Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Analisis keberhasilan Sistem Informasi Administrasi di Kantor Lurah Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Menggunakan Model HOT -Fit Delia Safarisa1. Sri Murni2. Badariatul Lailiah3 1,2,3 Program Studi Sistem Informatika. Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kota Pontianak *e-mail: deliasafarisa8@gmail. com 1, sri. six@bsi. Badariatul. bdl@bsi. Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: The development of information technology has encouraged government institutions to improve the quality of public services through the implementation of information systems. One of the institutions utilizing information systems is the Tanjung Hilir Village Office. Pontianak Timur District. Pontianak city, which uses an administrative information system to support public service activities. This study aims to analyze the success level of the administrative information system using the Human Organization Technology Fit (Hot Fi. The research applied a quantitative descriptive approach with data collecation techniques through questionnaires, observation, and documentation. The respondents consisted of employees who directly used the administrative information system in daily work activities. The results showed that all Hot Fit variables were categorized as very good. system quality and service quality obtained an average score of 55, information quality 4. 65, system use 4. 8, user satisfaction 4. 7, organizational structure 4. organizational environment 4. 85, and net benefits 4. These findings indicate that the administrative information system has been able to support administrative services effectively and efficiently. In addition, the compatibility between human, organization, and technology aspects contributes positively to the success of system implementation in the village office. Keywords: Hot -Fit, information systems, administrative system, public services, system evaluation Abstrak: Perkembangan teknologi informasi mendorong instansi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan sistem informasi. Salah satu instansi yang memanfaatkan sistem informasi adalah kantor Lurah Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak yang menggunakan sistem informasi administrasi untuk mendukung kegiatan pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan sistem informasi administrasi menggunakan model Human Organization Technology Fit (Hot -Fi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Responden penelitian merupakan pegawai yang secara langsung menggunakan sistem informasi administrasi dalam perkerjaan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh variabel dalam model Hot -Fit berada pada kategori sangat baik. Kualitas sistem dan kualitas layanan memperoleh nilai rata-rata 4,55, kualitas informasi 4,65, penggunaan sistem 4,8, kepuasan pengguna 4,7, struktur organisasi 4,7, lingkungan organisasi 4,85, dan net benefits 4,8. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi telah mampu mendukung pelayanan administrasi secara efektif dan efisien. Selain itu, kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan implementasi sistem informasi di kantor kelurahan. Kata kunci: Hot -Fit, sistem informasi, sistem administrasi, pelayanan publik, evaluasi sistem PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap berbagai bidang, termasuk dalam pelayanan publik pada instansi pemerintahan. Pemanfaatan sistem informasi membantu organisasi dalam meningkatkan efektivitas dan efisensi kerja, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan kepada masyarakat. Sistem informasi memungkinkan proses administrasi dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Kantor Lurah Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak merupakan salah satu instansi pemerintahan yang memanfaatkan sistem informasi administrasi untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Sistem informasi administrasi digunakan untuk membantu proses pengelolaan data pelayanan seperti surat menyurat dan administrasi lainnya. Penggunaan sistem informasi diharapkan mampu membantu pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif dan Meskipun sistem informasi administrasi telah digunakan dalam kegiatan pelayanan sehari-hari, evaluasi terhadap tingkat keberhasilan penggunaan sistem belum pernah dilakukan secara khusus. Kondisi ini menyebabkan belum diketahui secara pasti apakah sistem yang digunakan telah memenuhi kebutuhan pengguna dan mampu mendukung proses administrasi secara optimal. Oleh karena itu. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. diperlukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem informasi administrasi yang digunakan di kantor Lurah Tanjung Hilir. Menurut (Tawar et al. , 2. , model Human Organization Technology Fit (HOT -Fi. merupakan model evaluasi sistem informasi yang digunakan untuk menilai kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Model HOT -Fit terdiri dari beberapa variabel yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, pengguna sistem, kepuasaan pengguna, struktur organisasi, lingkungan organisasi, dan net benefits. Melalui model HOT Fit, keberhasilan suatu sistem informasi dapat dianalisis secara lebih menyeluruh karena mempertimbangkan keterkaitan antara pengguna, organisasi, dan teknologi yang digunakan. Penelitian yang dilakukan oleh (Ardita Widyasari dan Anggraeni Ridwan, 2. mengenai evaluasi tingkat Kesuksesan Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) menunjukkan bahwa model HOT -Fit mampu digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi sistem informasi dari berbagai aspek. