E-ISSN: 3026-5266 https://jurnal. id/index. php/qjms Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa SMK Ihyaul Ulum Gresik Mir Atun Najiyah 1*. Muhammad Najib 1. Nur Fatih Ahmad 1 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Qomaruddin. Indonesia, 61152 * Korespondensi: miratunnajiyah25@gmail. ABSTRACT Received: 9 August 2025 Revised: 21 December 2025 Accepted: 22 December 2025 Citation: Najiyah. Najib. , & Ahmad. Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca AlQurAoan Siswa SMK Ihyaul Ulum Gresik . Qomaruna: Journal of Multidisciplinary Studies, 3. , 120Ae130. https://doi. org/10. 62048/qjms. QurAoanic education in Islamic boarding schools does not merely emphasize memorization achievements, but also requires leadership that is capable of fostering discipline, role modeling, and sustained spiritual commitment among students. In this context, charismatic leadership plays a strategic role in shaping studentsAo attitudes, motivation, and consistency throughout the Tahfidz Al-QurAoan process. This study aims to describe the implementation of charismatic leadership in enhancing the success of the Tahfidz Al-QurAoan program at Pondok Pesantren Putri Hafidzul QurAoan Gresik. This research adopts a qualitative approach with a case study design. The research subjects include the pesantren leader . bu Nya. , male and female teachers . stadz and ustadza. , and female students . Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing in order to obtain a comprehensive and contextual understanding of leadership implementation. The findings indicate that the charismatic leadership of the ibu Nyai is implemented through intensive direct engagement, personal communication, and exemplary conduct in religious practices and discipline. This approach contributes to increased consistency . among students in conducting murojaAoah and maintaining their memorization. Furthermore, the success of the Tahfidz program is not solely supported by memorization targets, but is also strengthened by complementary educational programs, such as the study of classical Islamic texts, which deepen studentsAo understanding of the meanings of the memorized The implementation of charismatic leadership thus contributes to shaping students who are not only strong in QurAoanic memorization, but also possess moral and intellectual readiness to face contemporary challenges. Keywords: Sorogan Method. Quran Reading Ability Copyright: A 2025 by the Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/lic enses/by-nc-sa/4. 0/). ABSTRAK Pendidikan Al-QurAoan di lembaga pesantren tidak hanya menekankan capaian hafalan, tetapi juga memerlukan kepemimpinan yang mampu membangun kedisiplinan, keteladanan, dan komitmen spiritual santri secara Dalam konteks tersebut, kepemimpinan karismatik memiliki peran strategis dalam memengaruhi sikap, motivasi, dan konsistensi santri dalam menjalani proses tahfidz Al-QurAoan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan program Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. Putri Hafidzul QurAoan Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi pengasuh pondok . bu Nya. , ustadz dan ustadzah, serta santriwati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran implementasi kepemimpinan secara utuh dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan karismatik ibu Nyai diimplementasikan melalui pendekatan langsung yang intensif, komunikasi personal, serta keteladanan dalam praktik ibadah dan kedisiplinan. Pendekatan ini berdampak pada meningkatnya keistiqamahan santri dalam murojaAoah dan menjaga hafalan. Selain itu, keberhasilan tahfidz tidak hanya ditopang oleh target hafalan, tetapi juga diperkuat melalui program pendidikan pendukung, seperti kajian kitab klasik untuk memperdalam pemahaman makna ayat-ayat yang dihafal. Implementasi kepemimpinan karismatik tersebut berkontribusi dalam membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-QurAoan, tetapi juga memiliki kesiapan moral dan intelektual dalam menghadapi tantangan zaman. Kata kunci: Metode Sorogan. Kemampuan Membaca Al-QurAoan Pendahuluan Pendidikan Al-QurAoan merupakan fondasi esensial dalam pembentukan karakter religius dan spiritualitas peserta didik dalam sistem pendidikan Islam (Ruslan et al. , 2022. Yahya, 2. Kemampuan membaca Al-QurAoan secara benar dan tartil tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan teknis, tetapi juga menjadi prasyarat utama bagi peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh dalam kehidupan sehari-hari (Hasan, 2. Oleh karena itu, penguasaan bacaan Al-QurAoan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj idealnya telah tercapai pada jenjang pendidikan menengah. Namun demikian, penelitian terdahulu menunjukkan bahwa masih banyak siswa pada jenjang SMA/SMK yang belum memiliki kemampuan membaca Al-QurAoan secara memadai, meskipun telah menempuh pendidikan dasar dan menengah sebelumnya (Adibah & Wdiyawati, 2023. Rhamadan Ikhlas Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan Al-QurAoan dan capaian pembelajaran di lapangan. Permasalahan tersebut diperparah oleh keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, variasi latar belakang kemampuan keagamaan siswa, rendahnya motivasi belajar, serta kurang optimalnya strategi pembelajaran membaca Al-QurAoan yang diterapkan oleh guru (Fauji, et al. , 2. Sejumlah penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan membaca AlQurAoan dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman tajwid, minimnya pembiasaan membaca secara berkelanjutan, serta terbatasnya keterlibatan guru dan orang tua dalam proses pembinaan kemampuan baca Al-QurAoan peserta didik (Qaulan, 2025. Basir et al. , 2. Meskipun demikian, sebagian besar kajian tersebut masih menempatkan peran guru secara parsial dan belum mengkaji secara mendalam pentingnya kolaborasi strategis antara guru TPQ dan guru PAI, khususnya dalam konteks pendidikan menengah kejuruan yang memiliki karakteristik waktu belajar terbatas, tuntutan kurikulum kejuruan, serta heterogenitas kemampuan siswa. Berdasarkan celah penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kolaboratif guru TPQ dan guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya kajian pembelajaran Al-QurAoan di pendidikan menengah, serta kontribusi praktis sebagai rujukan pengembangan strategi pembelajaran Al-QurAoan yang lebih adaptif, sistematis, dan berkelanjutan di tingkat SMK. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. Tinjauan Pustaka Definisi dan Konsep Strategi Pembelajaran Implementasi strategi pembelajaran merupakan proses penerapan perencanaan pembelajaran secara sistematis ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Sagala . menyatakan bahwa implementasi pembelajaran mencakup seluruh aktivitas guru dalam mengelola tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan sesuai dengan konteks peserta didik. Dengan demikian, implementasi strategi pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai pelaksanaan teknis, tetapi juga sebagai upaya pedagogis yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kondisi siswa, lingkungan belajar, serta tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Dalam perspektif manajemen pembelajaran, guru berperan sebagai manajer pembelajaran yang reflektif dan adaptif (Glickman et al. , 2. Peran ini menuntut guru untuk mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, dinamika kelas, serta situasi pembelajaran yang Oleh karena itu, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat bergantung pada profesionalisme guru dalam mengelola proses pembelajaran secara terencana, berkelanjutan, dan responsif, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi (Sagala, 2. Secara operasional, implementasi strategi pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan metode yang sesuai, serta penyesuaian materi dengan kebutuhan dan kemampuan siswa (Sagala, 2. Tahap pelaksanaan menuntut pengelolaan kelas yang efektif serta penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang adaptif agar proses belajar berlangsung aktif dan partisipatif (Mustika et al. , 2. Selanjutnya, tahap evaluasi berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran serta menjadi dasar bagi perbaikan dan pengembangan strategi pembelajaran pada tahap berikutnya (Arikunto, 2. Ketiga tahapan tersebut membentuk satu siklus pembelajaran yang saling berkaitan dan berkesinambungan. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar siswa, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan manajemen sekolah (Sagala, 2. Sebaliknya, hambatan dapat muncul akibat keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya motivasi siswa, ketidaksesuaian metode dengan kondisi kelas, serta minimnya kebijakan pendukung dan pelatihan bagi Oleh karena itu, guru dituntut untuk menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran yang realistis, fleksibel, dan kontekstual agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Metode Sorogan dalam Mempelajari Al-QurAoan Implementasi strategi pembelajaran merupakan proses penerapan perencanaan pembelajaran secara sistematis ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Sagala . menyatakan bahwa implementasi pembelajaran mencakup seluruh aktivitas guru dalam mengelola tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan sesuai dengan konteks peserta didik. Dengan demikian, implementasi strategi pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai pelaksanaan teknis, tetapi juga sebagai upaya pedagogis yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kondisi