Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Nurannisa Fitria Aprianti 1*. Eka Faizaturrahmi2. Marisa Marcelina Limbong3 1,2, Program Studi S1 Pendidikan Bidan & Profesi Bidan. STIKes Hamzar Memben Lombok Timur. NTB Program Studi S1 Pendidikan Bidan & Profesi Bidan. Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia. Jakarta Email:apriantinurannisa7@gmail. ABSTRAK Kehamilan pada usia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko kesehatan ibu dan bayi serta menimbulkan konsekuensi psikososial dan sosial. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan usia remaja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretestAeposttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 81 siswa kelas X SMA Negeri 1 Pringgabaya yang dipilih melalui teknik systematic random sampling. Intervensi dilakukan melalui pendidikan kesehatan reproduksi berbasis leaflet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah intervensi. Proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 11,1% pada pretest menjadi 79,0% pada posttest, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 70,4% menjadi 6,2%. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi . = 0,. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet berpotensi meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang aplikatif di lingkungan sekolah. Kata kunci: Kehamilan Usia Remaja. Media Leaflet. Pencegahan Kehamilan. Pengetahuan Remaja ABSTRACT Pregnancy in adolescence is still a public health problem that has an impact on increasing maternal and infant health risks and causes psychosocial and social The low level of adolescent knowledge about reproductive health and the prevention of teenage pregnancy is one of the factors that affects the high incidence of these events. This study aims to analyze the influence of leaflet media on adolescents' knowledge about adolescent pregnancy prevention. This study uses a quantitative approach with a pre-experimental design: a one-group pretestAe posttest without a control group. The sample consisted of 81 students in class X at SMA Negeri 1 Pringgabaya, selected using systematic random sampling. The intervention was carried out through leaflet-based reproductive health education. Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study showed an increase in adolescent knowledge after the intervention. The proportion of respondents with a good level of knowledge increased from 11. 1% in the pretest to 79. 0% in the posttest, while the category of less knowledge decreased from 70. 4% to 6. Statistical analysis showed a significant difference between the level of knowledge before and after the intervention . = 0. This study concludes that reproductive health education using leaflet media has the potential to increase adolescents' knowledge about adolescent pregnancy prevention and can be used as an educational media that is applicable in the school environment. Keywords: Adolescent Knowledge. Media Leaflet. Pregnancy Prevention. Teen Pregnancy. PENDAHULUAN Kehamilan pada usia remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena berkaitan dengan meningkatnya risiko kesehatan ibu dan bayi serta berbagai dampak sosial dan psikologis. Kehamilan yang terjadi sebelum tercapainya kesiapan biologis dan psikososial remaja berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan, persalinan prematur, bayi dengan berat lahir rendah, serta konsekuensi kesehatan jangka panjang bagi ibu dan anak. Selain itu, kehamilan usia remaja sering berdampak pada terhambatnya keberlanjutan pendidikan, terbatasnya peluang ekonomi, dan meningkatnya kerentanan sosial pada remaja perempuan (Neal et al. , 2018. World Health Organization, 2023. Salah satu faktor yang berperan penting dalam terjadinya kehamilan usia remaja adalah rendahnya tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan dini. Keterbatasan pengetahuan ini dipengaruhi oleh minimnya akses terhadap informasi yang akurat, kurang efektifnya komunikasi antara remaja dan keluarga, pengaruh lingkungan sosial dan pergaulan sebaya, serta paparan media digital yang tidak terfilter. Rendahnya pemahaman remaja terhadap risiko dan konsekuensi kehamilan usia dini menyebabkan meningkatnya kecenderungan perilaku berisiko, terutama ketika tidak diimbangi dengan pendidikan kesehatan reproduksi yang terstruktur di lingkungan sekolah (Glanz et al. , 2008. Mouli. Neal, & Moller, 2. Secara global, kehamilan pada remaja masih terjadi dalam jumlah yang signifikan, khususnya di negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa jutaan remaja perempuan usia 15Ae19 tahun mengalami kehamilan setiap tahunnya, dengan proporsi yang lebih tinggi pada kelompok dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah. Di Indonesia, kehamilan usia remaja masih menjadi tantangan dalam pencapaian indikator kesehatan ibu dan anak serta berkontribusi terhadap tingginya angka perkawinan usia anak dan putus sekolah. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan reproduksi yang efektif dan berkelanjutan (Badan Pusat Statistik, 2024. World Health Organization, 2023. Upaya pencegahan kehamilan usia remaja perlu difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan konsekuensi kehamilan dini. Pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui media yang sesuai dengan karakteristik remaja memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman yang lebih baik. Media leaflet merupakan salah satu alternatif media edukasi yang praktis karena menyajikan informasi secara ringkas, visual, dan mudah dipahami, serta memungkinkan remaja untuk mengakses ulang materi secara mandiri. Karakteristik tersebut menjadikan leaflet berpotensi mendukung proses pembelajaran yang berulang dan memperkuat pemahaman terhadap pesan kesehatan (Giacomantonio et al. , 2019. Gusmawati et al. , 2. |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 Jurnal Teras Kesehatan Meskipun berbagai media edukasi kesehatan reproduksi telah digunakan, bukti empiris mengenai efektivitas leaflet dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia remaja, khususnya pada konteks pendidikan berbasis sekolah, masih terbatas. Keterbatasan ini menunjukkan adanya celah penelitian yang perlu diisi untuk memastikan bahwa leaflet tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media leaflet terhadap perubahan tingkat pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain pra-eksperimental pretest dan posttest, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas leaflet sebagai media edukasi kesehatan reproduksi yang aplikatif dan mudah diimplementasikan di lingkungan sekolah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-testAepost-test yang bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai pencegahan kehamilan usia remaja. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pringgabaya pada bulan Juli 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X sebanyak 424 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik systematic random sampling sehingga diperoleh sebanyak 81 responden. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi tanpa melibatkan kelompok pembanding (Sugiyono. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum intervensi . dan setelah intervensi . ost-tes. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, dengan tingkat signifikansi 0,05. Penelitian ini dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip etika penelitian, termasuk persetujuan responden dan kerahasiaan data (Riyanto, 2. Keterbatasan penelitian ini terletak pada tidak adanya kelompok kontrol, sehingga hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia remaja di SMA Negeri 1 Pringgabaya. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pada 81 responden. Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Sebelum Diberikan Media Leaflet Pengukuran awal dilakukan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi edukasi menggunakan media leaflet. Distribusi tingkat pengetahuan responden sebelum intervensi disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Sebelum Diberikan Media Leaflet Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 Berdasarkan Tabel 1, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan kurang, yaitu sebanyak 57 orang . ,4%), sedangkan responden dengan pengetahuan baik hanya berjumlah 9 orang . ,1%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas remaja belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pencegahan kehamilan usia remaja. Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Setelah Diberikan Media Leaflet Setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet, dilakukan pengukuran ulang untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan responden. Hasil pengukuran setelah intervensi disajikan pada Tabel 2. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Setelah Diberikan Media Lembar Balik di SMA Negeri 1 Pringgabaya Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Hasil pada Tabel 2 menunjukkan adanya perubahan distribusi tingkat pengetahuan responden setelah intervensi. Mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan baik, yaitu sebanyak 64 orang . ,0%), sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun menjadi 5 orang . ,2%). Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah pemberian edukasi menggunakan media leaflet. Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja Untuk mengetahui pengaruh media leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja, dilakukan analisis perbandingan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis disajikan pada Tabel 3. Tabel 3 Pengaruh Media Lembar Balik Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Remaja di SMA 1 Pringgabaya tahun 2025 Pengetahuan Baik Cukup Kurang % n % 9 11,1 15 18,5 57 70,4 64 79,0 12 14,8 Total No Perlakuan Sebelum Setelah P Value Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi menggunakan media leaflet . < 0,. Secara deskriptif, terjadi pergeseran tingkat pengetahuan responden dari mayoritas berada pada kategori kurang sebelum intervensi menjadi mayoritas berada pada kategori baik setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia remaja. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi edukasi, tingkat pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja masih relatif rendah. Kondisi ini menggambarkan bahwa pada fase awal, pemahaman remaja terhadap konsep kehamilan usia Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 remaja, faktor risiko, serta upaya pencegahannya belum terbentuk secara optimal. Temuan tersebut sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa keterbatasan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan remaja terhadap kehamilan usia dini (Rotinsulu et al. , 2022. World Health Organization, 2023. Rendahnya pengetahuan awal tersebut berkaitan dengan terbatasnya paparan informasi kesehatan reproduksi yang disampaikan secara terstruktur dan berkesinambungan. Secara teoretis, pengetahuan terbentuk melalui proses penerimaan, pemahaman, dan penguatan informasi. Apabila remaja tidak memperoleh informasi yang akurat dan mudah dipahami secara berulang, maka pembentukan pengetahuan menjadi kurang optimal. Hal ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa remaja yang belum mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi secara formal cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang telah menerima intervensi edukatif (Rotinsulu et al. , 2. Pemberian edukasi menggunakan media leaflet dalam penelitian ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Leaflet dipilih karena mampu menyajikan informasi secara ringkas, sistematis, dan didukung elemen visual yang sesuai dengan karakteristik belajar remaja. Setelah intervensi diberikan, hasil analisis menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan ke arah yang lebih baik. Hasil uji Wilcoxon mengonfirmasi bahwa perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi bersifat signifikan . < 0,. , yang mengindikasikan bahwa media leaflet berperan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja. Peningkatan pengetahuan tersebut sejalan dengan teori promosi kesehatan yang menekankan pentingnya penggunaan media visual dalam proses pembelajaran. Media cetak seperti leaflet memungkinkan remaja untuk mengakses kembali informasi secara mandiri, sehingga proses belajar tidak hanya berlangsung saat penyuluhan, tetapi juga berlanjut setelah kegiatan edukasi Temuan ini konsisten dengan penelitian Miniharianti et al. yang menunjukkan bahwa penggunaan leaflet dalam edukasi kesehatan reproduksi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penyampaian informasi secara verbal semata. Selain itu, hasil penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa media leaflet efektif digunakan dalam upaya pencegahan kehamilan usia remaja melalui peningkatan pengetahuan terkait pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Penelitian Mulyati et al. menunjukkan bahwa leaflet membantu remaja memahami konsekuensi pernikahan dini sebagai salah satu faktor risiko terjadinya kehamilan usia anak, sehingga berkontribusi pada upaya pencegahan yang bersifat promotif dan preventif. Keunggulan media leaflet juga terletak pada kemudahan distribusi, biaya yang relatif rendah, serta daya tarik visual yang mendukung pemahaman pesan kesehatan. Penggunaan bahasa sederhana dan ilustrasi yang relevan membuat informasi lebih mudah diterima oleh remaja tanpa menimbulkan kesan menggurui. Hal ini sejalan dengan temuan Murtiyarini et al. yang menyatakan bahwa media leaflet tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membantu remaja memahami perilaku pencegahan yang dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, hasil penelitian ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena menggunakan desain pra-eksperimental tanpa kelompok kontrol, sehingga hubungan kausal belum dapat disimpulkan secara kuat. Namun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memperkuat bukti empiris bahwa media cetak, khususnya leaflet, masih relevan dan efektif sebagai media edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis sekolah. Temuan ini mendukung pemanfaatan leaflet sebagai strategi edukasi yang aplikatif dalam program pencegahan kehamilan usia remaja serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan desain metodologis yang lebih kuat (Maryam, 2024. Tedros, 2024. World Health Organization, 2023. Jurnal Teras Kesehatan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 61-. DOI: https://doi. org/10. 38215/zmaz4c66 KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet memberikan perubahan yang bermakna secara statistik terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pencegahan kehamilan usia remaja. Setelah intervensi diberikan, terjadi pergeseran tingkat pengetahuan ke arah yang lebih baik, yang menegaskan bahwa leaflet efektif dalam membantu remaja memahami risiko kehamilan usia dini serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Media leaflet memiliki keunggulan sebagai media edukasi yang aplikatif karena mudah dipahami, menarik secara visual, dan dapat diakses kembali secara mandiri oleh remaja. Meskipun demikian, hasil penelitian ini perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat desain penelitian tidak melibatkan kelompok kontrol dan masih terbatas pada aspek pengetahuan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasi lain guna mendukung upaya pencegahan kehamilan usia remaja secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada SMA Negeri 1 Pringgabaya yang telah memberikan izin dan dukungan selama pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Program Studi S1 Pendidikan dan Profesi Bidan STIKes Hamzar Memben Lombok Timur atas dukungan akademik dan fasilitasi yang diberikan selama proses penelitian dan penyusunan Selain itu, penulis mengapresiasi seluruh responden serta pihak-pihak yang telah berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA