CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi 1,2,3,4,5 Andy Riski Pratama1. Iswandi2. Andika Saputra3 Rahmat Hidayat Hasan4. Arifmiboy5 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Korespondensi penulis: andyrezky24@gmail. Abstract. This research was conducted because student learning activities were not optimal so that students seemed less enthusiastic in participating in learning activities. In addition, the time allocation needed by teachers is still lacking, resulting in the transfer of knowledge to students not being optimal. This study aims to determine the effect of the 5E learning cycle on Islamic religious education learning activities for students of class XI IPS at SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. The approach used in this research is quasiexperimental. The population of this study were all students of class XI at SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi and the samples were taken from 2 classes XI, namely XI IPS 2 and XI IPS 3. Data were collected using an observation questionnaire. Data were analyzed using descriptive analysis and t test for hypothesis testing. The results showed that the experimental group's posttest average was 81. 14 and the control group's posttest average The results of the analysis using the Independent Sample T-test between the experimental group and the control group obtained a t-count value of 89. 779 and a ttable value of 2. 750, and a significance level of 0. So, it can be concluded that the learning activities of students who study using the 5E learning cycle learning model have an active effect and are better than the learning activities of students who learn using conventional learning models in class XI at SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Keywords: Learning Cycle 5E. Learning Activity. Islamic Education Abstrak. Penelitian ini dilakukan karena aktivitas belajar siswa belum optimal sehingga siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, alokasi waktu yang dibutuhkan guru masih kurang sehingga mengakibatkan transfer pengetahuan kepada siswa tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh learning cycle 5E terhadap aktivitas belajar pendidikan agama islam siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi dan sample di ambil dari 2 kelas XI yaitunya XI IPS 2 dan XI Ips 3. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi angket. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji t untuk pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 81,14 dan rata-rata posttest kelompok kontrol adalah 69,23. Hasil analisis dengan menggunakan Independent Sample T-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh nilai t-hitung sebesar 89,779 dan nilai t-tabel sebesar 2,750, serta taraf signifikansi sebesar 0. Jadi, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E berpengaruh aktif dan lebih baik daripada aktivitas Received Oktober 30, 2022. Revised November 2, 2022. Desember 29, 2022 * Andy Riski Pratama, andyrezky24@gmail. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Kata kunci: Learning Cycle 5E. Aktivitas Belajar. Pendidikan Agama Islam LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiaannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya yaitu rohani dan jasmani serta keterampilan-keterampilan. (Fuad Ihsan,2. Pendidikan merupakan suatu kegiatan sadar berupa proses interaksi pendidik dengan peserta didik dalam mencapai suatu tujuan. Undang-Undang Nasional No. tahun 2003 tentang pendidikan nasional menyatakan bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan terncana untuk suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kebutuhan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan ,akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat. Bangsa, dan negara(Sisdiknas,2. Belajar dan ilmu pengetahuan erat hubungannya dengan pembelajaran, karena pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,perlengkapan, prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya penataan lingungan yang memberi nuansa agar program tumbuh dan berkembang secara optimal Pembelajaran merupakan aktivitas yang utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Dalam usaha pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan sistem lingkungan atau kondisi belajar yang lebih kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan mengajar yang merupakan proses membimbing kegiatan belajar. (Sardiman,2. Aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi antara guru dan siswa, serta antar siswa dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. Aktivitas belajar harus melibatkan seluruh aspek psikologis siswa, baik jasmani maupun rohani, sehingga akselerasi perubahannya dapat terjadi secara cepat, mudah, dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Aktivitas belajar dapat memberikan nilai tambah . dded valu. bagi siswa, yaitu . siswa memiliki kesadaran CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 . untuk belajar sebagai wujud adanya motivasi internal untuk belajar, . siswa mencari pengalaman dan langsung mengalami sendiri, yang dapat memberikan dampak terhadap pembentukan pribadi, . siswa belajar dengan menurut minat dan kemampuannya, . menumbuhkembangkan sikap disiplin dan suasana belajar yang demokratis di kalangan siswa, . pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat menumbuh