Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. 9 No. 2 Hal 347-359 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola PENGEMBANGAN SILABUS PEMBINAAN MAJELIS TAKLIM PADA DAERAH MINORITAS (STUDI PADA MAJELIS TAKLIM REMBON TANA TORAJA) 1Nani Sakinah Arsyad, 2Sarmila Sahraini, 3Helmi Kamal Institut Agama Islam Negeri Palopo E-mail: sakinah. arsyad20@gmail. Abstract The aim of this research is: To develop a material syllabus for the Al Hidayah Taklim Council in Rembon District. Tana Toraja Regency. This type of research uses the R & D (Research and Developmen. research model. The research informants consisted of members from the Al Hidayah Taklim Council. Rembon District. Research data was obtained using the observation, interview, questionnaire and documentation stages. Next, the data is analyzed descriptively, qualitatively and quantitatively or in combination research. The results of this research show that: the syllabus is really needed by the Al Hidayah Taklim Assembly Congregation in Rembon District as a guide in its weekly recitation activities. From the results of the field research conducted by the researcher, the researcher obtained answers from several informants which indicated that the taklim assembly did not have a syllabus, therefore in this case the researcher designed a syllabus product which contained two main materials including those related to thahara and fardu prayer procedures. These two materials are references from research results obtained by researchers from the management and members of the Al Hidayah Taklim Council. Rembon District. Keywords: Development. Syllabus. Majelis Taklim Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan silabus materi Majelis Taklim Al Hidayah di Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja. Jenis penelitian ini menggunakan model penelitian R & D (Research and Developmen. Informan penelitian terdiri anggota dari Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan tahap observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif atau penelitian kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: silabus sangat dibutuhkan oleh Jamaah Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon sebagai panduan dalam kegiatan pengajian setiap minggunya. Dari hasil penelitian lapangan yang dilakukan peneliti bahwa, peneliti memperoleh jawaban dari beberapa informan yang menunjukkan jika di majelis taklim tersebut tidak memiliki silabus, olehnya itu dalam hal ini peneliti merancang sebuah produk silabus yang memuat dua meteri pokok diantaranya terkait mengenai thahara dan tata cara shalat fardu. Dua materi ini merupakan rujukan dari hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti dari pengurus dan anggota Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon. Kata Kunci: Pengembangan. Silabus. Majelis Taklim PENDAHULUAN Salah satu bentuk pedoman secara tertulis yang didalamnya memuat garis besar, ringkasan, abstrak, atau poin utama dari suatu materi Vol 9. No. Oktober 2024 348 | Nani Sakinah Arsyad dkk. pembelajaran adalah silabus. 1 Di mana silabus termasuk salah satu bagian dari perencanaan pembelajaran yang sangat penting dibuat pendidik sebagai pengarah pembelajaran. Silabus memberikan arah tentang apa saja yang harus dicapai guna menggapai tujuan pembelajaran dan cara seperti apa yang akan digunakan. Selain itu silabus juga memuat teknik penilaian seperti apa untuk menguji, sejauh mana keberhasilan pembelajaran. 2 Oleh karena itu penyelenggara dalam suatu majelis taklim berperan untuk meningkatkan kemampuan metode ajar dalam pengembangan silabus. Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan materi pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai SK dan KD. Silabus adalah rancangan pembelajaran pada suatu kelompok atau mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran untuksatu SK maupun satu KD. Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran, misalnya kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil, atau pembelajaran secara individual. Demikian pula, silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi sistem penilaian selalu mengacu pada SK. KD, dan indikator yang terdapat di dalam silabus. Pada prinsipnya, karakteristik metode pembelajaran yang ditujukan kepada orang dewasa bersifat terbuka dan partisipatif. Terbuka dimaksudkan sebagai suatu metode dalam menerima masukan untuk perubahan demi pengembangan metode, sedangkan partisipatif berarti, peserta didik diikutsertakan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi 1Uun Lionar. Agus Mulyana. AuNilai-nilai Multikultural dalam Pembelajaran Sejara: Identifikasi Pada SilabusAy. Indonesia Journal of Social Science Education. Vol. No. Januari Diakses Melalui, https://ejournal. id/index. php/ijsse/article/view/1322. Pada tanggal 20 Januari 2023 2Gunawan. AuPeningkatan Kemampuan Guru dalam Pengembangan Silabus dan RPP moda Daring Masa Pandemi Covid 19 Melalui Pola Pembinaan Profesional di Sekolah Binaan Tahun Pelajaran 2020/2021Ay. Uniqbu Journal Of Social Sciences. Vol. No. Desember 2020. Diakses Melalui, http://ejournal-uniqbu. id/index. php/ujss/article/view/67. Pada Tanggal 20 Januari 2023. 3Zanaria. AuPendidikan dan Pemberdayaan Perempuan di Majelis Taklim Muslimat NU Cabang KepahiangAy, h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Silabus. 4 Model pembelajaran seperti ini dipandang cocok dengan karakteristik metode pembelajaran yang diaktualisasikan terhadap orang dewasa atau kepada jamaah majelis taklim. Dalam muatan materi silabus yang dimaksudkan disini mengenai pendidikan Islam yang di tujukan kepada jamaah majelis taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja. Bahwa salah satu peranan yang dilakukan jamaah majelis taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja yakni bergerak dalam pengajian keagamaan yang secara mayoritas diisi oleh kaum perempuan, melalui gerakan majelis taklim ini diharapkan kaum perempuan dapat mengambil peran dilingkup kemasyarakatan dan keluarga untuk menepis anggapan bahwa perempuan hanya mampu bertugas di dapur saja. 5 Berdasarkan dinamika terkait majelis taklim Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja, peneliti melalui hasil observasi awal dilapangan bahwa, perlu adanya materi secara struktural dalam mengolah pertemuan majelis taklim, dalam hal ini ialah silabus sebagai bahan ajar yang dapat dipertimbangkan oleh pengurus dari majelis taklim tersebut. Perangkat pembelajaran seperti silabus tentunya masih digunakan oleh para pendidik dan secara sumber literatur berasal dari sumber buku pembelajaran dan internet. Perencanaan pelaksanaan pembelajaran harus disertai dengan perangkat pembelajaran yang memadai. Perangkat pembelajaran memiliki peranan penting bagi seorang pendidik sebelum memulai proses pembelajaran. Penyusunan perangkat pembelajaran dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan terutama keterampilan berpikir kritis. 6 Olehnya itu silabus sebagai rujukan alternatif untuk mengevaluasi konsep pengajaran yang ada di Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja. Seiring kemajuan zaman, banyak wadah yang menjembatani proses pendidikan khususnya pada muatan materi keagamaan Islam dan masjid salah satu diantaranya yang memiliki banyak fungsi dipergunakan umat Islam untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti kegiatan beribadah dan kegiatan ibadah disini memiliki cakupan arti yang luas, tidak hanya tempat untuk melakukan sholat atau pengajian, tetapi berbagai kegiatan yang mengandung nilai positif yang tentunya membawa kemaslahatan bagi kehidupan umat baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Keberhasilan 4Zanaria. AuPendidikan dan Pemberdayaan Perempuan di Majelis Taklim Muslimat NU Cabang KepahiangAy. Thesis (Bengkulu: UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, 2. , h. Diakses Melalui, http://repository. id/10574/. Pada tanggal 20 Januari 2023 5Rumadani Sagala. AuPeran Majelis Taklim Al-Hidayah dalam Pendidikan Islam dan Gerakan Sosial Keagamaan di Provinsi LampungAy. Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. 