Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik Volume. 3 Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpakk. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpakk Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 Putri Indah Sihotang1*. Oktober Tua Aritonang2. Risden Anakampun3. Elisamark Sitopu4. Simion Harianja5 Prodi Pendidikan Agama Kristen. Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen. Institut Agama Kristen Negeri Tarutung,Indonesia indahsihotang317@gmail. com1*, oktoaritonang@gmail. com2, risdenanakampun18@gmail. elisamarksitopu1977@gmail. com4, simiondharianja@gmail. Korespondensi Penulis: indahsihotang317@gmail. Abstract. This study aims to determine the strength of the positive and significant relationship between the teaching attitude of Christian Religious Education (PAK) teachers and the learning motivation of class X students at SMA Negeri 1 Sipoholon in the 2024/2025 academic year. This research uses a quantitative method with descriptive inferential statistical analysis. The population of the study consists of all class X students of SMA Negeri 1 Sipoholon in the 2024/2025 academic year, totaling 281 students. The sampling technique used is random sampling, selecting 25% of the population, which is 65 students. The research instrument used is a closed-ended The data analysis results show that: . The calculated r value = 0. 560 > the r table value = 0. indicating a positive relationship between variable X . he teaching attitude of PAK teacher. and variable Y . he students' learning motivatio. Hypothesis testing showed that t count = 5. 365 > t table = 1. 980, so H0 is rejected and Ha is accepted. Based on these results, it can be concluded that there is a significant positive relationship between the teaching attitude of PAK teachers and the learning motivation of class X students at SMA Negeri 1 Sipoholon in the 2024/2025 academic year. These findings are expected to contribute to the improvement of the quality of learning in the school. Keywords: Class X,Student Learning Motivation,Teaching Attitude of PAK Teachers Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan positif dan signifikan antara sikap mengajar guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon pada Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon pada Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 281 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel acak . andom samplin. dengan persentase 25% dari populasi, yaitu sebanyak 65 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: . Nilai r hitung = 0,560 > r tabel = 0,244, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara variabel X . ikap mengajar guru PAK) dan variabel Y . otivasi belajar sisw. Uji hipotesis menunjukkan t hitung = 5,365 > t tabel = 1,980, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap mengajar guru PAK dengan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon pada Tahun Ajaran 2024/2025. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Kata Kunci: Kelas X,Motivasi Belajar Siswa,Sikap Mengajar Guru PAK PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan sumber daya Dalam konteks globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini semakin pesat. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, telah dilakukan berbagai upaya antara lain dengan pembaharuan kurikulum, meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kualitas profesionalitas guru, serta Received: Februari 14,2025. Revised: Februari 28,2025. Accepted: Maret 14,2025. Published : Maret 16, 2025 Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 penggunaan model pembelajaran yang sesuai untuk dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Pendidikan Agama Kristen dalam keberhasilannya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Sebagai faktor internal salah satunya yaitu motivasi belajar siswa. Menurut James O. Whittaker yang dikutip oleh Wasty Soemanto mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut. Dalam proses pembelajaran, motivasi siswa sangat diperlukan karena merupakan motor dalam Ketika dalam proses pembelajaran siswa dapat dikatakan memiliki motivasi belajar tinggi apabila tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah, selalu berprestasi sebaik mungkin, senang dan rajin belajar, penuh semangat, dapat mempertahankan pendapatnya, senang mencari dan memecahkan soalsoal, adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, adanya lingkungan belajar yang kondusif, lebih