JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 EVALUASI PROGRAM KESETARAAN PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KOTA BEKASI Lusiana Wijayanti 1*. Ahmad Syahid 2. Ratna Sari Dewi 3 1,2,3 Pendidikan Masyarakat. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia lusianaw80@gmail. com, 2ahmad. syahid@fkip. id, 3ratna. sari@fkip. Received: Juli, 2023. Accepted: January, 2024 Abstract This study aims to describe the evaluation of the package C equivalence program at the SKB Bekasi City using the CIPP model developed by Daniel Stufflebeam covering Context. Input. Process and Product. This research approach uses a qualitative approach. The subjects of this study consisted of 1 head of SKB, 2 tutors and 2 residents learn. Data was collected through interviews, observation and Data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. The validity of the data using triangulation of sources and methods. Data analysis techniques with data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study were that: . Context evaluation of the package C equivalence program at the SKB Bekasi City was in accordance with the objectives and the suitability of the needs of learning citizens. Input evaluation includes learning residents, tutors, infrastructure and funding, most of which are as expected. Process evaluation includes learning planning activities such as schedule of learning activities and learning processes such as learning attendance, learning materials, learning curriculum, learning strategies and participation of learning citizens all of which have been running smoothly and are said to be quite good. Product evaluation of the quality of learning outcomes in terms of knowledge, skills and attitudes is in accordance with what is expected. Keywords: Equality. Program Evaluation. The Model CIPP Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program kesetaraan paket C di SKB Kota Bekasi menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam meliputi Context. Input. Process dan Product. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 1 kepala SKB, 2 tutor dan 2 warga belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Evaluasi Context program kesetaraan paket C di SKB Kota Bekasi sudah sesuai dengan tujuan dan kesesuaian kebutuhan warga belajar. Evaluasi Input mencakup warga belajar, tutor, sarana prasara dan pendanaan sebagian besar sudah sesuai dengan yang . Evaluasi Process mencakup kegiatan perencanaan pembelajaran seperti jadwal kegiatan pembelajaran dan proses pembelajaran seperti absensi pembelajaran, materi pembelajaran, kurikulum pembelajaran, strategi pembelajaran dan partisipasi warga belajar semuanya sudah berjalan dengan lancar serta dikatakan sudah cukup baik. Evaluasi Product kualitas hasil warga belajar yang ditinjau dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sudah sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Evaluasi Program. Kesetaraan. Model CIPP How to Cite: Wijayanti. Syahid. & Dewi. Evaluasi Program Kesetaraan Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 135-144 136 Wijayanti. Syahid & Dewi. Evaluasi Program Kesetaraan Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berguna bagi kehidupan manusia, karena dengan adanya pendidikan manusia dapat memperoleh ilmu serta kecerdasan untuk meningkatkan potensi dirinya. Sehingga dengan pendidikan manusia dapat semakin tumbuh dan berkembang memiliki wawasan pengetahuan serta kreativitas yang luas yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Secara tidak langsung, pendidikan juga dapat membuat manusia lebih bertanggung jawab dan memiliki kepribadian yang lebih baik lagi. UndangUndang RI No 20 . tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa AuFungsi Pendidikan Nasional yaitu untuk mengembangkan watak serta kemampuan meningkatkan harkat kemanusiaan peradaban bangsa dengan mencerdaskan kehidupan bangsa agar dapat berkembangnya potensi warga belajar yang berilmu, kreatif, mandiri, berahlak mulia, bertanggung jawab atas warga negara, bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha EsaAy. Dalam upaya meningkatkan kualitas manusia di Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. pemerintah mewajibkan seluruh warga negara Indonesia untuk mengikuti program wajib belajar dengan menamatkan pendidikan 9 tahun yaitu Sekolah Dasar (SD/MI/sederaja. enam tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs/sederaja. tiga Bahkan sejak tahun 2015 pemerintah juga sedang mengusahakan dengan melalukan berbagai persiapan adanya pembaharuan program wajib belajar dari 9 tahun menjadi 12 tahun hingga jenjang SMA/MA/sederajat . com, 2. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua warga masyarakat dapat bersekolah secara formal dengan permasalahan yang tentunya berbeda-beda mulai dari adanya keterbatasan ekonomi, ketidaksesuaian waktu, kesempatan hingga kendala jarak yang terlalu jauh yang dapat menjadi penghambat serta mengakibatkan mereka menjadi putus sekolah. Riniwati . alam Nurhayati & Suprapto, 2. menjabarkan bahwa putus sekokah bukan hanya merugikan siswa namun juga akan berdampak buruk bagi perekonomian negara, seperti bertambahnya pengangguran, minimnya tenaha kerja dengan keahlian hingga kurangnya sumber daya manusia yang Pada tahun 2019, menteri keuangan Ibu Sri Mulyani menaruh perhatian terhadap pendidikan di Indonesia dikarenakan pada tahun 2015-2019 terdapat 59% tenaga kerja di Indonesia dengan lulusan berpendidikan SMP kebawah. Hal itu dibenarkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2019 tercatat sebanyak 75,37 juta jiwa dari 129,3 juta orang atau setara dengan 58,26% pekerja di Indonesia adalah lulusan SMP kebawah (Adharsyah, 2. Sedangkan, pada 17 November 2021 tercatat ditahun 2020 berdasarkan sumber Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas tenaga kerja di Indonesia menjadi 32% lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mendominasi. Yang kedua lulusan Sekolah Dasar (SD) yaitu 26,2%, lalu lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu 18,2%. Sisanya adalah lulusan perguruan tinggi, yang tidak tamat SD sampai yang tidak bersekolah (Annur, 2. Data tersebut menunjukan dari yang sebelumnya pekerja di Indonesia tahun 2019 didominasi oleh lulusan SMP, pada tahun 2021 mengalami perubahan positif dikarekan pekerja di Indonesia didominasi oleh lulusan SMA. Adanya hal itu, pendidikan nonformal pada program kesetaraan paket C menjadi peran penting guna menyamaratakan pendidikan serta dapat membantu menyukseskan program wajib belajar 12 tahun. Program kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan umum paket A, paket B dan paket C setara dengan SD/MI. SMP/MTs dan SMA/MA. Seperti halnya program kesetaraan yang Volume 7. No. Januari 2024 pp 135-144 dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi yang berlokasi di jalan Perjuangan Dalam No. RT. 003/RW. Marga Mulya. Kec. Bekasi Utara. Kota Bekasi. Jawa Barat. Berdasarkan observasi, apabila dilihat dari struktur organisasinya. SKB Kota Bekasi ini sudah memenuhi standar ideal suatu SKB dengan memiliki pengurus yang terdiri dari ketua SKB, bendahara dan juga penanggung jawab lainnya. Warga belajar program paket C juga cukup banyak dengan jumlah 106 orang. Namun, di SKB ini terdapat keterbatasan tenaga pendidik yang memungkinkan akan berpengaruh terhadap efektifitas dalam pembelajaran. Adanya permasalah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi pada program tersebut. Menurut Widoyoko . mendefinisikan bahwa evaluasi program adalah suatu usaha yang dilakukan dengan teliti agar dapat mengetahui pencapaian keberhasilan program pada masingmasing komponen didalamnya baik yang sudah dilaksanakan maupun yang belum terlaksana. Pada kesempatan ini, peneliti mencoba untuk mengangkat topik dengan membahas fokus kajian pada evaluasi program kesetaraan paket C dengan menggunakan model evaluasi CIPP yaitu evaluasi terhadap konteks . , evaluasi terhadap masukan . , evaluasi terhadap proses . dan yang terakhir adalah evaluasi terhadap hasil . yang dikembangkan oleh Stufflebeam . Menurut Sukardi . menyatakan bahwa dengan adanya evaluasi program yang terususun dan terstruktur dapat menghasilkan informasi-infomasi baik yang dibutuhkan untuk menciptakan keberhasilan suatu program yang akan dievaluasi dan mengurangi ketidakpastian. Dan tentunya penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi program yang nantinya akan dievaluasi yaitu pada program kesetaraan paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi. Menurut Suharsimi Arikunto, 2009 . alam Setiyaningrum, 2. mengemukakan bahwa evaluasi program dengan supervisi memiliki makna yang sama. Dengan adanya evaluasi program ini dapat memberbaiki dan meminimalisir kesalahankesalahan yang ada pada program tersebut dan akan menjadikan program semakin lebih baik untuk kedepannya. METODE PENELITIAN Berdasarkan latar belakang diatas, pendekatan penelitian yang berjudul tentang "Evaluasi Program Kesetaraan Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi" ini menggunakan pendekatan kualitatif serta metode yang adalah deskriptif kualitatif yang diperoleh berdasarkan studi lapangan. Menurut (Sugiyono, 2. , penelitian kualitatif disebut juga sebagai metode penelitian yang sifatnya alamiah karena penelitian ini dilakukan berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif yang mengacu pada model evaluasi CIPP . ontext, input, process dan produc. Evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif merupakan langkah-langkah yang akan menghasilkan data deskriptif berdasarkan fakta yang diamati baik dari lisan ataupun kata tertulis (Sudjana, 2. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang, diantaranya satu kepala SKB, dua orang tutor dan dua orang warga belajar. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi berdiri pada tahun 2013 dengan status kepemilikan SKB ini adalah milik Pemerintah Daerah dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 138 Wijayanti. Syahid & Dewi. Evaluasi Program Kesetaraan Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi dengan SK Pendirian Sekolah oleh Perwal Nomor 33 Tahun 2013 Seri E. Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bekasi ini memiliki tugas untuk menyediakan kebutuhan pendidikan masyarakat dengan menyelenggarakan serta melaksanakan kegiatan pendidikan non formal. Dalam menyelenggarakan kegiatan program. SKB Kota Bekasi melaksakannya di gedung sekolah SDN Marga Mulya I. Berikut identitas Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi: Nama Lembaga NPSN Status Akreditas Alamat Tgl SK Pendidian SK Izin Operasional Tgl SK Izin Operasional Kepemilikan Gedung No. Telepon Email Website : Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi : P9962957 : Negeri : Jalan Perjuangan Dalam No. RT. 003/011, Marga Mulya. Kec. Bekasi Utara. Kota Bekasi Jawa Barat : 2013-07-16 : Perwal Nomor 25 Tahun 2017 : 2017-05-09 : Bukan Mlik : 02189133451 : satpenskb. kotabekasi@gmail. : https://skbkotabekasi. Sebelum adanya covid-19. SKB Kota Bekasi memiliki banyak layanan program yang diselenggarakan untuk masyarakat. Layanan program tersebut diantaranya ada program PAUD, kesetaraan, keaksaraan, kewirausahaan, kursus dan pelatihan. Namun, sejak adanya covid-19 pada tahun 2020 hingga saat ini SKB Kota Bekasi hanya menyelenggarakan program PAUD dan program kesetaraan atau program kejar paket A. B dan C saja dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak dan salah satu upaya yang diberlakukan ialah dengan melakukan kegiatan ataupun pembelajaran secara daring atau Adapun susunan organisasi yang sudah dibentuk oleh SKB Kota Bekasi. Berikut merupakan Struktur Organisasi Sanggar Kegiatan Belajar Kota: Volume 7. No. Januari 2024 pp 135-144 KEPALA SPNF-SKB Eep Saepul Turjaman,S. Pd,M. BENDAHARA Iwan Setiawan KOORDINATOR PAUD Siri Rahmah Wahyuningsih,S. Pd. STAFF TU Putri Pandini Sadelih Sylvia Mentari Panjaitan,S. Farm Neny Novianti,S. Ikom Fejriati KESETARAAN Pipit Slamet Ekawati,S. Pd. ,M. PENDIDIK PESERTA DIDIK Gambar 1. struktur organisasi SPNF-SKB kota Bekasi tahun pelajaran 2021/2022 Berikut merupakan daftar pendidik program kesetaraan paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi: Tabel 1. Data Tutor Paket C SKB Kota Bekasi Pendidikan Nama Jabatan Terakhir Pipit Slamet Ekawati,S. Pd. NUPTK. Desca Yunita,S. Pd. NUPTK. Agung Dwi Waskito,S. NUPTK. Syahrudin,S. Pd. NUPTK. Andri Marwandi,S. NUPTK. Cepy Misbakhul Qolby,S. NUPTK. Yohan Nirmala Jati,S. NUPTK. Vivi Dailami Firdaus. Pd. NUPTK. Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Tutor Paket C Dalam melaksanakan program kesetaraan paket C terdapat sarana prasana guna mendukung terlaksanakannya proses kegiatan program. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi diantaranya: 140 Wijayanti. Syahid & Dewi. Evaluasi Program Kesetaraan Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi Tabel 2. Sarana SKB Kota Bekasi No. Nama Barang Papan Tulis Papan Interaktif Sepasang Meja dan Kursi Siswa Sepasang Meja dan Kursi Guru Sepasang Meja dan Kursi Staff Proyektor Komputer Kipas Sound Sistem Wifi 20 Mbps CCTV Listrik 6,600 Watt No. Jumlah Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Tabel 3. Prasarana SKB Kota Bekasi Nama Barang Jumlah Ruang Kelas Ruang Tutor dan Staff Ruang Kepala SKB Ruang Lab Komputer Perpustakaan Toilet Musholla Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diatas, adapun pembahasan penelitian ini sebagai berikut: Evaluasi Konteks (Contex. Program Kesetaraan Paket C SKB Kota Bekasi Evaluasi konteks merupakan usaha guna mengetahui apakah program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga belajar, apakah keputusan yang dirancang memenuhi