CULTIVATE: Journal of Agriculture Science https://journal. org/index. php/cultivate/index 3 . 2025: 70-80 DOI:10. 34007/cultivate. Diterima: 29 Juli 2025 Direview: 09 September 2025 Disetujui: 22 September 2025 ISSN 2987-3142 . Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. Effect of Shading Percentage on the Growth and Yield of Pagoda Mustard (Brassica narinosa L. Novika Melani. Rahmawati & Chika Sumbari* Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Indonesiaish: April 2 *Coresponding Email: chikawanelza@gmail. Abstrak Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok . Data hasil pengamatan dirata-ratakan dan dianalisis secara Statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf nyata 5%. Perlakuannya adalah beberapa persentase naungan sebagai berikut, tanpa naungan, 55% naungan, 65% naungan dan 75% naungan. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini, tinggi tanaman . , jumlah daun . , lebar daun terlebar . , panjang daun terpanjang . , diameter crop . , panjang akar . , berat basah pertanaman . , berat basah perpetak . , berat basah perhektar . Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan perlakuan naungan 55% dapat meningkatkan panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, diameter crop dan panjang akar namun tanpa naungan dapat meningkatkan jumlah daun dan hasil tanaman sawi pagoda per tanaman. Kata Kunci: Naungan. Pengaruh. Sawi Pagoda Abstract This study used a Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 5 replications. The observational data were averaged and statistically analyzed using an F-test at a 5% significance level, followed by a DMRT test at the 5% significance level. The treatments were different shading percentages as follows: no shading, 55% shading, 65% shading, and 75% shading. The observed variables in this study included plant height . , number of leaves . , maximum leaf width . , maximum leaf length . , crop diameter . , root length . , fresh weight per plant . , fresh weight per plot . , and fresh weight per hectare . The results of the experiment showed that 55% shading increased maximum leaf length, maximum leaf width, crop diameter, and root length, while no shading increased the number of leaves and yield per plant of pagoda mustard. Keywords: Shading. Effect. Pagoda Mustard How to Cite: Melani. Rahmiwati. & Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science, 3. 2025: 70-80, http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 70-80 ISSN 2987-3142 (Onlin. PENDAHULUAN Indonesia dibudidayakan dan dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Salah satu komoditas tanaman hortikultura yang dapat dibudidayakan di Indonesia yaitu tanaman Sawi pagoda (Brassica narinosa L. ) berasal dari Tiongkok yang dikenal dengan nama lain Ta Ke Chai. Sawi pagoda memiliki daun berwarna sangat hijau, mempunyai bentuk daun khas daunnya berbentuk oval tersusun seperti bentuk pagoda, berdaun cembung dan melingkar apabila tampak dari atas. Sekarang ini produksi sawi pagoda masih sedikit, sedangkan permintaan pasar terus bertambah (Natasha, 2. Pengembangan budidaya tanaman sawi pagoda merupakan salah satu sawi yang sangat diminati untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sawi pagoda layak untuk dibudidayakan di Indonesia, karena dilihat dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek sosialnya sangat mendukung (Syifa. Isnaeni dan Rosmala, 2. Pada saat ini diketahui produksi sawi pagoda masih terbatas, sedangkan kebutuhan pasar semakin meningkat, oleh karena itu, usaha untuk mencapai peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi yang ditempuh berguna untuk peningkatan produksi ini bukan sekedar meningkatkan kuantitas, namun perlu juga peningkatan kualitas dari hasil panen sawi pagoda. Pada penanaman yang intensif, tanah akan mengalami penurunan tingkat kesuburan tanah. Usaha untuk memulihkan dan memperbaiki kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemupukan (Nugroho dan Handoko, 2. Naungan adalah salah satu bentuk modifikasi iklim mikro yang bertujuan untuk mengurangi jumlah radiasi matahari secara langsung yang diterima oleh tanaman sehingga dapat mempengaruhi perubahan iklim mikro di sekitar tanaman agar mendekati kondisi yang