1, 2019, h. 6Chika Putri Faritzah. Dkk. AuRamcangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Kelas XAy. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi,(BengkuluUniversitas Bengkulu, 2. , h. Diakses Melalui, https://ejournal. id/index. php/jppb/article/view/13298. Pada Tanggal 3 Oktober 2022 Vol 9. No. Oktober 2024 350 | Nani Sakinah Arsyad dkk. suatu masjid itu dapat ditinjau dari struktur bangunannya serta simpatik masyarakat yang sering beribadah maupun melakukan kegiatan lainnya. Dari keberhasilan itu tidak terlepas dari adanya pengelolaan maupun implementasi masjid itu sendiri. 7 Dengan demikian peran dan fungsi masjid ini melahirkan Majelis Taklim sebagai arah masyarakat dalam meningkatkan habluminannas dan habluminallah. Jika mengukur kiprah dan peranan penting dari majelis taklim tersebut tentunya dapat dilihat dari legalitas oleh pemerintah yang menjadikan majelis taklim sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam pasal 26 ayat 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. , bahwa satuan pendidikan non formal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, lembaga belajar, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. 8Sehingga hadirnya majelis taklim ditengah masyarakat berupaya memberi ruang kesadaran untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan keagamaan yang merupakan swadaya masyarakat murni dan tidak bergantung penuh terhadap pemerintah. Menurut Haidar, majelis taklim adalah bagian dari lembaga pendidikan Islam nonformal, yang bergerak dalam bidang dakwah Islam. 9 Tentunya majelis taklim merupakan arah atau suatu wadah yang tidak hanya sebagai alat silaturahmi, melainkan lebih kepada pengembangan akidah, akhlak yang dikemas dalam bentuk dakwah. Mengingat Majelis taklim sangat diperlukan untuk memberitahukan, menerangkan dan mengabarkan suatu ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga maknanya dapat membekas pada diri mutaAoallim untuk kemudian ilmu yang disampaikan menjadi kemanfaatan, melahirkan amal saleh, memberi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia serta sebagai bekal akhirat, untuk mencapai ridha Allah SWT, dan senantiasa untuk memperkokoh akidah, akhlak. 10 Disamping hadirnya Majelis Taklim sebagai wadah yang 7Tri Hasri Dewi. Dkk. AuImplementasi Manajemen Masjid dalam meningkatkan Minat Sholat Berjamaah Di Masjidal Alam Kota KendariAy. Vol. No. 1 Mei 2022, h. 91-92, diakses https://ejournal. id/index. php/Al-Munazzam/article/view/4292. Pada tanggal 25 Agustus 2022 8Firmansyah. AuPendampingan Penyusunan Silabus Pengajian Majelis taklim AtTaqwa Desa Muara Batun Kecamatan Jejawi kabupaten Ogan Komering IlirAy, (Palembang. Universitas Islam Negeri Raden Fatah : 2. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. 1 April 2020, h. 9Fauziah Nasution. AuSejarah Kebangkitan Lembaga Pendidikan Islam Nonformal : Majelis Taklim Di Kota Padang Sidimpuan . , (Medan. Pascasarjana UIN Sumatera Utara : 2. , h. 2, diakses melalui http://repository. id/id/eprint/14006 pada tanggal 23 Agustus 2022 10Martini. Dkk. AuPengembangan Diri (Spritual Keagamaa. Melalui Pengajian Lansia di Majelis Taklim Serumpun Kabupaten Aceh BaratAy. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam. Vol. No. Januari-Juni https://ejournal. id/index. php/ukhwah/article/view/1153pada tanggal 25 Agustus 2022 Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Silabus. kuat dalam membina konsep keagamaan, maka prinsip dalam penelitian ini ialah memberikan bahan ajar atau silabus yang sekiranya dapat tersistematis terkait yang tersampaikan oleh para narasumber dalam kegiatan khusus. Sejauh ini, pengembangan silabus yang dapat dilakukan dan relevan dengan tugas dan pekerjaan seorang pendidik di suatu majelis tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan model grass roots. Pola pengembangan ini terpusat pada pengelolaan materi oleh guru atau sekelompok pendidik dalam satu tempat atau beberapa sekolah, karena guru tahu persis permasalahan yang dihadapi oleh para jamaah majelis taklim. Jadi. Pengembangan silabus dengan grass roots ini dikembangkan dengan memasukkan unsur-unsur