NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 55-63 Pelatihan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo Simple bookkeeping training for MSMEs in Kulon Progo Regency Nur Achmadi 1. Ika Wulandari 2 Fakultas Ekonomi Universitas Mercubuana Yogyakarta *Email : nurachmadiumby27@gmail. com 1*), ikawulandari@mercubuana-yogya. Article History: Received: 25 Februari2023 Revised: 15 Maret 2023 Accepted: 08 April 2023 Keywords: Training. Simple Bookkeeping. Kulon Progo Abstract: Bookkeeping training for MSMEs in the Kulon Progo Regency area aims to improve the ability of MSMEs to manage their business finances. The method used for this community service activity is by providing a training in making bookkeeping and the material provided consists of modules adapted from MSME financial accounting guidelines. The activity was carried out for 1 day at the location of each MSME actor, with a total of 3 business actors The results of this activity show that the majority of participants understand the importance of bookkeeping to manage their business finances and are able to implement simple bookkeeping for their As a result of the training. MSME actors are able to keep simple bookkeeping that allows them to measure their business performance and make decisions for better business ventures in the future. This training is expected to provide support for local economic growth through improving the quality of MSME financial management in the Kulon Progo Regency area. Abstrak Pelatihan pembuatan pembukuan bagi para pelaku UMKM yang ada di daerah Kabupaten Kulon Progo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan bisnis mereka. Metode yang digunakan untuk kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni dengan memberikan suatu pelatihan pembuatan pembukuan dan materi yang diberikan terdiri dari modul-modul yang diadaptasi dari pedoman akuntansi keuangan UMKM. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari di tempat masing-masing pelaku UMKM, dengan jumlah peserta sebanyak 3 pelaku Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami pentingnya pembukuan untuk mengelola keuangan bisnis mereka dan mampu menerapkan pembukuan sederhana untuk bisnis mereka. Sebagai hasil dari pelatihan, pelaku UMKM mampu membuat Received Februari 25, 2023. Revised Maret 15, 2023. April 08, 2023 * Nur Achmadi, nurachmadiumby27@gmail. NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 55-63 pembukuan sederhana yang memungkinkan mereka untuk mengukur kinerja bisnis mereka serta membuat keputusan untuk usahanya bisnis agar lebih baik di masa depan. Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas pengelolaan keuangan pelaku UMKM di daerah Kabupaten Kulon Progo. Kata Kunci: Pelatihan. Pembukuan Sederhana. Kulon Progo PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di Indonesia adalah penggerak bagi perekonomian masyarakat yang tangguh dan memberikan dampak signifikan bagi suatu kondisi ekonomi yang ada. Hal ini disebabkan para pelaku UMKM itu berasal dari industri kecil rumahan. UMKM ini merupakan usaha yang tahan banting terhadap terjadinya krisis ekonomi, dibuktikan ketika terjadi krisis di Indonesia pada tahun 1998 dimana UMKM tetap bertahan dari krisis ekonomi yang terjadi. (Hapsari 2. Karakter UMKM merupakan sebuah rintisan usaha yang didalam proses bisnisnya bisa menggunakan modal usaha yang seminimal mungkin dalam melakukan bisnisnya. UMKM sangat berkontribusi mengurangi para pengangguran, dengan mengetahui peran penting yang ada tersebut, maka sangat dibutuhkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak dalam mengembangkan UMKM agar maju dan mandiri. (Wardiningsih. Wahyuningsih, and Sugianto 2. Pelaku UMKM mempunyai peranan yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia. (Juita 2. Menurut (Manoppo and Pelleng 2. untuk mengembangkan UMKM, salah satu faktor yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha adalah membuat pembukuan. Pembukuan sederhana untuk usaha mikro kecil dan menengah sangat perlu untuk berkembangnya suatu usaha. Kemudian salah satu yang menyebabkan UMKM sulit untuk berkembang salah satunya adalah tidak adanya sistem akuntansi yang baik pada UMKM tersebut. Hal ini karena pemerintah kurang memperhatikan permasalahan ini, dan juga banyak para pelaku UMKM yang tidak mau memperhatikan hal tentang akuntansi. Para pelaku UMKM hanya memikirkan jika mendapatkan