optimum bagi pertumbuhan dan hasil tanaman. Naungan juga Pemberian mempengaruhi proses-proses yang ada di dalam tanaman, menurunkan respirasi gelap, titik jenuh, dan titik kompensasi cahaya, kerapatan stomata, dan bobot kering (Dewasasri, 2. Dari penelitian Utami. Murdiono dan Nihayati . menyatakan bahwa perlakuan naungan 75% menunjukkan nilai rata-rata panjang tanaman kale yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan naungan 0% dan 25% http://journal. org/index. php/incoding mahesainstitut@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Novika Melani. Rahmawati, & Chika Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dan memberikan hasil yang terendah dibandingkan dengan perlakuan naungan lainnya. Perlakuan naungan tidak memberikan pengaruh yang nyata pada parameter berat kering total tanaman kale dan berat kering per tanaman. Berdasarkan uraian di atas penulis telah melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. )Ay. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. METODE PENELITIAN Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Kelurahan Tanjung Gadang Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh dengan ketinggian tempat A 514 mdpl. Pelaksanaan percobaan lapangan ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2023. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih sawi pagoda varietas Ta Ke Cai F1, pupuk kandang ayam, arang sekam, pupuk Urea. SP36. KCl, pestisida Decis 25 EC. Adapun alat yg digunakan adalah paranet, waring, timbangan, ember, cangkul, gunting, lebel, meteran, ajir, papan label, tali, hand spayer, kalkulator, dan alat alat tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok, sehingga berjumlah 20 petak. Dalam 1 petak terdapat 6 tanaman dan 2 diantaranya merupakan tanaman sampel yang dipilih secara acak, sehingga keseluruhan jumlah dalam penelitian ini 120 tanaman. Perlakuannya adalah persentase naungan sebagai berikut: A: Tanpa naungan. B: 55% naungan. C: 65% naungan. D: 75% naungan. Data hasil pengamatan dirata Ae ratakan dan dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% bila F hitung lebih besar dari F tabel maka dilanjutkan dengan uji DuncanAos New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 70-80 ISSN 2987-3142 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman . Hasil pengamatan tinggi tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel . Tabel 1. Tinggi tanaman sawi pagoda akibat pemberian beberapa persentase naungan umur 6 MST Persentase Naungan Tinggi Tanaman Tanpa Naungan 55 % Naungan 65 % Naungan 75 % naungan 9,6 % Angka-angka pada lajur yang sama berbeda tidak nyata menurut uji F pada taraf nyata 5 % Tabel 1 mempelihatkan bahwa perlakuan tanpa naungan, naungan 55%, naungan 65% dan naungan 75% berbeda tidak nyata sesamanya terhadap tinggi tanaman pagoda umur 6 minggu setelah tanam. Berbeda tidak nyatanya tinggi tanaman sawi pagoda akibat pemberian beberapa persentase naungan disebabkan sawi pagoda memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai tingkat naungan, sehingga perubahan dalam persentase naungan tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan tingginya. Dimana tinggi tanaman sawi pagoda lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan dimana secara morfologinya batang sawi pagoda berukuran pendek sehingga tidak terlihat pengaruhnya dalam pemberian beberapa persentase naungan. Menurut Cahyono . batang sawi pagoda memiliki ukuran yang pendek sehingga hampir tidak terlihat. Batang pada tanaman sawi pagoda berfungsi untuk membentuk dan menopang tangkai daun. Disamping itu dengan adanya faktor lingkungan yang optimal seperti kualitas tanah, kelembapan, suhu, dan unsur hara, sehingga pengaruh naungan menjadi kurang signifikan. Ada pengolahan tanah yang baik akan menyebabkan pertumbuhan sawi pagoda menjadi baik, hal ini sejalan dengan Triyono . menyatakan bahwa struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang penting, karena struktur tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung berupa perbaikan peredaran air, udara, suhu dan aktifitas mikroorganisme tanah, tersedianya unsur hara bagi tanaman serta perobahan bahan organik, dengan http://journal. org/index. php/incoding