senang bekerja mandiri, dan tidak cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. Namun, faktanya di lapangan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) masih kurang. Siswanya masih banyak yang malas dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, ribut saat diberikan kesempatan untuk belajar mandiri, dan kurang dalam mempertahankan pendapatnya saat sesi diskusi atau tanya jawab berlangsung di Menurut Syahrul Izomi, mengemukakan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yaitu: . Kesiapan belajar diantaranya motivasi belajar, minat, kemampuan awal, . Kondisi fisik dan psikologis yaitu kesehatan fisik, kecerdasan emosional, tingkat stress dan kecemasan, . Gaya belajar mencakup visual, auditori, kinestetik, reflektif, dan implusif. Sedangkan faktor eksternal merupakan yang berasal dari luar diri siswa yaitu mencakup: . Lingkungan keluarga, dimana terdiri dari dukungan orangtua, kondisi ekonomi keluarga, pola asuh dan komunikasi dalam keluarga, . Lingkungan sekolah, meliputi guru dimana dapat dilihat dari segi sikap guru dalam mengajar, gaya mengajar, kualitas pengajaran dan metode pengajaran, fasilitas sekolah, interaksi dengan teman sebaya dan guru . Pengaruh teknologi diantaranya yaitu akses informasi dan penggunaan perangkat teknologi, dampak positif dan negatif media sosial, pembelajaran daring dan blended Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. Pembelajaran yang efektif biasanya ditandai dan diukur oleh adanya motivasi dalam diri siswa yang senantiasa untuk belajar. Selanjutnya yang menjadi faktor eksternal motivasi belajar salah satunya adalah lingkungan sekolah yang terdiri dari beberapa lingkup salah satunya yaitu guru. Guru berperan penting dalam membentuk motivasi belajar siswa. Agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif maka sangat ditentukan oleh peran seorang guru. Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam proses pembentukan sumber daya manusia. Seorang guru bertugas dan terpanggil untuk merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun, dan melakukan penilaian. Oleh karena itu guru harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional dimana sebagai sosok yang begitu dihormati, sebab memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran peserta didik di sekolah. Guru tidak hanya dilihat dalam cara mengajar, tetapi juga dilihat dari sikap atau tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari oleh anak didik. Oleh sebab itu sikap dari seorang guru adalah salah satu faktor yang menentukan bagi perkembangan jiwa anak didiknya dan menumbuhkan motivasi belajar anak terutama dalam pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Sikap guru dalam mengajar merupakan tanggapan seorang guru dalam menyampaikan objek pada situasi tertentu. Sikap seorang pendidik dalam hal ini adalah pandangan, perasaan, pemikiran, dan wujud tindakan atau perbuatan guru mengenai siswa dan mata pelajaran dalam rangka proses belajar mengajar. Menurut Gunter, sikap dan pendekatan guru dalam proses pembelajaran dapat menciptakan lingkungan yang mendukung partisipasi siswa. Sikap positif guru, seperti antusiasme, empati, dan kesabaran, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana siswa merasa aman dan termotivasi untuk belajar. Ada beberapa aspek personal guru yang disenangi oleh para siswa diantaranya adalah: . Bertanggungjawab, . Jujur, . Disiplin, . Memiliki jiwa kepemimpinan, . Menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, . Mampu mengatasi masalah, . Berpenampilan yang rapi. Sikap mengajar guru PAK kelas X di SMA Negeri 1 Sipoholon saat kegiatan pembelajaran berlangsung sudah baik hanya saja belum maksimal. Penulis mengatakan belum maksimal, karena guru masih kurang dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dimana guru lebih dominan hanya menjelaskan materi dan siswa mendengarkan saja dan guru juga kurang memahami karakter siswanya. Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 Berdasarkan uraian latar belakang di atas dan karena aspek kepribadian atau personal dari seorang guru maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: AuHubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025. KAJIAN PUSTAKA Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar merupakan adanya suatu dorongan bagi peserta didik untuk belajar agar terdapat perubahan didalam maupun diluar dirinya, sehingga tujuan pembelajaran yang dikehendaki dapat tercapai dengan baik. Jadi peran motivasi bagi siswa dalam belajar sangat Dengan adanya motivasi akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkan proses belajarnya, sehingga akan diperoleh keefektifan dalam belajar. Tanpa motivasi belajar peserta didik tidak akan mau belajar dan akhirnya tidak akan mencapai keberhasilan dalam belajar. Adapun karakteristik dari motivasi belajar yaitu mencakup siswa tekun dalam menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan dan pantang putus asa melainkan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, menunjukkan minat dimana siswa mendengar penjelasan materi dengan baik, siswa senang dan rajin belajar sehingga tertarik dengan materi yang dipelajari dan mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, penuh semangat untuk megikuti pembelajaran, siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru, memiliki hasrat dan keinginan untuk belajar, memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar, memiliki harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, menganggap belajar sebagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan, adanya lingkungan belajar yang kondusif dimana kondisi lingkungan keluarga, teman dan sekolah mendukung untuk belajar, senang belajar mandiri dan tidak cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. Sikap Mengajar Guru PAK Sikap merupakan suatu kesadaran dalam diri manusia yang menggerakkan dalam bertindak, menyertai manusia dengan perasaan-perasaan tertentu untuk menanggapi objek dan terbentuk atas dasar pengalaman. Guru merupakan seorang yang menjalankan tugas utamanya yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi muridnya dalam pendidikan. Sikap guru adalah kecenderungan guru untuk bereaksi secara positif atau negatif, mendukung atau tidak mendukung dalam bertindak, berpendapat, memandang, menilai, dan memberikan perlakuan dalam membangun motivasi siswa untuk Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. Sikap guru juga sebagai pemberi arah perilaku dan juga sebagai penentu respon terhadap objek atau siswa sebagai kesiapannya untuk merespon. Karakteristik sikap mengajar guru PAK diantaranya yaitu menunjukkan kepedulian dan kebaikan dimana seorang guru mampu menyalurkan rasa pedulinya dan menjadi teladan yang baik bagi peserta didik, bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, sensitif menerima keragaman pendapat, suku, budaya peserta didik, meningkatkan instruksi individu dalam pembelajaran, mendorong kreativitas siswa, adil sesuai dengan tingkat kemampuan belajar siswa, percaya dan suka kepada siswa-siswanya, sabar dalam menghadapi peserta didik dan rela berkorban meluangkan waktu untuk mendidik siswa, memiliki kewibawaan terhadap siswa. Seorang guru mampu membawa kegembiraan, menjalin relasi dan bersikap baik terhadap guru-guru lain, bersikap baik terhadap masyarakat dimana guru harus responsif dan komunikatif kepada masyarakat, benar-benar menguasai mata pelajaran yang dibawakan, suka kepada mata pelajaran yang diberikan, dan berpengetahuan luas. Hipotesa Penelitian Hipotesa penelitian merupakan dugaan atau jawaban sementara dari suatu penelitian yang harus diuji kebenarannya dengan jalan penelitian. Berdasarkan rumusan masalah, kerangka teoritis, dan kerangka konseptual yang telah diuraikan di atas, maka diajukan hipotesa penelitian sebagai berikut "Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap mengajar guru PAK dan motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 sipoholon tahun pembelajaran 2024/2025Ay. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik inferensial deskriptif kuantitatif, karena penelitian yang dilakukan oleh penulis, penelitian sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Sugiyono mengemukakan bahwa statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Sedangkan statistik deskriptif merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 HASIL PENELITIAN Deskripsi Hasil Penelitian Pengolahan Data Uji Korelasi Variabel X dengan Variabel Y Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara variabel X (Sikap Mengajar Guru PAK) dengan variabel Y (Motivasi Belajar Sisw. , maka digunakan rumus Korelasi Product Moment Pearson: N Eu XY A (Eu X )(Eu Y ) A( N . Eu X ) A (Eu X ) AA( N . Eu Y ) A (Eu Y ) A Dengan: = Koefisien korelasi variabel X dengan variabel Y x = Jumlah skor variabel X y = Jumlah skor variabel Y xy = Jumlah skor perkalian XY = Jumlah responden. Tabel 1. Tabel Penolong Untuk Perhitungan Korelasi X dengan Y No Resp Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. Jumlah Dengan demikian maka dapat dihitung nilai rxy sebagai berikut: N Eu XY A (Eu X )(Eu Y ) A A( N . Eu X ) A (Eu X ) AA( N . Eu Y ) A (Eu Y ) A A A A 65 x339673 A . A . AA. A . A 22078745 A 21982563 A . AA. A . Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 A A = 0,560 171695,334 Berdasarkan hasil perhitungan rxy dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment Pearson tersebut diperoleh nilai rxy=0,560. Nilai rhitung dibandingkan dengan nilai rtabel(=0,05,IK=95%,n=. yaitu 0,244. Diperoleh nilai rhitung=0,560 > rtabel=0,244 dengan demikian terdapat hubungan yang positif antara variabel X dan variabel Y yaitu hubungan yang positif antara Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025. Uji Signifikan Hubungan . Untuk menguji signifikansi hubungan, yaitu apakah hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi, maka perlu diuji signifikansinya. Rumus signifikansi Korelasi Product Moment ditunjukkan dengan rumus: t A A r nA2 1A r2 0,560 x 65 A 2 1 A . 0,560x 63 0,560 x7,937 A 4,4448 = 5,365 0,8285 1 A 0,31360 0,68640 AuDiperoleh nilai thitung=5,365 dan selanjutnya dibandingkan dengan harga ttabel untuk kesalahan =5%=0,05 uji dua pihak dan dk=n-2=65-2=63, maka diperoleh ttabel=1,980. Diketahui bahwa thitung=5,365>ttabel=1,980, dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025. Ay Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik - Volume 3. Nomor. 1 Maret 2025 e-ISSN : 3031-8378, dan p-ISSN : 3031-836X. Hal. Pengujian Hipotesa Sebagaimana dinyatakan dalam hipotesa: H0 = 0 (Tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2. Ha O 0 (Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2. H0 diterima jika thitung < ttabel Ha diterima jika thitung > ttabel Maka dari ketentuan di atas maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung=5,365> ttabel=1,980. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, deskripsi yang telah disajikan, serta pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa sikap mengajar guru PAK mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sikap guru, yang mencerminkan kecenderungannya untuk bertindak positif atau negatif dalam mendukung proses belajar, berperan penting dalam membangun motivasi siswa. Motivasi belajar siswa adalah dorongan yang mendorong mereka untuk belajar, yang pada gilirannya dapat menghasilkan perubahan dalam diri mereka, dan memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap mengajar guru PAK di SMA Negeri 1 Sipoholon, dengan nilai rata-rata 3,72, cukup baik dan mendukung proses pembelajaran. Adanya hubungan positif yang signifikan antara sikap mengajar guru dan motivasi belajar siswa, dengan nilai rhitung = 0,560 > rtabel = 0,244 dan thitung = 5,365 > ttabel = 1,980, memperkuat kesimpulan bahwa sikap mengajar yang baik dari guru PAK dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan sikap mengajar guru PAK yang baik, motivasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon pada tahun pembelajaran 2024/2025 dapat meningkat, yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal. Hubungan Sikap Mengajar Guru PAK dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sipoholon Tahun Pembelajaran 2024/2025 Saran Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberi saran kepada: Guru PAK hendaknya mempertahankan pencapaian yang sudah baik dalam sikap mengajar yaitu guru PAK sering menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian motivasi belajar siswa meningkat dan dapat sungguh-sungguh belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru PAK hendaknya memperhatikan pencapaian yang masih rendah dalam sikap mengajar yaitu guru PAK kadang-kadang memberikan pelayanan yang berbeda pada setiap anak-anak. Untuk selanjutnya guru PAK sungguh-sungguh tidak menerapkan pilih kasih kepada siswa selama proses belajar, tidak membeda-bedakan siswa dari segi ras,suku, agama, budaya, dll. Siswa hendaknya mempertahankan motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen yang sudah tercapai dengan baik yaitu siswa sering mengikuti pembelajaran dengan sungguhsungguh dan siswa selalu semangat mengikuti pembelajaran. Siswa hendaknya meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Kristen yang masih rendah yaitu siswa kadang-kadang memiliki rasa bosan pada tugas yang rutin. Maka dari itu guru PAK sangat perlu mempertimbangkan dalam pemberian tugas terlebih dalam tugas yang rutin agar siswa tidak bosan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. DAFTAR PUSTAKA