The Effect Of Workload And Time Management On Employee Work Effectiveness At Perumda Tirta Hidayah. Bengkulu City Pengaruh Beban Kerja Dan Manajemen Waktu Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan Di Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu Elis Lestari . Eti Arini . Study Program of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu . Department of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email: . Elisl3164@gmail. Etiarini@umb. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Workload,Time Management. Work Effectiveness This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Tujuan penelitian mengetahui pengaruh beban kerja dan manajemen waktu terhadap efektivitas kerja karyawan. Penelitian dilaksanakan di Kantor Pusat Perusahaan Umum Daerah (Perumd. Tirta Hidayah Kota Bengkulu dari bulan November-Desember 2023. Responden adalah pegawai di kantor pusat sebanyak 154 orang, didapat responden yang berpartisipasi setelah pengumpulan data melalui kuesioner sebanyak 125 orang. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian didapat bahwa beban kerja dan efektivitas kerja berpengaruh negatif. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan beban akan diikuti penurunan efektivitas kerja. Manajemen waktu dan efektivitas kerja berpengaruh positif. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan manajemen waktu akan diikuti kenaikan efektivitas kerja. Beban kerja dan manajemen waktu terhadap efektivitas kerja adalah signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan beban kerja dan manajemen waktu juga akan diikuti kenaikan maupun penurunan efektivitas kerja. ABSTRACT The aim of the research is to determine the effect of workload and time management on employee work effectiveness. The research was carried out at the Head Office of the Regional Public Company (Perumd. Tirta Hidayah. Bengkulu City from November-December 2023. Respondents were 154 employees at the head office, it was found that 125 respondents participated after data collection via questionnaires. Data analysis uses multiple linear regression The research results showed that workload and work effectiveness had a negative This explains that an increase in load will be followed by a decrease in work effectiveness. Time management and work effectiveness have a positive effect. This explains that an increase in time management will be followed by an increase in work effectiveness. Workload and time management on work effectiveness are significant. This explains that an increase in workload and time management will also be accompanied by an increase or decrease in work PENDAHULUAN Pengembangan SDM merupakan hal penting dalam menciptakan efektivitas kerja dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dengan mengembangkan SDM secara efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memiliki tim yang terampil, terampil, dan termotivasi untuk mencapai tujuan bisnis mereka dengan baik. Efektivitas kerja adalah ukuran seberapa baik sebuah organisasi atau individu mencapai hasil yang diinginkan. Dalam bisnis, efektivitas kerja sering kali diukur dalam hal pencapaian tujuan bisnis, seperti peningkatan penjualan, profitabilitas, kepuasan pelanggan, dan sebagainya (Arika, 2. Efektivitas kerja dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya faktor beban kerja. Menurut Munandar . , beban kerja tanggung jawab individu, tim, organisasi dalam periode waktu tertentu. Ini bisa mencakup berbagai elemen, seperti jumlah proyek yang harus diselesaikan, volume pekerjaan yang harus ditangani, atau tingkat kompleksitas tugas yang harus diatasi. Beban kerja yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas (Vanchapo, 2. Beban kerja setiap bagian di Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu sebagai objek penelitian tidak Hal ini diketahui observasi awal yang mengidentifikasi bahwa beban kerja di Bagian Distribusi