SOSFILKOM Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 INFLUENCER CULTURE DAN PEMBENTUKAN MASYARAKAT KONSUMSI DI INSTAGRAM @RACHELVENNYA Raihan Jati Utomo. Rifma Ghulam Dzaljad. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka raihanjatiutomo@gmail. , rifmaghulam@uhamka. Abstrak Instagram menjadi media sosial yang populer dan digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun penggunaan Instagram tidak hanya sebagai tempat untuk mengunggah foto dan video, melainkan menjadi lahan bagi para influencer untuk berlomba-lomba mempromosikan gaya hidup dan produk bisnis mereka. Hal ini yang dapat mendorong terbentuknya pola masyarakat konsumsi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya konten yang diunggah pada Instagram @rachelvennya mampu memberikan stimulasi atau dorongan kepada pengikutnya, fenomena ini dapat terlihat dari komentar pada unggahan pada akun @rachelvennya yang mengungkapkan keinginan untuk memiliki gaya hidup yang sama dengan apa yang ditampilkan olehnya. Sikap ini menyebabkan munculnya cara pandang yang tidak realistis audiens terhadap gaya hidup Rachel Vennya. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa influencer dalam sudut pandang masyarakat konsumsi adalah seseorang yang menjadi panutan dalam menentukan pilihan, sehingga setiap pesan yang disampaikan dapat dipercaya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat influencer culture dalam membentuk masyarakat konsumsi di Instagram @rachelvennya. Kata Kunci: influencer culture, masyarakat, konsumsi. Instagram. Rachel Vennya Abstract Instagram is a popular social media and is used by various groups of people. However, the use of Instagram is not only a place to upload photos and videos, but also a place for influencers to compete to promote their lifestyle and business products. This can encourage the formation of a pattern of consumption society. In this study, researchers used content analysis method with a qualitative approach. The results of the study show that content uploaded on Instagram @rachelvennya is able to provide stimulation or encouragement to followers, this phenomenon can be seen from the comments on uploads on the @rachelvennya account which express a desire to have the same lifestyle as what is displayed by it. This attitude led to the appearance of an unrealistic perspective on Rachel Vennya's lifestyle. So, it can be concluded that an influencer from the point of view of the consumption community is someone who becomes a role model in making choices, so that every message conveyed can be trusted. The purpose of this research is to see influencer culture in shaping the consumption society on Instagram @rachelvennya. Keywords: influencer culture, society, consumption. Instagram. Rachel Vennya PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini membawa manusia menuju ke arah masyarakat Kehadiran teknologi tersebut pada satu sisi dapat membawa kemudahan khususnya pada kegiatan komunikasi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Adapun salah satu teknologi yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat adalah media sosial, salah satunya Instagram. Instagram merupakan media sosial favorit karena memungkinkan para penggunanya untuk berinteraksi dengan foto, video, komentar, serta fitur menarik lainnya yang tersedia. Menurut (Puspita & Suciati, 2. Diterbitkan oleh FISIP UMC kegunaan media sosial adalah sebagai medium untuk mendapatkan lebih banyak pembaca maupun audiens. Media sosial Instagram termasuk dalam konteks komunikasi massa. Menurut (Qadaruddin, 2. dalam komunikasi massa terdapat dimensi efek yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan behavioral: Efek Kognitif Merupakan kondisi dimana media dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan baru yang membantu audiens mempelajari informasi dan mengembangkan keterampilan. SOSFILKOM Efek Afektif Efek ini cenderung melibatkan emosi audiens dan memiliki tingkatan lebih tinggi daripada