Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Transformasi Pola Pikir Siswa SD melalui Pendekatan Edukatif dalam Menghadapi Krisis Sampah Plastik Akip Suhendar. M Rizki Prayoga 1 Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Serang- Bante. 2 Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Serang-Bante. suhendar@gmail. ABSTRAK Krisis sampah plastik merupakan tantangan lingkungan global yang memerlukan perhatian serius sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasi pola pikir siswa sekolah dasar (SD) terhadap isu sampah plastik melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan aplikatif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pengenalan jenis-jenis sampah plastik dan waktu urainya, pembentukan bank sampah plastik di lingkungan sekolah, serta pembuatan kerajinan dari botol plastik bekas. Metode pendekatan edukatif yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, diskusi kelompok, dan praktik langsung yang menekankan nilai tanggung jawab dan kreativitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif dalam kesadaran dan sikap siswa terhadap pengelolaan sampah plastik. Siswa tidak hanya memahami dampak lingkungan dari sampah plastik, tetapi juga mampu berperan aktif dalam upaya daur ulang dan pengurangan sampah. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi peduli lingkungan sejak dini. Kata kunci: pola pikir, siswa SD, sampah plastik, edukasi lingkungan, bank sampah, daur ABSTRACT The plastic waste crisis is a global environmental challenge that requires serious attention from an early age. This study aims to transform elementary school students' mindset regarding plastic waste through an educational approach that is both interactive and practical. The activities carried out include introducing different types of plastic waste and their decomposition periods, establishing a plastic waste bank at school, and creating handicrafts from used plastic bottles. The educational approach employed involves participatory learning, group discussions, and hands-on practice, emphasizing responsibility and creativity. The results show a positive shift in students' awareness and attitudes toward plastic waste management. Students not only understand the environmental impacts of plastic waste but also actively engage in recycling efforts and waste reduction. This transformation is expected to lay the foundation for developing environmentally conscious future Keywords: mindset, elementary students, plastic waste, environmental education, waste bank. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Masalah terkait sampah plastik menjadi perhatian serius dan isu lingkungan yang membutuhkan perhatian Plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi, sehingga keberadaannya lingkungan, baik di daratan maupun di perairan (Jambeck et al. , 2015. Tsakona & Wermter, 2. Di Indonesia, produksi dan konsumsi plastik masih sangat tinggi. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 64 juta ton sampah setiap tahun, dengan sekitar 17% di antaranya merupakan sampah plastik (KLHK, 2. Berdasarkan data WWF-Indonesia bahwa pada sebagian besar sekolah belum memiliki sistem pengelolaan sampah. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik secara bijak masih tergolong rendah, terutama pada generasi muda. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan kelompok strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku peduli lingkungan sejak dini. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi edukatif yang dilakukan sejak usia sekolah dasar efektif dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan (Palmer, 1995. Cheang et al. , 2. Selain itu, pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan seperti daur ulang dan pengelolaan bank sampah terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa secara aktif dalam pelestarian lingkungan (Mironenko & Mironenko, 2. Saat ini masih banyak siswa SD yang belum memahami dampak jangka panjang dari penggunaan plastik sekali pakai dan belum terbiasa memilah sampah atau mendaur ulang barang bekas. Hal ini menjadi sebuah Gambaran tentang perlunya pendekatan yang bersifat menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan pola pikir siswa SD, khususnya di SDN Tamanbaru II, dengan menerapkan kontekstual dan aplikatif. Para siswa akan dilibatkan dalam kegiatan yang mencakup pengenalan berbagai jenis sampah plastik beserta waktu penguraiannya dalam bentuk visual, pembuatan bank sampah di area sekolah, serta pelatihan membuat kerajinan tangan dari limbah plastik. Pendekatan ini tidak hanya bersifat informatif tetapi juga transformatif, karena menekankan pada