Simfoni Kidung Tanggulangin: From Us to Keswa Adhelia Hasri Miracahyani1*. Al Rosyid Anggi Satrya & Zwita Almaida Article Info *Correspondence Author 1 Communication Relation and CSR PT Pertamina Gas Operation East Region How to Cite: Miracahyani. Satrya. Almaida. Simfoni Kidung Tanggulangin: From Us to Keswa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 29-37, 2024 Article History Submitted: 7 October 2024 Received: 7 October 2024 Accepted: 9 October 2024 Abstract Mental illness often becomes a turning point in a person's life. The strong social stigma and the double burden that mental health patients must bear make them vulnerable to isolation and discrimination. The CSR program of Pertamina Gas Operation East Java Area, titled "Symphony of Tanggulangin,Ay in Tanggulangin Subdistrict. Sidoarjo. East Java, presents new hope. Through a comprehensive therapy program, we strive to provide a 'new chapter' for mental health patients, helping them manage their symptoms, improve their quality of life, and return to active participation in society. Because medication is not the only solution to the problems of mental health patients, they need activities as a form of therapy. Through various activities that promote economic improvement, social empowerment, and environmental preservation, mental health patients can consistently be reintegrated into society. With the principle that mental health patients are a vulnerable group deserving of "recovery" in their lives, the CSR of Pertamina Gas Operation East Java Areacontinues to carry out social innovation Moreover, every part of society also plays an important role. Collaboration among actors such as the government, companies, academics, and volunteers is needed to realize a mental health-friendly village. Correspondence E-Mail: Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. https://doi. org/10. 55381/jpm/v3i3. https://prospectpublishing. id/ojs/index. php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Keywords: Social Innovation. Mental Disorder. Mental Health. Teraphy. Environtmental Management. Waste Management. Social Empowering, health-friendly village. Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access pages. Simfoni Kidung Tanggulangin: Dari Kita Untuk Keswa Adhelia Hasri Miracahyani1*. Al Rosyid Anggi Satrya & Zwita Almaida Article Info *Korespondensi Penulis Communication Relation and CSR PT Pertamina Gas Operation East Region Surel Korespondensi: @pertamina. Abstrak Gangguan jiwa seringkali menjadi titik balik dalam kehidupan Stigma sosial yang kuat dan beban ganda yang harus ditanggung oleh pasien kesehatan mental membuat mereka rentan terhadap isolasi dan diskriminasi. Program CSR Pertamina Gas Operation Area Jawa Timur "Simfoni Kidung Tanggulangin" di Kecamatan Tanggulangin. Sidoarjo. Jawa Timur hadir sebagai harapan baru. Melalui program terapi yang komprehensif, kami berupaya memberikan 'halaman baru' bagi pasien keswa, membantu mereka mengatasi gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan kembali berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Sebab pemberian obat bukan satu-satunya penyelesaian bagi permasalahan pasien keswa. Pesien keswa perlu diberi kegiatan sebagai sarana terapi. Melalui berbagai macam kegiatan peningkatan ekonomi, penguatan sosial dan pelestarian lingkungan, pasien keswa secara konsisten mampu diterima kembali oleh Dengan prinsip bahwa pasien keswa adalah kelompok rentan yang pantas mendapatkan AupemulihanAy atas kehidupan mereka maka CSR Pertamina Gas Operation Area Jawa Timur konsisten melakukan kegiatan inovasi sosial. Selain itu, setiap bagian dari masyarakat juga memiliki peran yang penting. Kolaborasi antar aktor seperti pemerintah, perusahaan, akademisi sampai sukarelawan dibutuhkan untuk dapat mewujudkan desa ramah keswa. Kata Kunci: Eco agrotomation. tanggung jawab sosial Perusahaan. desa ramah A Miracahyani, et al. Pendahuluan Gangguan jiwa atau yang lebih sering dikenal dengan istilah ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiw. selanjutnya akan disebut dengan pasien keswa . esehatan jiw. adalah kondisi kesehatan mental yang dapat mengubah secara signifikan pola hidup dan kesejahteraan seseorang1. Kesehatan jiwa seseorang lebih dari sekadar tidak adanya penyakit mental. Hal ini juga mengacu pada keadaan makmur yang memungkinkan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka dalam berbagai bidang kehidupan (Pardede, 2. Individu dengan gangguan jiwa tidak hanya menghadapi