Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Rika Aprilia Sari. Adisel. Desy Eka Citra Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu *Corresponding Author Email: rikaapriliasari@gmail. Abstract Construction means constructive. In the context of educational philosophy, constructivism is an attempt to build a modern cultured living arrangement. This study aims to determine the implementation of constructivism learning theory in integrated social studies learning and the obstacles to the implementation of constructivism learning theory in integrated social studies The research method in this study includes a type of qualitative research, the author processes the results of interviews and observations to analyze and conclude them, then performs data analysis. The results of research in implementing a lesson. RPP is made with the aim that the learning process can be in accordance with the learning objectives, then the constructivism approach can be applied. The implementation of the initial activity reflects an apperception and motivation, namely preparing students before learning, inviting students to pray together before starting the learning process and taking student attendance. The evaluation stage is intended to measure success or as an assessment process to what extent the goals are achieved by giving grades. There are two obstacles to the implementation of constructivism learning theory in social studies learning, namely the inhibiting factors and supporting factors. The inhibiting factor is that the class is not controlled because the students are very enthusiastic in learning. Abstrak Konstruksi berarti bersifat membangun. Dalam konteks filsafat pendidikan,konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yangberbudaya modern. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS terpadu dan hambatan implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS terpadu. Meteode penelitian dalam penelitian ini meliputi jenis penelitian kualitatif, penulis mengolah hasil wawancara dan observasi menganalisis dan menyimpulkannya, lalu dilakukan analisis data. Hasil penelitian dalam pelaksanaan suatu pembelajaran. RPP di buat bertujuan dalam proses pembelajaran dapat sesuai dengan tujuan pembelajaran, barulah dapat diterapkan pendekatan konstruktivisme. Pelaksanaan kegiatan awal mencerminkan sebuah apersepsi dan motivasi yaitu mempersiapkan siswa sebelum belajar, mengajak siswa bersama-sama berdoa sebelum memulai proses pembelajaran dan mengabsen siswa. tahap evaluasi ditujukan untuk mengukur keberhasilan atau sebagai proses penilaian sampai sejauh mana tujuan dicapai dengan cara pemberian nilai. Kendala implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS yang mempengaruhi ada dua yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor penghambat yaitu kelas tidak terkontrol karena siswa sangat berantusias dalam belajar. Article History Received: 06-09-22J Reviewed: 07-09-22 Published: 20-01-23 Key Words Learning Theory. Constructivism. Integrated Social Studies. Sejarah Artikel Diterima: 06-09-22 Direview: 07-09-22 Disetujui: 20-01-23 7 Kata Kunci Teori Belajar. Konstruktivisme. IPS Terpadu. How to Cite: Sari. Adisel. , & Citra. Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran IPS Terpadu. Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran, 8. , doi:https://doi. org/10. 33394/jtp. Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index https://doi. org/10. 33394/jtp. Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. This is an open-access article under the CC-BY-SA License. Pendahuluan Pendidikan yang berkualitas memerlukan tenaga guru yang mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, tuntunan kompetesi guru professional juga menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Guru tidak hanya mampu untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi guru harus mampu membelajarkan anak. Guru hendaknya mampu melaksanakan kegiatan intruksional atau pembelajaran yaitu mengatur kegiatan atau mengelola informasi dan sumber belajar untuk memfasilitasi siswa dalam proses belajar (Jafar Shodiq. Rani Maretia. Liyan Desi Yulia. IPS merupakan mata pelajaran wajib yang dipelajari di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah. Pembelajaran IPS di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah hendaknya bukan hanya sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran untuk anak Madrasah Ibtidaiyah seharusnya banyak disediakan kesempatan anak untuk bereksplorasi, berpikir dan memperoleh kesempatan berdiskusi, berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat juga bekerjasama secara kelompok (Jafar Shodiq. Rani Maretia. Liyan Desi Yulia, 2. Pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan kualitas manusia seutuhnya, adalah misi pendidikan yang menjadi tanggung jawab profesional setiap guru. Pengembangan kualitas manusia ini menjadi suatu keharusan, terutama dalam memasuki era globalisasi dewasa ini, agar generasi muda kita menjadi korban dari globalisasi itu sendiri. Pendidikan yang berorientasi pada kualitas ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa ditanggulangi dengan paradigma yang lama. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat tidak dapat dikejar dengan cara-cara lama yang dipakai dalam sekolahsekolah kita. Teori merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan dunia, baik di dunia militer maupun di dunia pendidikan. Dalam hal pendidikan teori menempati sangat strategis, sebab dengan mengembangkan teori maka pengetahuan dan pengalaman semakin Berbicara tentang teori, dalam dunia pendidikan banyak sekali teori-teori yang cocok untuk mengembangkan dunia pendidikan, salah satunya yaitu teori konstruktivisme (Eveline Siregar, 2. Konstruktivisme berasal dari kata konstruktiv dan isme. Konstruktiv berarti bersifat membina, memperbaiki, dan membangun. Sedangkan Isme dalam kamus Bahasa Inonesia berarti paham atau aliran. Konstruktivisme merupakan aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi kita. Pandangan konstruktivisme dalam pembelajaran mengatakan bahwa anak-anak diberi kesempatan agar menggunakan strateginya sendiri dalam belajar secara sadar, sedangkan guru yang membimbing siswa ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi Teori yang melandasi Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran IPS yaitu teori perkembangan kognitif (Sigit Mangun Wardoyo, 2. Konstruksi Dalam pendidikan,konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yangberbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir . pembelajaran konstektual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Sedangkan teori konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhan dengan kemampuan untuk menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut dengan bantuan fasilitasi orang lain. Dapat ditarik kesimpulan bahwa teori konstruktivisme memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlukan guna mengembangkan dirinya (Moh. Yamin, 2. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk mampu mengembangkan potensipotensi peserta didik secara optimal. Upaya untuk mendorong terwujudnya perkembangan potensi peserta didik tersebut tentunya merupakan suatu proses panjang yang tidak dapat diukur dalam priode tertentu, apalagi dalam waktu yang sangat singkat. Dalam proses pembelajaran terdapat unsur-unsur yang akan menghasilkan hasil belajar, melalui hasil belajar inilah maka pembelajaran bisa berkelanjutan sehingga segala sesuatu yang dibutuhkan manusia akan terpenuhi. Secara umum, setiap siswa memiliki tingkat hasil belajar yang berbeda-beda dalam proses pembelajaran. Hal itu, tergantung dari cara siswa menerima materi pelajaran. Bagi siswa yang memiliki hasil belajar yang baik, maka siswa tersebut tertarik dalam kegiatan pembelajaran dan membuat siswa mudah memahami materi yang Hal tersebut berdampak baik pada hasil belajar siswa itu sendiri. Sedangkan, siswa yang memperoleh hasil belajar yang kurang, tentunya siswa tersebut cenderung tidak tertarik dalam proses pembelajaran, dan sulit menerima materi yang disampaikan sehingga siswa tersebut kesulitan dalam memahami materi pelajarannya (Eveline Siregar, 2. Dalam hal ini pandangan konstruktivisme tentang belajar, termasuk belajar IPS, adalah proses intelektual di mana peserta didik mengembangkan apa yang mereka ketahui melalui proses penyelarasan gagasan-gagasan baru dengan gagasan-gagasan yang telah dipelajari pada pengalaman sebelumnya, dan mereka melakukan penyesuaian itu melalui cara-cara yang unik dari mereka masing masing. Sehingga bisa dikatakan pandangan konstruktivisme memfokuskan pada proses-proses pembelajaran bukannya pada perilaku berkenaan dengan prakteknya dikelas, pendekatan-pendekatan konstruktivisme mendukung kurikulum dan pengajaran pembelajaran. Pembelajaran IPS akan menjadi bermakna apabila dibangun oleh peserta didik atau siswa sendiri. Pendukung konstruktivisme berpendapat bahwa para siswa belajar sesuatu bergerak dari pengalamannya . engetahuan sebelumny. Para peserta didik atau siswa belajar IPS misalnya, tidaklah dengan pikiran yang kosong. Untuk membangun struktur kognitif yang bermakna bagi kehidupan siswa, dengan menggunakan pengalamannya, siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui proses-proses asimilasi, konflik kognitif, akomodasi, dan equilibrasi. Dengan kerangka berpikir di atas bisa diyakini bahwa pendekatan konstruktivisme perlu diintegrasikan dalam pembelajaran IPS di kelas. Tujuannya adalah untuk dapat memberikan hasil belajar IPS yang lebih bermakna dalam pengembangan life skill siswa berkaitan dengan kemampuan sosialnya bila dibandingkan dengan pendekatan yang konvensional, seperti pendekatan behavioristik, yang selama ini diterapkan di sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efesien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaranharus fleksibel, bervariasi dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan,menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik (Hartini Nara, 2. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Asep Suryadi, . , dengan judul AuPengaruh Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme Terhadap Hasil Belajar Sains Siswa Mi Nurul Islamiyah Ciseeng BogorAy. Hasil penelitian yang di peroleh . Hasil belajar sains siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran konstruktivisme lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara yang dilakukan dengan pembelajaran pendekatan konstruktivisme dengan yang tidak menggunakan pendekatan pembelajaran konstruktivisme . Berdasarkan perhitungan data tes hasil belajar dengan nilai yang dipilih adalah 5 %, maka harga t0,95 dengan dk = 58 dari perhitungan interpolasi didapat ttabel =1,67 sehingga kriteria pengujiannya adalah terima Ho jika thitung mempunyai hargaAeharga lain. Karena hasil perhitungan data di atas menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,23 yang berada di luar daerah penerimaan Ho maka Ho ditolak. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa hasil belajar sains siswa kelas V MI. Nurul Islamiyah Ciseeng yang diajar dengan menggunakan pembelajaran pendekatan konstruktivisme pada taraf signifikansi 5 % lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar sains siswa yang diajar dengan cara konvensional. Jadi dapat dikatakan bahwa penggunaan pembelajaran pendekatan konstruktivisme membawa pengaruh positif terhadap hasil belajar sains . Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran pendekatan konstruktivisme terbukti mampu menjadikan pembelajaran di kelas menjadi lebih aktif, lebih variatif, lebih dinamis, lebih 75membangkitkan minat belajar siswa, dan terutama membuat siswa lebih perhatian atau lebih konsentrasi. Selain itu pembelajaran pendekatan konstruktivisme dapat melatih pengetahuan keberanian siswa memberikan kesempatan untuk tampil di depan kelas, menghargai apresiasi mereka terhadap pembelajaran dan memperhatikan tingkat pemahaman dan tingkat kejenuhan siswa . Pembelajaran pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran sains merupakan pendekatan yang memberikan terjadinya pembelajaran student centered, di mana siswa lebih berperan aktif dan berpikir kritis sehingga pemahaman siswa terhadap konsep sains menjadi lebih optimal. Kurangnya keaktifan siswa dalam mata pelajaran IPS di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu dikarenakan model pembelajaran atau pendekatan yang digunakan kurang tepat, biasanya guru cenderung menjelaskan dan memberitahu segala sesuatu kepada siswa, hal ini membuat siswa cenderung pasif, bosan, dan banyak siswa yang mengantuk akibat mereka tidak dapat menerima pelajaran dengan baik sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak aktifdan kreatif. Maka seorang guru mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif supaya proses pembelajaran berjalan efektif dan siswa dapat berpartisipasi aktifdalam mengikuti suatu pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran IPS harus dibuat lebih menarik dan mudah dipahami, karena pembelajaran IPS membutuhkan pemahaman dan dapat membuat siswa menjadi Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran IPS. Dalam pembelajaran IPS, agarsiswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan baik, maka penerapan pendekatan konstruktivisme. Dalam Proses Pembelajaran, guru akan memulai membuka pembelajaran dengan menyampaikan kata kunci, tujuan yang ingin dicapai, baru memaparkan kunci dan diakhiri dengan memberikan soal-soal kepada siswa, serta siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran karena dalam penerapan pendekatan konstruktivisme dapat memudahkan siswa memperbaiki kekurangannya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan uraian yang dijelaskan diatas, mendorong peneliti untuk mengetahui permasalahan kurang efesiennya pembelajaran IPS di di tempat peneliti teliti, oleh karena itu peneliti akan meneliti sejauh mana AuImplementasi Teori Belajar Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPS terpadu di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota BengkuluAy. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Dari penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS. Data primer adalah sumber data yang langsung dan segala diperoleh dari sumber data dan penyelidik untuk tujuan penelitian. Data primer dalam penelitian adalah guru IPS, 1 orang Kepala sekolah dan beberapa orang guru sejawat yang ada di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah, staf dan tata usaha serta siswa di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu jika diperlukan. Data sekunder yaitu sebagai data pendukung dalam penelitian ini yang didapatkan dari beberapa sumber bacaan, seperti buku, jurnal dan dokumentasi mengenai deskripsi wilayah. Penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data antara lain Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh infomasi dari terwawancara (Moleong, 2. Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data-data mengenai mengenai Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Ips Terpadu Di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu Metode Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, legger, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data-data mengenai Implementasi Teori Belajar Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Ips Terpadu Di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, melalui buku-buku, majalah, makalah, foto-foto, dan sebagainya untuk lebih akurat dan lengkap. Dalam alat dan teknik pengumpulan data, penulis menggunakan 3 metode yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah di peroleh dari hasil wawancara, observasi, dan Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. bahan-bahan lain, agar mudah dipahami dan temuanya dapat dinformasikan kepada orang lain (Burhan Bungin, 2. Proses analisis dalam penelitian ini dimulai dengan menelaah seluruh data dari berbagai sumber yaitu, observasi, wawancara, pengamatan, dan Dari data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Yaitu dengan langkah-langkah teknik analisis data sebagai berikut : Pengumpulan data, yaitu mengumpulkan data di lokasi penelitian dengan melakukan dokumentasi dan studi kepustakaan dengan menentukan strategi pengumpulan data yang dipandang tepat dan untuk menentukan fokus serta pendalaman data proses pengumpulan data. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu Penulis menanyakan kepada informan yaitu bagaimana perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Kepala Yayasan yaitu Ibu Hj. Shopie Indah Nur Habibah pada tanggal 2 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuPerencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu sesuai dengan acuan dan kurikulum yang kami gunakan sebagai rujukan dalam peneraparn implementasi pembelajaranan IPSAy. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPS yaitu Ibu Istiqomatul Laili pada tanggal 9 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuPerencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi teori belajar konstruktivisme pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu dilakukan mulai dari tahapan percanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap kegiatan belajarAy . Penulis menanyakan kepada informan yaitu bagaimana strategi perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Kepala Yayasan yaitu Ibu Hj. Shopie Indah Nur Habibah pada tanggal 2 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa strategi perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuRencana pembelajaran/lesson plan digunakan sebagai perencanaan yang dibuat oleh guru sebelum mengajar untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk mengetahui lesson plan yang dilakukan oleh guru, peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPSAy. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPS yaitu Ibu Istiqomatul Laili pada tanggal 9 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa strategi perencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi teori belajar konstruktivisme Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. dalam pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuPerencanaan yang dibuat oleh guru IPS dalam menerapkan implementasi dilakukan dengan tujuan untuk mencapai pembelajaran teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS yang tentunya sangat baik diterapkanAy. Kendala implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Kepala Yayasan yaitu Ibu Hj. Shopie Indah Nur Habibah pada tanggal 2 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa hambatan yang akan dihadapi oleh guru IPS dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuUntuk faktor yang menghambat salah satunya kelas menjadi tidak terkontrol karena siswa sangat berantusias didalam proses pembelajaran, sehingga mereka terkesan ribut saat mengacungkan tangan karena ingin memberikan jawabanAy. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPS yaitu Ibu Istiqomatul Laili pada tanggal 9 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana dapat menjadi hambatan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS adalah sebagai berikut : Autentu saja keterbatasan sarana dan prasarana dapat menjadi hambatan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS merupakan permasalahan klasik yang terus terjadiAy Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Kepala Yayasan yaitu Ibu Hj. Shopie Indah Nur Habibah pada tanggal 2 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana dapat menjadi hambatan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS adalah sebagai berikut : AuBenar sekali seperti yang kita ketahui bahwa keterbatasan sarana dan prasarana dapat menjadi hambatan guru dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS yang tentunya akan berpengaru secara langsung terhadap kegiatan pembelajaranAy Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPS yaitu Ibu Istiqomatul Laili pada tanggal 9 Juli 2022 beliau menyatakan bahwa hambatan yang akan dihadapi oleh guru IPS dalam menerapkan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut : AuHambatan yang