siswa, lingkungan belajar, serta tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Dalam perspektif manajemen pembelajaran, guru berperan sebagai manajer pembelajaran yang reflektif dan adaptif (Glickman et al. , 2. Peran ini menuntut guru untuk mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, dinamika kelas, serta situasi pembelajaran yang Oleh karena itu, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat bergantung pada profesionalisme guru dalam mengelola proses pembelajaran secara terencana, berkelanjutan, dan responsif, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi (Sagala, 2. Secara operasional, implementasi strategi pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan metode yang sesuai, serta penyesuaian materi dengan kebutuhan dan kemampuan siswa (Sagala, 2. Tahap pelaksanaan menuntut pengelolaan kelas yang efektif serta penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang adaptif agar proses belajar berlangsung aktif dan QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. partisipatif (Mustika et al. , 2. Selanjutnya, tahap evaluasi berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran serta menjadi dasar bagi perbaikan dan pengembangan strategi pembelajaran pada tahap berikutnya (Arikunto, 2. Ketiga tahapan tersebut membentuk satu siklus pembelajaran yang saling berkaitan dan berkesinambungan. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar siswa, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan manajemen sekolah (Sagala, 2. Sebaliknya, hambatan dapat muncul akibat keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya motivasi siswa, ketidaksesuaian metode dengan kondisi kelas, serta minimnya kebijakan pendukung dan pelatihan bagi Oleh karena itu, guru dituntut untuk menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran yang realistis, fleksibel, dan kontekstual agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Penelitian Terdahulu Sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1, berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji penerapan metode sorogan dan metode pembelajaran membaca Al-QurAoan lainnya dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Sejumlah studi sebelumnya (Anam, 2021. Najah & Bashri, 2023. Shaleh, et al. , 2023. Lupiyaningsih, 2022. Ariani, 2022. Juzaili, 2022. Rosida, 2021. Handayani & Suismanto, 2. menunjukkan bahwa metode sorogan efektif dalam meningkatkan ketepatan bacaan, penguasaan kaidah tajwid, serta motivasi belajar santri, terutama dalam konteks pesantren. TPQ, dan madrasah Tabel 1. Ringkasan Penelitian Terdahulu yang Relevan Peneliti Judul Hasil Orisinalitas Choirul Anam . Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Santri Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo Implementasi Metode Sorogan. Tartil, dan Mujawwad dalam Meningkatkan Motivasi Baca Al-QurAoan Santri Pondok Pesantren Tilawatil QurAoan AlAoAly Desa Polorejo. Kec. Babadan. Kab. Ponorogo Implementasi Metode Tartil dalam Kemampuan Membaca Al-QurAoan di Madrasah Ibtidaiyah MathlaAoul Anwar Sinar Gading Implementasi Metode Sorogan untuk Meningkatkan Kualitas Membaca Al-QurAoan Santri di TPQ An-Nur Desa Mronjo Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar Strategi Peningkatan Kemampuan Membaca AlQurAoan di Madrasah Diniyah Sunan Kalijaga Lirboyo Kota Kediri. IAIN Kediri, 2022 Metode sorogan meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan santri melalui pendampingan individual guruAesantri. Fokus penelitian di lingkungan pesantren, sedangkan penelitian ini pada konteks pendidikan formal tingkat SMK. Kombinasi tiga metode meningkatkan motivasi belajar santri membaca Al-QurAoan. Fokus pada motivasi di pesantren, sedangkan penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan membaca di SMK. Metode tartil efektif meningkatkan keteraturan dan ketepatan pelafalan sesuai tajwid pada peserta didik MI. Fokus pada pendidikan dasar, sedangkan penelitian ini mengkaji tingkat menengah Fokus di TPQ nonformal, sedangkan penelitian ini berada di pendidikan formal SMK. Lupiyaningsi Fazrilya Gita Ariani . Ainur Rosida Muhammad Ghazi Juzaili . Metode sorogan dengan pendekatan individual meningkatkan kualitas bacaan santri TPQ. Strategi tradisional dan kultural terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan di madrasah diniyah. Fokus pada strategi umum peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan dan konteks madrasah diniyah. penelitian ini pada metode sorogan di SMK. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada lembaga pendidikan nonformal atau pendidikan dasar keagamaan yang memiliki karakteristik santri relatif homogen dan berlatar belakang pendidikan agama yang kuat. Kajian yang menelaah implementasi metode sorogan dalam konteks pendidikan menengah formal, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dihadapkan pada keterbatasan waktu pembelajaran, keberagaman kemampuan siswa, serta tuntutan kurikulum umum, masih sangat terbatas. Berdasarkan celah penelitian tersebut, penelitian ini difokuskan pada implementasi metode sorogan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Penelitian ini mengkaji secara mendalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode sorogan di lingkungan pendidikan menengah kejuruan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-QurAoan yang efektif, adaptif, dan aplikatif di tingkat SMK. Metode Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan secara rinci bagaimana metode sorogan diterapkan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa di SMK Ihyaul Ulum Gresik. Pendekatan kualitatif dinilai tepat untuk menelaah permasalahan secara mendalam dalam konteks alami, dengan peneliti sebagai instrumen utama, pengumpulan data melalui teknik triangulasi, serta analisis data yang bersifat induktif (Sugiyono. Metode ini tidak berfokus pada angka, melainkan pada pemahaman makna, nilai, dan pengalaman yang muncul dari proses pembelajaran membaca Al-QurAoan melalui metode tersebut. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap secara utuh dinamika yang terjadi di lapangan, tanpa manipulasi atau eksperimen. Selain itu, penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus, karena menelaah secara fokus dan menyeluruh persoalan peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan pada siswa dalam satu satuan pendidikan tertentu. Studi kasus memungkinkan pengkajian terhadap satu objek atau kelompok dengan menelusuri seluruh variabel yang relevan, baik dari segi faktor penyebab, strategi pembelajaran, perkembangan kemampuan siswa, maupun dinamika interaksi selama proses sorogan berlangsung (Yusuf, 2014. Idrus, 2. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap implementasi metode sorogan sebagai sarana pembinaan keterampilan membaca Al-QurAoan, sesuai dengan realitas empiris yang terjadi di lingkungan sekolah. Subjek dan Objek Penelitian Penetapan subjek dan objek penelitian merupakan langkah penting untuk menentukan arah dan fokus kajian secara jelas dan terarah. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru pembina metode sorogan, kepala sekolah, serta siswa SMK Ihyaul Ulum Gresik yang mengikuti pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan menggunakan metode sorogan. Pemilihan subjek tersebut didasarkan pada keterlibatan langsung mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran membaca Al-QurAoan, sehingga dapat memberikan informasi yang komprehensif mengenai implementasi metode sorogan di lingkungan sekolah. Objek penelitian difokuskan pada dua aspek utama, yaitu implementasi metode sorogan dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan serta peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa sebagai hasil dari penerapan metode tersebut. Lokasi penelitian ditetapkan di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik yang berada di bawah naungan Yayasan Ihyaul Ulum. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada keterkaitan langsung antara topik penelitian dan praktik pembelajaran membaca Al-QurAoan yang berlangsung di sekolah tersebut, khususnya penerapan metode sorogan sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan siswa. Selain itu, lokasi penelitian ini dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan akses bagi peneliti dalam melakukan observasi, wawancara, dan pengumpulan data secara mendalam. Dengan penetapan subjek, objek, dan QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. lokasi penelitian yang jelas, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-QurAoan berbasis metode tradisional yang relevan dan aplikatif dalam konteks pendidikan keagamaan di tingkat sekolah menengah. Data dan Sumber Data Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari sumber utama melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Dalam penelitian ini, data primer mencakup hasil wawancara dengan guru TPQ sebagai pelaksana utama metode sorogan, kepala sekolah sebagai penanggung jawab program pembelajaran Al-QurAoan, serta siswa SMK Ihyaul Ulum Gresik yang mengikuti pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode Selain itu, data primer juga diperoleh dari catatan observasi terhadap proses pembelajaran AlQurAoan, termasuk pola interaksi antara guru dan siswa selama penerapan metode sorogan. Data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui dokumen dan arsip yang relevan dengan fokus penelitian. Data ini meliputi profil sekolah, struktur organisasi, jadwal kegiatan TPQ, laporan kegiatan keagamaan, serta dokumen pendukung lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Al-QurAoan. Selain