Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Penyuluhan Peran Orangtua Dalam Pengawasan Anak Berkendara Di Jalan Raya Di Dukuh Dobalan Kelurahan Timbulharjo Kabupaten Bantul Veronica Diana Anis Anggorowati Institut Teknologi Nasional Yogyakarta Yogyakarta. Email: veronica. diana@itny. Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orangtua di Dusun Dobalan. Desa Timbulharjo. Kapanewon Sewon. Kabupaten Bantul, terhadap pentingnya peran mereka dalam mengawasi anak-anak yang berkendara di jalan raya. Maraknya kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah, serta pembagian leaflet edukatif mengenai keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta dari total 50 undangan, dengan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan. Skor pengetahuan peserta . ari kuesione. meningkat rata-rata dari 58,25 menjadi 88,5 . , yang mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif yang dilakukan. Selain itu, 91% peserta menyatakan siap menerapkan hasil penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala dengan cakupan wilayah yang lebih luas dan pelibatan instansi terkait seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan. Keywords: Keselamatan lalu lintas. Pengawasan anak. Peran orangtua PENDAHULUAN Keselamatan lalu lintas merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan menjadi perhatian utama dalam pembangunan sektor transportasi berkelanjutan. Data dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa pada tahun 2023, lebih dari 23% korban kecelakaan lalu lintas adalah anak-anak dan remaja berusia di bawah 19 tahun, dengan sebagian besar melibatkan sepeda motor. Fenomena anak-anak mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tanpa pengawasan orangtua mengkhawatirkan, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Di Dusun Dobalan. Desa Timbulharjo. Kapanewon Sewon. Kabupaten Bantul, fenomena ini terpantau cukup signifikan. Berdasarkan pengamatan awal dan informasi dari warga setempat, banyak anak usia sekolah yang terbiasa mengendarai sepeda motor sendiri untuk ke sekolah atau kegiatan lainnya. Mereka melakukannya tanpa izin atau pengawasan dari orangtua maupun pihak berwenang, yang pada akhirnya berpotensi melanggar hukum dan membahayakan keselamatan jiwa. Secara teoritis, peran orangtua dalam pembentukan perilaku anak sangat vital. Menurut Bandura . dalam teori pembelajaran sosial, anak meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, terutama dalam konteks pengambilan keputusan sehari-hari, termasuk berkendara. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Studi oleh Sari . menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orangtua dalam pengawasan berkendara mampu menurunkan hingga 40% pelanggaran lalu lintas oleh remaja. Penelitian lain oleh Nugroho . juga mengungkapkan bahwa pendekatan edukatif terhadap keluarga lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan represif dari aparat hukum semata. Namun demikian, di wilayah seperti Dusun Dobalan, belum terdapat program pengabdian masyarakat yang secara khusus menyasar pada edukasi orangtua mengenai pengawasan berkendara anak. Sebagian besar program yang ada lebih berfokus pada siswa sekolah atau kampanye keselamatan di jalan secara umum. Hal ini menciptakan gap penting, di mana kesadaran keluarga sebagai unit pertama dalam pendidikan keselamatan lalu lintas belum tersentuh secara optimal. Urgensi kegiatan ini terletak pada perlunya membangun kesadaran kolektif dalam keluarga sebagai agen pengawas dan pendidik utama anak. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para orangtua mengenai pentingnya peran mereka dalam membentuk budaya keselamatan berkendara, dengan pendekatan partisipatif dan dialogis agar terjadi perubahan sikap dan perilaku. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pengawasan terhadap anak yang berkendara serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman di jalan raya. Solusi yang ditawarkan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah, dan penyebaran media edukatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta mendorong refleksi kolektif di tingkat keluarga. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan menggunakan desain edukasi kuasi-eksperimen satu kelompok dengan prepost test tanpa kelompok kontrol. Tujuan dari desain ini adalah untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan dan sikap peserta . sebelum dan sesudah intervensi edukatif. Kegiatan dilakukan di Dusun Dobalan. Desa Timbulharjo. Kapanewon Sewon. Kabupaten Bantul, pada tanggal 10Ae11 Februari 2025, selama dua hari berturut-turut. Rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga tahap utama, yaitu: Tahap Persiapan Tim melakukan koordinasi awal dengan perangkat desa. Ketua RW dan RT (RT 01 hingga RT . , serta tokoh masyarakat setempat. Data awal mengenai anak-anak yang sering berkendara ke sekolah diperoleh melalui wawancara dengan ketua RT/RW, guru SD/SMP di wilayah tersebut, dan hasil observasi lapangan. Sampel kegiatan berjumlah 35 orang tua yang Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 memiliki anak usia 10Ae17 tahun, dipilih secara purposive berdasarkan rekomendasi ketua RT dan hasil observasi mengenai keterlibatan anak-anak mereka dalam aktivitas berkendara sepeda motor. Tahap Pelaksanaan Kegiatan edukasi dilaksanakan dalam dua sesi penyuluhan partisipatif, masing-masing berdurasi 90 menit, meliputi Sesi 1 yaitu Edukasi hukum dan regulasi lalu lintas, serta statistik kecelakaan anak dan Sesi 2 yaitu Peran orangtua dan strategi pengawasan anak dalam Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok kecil, dan studi kasus sederhana berbasis pengalaman lokal. Media edukatif yang digunakan meliputi Presentasi PowerPoint menggunakan laptop dan proyektor. Poster edukatif, leaflet informasi, dan video singkat tentang keselamatan anak di jalan, dan Alat bantu tulis seperti papan tulis, spidol, dan lembar kerja refleksi Tahap Evaluasi dan Umpan Balik Evaluasi dilakukan dengan Kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap . kala Likert sederhan. Observasi partisipatif selama sesi diskusi untuk melihat keterlibatan peserta. dan Wawancara singkat dengan 10 peserta yang dipilih secara acak untuk menggali respon kualitatif terhadap materi dan metode kegiatan Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif komparatif dengan membandingkan skor pre-test dan post-test. Sementara itu, data kualitatif dari observasi dan wawancara dianalisis melalui kategorisasi tematik terhadap tanggapan peserta, untuk menilai efektivitas pendekatan dan menyusun rekomendasi untuk replikasi kegiatan di wilayah lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Dobalan. Desa Timbulharjo. Kapanewon Sewon. Kabupaten Bantul pada 10Ae11 Februari 2025, berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang menggembirakan. Gambar 1. Suasana Penyuluhan Keselamatan Gambar 2. Dokumentasi Interaksi Diskusi Berkendara Bagi Orangtua Kelompok Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kegiatan ini melibatkan tim dosen dari Program Studi Teknik Sipil, mahasiswa sebagai fasilitator lapangan, serta mitra lokal seperti perangkat desa dan tokoh masyarakat. Sebelum Kegiatan Berdasarkan observasi dan kuesioner awal terhadap 32 orangtua peserta, ditemukan bahwa 78% orangtua mengizinkan anak mengendarai sepeda motor ke sekolah meskipun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), hanya 38% responden mengetahui usia minimal legal untuk memiliki SIM, dan 62% belum memahami risiko hukum dan keselamatan dari perilaku tersebut. Fenomena ini sejalan dengan temuan Prasetyo . , bahwa kurangnya pemahaman hukum dan lemahnya kontrol keluarga menjadi faktor dominan dalam tingginya pelanggaran lalu lintas oleh anak-anak di wilayah suburban. Saat Kegiatan Penyuluhan dilakukan dalam dua sesi utama selama dua hari, dengan metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Materi yang disampaikan meliputi Regulasi usia dan persyaratan berkendara. Risiko keselamatan dan hukum bagi anak-anak, dan Peran strategis orangtua dalam pembinaan dan pengawasan. Diskusi kelompok kecil berbasis studi kasus terbukti efektif memantik partisipasi aktif dan refleksi bersama. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menganalisis skenario kecelakaan akibat anak berkendara tanpa izin. Hal ini sesuai dengan pendekatan edukasi partisipatif, di mana pembelajaran menjadi lebih bermakna karena berangkat dari konteks lokal (Fauziah & Arifin, 2. Sesudah Kegiatan Evaluasi dilakukan melalui kuesioner post-test dan wawancara terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan: Tabel 1. Perbandingan Hasil Kuesioner Sebelum Dan Sesudah Kegiatan No. Aspek yang Dinilai Mengetahui usia minimal memiliki SIM Mengetahui risiko hukum anak berkendara tanpa SIM Mengetahui peran orangtua dalam pengawasan anak Bersedia mendampingi dan mengawasi anak berkendara Sebelum Kegiatan Sesudah Kegiatan (%) (%) Gambar 3 berikut menunjukkan perbandingan tingkat pemahaman orangtua sebelum dan sesudah penyuluhan, yang meningkat rata-rata 47% di seluruh aspek yang diukur. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 3. Prosentase Peningkatan Pemahaman Orangtua Temuan ini menguatkan pendapat Suparman . yang menyatakan bahwa peningkatan literasi keselamatan berlalu lintas di kalangan orangtua berdampak langsung terhadap penurunan pelanggaran berkendara oleh anak-anak. Intervensi edukatif berbasis komunitas juga dinilai lebih efektif dibanding pendekatan represif oleh aparat. Meski demikian, diskusi mengungkap bahwa sebagian orangtua menghadapi dilema antara kepatuhan hukum dan kebutuhan praktis, seperti keterbatasan transportasi umum. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk menyediakan akses transportasi sekolah yang aman dan terjangkau, sebagaimana disarankan oleh Nugroho . dalam studi tentang transportasi ramah anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orangtua secara signifikan. Untuk dampak jangka panjang, dibutuhkan sinergi antara orangtua, sekolah, dan aparat kepolisian dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Pembentukan forum orangtua peduli lalu lintas di tingkat dusun dapat menjadi langkah lanjut untuk edukasi berkelanjutan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Dobalan. Desa Timbulharjo. Kapanewon Sewon. Kabupaten Bantul, secara umum telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran dan pemahaman orangtua mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang berkendara, khususnya dalam konteks keselamatan lalu lintas dan kepatuhan terhadap regulasi. Kegiatan ini merespons kondisi awal yang menunjukkan rendahnya pemahaman orangtua terhadap usia minimal mengemudi, risiko hukum dan keselamatan, serta lemahnya keterlibatan dalam pengawasan anak saat Melalui pendekatan penyuluhan partisipatif dan diskusi kelompok, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap orangtua secara signifikan, yang tercermin dari Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 hasil evaluasi pre-test dan post-test. Misalnya, pemahaman orangtua tentang usia minimal memiliki SIM meningkat dari 38% menjadi 87%, dan kesediaan untuk mendampingi serta mengawasi anak saat berkendara meningkat dari 62% menjadi 91%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode edukatif yang komunikatif dan kontekstual efektif dalam membangun kesadaran kritis di tingkat keluarga. Keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator lapangan juga memberikan nilai tambah dalam bentuk pengalaman pembelajaran kontekstual yang memperkuat kemampuan mereka dalam komunikasi, penyuluhan, dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan dari mitra lokal seperti perangkat desa dan tokoh masyarakat turut memperkuat legitimasi dan daya jangkau Sebagai implikasi praktis, hasil kegiatan ini mengindikasikan pentingnya keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas sadar lalu lintas berbasis dusun, yang dapat menjadi wadah edukasi rutin bagi orangtua dan remaja. Selain itu, sinergi lintas sektor antara sekolah, kepolisian, dan dinas perhubungan perlu dikembangkan untuk menciptakan ekosistem keselamatan berkendara yang berkelanjutan. Penyusunan modul edukatif berbasis lokal dan integrasi materi keselamatan lalu lintas dalam kegiatan sekolah juga disarankan sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Ucapan khusus ditujukan kepada LPPMI Institut Teknologi Nasional Yogyakarta atas dukungan dan fasilitasi kegiatan maupun Terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kalurahan Timbulharjo, khususnya Bapak Lurah dan perangkat Dukuh Dobalan, atas kerjasama dan keterbukaan yang Penghargaan yang tulus ditujukan kepada mahasiswa pendamping serta seluruh peserta penyuluhan atas partisipasi aktifnya. Apresiasi juga diberikan kepada pihak donatur atau sponsor atas kontribusinya. Semoga semua dukungan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat. DAFTAR PUSTAKA