Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Mega Ade Nugrahmi1,Kartika Mariyona2. Pagdya Haninda Nusantri Rusdi3 1,2,3 Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jl. Bypass No. 09 Kota Bukittinggi. Sumatera Barat e-mail : mega_gaulya@yahoo. Artikel Diterima : 5 Agustus 2022. Direvisi : 7 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Pendahuluan: Data Kemenkes RI tahun 2019, kanker payudara menempati urutan pertama dengan angka kejadian 42,1 per 100. 000 penduduk. Sedangkan data dari RS Kanker Dharmais tahun 2018 menunjukkan bahwa kasus kanker terbanyak adalah adalah kanker payudara sebesar 19,18%. Untuk kanker payudara, deteksi dini dapat dilakukan dengan metode SADARI . emeriksaan payudara sendir. Pemeriksaan SADARI direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak. Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer, instrument penelitian menggunakan kuisioner. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai p=0,000 (<0,. , berarti ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan remaja putri. pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kesimpulan: dari penelitian ini ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kata Kunci : edukasi, remaja putri, sadari Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 40 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: The Indonesian Ministry of Health in 2019, breast cancer ranks first with an incidence rate of 42. 1 per 100,000 population. Meanwhile, data from Dharmais Cancer Hospital in 2018 showed that the most cancer cases were breast cancer at 19. For breast cancer, early detection can be done with the BSE method . reast self-examinatio. BSE examination is recommended since women are 20 years old by being carried out at home every month. The purpose of this study was to analyze the effect of health education on young women's knowledge about breast self-examination (BSE). Method: This type of research uses a Quasi Experiment method with a cross sectional design. This study used the pretest-posttest method. The population in this study were young women at PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak. The research sample was 55 young women with accidental sampling technique. The data used are primary data, the research instrument uses a questionnaire. Result: Data analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test obtained a value of p = 0. 000 (<0. , meaning that there is an influence of education on the knowledge of young women. about breast self-examination (BSE). Discussion: The conclusion of this study is that there is an effect of health education on the knowledge of young women about breast self-examination (BSE). Keywords : education, young women, bse Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 41 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) bahkan menyebutkan kanker sebagai salah satu penyebab kematian utama di seluruh Menurut Globocan 2018, di dunia kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 24,2% dari 8,6 juta kasus baru dengan angka mortalitas sebesar 15% dari 4,2 juta kematian akibat kanker. Data Globocan 2020 menunjukkan hal yang sama, dengan insidens sebesar 24,5% dari 9,2 juta kasus baru dan angka mortalitas 15,5% dari 4,4 juta kematian akibat kanker. Terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus baru maupun angka kematian dalam kurun waktu 2 tahun. (Globocan,2. Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi beban kesehatan di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan adanya sel yang abnormal yang dapat berkembang tanpa terkendali dan memiliki kemampuan untuk menyerang dan berpindah antar sel dan jaringan tubuh. Berbagai macam kondisi dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker payudara pada seseorang, antara lain jenis kelamin, usia, haid pertama . pada usia kurang dari 12 tahun, wanita yang tidak menikah, wanita menikah tetapi tidak memiliki anak, melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun, tidak menyusui, menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama, menopause pada usia lebih dari 55 tahun, pernah menjalani operasi tumor jinak payudara, riwayat kanker dalam keluarga, wanita yang mengalami stres berat, berat badan berlebih, kebiasaan mengonsumsi lemak dan alkohol secara berlebih, maupun perokok aktif dan pasif (Johnson,2. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor risiko yang signifikan untuk terjadinya kanker payudara. Walaupun pria juga dapat menderita kanker payudara. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 namun wanita memiliki risiko yang lebih besar karena sel payudaranya terus berubah dan berkembang akibat pengaruh aktivitas hormon estrogen dan progesteron. Usia adalah faktor risiko terbesar kedua. Semakin meningkat usia, maka semakin meningkat pula insiden kanker payudara. Namun belakangan ini, tampak bahwa kejadian kanker payudara mulai meningkat pada usia Hal ini mungkin disebabkan pengaruh gaya hidup, kurangnya konsumsi sayur dan buah, merokok, dan konsumsi Komposisi diet yang tidak seimbang saat pubertas disertai gaya hidup yang tidak sehat berkontribusi terhadap kejadian kanker payudara di kemudian hari, karena gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kadar esterogen dan estradiol dalam tubuh( Kemenkes,RI,2. Di Indonesia, kanker payudara juga merupakan jenis kanker terbanyak yang dijumpai pada wanita. Angka kesakitan kanker di Indonesia menggambarkan pola yang sama dengan pola yang terjadi dunia. Data yang bersumber dari RS Kanker Dharmais tahun 2018 menunjukkan bahwa kasus kanker terbanyak adalah adalah kanker payudara sebesar 19,18%, kanker serviks sebesar 10,69%, dan diikuti kanker paru-paru sebesar 9,89%. Sementara data dari Kemenkes RI tahun 2019, kanker payudara menempati urutan pertama dengan angka kejadian 42,1 per 100. dengan rata-rata kematian 17 per 100. penduduk diikuti kanker serviks dengan angka kejadian 23,4 per 100. 