tantangan internal, seperti ketidakmampuan untuk mengendalikan pikiran dan perasaan mereka tetapi juga sering kali mengalami stigma dan diskriminasi dari Stigma ini menambah beban yang mereka rasakan, menjadikan mereka kelompok yang sangat rentan dalam masyarakat. Fenomena ini menyebabkan pasien keswa mengalami "double burden". Beban ganda ini dialami karena di satu sisi mereka harus berjuang melawan gangguan jiwa yang mereka alami. Sementara di sisi lain, mereka harus menghadapi tekanan eksternal berupa penilaian negatif dan ketidakpastian sosial. Kesehatan mental yang buruk berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan layak, berinteraksi secara sosial, dan memperoleh pekerjaan yang stabil. Niman . mengatakan bahwa perawatan yang dibutuhkan penderita gangguan jiwa menimbulkan dampak yang besar bagi keluarga, yaitu dampak ekonomi seperti tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung. Penanggulangan pasien keswa dan kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting dalam konteks global saat ini, terutama dalam kaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satu prinsip utama SDGs adalah "leave no one behind" atau tidak meninggalkan siapa pun di belakang2. Dalam kerangka ini, perhatian terhadap pasien keswa merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal akses terhadap layanan kesehatan, dukungan sosial, dan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh Pertamina Gas OEJA di Kecamatan Tanggulangin berupaya untuk menjawab tantangan ini dengan memberikan dukungan yang lebih holistik kepada pasien keswa Sebelumnya sebagian besar penanganan ODGJ di daerah ini hanya melibatkan pemberian obat-obatan melalui program dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Meskipun pengobatan adalah komponen penting dalam perawatan kesehatan mental, pendekatan ini sering kali tidak mencakup aspek-aspek lain dari kesejahteraan mental, seperti dukungan psikologis dan sosial. Melalui program CSR AuSimfoni Kidung TanggulanginAy. PT Pertamina Gas Operation East Java Area berusaha untuk mengisi kekosongan dengan memberikan terapi yang lebih komprehensif, termasuk konseling, pelatihan keterampilan, dan program rehabilitasi sosial. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membantu pasien keswa dalam mengelola gejala mereka namun juga dalam memulihkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan demikian. CSR PT Pertamina Gas Operation East Java Area bukan hanya berkontribusi pada kesehatan mental individu tetapi juga mendukung pencapaian tujuan SDGs dengan memastikan bahwa kelompok rentan ini mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa 2 United Nation . Leave No One Behind in Indonesia: a data-driven study identifying inequalities and discrimination that can be faced by those furthest left behind. A Miracahyani, et al. Dengan latar belakang ini, jurnal ini akan mengeksplorasi dampak dan hasil dari program CSR yang telah dilaksanakan, serta mengkaji sejauh mana inisiatif ini telah memenuhi kebutuhan pasien keswa di Kecamatan Tanggulangin dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Metode Dalam penulisan jurnal ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif participatory dan mencoba menjelaskan secara deskriptif dimana berpartisipasi dalam penanganan pasien keswa yang relatif lebih tenang dan membutuhkan treatment lanjutan. Pengambilan data primer dilakukan ketika implementasi kegiatan melalui interview kepada kader keswa maupun Hal ini disebabkan karena komunikasi itu sendiri menjadi bagian yang penting dari Selanjutnya untuk data sekunder menjadi data pendukung kerangka program inovasi sosial ini. Metode triangulasi data digunakan untuk mencari informasi yang redundan. Pembahasan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan prevalensi yang signifikan dalam kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) jika dibandingkan dengan total provinsi di Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, jumlah ODGJ di Sidoarjo mencapai 4. 