kebutuhan program dan warga belajar serta tujuan program apakah sesuai dengan kebutuhan warga belajar atau sebaliknya. Wirawan . menjelaskan bahwa evaluasi konteks itu berkaitan dengan kebutuhan guna menentukan keobjektifan suatu program. Komponen yang termasuk dalam konteks adalah seluruh program yang diadakan di SKB Kota Bekasi. Namun, dalam penelitian ini hanya difokus pada program kesetaraan paket C di SKB saja. Pada pembahasan evaluasi konteks ini, peneliti membahas tujuan program dan kesesuaian program dengan kebutuhan warga belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijelaskan, tujuan warga belajar mengikuti program kesetaraan paket C ialah untuk memperoleh wawasan ilmu agar kebutuhan dalam bekerja dapat Sedangkan tujuan lembaga menyelenggarakan program ialah untuk memenuhi kebutuhan warga belajar. Adanya tujuan warga belajar dengan tujuan program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi keduanya sejalan dengan artian sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan. Volume 7. No. Januari 2024 pp 135-144 Kemudian, berdasarkan hasil penelitian terhadap kesesuaian program dengan kebutuhan warga belajar pada program kesetaraan paket C di SKB Kota Bekasi ini memiliki keselarasan dan kesesuaian dikarenakan warga belajar yang mengikuti program ini itu berdasarkan atas kemauan mereka sendiri dengan artian program kesetaraan paket C ini merupakan program yang dibutuhkan oleh warga belajar, sehingga program ini tepat dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar. Evaluasi Masukan (Inpu. Program Kesetaraan Paket C SKB Kota Bekasi Evaluasi input merupakan evaluasi yang digunakan guna menilai sumber-sumber yang ada yang dapat memberikan pengaruh pada berjalannya suatu program. Widoyoko . menjabarkan bahwa terdapat komponen evaluasi input yaitu meliputi sumber daya manusia, sarana prasarana yang mendukung, pendanaan yang sesuai hingga berbagai aturan yang Pada pembahasan evaluasi input ini peneliti membahas warga belajar, tutor, sarana prasarana dan pendanaan. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijelaskan dalam perekrutan warga belajar tidak ada kualifikasi khusus namun harus sudah dinyatakan lulus SMP. Serta dari 106 warga belajar, mayoritas dari mereka mengetahui adanya program ini dari internet dan mulut ke mulut. Dengan artian SKB Kota Bekasi aktif dalam bersosialisasi baik dari internet ataupun lewat masyarakat langsung. Tutor kesetaraan paket C di SKB Kota Bekasi berjumlah delapan orang dan mereka sudah mempunyai bekal mengajar sebelum menjadi tutor pada program ini. Namun, dari delapan tutor terdapat satu tutor yang bukan lulusan sarjana pendidikan dengan artian tutor program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi belum semuanya memenuhi kualifikasi. Lalu, jumlah tutor dalam program kesetaraan paket C SKB Bekasi ini terbilang kurang dan sangat terbatas jumlahnya dikarenakan terdapat tutor yang mengampu mata pelajaran lebih dari satu bahkan ada tutor yang mengampu hingga tiga mata pelajaran. Sarana prasarana pada program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi ini apabila dilihat, kondisinya cukup baik serta dapat mendukung pembelajaran. Yang dikeluhkan hanya pada jam pembelajaran kelas reguler yang berlangsung pada siang hari yang dapat mempengaruhi keaktifan warga belajar. Setiap warga belajar juga di fasilitasi buku paket dan LKS yang diberikan oleh lembaga. Dengan artian sarana prasarana program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi sudah cukup mendukung proses pembelajaran. Pendanaan program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi 100% didanai oleh pemerintah melalui BOP dan warga belajar yang mengikuti program ini gratis tidak dipungut biaya apapun. Evaluasi Proses (Proces. Program Kesetaraan Paket C SKB Kota Bekasi Evaluasi proses merupakan upaya untuk mengetahui komponen apa saja yang harus diperbaiki serta menilai sejauh mana rencana dalam penerapan program. Wirawan . menjelaskan evaluasi proses merupakan kegiatan menilai serta meneliti layanan program, apakah program telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan serta apakah telah terlayani dengan baik. Pada pembahasan evaluasi proses ini peneliti membahas perencanaan pembelajaran dan proses pembelajaran program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi. 142 Wijayanti. Syahid & Dewi. Evaluasi Program Kesetaraan Paket C Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, perencanaan pembelajaran pada jadwal kegiatan belajar terbagi menjadi dua kelas, ada reguler dan non-reguler . elas karyawa. Warga belajar dapat memilih menyesuaikan sesuai kebutuhan, dengan artian perencanaan pembelajaran program ini menyesuaikan kondisi warga belajarnya. Pada proses pembelajaran, setiap mata pelajaran yang berlangsung, tutor melakukan absensi kepada warga belajar, dengan artian program kesetaraan paket C ini memenuhi aturan dikarenakan terdapat daftar hadir yang penting untuk kedisplinan warga belajar. Dalam belajar, program kesetaraan paket C mengacu pada kurikulum 2013 sesuai yang diterapkan oleh Terdapat 12 mata pelajaran diantaranya Agama Islam. Matematika. Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Ekonomi. Geografi. Sosiologi. PKN. Sejarah. Seni Budaya. Penjaskes . dan keterampilan TIK. Mata pelajaran yang diberikan kepada warga belajar tidak semua merujuk pada pengetahuan namun terdapat mata pelajaran keterampilan yaitu TIK dengan artian lembaga ingin warga belajar selain memperluas wawasan ilmu, namun juga mempunyai bekal keterampilan yang penting untuk kehidupan kedepannya. Menurut Nurhalim . alam Istiyani & Utsman, 2. strategi pembelajaran merupakan suatu rencana yang digunakan dalam penyampaian materi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat terlaksana dan tercapai. Strategi tutor dalam belajar mengajar lebih mengedepankan dahulu pemahaman warga belajarnya daripada menuntaskan materi dengan cepat agar pembelajaran cepat selesai. Dengan artian lembaga bertanggung jawab atas kualitas warga belajarnya tidak semata-mata hanya menyelenggarakan program. Partisipasi warga belajar program kesetaraan paket C juga terbilang cukup baik meskipun ada beberapa yang kurang dikarenakan faktor pembelajaran pada siang hari yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Evaluasi Produk (Produc. Program Kesetaraan Paket C SKB Kota Bekasi Evaluasi produk merupakan sebuah proses penilaian keberhasilan program. Sujarwo . menjelaskan bahwa evaluasi produk dilakukan pada akhir program guna mengukur pencapaian program yang nantinya akan memberikan rekomendasi keputusan akan berlanjutnya suatu Pada pembahasan evaluasi produk ini peneliti akan membahas kualitas hasil warga belajar berdasarkan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap setelah mengikuti program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, kualitas warga belajar dari aspek pengetahuan dan keterampilan yaitu ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan jadi bertambah dan juga memiliki bekal keterampilan lewat mata pelajaran yang telah dipelajari. Dan apabila dilihat dari sikap warga belajar jadi lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab dan juga lebih menghargai waktu. Dengan artian program kesetaraan paket C SKB Kota Bekasi ini berhasil memberikan dampak positif bagi warga belajarnya, tidak semata-mata hanya meluluskan dan memberikan ijazah dengan percuma. Serta dibuktikan dengan adanya presetase kelulusan 100% pada warga belajar selama 3 tahun terakhir. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut mengenai evaluasi program kesetaraan paket C di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bekasi yang mengacu pada evaluasi CIPP, disimpulan sebagai berikut: Berdasarkan pada evaluasi konteks . , program kesetaraan paket C ini dapat dikatakan sudah baik dikarenakan adanya tujuan program kesetaraan paket C yang jelas serta penyelenggaraan program ini telah sesuai dengan kebutuhan warga belajar paket C. Volume 7. No. Januari 2024 pp 135-144 Berdasarkan pada evaluasi masukan . , program kesetaraan paket C ini sebagian besar komponennya sudah cukup baik. Namun, ditemukan ketidaksesuaian pada tutor dikarenakan masih terdapat satu tutor yang bukan lulusan sarjana pendidikan. Serta apabila dilihat dari mata pelajaran dan tutor yang mengampu, jumlah tutor kesetaraan paket C dapat terbilang sangat terbatas dikarenakan terdapat beberapa tutor yang mengampu lebih dari satu mata pelajaran. Berdasarkan pada evaluasi proses . , program kesetaraan paket C ini dapat dikatakan sudah cukup baik. Dalam program kesetaraan paket C ini terdapat absensi, jadwal kegiatan, materi pembelajaran dan kurikulum yang jelas dan sesuai, strategi tutor dalam mengajar dan partisipasi warga belajar juga dapat terbilang cukup baik walaupun dalam pembelajaran berlangsung pada siang hari. Berdasarkan pada evaluasi produk . , program kesetaraan paket C ini dapat dikatakan sudah baik. Dibuktikan dengan adanya presetase kelulusan 100% selama tiga tahun terakhir, serta adanya perubahan positif kualitas warga belajar setelah mengikuti program kesetaraan paket C. DAFTAR PUSTAKA