kembangkan pemahaman dan berfikir kritis serta menghindari verbalisme, dan . menumbuhkembangkan sikap kooperatif di kalangan siswa sehingga kelas menjadi lebih hidup (Hanafiah dan Cucu Suhana, 2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep siswa merupakan harapan para guru Pendidian Agama Islam termasuk guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. Keaktifan belajar siswa dan meningkatnya kompetensi siswa masih belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain yang dapat diidentifikasi oleh guru Pendidikan Agama Islam, yaitu sebagian besar siswa kurang termotivasi belajar dan keinginannya menerima informasi materi dari satu sumber . , mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bukan mata pelajaran wajib jurusan, anak (Darajat,dkk,2. Merujuk hasil observasi dan refleksi peneliti, siswa pasif terkait juga dengan strategi pembelajaran yang diterapkan guru, tampaknya kurang mendukung siswa untuk aktif belajar, kurang memfasilitasi siswa dalam proses pengembangan berpikir, seperti memecahkan masalah dalam pembelajaran dan menemukan konsep sendiri terhadap materi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang ditampilkan, masih memperlihatkan dominasi guru aktif dalam kegiatan pembelajaran . eacher oriente. Siswa hanya mendengar, mencatat, dan dipaksa untuk mengingat tanpa memahmi dan memaknai informasi yang didapatnya dalam pembelajaran. Sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI karena terkait dengan persoalan metode atau strategi pembelajaran digunakan masih konvensional. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Furchan . alam Muhaimin, 2. yang menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI di sekolah, kebanyakan guru masih menggunakan cara-cara tradisional, yaitu ceramah yang monoton dan kecenderungan pembelajaran tidak kontekstual. Karena itu, perlu ada kreativitas dan inovasi seorang guru Pendidikan Agama Islam. Mengenai Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi pentingnya kreativitas dan inovasi guru, seorang ahli mengatakan bahwa kualitas pembelajaran yang sesuai dengan rambu-rambu PAI, sangat dipengaruhi oleh sikap guru yang kreatif untuk memilih dan melaksanakan berbagai pendekatan dan model Karena profesi guru menuntut sikap kreatif dan kemauan mengadakan improvisasi (Sukmadinata, 1. Karena itu, strategi pembelajaran yang sesuai untuk pelajaran PAI dan Budi Pekerti antara lain dengan menerapkan model pembelajaran learning cycle 5E. Pembelajaran learning cycle 5E ini dilandasi oleh pandangan kontruktivisme dari Piaget yang berangapan bahwa dalam belajar pengetahuan itu dibangun sendiri oleh anak dalam struktur kognitif melalui interaksi dengan lingkungannya. Model ini dapat mengembangkan penguasaan konsep melalui pengalaman langsung yang bertahap dan Proses belajar dimulai dengan eksplorasi penemuan konsep oleh siswa. Siswa kemudian memerkuat penguasaan konsepnya dengan menerapkan konsep tersebut untuk memecahkan masalah. Pemahaman suatu konsep menjadi dasar untuk mengeksplorasi fenomena lain atau untuk menemukan konsep baru, sehingga membuat siswa semakin aktif dalam pembelajaran. Demikian proses belajar berlanjut secara siklus. Dalam penelitian ini, kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam setiap tahap pembelajaran learning cycle 5E(Asmuni,2. dapat diuraikan berikut ini. Pada tahap engagement, guru berusaha membangkitkan minat siswa pada konsep yang akan dipelajari. Tahap exploration, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi konsep dari berbagai sumber dalam kegiatan diskusi kelompok. Tahap explanation, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi konsep dari berbagai sumber dalam kegiatan diskusi kelompok. Tahap explanation, siswa mengungkapkan hasil temuan kelompoknya dalam diskusi klasikal. Siswa membandingkan hasil temuannya dengan hasil temuan kelompok lain dengan memberikan argumen-argumen yang mendukung pendapat masing-masing. Tahap elaboration, siswa menerapkan konsep yang mereka dapatkan untuk menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Terakhir, tahap evaluation, diberikan soal yang ada pada LKPD untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model learning cycle 5E ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 METODE PENELITIAN Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah yang berguna untuk mendapatkan data dengan tujuan dan tata cara tertentu. Dari segi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian kuantitatif merupakan salah satu penelitian yang sistematis, terencana dan terstuktur dengan jelas dari awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, (Sandu Siyoto,dkk,2. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi- eksperimen, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat diperoleh dari eksperimen berdasarkan perlakuan . terhadap suatu unit percobaan dalam batas-batas desain yang ditetapkan pada kelas eksperimen sehingga diperoleh data yang menggambarkan apa yang diharapkan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Static Group Comparison Design, dalam desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain ini dapat membandingkan data sebelum dan sesudah perlakuan sehingga analisis dapat menggunakan statistik inferensial. Model desain ini dapat digambarkan sebagai berikut Tabel 1. 1 Rancangan penelitian The Static Group Comparison Design Kelas Treatment Posttest Eksperimen XI IPS 2 Kontrol X IPS3 Ket : X IPA2 = Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen yaitu kegitan pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E X IPA3= Perlakuan yang diberikan pada kelas kontrol yaitukegitan pembelajaran dengan menggunakan model Konvensional O = Tes akhir yang diberikan pada kelas eksperimendan kelas kontrol di akhir penelitian,(Sumadi Suryabrata,2. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Untuk menilai aktivitas siswa dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan observasi/pengamatan. Hasil dari observasi tersebut akan diangkakan dalam skor-skor berskala 1 Ae 4 dan kemudian dikonfersi menjadi persentase. Untuk menentukan persentase aktivitas belajar siswa digunakan rumus sebagai berikut : Skor yang di peroleh X 100% Presentase = Jumlah Skor Maksimal Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang digunakan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap aktivitas belajar dan kemandirian belajar. Angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup. Langkah menyusun kisi-kisi adalah dengan mendefinisikan secara operasional variabel-variabel yang akan diteliti berdasarkan teori yang telah disusun sebelumnya. Kemudian masing-masing variabel dijabarkan dalam indikator-indikator yang ditunjukkan dengan beberapa Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Regresi Ganda dengan tujuan menganalisis lebih dalam pengaruh yang terdapat dalam variabel bebas terhadap variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Bukittinggi yang terletak di Jl. Pabidikan. Puhun Pintu Kabun. Kec. Mandiangin Koto Selayan. Kota Bukittinggi. Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 November 2022 Ae 25 November 2022. Adapun populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 9 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Systematic Random Sampling, jika syarat populasi homogen, dapat digunakan cara yang lain yaitu teknik penarikan sampel acak sistematis . ystematic random samplin. Dari hasil itu didapat sampel adalah kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3. Penelitian ini dilakukan pada satu kelas yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Adapun pada penelitian dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan yaitu pada pertemuan ke satu melakuan pre observasi, pertemuan kedua menerapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik observasi untuk melihat aktivitas-aktivitas dalam proses pembelajaran. Adapun indikator yang dipilih oleh peneliti berupa keaktifan visual, keaktifan mendengarkan, keaktifan lisan, keaktifan menulis dan keaktifan mental. Observasi ditujukan pada sampel penelitian menggunakan pedoman observasi yang dinilai dan diamati berdasarkan indikator-indikator yang terdapat didalam variabel. Untuk pengisian lembar observasi, menggunakan tanda ceklist (O. untuk variabel yang tampak berdasarkan pengamatan, kemudian dihitung menggunakan skala likert dan diberi penskoran untuk memperoleh nilai keaktifan peserta didik. (Arikunto,2012:. Analisis data observasi dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Pemberian tanda check list (O. pada setiap indikator yang tampak. Menghitung skor indikator menggunakan skala likert sebagai berikut: Skor 1 jika tidak ada satupun dekriptor yang tampak Skor 2 jika satu deskriptor yang tampak Skor 3 jika dua deskriptor yang tampak Skor 4 jika tiga deskriptor yang tampak Skor 5 jika empat deskriptor yang tampak Menghitung skor yang diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan rumus : NA = Keterangan: NA = Nilai Akhir S = Skor rata-rata observasi SM = Skor minimum indicator Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Menilai keaktifan peserta didik di kategorikan dengan membuat kriteria penilaian 2 Tabel Kategori Keterangan Tingkat Aktivitas Belajar Kategori Huruf Keterangan Tingkat KETERANGAN Aktivitas 81% - 100% SANGAT AKTIF 66% - 80 % AKTIF 56%-65% CUKUP 41%-55% KURANG 0%-40% SANGAT KURANG (Arikunto, 2012:. Berikut hasil observasi keaktifan peserta didik dikelas Control . Tabel 1. 3 : Kategori Aktivitas Belajar di kelas Control KATEGORI K CONTROL JUMLAH PESENTASE SANGAT AKTIF AKTIF CUKUP KURANG SANGAT KURANG Berdasarkan tabel 1. 2 menunjukan bahwa tidak terdapat peserta didik yang termasuk sangat kurang . %), kurang . %) , cukup . %) terdapat 20 peserta didik . 5%) yang termasuk kategori aktif, 12 peserta didik . 5%) termasuk kategori sangat aktif, 4. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa rerata peserta didik kelas XI IPS 2 perlakuan model pembelajaran konvensional termasuk dalam kategori aktif. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 Tabel 1. 4 : Rata Ae Rata Kelas Eksperimen Sumber Persentase Control (%) Rata Ae Keseluruhan 77,65% 19,40 Rata Per `Berdasarkan Tabel 1. 4 hasil analisis data yang didapatkan dari kelas Kontrol, menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa di kelas control dengan kategori aktif. Hal tersebut sesuai dengan hasil dari rata-rata posttest aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional yaitu sebesar 77,65. Aktivitas belajar siswa dapat dikategorikan aktif, karena rata rata dari analisis angket perindikator didapat sebesar 19,40. Berikut hasil observasi keaktifan peserta didik dikelas Eksperimen . Tabel 1. 5 : Kategori Aktivitas Belajar di Kelas Eksperimen KATEGORI K CONTROL JUMLAH PERSENTASE SANGAT AKTIF AKTIF CUKUP KURANG SANGAT KURANG Berdasarkan tabel 1. 