336 orang3, dimana merupakan angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan total ODGJ di Provinsi Jawa Timur yang berjumlah 998 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa Sidoarjo menyumbang sekitar 7% dari total kasus ODGJ di provinsi tersebut. Terdapat sekitar 450 juta orang menderita gangguan jiwa dan perilaku di seluruh dunia. Diperkirakan 1 . dari 4 . orang akan menderita gangguan jiwa selama masa hidup mereka (Agustina & Handayani, 2. Perbandingan pasien keswa dengan Masyarakat Kecamatan Tanggulangin 1 : 58 orang4, artinya di antara 58 warga, terdapat 1 . orang yang mengalami gangguan mental. Total pasien keswa di Kecamatan Tanggulangin, yakni 238 pasien. Jumlah tersebut tersebar diantara 18 wilayah desa di mana pada kecamatan tersebut memiliki 5 . posyandu keswa. Tingginya angka pasien keswa ini, dipengaruhi oleh berbagai penyebab. Data tersebut diperoleh dari Puskesmas Tanggulangin dan kader Faktor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan saling terkait dan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan jiwa. Kemiskinan dapat menyebabkan stres kronis akibat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sedangkan penyakit fisik yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Pendidikan yang rendah dapat membatasi akses terhadap informasi yang akurat tentang kesehatan mental dan dukungan sosial. Sebelum diagnosis ditegakkan, individu akan menjalani serangkaian evaluasi psikologis yang meliputi wawancara klinis, tes psikologis, dan mungkin juga pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab organik. Selama ini, penanganan pasien keswa di Kabupaten Sidoarjo sebagian besar terfokus pada pemberian obat-obatan, tanpa adanya keterlibatan mendalam dari tenaga ahli seperti psikolog atau akademisi. Pendekatan ini cenderung mengandalkan terapi medis sebagai solusi utama. Profil Kesehatan 2021 Ae Provinsi Jawa Timur. P2PTan Keswa diakses pada tanggal 30 Agustus 4 Data Primer Jumlah Pasien Keswa dari Puskesmas Tanggulangin Tahun 2024. A Miracahyani, et al. sementara aspek-aspek penting dalam perawatan holistik seperti terapi psikologis, konseling, dan intervensi berbasis penelitian belum dioptimalkan. Akibatnya, upaya penanganan gangguan jiwa di Sidoarjo masih terbilang terbatas, tanpa adanya dukungan multidisipliner yang dapat membantu memahami dan mengatasi penyebab serta dampak gangguan jiwa secara lebih komprehensif. Sebagai alternatif dari pendekatan konvensional yang hanya berfokus pada pemberian obat, pendekatan berbasis kegiatan telah terbukti efektif dalam memberikan layanan kepada pasien Dengan melibatkan mereka dalam berbagai aktivitas yang produktif, seperti pelatihan keterampilan, seni, atau kerja sosial, waktu melamun dapat dikurangi secara signifikan yang pada gilirannya membantu mereka dalam proses pemulihan. Lebih dari itu, sangat penting untuk membuka peluang bagi pasien keswa untuk berperan aktif dalam masyarakat dan menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan dan potensi untuk berkarya meskipun dengan keterbatasan mereka. Dukungan masyarakat umum dalam memberikan kesempatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup mereka tetapi juga memperkuat inklusi sosial dan memperkaya keberagaman dalam komunitas. PT Pertamina Gas Operation East Java Area adalah perusahaan yang aktif melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. PT Pertamina Gas Operation East Java Area selaku pemilik program Kidung Tanggulangin (Gerakan Melindungi Masyarakat Rentan dengan Pengelolaan Lingkunga. menjadi adaptif atas permasalahan yang ada di masyarakat. Pasien keswa dinilai sebagai sebuah entitas kelompok rentan. Oleh karena itu, perusahaan berupaya untuk melakukan pengembangan kapasitas agar pasien keswa lebih Tujuannya bukan menyembuhkan kondisi kelompok rentan tetapi menjadikan kondisi mereka jauh lebih baik dan mengurangi stigma masyarakat terhadap pasien keswa. Pasien keswa termasuk dalam golongan kelompok rentan. Mereka mengalami kerentanan terhadap akses layanan kesehatan, rentan terhadap akses ekonomi, dan pekerjaan. Hal tersebut tentu semakin memperburuk kondisi mereka. Terdapat gap yang sangat besar antara pasien keswa dengan masyarakat umum. Upaya untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi di antara mereka masih cukup sulit untuk dilakukan. Jika dilihat dari pendekatan motivasi, masyarakat umum seolah tidak mendapatkan apapun jika mereka menjalin komunikasi dengan pasien keswa termasuk rentan terhadap akses terhadap kehidupan sosial yang layak. Sistem sosial kemasyarakatan yang tidak berpihak kepada Pasien Keswa membuat mereka hidup dalam kemiskinan yang sistematis. Mereka kesulitan diterima kerja akibat kondisi kesehatan mereka yang membuat orang lain AutakutAy. Dan ketika mereka berusaha untuk berkarya secara mandiri, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa stigma yang melekat pada diri mereka membuat usaha mereka dipandang sebelah mata. Simfoni Kidung Tanggulangin adalah