PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DENGAN MENDENGARKAN/MENYIMAK MENGGUNAKAN BUKU BICARA PADA ANAK TUNA NETRA KELAS XI SMALB PSM TAKERAN Tarbiyatuttammi Sekolah Luar Biasa PSM Takeran. Magetan Email: tarbiya. tammi@yahoo. Abstract Quality improvement and education relevance are one of the national development programs which is closely related to human resource development. Many innovations and programs are done, yet a various indicator showed that the quality of education has still not increased significantly. Many problems may appear in performing the instruction learning, especially for a special There is many factors caused the instruction enforcement obstacle for exceptional children such as a psychological factor that consist of . intelligence factor, . attention factor, . interest factor, . talent factor, and . emotional factor. Observing Buku Bicara for exceptional children with blindness is one of teacher effort to improving childrenAos motivation and interest in its eventual impacted the level of children activity and children learning output. By using Buku Bicara children tend to be more concentrating on the learning material, so their performance will It can be concluded that the used of Buku Bicara for exceptional children with blindness has a good significant result in children learning performance. Buku Bicara is one of the aids used for blindness to get the information. Baku Becerra has a great benefit for the blindness education, on the contrary. Buku Bicara will decrease its benefit if it used the incorrect technique. Keywords: the ability of the students, listening, talking books, the blind Abstrak Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan merupakan salah satu program pembangunan nasional yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia. Berbagai inovasi dan program telah dilaksanakan namun dari berbagai indikator menunjukkan bahwa mutu pendidikan masih belum meningkat secara signifikan. Dari berbagai lembaga khususnya lembaga pendidikan luar biasa muncul berbagai masalah dalam melaksanakan pembelajaran. Ada beberapa faktor penyebab kendala pelaksanaan pembelajaran pada anak luar biasa diantaranya adalah faktor psikologis yang terdiri dari: . Faktor intelegensi, . Faktor perhatian, . Faktor minat, . Faktor bakat, . Faktor emosi. Menyimak buku bicara bagi siswa luar biasa khususnya bagi anak tuna netra adalah merupakan salah satu upaya guru untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa yang pada akhirnya berdampak pada angka keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Karena dengan menggunakan buku bicara siswa akan lebih dapat berkonsentrasi pada apa yang diajarkan sehingga prestasinya akan meningkat. Hasil penelitian penggunaan buku bicara pada anak tuna netra menunjukkan hasil yang signifikan dalam hasil belajar siswa. Buku bicara adalah salah satu alat bantu yang digunakan oleh tuna netra untuk memperoleh informasi. Buku bicara besar manfaatnya bagi pendidikan anak tuna netra namun apabila buku bicara digunakan tanpa teknik yang benar akan mengurangi manfaat pada buku bicara itu sendiri. Kata Kunci: kemampuan siswa, mendengarkan, buku bicara Tarbiyatuttammi. Peningkatan Kemampuan Siswa dengan Mendengarkan . PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia telah berupaya dengan berbagai macam cara untuk meningA katkan kualitas pendidikan di Indonesia yang meliputi proses pembelajaran ketenagaan penAdiAdikan dan penyempurnaan kurikulum. Dalam proses pembelajaran ditemukan masalah-masalah baik yang sifatnya kompleks maupun sederhana masalah tersebut perlu segera difahami dan dipecahkan untuk menA capai tujuan. Tujuan yang ingin dicapai dalam satuan pendidikan SMALB adalah memberikan kemampuan dasar yang merupakan perluasan serta peningkatan kemampuan dasar sikap dan keterampilan dasar untuk menyiapkan siswa dalam kehidupan pribadi sebagai anggota masyarakat dan warga negara sesuai dengan kelainan yang disandang dan tingkat perkembangannya serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan lanjutan (Materi Latihan Konvensi Service Guru SLB-A, 1. Pendidikan luar biasa adalah satu bagian dari sistem pendidikan pada umumnya yang tidak terlepas dari masalah terutama masalah pendidikan luar biasa itu sendiri lebih khusus lagi pendidikan untuk anak tuna netra yang tidak terlepas dari masalahnya itu sendiri. Menurut Bateman . AuOrang buta sebagai anak-anak yang memakai huruf braille. Anak berpenglihatan kurang merupakan cacat mata berat namun bila memakai kaca mata dapat menggunakan huruf cetakAy. Anak dapat memperoleh informasi tidak saja membaca tapi juga dari menyimak atau mendengar oleh sebab itu keterampilan menyimak bagi anak tuna netra sangatlah perlu. Diberikannya teknih mendengarkan/menyimak yang benar diharapkan anak tuna netra dapat termotifasi untuk menggunakan buku bicara. Karena bunyi . isual aid. merupakan suatu faktor penting dalam memperoleh informasi (Henry Guntur Tarigan, 1. Sehingga anak tuna netra memiliki kemampuan untuk berkompetensi dengan anak normal. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana meningkatkan kemampuan mendengarkan/menyimak anak tuna netra dengan menggunakan buku bicara. Peneliti merasa perlu untuk melakukan sebuah tindakan kelas agar siswa dapat mendengarkan/ menyimak buku bicara lebih baik. Penelitian tindakan kelas adalah suatu upaAya berbagai pihak khususnya guru sebagai pengajar untuk meningkatkan atau memA perbaiki proses pembelajaran kearah tercaA painya tujuan pendidikan atau pelajaran itu Menurut Suyanto . dalam materi diklat menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah salah satu cara strategis bagi guru untuk meningkatkan diri atau memperbaiki penAdidikan dalam konteks pembelajaran di METODE PENELITIAN Untuk memperoleh pengumpulan data penelitian menggunakan teknik interview, dan Dalam pengambilan data penulis mengA gunakan langkah-langkah sebagai berikut: Refleksi awal, dilakukan oleh peneliti berkoA laborasi dengan partisipan dalam rangka mencari informasi untuk mengenal dan mengetahui kondisi awal guna meruAmuskan masalah yang hendak dicari soluAsinya. Perencanaan tindakan Menetapkan indikator untuk mengukur tingkat ketercapaian masalah Menetapkan tindakan-tindakan yang diharapAkan dapat menghasilkan damA pak ke arah perbaikan program. Merencanakan metode dan alat untuk Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 60-66 Pelaksanaan tindakan Teknik Analisa Data Pada tahap ini pelaksana program melaA kukan tindakan-tindakan sesuai dengan langA kah-langkah tindakan yang telah direnAcanakan pada tahap sebelumnya. Setelah data terkumpul, peneliti mengaA dakan analisa terhadap data-data tersebut. Dalam hal ini penulis menggunakan analisa data yang sifatnya kuantitatif. Berikut daftar siswa SMALB PSM Takeran yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Evaluasi dan pengolahan data Tabel 1 Subjek Penelitian Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Umur 19 th 19 th 19 th 17 th Tempat Tinggal Siswa Sekarang Simbatan. Takeran Madigondo. Takeran Tawangrejo. Takeran Tawangrejo. Takeran Setelah data terkumpul dilakukan anlisis uji hipotesis dengan menggunakan rumus: A aUNaU AiAuiu AI AiAuiu Keterangan Low vision Low vision Low vision Low vision Keterangan: My = Nilai rata-rata siswa dengan menggunakan buku bicara Mx : Nilai rata-rata tanpa menggunakan buku SDbm: Standar kesalahan perbedaan mean HASIL DAN PEMBAHASAN Penyajian Data Hasil Evaluasi Tahap I Tabel 1. Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Aspek Yang Dinilai Nilai Post Test Nilai Interview Jumlah Rata-rata Tabel 2. Nilai Siswa Dengan Menggunakan Buku Bicara Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Aspek Yang Dinilai Nilai Post Test Nilai Interview Jumlah Rata-rata Tarbiyatuttammi. Peningkatan Kemampuan Siswa dengan Mendengarkan . Hasil Evaluasi Tahap II Tabel 3. Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Aspek Yang Dinilai Jumlah Rata-rata Nilai Post Test Nilai Interview Tabel 4. Nilai Siswa Dengan Menggunakan Buku Bicara Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Analisa Data Aspek Yang Dinilai Jumlah Rata-rata Nilai Post Test Nilai Interview Pengujian hipotesa dengan mengolah data menggunakan metode uji-t atau t-skor dengan membandingkan nilai siswa yang menggunakan buku belajar dengan nilai siswa yang belajar tanpa menggunakan buku belajar. SDx2 = No Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Skor Tabel 6. Distribusi Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Tahap I Interval 45 Ae 6. 75 Ae 6. Oc Oc. Oe (M. 2 Oc . Oe . = 45. 75605 Ae 45. = 0,19715 Evaluasi Tahap I Tabel 5. Skor Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Tahap I Oc. 27,02 = 6. SD2 Mx = Oc = 0. Tabel 7. Skor Nilai Siswa dengan Menggunakan Buku Bicara Tahap I Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Skor Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 60-66 Tabel 8. Distribusi Nilai Siswa dengan Menggunakan Buku Bicara Tahap I Interval 60 Ae 8. 90 Ae 7. Oc. = 7. Oc SDy2 = Oc Oc . - . = 0. Nilai uji Aet atau nilai t-skor yang diperoleh dengan membandingkan nilai siswa tanpa menggunakan buku belajar dengan nilai siswa menggunakan buku belajar pada tahap I. SD bm = Oo0. = Oo0. = 0. Tabel 9. Skor Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Tahap II Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata - (M. 2 = 63. 70625 Ae 63. = 0. SD2 My = Oc Evaluasi Tahap II . Tabel 10. Distribusi Nilai Siswa Tanpa Menggunakan Buku Bicara Tahap I Interval 85 Ae 7. 32 Ae 6. Berarti hipotesa penelitian yang mengaA takan ada perbedaan signifikan antara nilai siswa yang belajar dengan buku bicara dengan nilai siswa yang belajar tanpa buku bicara AuDITERIMAAy. Oc. 29,83 = 7. SDx2 = Oc Oe (M. 2 Oc - . ,4. = 55. 66698 Ae 55. = 0,05266875 SD2 Mx = Oc = 0. = 4. Hasil perhitungan nilai uji-t untuk hasil belajar siswa dengan menggunakan buku belajar pada siklus ke I menunjukkan perolehan angka 4,3904 masih jauh di atas tabel nilai uji-t untuk 5% sebesar 2,776, hipotesa penelitian AuDITERIMAAy. Skor Tabel 11. Skor Nilai Siswa dengan Menggunakan Buku Bicara Tahap II Nama Siswa Veni Fasra Anggita Yulia Nur Rohmah Sudartono Rafinda Alayubi Jumlah Rata-rata Skor SD bm = Oo0. Tarbiyatuttammi. Peningkatan Kemampuan Siswa dengan Mendengarkan . Tabel 12. Distribusi Nilai Siswa dengan Menggunakan Buku Bicara Tahap II Interval 60 Ae 8. 11 Ae 7. 32,96 Oc. = 8. Oc SDy2 = Oc - (M. 2 Oc . - . = 67. 9408 Ae 67. = 0. SD2 My = Oc = 0. Nilai uji Aet atau nilai t-skor yang diperoleh dengan membandingkan nilai siswa tanpa menggunakan buku belajar dengan nilai siswa menggunakan buku belajar pada tahap II. SD bm = Oo0. = Oo0. = 0. = Oo0. = 0. = 4. Hasil perhitungan nilai uji-t untuk hasil belajar siswa dengan menggunakan buku belajar pada siklus ke II menunjukkan perolehan angka 4,3773 masih jauh di atas tabel nilai uji-t untuk 5% sebesar 2,776, hipotesa penelitian AuDITERIMAAy. Berarti hipotesa penelitian yang mengaA takan ada perbedaan signifikan antara nilai siswa yang belajar dengan buku bicara dengan nilai siswa yang belajar tanpa buku bicara AuDITERIMAAy Dari hasil data di atas dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini : Tabel 13. Hasil Rata-rata Nilai Siswa Tahap Tahap I Tahap II Hasil Rata-rata Nilai Siswa Tanpa buku Dengan buku Dari tabel di atas dapat diperjelas dengan mengAgunakan histogram di bawah ini : = 4. Gambar 1. Histogram Hasil Penelitian Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 60-66 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan landasan teori dan hasil peneAlitian menunjukkan bahwa menggunakan buku bicara dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan hasil belajar pada kelas SMALB PSM Takeran Kabupaten Magetan, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengolahan dan penghitungan secara statistik. Hasil penghitungan uji-t atau skor pada tahap pertama memperoleh nilai 4,3904 yang masih berada di atas dari nilai uji-t 5% yaitu 2,776. Sedang pada tahap kedua menunjukkan perolehan nilai 4,3773 dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai uji-t 5% yaitu 2,776. Dari penghitungan ini peneliti menyimA pulkan bahwa nilai siswa yang menggunakan buku bicara dalam proses belajarnya dengan nilai siswa yang tidak menggunakan buku bicara dalam proses belajarnya pada kelas SMALB PSM Takeran Kabupaten Magetan mempunyai perbedaan signifikan. Saran Agar dapat mencapai hasil belajar yang lebih maksimal maka penulis memberikan saran: Pemakaian metode dalam proses belajar mengajar tidak cukup hanya menggunakan salah satu metode, tetapi lebih efektif apaA bila menggunakan beberapa peralatan penunjang seperti buku bicara. Penggunaan buku bicara sangat efektif khususnya bagi tuna netra, karena dengan buku bicara siswa akan lebih berkonsentrasi pada pelajaran yang diberikan. Guru pendidikan luar biasa harus segera merubah sistem pembelajaran yang kurang efektif dengan menggunakan metode dan peralatan penunjang yang tepat dan efektif Dalam siswa belajar mengajar seluruh komAponen harus saling mendukung dalam mencapai tujuan. Komponen tersebut antara lain: siswa, guru, metode sarana prasarana dan lingkungan. REFERENSI