5 menunjukan bahwa tidak terdapat peserta didik yang termasuk sangat kurang . %), kurang . %) , cukup . %) terdapat 9 peserta didik . %) yang termasuk kategori aktif, 21 peserta didik . %) termasuk kategori sangat aktif, 4. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa rerata peserta didik kelas XI IPS 3 perlakuan model pembelajaran Learning Cycle 5E termasuk dalam kategori sangat aktif. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Tabel 1. 6 : Rata Ae Rata Kelas Eksperimen Sumber Persentase (%) Rata Ae Rata Per indikator Keseluruhan Eksperimen 83,25% 20,81 `Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan Tabel di atas rata rata kelas Eksperimen, menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan kategori sangat aktif. Hal tersebut sesuai dengan hasil dari rata-rata posttest aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E yaitu sebesar 83,25. Aktivitas belajar siswa dapat dikategorikan sangat aktif, karena rata rata dari analisis angket perindikator didapat sebesar 20,81. Adapun hasil uji-t dari pretest kedua kelas tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Rata rata angket pretes kelas eksperimen yaitu 53,76 dan kelas kontrol 51,5. Jika di analisis perindikator, rata rata aktivitas belajar siswa dikedua kelas tersebut dikategorikan sedang. Setelah itu peneliti melaksanakan pembelajaran dan memberikan perlakuan kepada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran brain based learning. Pelaksaan penelitian tersebut dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dengan bahasan pokok pembelajaran sejarah pertumbuhan ilmu pada masa abbasiyah. Selanjutnya peneliti memberikan angket yang sama untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar siswa setelah diberi perlakuan. Adapun rata rata angket posttest di kelas eksperimen sebesar 68,33 sedangkan rata rata angket posttest di kelas kontrol sebesar 50,67. Adapun hasil uji-t dari posttest kedua kelas memiliki perbedaan yang signifikan. Rata rata angket post kelas eksperimen yaitu 83. 25 dan kelas kontrol 77,65. Jika di analisis perindikator, rata rata aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen dikategorikan sangat aktif. Sedangkan aktivitas belajar siswa di kelas kontrol dikategorikan aktif. Tabel 1. 7 : Rata Ae Rata Kelas Kontrol dan Eksperimen Sumber Persentase (%) Rata Ae Rata Per Keseluruhan Control 77,65 % 19,40 Eksperimen 83,25 % 20,81 CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 Februari 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 16-28 1 Gambar : Rata Rata Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Berdasarkan tabel 1. 8 dan gambar 1. 1 dapat diketahui bahwa rata-rata nilai post test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol hampir sama. Artinya kemampuan awal siswa pada kedua kelas tidak jauh berbeda. Setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kedua kelas, dengan kelas eksperimen diberlakukan model learning cycle5E dan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvesnional rata-rata nilai post- test kedua kelas Kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai lebih besar daripada kelas kontrol. Adapun hasil anlisis independent sample T-test didapatkan nilai nilai Sig. pada equal variance assumed adalah 0,000 yang tergolong kurang dari 0,05. Pengambilan keputusan menyatakan bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen mengunakan model Learning Cycle5 E Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa penggunaan model pembelajaran learning cycle 5e mampu meningkatkan aktivitas belajar. Hal ini terjadi karena learning cycle 5e sesuai dengan teori belajar Piaget yang berbasis konstruktivisme, dimana pada implementasinya siswa belajar secara aktif, siswa mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berpikir dan pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman siswa (Fajaroh dan Dasna, 2007: . dalam (Fabiana Meijon Fadul 2. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model learning cycle 5e. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Hasil penelitian ini sesuai dengan pernyataan Ausubel dan Novak tersebut bahwa pembelajaran bermakna yang menitik beratkan pada keaktifan siswa terjadi saat model learning cycle 5E diterapkan sehingga memicu keatifan oleh siswa secara signifikan. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Leaning Cycle 5E berpengaruh positif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pemebelajaran Pendidikan Agama Islam materi pokok Prinsip Praktik dan Ekonomi Islam. Ini di buktikan hasil anlisis independent sample T-test didapatkan nilai nilai Sig. - taile. pada equal variance assumed adalah 0,000 yang tergolong kurang dari 0,05. Pengambilan keputusan menyatakan bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen mengunakan model Learning Cycle5 E dan kelas kontrol mengunakan model Konvensional. Untuk kepentingan penelitian, maka penulis menyarankan bahwa peneliti perlu memeberikan batasan waktu yang jelas pada setiap tahapan pembelajaran pada model learning cycle 5E agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Selain itu pada saat berdiskusi, sebaiknya bimbingan dilakukan lebih merata pada setiap kelompok agar mengurangi peluang siswa untuk main-main sehingga pembelajaran bisa lebih teratur dan kondusif. DAFTAR PUSTAKA