keuntungan maka sudah cukup untuk mengembangkan usahanya Selain itu pembukuan bagi UMKM juga sangat penting jika para pelaku UMKM ingin memperoleh dana dari bank sebagai modal dalam mengembangkan usahanya. Menurut (Hapsari 2. usaha mikro sangatlah membutuhkan keterampilan pembukuan didalam mengakses atau http://prin. id/index. php/nusantara 56 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 mendapatkan modal pembiayaan dari bank. Tetapi selama ini masih banyak UMKM yang tidak dapat mengakses modal pembiayaan atau pinjaman dari bank karena tidak dapat memenuhi persyaratan perbankan yang ada. Karena salah satu syarat didalam memperolah pinjaman dari bank adalah mempunyai pembukuan didalam usahanya atau laporan keuangan. Wilayah Kabupaten Kulon Progo ialah salah satu daerah di Yogyakarta yang memiliki potensi pengembangan UMKM yang cukup besar. Terlebih dengan terdapatnya bandara Internasional yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, menambah potensi akan semakin cepat perkembangan para pelaku UMKM. Dengan terdapatnya Bandara Internasional yang terletak di Kabupaten Kulon Progo maka daerah ini akan menjadi sangat ramai, dan ini merupakan hal yang bagus untuk dijadikan pasar bagi para pelaku UMKM serta mengembahkan usahanya. Menurut (Wulandari. Pabulo, and Utomo 2. pada saat pandemi COVID-19 pendapatan para pelaku UMKM yang ada di daerah Kulon Progo mengalami penurunan yang sangat besar. Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah sudah menyebar dari daerah terkecil yaitu pedesaan, kemudian kabupaten hingga perkotaan. (Lestari et al. Namun, di daerah Kulon Progo masih banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Masalah yang sering ditemui oleh pelaku UMKM adalah kesulitan didalam membuat pembukuan. Hal ini dikarenakan mereka belum memahami bagaimana pembuatan pembukuan dengan benar. Mereka juga tidak mempekerjakan karyawan untuk membuat laporan keuangan dikarenakan keuntungan yang didapat dari usaha yang mereka lakukan juga masih sedikit. Situasi seperti ini membuat para pelaku UMKM binggung, sehingga mereka hanya membuat pembukuan secara berantakan atau bahkan tidak membuatnya sama sekali. Para pelaku UMKM yang tidak melakukan pembukuan sama sekali pasti akan sangat kesulitan didalam mengelola keuangannya. Menurut (Chairia et al. adanya pelatihan pembukuan sederhana untuk para pelaku UMKM dapat memberikan kemudahan dalam pencatatan kas dan mengetahui kinerja yang didapat UMKM. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memberikan pelatihan pembuatan pembukuan sederhana untuk para pelaku UMKM di daerah Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat bagi pelaku usaha, mengingat pentingnya pembukuan dalam mengelola keuangan usaha UMKM. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam menyusun pembukuan yang sederhana dan efektif, sehingga mereka dapat mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih http://prin. id/index. php/nusantara 57 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 55-63 Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah meningkatkan pemahaman serta keterampilan pelaku UMKM dalam menyusun pencatatan pembukuan sederhana dan baik. Diharapkan melalui program pengabdian masyarakat ini, pelaku UMKM yang ada di daerah Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan usahanya, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberlangsungan usaha. Selain itu, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan pembukuan usaha sebagai alat pengambilan keputusan bisnis yang tepat dan akurat. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan bimbingan langsung bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo dalam membuat pembukuan sederhana yang benar, akurat dan teratur sesuai dengan standar akuntansi yang ada. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari dengan mengadakan 1 kali pertemuan pada setiap pelaku usaha. Target dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pembukuan sederhana yang teratur. Kegiatan pelatihan pembuatan pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM terdiri dari beberapa tahap, yaitu: http://prin. id/index. php/nusantara 58 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 Gambar 1. Metode Pelaksanaan Tahap Persiapan: Melakukan survey kepada UMKM, meminta ijin untuk pelaksanaan kegiatan ini, bertanya tentang bagaimana sistem keuangan yang ada pada usaha para pelaku UMKM, dan bertanya tentang pencatatan yang pernah dilakukan. Tahap Pelaksanaan Pelatihan : Pelatihan dilaksanakan selama 1 hari dengan 1 kali pertemuan pada setiap pelaku usaha. Pada sesi pertama dijelaskan tentang pentingnya pembuatan pembukuan sederhana bagi usaha mereka. Kemudian sesi kedua adalah menjelaskan tentang jenis jenis pembukuan yang ada. Sesi ketiga yaitu diberikan modul pelatihan pembukuan untuk dipelajari secara singkat. Sesi keempat adalah pelatihan pembuatan pembukuan yang baik dan Kemudian sesi terkahir kelima adalah memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk membuat pembukuan sendiri setelah diajari serta dibimbing. Tahap Evaluasi: Setelah pelatihan selesai dilaksanakan, dilakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan dan kegiatan secara keseluruhan. Dengan rancangan kegiatan yang terstruktur dan metode pelaksanaan yang sistematis, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi http://prin. id/index. php/nusantara 59 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 55-63 pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam membuat pembukuan sederhana yang benar dan teratur. Peserta sebanyak 3 pelaku UMKM Kegiatan dilaksanakan di tempat pemilik pelaku usaha masing-masing. Satu pelaku UMKM beralamat di Jl. PengasihAeNanggulan. Derwolo. Pengasih. Kecamatan Pangasih. Kabupaten Kulon Progo. DIY dan dua pelaku UMKM di Jl. SentoloNanggulan. Krinjing Lor. Jatisarono. Kecamatan Nanggulan. Kabupaten Kulon Progo. DIY. Ketiga pelaku UMKM yang mengikuti bimbingan dalam pembuatan pembukuan sederhana adalah : Akbar. Sukiyat. Amir Albani. Ketiga pelaku UMKM tersebut terdiri dari bidang usaha yang bervariasi, yaitu usaha mie ayam, usaha percetakan fotokopi, dan minuman es teh HASIL Pelatihan pembuatan pembukuan sederhana kepada pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan pada tanggal 1 April 2023, bertempat di Jl. PengasihAeNanggulan. Derwolo. Pengasih. Kecamatan Pangasih. Kabupaten Kulon Progo. DIY dan Jl. Sentolo-Nanggulan. Krinjing Lor. Jatisarono. Kecamatan Nanggulan. Kabupaten Kulon Progo. DIY. Peserta pelatihan terdiri dari 3 orang pelaku UMKM. Tahapan kegiatannya meliputi Tahap Persiapan : Pada tahap ini dilakukan survey terlebih dahulu sekaligus meminta ijin untuk kegiatan ini. Menyampaikan maksud dan tujuan kepada para pelaku UMM tentang pelatihan yang akan dilakukan. Selanjutnya setelah diberikan ijin untuk kegiatan ini adalah mencoba mewawancarai atau bertanya tentang bagaimana sistem keuangan yang ada. Seperti apakah sistem keuangan pada usaha mereka masih bercampur dengan uang pribadi atau tidak Ternyata dari ketiga pelaku UMKM tadi sistem keungannya belum dipisahkan antara uang pribadi dengan uang untuk usaha mereka. Kemudian menanyakan juga tentang pencatatan apa saja yang pernah dilakukan oleh mereka. Ternyata dari ketiga pelaku UMKM mereka hanya mencatat uang ketika selesai dihari itu, tanpa mencatat berapa kali transaksi penjualan dilakukan. Sehingga mereka tidak tahu berapa banyak yang sudah terjual dihari itu. http://prin. id/index. php/nusantara 60 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 Gambar 2. Dokumentasi Pelatihan Tahap Pelaksanaan Pelatihan : Selama pelaksanaan pelatihan, para peserta dibekali dengan materi dasar pembukuan sederhana, contoh kasus, dan juga langsung dibimbing untuk melakukan praktek pembukuan sederhana. Pada sesi pertama pelaksanaan ini para pelaku UMKM dijelaskan tentang pentingnya membuat pembukuan untuk usaha mereka, dikarenakan mereka jarang melakukan pembukuan secara detail dan akurat. Sehingga mereka mengetahui manfaat dari melakukan pembukuan. Kemudian pada sesi kedua dijelaskan berbagai jenis pembukuan mulai dari pembukuan untuk penjualan, pembelian, utang, piutang, serta cara menghitung laba rugi Selanjutnya sesi ketiga yaitu memberikan modul pelatihan pembukuan, modul yang diberikan ini diberikan agar pelaku UMKM memliki gambaran tentang apa saja isi dari pembukuan. Sesi keempat yaitu pelatihan pembuatan pembukuan, pada sesi ini pelaku UMKM diajarkan tentang cara membuat format pembukuan dan berbagai jenis pembukuan mulai dari penjualan, pembelian, utang, dan piutang. Setelah pelaku UMKM membuat formatnya kemudian diajarkan bagaimana mengisi dari mulai tanggal transkasi, jenis transaksi dan nominalnya. Untuk sesi terakhir adalah memberikan kesempatan pelaku UMKM untuk membuat pembukuan sesuai dengan transksi yang ada pada hari itu. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa para peserta mampu http://prin. id/index. php/nusantara 61 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 55-63 memahami dan menerapkan pembukuan sederhana dengan baik. Mereka juga mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan ke dalam kegiatan usaha mereka pada hari Tahap Evalusi : Pada sesi evaluasi, para pelaku UMKM memberikan tanggapan yang baik terhadap kegiatan pelatihan ini. Pelaku UMKM mengatakan bahwa materi yang sudah diberikan memberikan manfaat dan dapat membantu mereka dalam mengembangkan usaha mereka. Selain itu, fasilitas pelatihan dan pendampingan yang disediakan juga sangat membantu para pelaku UMKM dalam memahami materi. Para pelaku UMKM mulai menyadari akan pentingnya pembukuan seperti untuk mengetahui kemana saja uang diperoleh dan digunakan, selain itu para pelaku UMKM juga mencoba untuk membedakan antar uang pribadi yang digunakan selama sehari-hari dengan uang yang hanya fokus digunakan didalam usahanya seperti membeli bahan baku dan lain sebagainya. Dengan bisa memisahkan keungan pribadi dan usaha maka akan mudah mengetahui apakah usaha yang dilakukan mengalamai untung atau rugi. Tabel 1. Hasil Evaluasi Sebelum Pelatihan Sesudah Pelatihan Tidak melakukan pembukuan untuk setiap Mulai tertarik membuat format pencatatan transaksi yang terjadi. pembukuan dengan format yang telah Belum mengetahui pentingnya pencatatan Mulai mengetahui pentingnya pencatatan pembukuan untuk setiap transaksi yang terjadi. pembukuan, sehingga akan mengetahui dari mana asal uang dan kemana uang digunakan. Belum mengetahui pencatatan pembukuan Mulai paham sedikit tentang bagaimana dengan benar. pencatatan pembukuan dengan benar. Belum memisahkan uang untuk usaha dan Mulai mencoba untuk memisahkan uang uang pribadi, sehingga uang dalam usaha pribadi dan uang untuk usaha, agar tidak masih digabung dengan uang pribadi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan manfaat yang baik bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam pembukuan sederhana. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat membantu para pelaku UMK di Kabupaten Kulon Progo untuk lebih profesional dalam http://prin. id/index. php/nusantara 62 NUSANTARA Vol. No. 2 Mei 2023 mengelola keuangan usaha mereka dan akhirnya dapat berdampak pada pertumbuhan usaha PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan didalam kegiatan ini . Penulis mengucapkan terima kasih juga kepada pelaku UMKM Mie Ayam. Minuman Es Teh, dan Percetakan Fotokopi yang telah bersedia mengikuti kegiatan ini. DAFTAR REFERENSI Chairia. Chairia. Jenni Veronika Br Ginting. Polin Ramles, and Yolanda Sabrina. AuPelatihan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku UMKM Pancur Batu di Desa Baru Kecamatan Pancur Batu. Ay SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 5, no. 1 (Decembe. https://doi. org/10. 31764/jpmb. Hapsari. Denny Putri. AuModel Pembukuan Sederhana Bagi Usaha Mikro di Kecamatan Kramatwatu Kabupaten SerangAy 4, no. Juita. Verni. AuPemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Sektor Jasa Perdagangan di Padang. Sumatera Barat. Ay Jurnal Riset Akuntansi Terpadu 9, no. 1 (Ma. https://doi. org/10. 35448/jrat. Lestari. Putri Ayu. Leriza Desitama Anggraini. Mutiara Kemala Ratu, and Endah Dewi Purnamasari. AuPendampingan Pencatatan Akuntansi Sederhana Pada UMKM Kerupuk dan Kemplang di Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Ay SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 6, no. 3 (Septembe. : 1380. https://doi. org/10. 31764/jpmb. Manoppo. Wilfried S. , and Frendy A. Pelleng. AuPelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Dengan Teknik Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku Usaha UMKM Di Kecamatan Malalayang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Ay JURNAL ADMINISTRASI BISNIS (JAB) 7, 2 (Decembe. : 6Ae9. https://doi. org/10. 35797/jab. Wardiningsih. Reny. Baiq Yuni Wahyuningsih, and Riris Sugianto. AuPelatihan Pembukuan Sederhana Bagi Pelaku Usaha Kecil (Mikr. Di Dusun Bore Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Lombok TengahAy 2. Wulandari. Ika. Azfa Mutiara Ahmad Pabulo, and Rochmad Bayu Utomo. AuBimbingan Teknis Pembuatan Business Plan Bagi Pelaku UMK Kabupaten Kulon ProgoAy 04, no. http://prin. id/index. php/nusantara 63