efek Jadi media tidak hanya sekadar memberikan informasi mengenai suatu hal, namun media juga melakukan pendekatan melalui perasaan gembira, terharu, sedih, marah dan sebagainya. Efek Behavioral Merupakan efek yang timbul pada Perilaku tersebut ditanamkan pada kegiatan sehari-hari sehingga menjadi suatu Namun seiring berjalannya waktu. Instagram kini menjadi pusat tren karena kehadiran para influencer. Fenomena ini dapat disebut sebagai AoInfluencer CultureAo. Merupakan sebuah bentuk pemasaran di mana individu dengan kehadiran online secara signifikan memainkan peran penting mempengaruhi tindakan pengikut mereka. Mayoritas influencer dikenal secara luas oleh masyarakat dan pengikutnya karena dianggap memiliki kemampuan atau kelebihan tertentu. Salah satu influencer yang saat ini cukup dikenal publik adalah Rachel Vennya. Ia lahir di Jakarta pada 25 September 1995. Memiliki latar belakang pendidikan di London School of Public Relations ia kemudian terjun ke dunia Saat ini ia telah memiliki pengikut sebanyak 7 juta orang di Instagram. Rachel Vennya memanfaatkan akun Instagram pribadinya untuk membagikan konten mengenai gaya hidup kesehariannya Bersama Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 produk atau jasa melalui endorsement. Influencer mengambil kesempatan tersebut untuk menjadi aktor pemasaran yang menciptakan pengaruh sosial cukup Dalam dilakukan oleh (Jin et al. , 2. , dijelaskan bahwa konten unggahan influencer di media sosial berperan penting dalam pembentukan persepsi mengenai tren dan gaya hidup yang ideal. Salah satu aspek yang diperlihatkan adalah promosi produk yang didukung oleh penampilan dan gaya hidup dari masing-masing individu yang memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan karakter mereka. Menurut (Davidovici et , 2. para influencer mencoba untuk membangun citra diri . ersonal brandin. yang diinginkan, yang dapat menjadi daya tarik bagi pengikut mereka yang mengindentifikasi diri dengan gaya hidup, nilai-nilai, atau aspek-aspek tertentu dari influencer tersebut. Menurut (Romadhan, 2. personal branding adalah proses dari seorang individu memasuki pasar dengan cara menjual diri yang bertujuan untuk meraih kesuksesan dalam bisnis. Hal inilah yang disebut sebagai representasi. Lebih lanjut, dalam beberapa kesempatan influencer mengunggah atau membagikan konten mereka dengan memanfaatkan fiturfitur yang tersedia di Instagram. Konten yang dibagikan tersebut meliputi kegiatan sehari-hari yang menyorot kehidupan glamor hingga promosi produk yang kerap kali dilakukan atau biasa disebut sebagai AuendorseAy. Dalam influencer berinteraksi dengan audiens atau Proses interaksi ini dapat membawa pengaruh tersendiri terhadap perilaku audiens untuk bersikap konsumtif. Perilaku menurut (Dewi et al. , 2. merupakan tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. SOSFILKOM Sedangkan perilaku konsumtif menurut (Luas et al. , 2. adalah kebiasaan individu yang tidak dapat menahan diri untuk membeli barang yang tidak diinginkan secara berlebihan. Lebih lanjut (Ramadhani, 2. mengklasifikasikan indikator perilaku konsumtif yakni sebagai Membeli suatu produk karena keinginan mendapatkan hadiah Membeli produk karena kemasan . terlihat menarik Membeli meningkatkan penampilan serta Membeli mempertimbangkan harganya saja, bukan kegunaannya Membeli produk dilakukan untuk sekadar menjaga status Membeli produk dilandasi unsur konformitas terhadap model yang diiklankan/mengiklankan Membeli produk dengan harga tinggi karena dianggap dapat meningkatkan rasa percaya diri Membeli lebih dari dua produk yang serupa dengan merek berbeda Hal ini terjadi karena beberapa alasan salah satunya yakni status yang disandang oleh influencer tersebut. Dengan memiliki ratarata jumlah pengikut yang cukup banyak maka influencer dapat dengan mudah untuk masyarakat luas. Adapun faktor lainnya dikarenakan preferensi dari pengikutnya yang terobsesi untuk mengikuti gaya hidup influencer yang diidolakan mulai dari gaya berpakaian dan produk yang digunakan. Tujuan peneliti melakukan penelitian pada fenomena ini adalah untuk memahami bagaimana Aoinfluencer cultureAo dapat membentuk masyarakat konsumsi di Instagram @rachelvennya. Penelitian ini Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 diharapkan mampu memberikan manfaat masyarakat agar lebih cermat dalam mengikuti tren media sosial khususnya pada fenomena Aoinfluencer cultureAo di media sosial Instagram. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut (Dr. Umar Sidiq. Ag Dr. Moh. Miftachul Choiri, 2. penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang mampu mendapatkan hasil berupa penemuan-penemuan baru yang tidak didapatkan jika menggunakan cara kuantitatif dan statistik. Paradigma yang digunakan yakni paradigma kritis. Menurut (Halik Abdul, 2. paradigma kritis menitikberatkan pada ketimpangan relasi sosial yang ada. Paradigma kritis adalah paradigma ilmu pengetahuan yang meletakkan epistemologi kritik Marxisme dalam seluruh metodologi penelitiannya. Penelitian dengan paradigma kritis umumnya diawali dengan asumsi kritis yang mencoba untuk melihat fenomena ketidakadilan dan munculnya dominasi dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi. Menurut (Asri, 2. analisis isi . ontent analysi. adalah penelitian yang dilakukan untuk menerjemahkan teks dengan valid kepada konteks yang perlu diteliti. Dalam menggunakan metode ini peneliti harus benar-benar mengamati bagaimana proses terjadinya fenomena komunikasi dengan cara merumuskan dengan tepat tindakan maupun hal yang harus dilakukan berdasarkan tujuan tersebut (Ahmad. Untuk mendapatkan data hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi non partisipan dan studi pustaka. Menurut (Alhamid & Anufia, 2. SOSFILKOM merupakan proses melibatkan seluruh indera untuk mengamati dan mendapatkan data dari suatu objek. Adapun berdasarkan peranan observernya, observasi terbagi menjadi dua yakni observasi partisipan dan non partisipan. Peneliti akan melakukan observasi non partisipan yang berarti peneliti tidak mengambil bagian secara Unit analisis yang akan diteliti dalam media sosial Instagram adalah unggahan konten pada akun @rachelvennya yang berbentuk foto atau video, jumlah likes, dan komentar audiens mengenai unggahan Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 orang yang menyampaikan ketertarikan mereka untuk membeli produk sama seperti yang dimiliki oleh Rachel Vennya. Adapun komentar tersebut seperti AuMAU BGTT . moji menangi. beli dimana sih iniAy oleh pemilik akun Instagram @uraarra. Kemudian pengguna lainnya yakni Aumanfasting beli ini jgAy dari akun Instagram @little. dan Aui ya Allah pengen . moji bersedi. Ao dari akun @tiamuinikeu. HASIL DAN PEMBAHASAN Unggahan Promosi Dan Gaya Hidup di Media Sosial Instagram @rachelvennya Peneliti telah melakukan observasi pada akun Instagram @rachelvennya. Dari observasi tersebut peneliti menemukan beberapa unggahan yang dapat menjadi gambaran sebagai berikut: Dalam video ini terlihat Rachel Vennya sedang membuka sebuah paket yang berisikan Player Vinyl. Kemudian ia menggunakan alat tersebut pada akhir Unggahan video ini disukai 547 kali dan mendapatkan 171 komentar audiens. Dari komentar yang disampaikan, ditemukan adanya beberapa Diterbitkan oleh FISIP UMC Pada unggahan berikutnya. Rachel Vennya mempromosikan sebuah produk dari salah satu brand kecantikan. Dalam video tersebut ia menjelaskan kepada audiens mengenai manfaat produk tersebut dan dengan benar ke wajah. Unggahan ini pun mendapatkan respon komentar dari audiens seperti Audressnya cakep, ada yg tau beli dimanaAy Instagram @lia_wanawati. Kemudian komentar lainnya juga cenderung memperhatikan apa yang dikenakan oleh Rachel Vennya. Aucoba spill bajunyay dari akun Instagram @sallymardiyyaa. Unggahan endorsement ini disukai sebanyak 32. SOSFILKOM Selanjutnya Rachel Vennya mengunggah sebuah video tentang transformasi kondisi dapur dari sebelum direnovasi dan sesudah direnovasi