yang diperlukan oleh siswa . ara jamaa. Demikian pengembangan silabus melalui grass roots ini ditunjang oleh kolaborasi dan penyelarasan dalam cara belajar lain yang sifatnya kontekstual, yakni suatu keinginan untuk mencoba dan mencoba sesuatu yang baru dalam upaya untuk meningkatkan kinerjanya serta selalu berusaha menambah pengetahuan dan wawasannya dengan menggali sumber-sumber pengetahuan yang tersedia. Melalui kajian literatur yang membahas mengenai silabus yang secara identifakasi di tujukan kepada jamaah majelis taklim Al Hidayah di kecamatan Rembon. Di mana jamaah majalis taklim tersebut belum memiliki landasan secara struktural dalam menyampaikan suatu gagasan atau materi kepada seluruh jamaah yang terlibat di dalamnya. Untuk itu dalam menggagas silabus sebagai upaya yang konkret untuk memberikan pengembangan metode ajar dan secara aktualisasi kepada pendidik dan peserta didik yang tidak hanya dapat dilihat berdasarkan teori silabus semata, tetapi lebih kepada aktualisasi materi ajar dalam silabus tersebut. Berdasarkan literatur yang mengatur tentang sistem pendidikan nasional pada UU RI No. 20 Tahun 2003 tentunya sebagai peluang yang cukup besar dalam memberikan ruang terhadap majelis taklim, terlebih lagi sekaitan dengan pengembangan program penerapan silabus majelis taklim Al Hidayah di Kecamatan Rembon KabupatenToraja, karena berdasarkan tingkat keyakinan masyarakat toraja yang dominan non muslim maka dalam hal ini yang kemudian memberikan pendidikan secara khusus agar tidak terjadinya kesalahpahaman antar ummat beragama, selain itu tentunya menitik beratkan kepada perkembangan majelis taklim yang ada. Dalam hal ini pengembangan silabus program majelis taklim Al Hidayah di Kecamatan Rembon Kabupaten Toraja dibutuhkan dalam mereduksi segala hal yang kemudian memperlambat laju program pendidikan bagi tenaga pendidik dan yang menerima materi, khususnya pada wilayah kajian tentang thahara dan materi yang berkaitan dengan shalat. Dua materi tersebut dari hasil pra penelitian yang dilakukan peneliti di Kecamatan Rembon tepatnya di Majelis 11Jarot Suseno. AuPengembangan Silabus Fisika Melalui Pola Grass Roots pada Mata Pelajaran Produktif untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMKAy. Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan. Vol. No. 1, 2022, h. Diakses Melalui, https://e-journal. id/index. php/mipa/article/download/3815/pdf. Pada tanggal 3 Oktober Vol 9. No. Oktober 2024 352 | Nani Sakinah Arsyad dkk. Taklim tersebut. Bahwa hal demikian merupakan rujukan yang diberikan peneliti dari pengurus Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon. Selain itu belakangan ini, fakta yang ada di majelis tersebut belum adanya bahan ajar secara sistematis untuk dituangkan dengan ini penyusunan dan pengembangan silabus bagi para jamaah sebagai referensi dalam membantu proses belajar bagi seluruh jamaah majelis taklim. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah penelitian R & D (Research and Developmen. Model yang dituangkan terdiri atas lima Langkah sebagaimana yang dikemukakan oleh Addie, yaitu dengan analyze, design, development, implementation, dan evaluasi. 12 Penelitian ini dilaksanakan di Di Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja dengan jarak 11 kilo meter dari jantung kota Makale Kabupaten Tana Toraja. Adapun lokasi penelitian secara spesifiknya di Lingkungan Kecamatan Rembon dengan mengkaji dinamika pendidikan di dalam (Majelis Taklim Al Hidaya. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. HASIL Pelaksanaan program pengembangan silabus materi Majelis Taklim Al Hidayah di Kecamatan Rembon merupakan langkah atau metode dalam penerapan pedoman pengajian yang ada di majelis taklim tersebut. Sebagaimana saat ini, jamaah di Majelis Taklim Al Hidayah belum memiliki silabus sebagai pedoman dalam program pembelajaran tentang Islam atau Berdasarkan fakta lapangan tersebut maka peneliti membuat program pengembangan silabus sesuai dengan pedoman yang berdasar dari Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim Pasal 4 huruf . meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam membaca dan memahami al-Quran, . membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, . membentuk manusia yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam dan komprehensif. Selanjutnya peneliti juga memperoleh dari hasil wawancara lapangan dengan jamaah majelis taklim serta pemberian angket kebutuhan materi. Model penelitian ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Branch Maribe, yang memiliki lima fase: analisis, pengembangan, perencanaan, implemantasi dan evaluasi, diterapkan dalam penyusunan silabus ini. Pada tahapan analisis ini terdapat beberapa tahapan diantaranya. analisis kebutuhan dan analisis materi. Adapun uraian tersebut sebagai Analisis kebutuhan 12Indah Prestika. Dkk. AuPengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Menggunakan Model Discovery Learning dalam Rangka Memfasilitasi Kemampuan Komunikasi Matematis Pada Materi Bangun Datar Kelas VII SMPAy. Vol. No. Maret 2021. Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Silabus. Analisis kebutuhan sebagai metode awal yang dilakukan peneliti dengan alur observasi lapangan dengan cara pemberian angket dan wawancara kepada jamaah Majalis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon yang berjumlah 35 orang. Dalam rangka wawancara yang dilakukan peneliti, bahwa sistem pembelajaran atau penyampaian materi melalui metode ceramah tidak dibuatkan jadwal atau penentuan materi yang disampaikan oleh penceramah, sedangkan yang dikemukakan oleh anggota majelis taklim Kecamatan Rembon mengemukakan pendapatanya tentang terdapatnya sebuah kesulitan dalam menerima materi dari penceramah dikarenakan materi tersebut disampaikan tidak secara terstruktur 13, sedangkan yang dikemukakan oleh anggota majelis taklim Kecamatan Rembon mengemukakan pendapatnya tentang terdapatnya kesulitan dalam menerima materi dari penceramah dikarenakan materi tersebut disampaikan tidak secara terstruktur. Pendapat yang dikemukakan oleh anggota majelis taklim senada dengan yang diungkapkan oleh pengurus majelis taklim alHidayah yang selama kepengurusannya tidak memberikan keterangan jelas atau berupa pandauan dalam penentuan materi pada setiap pertemuan dalam majelis. 14 Mengenai rujukan materi yang diperoleh berdasarkan dari hasil wawancara dari pihak Majelis Taklim al-Hidayah yakni terdiri dari materi salat dan meteri taharah. Analisis materi Berdasarkan hasil angket dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pengurus majelis taklim dan anggota majelis taklim, bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran tersebut, dimana pengurus majelis taklim tidak memiliki sebuah rujukan dalam penentuan materi disetiap pertemuan pengajian yang dilakukan setiap minggunya, olehnya itu anggota atau peserta pengajian di majelis taklim tersebut merasa kesulitan. Dari hasil angket dan wawancara yang diperoleh peneliti, maka dalam hal ini terdapat 35 jamaah di Majelis taklim Al Hidayah yang merespon baik pengajuan silabus tersebut Berdasarkan hasil angket di atas yang diperoleh dari 35 jamaah majelis taklim al hidayah memberikan persentase dalam rincian materi kebutuhan majelis taklim al hidayah Kecamatan Rembon sebagai berikut: 13Sitti Aminah. Anggota Majelis Taklim AuWawancaraAy. (Kelurahan Rembon: 6 Maret 2. Al-Hidayah Kecamatan Rembon, 14Ratna Al-Hidayah Kecamatan Rembon. Rahmani. Ketua Majelis Taklim AuWawancaraAy, (Kelurahan Rembon: 7 Maret 2. Vol 9. No. Oktober 2024 354 | Nani Sakinah Arsyad dkk. Taharah : Wudhu. Tayammum. Mandi Wajib dan istinja . Tidak Setuju . Kurang Setuju . Sangat Setuju . Setuju Gambar 1. Persentase hasil angket materi Taharah Berdasarkan hasil angket dari responden jamaah majelis taklim Al Hidayah bahwa materi yang ditawarkan dalam rincian hasil skala pada materi taharah terdapat 11 responden atau 31% memilih kategori sangat Keterangan ke dua yakni terdapat 3 responden atau 9% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 15 responden dengan persentase 43% memilih kurang setuju dan keterangan ke empat, terdapat 6 responden atau 17% yang memilih tidak setuju terkait mengenai materi tahara yang disajikan dalam silabus. Dari hasil persentase di atas dapat diasumsikan bahwa materi tahara terbilang diterima oleh jamaah majelis taklim Al Hidayah untuk dijadikan materi dalam silabus. Pada uraian materi ke dua yang membahas hasil angket materi salat wajib memberikan keterangan responden dengan persentase di bawah ini yakni: Shalat : Shalat Fardlu lima waktu. Shalat Fardlu Dalam Kondisi Tertentu. Shalat bagi orang sakit. Shalat dalam kendaraan. Shalat jama' dan Shalat Qashar . Tidak Setuju . Kurang Setuju . Sangat Setuju . Setuju Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Silabus. Gambar 2. Persentase hasil angket materi Salat Berdasarkan hasil angket dari responden jamaah majelis taklim Al Hidayah bahwa materi yang ditawarkan dalam rincian hasil skala pada materi salat wajib di atas terdapat 15 responden dengan persentase 43% memilih kategori sangat setuju. Keterangan ke dua yakni terdapat 16 responden atau 46% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 5 responden dengan persentase 11% memilih kurang setuju dan keterangan ke empat tentang prioritas Autidak setujuAy tidak menjadi pilihan bagi responden jamaah majelis taklim karena materi salat wajib merupakan materi yang sangat penting untuk disajikan dalam silabus. Uraian materi ke tiga yang membahas hasil angket salat sunnah memberikan keterangan responden dengan persentase di bawah ini yakni: Shalat Sunnah: Shalat Sunnah Muakkad Shalat Sunnah Gairu Muakkad . Tidak Setuju . Sangat Setuju . Setuju . Kurang Setuju Gambar 3. Persentase hasil angket materi salat sunnah Berdasarkan hasil angket dari responden jamaah majelis taklim Al Hidayah mengenai materi yang ditawarkan dalam rincian hasil skala pada materi salat sunnah terdapat 2 responden dengan persentase 12% memilih kategori sangat setuju. Keterangan ke dua yakni terdapat 2 responden atau 12% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 6 responden dengan persentase 38% memilih kurang setuju dan keterangan ke empat, terdapat 6 responden dengan persentase 38% yang memilih tidak setuju terkait mengenai materi salat sunnah yang disajikan dalam silabus. Hasil persentase di atas dapat diasumsikan bahwa materi salat sunnah terbilang kurang diminati oleh jamaah majelis taklim al hidayah untuk dijadikan materi dalam silabus. Pada uraian materi selanjutnya yang membahas hasil angket materi salat berjamaah memberikan keterangan responden dengan persentase di bawah ini yakni: Vol 9. No. Oktober 2024 356 | Nani Sakinah Arsyad dkk. Shalat Berjamaah . Sangat Setuju . Tidak Setuju . Setuju . Kurang Setuju Gambar 4. Persentase hasil angket materi Salat berjamaah Hasil angket dari responden jamaah majelis taklim Al Hidayah pada gambar di atas memberikan keterangan dalam rincian hasil skala pada materi tersebut bahwa terdapat 2 responden atau 12% memilih kategori sangat setuju. Keterangan ke dua yakni terdapat 3 responden atau 19% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 6 responden dengan persentase 38% memilih kurang setuju, sedangkan keterangan ke empat terdapat 5 responden atau 31% yang memilih tidak setuju terkait mengenai materi salat berjamaah yang disajikan dalam silabus. Dari hasil persentase tersebut dapat diasumsikan bahwa materi salat berjamaah terbilang kurang direspon oleh jamaah majelis taklim al hidayah untuk dimasukkan dalam materi silabus. Uraian materi salat jumat dengan hasil angket dari responden jamaah majelis taklim memberikan keterangan rinciannya sebagai berikut: Shalat Jumat . Sangat Setuju . Setuju . 