AGROTECH, 4. , 2022 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/agrotech Identifikasi Cemaran Mikrobia (Coliform. Salmonell. pada Burger Siap Santap Yang Ada Di Yogyakarta Misnayati 1Fitra Tunnisa dan 1Siti Nur Purwandhani*, 1Sudjatini Department of Food Technology. Faculty of Sains and Technology. Widya Mataram University. Yogyakarta *e-mail korespondensi: siti_nurp@yahoo. Article Info Abstract Keywords: Salmonella. TPC. MPN The study entitled "Identification of microbial contaminants . in ready-to-eat burgers in Yogyakarta" aims to determine whether there is microbial contamination in ready-to-eat burgers sold in several outlets in Yogyakarta. This study was conducted in 2 stages, the first stage was surveying burger sales locations and determining the location of burger sellers to be sampled. The selected locations are Tugu Station outlets. Progo mall. Magelang street. Godean street and Jendral Sudirman street. The second stage. After the sample is obtained, the preparation and testing of the sample is carried out. Tests were carried out with four test parameters, namely the Total Plate Count (ALT). MPN Coliform and E. coli and Salmonella tests. Samples were tested immediately after being sampled . -1 hou. , after being stored at room temperature for 6 hours and 12 hours. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that of the five outlet locations tested, samples that were no longer safe for consumption were samples from Tugu Station (Coliform 93 APM/. Progo Mall (Coliform 240 APM/. and Jalan Jendral Sudirman (ALT 7x105 cfu/g. Coliform >1100 APM/g. coli 3 APM/g ), while the Magelang street samples were not safe after being stored for 12 hours (ALT 2x105 cfu/g. Coliform 240 APM/. , samples from outlets The Godean road is stored for 12 hours and is still safe for consumption. Info Artikel Abstrak Kata Kunci: Mikroba. Kontaminasi. Salmonella. Total Plate Count. MPN Penelitian dengan judul AyIdentifikasi cemaran mikrobia (Coliform. Salmonell. pada burger siap santap yang ada di Yogyakarta Aybertujuan untuk mengetahui ada tidaknya cemaran mikrobia pada burger siap santap yang di jual di beberapa outlet di YogyakartaAy. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap, tahap pertama yaitu menyurvei lokasi penjualan burger dan menentukan lokasi penjual burger yang akan di ambil sampelnya. Lokasi yang dipilih yaitu outlet Stasiun Tugu, mall Progo, jalan Magelang, jalan Godean dan jalan Jendral Sudirman. Tahap kedua. Setelah sampel didapat dilakukan persiapan dan pengujian sampel. Pengujian dilakukan dengan empat parameter uji yaitu uji Angka Lempeng Total (ALT). MPN Coliform dan E. coli serta Salmonella. Sampel di uji segera setelah di sampling . -1 ja. , setelah disimpan pada suhu kamar selama 6 jam dan 12 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari lima lokasi outlet yang diuji, sampel yang sudah tidak aman dikonsumsi sejak awal yaitu sampel dari Stasiun Tugu (Coliform 93 APM/. Mall Progo (Coliform 240 APM/. dan Jalan Jendral Sudirman (ALT 7x105 cfu/g. Coliform >1100 APM/g. coli 3 APM/g ), sedangkan sampel jalan Magelang tidak aman setelah disimpan 12 jam (ALT 2x105 cfu/g. Coliform 240 APM/. , sampel dari outlet jalan Godean disimpan 12 jam masih aman dikonsumsi. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. AGROTECH, 4. , 2022 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. PENDAHULUAN Indonesia dengan penduduk lebih dari 220 juta jiwa merupakan sasaran empuk untuk dijadikan negara importir berbagai jenis makanan asing. Restoran dengan jenis masakan tertentu sudah mulai merambah negara kita, perlahan tapi pasti akan menggeser makanan tradisonal warisan leluhur. Jenis masakan asal Jepang. Cina. Thailand. Korea. India. Itali. Perancis. Amerika dan lain-lain, kian akrab dengan masyarakat kita. Dalam kehidupan masyarakat modern, waktu memegang peranan yang sangat penting. Masyarakat perkotaan yang selalu sibuk dan memiliki mobilitas tinggi, tentu memerlukan kehadiran masakan yang bersifat siap saji dan praktis. Salah satu makanan siap saji atau siap santap yang saat ini banyak dikonsumsi adalah AuburgerAy. Selain karena alasan praktis, kepopuleran burger juga ditunjang oleh rasanya yang enak, harganya yang tidak terlalu mahal, serta ketersediaannya di berbagai tempat. Saat ini burger dengan mudah dapat kita jumpai baik di kota besar ataupun di kota kecil, tersedia di restoran mewah, outlet khusus menjual burger, ataupun dijual keliling. Peristiwa keracunan makanan siap santap atau siap saji memang seringkali terjadi ketika makanan tersebut di masak dalam skala besar untuk banyak orang. Di Indonesia data yang dilaporkan ke Direktorat Jendral Pemberantasan. Penyakit Menular menunjukkan bahwa 30 % dari kasus-kasus keracuanan di Indonesia disebabkan oleh makanan siap santap yang dihasilkan oleh jasa katering, diduga bahwa keracunan makanan jenis ini banyak disebabkan oleh mikrobia patogen asal pangan . oodborne pathoge. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, wabah . keracunan makanan yang disebabkan oleh patogen asal pangan juga paling banyak . %) disebabkan oleh makanan siap santap olahan industri jasa boga (Hariyadi, 2. Berdasarkan data informasi kasus keracunan yang masuk ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta, kasus keracunan makanan yang terjadi di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2008 hingga 2009 terdapat 20 kasus keracunan makanan, yang berasal dari makanan seperti susu, ikan, nasi rames, roti bakar, daging, lalapan dan lain-lain, bahkan di bulan Juni 2009 terjadi 2 kasus keracunan yang berasal dari steak daging dan roti. Identifikasi cemaran mikrobiologis pada burger siap santap perlu dilakukan karena burger berbahan dasar daging yang merupakan media yang baik untuk pertumbuhan Bahan makanan yang berasal dari daging tentu memberikan nilai gizi yang tinggi, namun perlu diwaspadai adanya kontaminasi dari mikroorganisme karena daging termasuk dalam katagori bahan makanan yang mudah rusak . erishable foo. dan bahan makanan yang potensi bahaya . otentilly hazardous foo. , hal ini di karenakan daging memiliki kandungan protein yang tinggi, aktivitas air yang lebih besar dari 0,85 dan memiliki pH lebih besar dari 4,6 yang kesemuanya merupakan media yang sangat cocok bagi pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang mampu menyebabkan terjadinya cemaran makanan dan berlanjut menjadi keracunan makanan . ood intoxicatio. (Cahyono. Makanan yang disukai manusia pada umumnya disukai pula oleh mikroorganisme, termasuk bakteri. Bakteri kerap menyerang bahan makanan baik yang masih mentah, seperti sayuran, buah-buahan dan daging, maupun makanan yang sudah di masak seperti nasi, roti, kue dan lauk pauk. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sejauh mana keamanan pangan This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk pada produk burger siap santap yang ada di Yogyakarta serta menentukan jumlah mikrobia aerob mesofil, dan untuk mengidentifikasi cemaran bakteri Salmonella sp, bakteri Coliform dan bakteri E. coli dalam sampel. METODE PENELITIAN - Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta. - Preparasi sampel Sampel berupa burger dari merek yang sama yaitu merek Mister Burger. Sampel di sampling dari lima outlet Mister Burger yang ada di Yogyakarta yaitu di Stasiun Tugu, pusat perbelanjaan . Progo, jalan Magelang tepatnya di sebelah selatan Borobudur Plaza, jalan Godean Km 1 persis didepan toko Holand Bakery dan jalan Jendral Sudirman sebelah barat toko buku Gramedia. Masing-masing tempat disampling dua sampel dan dilakukan pengujian dengan tiga perlakuan yaitu