paling tinggi, karyawan harus lembur sampai malam untuk memperbaiki kebocoran pipa yang terjadi hampir setiap hari, kemudian di Bagian Pengolahan menggunakan shif kerja mengontrol air yang diolah supaya kualitasnya tetap terjaga. Kemudian para pencatat meter kadang harus membaca meter air pelanggan melebih kapasitas yang ditugaskan. Di lain sisi, ter identifikasi bagian yang memiliki beban kerja sangat rendah seperti di Bagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA). Sub Bagian Dokumentasi Teknik. Bagian Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan lainnya. Mencapai efektivitas kerja yang optimal. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 121Ae. 121 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 perusahaan perlu mencari keseimbangan yang tepat dalam memberikan beban kerja kepada karyawan. Pemberian tugas yang sesuai dengan keterampilan dan kapasitas karyawan, bersama dengan dukungan dan pengakuan, dapat meningkatkan efektivitas kerja secara keseluruhan. Efektivitas kerja juga dipengaruhi oleh manajemen waktu. Manajemen waktu adalah faktor kunci yang dapat sangat mempengaruhi efektivitas kerja. Bagaimana seseorang mengatur dan menggunakan waktu mereka dalam menjalankan tugas-tugas mereka dapat memiliki dampak signifikan pada produktivitas dan pencapaian tujuan (Haynes, 2. Manajemen waktu yang baik memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi dan menetapkan prioritas dengan baik. Dengan menentukan tugastugas yang paling penting dan mendesak, seseorang dapat fokus pada pekerjaan yang paling berdampak dan meninggalkan tugas-tugas yang kurang penting. Membagi waktu secara efisien antara berbagai tugas dan proyek adalah keterampilan penting dalam manajemen waktu. Ini memungkinkan seseorang untuk mengalokasikan waktu yang tepat untuk setiap tugas tanpa kelebihan atau kekurangan. Begitu juga dengan pemanfaatan alat bantu seperti kalender, aplikasi manajemen waktu, atau teknologi produktivitas lainnya dapat membantu seseorang mengatur jadwal, mengingatkan tenggat waktu, dan mengelola waktu dengan lebih efektif (Danang. Fenomena manajemen waktu karyawan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu belum dapat dikelola dengan baik. Adanya karyawan yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, ketersediaan bahan kimia pengolahan yang sering terlambat, pemasangan baru yang lama, dan ketidaktahuan karyawan atas prioritas kerja jangka pendek dan jangka panjang di sub bagian mengindikasikan pengelolaan manajemen waktu yang kurang baik. Manajemen waktu yang baik dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas kerja. Menerapkan prinsip-prinsip manajemen waktu dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan efektif. Keefektifan dalam pekerjaan tidak selalu mudah dicapai oleh karyawan. Ada beberapa tantangan yang dapat menghalangi atau mengganggu kemampuan karyawan untuk bekerja dengan efektif. Begitu juga dengan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu, fenomenanya bahwa dengan karyawan sebanyak 310 tentu memiliki karakteristik dan tingkat keefektifan kerja yang berbeda. Observasi awal peneliti dengan mewawancarai Tya selaku staf layanan pelanggan didapat informasi bahwa penyelesaian pengaduan diakui sering tidak tepat waktu, terutama dikomplain pelanggan dan pemasangan baru. Komplain pelanggan yang sudah dilaporkan jauh hari, baru ditindaklanjuti satu minggu kemudian. Itu pun kadang tidak selesai pada saat itu juga. Begitu pun pemasangan ledeng baru, dimana waktu standar pemasangan selama 7 hari kerja, nyatanya baru dipasang lebih dari 1 bulan sejak pembayaran. Hal ini merupakan salah satu indikasi ketidakefektifkan kerja yang berdampak kepada layanan. LANDASAN TEORI Efektivitas Kerja Jones dan Barlett . mendefinisikan manajemen waktu sebagai kemampuan untuk memprioritaskan, menjadwalkan dan melaksanakan tanggung jawab individu demi kepuasan individu Siagian . menjelaskan efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang telah ditentukan, artinya pelaksanaan suatu pekerjaan dinilai baik atau tidak sangat tergantung pada penyelesaian tugas tersebut, bagaimana cara melaksanakan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk Menurut Sterrs . , efektivitas biasa dilakukan untuk mengukur sejauh mana kelompok atau organisasi efektif dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan efektivitas kerja adalah tingkatan sejauh mana seseorang atau kelompok dalam melaksanakan tugas pokoknya untuk mencapai sasaran yang Istilah efektivitas sering digunakan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan untuk menggambarkan tepat atau tidaknya sasaran yang dipilih perusahaan tersebut. Efektivitas tersebut dapat dilihat dari manfaat atau keuntungan dari sesuatu yang dipilih untuk kepentingan organisasi atau Menurut Hasibuan . , efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja, dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Menurut Tampubolon . menyatakan bahwa efektivitas adalah pencapaian sasaran yang telah disepakati secara bersama, serta tingkat pencapaian sasaran itu menunjukkan tingkat efektivitas. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa efektivitas kerja merupakan suatu ukuran dalam penyelesaian pencapaian kerja yang sudah ditentukan sesuai dengan prosedur dan tujuan perusahaan atau organisasi, serta kemampuan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang telah ditetapkan suatu lembaga untuk mencapai tujuan serta meraih keberhasilan yang maksimal. 122 | Elis Lestari. Eti Arini. The Effect Of Workload And Time Management A Beban Kerja Tarwaka . mengemukakan bahwa beban kerja adalah suatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, ketrampilan, perilaku, dan persepsi dari pekerja. Menurut Munandar . , beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan pada tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan menggunakan keterampilan dan potensi dari tenaga kerja. Sedangkan menurut Danang . , beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Menurut Alfian . , beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Menurut Vanchapo . beban kerja adalah sejumlah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seorang pekerja dalam jangka waktu tertentu. Beban kerja yang terlalu berat dapat menimbulkan permasalahan bagi para karyawan dalam menjalankan rutinitas kerja. Manajemen Waktu Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur . Manajemen iadalah isuatu proses ipenyelenggaraan iberbagai ikegiatan idalam irangka ipenerapan itujuan idan isebagai kemampuan iatau iketerampilan iorang iyang imenduduki ijabatan imanajerial iuntuk imemperoleh sesuatu ihasil idalam irangka ipencapaian itujuan imelalui ikegiatan-kegiatan iorang ilain i(Feriyanto & Triana, 2. iSecara iumum, imanajemen ididefinisikan isebagai ikemampuan iatau keterampilan iuntuk imemperoleh ihasil idalam irangka imencapai itujuan itertentu imelalui iatau dengan icara imenggerakkan iorang ilain i(Sopiatin, 2. Secara iterminologi, idefinisi imanajemen idikemukakan ioleh ipara iahli idengan iredaksi yang berbeda-beda. iMenurut iJahari idan iSyarbini i. , imanajemen iadalah isuatu iproses yang terdiri iatas iperencanaan, ipengorganisasian, ipenggerakan, ipelaksanaan, idan ipengawasan, dengan imemanfaatkan ibaik iilmu imaupun iseni, iagar idapat imenyelesaikan itujuan iyang itelah ditetapkan Macan i. imendeskripsikan imanajemen iwaktu isebagai ipengelolaan iwaktu idimana iindividu menetapkan iterlebih idahulu ikebutuhan idan ikeinginan ikemudian imenyusunya iberdasarkan segi iurutan ikepentingan. iMaksudnya ibahwa iterdapat iaktivitas ikhusus iyaitu ipenetapan itujuan untuk imencapai ikebutuhan idan ikeinginan idengan imemprioritaskan itugas iyang iperlu diselesaikan. iTugas iyang isepenuhnya ipenting ikemudian idicocokkan idengan iwaktu idan sumber iyang itersedia