bentuk transformasi jawaban atas permasalahan sosial. Pasien keswa didorong untuk melakukan kegiatan sosial dan ekonomis. Untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri, peningkatan income, menyalurkan energi positif, memperbaiki persepsi Masyarakat. Hal-hal tersebut dirangkum dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Sehingga pasien keswa memiliki peran dan fungsi sosial di masyarakat. Kegiatan Simfoni Kidung Tanggulangin secara garis besar Rumah Aktivitas Keswa. Teman Kreatif. Teman Bicara. Teman Sejiwa. Teman Lestari, dan Teman Kencana. Teman Kencana dan teman Lestari ini adalah aspek menjaga kondisi lingkungan. Teman Bicara dan Teman Sejiwa adalah sesi penguatan sosial. Teman Kreatif dan Rumah Aktivitas Keswa menjadi penguatan diaspek ekonomi. Stigma sosial seringkali menjadi penghalang bagi pasien dengan gangguan jiwa untuk A Miracahyani, et al. berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Padahal kegiatan seperti menanam pohon, membersihkan sungai, atau mengelola kebun komunitas dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi mereka. Melalui AuTeman LestariAy dalam kegiatan ini, pasien dapat merasakan manfaat fisik seperti peningkatan kemampuan aktivitas fisik serta manfaat psikologis seperti pengurangan stres dan peningkatan harga diri. Namun untuk mencapai hal ini, diperlukan dukungan yang kuat dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan, serta integrasi dengan program-program CSR eksisting yang telah disesuaikan kemampuan pasien Program "Teman Kencana" yang berarti "Kenali Bencana" merupakan langkah inovatif untuk mengurangi potensi gangguan jiwa yang dapat timbul akibat ancaman perubahan iklim. Perusahaan telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk menangani isu ini secara Salah satunya adalah pemasangan sistem peringatan dini . arly warning syste. banjir yang bertujuan untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak bencana secara real-time. Selain itu, program "Kenali Bencana" diperkenalkan di SD Negeri 1 Ganggangpanjang yang memberikan edukasi sejak usia dini mengenai bencana dan cara-cara mitigasinya. Program ini juga melibatkan "Psychology of Climate Change" yang bekerja sama dengan psikolog dari Universitas Surabaya untuk mempersiapkan mental masyarakat umum terhadap perubahan Melalui pendekatan yang terpadu ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, serta mengurangi dampak psikologis yang mungkin timbul akibat perubahan iklim (Beattie, 2. Program Teman Bicara adalah inisiatif perusahaan yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (UBAYA) untuk menyediakan layanan konseling kepada pasien kesehatan jiwa. Kolaborasi ini tidak hanya menawarkan dukungan psikologis yang profesional tetapi juga menjadikan program ini sebagai laboratorium sosial yang berharga untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri pasien, berkat konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Selain itu, program ini menghasilkan laporan yang mendetail mengenai minat dan kebutuhan setiap pasien, memungkinkan penyesuaian layanan yang lebih tepat guna dan membantu dalam merancang strategi intervensi yang lebih efektif. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan mental pasien sekaligus memberikan kontribusi pada penelitian psikologi praktis di tingkat universitas. Program Teman Sejiwa dirancang untuk meningkatkan kapasitas caregiver yang meliputi keluarga pasien kesehatan jiwa atau tetangga, dalam mendukung kesejahteraan mental pasien. Mengingat keterbatasan kehadiran ahli psikologi yang tidak selalu tersedia, program ini bertujuan untuk memberdayakan caregiver dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan ketenangan jiwa secara efektif. Melalui peningkatan kapabilitas yang didukung oleh buku saku psikolog, caregiver dapat memperoleh panduan praktis dan strategi untuk mengelola situasi sulit dan memberikan dukungan emosional yang konsisten. Dengan pendekatan ini, diharapkan caregiver dapat lebih siap menghadapi tantangan dalam merawat pasien kesehatan jiwa, serta menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan mendukung bagi proses pemulihan pasien. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fadli & Mitra . mendapatkan hasil tentang cara pemberian perawatan yang dilakukan oleh keluarga direkomendasikan untuk tidak menghadapi penderita dengan kasar karena bisa menyebabkan kondisi penderita semakin buruk. Program Teman Kreatif mengajak pasien keswa bersama kader kesehatan jiwa dan caregiver untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan akses ekonomi dan lapangan kerja yang sering dialami oleh pasien kesehatan A Miracahyani, et al. Dalam program ini, berbagai produk kreatif telah dihasilkan, seperti kompos metode Takakura, tanaman aloe vera beserta turunannya, kemoceng, keset alas kaki, dan asbak. Selain itu, program ini mendorong masyarakat untuk membuka peluang magang yang dapat memberikan pengalaman kerja praktis bagi pasien kesehatan jiwa, seperti di bengkel kendaraan atau cuci motor. Dengan memberdayakan pasien melalui keterampilan praktis dan kesempatan kerja, diharapkan mereka dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperoleh rasa pencapaian serta integrasi yang lebih baik dalam masyarakat. Rumah Aktivitas Kesehatan Jiwa berfungsi sebagai wadah komunikasi dan pusat kegiatan yang mendukung kesehatan mental secara komprehensif. Tidak hanya ditujukan untuk pasien kesehatan jiwa, rumah aktivitas ini juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran yang menyediakan informasi dan edukasi mengenai ilmu psikologi dan kesehatan mental. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung pemahaman dan kesadaran tentang kesehatan jiwa. Selain itu, rumah aktivitas ini juga berperan sebagai etalase untuk menampilkan produk hasil kerajinan pasien, memberikan mereka platform untuk menunjukkan keterampilan dan hasil kerja mereka kepada masyarakat. Dengan memadukan fungsi edukatif dan dukungan praktis, rumah aktivitas ini berkontribusi pada pemberdayaan pasien serta peningkatan integrasi mereka dalam komunitas. Secara prinsip, kebutuhan dasar para pasien kesehatan jiwa, yaitu kebutuhan atas aktivitas yang layak, kebutuhan atas akses ekonomi, dan kebutuhan atas interaksi sosial dengan Proses penyembuhan pasien kesehatan jiwa sangat membutuhkan dukungan dari keluarga terdekat, kerabat, dan masyarakat yang lebih luas. Melalui program Simfoni Kidung Tanggulangin, interaksi dan peranan sosial pasien keswa dibangun secara komprehensif. Dimulai dari kegiatan konseling untuk mengenali dan menggali lebih dalam atas permasalahan dan mimpi mereka Pelibatan para pasien kesehatan jiwa dalam kegiatan pelatihan-pelatihan keterampilan, serta pelibatan pasien kesehatan jiwa dalam dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Hingga pada akhirnya melahirkan kepercayaan bagi para penggiat UMKM untuk melibatkan para pasien kesehatan jiwa dalam proses magang. Rangkaian kegiatan tersebut melahirkan pandangan baru bagi masyarakat bahwa para pasien kesehatan jiwa ini mampu berinteraksi dan berkomunikasi dan keberadaan mereka tidak membahayakan komunitas atau masyarakat. Penerimaan pasien kesehatan jiwa di Kecamatan Tanggulangin secara pelan dan terus berproses memperlihatkan bahwa penerapan konsep desa ramah pasien kesehatan jiwa bisa diterapkan melalui Program Simfoni Kidung Tanggulangin. Kesimpulan Dalam menghadapi tantangan gangguan jiwa, atau pasien kesehatan jiwa . yang sering mengalami stigma dan "double burden" berbagai inisiatif dan program telah dikembangkan untuk memberikan dukungan holistik. Program Corporate Social Responsibility (CSR) Simfoni Kidung Tanggulangin dari PT Pertamina Gas Operation East Java Area berupaya menjawab tantangan ini dengan pendekatan multifaset yang meliputi peningkatan kapabilitas caregiver, penyediaan layanan konseling melalui kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, dan pemberdayaan pasien melalui kegiatan ekonomi kreatif. Program-program seperti Teman Lestari dan Teman Kencana mendukung penanganan kesehatan jiwa dengan melibatkan pasien dalam kegiatan lingkungan dan edukasi bencana, sementara Teman Bicara dan Teman Sejiwa fokus pada dukungan psikologis dan pengembangan kapasitas caregiver. Selain itu. Rumah Aktivitas Kesehatan Jiwa berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan etalase A Miracahyani, et al. produk hasil kerajinan pasien, mempromosikan integrasi sosial, dan pemberdayaan Melalui upaya ini, diharapkan dapat mengurangi stigma, meningkatkan kualitas hidup pasien keswa, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dengan memastikan bahwa semua individu, terutama yang rentan, mendapatkan perhatian dan dukungan yang Sesuai dengan pernyataan Hastuti & Rohmat . mendapatkan hasil bahwa pemberian aktivitas memang sangat diperlukan bagi penderita schizophrenia dalam pemberian keperawatan dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian penderita agar tidak selalu bergantung dengan orang lain. Daftar Pustaka