sampel diuji segera setelah sampling dilakukan, sampel didiamkan enam jam pada suhu kamar, dan sampel didiamkan duabelas jam pada suhu kamar. - Tahapan penelitian Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, tahap pertama yaitu menyurvei lokasi penjualan burger. Selanjutnya menentukan lokasi penjual burger yang akan di ambil Pertimbangan pemilihan lokasi pengambilan sampel diutamakan yang tempatnya menetap agar mudah mendeteksi sumber pencemaran bakteri. Selanjutnya mengamati kondisi lingkungan sekitar lokasi penjualan yang meliputi kebersihan outlet, kebersihan sekitar outlet, kebersihan/ hygiene penjual, kebersihan alat yang digunakan dan ketersediaan washtafel. Tahap berikutnya adalah pengambilan sampel. Sampling dilakukan pada pagi hari. Untuk outlet yang berlokasi di jalan Godean, jalan Magelang dan jalan Jendral Sudirman pengambilan sampel dilakukan kurang lebih pada pukul 8 pagi karena di tiga lokasi ini outlet buka 24 jam dan puncak kepadatan jalan raya antara kurang lebih pukul 6. 30 WIB Ae 8. WIB. Sedangkan untuk outlet yang berlokasi di Stasiun tugu dan Mall Progo sampling dilakukan pukul 10 pagi karena kedua outlet tersebut baru buka pukul 9 pagi. Pengambilan sampel dilakukan secara aseptik, masing - masing tempat diambil dua sampel dan kedua sampel dimasukkan kedalam kantong plastik khusus steril dan di tutup rapat, dan segera dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Setelah sampel didapat selanjutnya melakukan persiapan dan pengujian sampel, yaitu menimbang sampel secara aseptic sebanyak 25 gram untuk sampel yang diuji segera setelah sampling . Setiap sampel ditimbang dua kali, kemudian penimbangan pertama di larutkan dengan 225 peptone dilution fluid dan dihancurkan dengan stomacher selama 30 detik agar sampel homogen, penimbangan pertama ini untuk pengujian total mikrobia aerob mesofil (Angka Lempeng Total / Plate Coun. menggunakan metoda tuang dengan media plate count agar (PCA) dan Uji angka paling mungkin (APM) Coliform dengan media mac conkey broth (MCB) dan untuk uji angka paling mungkin (APM) E. coli dengan media MCB. Penimbangan ke dua untuk identifikasi bakteri Salmonella dan sampel tersebut dilarutkan dengan 225 buffered Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk peptone water (BPW) dan diinkubasi pada suhu 37 oCselama 24 jam A 3 jam dan dilanjutkan dengan inokulasi ke media pengkaya dan media selektif. Pengujian untuk sampel yang didiamkan enam dan duabelas jam dilakukan persiapan dan uji yang sama dengan sampel HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian ini terdiri dari pengamatan kondisi outlet dan pengamatan analisa Tabel 1. Pengamatan kondisi outlet Lokasi Outlet Kondisi Lingkungan outlet Stasiun Tugu - Outlet berada di area terbuka, dekat rel kereta. - Tidak dilengkapi Washtafel. - Tidak ada lemari khusus menyimpan burger yang belum di pelengkap lainnya. - Metode pemasakan daging burger dengan cara penggorengan. Mall Progo - Outlet berada di area terbuka, dekat dengan parkir kendaraan. - Tidak dilengkapi Washtafel. - Tidak ada lemari khusus untuk menyimpan burger yang belum di pelengkap lainnya. - Metode pemasakan daging burger dengan cara penggorengan. Jl. Magelang - Outlet berada di area terbuka, dekat dengan jalan raya. - Dilengkapi Washtafel. - Ada lemari es untuk burger yang belum di goreng, dan lemari khusus untuk menyimpan bahan-bahan pelengkap lainnya. - Metode pemasakan daging burger dengan cara penggorengan. Kondisi - Tidak celemek dan - Menjamah an penjepit - Tidak celemek dan - Menjamah an penjepit - Tidak n penutup - Menjamah an penjepit Omset 1-2 Juta 500 Ribu -1 Juta 1-2 Juta Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk Jl. Godean Jl. Jendral Sudirman - Outlet berada di area terbuka, dekat - Dilengkapi dengan jalan raya. - Dilengkapi Washtafel. - Ada lemari es untuk menyimpan burger yang belum di goreng, dan lemari khusus untuk menyimpan bahan-bahan pelengkap lainnya - Metode pemasakan daging burger dengan cara penggorengan. dan penutup - Menjamah an penjepit - Tidak celemek dan - Menjamah an penjepit - Outlet berada di area terbuka, dekat dengan jalan raya. - Dilengkapi Washtafel. - Ada menyimpan burger yang belum di pelengkap lainnya. - Metode pemasakan daging burger dengan cara pemanggangan. 