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesesuaian antara faktor manusia, organisasi, dan teknologi berpengaruh terhadap keberhasilan penggunaan sistem. Penelitian yang dilakukan oleh (Siswantoro, 2. mengenai evaluasi digital library menggunakan model HOT -Fit menunjukan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan keputusan pengguna menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sistem informasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa model HOT -Fit dapat digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi pada berbagai jenis organisasi. Penelitian yang dilakukan oleh (Yani et al. , 2. mengenai evaluasi sistem informasi logbook menggunakan model HOT -Fit menunjukkan bahwa model HOT -Fit dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan sistem informasi berdasarkan aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan sistem menjadi salah satu faktor yang menunjukkan bahwa penggunaan sistem menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi sistem informasi. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Enggar Pramudita Wijayanti & Asti Nurhayati, 2. pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan pengguna. Sistem informasi yang memiliki kualitas baik mampu membantu pengguna dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif. (Yusuf, 2. dalam penelitiannya mengenai evaluasi efektivitas sistem informasi menggunakan model HOT -Fit menyimpulkan bahwa keberhasilan sistem informasi dipengaruhi oleh keterkaitan antara aspek teknologi, pengguna, dan organisasi. Oleh karena itu, evaluasi sistem informasi perlu dilakukan secara menyeluruh agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi sistem yang digunakan. Selain itu, (Sala & Subriadi, 2. menjelaskan bahwa keberhasilan sistem informasi dipengaruhi oleh kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Dukungan organisasi yang baik serta kualitas teknologi yang memadai dapat meningkatkan penggunaan sistem dan kepuasan pengguna sehingga berdampak pada keberhasilan implementasi sistem informasi. Penelitian mengenai evaluasi sistem informasi menggunakan model HOT -Fit telah diterapkan pada berbagai bidang, seperti sistem informasi kesehatan, pendidikan, perpustakaan digital, dan pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan sistem informasi dipengaruhi oleh kualitas teknologi, dukungan organisasi, serta penerimaan pengguna terhadap sistem yang digunakan (Kamal & Mardi, 2024. Rahman et al. , 2025. Waluyo et al. , 2. Penelitian (Nurramadhani & Tambotoh, 2. menunjukkan bahwa model HOT -Fit dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi melalui aspek manusia, organisasi, dan teknologi sehingga dapat memberikan gambaaran yang lebih komprehensif mengenai tingakt keberhasilan suatu sistem informasi. Model HOT -Fit telah banyak digunakan dalam evaluasi berbagai sistem informasi pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Penelitian yang dilakukan oleh (Sigit & Maulana, 2. ,(Sitompul et al. , 2. ,(Septiana Haryanti et al. , n. ),(Musawir et al. , n. ),(Marisa Putri & Aisyah, 2. , serta (Syahria et al. , 2. menunjukkan bahwa model HOT -Fit mampu mengevaluasi keberhasilan sistem informasi secara komprehensif melalui aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. pengguna sistem, serta dukungan organisasi menjadi faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi sistem informasi. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Kristen Satya Wacana et al. , 2. mengenai evaluasi keberhasilan sistem F-Learn menggunakan model HOT -Fit menunjukkan bahwa kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi berpengaruh terhadap keberhasilan penggunaan sistem Hasil penelitian tersebut memperkuat bahwa model HOT -Fit dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan sistem informasi pada berbagai bidang. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, sebagian besar evaluasi sistem informasi menggunakan model HOT -Fit dilakukan pada sektor kesehatan, rumah sakit, maupun sistem seleksi ASN. Sementara itu, penelitian mengenai evaluasi sistem informasi administrasi pada lingkungan pemerintahan tingkat kelurahan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keberhasilan sistem informasi administrasi di Kantor Lurah Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak menggunakan model HOT -Fit. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan motode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kantor Lurah Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak. Objek penelitian adalah sistem informasi administrasi yang digunakan dalam proses pelayanan administrasi di Kantor kelurahan. 