itu, data sekunder juga bersumber dari literatur ilmiah, buku, dan jurnal yang membahas metode sorogan serta strategi peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan, yang digunakan untuk memperkuat landasan teoretis dan mendukung analisis hasil penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari pihak-pihak dan dokumen yang memberikan informasi terkait objek penelitian. Sumber data primer meliputi guru TPQ, kepala sekolah, dan siswa SMK Ihyaul Ulum Gresik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode sorogan. Sementara itu, sumber data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah, foto-foto kegiatan pembelajaran Al-QurAoan, serta berbagai literatur dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Observasi digunakan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan metode sorogan dan interaksi pembelajaran yang berlangsung. Wawancara dilakukan secara mendalam untuk menggali informasi terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dari perspektif guru, kepala sekolah, dan siswa. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data melalui penelaahan dokumen sekolah, catatan kegiatan, serta foto-foto pendukung. Pemilihan teknik pengumpulan data ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui triangulasi sumber dan teknik, sebagaimana dianjurkan dalam penelitian kualitatif (Sugiyono. Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Teknik Pengumpulan Data Observasi Wawancara Jenis Data yang Dikumpulkan C Dokumentasi Proses pelaksanaan metode sorogan. Interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan. Respons siswa terhadap bimbingan guru. Informasi tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi metode Pengalaman guru dan siswa selama proses Dampak metode sorogan terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan. Profil sekolah dan sejarah penerapan metode sorogan. Jadwal kegiatan dan daftar hadir. Catatan hasil belajar siswa. Foto dan dokumen kegiatan pembelajaran. Sumber Data/Informan C Guru pengampu sorogan. Siswa peserta sorogan. Suasana dan lingkungan belajar. Kepala sekolah. Guru pengampu sorogan. Siswa peserta sorogan. Arsip sekolah. Dokumen guru. Foto kegiatan dan dokumentasi pribadi peneliti. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis untuk mengolah data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi agar menjadi informasi yang bermakna. Penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang bersifat interaktif dan berkelanjutan, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . , yang berlangsung sejak proses pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terlebih dahulu direduksi dengan cara memilah, memfokuskan, dan menyederhanakan informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Pada tahap ini, peneliti menyeleksi data yang relevan dengan proses pelaksanaan, pembinaan, dan evaluasi pembelajaran, sementara data yang tidak berkaitan disisihkan. Selanjutnya, data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk uraian naratif yang sistematis untuk memudahkan peneliti memahami hubungan antarkategori dan mengidentifikasi pola yang muncul di Tahap akhir analisis dilakukan melalui penarikan kesimpulan secara induktif berdasarkan temuan penelitian. Kesimpulan tersebut kemudian diverifikasi secara berkelanjutan melalui triangulasi sumber dan teknik guna memastikan keabsahan dan kredibilitas hasil penelitian secara ilmiah. Hasil dan Pembahasan Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik Pelaksanaan metode sorogan di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik telah berjalan secara resmi sejak tahun 2015, bermula dari kegiatan TPQ internal yang kemudian difasilitasi menjadi bagian dari program ekstrakurikuler wajib bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan baca Al-QurAoan. Hal ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menekankan pentingnya pengembangan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan yang terstruktur (Permendikbud, 2. Gambar 1. Proses Mengaji Al-QurAoan . Proses Pembagian Kelas Mengaji Siswa. Penerapan metode sorogan di sekolah ini menunjukkan upaya sistematis dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa melalui pendekatan individual dan bertahap. Strategi ini sejalan dengan teori pembelajaran sosial Lev Vygotsky, yang menegaskan bahwa proses belajar paling efektif terjadi melalui interaksi sosial antara peserta didik dan guru yang lebih kompeten . ore knowledgeable othe. , khususnya dalam zona perkembangan proksimal . one of proximal development / ZPD) (Vygotsky. Dalam praktiknya, guru membimbing siswa secara personal, memberikan koreksi langsung, dan mengulang bacaan yang keliru hingga benar. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. Pembagian siswa ke dalam kelas IqraAo, kelas Al-QurAoan, dan kelas Tadarus didasarkan pada hasil tes kemampuan baca, bukan pada jenjang usia atau kelas formal. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip ZPD, yaitu menyesuaikan intervensi pembelajaran dengan tingkat kesiapan belajar siswa. Model ini juga mendukung perkembangan kemampuan secara progresif dan berkelanjutan (Vygotsky, 1. Tujuan pembelajaran sorogan di SMK Ihyaul Ulum tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis membaca Al-QurAoan, tetapi juga pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral, sebagaimana disampaikan Quraish Shihab . bahwa membaca Al-QurAoan memiliki nilai kognitif, spiritual, dan moral yang menjadi bagian penting dari pembuktian keimanan seorang Muslim. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan kepala sekolah bahwa Auanak yang tidak mampu membaca Al-QurAoan belum dianggap lulus secara spiritualAy. Dari sisi implementasi, pendekatan sekolah ini mencerminkan kerangka tiga tahap implementasi pendidikan menurut Sagala . , yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan mencakup penjadwalan khusus, penugasan guru dengan kualifikasi bacaan Al-QurAoan, dan sistem klasifikasi siswa. Pelaksanaan dilakukan rutin setiap sore dengan format sorogan, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala melalui tes bacaan individu. Dukungan kelembagaan tampak melalui keterlibatan kepala sekolah, pengaturan jadwal, serta pengelolaan kegiatan agar tidak mengganggu pembelajaran formal. Hasil penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya bahwa metode sorogan efektif meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan karena sifatnya yang langsung dan personal (Arifin, 2. Namun, kontribusi baru yang ditemukan adalah bahwa metode sorogan dapat diimplementasikan secara sistematis di sekolah formal tingkat menengah seperti SMK, apabila didukung oleh manajemen yang baik, guru yang kompeten, dan penjadwalan yang kontekstual. Dengan demikian, program ini juga selaras dengan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menekankan pembentukan akhlak mulia dan religiusitas siswa (Kemendikbud, 2. Faktor yang Mendukung dan Menghambat Pelaksanaan Metode Sorogan Pelaksanaan metode sorogan dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendukung sekaligus menghambat efektivitasnya. Faktor-faktor ini berasal dari lingkungan internal maupun eksternal sekolah dan berperan penting dalam menentukan keberhasilan metode ini. Pemahaman yang mendalam terhadap faktor pendukung dan penghambat sangat diperlukan agar pihak sekolah dapat mengoptimalkan pelaksanaan metode sorogan sekaligus mengatasi kendala yang muncul secara sistematis dan kontekstual (Sagala 2. Faktor Pendukung Faktor pendukung pelaksanaan metode sorogan mencakup komitmen kuat dari kepala sekolah yang mengintegrasikan program Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dalam pembinaan karakter religius siswa. Kebijakan sekolah yang menjadikan kemampuan membaca Al-QurAoan sebagai salah satu indikator kelulusan spiritual menegaskan pentingnya aspek keagamaan dalam pendidikan formal di SMK ini. Kebijakan ini menunjukkan visi pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami yang kokoh (Nata, 2. Dukungan lain berasal dari kualifikasi guru TPQ yang kompeten dan berperan sebagai pembimbing dalam kerangka teori Vygotsky, di mana guru berfungsi sebagai more knowledgeable other (MKO) yang membimbing siswa dalam zone of proximal development (ZPD) masing-masing. Dengan penempatan siswa berdasarkan hasil tes awal dalam kelompok belajar seperti kelas IqraAo, kelas AlQurAoan, dan kelas Tadarus, proses pembelajaran menjadi lebih fokus dan progresif sesuai dengan tingkat kesiapan belajar siswa (Vygotsky 1. Dari sisi eksternal, dukungan orang tua sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran di rumah dengan mengawasi latihan membaca Al-QurAoan di luar jam sekolah. Lingkungan sekolah yang religius, jadwal khusus untuk kegiatan TPQ, dan ketersediaan waktu tambahan bagi siswa yang membutuhkan bimbingan lanjut turut memperkuat efektivitas metode ini. Kerangka implementasi pendidikan menurut Sagala . 