1-2 Juta 2 Juta - Analisa Mikrobiologis Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap burger siap santap yang meliputi uji Angka Lempeng Total (ALT). Coliform. coli, dan Salmonella maka didapat hasil seperti pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil analisa mikrobiologis pada burger siap santap Coliform Lokasi Periode Uji ALT APM/g . ke (CFU/. Stasiun Tugu 3 x 10 4 8 x 10 5 Mall Progo Jl. Magelang Jl. Godean Jl. Jendral Sudirman 2 x 10 6 APM/g Salmonella Negatif Negatif >1100 Negatif Negatif 5 x 10 2 2 x 10 Negatif 8 x 10 3 >1100 Negatif 7 x 10 2 Negatif 1 x 10 4 Negatif 2 x 10 5 Negatif 2 x 10 3 Negatif 2 x 10 3 Negatif 5 x 10 3 Negatif 7 x 10 5 >1100 Negatif 2 x 10 7 >1100 Negatif 1 x 10 8 >1100 Negatif Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk Angka Lempeng Total Pada penelitian ini telah dilakukan perhitungan Angka lempeng total mikrobia aerob mesofil pada 15 sampel burger siap santap yang disampling dari 5 outlet yang ada di Yogyakarta. Pengambilan sampel untuk sampel yang berlokasi di jalan Magelang, jendral Sudirman, dan jalan Godean dilakukan lebih kurang pukul 8 pagi karena ditiga lokasi ini outlet buka 24 jam dan puncak kepadatan jalan raya antara pukul 6. 30 WIB - 8. 00 WIB, sedangkan untuk sampel yang berlokasi di stasiun Tugu dan mall Progo disampling kurang lebih pukul 10 pagi karena kedua outlet tidak buka 24 jam dan baru buka pukul 9 pagi. Dari Tabel 2 dapat kita lihat bahwa hasil total mikrobia yang tumbuh pada sampel burger siap santap pada periode uji 0-1 jam berkisar antara 5 x 102 cfu/g - 7 x 105 cfu/g. Pada sampel dengan periode uji 6 jam didapat hasil total mikrobia berkisar antara 2 x 103 cfu/g - 2x 107cfu/g. Sedangkan pada sampel dengan periode uji 12 jam total mikrobia yang didapat yaitu berkisar antara 5 x 103cfu/g - 1 x 108 cfu/g. Dari data tersebut terlihat adanya kenaikan populasi mikrobia pada setiap periode uji, hal ini disebabkan karena burger kaya kandungan protein yang tentu saja sangat disukai oleh mikrobia untuk Jumlah total mikrobia tertinggi yang didapat pada penelitian ini baik pada periode uji 0-1 jam, 6 jam, dan 12 jam, adalah sampel yang disampling pada outlet yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman. Total mikrobia yang didapat melebihi persyaratan batas maksimum cemaran yang di syaratkan dalam peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK. 4001 Tanggal 28 Oktober 2009 Tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikrobia dalam Makanan, untuk burger batas cemaran mikrobia yaitu 1x 105 cfu/g, mayones 1x 104cfu/g, saos tomat 1x 104cfu/g dan roti 1x 104cfu/g. Tingginya total mikrobia yang ada pada sampel tersebut kemungkinan disebabkan karena lokasi outlet yang berada tidak jauh dari perempatan jalan raya yang menghubungkan antara arah utara, selatan, timur dan barat bertemu pada perempatan jalan ini, hal ini menyebabkan polusi udara disekitar outlet. Debu yang terbang terbawa angin kemungkinan mengandung mikrobia-mikrobia yang umumnya terdapat pada udara kotor seperti bakteri Bacillus. Staphilococcus. Pseudomonas dan jamur seperti Aspergilus. Mucor. Rhizopus serta Ragi seperti Candida dan Saccharomyces yang berpotensi mencemari bahan pangan serta menempel pada peralatan yang digunakan. Metode pemasakan daging burger pada outlet ini dengan cara di bakar diatas alat pemanggangan dengan menggunakan sedikit minyak, berbeda dengan 4 outlet yang lain yang menggunakan cara di goreng. Pada metode pemasakan daging burger dengan dibakar, bila proses pemasakan hanya sebentar . ang disebabkan ramainya pengunjung misalny. akan menyebabkan bagian tengah dari daging kemungkinan belum masak sempurna sehingga mikroorganisme yang terdapat pada bagian tengah daging belum Hal ini kemungkinan yang menyebabkan burger siap santap yang berasal dari Outlet ini tingkat cemaran mikrobianya paling tinggi. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk Sampel yang disampling pada outlet yang berlokasi di Stasiun Tugu total mikrobia pada periode uji 6 jam dan 12 jam melebihi batas cemaran mikrobia yang diperbolehkan, hal ini dikarenakan lokasi outlet berada ditempat yang selalu ramai oleh pengguna kereta Banyaknya pengguna kereta yang merokok saat menunggu jadwal keberangkatan kereta serta asap kereta saat kereta berhenti bercampur dengan debu membuat udara tercemar oleh mikroorganisme dan menjadi sumber kontaminasi pada bahan pangan. Penyimpanan bahan pangan seperti mayones, saus tomat, saus sambal yang digunakan sebagai stok pengganti apabila yang di botol sudah habis hanya disimpan dalam plastik transparan dan bila sudah dibuka plastik dibiarkan terbuka, hal ini tentu saja menyebabkan debu dari udara yang kotor disekitar stasiun dapat mencemari bahan bahan Begitu juga botol plastik yang digunakan sebagai tempat untuk mayones, saus tomat dan saus sambal dibiarkan terbuka tanpa tutup hal ini memudahkan mikrobia menempel pada ujung botol dan mengkontaminasi burger saat bahan- bahan tersebut dipindahkan dari botol ke burger yang siap santap. Sampel yang disampling pada outlet yang berlokasi di jalan Magelang total mikrobia pada periode uji 12 jam melebihi batas cemaran mikrobia yang diperbolehkan. Hal ini dikarenakan lokasi outlet berada di tepi jalan raya yang menyebabkan polusi udara mengakibatkan udara di sekitar outlet mengandung banyak bakteri, jamur dan ragi dan dapat mengkontaminasi bahan pangan. Total mikrobia yang paling rendah terdapat pada sampel dari outlet yang berlokasi di mall Progo pada periode uji 0-1 jam, ini di mungkinkan karena outlet tidak buka 24 jam, sehingga saat sampel disampling beberapa saat setelah outlet dibuka, kondisi lingkungan sekitar outlet masih belum terlalu ramai baik oleh pengunjung maupun kendaraan, hal ini menyebabkan tingkat cemaran udara belum terlalu tinggi. - Coliform dan Eschericia coli Adanya Coliform dan E. coli pada produk pangan sebagai indikator bahwa produk pangan terkontaminasi oleh mikrobia tersebut. Sanitasi dan hygiene yang kurang baik salah satu faktor penyebab kontaminasi pada produk pangan (Fardiaz,1. Dari Tabel 2 dapat kita lihat bahwa bakteri Coliform yang tumbuh pada sampel burger siap santap pada periode uji 0-1 jam berkisar antara < 3 APM/g - >1100 APM/g. Pada sampel dengan periode uji 6 jam didapat hasil bakteri Coliform berkisar antara 9 APM/g - >1100 APM/g. Sedangkan pada sampel dengan periode uji 12 jam bakteri Coliform yang didapat yaitu berkisar antara < 3 APM/g - >1100 APM/g. Pada Tabel 4 dapat dilihat jumlah Coliform pada periode uji 0-1 jam sampel yang melebihi batas maksimum cemaran mikrobia yang di perbolehkan yaitu sampel yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman (> 1100 APM/. dan sampel yang berlokasi di mall Progo . APM/. Pada periode uji 6 jam hanya sampel yang berlokasi di Jl. Godean jumlah Coliformnya dibawah batas cemaran mikrobia yang disyaratkan . APM/. Sedangkan untuk periode uji 12 jam sampel yang melebihi batas maksimum cemaran mikrobia yang di perbolehkan yaitu sampel Jl. Jendral Sudirman (> 1100 APM/. dan Stasiun Tugu (>1100 APM/. Tingginya kandungan bakteri Coliform pada sampel6 Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk sampel tersebut