sering ditemukan lebih kemasalah teknis seperti kurang kondusif suasana kelas, kurangnya fasilitas motivasi serta keinginan untuk lebih memiliki motivasi yang baik dalam belajarAy Adapun hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru mengenai aspek yang terdapat dalam lesson plan sama dengan RPP pada umumnya. Karena RPP yang dibuat masih menggunakan RPP Kurikulum KTSP maka aspek-aspek yang ada di dalamnya antara lain: Identitas sekolah. SK dan KD. Indikator. Tujuan. Materi pembelajaran. Metode pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran . ksplorasi, elaborasi, dan konfirmas. Sumber pembelajaran. Alat/Bahan. Media dan Penilaian. Secara umum bentuk RPP yang di buat oleh guru sama hal nya dengan RPP yang digunakan oleh sekolah lain. Berdasarkan hasil analisis dokumen lesson plan, rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru adalah memuat aspek-aspek sebagai berikut yaitu Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. Identitas sekolah. SK dan KD. Indikator. Tujuan. Materi pembelajaran. Metode Pembahasan Konstruktivisme merupakan landasan berfikir . pembelajaran kontektual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. Konstruktivisme dalam belajar sebagai sebuah pendekatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun . sedikit demi sedikit makna terhadap apa yang dipelajarinya dengan membangun hubungan secara internal atau keterkaitan antara ide-ide dengan faktafakta yang diajarkan. Pendekatan konstruktivisme menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Segala sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungan dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebut. Siswa diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu yang dihadapinya. Secara lebih rinci penerapan pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran tersebut di jabarkan sebagai berikut: . Pada tahap awal, guru mengajukan masalah di papan tulis, ditransparansi, ataupun di kertas peraga, . Guru bertanya kepada para siswa, . Guru meminta siswa bekerja mengerjakan tugas yang di beri. Guru memberikan kesempatan kepada siswa atau kelompok untuk melaporkan hasil yang di dapatinya dan di diskusikan. Hal yang sama dengan hasil penelitian Anita . , dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran KonstruktivismeUntuk Meningkatkan Kemampuan SiswaDalam Mengidentifikasi Benda Berdasarkan Cirinyadi Kelas I Mim Kembaran Wetan PurbalinggaSemester Gasal Tahun pelajaran 2010/2011Ay . Hasil penilaian yang dilaksanakan sampai pada siklus ketiga menunjukkan ketuntasan belajar mencapai 95,83% mengalami peningkatan 70,83% dibandingkan dari studi awal, yang ketuntasan belajarnya 25% dengan rata-rata nilai 56,66 menjadi 82,08% . Penerapan model pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran IPA kompetensi dasar mengidentifikasi benda berdasarkan cirinya mampu meningkatkan minat belajar siswa, mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi benda. Hal ini diindikasikan dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa. Perubahan tersebut tampak pada proses penemuan informasi, pemecahan masalah dan diskusi kelompok atau saat melakukan sharing dengan anggota kelompoknya, di samping itu terlihat pada peningkatan ditiap-tiap siklus, siklus pertama 50% yang merespon baik menjadi 91,66% yang merespon baik pada siklus ketiga. Dengan model pembelajaran konstruktivisme pembelajaran akan lebih efisien, lebih efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai seperti yang diharapkanun Pelajaran 2010/2011Ay. Proses belajar mengajar . adalah upaya secara sistematis yang dilakuakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efesien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kemampuan mengelola pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi guru agar terwujud kompetensi profesionalnya. Konsekuensinya, guru harus memiliki pemahaman yang utuh dan tepat terhadap konsepsi belajar dan mengajar. Adapun penerapan pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran di PKPPS Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu adalah sebagai berikut: Tahap awal penerapan pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran pada PKPPS Hidayatul Qomariyah Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. Kota Bengkulu. Menyusun Rencana Pembelajaran/ Lesson Plan. Rencana pembelajaran/ lesson plan digunakan sebagai perencanaan yang dibuat oleh guru sebelum mengajar untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk mengetahui lesson plan yang dilakukan oleh guru, peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPS. Adapun hasil wawancara adalah sebagai berikut, di tegaskan oleh guru IPS , yaitu. Aigunanya RPP bertujuan supaya apa yang ingin disampaikan akan mudah diterima oleh siswa, jadi pada saat di dalam proses pembelajaran, pembelajaran itu akan terarah itulah harus adanya perencanaan seperti RPP dan materi sebelum mengajar, supaya apa yang akan disampaikan itu terlaksanakan seperti apa yang kita inginkan dan akan kita capai. Untuk mengetahui mengenai lesson plan yang dilakukan oleh guru selain melakukan wawancara peneliti juga melakukan sebuah observasi. Dari hasil observasi peneliti, lesson plan yang dibuat oleh guru disiapkan berdasarkan kurikulum yang diterapkan di sekolah yakni sistem kurikulum 2013. Pembuatan RPP juga disesuaikan dengan sistem yang dibuat oleh pemerintah. RPP dan perangkat pembelajaran yang lainnya sudah disusun dan dipersiapkan sebanyak satu semester oleh guru. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan guru sebagai berikut: (RPP ini dibuat langsung untuk 1 semester, dan sebelum proses mengajar harus mempersiapkan RPP terlebih dahulu, supaya pembelajaran itu lebih terarah dan materi yang akan disampaikan itu lebih jelas Hasil penelitian sejalan dengan penelitia terdahulu yang dilakuka Andi Wildani . , dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar SiswaAy. Hasil penelitian yang di peroleh adalah . Penerapan model pembelajaran Konstruktivisme dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas II Sd Negeri Rappojawa 71 yang indikatornya berupa perolehan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 70,90 meningkat menjadi 89,44 pada siklus II. Hal ini berarti bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Konstruktivisme mengalami peningkatan sebesar 18,54. Penerapan model konstruktivisme dalam pembelajaran matematika telah mampu menumbuhkan aktivitas dan minat siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada hasil partisifasi aktivitas siswa selama pembelajaran yang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, itu berarti bahwa penerapan model konstruktivisme pada pembelajaran matematika telah memberikan dampak yang positif, baik hasil yang berupa nilai maupun aktivitas dan minat belajar siswa yang semakin meningkat. Langkah-langkah pembelajaran . ksplorasi, elaborasi, dan konfirmas. Sumber pembelajaran. Alat/Bahan. Media, lalu kegiatan akhir yang berisi tentang refleksi, penilaian dan penugasan serta Tanda tangan guru mata pelajaran dan Kepala sekolah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam proses pembelajaran harus ada perencanaan terlebih dahulu seperti RPP, supaya apa yang disampaikan dalam proses pembelajaran dapat sesuai dengan tujuan yang ingin di capai dan di dalam proses pembelajaran tersebut akan terarah, barulah dapat di terapkan pendekatan konstruktivisme. Dalam penerapan pendekatan konstruktivisme, peneliti mengacu pada kegiatan awal yang mencerminkan sebuah apersepsi dan motivasi siswa, adapun kegiatan tersebut adalah apersepsi dan motivasi. Kegiatan apersepsi dan motivasi yang biasa dilakukan oleh guru kelas 3 khusus nya mata pelajaran IPS di dalam proses pembelajaran yaitu: Pertama alfa zona, alfa zona adalah pengkondisian siswa sebelum belajar adapun berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru mata pelajaran IPS (EA) terkait mengenai Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 8. No. 1 (Jan. Copyright A 2023 The Author. Rika Aprilia S. , et. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran https://e-journal. id/index. php/jtp/index Januari 2023 Vol 8. No. E-ISSN: 2656-1417 P-ISSN: 2503-0602 Pp. alfa zona adalah sebelum proses belajar mengajar dimulai hal yang utama di lakukan adalah pengkondisian kelas terlebih dahulu, lalu mengajak siswa bersama-sama berdoa atau melafazkan basmalah sebelum belajar, serta mengabsen siswa. Kesimpulan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Pada kegiatan awal mencerminkan sebuah apersepsi dan motivasi seperti kegiatan alfa zona yaitu mempersiapkan siswa sebelum belajar, mengajak siswa bersama-sama berdoa sebelum memulai proses pembelajaran dan mengabsen siswa. Lalu kegiatan yaitu mengulang kembali materi pembelajaran yang telah disampaikan sebelumya. Setelah itu kegiatan preteach yaitu menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan, dan kegiatan terakhir yaitu scene setting yaitu cara menstimulus siswa untuk membangun konsep awal. Pada tahap pelaksanaan diterapkanlah pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran. Evaluasi Pada tahap evaluasi yaitu serangkaian pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan atau sebagai proses penilaian sampai sejauh mana tujuan yang akan dicapai dengan cara pemberian nilai. Kendala implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran IPS di Program Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah Wustho Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi ada dua yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor penghambat yaitu kelas tidak terkontrol karena siswa sangat berantusias dalam belajar. Faktor pendukung yaitu siswa lebih aktif dalam pembelajaran, siswa mengkonstruksi sendiri pemahaman pembelajaran, siswa lebih paham, siswa mempuyai daya ingat yang kuat, siswa mempunyai semangat belajar, siswa terlibat langsung dalam pembelajaran. Saran Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat karya ilmiah lain baik dengan judul serupa dengan variabel yang berbeda ataupun judul dan variabel berbeda. Daftar Pustaka