6% Kurang Setuju . Tidak Setuju Gambar 5. Salat Jumat Gambar 5. Persentase hasil angket materi Salat Jumat Kelola: Journal of Islamic Education Management Pengembangan Silabus. Berdasarkan hasil angket dari responden jamaah majelis taklim Al Hidayah bahwa materi yang ditawarkan dalam rincian hasil skala pada materi salat jumat terdapat 2 responden atau 13% memilih kategori sangat Keterangan ke dua yakni terdapat 1 responden dengan persentase 6% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 1 responden dengan persentase 6% memilih kurang setuju dan keterangan ke empat terdapat 12 responden dengan persentase 75% yang memilih tidak setuju terkait mengenai materi salat jumat yang disajikan dalam silabus. Dari hasil persentase di atas dapat diasumsikan bahwa materi salat jumat tidak menjadi prioritas dalam silabus. Pada uraian materi selanjutnya yang membahas hasil angket materi dzikir dan doa memberikan keterangan responden dengan persentase di bawah ini yakni: Berdzikir Dan Berdoa . Tidak Setuju . Kurang Setuju . Sangat Setuju . Setuju Gambar 6. Persentase hasil angket materi Berdzikir dan Berdoa Berdasarkan hasil angket responden jamaah majelis taklim Al Hidayah bahwa materi yang ditawarkan dalam rincian hasil skala pada materi dzikir dan doa terdapat 3 responden atau 14% memilih kategori sangat setuju. Keterangan ke dua yakni terdapat 10 responden dengan persentase 45% yang memilih setuju, selanjutnya pada keterangan ke tiga terdapat 3 responden dengan persentase 14% memilih kurang setuju dan keterangan ke empat terdapat 6 responden atau 27% yang memilih tidak setuju terkait mengenai materi dzikir dan doa yang disajikan dalam silabus. Hasil persentase tersebut dapat diasumsikan bahwa materi dzikir dan doa terbilang cukup dipertimbangakn oleh jamaah majelis taklim al hidayah untuk dijadikan materi dalam silabuss Berdasarkan hasil analisis kebutuhan silabus materi majelis taklim al Hidaya di kecamatan Rembon kabupaten Tana Toraja belum memiliki panduan materi sehingga penyampaian penceramah pada kegiatan majelis taklim tidak terstruktur sehingga sulit dipahami oleh jamaah majelis taklim. Berawal dari hal tersebut peneliti mencoba mengembangkan silabus materi majelis taklim yang dapat memudahkan dai/penceramah dalam menyampaikan materi pada setiap kegiatan majelis taklim dan memudahkan pula Jemaah dalam memahami materi yang disampaikan. Vol 9. No. Oktober 2024 358 | Nani Sakinah Arsyad dkk. Bahan ajar yang dikembangkan berupa silabus materi majelis taklim yang disusun secara terstruktur sesuai dengan urutan dalam beribadah agar mudah dipahami dan mudah disampaiakn oleh para dai/penceramah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat oleh peneliti, maka dalam hal ini peneliti berkesimpulan sebagai berikut: Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon sebagai sarana Pendidikan nonformal bagi masyarakat Kecamatan Rembon dalam menggali ilmu agama Islam dan sebagai wadah silaturahim antara sesama umat Islam di Kecamatan Rembon, serta sebagai wadah yang dapat memperkuat moderasi beragama. Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon membutuhkan bahan ajar dalam bentuk silabus, sebagai suatu hal yang dapat mempermudah akses Pendidikan terhadap anggota di dalam majelis taklim. Materi yang disajikan dalam silabus majelis taklim Al Hidayah memuat tentang thahara dan tata cara shalat fardu Aspek yang melatar belakangi kurangnya pemahaman anggota di Majelis Taklim dalam menerima materi yakni, ditandai dengan isi materi yang tidak terstruktur dalam penyampaiannya, sehingga silabus sebagai sarana yang berupaya menjawab tantangan atau hambatan yang ada dalam Majelis Taklim Berdasarkan hasil kesimpulan dalam penelitian yang menyangkut tentang Pengembangan Silabus Materi Majelis Taklim Al Hidayah Di Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja yang memuat tentang thahara dan shalat fardu, bahwa selain menghasilkan bahan ajar yang diajukan peneliti kepada Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Rembon, maka dalam hal ini dibutuhkan suatu penerapan sebuah bahan ajar atau silabus di Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatn Rembon. Selain itu, peneliti mengajak para pembaca yang budiman khususnya setiap pelaku di Majelis Taklim yang sama sekali belum menerapkan silabus agar kiranya dijadikan suatu bahan rujukan demi mempermudah perkembangan metode ajar dalam pengajian di setiap majelis taklim. Peneliti berharap agar kiranya ada peneliti selanjutnya yang membahas bahan ajar dalam Majelis Taklim selain materi yang menyangkut tentang thahara dan tata cara shalat. DAFTAR PUSTAKA