1 Responden Penelitian Responden penelitian merupakan pegawai yang secara langsung menggunakan sistem informasi administrasi dalam perkerjaan sehari-hari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 4 orang yang merupakan seluruh pengguna aktif sistem informasi administrasi di kantor Lurah Tanjung Hilir. Jenis kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan Total Tabel 1. Karakteristrik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 2 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan variabel dalam model HOT Fit. Variabel yang digunakan terdiri atas kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur organisasi, lingkungan organisasi, dan net benefits. Tabel 2. Variabel dan Jumlah Item Pernyataan Variabel Jumlah Item Kualitas Sistem Kualitas Informasi Kualitas Layanan Pengguna Sistem Kepuasan Pengguna Struktur Organisasi Lingkungan Organisasi Net Benefits Total 3 Teknik Pengumpulan Data Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data mengenai persepsi pengguna terhadap sistem informasi Observasi dilakukan untuk mengamati penggunaan sistem secara langsung, sedangkan dokumentasi digunakan untuk memperoleh informasi pendukung yang berkaitan dengan objek E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. 4 Teknik Analisis Data Penelitian menggunakan skala Likert dengan rentang nilai 1 sampai 5. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan menghitung niali rata-rata setiap variabel Tabel 3. Kategori Penelitian Interval Nilai Kategori 4,21 Ae 5,00 Sangat Baik 3,41 Ae 4,20 Baik 2,61 Ae 3. Cukup 1,81 Ae 2,60 Tidak Baik 1,00 Ae 1,80 Sangat Tidak Baik HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Analisis Deskriptif Tabel 4. Nilai rata-rata variabel HOT -Fit Variabel Nilai rata-rata Kategori Kualitas sistem 4,55 Sangat baik Kualitas informasi 4,65 Sangat baik Kualitas layanan 4,55 Sangat baik Penggunaan sistem Sangat baik Kepuasaan pengguna Sangat baik Struktur organisasi Sangat baik Lingkungan organisasi 4,85 Sangat baik Net benefits Sangat baik Berdasarkan hasil analisis deskriptif, seluruh variabel dalam model HOT -Fit memperoleh nilai rata-rata di atas 4,21 sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi yang digunakan di Kantor Lurah Tanjung Hilir telah mampu mendukung pelaksanaan kegiatan administrasi dan pelayanan kepada masytarakat dengan baik. 2 Pembahasan 1 Kualitas Sistem Variabel kualitas sistem memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,55 dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi yang digunakan mudah dipahami dan dioperasikan oleh pengguna. Selain itu, sistem dinilai memiliki tampilan yang sederhana sehingga memudahkan pegawai dalam mengakses fitur-fitur yang tersedia. Kemudian penggunaan sistem menjadi salah satu faktor yang mendukung efektivitas pekerjaan administrasi karena pengguna tidak memerlukan waktu yang lama untuk mempelajari cara penggunaan sistem. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas sistem yang baik mampu mendukung pelaksanaan perkerjaan administrasi secara lebih efektif. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian (Enggar Pramudita Wijayanti & Asti Nurhayati, 2. yang menyatakan bahwa kualitas sistem memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan penggunaan sistem informasi dan meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menjalankan perkerjaannya. Nilai kualitas sistem yang tinggi menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi telah mampu memenuhi kebutuhan pengguna dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Kemudahan pengguna dan tampilan sistem yang sederhana membantu pengguna beradaptasi dengan sistem tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap kelancaran proses administrasi karena pengguna dapat menyelesaikan pekerjaan secara lebih sepat dan efisien. Semakin baik kualitas sistem yang digunakan, maka semakin besar pula peluang sistem tersebut diterima dan dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna. 2 Kualitas Informasi Kualitas informasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan termasuk kategori sangat baik. Nilai tersebut menunjukkan bahwa informasi yang dihasilkan sistem dianggap akurat, relevan, dan E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. sesuai dengan kebutuhan pengguna. Informasi yang tersedia juga dinilai mampu membantu pegawai dalam melaksanakan perkerjaan administrasi secara lebih cepat dan tepat. Informasi yang berkualitas sangat penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan dan pelayanan administrasi. Ketika informasi yang disajikan sistem mudah dipahami dan sesuai kebutuhan, pengguna akan lebih percaya terhadap sistem yang digunakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi telah mampu menyediakan informasi yang mendukung kegiatan operasional kantor kelurahan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Enggar Pramudita Wijayanti & Asti Nurhayati, 2. yang menunjukkan bahwa kualitas informasi yang baik dapat mendukung efektivitas penggunaan sistem informasi. Informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami akan membantu pengguna dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif serta mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses administrasi. Oleh karena itu, kualitas informasi menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan implementasi sistem informasi. 