mahesainstitut@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Novika Melani. Rahmawati, & Chika Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. demikian pengolahan tanah yang baik akan menjadikan tanah berstruktur gembur sehingga memudahkan pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Perkembangan akar yang baik akan dapat menyerap unsur hara dengan maksimal. Dimana dalam percobaan ini diberikan pupuk urea. SP36 dan KCl. Ketersediaan unsur hara yang cukup menyebabkan tanaman sawi pagoda berkembang dengan baik sesuai dengan Menurut Lingga dan Marsono . nitrogen dalam jumlah yang cukup berperan dalam mempercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang dan daun. Unsur nitrogen berperan dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Unsur fosfor, nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Sejalan dengan itu. Sutejo . menyatakan bahwa peranan utama unsur N untuk tanaman adalah merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan, khususnya batang dan daun serta pembentukan protein, lemak dan senyawa organik. Selanjutnya Lingga dan Marsono . juga menyatakan bahwa pengaruh utama unsur nitrogen pada tanaman adalah merangsang pertumbuhan secara keseluruhan terutama batang, cabang dan daun. Selain itu nitrogen juga berpengaruh penting dalam pembentukan hijauan yang sangat berguna untuk proses fotosintesis. Jumlah Daun Hasil pengamatan jumlah daun tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel 2 Tabel 2. Jumlah daun tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan umur 6 MST Persentase Naungan Jumlah Daun Tanpa Naungan 90,1 a 55 % Naungan 65 % Naungan 75 % naungan 19,9 % Angka-angka pada lajur yang sama yang diikuti oleh huruf kecil yang sama berbeda nyata menurut uji DNMRT dengan taraf nyata 5% http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 70-80 ISSN 2987-3142 (Onlin. Tabel 2 dapat dilihat bahwa tanaman sawi pagoda yang tanpa naungan menunjukkan jumlah daun tanaman sawi pagoda tertinggi dengan rata Ae rata 90,1 helai dan berbeda nyata dengan perlakuan persentase naungan 55%, perlakuan naungan 65% dan perlakuan naungan 75%. Perlakuan naungan 55% berbeda nyata dengan naungan 65%, perlakuan naungan 55% berbeda nyata dengan naungan 75%. Tanaman sawi pagoda menunjukkan pertumbuhan jumlah daun terbanyak pada perlakuan tanpa naungan dan memiliki kecendrungan penurunan jumlah daun seiring dengan bertambahnya presentase naungan yang diberikan. Hal ini dikarenakan tanaman sawi pagoda yang tidak ternaungi mendapatkan cahaya matahari secara optimal yang berpengaruh pada proses fotosintesis tanaman sehingga pertumbuhan tanaman juga Laju fotosintesis pada tanaman dipengaruhi oleh cahaya matahari yang diterimanya, semakin tinggi intensitas cahaya matahari maka laju fotosintesis relatif meningkat. Tanaman yang ternaungi tidak cukup mendapatkan cahaya selama proses fotosintesis, akibatnya daun tidak dapat menyumbangkan fotosintat bersih sehingga laju pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat dan jumlah daun pada tanaman menjadi lebih sedikit (Wachid dan Rizal, 2. Sejalan dengan hasil penelitian Handriawan. Dyah dan Tohari, . pada perlakuan tanpa naungan tanaman sawi pagoda lebih banyak menerima sinar cahaya matahari sehingga tanaman sawi pagoda lebih optimal dalam melakukan fotosintesis dan juga lebih aktif dalam mengeluarkan kelopak daun untuk menyerap cahaya Sedangkan tanaman yang ternaungi memiliki jumlah daun yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman tanpa naungan atau mendapatkan cahaya penuh. Lebar Daun Telebar dan Panjang Daun Terpanjang Hasil pengamatan lebar daun terlebar dan panjang daun terpanjang tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel 3. http://journal. org/index. php/incoding mahesainstitut@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Novika Melani. Rahmawati, & Chika Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. Tabel 3. Lebar daun terlebar dan panjang daun terpanjang tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan umur 6 MST Panjang Daun Persentase Naungan Lebar Daun Terlebar Terpanjang 55 % Naungan 8,1 a 14,55 a 65 % Naungan Tanpa Naungan 6,75 75 % naungan 5,56 8,80 % 12,05 9,99 % Angka-angka pada lajur yang sama yang diikuti oleh huruf kecil yang