imelalaui iperencanaan, ipenjadwalan, ipembuatan idaftar ipengorganisasian dan ipendekatan iterhadap itugas. METODE PENELITIAN Penelitian jenis kuantitatif ini dilaksanakan di Kantor Pusat Perusahaan Umum Daerah (Perumd. Tirta Hidayah Kota Bengkulu selama satu bulan, mulai bulan November-Desember 2023. Populasi adalah seluruh pegawai Kantor Pusat Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu berjumlah 154 orang. Alasan pengambil kantor pusat karena faktor lokasi yang dapat dijangkau, sedangkan kantor cabang lokasinya ada yang berada di luar kota. Dengan demikian, dengan teknik sensus maka sampling penelitian adalah seluruh karyawan yang berada di kantor pusat Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu berjumlah 154 Tabel 1. Populasi Penelitian Bagian Kantor Pusat Sistem Pengendalian Intern Umum Keuangan Hubungan Langganan Perencana Teknik Pengendalian Kehilangan Air AMDK Hidayah Water Satpam Jumlah Sumber: Perumda Tirta Hidayah. November 2023 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 121Ae. 123 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, dokumentasi dan pengamatan. Kuesioner sebagai instrumen dilakukan uji coba terhadap 20 karyawan di Cabang Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu, validitas item efektivitas kerja antara 0,555-0,828, validitas variabel beban kerja antara 0,750-0,944 dan variabel manajemen waktu antara 0,669-0,813 sehingga seluruh item dinyatakan valid. Untuk reliabilitas instrumen efektivitas kerja 0,886 beban kerja 0,895 dan manajemen waktu 0,920. Dengan demikian masing-masing variabel dinyatakan handal sebagai alat ukur. Analisis dilakukan secara statistik dengan bantuan alat pengolahan data statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembalian Kuesioner dan Karakteristik Responden Pengumpulan data dengan cara membagikan langsung kuesioner kepada responden. Selain itu, beberapa kuesioner ada yang ditinggal kemudian diambil lagi satu minggu kemudian. Tabel 2 berikut distribusi pengembalian kuesioner. Tabel 2 Tingkat Pengembalian Kuesioner Keterangan Frekuensi Persentase (%) Penyebaran kuesioner Kuesioner dikembalikan dan dapat diolah 81,17 Kuesioner tidak kembali 18,83 Kuesioner tidak kembali karena responden mengatakan tidak mengetahui keberadaan kuesioner tersebut, ada yang tercecer dan ada yang tinggal di rumah. Berikut dijelaskan karakteristik sebanyak 125 responden yang telah berpartisipasi. Tabel 3. Karakteristik Responden Identitas Frekuensi Usia 18-30 tahun 31-50 tahun > 50 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir SMA Diploma Masa Kerja 1-5 tahun 6-10 tahun > 10 tahun Jabatan Kepala Bagian Kepala Sub Bagian Staf Total Sumber: Data Diolah . Persentase (%) Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah pengujian statistik dalam memvalidasi asumsi yang mendasari analisis 124 | Elis Lestari. Eti Arini. The Effect Of Workload And Time Management A Tabel 4. Hasil Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Asymp. Sig. -taile. Efektivitas Kerja 0,092 Beban Kerja 0,081 Manajemen Waktu 0,078 Uji multikolinearitas Tolerance VIF Beban Kerja 1,000 1,000 Manajemen Waktu 1,000 1,000 Uji Heteroskedastisitas Signifikansi Beban Kerja 0,692 Manajemen Waktu 0,132 Keterangan Data Normal Data Normal Data Normal Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Non heteroskedastisitas Non heteroskedastisitas Tabel 4 diketahui nilai variabel efektivitas kerja, beban kerja dan manajemen memiliki data normal, bebas multikolinearitas dan gejala heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Model (Constan. Beban kerja Manajemen waktu Sumber: Data Diolah . Unstandardized Coefficients Std. Error 26,345 2,315 -0,230 0,061 0,226 0,061 Standardized Coefficients Beta -0,308 0,304 Sig. 11,379 -3,783 3,731 0,000 0,000 0,000 Tabel 5 didapat persamaan Y = 26,345 - 0,230 ( ) 0,226 (X. Nilai Konstanta 26,345 mempunyai makna bahwa efektivitas kerja akan tetap