dapat berasal dari air yang digunakan untuk mengolah bahan pangan atau untuk mencuci peralatan telah tercemar bakteri Coliform dalam jumlah yang cukup tinggi Untuk bakteri E. coli, dari kelima lokasi yang di uji empat lokasi tidak terdapat bakteri coli hanya yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman yang mengandung bakteri E. melebihi batas maksimum cemaran mikrobia yang di perbolehkan, pada periode uji 0-1 jam . APM/. , periode uji 6 jam . APM/. dan periode uji 12 jam . APM/. Terdapatnya E. coli pada produk burger ini kemungkinan berasal dari sanitasi dan hygiene yang buruk pada proses pengolahan produk serta kemungkinan tercemar melalui air yang digunakan yang mengandung E. Bakteri E. coli juga diduga berasal dari sayur mentah yang digunakan sebagai pelengkap seperti mentimun dan lettuce yang tidak bersih saat dilakukan pencucian sehingga menyebabkan E. coli yang berasal dari tanah tempat mentimun dan lettuce tersebut tumbuh masih bisa hidup dan dapat mengkontaminasi bahan lain yang ada pada burger siap santap tersebut. Persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK. 4001 Tanggal 28 Oktober 2009 Tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikrobia dalam Makanan bakteri Coliform untuk bahan pangan burger yaitu 10 APM/g, mayones 10 APM/g, saos tomat 100 APM/g dan roti 20 APM/g. Sedangkan untuk E. coli persyaratannya untuk burger yaitu < 3 APM/g, mayones <3APM/g, saos tomat < 3 APM/g dan roti < 3 APM/g (Anonim, 2. Koloni spesifik E. coli pada media EMB Agar berwarna hijau metalik (Gambar . Koloni yang spesifik E. coli pada media EMB Agar dilanjutkan pengujiannyan ke uji IMVIC (Gambar . Koloni E. coli berwarna hijau Gambar 5. Koloni spesifik E. coli pada media EMB Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk Koloni tersangka Uji Indol Uji Merah Methyl Uji Voges Proskouer Uji Citrat coli pada NA miring Gambar 2. Hasil uji biokimia (IMVIC) E. Salmonella sp Dari penelitian yang telah dilakukan dari 15 sampel yang di uji yang diduga mengandung bakteri Salmonella baik pada periode uji 0-1 jam, 6 jam dan 12 jam, tidak satu sampelpun yang mengandung bakteri Salmonella. Hal ini menunjukkan proses pemasakan burger sudah sempurna. Menurut Ray . , bakteri Salmonella akan mati pada pemanasan suhu 600C selama 30 menit. Kemungkinan lain yang menyebabkan Salmonella tidak terdapat pada sampel burger tersebut karena daging yang digunakan sebagai bahan dasar burger telah melalui proses pemasakan . terlebih dahulu, dimana proses ini sudah mematikan mikrobia, sehingga pada saat burger di goreng sesaat sebelum burger dibeli oleh konsumen proses penggorengan tersebut menyempurnakan proses pematangan daging pada burger tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Jumlah mikrobia pada keadaan awal untuk Angka lempeng Total (ALT) berkisar antara 5x10 2 cfu/g Ae 7x105 cfu/g. Coliform < 3 APM/g - >1100 APM/g. coli <3 APM/g Ae 3 APM/g dan Salmonella negatif / 25 g. Seteleh disimpan selama 6 jam. Jumlah mikrobia pada ALT berkisar antara 2 x 103 cfu/g - 2x 107cfu/g. Coliform 9 APM/g - >1100 APM/g, coli <3 APM/g Ae 15 APM/g dan Salmonella negatif /25 g. Setelah disimpan 12 jam Jumlah mikrobia pada ALT berkisar antara 5 x 103 cfu/g- 1 x 108 cfu/g. Coliform < 3 APM/g - >1100 APM/g. coli <3 APM/g Ae 15 APM/g dan Salmonella negatif/25 g. Dari lima lokasi outlet yang diuji, sampel yang sudah tidak aman dikonsumsi sejak awal yaitu sampel dari Stasiun Tugu (Coliform 93 APM/. Mall Progo (Coliform 240 APM/. dan Jalan Jendral Sudirman (ALT 7x105 cfu/g. Coliform >1100 APM/g. coli 3 APM/g ), sedangkan sampel jalan Magelang tidak aman setelah disimpan 12 jam (ALT 2x105 cfu/g. Coliform 240 APM/. , sampel dari outlet jalan Godean disimpan 12 jam masih aman Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Misnayati, dkk DAFTAR PUSTAKA