dengan caption AuTransformasi dapurkuhAy. Unggahan ini pun kemudian mendapatkan respon dari audiens seperti AuDapur lamanya aja udah bikin mupeng apalagi yg baruAy tulis akun Instagram @hhbibh. Rachel Vennya melakukan pengerjaan renovasi tersebut kepada pengikutnya. Influencer Culture Dan Pembentukan Masyarakat Konsumsi di Instagram Pada era globalisasi seperti saat ini tentunya informasi akan lebih mudah tersampaikan kepada audiens atau pengikutnya yang mengakibatkan beberapa efek komunikasi meliputi aspek kognitif, afektif, dan Menurut (Amini et al. , 2. globalisasi adalah proses berkembangnya meghilangkan batasan ruang dan waktu. Selain itu globalisasi menurut (Alhakim et , 2. memiliki dua pengertian, yang pertama adalah proses pasar dunia menjadi satu, kedua sebagai obat kuat yang mendorong ekonomi menjadi lebih efisien dalam membawa masyarakat ke peradaban Globalisasi juga dapat menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan stratifikasi sosial. Pemasaran dan promosi juga dipengaruhi oleh globalisasi. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 Untuk mengubah persepsi pelanggan dan menciptakan kebutuhan baru, perusahaan di seluruh dunia menggunakan strategi pemasaran yang cerdas dan agresif. Mereka dapat dengan cepat dan efektif menjangkau audiens global melalui platform digital dan media massa. Promosi produk yang intens dan inovatif, seperti yang dilakukan melalui media sosial dan influencer, membuat pelanggan terpapar pesan konsumsi secara konsisten, yang memicu keinginan dan dorongan untuk membeli. Selain itu, nilai dan preferensi konsumen telah berubah sebagai akibat dari globalisasi. Konsumen sekarang lebih mementingkan barang dan jasa yang terkait dengan gaya hidup kontemporer, tren terbaru, dan kemajuan Kebutuhan akan barang konsumsi yang terus diperbarui dan diperbarui meningkat sebagai akibatnya. Hal ini mendorong masyarakat untuk terus mengganti barang yang mereka miliki untuk memenuhi tuntutan tren dan Secara keseluruhan, perilaku konsumen diubah oleh globalisasi, yang menyebabkan produk menjadi lebih mudah diakses, mempengaruhi pemasaran dan promosi, menciptakan gaya hidup yang diinginkan, mengubah nilai dan prioritas pertumbuhan ekonomi. Semua faktor ini bersama-sama mendorong masyarakat untuk membeli lebih banyak barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Jika ditinjau lebih lanjut berdasarkan sudut pandang kritis, tentunya budaya yang diperlihatkan dalam akun Instagram @rachelvennya tersebut dapat berpotensi mempengaruhi masyarakat secara luas sehingga menghasilkan hegemoni kebudayaan baru yang dapat mengubah cara hidup masyarakat. Jika ditelaah lebih lanjut, audiens yang memberikan tanggapan komentar pada . SOSFILKOM unggahan Rachel Vennya tersebut mengidentifikasi gaya hidupnya sebagai idola mereka dengan cara memakai produk dan barang yang sama. Masyarakat konsumtif, khususnya di platform media sosial seperti Instagram, seringkali terpengaruh oleh promosi produk yang dilakukan oleh influencer. Tentunya hal ini jika dilihat dari sudut pandang kritis menunjukkan kurangnya kesadaran. Pada dasarnya influencer menampilkan hal atas dasar tujuan komersil, jadi dapat dikatakan perilaku yang ditampilkan kepada audiens bukan yang sebenarnya. Selain itu dampak yang dapat dirasakan langsung oleh audiens yang melihat unggahan akun Instagram @rachelvennya pemikiran yang kurang realistis. Audiens cenderung memiliki keinginan untuk mengadopsi gaya hidup yang ditampilkan Sebagai masyarakat yang berinteraksi seharusnya memiliki sikap lebih selektif terhadap kebudayaan atau kebiasaan baru yang muncul. Ada beberapa alasan mengapa fenomena ini Pertama, influencer memiliki pengaruh yang kuat pada pengikut mereka. Influencer hubungan yang erat dengan pengikut mereka melalui konten yang mereka Pengikut cenderung menganggap influencer sebagai panutan atau sumber kepercayaan terhadap merekomendasi dan pandangan yang diungkapkan oleh influencer tersebut. Sebagai akibatnya, ketika