sama berbeda nyata menurut uji DNMRT dengan taraf nyata 5% Tabel 3 dapat dilihat bahwa lebar daun terlebar dan panjang daun terpanjang pada perlakuan yang diberi naungan 55% menunjukkan hasil terbaik dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa naungan, perlakuan 65% naungan dan perlakuan 75% naungan. Dan perlakuan naungan 75% memiliki lebar daun terlebar dan Panjang daun terpanjang yang lebih rendah. Lebih panjang dan lebih lebarnya daun tanaman sawi pagoda pada perlakuan naungan 55% disebabkan dengan kondisi tanaman yang ternaungi maka tanaman untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis maka tanaman sawi pagoda akan memperpanjang daun memperlebar daun untuk menangkap lebih banyak cahaya. Disamping itu tanaman yang dibudidayakan di bawah naungan akan membentuk sel palisade yang lebih besar sehingga ukuran daun lebih besar. Tanaman seringkali mengubah struktur dan fungsi sel palisade untuk beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah. Meskipun sel palisade dapat beradaptasi untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis, namun tingkat keseluruhan fotosintesis mungkin masih lebih rendah pada tanaman yang ternaungi. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan (Salisbury dan Ross, 1995 dalam Buntoro. Rogomulyo dan Trisnowati, 2. bahwa tanaman yang dibudidayakan dibawah naungan paranet akan membentuk sel palisade yang lebih panjang atau membentuk lapisan palisade sehingga daun tanaman yang ditanam dibawah naungan paranet akan berukuran lebih besar tetapi lebih tipis dibandingkan tanaman yang ditanam tanpa Sejalan dengan pendapat Efendi. Hariyono dan Wicaksono, . yang menyatakan bahwa dengan adanya naungan, tanaman akan memberikan bentuk penyesuaian terhadap lingkungannya sehingga tanaman yang ternaungi akan http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 70-80 ISSN 2987-3142 (Onlin. memperluas daunnya agar kebutuhan cahaya terpenuhi untuk proses fotosintesis. Namun apabila intensitas cahaya yang diterima tanaman terlalu tinggi dapat menjadi faktor perusak karena pengaruh tidak langsung yanng berhubungan dengan suhu dan lingkungan (Sajad, 1983 dalam Khodriyah. Susanti dan Santri,2. Diameter Crop Hasil pengamatan diameter crop tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel 4 Tabel 4. Diameter crop tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan umur 6 MST Persentase Naungan Diameter Crop 55 % Naungan 25,5 a 65 % Naungan 23,85 Tanpa Naungan 23,35 75 % naungan 9,65 % Angka-angka pada lajur yang sama yang diikuti oleh huruf kecil yang sama berbeda nyata menurut uji DNMRT dengan taraf nyata 5% Tabel 4 dapat dilihat bahwa diameter crop tanaman sawi pagoda pada perlakuan yang diberi naungan 55% menunjukkan hasil terbaik dan berbeda nyata dengan perlakuan 65% naungan, perlakuan tanpa naungan dan perlakuan 75% naungan, pada perlakuan 65% naungan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa naungan dan perlakuan 75% naungan. Lebih besarnya diameter crop pada perlakuan naungan 55% disebabkan karena pertumbuhan diameter crop erat hubungannya dengan pertumbuhan lebar daun dan panjang daun tanaman sawi pagoda. Semakin tinggi pertumbuhan lebar daun dan panjang daun, maka semakin besar pula diameter crop tanaman sawi pagoda. Bahwa luas daun merupakan salah satu faktor utama yang diamati didasarkan atas fungsinya sebagai penerima cahaya dan alat fotosintesis. Besar kecilnya luas daun akan dipengaruhi oleh cahaya matahari, semakin sedikit cahaya matahari yang diterima, tanaman akan beradaptasi dengan memperluas permukaan sehingga daun tanaman menjadi lebar (Syafputri dan Nurul, 2. Hal ini menyebabkan diameter crop tanaman semakin besar. Namun apabila cahaya yang diterima tanaman terlalu http://journal. org/index. php/incoding mahesainstitut@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Novika Melani. Rahmawati, & Chika Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. sedikit juga akan menurunkan pertumbuhan diameter crop tanaman. sesuai dengan pendapat Saputri. Kamelia. Almayra Fatayati, . akan menghambat pembelahan dan pemanjangan sel sehingga mempengaruhi luas Penggunaan naungan dengan presentase yang sesuai akan mengoptimalkan pertumbuhan panjang dan lebar daun dan berdampak pada