sebesar 26,345 bila beban kerja dan manajemen waktu sama konstan. Kemudian koefisien beban -0,230 mempunyai makna bahwa penurunan beban kerja satu satuan akan diikuti penurunan efektivitas kerja sebesar -0,230. Variabel beban kerja menghasilkan nilai negatif karena beban kerja yang tinggi akan menyebabkan rendahnya efektivitas Artinya semakin tinggi tanggapan responden terhadap beban kerja, maka tanggapan terhadap efektivitas kerja akan semakin rendah, dan sebaliknya. Koefisien manajemen waktu sebesar 0,226 mempunyai makna bahwa kenaikan manajemen waktu satu satuan akan diikuti kenaikan efektivitas kerja sebesar 0,226. Hasil ini menunjukkan arah pengaruh positif. Koefisien Determinasi (R. Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,437 0,191 0,177 2,42097 Sumber: Data Diolah . Nila sebesar 0,191, ini berarti 19,1% variabilitas efektivitas kerja dapat dijelaskan oleh beban kerja dan manajemen waktu, sementara 80,9% sisanya mungkin kontribusi variabel yang tidak diuji pada model ini. Uji Parsial (Uji . Tabel 7. Hasil Uji t Model (Constan. Beban kerja Manajemen waktu Sumber: Data Diolah . Sig. 11,379 -3,783 3,731 0,000 0,000 0,000 Diketahui nilai pada tingkat signifikan 0,05 adalah 1,978. Dengan demikian variabel beban Ou (-3,783 Ou 1,. , artinya pengaruh beban kerja dan efektivitas adalah negatif. kerja yaitu Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 121Ae. 125 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Ou . ,731 Ou 1,. Begitu juga dengan variabel manajemen waktu dengan perbandingkan artinya pengaruh manajemen dan efektivitas adalah positif. Uji Simultan (Uji F) Tabel 8. Hasil Uji Simultan (Uji F) Model Sum of Squares Regression 168,496 Residual 715,056 Total 883,552 Sumber: Data Diolah . Mean Square 84,248 5,861 34,374 Sig. ,000b Dengan demikian nilai 34,374 Ou 19,488 artinya beban kerja dan manajemen waktu signifikan mempengaruhi efektivitas kerja karyawan Perumda Tirta Hidayah Hasil ini mendukung Nugraha, et al. Efektivitas kerja karyawan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu secara keseluruhan tergolong tinggi. Namun demikian, beban kerja dan manajemen waktu merupakan variabel diantara variabel lainnya yang mempengaruhi efektivitas kerja. Pembahasan Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 182 individu yang terdiri dari 91 individu Gen Z dan 91 Gen M yang menjalani tes untuk mengetahui pengaruh soft skill dan hard skill terhadap kesiapan kerja (Studi Komparasi Gen Z dan Gen M) di Kota Bengkulu. Temuan penelitian dan pengolahan data mentah terhadap Gen Z dan Gen M di Kota Bengkulu didasarkan pada penyebaran kuesioner kepada individu Berdasarkan sebaran gender Gen Z dan Gen M di Kota Bengkulu, terdapat 32 perempuan dan 59 laki-laki pada Gen Z, serta 55 perempuan dan 36 laki-laki pada Gen M. Berdasarkan latar belakang pendidikan, penelitian ini fokus pada siswa SMA/K. untuk sampel Gen Z dan siswa untuk sampel Gen M. Berdasarkan jawaban responden, variabel Kesiapan Kerja termasuk dalam kelompok AubaikAy. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa baik hard skill maupun soft skill dapat membantu orang menjadi lebih siap Selain itu. Gen Z dan Gen M dapat mengembangkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa dengan mencapai keseimbangan antara kemampuan keras dan lunak, yang akan membantu mereka bersiap menghadapi dunia kerja. Jawaban responden terhadap variabel soft skill juga termasuk dalam kategori positif. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar responden masih baru dalam bidang tersebut atau menyadari betapa pentingnya soft skill baik dalam konteks sosial maupun profesional, karena hal ini akan memengaruhi cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja mereka. Terkait dengan variabel hard skill, jawaban responden masuk dalam kelompok positif juga. Hal ini dimungkinkan karena hard skill yang kuat menunjukkan kemahiran seseorang pada sektor yang dikuasainya, sehingga akan memudahkan lapangan kerja di masa depan. Pengaruh Soft Skill Terhadap Kesiapan Kerja Temuan uji regresi berganda di atas menunjukkan bahwa soft skill berpengaruh terhadap kesiapan kerja . erbandingan Gen Z dan Gen M) di Kota Bengkulu. Hal ini terlihat dari koefisien (Gen M) sebesar 0,573 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien Gen Z sebesar 0,563. Oleh karena itu H1 diterima, artinya pengaruh Soft Skill terhadap Kesiapan Kerja (Studi Banding Gen Z dan Gen M) di Kota Bengkulu mempunyai hubungan yang positif dan signifikan. Temuan investigasi ini menunjukkan bahwa Generasi Z dan Generasi M Kota Bengkulu lebih siap menghadapi dunia kerja jika semakin banyak soft skill yang mereka miliki. Temuan penelitian Setiawati. Desi, . sejalan dengan penelitian ini. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa variabel dependen dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Soft Skill dan Hard Skill yang masing-masing beroperasi secara parsial. Berdasarkan hasil pengujian, kesiapan kerja dipengaruhi secara positif namun tidak signifikan oleh soft skill. sehingga pernyataan Ha bahwa variabel Kesiapan Kerja (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh dimensi Soft Skill (X. (Ratuela et al. Pengaruh Hard Skill Terhadap Kesiapan Kerja Hasil analisis regresi di atas menunjukkan bahwa hard skill berpengaruh terhadap kesiapan kerja di Kota Bengkulu . erbandingan Gen Z dan Gen M). Koefisien Gen Z dan Gen M menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Pengaruh Hard Skill Terhadap Kesiapan Kerja (Studi 126 | Elis Lestari. Eti Arini. The Effect Of Workload And Time Management A Banding Gen Z dan Gen M) di Kota Bengkulu, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 untuk Gen Z dan 0,407 untuk Gen M. Hasil ini mendukung penerimaan H1. Penelitian ini mendukung temuan Ratuela et al. , . hasil pengujian menunjukkan bahwa Hard Skill mempunyai pengaruh yang cukup positif terhadap Kesiapan Kerja sehingga menimbulkan penolakan terhadap Ho yang menyatakan bahwa dimensi Hard Skill (X. tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel Kesiapan Kerja (Y). Dengan demikian, kesiapan kerja (Y) dipengaruhi secara signifikan oleh komponen hard skill (X. Indikator-indikator tersebut akan mempengaruhi Kesiapan Kerja untuk setiap penyesuaian yang dilakukan pada Hard Skill. Temuan uji t menunjukkan bahwa hard skill mempunyai dampak positif dan substansial terhadap persiapan lulusan sekolah menengah atas untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian, teori pertama dapat dikatakan benar. (Setiawati. Desi, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpilan sebagai Beban kerja dan efektivitas kerja berpengaruh negatif. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan beban akan diikuti penurunan efektivitas kerja. Manajemen waktu dan efektivitas kerja berpengaruh positif. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan manajemen waktu akan diikuti kenaikan efektivitas kerja. Beban kerja dan manajemen waktu dan efektivitas kerja adalah signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan beban kerja dan manajemen waktu juga akan diikuti kenaikan maupun penurunan efektivitas Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut : Beban kerja, supaya perusahaan menerapkan SOP yang telah dibuat sehingga karyawan memiliki beban kerja yang merata disetiap bagian. Manajemen waktu, supaya karyawan dapat manage waktunya sehingga lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya penggunaan buku agenda atau sarana reminder yang lain sebagai pengingat pekerjaan sehingga tidak ada pekerjaan yang tertinggal. Efektivitas kerja, supaya karyawan dapat meningkatkan daya tahan kerja, misalnya dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Peneliti selanjutnya, supaya mengkaji pada objek yang berbeda misal pada perusahaan disektor perbankan dan sektor lainnya. DAFTAR PUSTAKA