e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2024. Vol. 3 No. PERAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Leni Agustina Daulay1. Mudfar Alianur2. Bettri Yustinaningrum3. Nurul Aini4 Program Studi Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah. IAIN Takengon Program Studi Hukum Tata Negara. Fakultas Syariah. Dakwah dan Ushuluddi. IAIN Takengon Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah. IAIN Takengon agustina_leni@yahoo. com1, aufarstaingpt@gmail. com2, bettri_yustinaningrum@yahoo. nurulainatkn@gmail. ABSTRAK Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gegarang dengan peran Badan Usaha Milik Desa sebagai penggerak dan menciptakan kewirausahaan sosial yang kreatif dan Pendekatan kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa . peserta memiliki pemahaman tentang kewirausahaan sosial dan pemasaran, . peserta berhasil menerapkan proses pembuatan kue bawang berbahan dasar Ikan Depik yang baik dan cita rasa yang enak serta pengemasan produk yang baik, . tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian dilihat dari banyaknya konsumen yang membeli produk. Kata Kunci : BUMDes. Kewirausahaan Sosial. Participatory Action Research (PAR). ABSTRACT The purpose of this dedication activity is to improve the well-being of the people of Gegarang village with the role of the village owned enterprise agency as a driver and create creative and innovative social The approach of this dedication activity is Participatory Action Research (PAR). The results of this dedication show that . participants have an understanding of social entrepreneurship and marketing, . participants have successfully implemented the process of making onion cakes based on Fish Depik good taste and good product packaging, . the success rate of dedication activity seen from the large number of consumers who purchased the product Keywords: Village-owned enterprise agency. Social Entrepreneurship. Participatory Action Research (PAR) PENDAHULUAN Kepastian kemajuan pembangunan yang merata, para stakeholder . ang berkepentinga. harus dapat mengoptimalkan berbagai potensi yang ditawarkan oleh desa sebagai sumber pembangunan. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan, diperlukan upaya khusus yang terstruktur dan Menurut Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014. Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa dan berbadan hukum. Pendiriannya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa. Anggaran BUMDes didanai oleh provinsi yang bergabung dengan Dana Desa (Akhmad Yani et al. , 2. Menurut Permendesa Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian. Pengurusan. Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. daerah dan desa diberi pedoman untuk mendirikan dan e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2024. Vol. 3 No. mengelola BUMDes, mengatakan bahwa pembentukan BUMDes membantu lembaga ekonomi desa dan mendorong ekonomi lokal dengan berbagai potensi yang ada (Iskandar et al. , 2. Karena itu. BUMDes berfungsi sebagai pilar ekonomi pemerintah desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Junaidi et al. , 2. Meskipun pemerintah melakukan berbagai program untuk mempercepat pembangunan wilayah pedesaan, hasilnya belum signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan desa harus dilakukan secara berencana dengan baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat desa. Untuk meningkatkan nilai tambah produk dan membuka jalur distribusi baru. BUMDes membutuhkan mitra untuk meningkatkan nilai tambah produk, diperlukan pengetahuan, pengalaman, dan penguasaan teknologi. Ketiga kelemahan tersebut merupakan kelemahan utama sumber daya manusia desa (Teguh Wibowo et al. , 2. Sesuai dengan mandat UU Pemerintah Daerah. BUMDes diharapkan menjadi salah satu simbol dalam mewujudkan otonomi desa yang sebenarnya. Dengan adanya BUMDes, pemerintah desa memungkinkan menciptakan lapangan pekerjaan baru (Nengah Wirsa et al. , 2. Salah satu cara BUMDes untuk memberdayakan masyarakat yaitu dengan kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial memberikan dampak masyarakat keluar dari kemiskinan, berdamainya daerah yang berkonflik dan lain-lain (SKOLL Social Entrepreneurs, 2. Kewirausahaan sosial biasanya tidak berfokus pada keuntungan finansial tetapi dengan tujuan yang mulia untuk misi sosial, mengedepankan inovasi, kreatifitas, kerja sama, pengembangan jaringan dan pencarian peluang baru (Darwis et al. , 2. Hal ini didukung dari hasil pengabdian yang dilakukan (Agustina Daulay et al. , n. ) kewirausahaan sosial memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bewang. Aceh Tengah. Hal yang sama juga dilakukan oleh (Swasti & AL-HADID Surabaya Pasuruan, 2. dengan kewirausahaan sosial masyarakat menjadi lebih sejahtera dalam ekonomi. Dari hasil penelitian (Muryanti, 2. BUMDes belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap kegiatan ekonomi lokal karena pengelolaan dana desa perlu dievaluasi dalam pelaksanannya serta pemimpin desa yang belum secara komprehensif berkolaborasi dengan masyarakat. bertolak belakang dari hasil penelitian (Adi Cakranegara et al. , 2. menyatakan bahwa berhasilnya kewirausahaan sosial, masyarakat harus memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif, mampu mengambil keputusan dalam segala hal serta peran perangkat desa berperan penting terhadap keberlangsungan kewirausahaan sosial. Desa Gegarang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bintang. Aceh Tengah. Desa yang terletak di pinggiran Danau Lut Tawar kaya akan hasil kebun, pertanian dan keindahan panorama alamnya. Masyakat biasanya menanam padi, berkebun kopi, mencari Ikan Depik di danau. Hasil tangkapan Ikan Depik dijual basah dan dikeringkan untuk menambah penghasilan harian. Kondisi masyarakat yang hidup dari musim ke musim. BUMDes dan mahasiswa KKN IAIN Takengon berinisiatif untuk memberdayakan ibu-ibu Desa Gegarang untuk membuat varian lain dari Ikan Depik, yaitu membuat kerupuk atau kue bawang berbahan dasar Ikan Depik. Kegiatan pengabdian ini berfokus untuk mengembangkan produk Ikan Depik menjadi olahan kue bawang dan bisa menjadi oleh-oleh khas Desa Gegarang Kecamatan Bintang. Aceh Tengah dengan kewirausahaan sosial dan BUMDes berperan sebagai penggerak terdepan dalam mengajak masyarakat untuk METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah Participatory Action Research (PAR). PAR adalah pendekatan yang bertujuan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan, mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan praktis masyarakat (Afandi, 2. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu peserta, pengelola BUMDes dan mahasiswa KKN mengenai kewirausahaan sosial dan pemasaran. Pelatihan pembuatan kue bawang berbahan dasar Ikan Depik Melakukan pendampingan pemasaran hasil produksi. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2024. Vol. 3 No. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh 10 orang ibu rumah tangga, kepala desa, mahasiswa KKN IAIN Takengon dan perangkat BUMDes Gegarang. Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu pemberian materi tentang kewirausahaan sosial. Materi ini diberikan untuk meningkatkan dan menyamakan pemahaman peserta mengenai kewirausahaan sosial. Dilanjutkan dengan memberikan materi mengenai pemasaran produk yang dihasilkan melalui sosial media dan cara mengemas produk yang diminati pembeli sekaligus mempromosikan desa tersebut. Gambar 1. Kegiatan Pemberian Materi Kewirausahaan Sosial dan Pemasaran Kegiatan selanjutnya pelatihan pembuatan kue bawang berbahan dasar Ikan Depik yang merupakan potensi lokal desa tersebut. Dalam pelatihan ini beberapa ibu rumah tangga dibagi dalam 3 kelompok dan mahasiswa membantu ibu-ibu tersebut. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2024. Vol. 3 No. Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kue Bawang Berbahan Dasar Ikan Depik Gambar 3. Hasil Produk Sebelum dan Sesudah Memakai Label Keberlanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, bekerjasama dengan Kepala Kecamatan Bintang. Kepala Desa Gegarang dan Perangkat BUMDes Gegarang untuk berpartisipasi dalam membuat stand pada acara Pekan Tilawatil QurAoan (PTQ) RRI ke-52 tahun 2022. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Juni 2024. Vol. 3 No. Gambar 4. Stand Kecamatan Bintang Mendapat Juara I Terbaik KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diterima baik oleh masyarakat, perangkat desa dan perangkat BUMDes. Proses pengembangan kewirausahaan sosial diperlukan program berkelanjutan dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai target program yang inovasi. Pada dasarnya, masyarakat desa memiliki kesadaran Bersama yang kuat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Karena sumber daya yang tersedia, kewirausahaan sosial di desa masih membutuhkan sokongan. Hasil kegiatan pengabdian di Desa Gegarang. Aceh Tengah dapat disimpulkan sebagai Hasil dari pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman tentang kewirausahaan sosial dan pemasaran. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta berhasil menerapkan proses pembuatan kue bawang berbahan dasar Ikan Depik yang baik dan cita rasa yang enak serta pengemasan produk yang baik. Tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian dilihat dari banyaknya konsumen yang membeli produk. DAFTAR PUSTAKA