3 Kualitas Layanan Variabel kualitas layanan memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,55 dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengguna merasa memperoleh dukungan yang baik dalam penggunaan sistem informasi administrasi. Dukungan layanan yang memadai membantu penggunaan Kualitas layanan yang baik berperan dalam menjaga keberlangsungan penggunaan sistem Adanya dukungan yang memadai membuat pengguna lebih nyaman dalam memanfaatkan sistem sehingga proses administrasi dapat berjalan dengan lebih lancar dan efektif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Masbudi et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem Dukungan layanan yang baik akan membantu pengguna ketika menghadapi kendala dalam penggunaan sistem serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap sistem yang digunakan. Dengan adanya layanan yang memadai, pengguna dapat memanfaatkan sistem secara lebih optimal sehingga tujuan organisasi dapat dengan lebih efektif. 4 Penggunaan Sistem Penggunaan sistem memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,80 dan termasuk kategori sangat baik. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi digunkakan secara aktif dalam kegiatan pelayanan dan administrasi sehari-hari. Tingginya tingkat penggunaan sistem mengindikasikan bahwa sistem telah menjadi bagian pentiang dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan pegawai. Penggunaan sistem yang tinggi menunjukkan bahwa sistem dianggap mampu memberikan manfaat bagi pengguna. Semakin sering sistem digunakan, semakin besar pula kontribusi sistem dalam membantu penyelesaian pekerjaan administrasi secara lebih efektif dan efisien. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Siswantoro, 2. yang menunjukkan bahwa tingkat pengguna sistem yang tinggi mencerminkan penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem Sistem yang digunakan secara rutin menunjukkan bahwa fitur dan fungsi yang tersedia telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kondisi tersebut mengidikasikan bahwa sistem informasi administrasi yang digunakan di Kantor Lurah Tanjung hilir telah mampu mendukung pelaksanaan perkerjaan administrasi dan pelayanan secara optimal. Temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian (Rahman et al. , 2. yang menunjukkan bahwa tingkat penggunaan sistem yang tinggi mencerminkan penerimaan pengguna yang baik terhadap sistem yang diterapkan. 5 Kepuasan Pengguna Kepuasaan pengguna memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7 dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengguna merasa puas terhadap sistem informasi administrasi yang Kepuasan pengguna dapat dilihat dari persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan sistem, kualitas informasi yang dihasilkan, serta manfaat yang diperoleh dalam pelaksanaan E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan Kodisi ini menjadi salah satu indikator bahwa implementasi sistem informasi administrasi telah berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman penggunaan yang posistif bagi pegawai. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Roi et al. , 2. yang menunjukkan bahwa keputusan pengguna merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan sistem Pengguna yang merasa puas terhadap sistem cenderung akan terus menggunakan sistem tersebut dalam mendukung aktivitas pekerjaannya. Tingkat kepuasan yang tinggi juga menunjukkan bahwa sistem telah mampu memenuhi harapan pengguna baik dari aspek kualitas sistem, kualitas informasi, maupun kualitas layanan yang diberikan. 6 Struktur Organisasi Variabel struktur organisasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,7 dan termasuk kategori sangat hasil tersebut menunjukkan bahwa organisasi memberikan dukungan terhadap penggunaan sistem informasi administrasi. Dukungan organisasi dapat berupa penyediaan fasilitas kerja, kebijakan penggunaan sistem, maupun koordinasi dalam pelaksanaan perkerjaan administrasi Dalam model HOT -Fit, dukungan organisasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi. Adanya dukungan dari organisasi mambantu pengguna dalam memanfaatkan sistem secara optimal sehingga tujuan penggunaan sistem dapat tercapai. Temuan penelitian ini sejalan dengan pendapat (Tawar et al. , 2. yang menyatakan bahwa faktor organisasi memiliki peran penting dalam keberhasilan sistem informasi. Dukungan organisasi melalui kebijakan, koordinasi kerja, dan penyediaan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan efektivitas penggunaan sistem informasi serta membantu tercapainya tujuan organisasi. Temuan ini juga didukung oleh penelitian (Kamal & Mardi, 2. yang menunjukkan bahwa dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi sistem 7 Lingkungan Organisasi Lingkungan organisasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,85 dan menjadi variabel dengan nilai tertinggi dalam penelitian ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan kerja di kantor Lurah Tanjung Hilir mendukung penggunaan sistem informasi administrasi. Hubungan kerja yang baik antarpegawai serta dukungan dari pimpinan turut berkontribusi terhadap keberhasilan penggunaan sistem. Lingkungan organisasi yang mendukung akan mencapai kondisi kerja yang kondusif sehingga pengguna lebih mudah beradaptasi dengan sistem yang digunakan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat keberhasilan implementasi sistem informasi administrasi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Sala & Subriadi, 2. yang menyatakan bahwa lingkungan organisasi yang mendukung dapat meningkatkan keberhasilan implementasi sistem Dukungan pimpinan, komunikasi yang baik anatarpegawai, serta budaya kerja yang positif akan membantu pengguna beradaptasi dengan sistem dan memanfaatkannya secara lebih optimal dalam pelaksanaan pekerjaan. 8 Net Benefits Variabel net benefits memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,80 dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi memberikan manfaat nyata bagi pengguna maupun organisasi. Sistem membantu mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendukung pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif. Manfaat yang dirasakan pengguna menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi telah memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi kantor kelurahan. Temuan ini sejalan dengan konsep HOT -Fit yang menyatakan bahwa keberhasilan sistem informasi dapat dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi pengguna dan organisasi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Ardita Widyasari dan Anggraeni Ridwan, 2. yang menunjukkan bahwa manfaat yang dirasakan pengguna dan organisasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan implementasi sistem informasi. Semakin besar manfaat yang diperoleh pengguna, maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan dan keberhasilan penggunaan sistem dalam mendukung aktivitas organisasi. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. Hasil penelitian ini juga didukung oleh (Waluyo et al. , 2. yang menyatakan bahwa manfaat yang dirasakan pengguna merupakan indikator penting dalam mengevaluasi keberhasilan suatu sistem Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam model HOT Fit memperoleh kategori sangat baik. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi dalam penggunaan sistem informasi administrasi di kantor Lurah Tanjung Hilir. Kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi yang digunakan telah mampu memberikan manfaat bagi pengguna maupun organisasi serta mendukung pelaksanaan pelayanan administrasi secara lebih efektif dan efisien. 3 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah responden yang digunakan dalam penelitian relatif sedikit karena hanya melibatkan seluruh pengguna aktif sistem informasi administrasi di Kantor Lurah Tanjung Hilir yang berjumlah empat orang. Kedua, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif sehingga belum menguji gubungan antarvariabel dalam model HOT Fit secara statisik. Oleh karena itu, hasil penelitian lebih menggambarkan kondisi aktual penggunaan sistem informasi administrasi pada objek penelitian dan belum dapat digeneralisasikan pada instansi lain yang memiliki karakteristik berbeda. Meskipun memiliki keterbatasan, penelitian ini tetap memberikan gambaran mengenai keberhasilan sistem informasi administrasi berdasarkan model HOT -Fit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Kantor Lurah Tanjung Hilir dalam mempertahankan serta meningkatkan kualitas sistem informasi administrasi yang digunakan. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji keberhasilan sistem informasi menggunakan model HOT -Fit pada instansi pemerintahan. 4 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi Kantor Lurah Tanjung Hilir sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan sistem informasi administrasi. Tingginya nilai pada seluruh variabel HOT -Fit menunjukkan bahwa sistem informasi yang digunakan telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengguna maupun organisasi. Temuan penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi instansi pemerintah lainnya yang ingin melakukan evaluasi terhadap sistem informasi administrasi menggunakan model HOT -Fit. Selain itu, hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pengembangan sistem informasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna dan organisasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menggunakan model HOT- Fit, sistem informasi administrasi yang digunakan di Kantor Lurah Tanjung Hilir memperoleh kategori sangat baik pada seluruh variabel yang Variabel kualitas sistem memperoleh nilai rata-rata 4,55, kualitas informasi 4,65, kualitas layanan 4,55, penggunaan sistem 4,80, kepuasan pengguna 4,70, struktur organisasi 4,70, lingkungan organisasi 4,85, dan net benefits 4,80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi telah mampu mendukung pelaksanaan pekerjaan administrasi dan pelayanan kepada masyarakat secara efektif. Selain itu, terdapat kesesuaian antara aspek manusia, organisasi, dan teknologi sebagaimana dijelaskan dalam model HOT -Fit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi yang digunakan telah memberikan manfaat bagi pengguna maupun organisasi. Oleh karena itu. Kantor Lurah Tanjung hilir diharapkan dapat mempertahankan kualitas sistem yang telah berjalan dengan baik serta melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan sistem tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan menggunakan metode analisis yang lebih mendalam agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai keberhasilan sistem informasi. E-ISSN: 2777-0680 Jurnal Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. No. 1 - Juni 2026. Hal. DOI: 10. 59395/jitp. DAFTAR PUSTAKA