Nurri. Ayub Ilfandy Imran Fakultas Komunikasi dan Bisnis. Universitas Telkom email: nurriauliya@gmail. Fakultas Komunikasi dan Bisnis. Universitas Telkom email: a_ilfandy@yahoo. ABSTRAK Young On Top Bandung merupakan komunitas yang berfokus kepada pengembangan potensi generasi muda secara skill, knowledge, dan attitude. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi secara simultan dan parsial terhadap loyalitas pengurus pada komunitas Young On Top Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian berupa asosiatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling jenis sampling jenuh, dengan jumlah responden sebanyak 67 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara simultan, budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengurus komunitas Young On Top Bandung. Dimana koefisien determinasi yang didapat adalah sebesar 72,2%. Hal ini menunjukkan bahwa Pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Loyalitas Pengurus secara simultan . ersama-sam. memberikan pengaruh sebesar 72,2% sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh faktor variabel lain selain Budaya Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi. Kata kunci: Budaya Organisasi. Iklim Komunikasi Organisasi. Loyalitas Pengurus ABSTRACT Young On Top Bandung is a community that focuses on developing the potential of young generation in skill, knowledge, and attitude. The purpose of this study was to determine the influence of organizational culture and organizational communication climate on organizer loyalty at Young On Top Bandung community. This study uses quantitative associative research. Sampling technique used was jenuh sampling type under non-probability sampling, with the total number of 67 respondents. The data was analyzed descriptively, and the hypothesis were tested by using multiple linear regression Based on the results of simultaneous hypothesis testing, organizational culture and organizational communication climate significantly influence organizer loyalty at Young On Top Bandung community. Based on the coefficient of determination, obtained value is 72,2%. The results showed that the effect of Organizational Culture and Organizational Communication Climate on Organizer Loyalty simultaneously gave the effect of 72,2% and the remaining 27,8% was influenced by other factors beside Organizational Culture and Climate Organizational Communication. Keyword: Organizational Culture. Organizational Communication Climate. Organizer Loyalty ARTCOMM e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 komunitas akan berjalan dan mencapai tujuannya PENDAHULUAN Salah satu komunitas penggerak yang jika terdapat pengurus yang memiliki loyalitas menjadi wadah bagi anak muda untuk meraih tinggi didalamnya. Karena penguruslah yang kesuksesan diusianya yang masih muda ialah memiliki hubungan intens dengan komunitas dan komunitas Young On Top Bandung. Komunitas terlibat secara langsung dalam setiap kegiatan Young On Top sendiri awalnya terbentuk karena komunitas. Pemahaman akan budaya organisasi terinspirasi dari buku yang berjudul sama yaitu dan iklim komunikasi organisasi merupakan AuYoung On TopAy karangan Billy Boen. sarana terbaik untuk penyesuaian pengurus agar Komunitas Young On Top Bandung berfokus merasa nyaman dan bertanggungjawab sehingga kepada pengembangan potensi generasi muda timbul sifat loyalitas dalam diri pengurus. baik secara skill, knowledge, dan attitude dimana Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan dalam komunitas ini mengembangkan soft skill diatas, peneliti tertarik untuk melakukan diri dari berbagai bidang yang mengajarkan penelitian AuPENGARUH kepada banyak hal untuk dapat sukses, tidak BUDAYA ORGANISASI DAN IKLIM hanya menjadi pemimpin, berbisnis atau KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP berwirausaha namun juga berekspresi, melakukan LOYALITAS PENGURUS (Studi Kuantitatif kegiatan sosial, pelatihan, serta mengadakan Pada Komunitas Young On Top Bandun. Ay. event-event yang ada di Bandung. Banyaknya komunitas sejenis tentunya Identifikasi Masalah Peneliti menetapkan identifikasi masalah menimbulkan bentuk persaingan tersendiri dalam rumusan masalah yang di antaranya menarik anggota maupun pengurus agar tetap terjalannya fungsi dan tujuan dari komunitas Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi . Seberapa besar pengaruh budaya organisasi di komunitas Young On Top Bandung? komunitas untuk mempertahankan pengurus Seberapa besar pengaruh iklim komunikasi mengingat banyaknya komunitas sejenis yang organisasi di komunitas Young On Top berkembang dan bermunculan. Disinilah peran Bandung? budaya dalam komunitas dibutuhkan, suatu Seberapa besar pengaruh loyalitas pengurus komunitas dapat menjadi unggul apabila pada komunitas Young On Top Bandung? mempunyai budaya yang kuat dengan karakter nilai yang tinggi sehingga dapat disosialisasikan . Seberapa besar pengaruh budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi secara kepada setiap pengurus agar nilai komunitas dan simultan maupun parsial terhadap loyalitas nilai pengurus dapat bersatu. Budaya organisasi pengurus komunitas Young On Top yang dibangun dan ditanamkan harus mampu Bandung? mendorong para pengurus dalam komunitas memiliki tujuan, persepsi, komitmen, nilai dan Budaya organisasi memiliki Tujuan Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, keterhubungan dengan iklim komunikasi tujuan penelitian dapat dijabarkan sebagai Dimana iklim komunikasi organisasi dapat berupa sifat dari budaya organisasi. Iklim komunikasi berperan dalam keutuhan suatu . Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya organisasi di komunitas Young On budaya dan membimbing perkembangan budaya Top Bandung. Budaya organisasi dan iklim komunikasi . Untuk mengetahui seberapa besar iklim komunikasi organisasi di komunitas Young organisasi tidak akan terasa tanpa hadirnya On Top Bandung. pengurus yang ada dalam organisasi. Suatu ARTCOMM . Untuk mengetahui seberapa besar loyalitas pengurus pada komunitas Young On Top Bandung. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi secara simultan maupun parsial terhadap loyalitas pengurus komunitas Young On Top Bandung. KAJIAN LITERATUR Adapun kajian literatur yang digunakan dalam penelitian ini ialah: Komunikasi Organisasi Menurut Sendjaja, 1994 . alam Suryanto, 2015:. , komunikasi organisasi pada umumnya membahas struktur dan fungsi komunikasi dan proses pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifatnya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horizontal. Budaya Organisasi Menurut Wirawan . , budaya organisasi merupakan norma, nilai-nilai, asumsi, kepercayaan, filsafat, kebiasaan organisasi, dan sebagainya . si budaya organisas. yang dikembangkan dalam waktu yang lama oleh pendiri, pemimpin, dan anggota organisasi yang disosialisasikan dan diajarkan kepada anggota baru serta diterapkan dalam aktivitas organisasi sehingga memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Iklim Komunikasi Organisasi Menurut Redding, 1972 . alam Pace dan Faules, 2006:. , iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada pengurus organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko. mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas- e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 tugas mereka. menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi. mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari pengurus organisasi. secara aktif memberi penyuluhan kepada para pengurus organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi. dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan. Loyalitas Pengurus Menurut Oetomo, 2006 . alam Novira, 2012:. , loyalitas adalah sense of responsibility, bukan hanya tanggung jawab saja tetapi juga perasaan yang lebih daripada tanggung jawab menjalankan perintah atasan, itu bukan hanya sekedar menjalankan perintah, tetapi juga dapat memberikan masukan yang berarti dan terbaik untuk Hipotesis Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: H01 :Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. H11 :Terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. H02 :Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. H12 :Terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. H03 :Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. ARTCOMM H13 :Terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi dan iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian studi kuantitatif. Menurut Sugiyono . , metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini mengungkapkan hubungan dari variabel-variabel yang ada, dimana pada penelitian ini terdapat dua variabel independen . ariabel yang mempengaruh. , dan variabel dependen . ariabel yang dipengaruh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan iklim komunikasi terhadap loyalitas pengurus di komunitas Young On Top Bandung. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan ialah kuesioner, dimana sumber data kuesioner diperoleh dari responden komunitas Young On Top Bandung. Adapun teknik analisis data yang peneliti gunakan ialah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini berlokasi di Bandung dengan waktu penelitian dimulai dari bulan agustus 2017 hingga HASIL DAN PEMBAHASAN . Analisis Deskriptif Responden Budaya Organisasi (X. Setiap organisasi pasti memiliki budaya organisasi tersendiri yang dapat memengaruhi aspek organisasi dan perilaku pengurusnya secara individu maupun kelompok. Budaya organisasi memiliki beberapa karakteristik utama yang secara keseluruhan menjadi elemen-elemen penting dalam suatu organisasi. Menurut Robbins . , diantaranya ialah inovasi dan keberanian mengambil resiko, orientasi terhadap e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 individu, dan orientasi terhadap tim. Ketiga karakteristik tersebut menunjukkan karakteristik budaya organisasi yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku anggota komunikasi yang kemudian menentukan kinerja pengurus yang nantinya juga berdampak terhadap loyalitas pengurus di Tabel 1. Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Budaya Organisasi (X. Dimensi Inovasi dan Keberanian mengambil resiko Orientasi terhadap Individu Orientasi terhadap tim Jumlah Skor Total Persentase Skor Total Berdasarkan hasil analisis deskriptif, budaya organisasi komunitas Young On Top Bandung secara keseluruhan termasuk kedalam kategori baik dimata pengurus komunitas. Dari 12 pernyataan yang disebarkan dalam kuesioner, variabel Budaya Organisasi (X. mendapat skor sebesar 78,9%. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi di komunitas Young On Top Bandung itu tinggi. Peneliti mendapati bahwa Indikator Orientasi terhadap Individu memiliki persentase skor paling tinggi yaitu 82,2%, diikuti oleh indikator Inovasi dan Keberanian Mengambil Resiko dengan persentase skor 79,4%, dan yang terakhir adalah indikator Orientasi terhadap Tim dengan persentase skor 75,0%. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas Young On Top Bandung telah berhasil menciptakan budaya organisasi yang tinggi seperti, berinovasi dan berani mengambil resiko, berorientasi terhadap individu, dan berorientasi terhadap tim. Analisis Deskriptif Responden Iklim Komunikasi Organisasi (X. Budaya organisasi memiliki keterhubungan dengan iklim komunikasi organisasi. Dimana iklim komunikasi organisasi dapat berupa sifat dari budaya organisasi. Iklim berperan dalam ARTCOMM e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 keutuhan suatu budaya dan membimbing perkembangan budaya tersebut sehingga iklim juga ikut bertindak dalam memengaruhi loyalitas memberi penyuluhan kepada para pengurus sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusankeputusan dalam organisasi. Tabel 2. Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Iklim Komunikasi Organisasi (X. Analisis Deskriptif Responden Loyalitas Pengurus (Y) Menurut Sudimin, 2003 . alam Novira, 2012:. , loyalitas merupakan kesediaan keterampilan, pikiran dan waktu untuk ikut serta mencapai tujuan perusahaan dan menyimpan rahasia perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang itu masih berstatus sebagai Sejalan dengan karyawan, pengurus pun juga akan bersedia untuk mencapai tujuan komunitas dan tidak melakukan tindakan yang akan merugikan komunitas saat pengurus juga memiliki loyalitas terhadap komunitasnya. Loyalitas pengurus dapat dilihat dari bagaimana sikap dan perilaku pengurus dalam berinteraksi di Dimensi Kepercayaan Pembuat Keputusan Kejujuran Perhatian pada tujuantujuan berkinerja tinggi Jumlah Skor Total Persentase Skor Total Berdasarkan hasil analisis deskriptif, iklim komunikasi organisasi komunitas Young On Top Bandung secara keseluruhan termasuk kedalam kategori baik dimata pengurus komunitas. Dari 12 pernyataan yang disebarkan dalam kuesioner, variabel Iklim Komunikasi Organisasi mendapat skor sebesar 76. Hal ini menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi di komunitas Young On Top Bandung itu tinggi. Peneliti mendapati Kepercayaan persentase skor paling tinggi yaitu 80,0%, diikuti oleh indikator Pembuat Keputusan Bersama dengan persentase skor 77,2%, lalu ditempat ketiga diikuti oleh indikator Kejujuran dengan persentase skor 76,5%, dan yang terakhir adalah indikator Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dengan persentase skor 70,9%. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas Young On Top Bandung telah berhasil menciptakan iklim komunikasi organisasi yang tinggi seperti, kepercayaan, pembuat keputusan bersama, kejujuran, dan perhatian pada tujuan-tujuan yang berkinerja tinggi. Sejalan dengan iklim komunikasi organisasi menurut Redding, 1972 . alam Pace dan Faules, 2006:. yaitu fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada pengurus organisasi bahwa organisasi mempercayai mereka, mendengarkan dengan penuh penuh perhatian, secara aktif Tabel 3. Rekapitulasi Tanggapan Responden Mengenai Loyalitas Pengurus (Y) Dimensi Taat pada peraturan Kemauan untuk bekerja Rasa memiliki Hubungan antar Pribadi Kesukaan terhadap Pekerjaan Jumlah Skor Total Persentase Skor Total Berdasarkan hasil analisis deskriptif. Loyalitas Pengurus Komunitas Young On Top Bandung secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari jawaban responden terhadap 15 pernyataan yang disebarkan dalam kuesioner, variabel Loyalitas Pengurus memperoleh persentase sebesar 78. masuk dalam kategori tinggi. Dari lima indikator yang ada pada variabel loyalitas pengurus yang ARTCOMM mendapat nilai tertinggi dengan persentase 9% terdapat pada indikator Kesukaan terhadap Pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengurus komunitas bersungguh-sungguh di dalam komunitas Young On Top Bandung, tidak menuntut imbalan apapun selama mengikuti komunitas ini, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk komunitas. Selanjutnya diikuti oleh indikator Hubungan antar Pribadi dengan persentase skor 81,3%. Ditempat ketiga diikuti oleh indikator Kemauan untuk bekerja sama dengan persentase skor 77,1%. Lalu ditempat keempat diikuti oleh indikator Rasa Memiliki dengan persentase skor 75,7%. Dan yang terakhir adalah indikator Taat pada peraturan dengan persentase skor 74,4%. Pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi Secara Simultan dan Parsial Terhadap Loyalitas Pengurus Dari hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai yang didapat dari R Square (R. adalah sebesar 0,722 atau 72,2%. Hal tersebut menunjukkan bahwa Pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. terhadap Loyalitas Pengurus (Y) secara simultan . ersama-sam. memberikan pengaruh sebesar 72,2% sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh faktor variabel lain selain Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. yang tidak diteliti. Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. secara bersamasama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pengurus (Y) dapat dilihat dari hasil uji F dimana Fhitung adalah sebesar 83,233 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,140. Sehingga Fhitung . > Ftabel . ) dengan tingkat signifikansinya 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa terdapatnya pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi dan iklim pengurus komunitas. Sedangkan Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa Variabel e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 X1 memiliki nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel. Karena nilai thitung . > ttabel . , maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh signifikan dari Budaya Organisasi (X. terhadap Loyalitas Pengurus (Y). Sedangkan besarnya pengaruh Budaya Organisasi (X. terhadap Loyalitas Pengurus (Y) secara parsial adalah 47,6%. Untuk variabel X2 memiliki nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel. Karena nilai thitung . > ttabel . , maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh signifikan dari Iklim Komunikasi Organisasi (X. terhadap Loyalitas Pengurus (Y). Sedangkan besarnya pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi (X. terhadap Loyalitas Pengurus (Y) secara parsial adalah 24,6%. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Loyalitas Pengurus di Komunitas Young On Top Bandung dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis deskriptif. Budaya Organisasi di mata responden secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi dengan garis kontinum total yaitu mendapat skor sebesar 78,9%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif. Iklim Komunikasi Organisasi di mata responden secara keseluruhan berada dalam kategori tinggi dengan garis kontinum total yaitu mendapat skor sebesar 76,2%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif. Loyalitas Pengurus pada komunitas Young On Top Bandung termasuk dalam kategori tinggi dimana garis kontinum total yaitu mendapat skor sebesar 78,9%. Pada hasil penelitian, peneliti mendapati bahwa besar pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Komunikasi Organisasi secara simultan terhadap Loyalitas Pengurus Komunitas Young On Top Bandung ialah sebesar 72,2%. Hal ini menunjukkan bahwa Pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. terhadap ARTCOMM Loyalitas Pengurus (Y) secara simultan . ersama-sam. sebesar 72,2% sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh faktor variabel lain selain Budaya Organisasi (X. dan Iklim Komunikasi Organisasi (X. yang tidak diamati dalam penelitian ini. Secara parsial, diketahui besar pengaruh budaya organisasi terhadap loyalitas pengurus komunitas ialah sebesar 47,6% dan besar pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas pengurus komunitas secara parsial ialah sebesar 24,6%. Saran Berdasarkan hasil simpulan yang telah diuraikan di atas, peneliti dapat memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak Komunitas Young On Top Bandung dan peneliti selanjutnya, yaitu: Saran Akademis Adapun saran bagi penelitian selanjutnya yaitu: Diharapkan dapat penelitiannya dengan sampel yang lebih besar sehingga dapat memberikan penelitian yang lebih mewakilkan komunitas yang diteliti. Diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel yang belum diteliti yang kemungkinan dapat berpengaruh pada komunitas Young On Top Bandung. Diharapkan melakukan penelitian pada komunitas sejenis sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat dijadikan bahan . Saran Praktis Adapun saran bagi komunitas Young On Top Bandung yaitu: Melihat rendahnya nilai Orientasi terhadap tim dari ketiga tanggapan responden mengenai Budaya Organisasi, diharapkan pengurus dapat menjaga ketepatan waktu di setiap kegiatan komunitas agar terjalinnya rasa saling menghargai antar sesama Sesuai dengan 35 Kunci Sukses e-ISSN: 2597-5188 Vol. No. April 2018 Young On Top yang dipercaya sebagai jalan sukses di usia muda. Diharapkan pengurus lebih bertindak aktif di mempertahankan hubungan yang harmonis dan akrab serta menjaga kekompakkan antar pengurus komunitas baik di dalam maupun di luar komunitas. Melihat rendahnya nilai Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dari keempat tanggapan responden mengenai Iklim Komunikasi Organisasi, diharapkan pengurus memiliki loyalitas yang tinggi dalam mengikuti kegiatan dengan hadir pada setiap kegiatan komunitas yang diadakan agar dapat terjalannya fungsi kegiatan dengan baik. Melihat rendahnya nilai Taat pada peraturan dari kelima tanggapan responden mengenai Loyalitas Pengurus, diharapkan pengurus dapat meningkatkan kedisiplinan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Referensi