30 menegaskan bahwa sinergi antara unsur manusia, struktur, dan QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. lingkungan menjadi kunci keberhasilan suatu program. SMK Ihyaul Ulum berhasil menciptakan harmonisasi ketiga unsur tersebut, sehingga metode sorogan berjalan optimal. Temuan ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa keberhasilan metode sorogan tidak hanya ditentukan oleh teknik pengajaran, tetapi juga oleh dukungan kelembagaan, kualitas guru, dan lingkungan belajar yang kondusif. Kontribusi baru dari penelitian ini adalah pembuktian bahwa dengan manajemen yang baik dan penjadwalan yang tepat, metode sorogan dapat diterapkan secara efektif di sekolah formal tingkat menengah seperti SMK (Hasan 2018, . Faktor Penghambat Meski didukung berbagai faktor pendukung, pelaksanaan metode sorogan juga mengalami hambatan yang dapat memengaruhi hasil pembelajaran. Hambatan utama adalah rendahnya motivasi belajar pada sebagian siswa, terutama mereka yang tidak melihat relevansi langsung antara kemampuan membaca Al-QurAoan dengan jurusan kejuruan yang mereka pilih. Hal ini sesuai dengan teori motivasi belajar yang menyatakan bahwa motivasi intrinsik yang rendah akan berdampak negatif terhadap proses dan hasil belajar (Sardiman 2. Selain itu, faktor fisik seperti kelelahan menjadi kendala karena kegiatan TPQ biasanya dilaksanakan setelah jam pelajaran formal berakhir, ketika energi dan fokus siswa mulai menurun. Hambatan psikologis seperti rasa gugup atau minder saat membaca di depan guru dan teman juga mempengaruhi keberhasilan pembelajaran, sesuai dengan affective filter hypothesis yang menyatakan hambatan emosional dapat menghambat penerimaan dan pemrosesan informasi (Du, 2. Kendala waktu juga menjadi tantangan karena jadwal sekolah yang padat menyebabkan sebagian siswa sulit mengikuti bimbingan tambahan. Namun, pihak sekolah mengupayakan strategi adaptif dengan pendekatan komunikatif, pemberian umpan balik yang konstruktif, dan penggunaan humor untuk mengurangi ketegangan emosional siswa. Sekolah juga memberikan kesempatan bimbingan lanjutan bagi siswa yang belum mencapai target, meskipun secara formal mereka telah menyelesaikan program TPQ (Djamarah 2002, . Temuan penelitian ini sejalan dengan kajian terdahulu yang menyebut hambatan seperti rendahnya motivasi, keterbatasan waktu, dan faktor psikologis dapat mengurangi efektivitas metode Kontribusi baru penelitian ini adalah bahwa hambatan-hambatan tersebut dapat diminimalisasi melalui strategi adaptif guru, kebijakan sekolah yang mendukung, dan fleksibilitas pelaksanaan, sehingga metode sorogan tetap dapat diterapkan secara sistematis dan efektif di sekolah formal tingkat menengah (Hasan 2018, . Implikasi Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik tidak hanya berfungsi sebagai strategi teknis pembelajaran membaca Al-QurAoan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter religius siswa. Pendekatan yang bersifat individual dan berkelanjutan terbukti mampu menjembatani perbedaan kemampuan siswa yang berasal dari latar belakang pendidikan keagamaan yang beragam, sekaligus menegaskan bahwa metode sorogan dapat diadaptasi secara efektif dalam konteks sekolah formal menengah kejuruan. Ditinjau dari perspektif teori Vygotsky, interaksi intensif antara guru dan siswa mencerminkan praktik scaffolding dalam zona perkembangan proksimal yang berkontribusi pada penguatan aspek kognitif, afektif, dan motivasional siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode sorogan di SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik telah diimplementasikan secara sistematis dan konsisten melalui pembelajaran individual, bimbingan langsung oleh guru yang kompeten, serta pengelolaan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Penerapan metode ini terbukti meningkatkan kelancaran dan ketepatan membaca Al-QurAoan, sekaligus memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa metode sorogan dapat QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2025. Vol. No. 1, pp. diterapkan secara efektif dalam konteks pendidikan menengah formal apabila didukung oleh manajemen sekolah yang baik, penjadwalan yang kontekstual, serta keterlibatan pihak terkait dalam pembinaan keagamaan siswa. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena dilakukan dengan pendekatan kualitatif pada satu lokasi penelitian, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan. Selain itu, penelitian ini belum mengukur peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan secara kuantitatif dan belum mengevaluasi dampak jangka panjang penerapan metode sorogan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain metode campuran atau longitudinal, serta melakukan kajian komparatif dengan metode pembelajaran Al-QurAoan lainnya, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang efektivitas strategi pembelajaran membaca Al-QurAoan di tingkat SMK. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama proses penelitian ini berlangsung, diantaranya adalah pihak SMK Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Kepala sekolah, guru TPQ, guru PAI, serta seluruh siswa yang telah bersedia menjadi narasumber dan memberikan informasi yang berharga dalam proses pengumpulan data. Pernyataan Konflik Kepentingan (Declaration of Conflict of Interes. Para penulis menyatakan tidak ada potensi konflik kepentingan terkait dengan penelitian, penulisan, dan/atau publikasi dari artikel ini. Daftar Pustaka