000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100. (Kemenkes RI,2. Berdasarkan diatas,salah satu cara untuk dapat mencegah kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode SADARI merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara yang dilakukan sendiri. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 42 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. Pemeriksaan SADARI direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setiap hari ke-7 sampai 10, dihitung mulai dari hari pertama haid atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause (Stach, 2. BAHAN DAN METODE Desain penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode pretest-posttest . Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak sebanyak 67 orang. Sampel penelitian sebanyak 55 siswi dengan tekhnik pengampilan sampel accidental sampling. Lokasi Penelitian dilakukan di PPM AlKautsar Muhammadiyah Sarilamak. Data yang digunakan adalah data primer. Data menggunakan dilakukan melalui uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Uji statistik bermakna bila diperoleh nilai P A 0,05 pada CI 95%. HASIL Hasil Analisa Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Remaja Putri Karakteristik Frek Mendapat Edukasi SADARI Sudah Belum Usia 15 tahun 17 30,90 16 tahun 15 27,28 JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 17 tahun 18 tahun 32,73 9,09 Dari tabel distribusi frekuensi karakteristik responden seluruh responden belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang SADARI . %), dan usia responden sebagian besar berusia 17 tahun . ,73%). Tabel 2 Distribusi Pengetahuan Remaja Putri Sebelum (Pr. Di Beri Edukasi Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frek 5,45 34,55 Dari tabel diatas menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri sebelum . edukasi mayoritas cukup . %). Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Remaja Putri Setelah (Pos. Di Beri Edukasi Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frek Dari tabel diatas menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri setelah . edukasi mayoritas baik . %). Hasil Analisa Bivariat Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Remaja Putri Sebelum (Pr. dan Sesudah (Pos. Edukasi Perbedaan Jumlah Asymp. Sign Pengetahuan Pre Test dan Post Test Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 43 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Negatif Ranks Positif Ranks 0,000 Ties Total Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ada pengaruh pengetahuan remaja putri sebelum . dan Sesudah . edukasi dengan menggunakan uji statistik wolcoxon, diketahui hasil pada pretest Ae posstest pengetahuan diperoleh p=0,000 (<0. artinya ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang diperoleh dari 55 remaja putri menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi kesehatan tentang SADARI berpengetahuan baik . %) dan berpengetahuan cukup sebanyak . %). Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah pengalaman yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang atau sudah mendapatkan edukasi dan tergantung pada ingatan seseorang. Hal ini sejalan dengan penelitian Griselli seragih . yang menyatakan bahwa ada pengaruh pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI dengan hasil tes diperoleh p=0,000 (<0,. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Khaerun Nisa . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan terhadapa pengetahuan siswi dalam melakukan SADARI sebagai upaya Hasil penelitian Ratna . menyatakan bahwa mempengaruhi pengetahuan siswi tentang SADARI. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dampak positif kepada remaja dan dengan metoda yang diberikan dengan jelas dan menarik dapat merubah pengetahuan untuk mengetahui sesuatu tentang SADARI. Selain itu juga dilakukan tanya jawab dengan lisan kepada responden yang dapat mempercepat daya tangkap Berdasarkan remaja putri dilihat dari mendapatkan edukasi SADARI mayoritas remaja belum pernah mendapatkan edukasi tentang SADARI . %) dan usia remaja mayoritas berusia 17 tahun . ,73%). Menurut asumsi peneliti,pemberian informasi yang dilakuan dengan edukasi kesehatan sangat berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan seseorang karena dengan pengetahuan dan informasi yang baik, dapat merubah sikap seseorang khususnya sikap remaja dalam deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Peran serta tenaga kesehatan sangat penting akan penyebaran informasi kesehatan terkait SADARI dalam memotivasi remaja dalam melakukan SADARI. Usia juga sangat mempengaruhi pengetahuan karena semakin tinggi usia seseorang maka semakin baik pula untuk pengetahuan seseorang karena sudah banyak pengalaman yang didapatkan seseorang. KEPUSTAKAAN