diameter crop tanaman sawi Panjang Akar Hasil pengamatan panjang akar tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Panjang akar tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan umur 6 MST. Persentase Naungan Panjang Akar 55 % Naungan 9,8 a Tanpa Naungan 9,5 a 65 % Naungan 9,3 a 75 % naungan 4,55 b 18,87 % Angka-angka pada lajur yang sama yang diikuti oleh huruf kecil yang sama berbeda nyata menurut uji DNMRT dengan taraf nyata 5% Tabel 5. dapat dilihat bahwa tanaman sawi pagoda perlakuan naungan 55% menunjukkan panjang akar tertinggi dan berbeda tidak nyata dengan perlakuan tanpa naungan dan naungan 65%, namun berbeda nyata dengan perlakuan naungan 75%. Hal ini disebabkan sebagai mekanisme adaptif untuk mengatasi keterbatasan cahaya dengan meningkatkan efisiensi penyerapan air dan nutrisi dari Adaptasi ini membantu tanaman bertahan dan berkembang meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang kurang ideal. Berat Berat Basah Pertanaman. Berat Basah Perpetak dan Berat Basah Perhektar Hasil pengamatan berat basah pertanaman, berat basah perpetak dan berat basah perhektar tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan setelah http://journal. org/index. php/cultivate cultivatejournal@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. CULTIVATE: Journal of Agriculture Science Vol 3. No. September 2025: 70-80 ISSN 2987-3142 (Onlin. dianalisis secara statistika dengan uji F dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf nyata 5% dapat dilihat pada Tabel 6 Tabel 6. Berat basah pertanaman, berat basah perpetak dan berat basah perhektar tanaman sawi pagoda akibat pemberian persentase naungan umur 6 MST Berat Basah Berat Basah Berat Basah Persentase Naungan Pertanaman Tanpa Naungan 228,9 a 850,6 a 8,51 a 55 % Naungan 186,1 b 827,8 a 8,28 a 65 % Naungan 558,2 b 5,58 75 % naungan 1,65 31,45 % 35,76 % 44,46 % Angka-angka pada lajur yang sama yang diikuti oleh huruf kecil yang sama berbeda nyata menurut uji DNMRT dengan taraf nyata 5% Tabel 6 dapat dilihat bahwa berat basah pertanaman tertinggi yaitu perlakuan tanpa naungan dan berbeda nyata dengan perlakuan naungan 55%, perlakuan naungan 65% dan perlakuan naungan 75%. Sedangkan berat basah perpetak dan berat basah perhektar perlakuan tanpa naungan berbeda tidak nyata dengan perlakuan naungan 55% tetapi berbeda nyata dengan perlakuan naungan 65% dan 75%. Tingginya berat basah pertanaman pada perlakuan tanpa naungan dan berat basah perpetak dan berat basah perhektar yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan naungan 55% erat hubungannya dengan parameter pengamatan diameter crop, jumlah daun, panjang daun terpanjang dan lebar daun terlebar yang menunjukkan hasil lebih tinggi. Hal ini erat kaitannya dengan intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman sawi pagoda sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman sawi Menurut Fritz, . dalam Khodriyah. Susanti dan Santri . menyatakan bahwa intensitas cahaya merupakan faktor utama pertumbuhan vegetatif tanaman seperti pemanjangan batang dan luas daun dikarenakan intensitas cahaya berperan dalam aktivitas fotosintesis dan respirasi. Pembentukkan fotosintat yang tinggi akan mendorong kecepatan pembentukkan organ Ae organ tanaman (Lathifah dan Jazilah. Sesuai dengan pendapat Khusni. Hastuti dan Prihastanti . respon tanaman terhadap naungan berbeda Ae beda pada tiap jenis tanaman yang dicirikan dengan kondisi daun yang ternaungi akan mengalami penuaan lebih cepat dan akibatnya daun tidak http://journal. org/index. php/incoding mahesainstitut@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Novika Melani. Rahmawati, & Chika Sumbari. Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. menyumbang fotosintat bersih sehingga laju pertumbuhan vegetatif terhambat seperti lebar daun dan panjang daun tanaman. Semakin tinggi lebar daun dan panjang daun tanaman sawi pagoda maka semakin berat tanaman sawi tersebut. SIMPULAN Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan perlakuan naungan 55% dapat meningkatkan panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, diameter crop dan panjang akar namun tanpa naungan dapat meningkatkan jumlah daun dan hasil tanaman sawi pagoda per tanaman. DAFTAR PUSTAKA