perubahan sikap, perilaku, dan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan (Tilbury, 1. Kegiatan terhadap permasalahan sampah plastik sekaligus mendorong mereka untuk terkibat secara langsung dalam upaya perubahan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pengabdian ini memiliki peran pengurangan sampah plastik dari akar, yakni melalui pendidikan dan pembiasaan sejak usia dini. METODE PELAKSANAAN Metode pengabdian masyarakat ini dirancang secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif untuk mendukung transformasi pola pikir siswa sekolah dasar dalam menghadapi krisis sampah plastik. Kegiatan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap sebagai berikut: Tahap Persiapan Koordinasi dengan Pihak Sekolah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Tim pengabdian melakukan audiensi dengan kepala sekolah dan guru SDN Tamanbaru II untuk menyampaikan tujuan, jadwal, dan teknis kegiatan. Koordinasi ini penting untuk memastikan dukungan dan keterlibatan pihak sekolah dalam seluruh rangkaian kegiatan. Penyusunan Modul dan Media Edukasi Tim menyusun materi edukatif berbasis kurikulum lingkungan yang mencakup jenis-jenis sampah plastik, dampak lingkungan, dan cara pengelolaan yang tepat. Materi akan disajikan dalam bentuk presentasi interaktif, video pendek, serta lembar kerja siswa yang menarik dan mudah dipahami. Pengumpulan Bahan Daur Ulang Untuk meminta siswa untuk mengumpulkan limbah plastik bersih . eperti botol air mineral, kantong kresek, dan plastik kemasa. yang akan digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan. Tahap Pelaksanaan Sesi Edukasi Interaktif Siswa mengikuti sesi edukasi di kelas dengan pendekatan interaktif. Materi Jenis-jenis sampah plastik dan waktu Dampak lingkungan dan kehidupan manusia. Pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini. Pembentukan dan Simulasi Bank Sampah Sekolah Kegiatan praktikal di lingkungan sekolah. Siswa akan diajarkan cara memilah sampah, penimbangan sampah plastik yang Bank sampah akan dikelola oleh perwakilan siswa dan guru sebagai sarana edukasi berkelanjutan. Workshop Kerajinan dari Limbah Plastik Siswa dilibatkan secara langsung sederhana dari limbah plastik, seperti pot tanaman, tempat pensil, gantungan kunci, atau bunga plastik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan menunjukkan nilai guna sampah plastik jika dikelola dengan baik. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Pemberian Sertifikat dan Apresiasi Di akhir kegiatan. Siswa yang aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan akan diberikan sertifikat penghargaan untuk menumbuhkan motivasi dan rasa bangga dalam menjaga lingkungan. Monitoring dan Pendampingan Lanjutan Tim akan melakukan kunjungan berkala untuk memantau keberlanjutan bank sampah dan pembiasaan pemilahan sampah di sekolah. Guru akan didampingi dalam melanjutkan program ini secara HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025 di SDN Tamanbaru II berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif baik dari siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil kegiatan dibagi menjadi tiga bagian utama sesuai dengan tahapan pelaksanaan: edukasi, implementasi bank sampah, dan pelatihan kerajinan limbah plastik. Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Sampah Plastik Setelah mengikuti sesi edukasi interaktif, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah plastik, dampak lingkungan, dan pentingnya pengelolaan sampah. Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi saat penyampaian materi. Gambar 1: Kegiatan waktu penguraian sampah plastik Pembentukan Bank Sampah Sekolah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pembentukan bank sampah merupakan pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Beberapa siswa ditunjuk menjadi "duta lingkungan" yang bertugas mencatat, menimbang, dan mengatur jadwal piket bank sampah. peduli lingkungan siswa SDN Tamanbaru II. Transformasi pola pikir siswa terlihat dari meningkatnya pemahaman terhadap isu sampah plastik, munculnya kebiasaan memilah sampah, serta semangat dalam mendaur ulang limbah menjadi produk yang berguna. Kegiatan ini menunjukkan kontekstual dan aplikatif sangat efektif dalam membentuk karakter dan sikap lingkungan yang berkelanjutan sejak usia Gambar 2: Penjelasan teknis Bank Pelatihan Kerajinan dari Limbah Plastik Siswa sangat antusias dalam mengikuti pelatihan membuat kerajinan dari limbah Produk yang dihasilkan meliputi pot tanaman dari botol bekas dan tempat Kegiatan meningkatkan kreativitas, tetapi juga memperkenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle . R) secara praktis. UCAPAN TERIMAKASIH