influencer mempromosikan produk atau merekomendasikan merek tertentu, pengikut cenderung merasa dorongan untuk Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 mengikuti jejak mereka dan membeli produk yang direkomendasikan tersebut. Kedua, influencer seringkali mampu menciptakan citra dan gaya hidup yang Mereka sering memamerkan produk-produk mewah, perjalanan mewah, dan gaya hidup yang terkesan glamor. Dalam prosesnya, mereka menggambarkan bahwa pemakaian produk tertentu atau kepemilikan barang-barang tertentu akan memberikan pengikut mereka status sosial, popularitas, atau kebahagiaan yang Pengikut yang terpengaruh oleh citra tersebut kemudian merasa dorongan untuk membeli produk atau mengikuti gaya hidup yang direkomendasikan oleh influencer untuk mencapai citra dan status yang diinginkan. Ketiga, media sosial. Instagram, lingkungan yang mempercepat dan memperluas proses konsumsi. Dalam dunia media sosial, produk dan merek dapat Melalui foto dan cerita yang produk secara visual dan menjelaskan Dengan adanya fitur tautan atau tag produk, pengikut dapat langsung mengakses dan membeli produk tersebut dengan beberapa klik saja. Proses ini membuat konsumsi menjadi lebih mudah, cepat, dan instan, sehingga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pola konsumsi yang lebih tinggi. Selain itu, fenomena ini juga dipengaruhi oleh faktor Pengaruh sosial yang kuat dari influencer dapat memicu keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok yang dianggap populer, sukses, atau diidolakan. Ketika pengikut melihat influencer menggunakan atau merekomendasikan produk tertentu, mereka mungkin merasa bahwa memiliki produk tersebut akan . SOSFILKOM membantu mereka merasa lebih terhubung dengan influencer atau kelompok yang Fenomena ini sering dikaitkan dengan teori psikologi seperti tekanan sosial, kebutuhan untuk penyesuaian sosial, dan kebutuhan untuk diakui atau diterima oleh orang lain. Terakhir, faktor ekonomi juga turut berperan dalam meningkatnya konsumsi yang dipengaruhi oleh influencer. Banyak influencer bekerja sama dengan merek dan perusahaan untuk mempromosikan produk. KESIMPULAN Studi ini menunjukkan bahwa influencer dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada pengikut mereka melalui konten yang mereka bagikan. Pengikut cenderung menganggap influencer sebagai panutan merekomendasikan produk yang mereka tawarkan, dan perilaku konsumsi pengikut dipengaruhi oleh promosi produk yang dilakukan oleh influencer. Influencer membentuk gaya hidup dan citra yang Mereka memamerkan barang mewah dan gaya hidup yang terkesan glamor, mendorong pengikut untuk meniru atau mengikuti gaya hidup mereka. Fenomena ini juga didorong oleh faktor Pengikut merasa terlibat untuk menjadi bagian dari kelompok yang dianggap populer atau diidolakan, sehingga mereka mengikuti pandangan influencer dan menyarankan mereka untuk memenuhi standar sosial dan untuk diterima oleh orang lain. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya influencer Instagram memiliki kedudukan penting dalam pembentukan masyarakat konsumtif. Faktor-faktor seperti pengaruh kuat influencer, citra dan gaya hidup yang diinginkan, kemudahan konsumsi melalui media sosial, dan kondisi psikologis semua Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 berkontribusi pada peningkatan perilaku konsumtif di media sosial. Studi ini meningkatkan pemahaman kita tentang perilaku konsumsi di era digital dan dampaknya terhadap masyarakat modern. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa elemen kepercayaan dan keterikatan emosional yang ada antara pengikut dan influencer di Instagram sangat penting untuk membentuk masyarakat konsumsi di platform tersebut. Para pengikut cenderung melihat influencer sebagai panutan dan percaya pada merekomendasikan produk yang mereka tawarkan, dan mereka memiliki keterikatan emosional dengan influencer dan percaya bahwa dengan membeli produk yang sama, mereka akan merasakan kebahagiaan. DAFTAR PUSTAKA